JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM MENANAMKAN NILAI MORAL BERKELANJUTAN BAGI ANAK USIA SEKOLAH Yadi Samsul Hidayat1. Dewi Safitri Elshap2 IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia yadisamsul11@gmail. com, 2nourahcantik38@gmail. Received: Mei, 2024. Accepted: September 2024 Abstract The fundamental element of a group is a character. Community figures, as we collectively understand them, are a group that can be used as a collective voice, or can be used as a place to gather and discuss problems faced by society. In this context we discuss individuals who are often referred to as representatives of the general public, such as heads of households, teachers, mosque imams, elderly people, and so on. These people may be able to provide constructive feedback. This is very influential for school-age children, especially in instilling sustainable moral values. Sustainable moral values are the moral values that underlie sustainable development. These values include environmental sustainability, social justice, and peace and harmony. Sustainable moral values are important to instill in every individual. This research uses qualitative methods with the following techniques: observation, documentation, and data collection through in-depth interviews. There are three methods used in data collection: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research aims to examine the role of community leaders in instilling sustainable moral values in year-old children. Instilling sustainable moral values in school-aged children is a crucial issue in building the nation's next generation with character and responsibility for the environment. Community figures, as role models and opinion leaders in their environment, have an important role in this effort. Keywords: Role of Community Figures. Sustainable Moral Values. School Age Children Abstrak Elemen mendasar dari suatu kelompok adalah tokoh. Tokoh masyarakat, sebagaimana kita pahami secara kolektif, merupakan sebuah kelompok yang dapat digunakan sebagai suara kolektif, atau dapat digunakan sebagai tempat berkumpul dan mendiskusikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dalam konteks ini kita membahas individu-individu yang sering disebut sebagai wakil masyarakat umum, seperti kepala rumah tangga, guru, imam masjid, orang lanjut usia, dan sebagainya. Orang-orang ini mungkin dapat memberikan umpan balik yang konstruktif. Hal ini sangat berpengaruh bagi anak usia sekolah khususnya dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan. Nilai moral berkelanjutan merupakan nilai-nilai moral yang mendasari pembangunan berkelanjutan. Nilai-nilai ini mencakup kelestarian lingkungan, keadilan sosial, dan perdamaian dan keharmonisan. Nilai moral berkelanjutan penting untuk ditanamkan dalam diri setiap individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik sebagai berikut: observasi, dokumentasi, dan pengumpulan data melalui wawancara Ada tiga metode yang digunakan dalam pengumpulan data: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia tahun. Penanaman nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah merupakan sebuah isu krusial dalam membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tokoh masyarakat, sebagai panutan dan pemuka opini di lingkungannya, memiliki peran penting dalam upaya ini. Kata Kunci: Peran Tokoh Masyarakat. Nilai Moral Berkelanjutan. Anak Usia Sekolah Volume 7 No. September 2024 pp 334-340 How to Cite: Hidayat. , & Elshap. Peran Tokoh Masyarakat Dalam Menanamkan Nilai Moral Berkelanjutan Bagi Anak Sekolah. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . PENDAHULUAN Moral merupakan suatu sistem nilai yang menjelaskan bagaimana seseorang berperilaku ketika berada dalam tekanan. Hal ini memberikan penjelasan menyeluruh tentang apa yang benar dan benar serta apa yang jujur dan masuk akal. Moral adalah nilai yang berkembang dan berubah seiring dengan waktu karena berbagai faktor, seperti agama, budaya, dan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengetahui tentang moralitas agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Secara terminologis, terdapat beberapa teori moral yang masingmasing mempunyai struktur formal yang berbeda dengan strategi material empiris. Menurut Ansori. Ismayanti, . menyatakan bahwa perkembangan moral, keyakinan agama, sifat emosional dan psikologis, serta keterampilan berbahasa semuanya berkontribusi pada kemampuan seseorang untuk belajar dan menjalani kehidupan yang kreatif dan inovatif. Secara umum, moral dapat dipahami sebagai prinsip-prinsip yang mengatur perilaku serta membantu individu untuk menentukan tindakan yang baik dan benar dalam kehidupan Generasi penerus bangsa merupakan aset penting bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai moral yang berkelanjutan bagi mereka sejak usia dini menjadi sebuah keharusan. Nilai-nilai moral tersebut, seperti tanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, dan cinta kasih, akan menjadi fondasi bagi mereka untuk menjadi individu yang berkarakter dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Di era modern ini, di mana berbagai permasalahan lingkungan semakin kompleks, penanaman nilai moral berkelanjutan menjadi semakin penting. Anak-anak perlu dididik agar memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah. Tokoh masyarakat, sebagai panutan dan pemuka opini di lingkungannya, memiliki pengaruh yang besar terhadap anakanak. Mereka dapat menjadi contoh yang baik dan memberikan edukasi yang bermanfaat bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai moral yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Anak-anak perlu dididik agar memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh masyarakat adalah orang-orang yang disukai, diterima secara terbuka oleh masyarakat, dan berpotensi memberikan dampak positif pada suatu komunitas atau negara. Meskipun demikian, tokoh masyarakat berfungsi sebagai representasi dari sifatsifat kepemimpinan yang ada pada tokoh tersebut, karena tokoh masyarakat tidak dapat dipisahkan dari sifat-sifat kepemimpinan yang ada pada tokoh tersebut. Setelah itu, pemimpinan menjadi beban dan teka-teki karena masyarakat setempat memandang pemimpin sebagai sosok yang dapat dipercaya dan mampu menciptakan peluang bagi masyarakat luas. Tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah. Mereka dapat menjadi contoh yang baik, memberikan edukasi, dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan. 336 Hidayat & Elshap. Peran Tokoh Masyarakat Dalam Menanamkan Nilai Moral Berkelanjutan Bagi Anak Sekolah Nilai moral merupakan nilai yang dianggap baik dan benar oleh masyarakat. Nilai-nilai moral tersebut penting ditanamkan pada anak sejak dini, termasuk nilai-nilai moral berkelanjutan. Nilai moral berkelanjutan adalah nilai moral yang berorientasi pada masa depan dan dapat dilestarikan untuk generasi mendatang. Anak usia sekolah, merupakan masa yang penting untuk mengajarkan nilai-nilai moral. Pada tahap ini, anak mulai membentuk jati dirinya dan memahami lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pengajaran nilai-nilai moral pada masa ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan moral anak di masa depan. Tokoh masyarakat berperan penting dalam mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak usia Tokoh masyarakat adalah orang-orang yang mempunyai pengaruh formal dan informal terhadap masyarakat. Pengaruh ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk keahlian, pelatihan, pengalaman, dan status sosial. Setelah melakukan wawancara dilingkungan sekitar, peneliti mendapati beberapa masalah antara lain: Kurangnya komitmen tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan. Kurangnya pemahaman tokoh masyarakat tentang nilai moral berkelanjutan, hal ini menjadi pemicu utama yang ada di lingkungan karena didapati beberapa permasalahan yang ada diatas. Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan mampu memberikan sedikit perubahan terkait penanaman nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah di kampung malaka rt/rw 001/001 karna setelah melakukan observasi peneliti menemukan Anak-anak cenderung meniru perilaku orang-orang yang mereka kagumi, termasuk tokoh masyarakat. Oleh karena itu, tokoh masyarakat harus memiliki perilaku yang sesuai dengan nilai moral yang ingin ditanamkan pada anak-anak. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yakni mengetahui peran tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah. Mendeskripsikan hambatan dan upaya yang dilakukan tokoh masyarakat dalam proses penanaman nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah di RT/RW 001/001 Kp. Malaka Desa Sindangkerta. Nilai Moral Berkelanjutan Istilah AumoralAy yang berasal dari kata Latin AumoralitasAy mengacu pada konsep manusia tentang kemanusian atau kualitas moral positif orang lain. Orang yang kurang bermoral disebut amoral, artinya kurang bermoral dan berwatak akhlak positif di mata orang lain. Oleh karena itu, moralitas merupakan suatu kebajikan yang wajib dimiliki oleh semua manusia. Ada beberapa pelajaran moral, berikut Pengertian Moral menurut Poerdarminta dalam Kurniawan et al. menegaskan bahwa moralitas adalah pelajaran bagaimana memanfaatkan peluang dan tantangan hidup sebaik-baiknya. Dewey mengatakan bahwa moralitas adalah seperangkat prinsip yang berkaitan dengan susilah-nilai. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ansori, . menyatakan bahwa perkembangan moral, keyakinan agama, sifat emosional dan psikologis, serta keterampilan berbahasa semuanya berkontribusi pada kemampuan seseorang untuk belajar dan menjalani kehidupan yang kreatif dan inovatif. Singkatnya, moralitas adalah seperangkat prinsip yang berkaitan dengan proses sosialisasi pribadi. tanpa moralitas, manusia tidak mampu melakukan sosialisasi. Pada titik ini, moralitas tidak masuk akal karena banyak orang mempunyai maksiat atau sikap maksiat yang bersumber dari kesengsaraan. Moralitas merupakan konsep dasar yang diajarkan di sekolah, dan masyarakat perlu memiliki moralitas jika ingin dihormati oleh orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa moralitas erat kaitannya dengan proses sosialisasi pribadi. Secara moral, seseorang tidak dapat melakukan sosialisasi. Saat ini, moralitas mempunyai nilai-nilai tersendiri karena banyak orang mempunyai keyakinan moral atau amoral dalam pandangan Volume 7 No. September 2024 pp 334-340 mereka sendiri. Akhlak merupakan konsep mendasar yang diajarkan di sekolah, dan setiap individu harus memiliki akhlak agar dapat dihormati oleh orang-orang disekitarnya. Menurut Nandy, . Moralitas yang spesifik secara budaya mengacu pada prinsip atau standar yang hanya dianut oleh sebagian masyarakat, bergantung pada keyakinan dan adat istiadat yang dianut masing-masing individu. Moralitas yang didasarkan pada nilai-nilai budaya dapat sangat bervariasi antar bangsa atau masyarakat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti agama, adat istiadat, dan kehidupan sehari-hari di setiap tempat. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Tungkot Sipayung, . Sustainable atau Berkelanjutan merupakan upaya mencapai keseimbangan antara tiga aspek utama kehidupan, ekonomi, dan masyarakat dalam membangun yang dapat memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Nilai moral berkelanjutan adalah seperangkat prinsip dan panduan yang mendorong individu untuk berperilaku dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan generasi masa depan. Nilai-nilai ini menekankan pada keseimbangan antara kebutuhan manusia saat ini dengan kelestarian alam untuk generasi mendatang. Langkah penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua orang adalah dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat memberikan dampak positif dalam melestarikan lingkungan, mengembangkan populasi yang inklusif dan remaja, serta menjamin kualitas hidup generasi Tokoh Masyarakat Tokoh masyarakat adalah orang yang dihargai dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Mereka dihormati karena integritasnya, tidak mementingkan diri sendiri, dan kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat. Tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam: Membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera : Tokoh masyarakat dapat membantu menyelesaikan konflik, memobilisasi partisipasi masyarakat, dan melestarikan budaya, sehingga menghasilkan masyarakat yang harmonis dan sekuler. Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan : Tokoh masyarakat dapat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan penduduk, menarik partisipasi penduduk dalam program pembangunan, dan memantau pelaksanaan proyek pembangunan. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat : Tokoh masyarakat memiliki kemampuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat umum, membantu meningkatkan akses terhadap layanan dasar, dan mendukung usaha kecil. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ratri Hening Pahayu1 et al. , . Tokoh masyarakat adalah pengontrol nilai dan norma, serta wadah dialog untuk mengatasi permasalahan sosial di Tokoh Masyarakat perlu mengenal ciri-ciri keagamaan karena agama merupakan sumber inspirasi dan petunjuk utama dalam segala ayat dan ayat. Yang penting, teks ini mengawali misi Tuhan dan mempersempit fokusnya dengan tetap setia pada Pancasila. 338 Hidayat & Elshap. Peran Tokoh Masyarakat Dalam Menanamkan Nilai Moral Berkelanjutan Bagi Anak Sekolah Jadi, dapat disimpulkan bahwa Tokoh masyarakat terdiri dari individu-individu yang mempunyai peran penting dalam memajukan masyarakat. Mereka adalah sumber inspirasi, motivator, dan pelayan masyarakat. Keberadaan tokoh masyarakat yang berkualitas dan berintegritas sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan Anak Usia Sekolah Anak usia sekolah merupakan tahap kritis dalam perkembangan umat manusia. Saat ini, anak mengalami berbagai perubahan dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial-emosional, dan Baik orang dewasa maupun orang lanjut usia memiliki peran penting dalam membantu anak-anak belajar dan tumbuh sepanjang masa sekolah mereka. Anak usia sekolah adalah individu berusia 6 sampai dengan 12. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak usia sekolah di Indonesia didefinisikan sebagai anak yang berusia antara tujuh hingga lima belas Hal ini sejalan dengan pernyataan Sabani, . Anak yang terdaftar di sekolah adalah anak yang berusia antara 6 dan 12 tahun . asa kanak-kanak menenga. Secara umum kesehatan anak usia sekolah tidak dipengaruhi oleh kesehatan orang tuanya. Anak ini memilih fisik yang lebih kuat, sehingga memerlukan aktivitas yang menuntut fisik. Pertumbuhan dan penampilan mantap menjadi pada diri anak ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa masa sekolah seorang anak sangat penting bagi perkembangan manusia. Saat ini, anak mengalami berbagai perubahan dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial-emosional, dan moral. Guru dan orang dewasa lainnya memiliki peran penting dalam membantu siswa belajar dan tumbuh sepanjang masa sekolah mereka. METODE Metode Penelitian Peran Tokoh Masyarakat dalam Menanamkan Nilai Moral Berkelanjutan bagi Anak Usia Sekolah Penelitian tentang peran tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah merupakan topik yang penting dan krusial untuk membangun generasi muda yang berkarakter mulia dan peduli terhadap lingkungan. Nilai moral merupakan landasan penting dalam kehidupan manusia. Nilai moral berkelanjutan, khususnya, menjadi semakin relevan di era modern ini di mana kelestarian lingkungan menjadi isu global yang krusial. Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu ditanamkan nilai-nilai moral berkelanjutan sejak dini. Tokoh masyarakat, sebagai figur yang dihormati dan memiliki pengaruh di komunitasnya, memiliki peran penting dalam penanaman nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif, dengan menggunakan penelitian kualitatif yang meliputi . Wawancara Mendalam, . Observasi, dan . Dokumentasi. Diharapkan penelitian ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami peran masyarakat umum dalam menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral yang penting bagi anak sekolah. Temuan penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan moral generasi muda di masyarakat dan mengusulkan kebijakan yang dapat mengurangi kerusakan moral generasi bangsa di masa depan. Volume 7 No. September 2024 pp 334-340 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis tematik, peneliti menemukan bahwa tokoh masyarakat berperan penting dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah 7-12 tahun. Tokoh masyarakat dapat berperan sebagai panutan, pendidik, dan fasilitator. Sebagai panutan, tokoh masyarakat menunjukkan perilaku yang baik dan benar. Perilaku tokoh masyarakat akan menjadi contoh bagi anak-anak untuk berperilaku baik dan benar. Sebagai pendidik, tokoh masyarakat memberikan pendidikan tentang nilai moral kepada anakanak. Pendidikan nilai moral dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ceramah, diskusi, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sebagai fasilitator, tokoh masyarakat membantu anak-anak untuk menerapkan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh masyarakat dapat memberikan dukungan dan bimbingan kepada anak-anak untuk menerapkan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari antara lain: Sebagai panutan, tokoh masyarakat menunjukkan perilaku yang baik dan benar. Perilaku tokoh masyarakat akan menjadi contoh bagi anak-anak untuk berperilaku baik dan benar. Berikut adalah beberapa contoh perilaku tokoh masyarakat yang dapat menjadi panutan bagi anak-anak: Bersikap jujur dan adil Berperilaku sopan dan santun Membantu orang yang membutuhkan Melestarikan lingkungan Sebagai pendidik, tokoh masyarakat memberikan pendidikan tentang nilai moral kepada anak-anak. Pendidikan nilai moral dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ceramah, diskusi, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh tokoh masyarakat untuk menanamkan nilai moral kepada anak-anak: Mengadakan ceramah tentang nilai moral Melakukan diskusi tentang nilai moral Mengadakan kegiatan sosial untuk mengajarkan anak-anak tentang nilai moral Sebagai fasilitator, tokoh masyarakat membantu anak-anak untuk menerapkan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh masyarakat dapat memberikan dukungan dan bimbingan kepada anak-anak untuk menerapkan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh dukungan dan bimbingan yang dapat diberikan oleh tokoh masyarakat kepada anak-anak: Memberikan motivasi kepada anak-anak untuk berperilaku baik Membantu anak-anak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan nilai moral Menjadi teladan bagi anak-anak dalam menerapkan nilai moral Selain itu, anak usia sekolah merupakan usia kritis dalam perkembangan prinsip moral. zaman sekarang, anak-anak sedang belajar membedakan mana yang benar dan mana yang Masyarakat dapat membantu anak-anak dalam memahami prinsip-prinsip moral dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk dapat secara efektif mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak usia sekolah, tokoh masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Tokoh masyarakat perlu memahami nilai moral yang perlu ditanamkan kepada anak-anak, serta cara-cara yang efektif untuk menanamkan nilai moral tersebut. 340 Hidayat & Elshap. Peran Tokoh Masyarakat Dalam Menanamkan Nilai Moral Berkelanjutan Bagi Anak Sekolah Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menumbuhkan landasan moral yang kuat pada anak usia sekolah. Tokoh masyarakat dapat berfungsi sebagai penasihat, guru, dan fasilitator KESIMPULAN Untuk dapat berperan efektif dalam menanamkan nilai moral bagi anak usia sekolah, tokoh masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Tokoh masyarakat perlu memahami nilai moral yang perlu ditanamkan kepada anak-anak, serta cara-cara yang efektif untuk menanamkan nilai moral tersebut. Selain itu, tokoh masyarakat juga perlu memiliki komitmen untuk menanamkan nilai moral kepada anak-anak. Tokoh masyarakat perlu menyadari pentingnya nilai moral bagi kehidupan manusia, dan perlu berkomitmen untuk menanamkan nilai moral tersebut kepada anak-anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut: Tokoh masyarakat perlu meningkatkan peran mereka dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah Pemerintah perlu memberikan dukungan kepada tokoh masyarakat dalam menjalankan peran mereka dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah Orang tua perlu memberikan dukungan kepada tokoh masyarakat dalam menjalankan peran mereka dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia sekolah. DAFTAR PUSTAKA