Gressia. Arief. Fahrul. Adi. NurAoaeni : Hubungan Antara Motivasi Akademik dengan Indeks Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pjkr Fkip Universitas Palangka Raya HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI AKADEMIK DENGAN INDEKS PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PJKR FKIP UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Gressia Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Palangka raya gressia19@gmail. Arief Nur Wahyudi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Palangka raya ariefnurwahyudi@fkip. Fahrul Razzi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Palangka raya fahrulrazzi@fkip. Adi Syahrullah Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Palangka raya adisyahrullah03@gmail. NurAoaeni Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Palangka raya nuraenirupe12@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Jasmani. Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FKIP Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 122 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mengukur motivasi akademik, digunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS), sedangkan informasi mengenai IPK diperoleh dari data akademik mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank, mengingat data yang diperoleh tidak mengikuti distribusi normal. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara motivasi akademik dan IPK mahasiswa . = -0,045, p = 0,. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa motivasi akademik bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi IPK mahasiswa. Faktor lain seperti strategi belajar, lingkungan akademik, dan keterlibatan non-akademik diduga turut memengaruhi pencapaian prestasi akademik. Kata Kunci: motivasi akademik, prestasi akademik, mahasiswa PJKR membimbing serta mengajarkan individu agar mampu berkembang menjadi sosok yang memiliki kemandirian, tanggung jawab, kreativitas, pengetahuan, kesehatan jasmani dan rohani, serta berperilaku terpuji (Ilma, 2. Pendidikan yang baik juga akan membuka peluang untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, inovatif, dan mampu menghadapi PENDAHULUAN Pendidikan adalah kebutuhan sekunder yang tetap memiliki peran krusial dalam kehidupan manusia, karena tanpa pendidikan, manusia akan kesulitan berkembang dan berisiko tertinggal. Pendidikan merupakan proses yang dirancang secara sistematis untuk Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 246-255 tantangan global. Tanpa pemerataan dalam akses pendidikan, ketimpangan sosial dan ekonomi akan terus meningkat, yang pada akhirnya bisa menjadi penghambat bagi perkembangan suatu bangsa. Oleh karena itu, peran kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjamin pendidikan yang berkualitas bagi semua kalangan tanpa terkecuali. Dengan demikian, pendidikan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga kewajiban bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah. Proses pendidikan merupakan suatu proses perkembangan yang memiliki tujuan. Tujuan dari perkembangan tersebut bersifat alami dan Pemikiran cenderung spekulatif, yaitu melibatkan refleksi langsung dengan Hal berhubungan dengan kedewasaan, karena potensi alami manusia adalah berkembang menuju tingkat kedewasaan dan kematangan (Jenilan, 2. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang lebih maju dan siap menghadapi perubahan zaman. Melalui pemberian wawasan yang lebih mendalam tentang dunia dan lingkungan sekitarnya, mengembangkan cara berpikir yang kritis dan Hal ini menghasilkan individu yang tidak hanya siap menghadapi tantangan, tetapi juga berkontribusi secara aktif dalam perubahan sosial, seperti yang dijelaskan oleh (Indy et al. Pendidikan memainkan peran yang sangat vital dalam mengatasi ketidaktahuan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta bangsa. Karena itu, pemerintah berupaya untuk memberikan perhatian yang serius untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam rangka peningkatan pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi (Pristiwanti et al. Oleh karena itu, pendidikan bukan hanya sekadar hak, tetapi juga merupakan kunci utama dalam membangun peradaban yang lebih baik. Melalui pendidikan yang berkualitas, kita tidak hanya menciptakan individu yang terampil, tetapi juga masyarakat yang berpikir kritis dan Oleh karena itu, perhatian dan investasi dalam sektor pendidikan harus terus diperkuat, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana hingga penguatan kualitas pengajaran di semua jenjang. Pendidikan tinggi adalah lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan yang mengikuti jenjang pendidikan menengah, meliputi program diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor (Razak et al. , 2. Pendidikan tinggi memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di suatu negara. Selain memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dan spesifik dalam bidang ilmu tertentu, pendidikan tinggi juga membantu mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dalam dunia kerja. Melalui program-program seperti Diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor merupakan bagian dari jenjang pendidikan tinggi. menawarkan berbagai jalur bagi individu untuk mengembangkan keahlian sesuai dengan minat dan tujuan karier mereka. Pendidikan yang efektif tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau metode pengajaran yang diterapkan, melainkan juga oleh berbagai faktor lain yang memengaruhi keberhasilan belajar Prestasi adalah kemampuan atau pencapaian yang nyata yang dapat diraih dalam waktu atau periode tertentu (Kurniawan et al. Pencapaian ini sering kali merupakan hasil dari usaha yang konsisten, kerja keras, dan dedikasi dalam menghadapi berbagai tantangan. Untuk mencapainya, seseorang perlu memiliki disiplin dan tekad yang kuat, serta kemampuan Gressia. Arief. Fahrul. Adi. NurAoaeni : Hubungan Antara Motivasi Akademik dengan Indeks Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pjkr Fkip Universitas Palangka Raya untuk memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu, prestasi juga mencerminkan perkembangan diri yang terjadi seiring dengan pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh sepanjang perjalanan tersebut. maksimal, dengan tolok ukur yang dapat berupa orang lain atau diri sendiri (Astuti & Zakaria. Motivasi yang tinggi dapat mendorong mahasiswa untuk lebih giat dalam belajar dan berusaha meraih tujuan akademik mereka. Seperti yang diungkapkan, (Saptono, 2. , motivasi adalah salah satu elemen yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar mahasiswa di perguruan tinggiMotivasi dapat memengaruhi hasil belajar mahasiswa, baik secara langsung maupun melalui dampak tidak Dengan motivasi yang kuat, mahasiswa cenderung lebih fokus, disiplin, dan memiliki dorongan untuk terus meningkatkan Dengan demikian, peran motivasi dalam dunia akademik tidak dapat Ketika dorongan yang kuat untuk mencapai keberhasilan, mereka akan lebih mampu menghadapi tantangan akademik, mengelola waktu dengan baik, serta mengembangkan kebiasaan belajar yang lebih efektif. Motivasi yang tinggi juga menciptakan sikap pantang menyerah, di mana mahasiswa tidak mudah putus asa saat menghadapi kesulitan dalam Karena itu, sangat penting bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan motivasi dalam diri mereka agar dapat meraih hasil belajar yang maksimal dan mencapai kesuksesan akademik. Prestasi akademik mengacu pada hasil yang diraih oleh mahasiswa dalam bidang pendidikan, berdasarkan kriteria penilaian tertentu, seperti nilai ujian. IP. IPK, atau Prestasi ini mencerminkan tingkat mahasiswa dalam menyelesaikan tugas Keberhasilan mahasiswa dapat dilihat dari pencapaian yang diperoleh, yang tercermin dalam Indeks Prestasi (IP). IPK, serta ketepatan waktu dalam menyelesaikan pendidikan (Shaleh, 2. Salah satu cara untuk mengukur prestasi akademik mahasiswa adalah melalui tes dan ujian (Kusumastuti, 2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan indikator utama mahasiswa (Muftikhah & Mustafidah, 2. Dengan demikian, prestasi akademik menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas pembelajaran dan keberhasilan mahasiswa di perguruan tinggi. Hasil yang dicapai tidak hanya mencerminkan kemampuan kognitif, tetapi juga menggambarkan kedisiplinan, ketekunan, serta strategi belajar yang diterapkan oleh mahasiswa. Dengan demikian, selain melalui ujian dan tes, aspek lain seperti cara lingkungan juga memiliki peran penting dalam mempengaruhi tingkat prestasi akademik Ini keberhasilan akademik tidak hanya bergantung pada penilaian formal, tetapi juga pada kesiapan dan usaha yang dilakukan oleh individu. Motivasi akademik adalah faktor kunci dalam kesuksesan mahasiswa, karena dengan adanya motivasi, mereka akan termotivasi untuk menyelesaikan tugas, mencapai tujuan akademik, dan memperoleh gelar yang akan mendukung karier mereka di masa depan (Sadiq & Hassan, 2. Tingkat motivasi mahasiswa bervariasi, karena Tingkat motivasi mahasiswa bervariasi, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar, seperti minat belajar, lingkungan akademik, dan dukungan Untuk memahami sejauh mana motivasi Motivasi merupakan dorongan atau hasrat seseorang untuk meraih keberhasilan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 246-255 akademik berperan dalam pencapaian prestasi, diperlukan alat ukur yang valid dan reliabel. Salah satu instrumen yang sering digunakan adalah Academic Motivation Scale (AMS), yang dirancang untuk mengevaluasi berbagai dimensi motivasi berdasarkan teori psikologi Penggunaan AMS memungkinkan analisis yang lebih objektif mengenai bagaimana motivasi akademik berkontribusi terhadap prestasi mahasiswa, sehingga dapat menjadi dasar dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Academic Motivation Scale (AMS) berfungsi sebagai pengukur standar yang dikembangkan oleh Vallerand untuk menilai tiga aspek utama dalam motivasi akademik, yaitu motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik, dan amotivasi, yang terdiri dari 28 item pernyataan. Motivasi ekstrinsik berhubungan dengan tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, bukan karena keinginan atau dorongan dari dalam diri sendiri. Sementara itu, motivasi intrinsik mengacu pada kesenangan dan kepuasan yang muncul setelah melakukan suatu aktivitas tanpa adanya imbalan eksternal. Di sisi lain, amotivation menggambarkan kondisi di mana seseorang merasa tidak memiliki kendali atas tindakan dan hasil yang diperoleh, sehingga kehilangan dorongan baik secara intrinsik maupun ekstrinsik (Syah, 2. Dalam penelitian ini, kuesioner AMS yang digunakan merupakan versi bahasa Indonesia yang telah disesuaikan oleh (Marvianto & Widhiarso, 2. , sehingga lebih relevan untuk mengukur motivasi akademik mahasiswa dalam konteks pendidikan di Indonesia. Mahasiswa dari Program Studi PJKR yang berada di bawah naungan FKIP Universitas Palangka Raya menghadapi tantangan tersendiri dalam dunia akademik. Selain dituntut untuk meraih prestasi akademik yang baik, mereka juga harus mampu menyeimbangkan kegiatan olahraga dan rekreasi yang menjadi bagian dari bidang Dengan adanya tuntutan ini, motivasi akademik menjadi faktor yang sangat penting dalam membantu mahasiswa mengelola waktu dan menjaga keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Karena itu, memahami sejauh mana peran motivasi akademik dalam menunjang pencapaian prestasi mahasiswa di perguruan tinggi menjadi hal yang penting. Mengetahui keterkaitan antara motivasi akademik dan pencapaian akademik menjadi aspek yang penting, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi. Melalui pemahaman mengenai pengaruh motivasi akademik terhadap pencapaian mahasiswa, diharapkan hal ini dapat membantu mereka merancang strategi belajar yang lebih efektif, serta memberikan masukan bagi dosen dan pihak akademik dalam membangun suasana pembelajaran yang lebih Selain itu, pemahaman yang lebih dalam tentang motivasi akademik juga dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif, sehingga mahasiswa mampu mengelola keseimbangan antara studi dan aktivitas ekstrakurikuler dengan lebih baik. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis korelasi untuk menelusuri keterkaitan antara motivasi akademik dan prestasi akademik. Pengumpulan menggunakan Instrumen Academic Motivation Scale (AMS), yang berfungsi untuk menilai tingkat motivasi akademik pada mahasiswa. Instrumen AMS mencakup tiga dimensi utama, yakni motivasi intrinsik sebanyak 12 item, motivasi ekstrinsik sebanyak 12 item, dan amotivation sebanyak 4 item, sehingga keseluruhan terdiri dari 28 pernyataan. Kuesioner ini menggunakan skala Likert 1 sampai 7, dengan angka 1 menunjukan Ausangat tidak menggambarkan diri sayaAy dan angka 7 berarti Ausangat menggambarkan diri sayaAy. Hasil dari pengisian kuesioner ini kemudian Gressia. Arief. Fahrul. Adi. NurAoaeni : Hubungan Antara Motivasi Akademik dengan Indeks Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pjkr Fkip Universitas Palangka Raya dikategorikan menjadi tiga tingkatan motivasi, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. ini memiliki kriteria sebagai berikut, mahasiswa aktif PJKR FKIP Universitas Palangka Raya angkatan 2021Ae2024 yang bersedia mengisi perwakilan responden dari setiap angkatan. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS Statistics. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan data yang diperoleh, selanjutnya dilanjutkan dengan analisis statistik korelasi. Korelasi adalah teknik analisis untuk melihat hubungan antara dua variabel (Suliadi, 2. Uji korelasi yang diterapkan adalah Pearson Product Moment digunakan untuk data yang berdistribusi normal, sementara Spearman Rank diterapkan pada data yang tidak berdistribusi normal. Tabel 1. Kategorisasi Skor Motivasi Akademik Kategori Motivasi Rentang Skor Motivasi Akademik Rendah Kurang dari 84 (<. Sedang 84 hingga 140 . Tinggi Lebih dari 140 (>. Penelitian ini, prestasi akademik diukur menggunakan (IPK) yang diraih oleh mahasiswa sepanjang masa studi mereka. Dengan diharapkan penelitian dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai peran keberhasilan mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian mahasiswa dari berbagai angkatan yang Terdaftar dalam Program Studi PJKR di FKIP Universitas Palangka Raya. Mayoritas responden berasal dari angkatan 2024 sebesar 89% sedangkan angkatan dengan jumlah responden paling sedikit adalah angkatan 2022 Ini mengindikasikan bahwa mayoritas partisipasi mahasiswa dalam penelitian ini berasal dari angkatan yang lebih METODE Penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif yang mengadopsi desain potong lintang . ross-sectiona. Penelitian crosectional adalah jenis penelitian yang berfokus pada pengukuran atau observasi variabel independen dan dependen hanya pada satu waktu tertentu (Mayasari et al. , 2. Penelitian ini melibatkan 122 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Jasmani. Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FKIP Universitas Palangka Raya sebagai populasi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam pengambilan sampel, yaitu metode pemilihan sampel yang didasarkan pada kriteria atau pertimbangan tertentu yang telah ditentukan oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitian (Asrulla et al. , 2. Sampel dalam penelitian Tabel 2. Gambaran Umum Responden Angkatan Total Jumlah Mahasiswa . Prestentase (%) Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 246-255 Tabel 3. Statistik Deskriptif Motivasi Akademik dan IPK Jumlah sampel (N) Mean (M) Median Modus Std. Deviasi Varian (V) Nilai Maxsimal Nilai Minimal MOTIVASI AKADEMIK IPK Sig Sig IPK <0. <0. Tabel 5. Uji Korelasi Spearman's rho Motivasi Akademik Ii IPK Koefisien Korelasi . Sig. Hasil uji analisis menggunakan korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi . sebesar -0,045 dengan tingkat signifikansi . sebesar 0,621. Berdasarkan hasil ini, hubungan antara motivasi akademik dan IPK bersifat sangat lemah dan tidak Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data, hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa tidak ditemukan keterkaitan yang signifikan antara motivasi akademik dan IPK mahasiswa. Nilai korelasi yang sangat lemah . = -0. menunjukkan bahwa perubahan dalam tingkat motivasi akademik tidak berkorelasi kuat dengan perubahan IPK. Dengan kata lain, meskipun seorang mahasiswa memiliki tingkat motivasi akademik yang tinggi, hal tersebut Tabel 4. Uji Normality Shapiro-Wilk Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data motivasi akademik dan IPK tidak mengikuti distribusi normal. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi . -valu. yang berada di bawah angka 0,05. Oleh karena itu, analisis korelasi dilakukan dengan uji Spearman Rank, yang digunakan untuk data dengan distribusi tidak normal. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat motivasi akademik mahasiswa dalam penelitian ini cenderung tinggi, dengan nilai rata-rata yang mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori motivasi yang cukup baik. Meskipun terdapat variasi dalam tingkat motivasi akademik antar mahasiswa, distribusi data menunjukkan pola yang cukup konsisten. Sementara itu, hasil analisis terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) akademik yang cukup baik. Sebaran data IPK menunjukkan variasi yang tidak terlalu besar, yang menandakan bahwa mayoritas mahasiswa berada dalam kisaran IPK yang konsisten. Secara keseluruhan, hasil analisis ini mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki Motivasi akademik yang kuat dan hasil prestasi akademik yang cukup stabil, meskipun ada perbedaan individu dalam pencapaian akademik mereka. KolmogorovSmirnova Motivasi Akademik Gressia. Arief. Fahrul. Adi. NurAoaeni : Hubungan Antara Motivasi Akademik dengan Indeks Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pjkr Fkip Universitas Palangka Raya tidak serta-merta berbanding lurus dengan pencapaian IPK yang tinggi (Ryan & Deci. Penelitian ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara motivasi akademik dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa PJKR FKIP Universitas Palangka Raya. Menurut (Ryan & Deci, 2. korelasi dalam rentang 0. 00Ae0. tergolong sangat lemah, yang menunjukkan bahwa faktor lain kemungkinan lebih dominan dalam menentukan IPK mahasiswa. Prestasi pendidikan tidak hanya diukur berdasarkan IPK, tetapi juga melibatkan tiga aspek penilaian, yakni kognitif, afektif, dan Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan intelektual mahasiswa yang permasalahan secara logis dan sistematis (Ilma. Aspek afektif mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan cara pandang seseorang, karakter pribadi, tindakan yang ditunjukkan, minat terhadap suatu hal, perasaan yang dirasakan, serta prinsip hidup yang diyakini oleh setiap individu (Frezy Paputungan, 2. Sementara itu. Aspek psikomotorik berkaitan dengan keterampilan atau kemampuan individu dalam melaksanakan tindakan yang diperoleh melalui pengalaman belajar, yang sangat penting bagi mahasiswa PJKR dalam meningkatkan kompetensinya di bidang pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi (Aminul Qodat, 2. Dalam konteks mahasiswa PJKR FKIP Universitas Palangka Raya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi akademik berpotensi memiliki dampak yang lebih besar pada aspek afektif dan psikomotorik, dibandingkan dengan dimensi kognitif yang lebih dominan dalam penilaian IPK. Misalnya, mahasiswa dengan motivasi tinggi cenderung lebih terlibat dalam kegiatan akademik dan non-akademik, mengikuti pelatihan, serta mengasah keterampilan praktis, meskipun hal tersebut tidak selalu terlihat dalam IPK mereka. Dengan demikian, lemahnya hubungan antara motivasi akademik dan IPK dalam penelitian ini mungkin disebabkan oleh sistem evaluasi yang lebih fokus pada aspek kognitif, sementara motivasi akademik juga berperan penting dalam aspek non-kognitif yang tidak selalu tercermin dalam IPK. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi lembaga pendidikan untuk tidak hanya menekankan peningkatan motivasi akademik, tetapi juga memperhatikan berbagai faktor lain yang turut berpengaruh terhadap prestasi Dengan demikian, meskipun motivasi akademik tetap memiliki peranan penting Dalam kegiatan belajar-mengajar, temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa faktor lain, seperti lingkungan belajar, strategi pembelajaran, serta keterlibatan dalam aspek afektif dan psikomotorik, juga berkontribusi signifikan terhadap pencapaian akademik PENUTUP Simpulan Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi akademik dan indeks prestasi akademik (IPK) mahasiswa Program Studi PJKR FKIP Universitas Palangka Raya. Kebanyakan menunjukkan motivasi yang tinggi dan memiliki IPK yang baik, hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi akademik bukanlah faktor utama yang memengaruhi pencapaian IPK. Hal ini mengindikasikan kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor lain di luar motivasi, seperti strategi belajar, lingkungan akademik, serta keterlibatan dalam aspek afektif dan psikomotorik yang tidak selalu tercermin dalam nilai IPK. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 246-255 Ilma, . PERAN PENDIDIKAN SEBAGAI MODAL UTAMA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA. Indy. Waani. , & Kandowangko. PERAN PENDIDIKAN DALAM PROSES PERUBAHAN SOSIAL DI DESA TUMALUNTUNG KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA. HOLISTIK. Journal of Social Culture. https://ejournal. id/v3/in php/holistik/article/view/254 Jenilan. FILSAFAT PENDIDIKAN. El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Tafsir Hadis, 7. Article https://doi. org/10. 29300/jpkth. Kurniawan. Kw. , & Suriswo. Pengaruh Bimbingan Belajar Berpendekatan Behavioristik Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Peserta Didik SMP Ki Gede Sebayu Balapulang Tegal Tahun Pelajaran 2020/2021(Studi PTBK Pada Peserta Didik Kelas Vi A). Prosiding Seminar Nasional Literasi Dan Pedagogi (SRADA), 91Ae97. Kusumastuti. Kecemasan dan Prestasi Akademik Mahasiswa. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 12. , 22Ae33. https://doi. org/10. 31289/analitik Marvianto. , & Widhiarso. Adaptasi Academic Motivation Scale (AMS) versi Bahasa Saran Mengacu pada temuan penelitian Yang menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan yang signifikan antara motivasi akademik dan IPK, disarankan agar mahasiswa tidak hanya berupaya meningkatkan motivasi, tetapi juga mengembangkan strategi belajar yang efektif, mengelola waktu dengan baik, serta aktif akademik maupun non-akademik. Bagi dosen dan pihak akademik, diharapkan untuk membangun suasana belajar yang kondusif dengan menerapkan metode pengajaran yang beragam serta memberikan pendampingan yang efektif, agar proses pembelajaran menjadi lebih optimal dan mampu mendorong pencapaian akademik mahasiswa. Penelitian berikutnya disarankan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap IPK mahasiswa, seperti gaya belajar, kondisi psikologis, dan mempertimbangkan penggunaan pendekatan penelitian yang lebih mendalam seperti metode kualitatif atau campuran. DAFTAR PUSTAKA