Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. UPAYA PENINGKATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KISAH TELADAN PADA SISWA KELAS 2 SD ISLAM ULIL ALBAB KEBUMEN Annisa Nurfatimah. Imam safingi. Yanuariva Agiel Savitri. Siti Fatimah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail: imamsafingi436@gmail. Abstract Character education has become a major focus in the modern education system. This study aims to analyze efforts to improve character education through the use of role models in grade 2 students of SD Islam Ulil Albab in Kebumen. The research method used was classroom action research which involved active participation from students for several cycles. In this study, researchers collected data through observation, interviews, and document analysis. The role models selected focus on character values such as honesty, cooperation, responsibility, and The results of the study show that the use of role models in learning can influence the improvement of student character education. The results of this study indicated a significant increase in student behavior in terms of positive attitudes, communication skills, and involvement in group activities. In addition, students also show improvement in understanding and applying the character values taught through exemplary stories. This research provides recommendations for teachers and schools to integrate role models in learning as an effective strategy for improving student character education. By strengthening character values in the learning process, students are expected to develop a positive attitude, responsibility, and better social awareness. Keywords: Character Education. Role Model Story, 2nd Grade Elementary School Students. Ulil Albab Kebumen. Abstrak Pendidikan karakter telah menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan pendidikan karakter melalui penggunaan kisah teladan pada siswa kelas 2 SD Islam Ulil Albab di Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan partisipasi aktif dari siswa selama beberapa siklus. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Kisah teladan yang dipilih berfokus pada nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kerja sama, tanggung jawab, dan sikap menghargai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kisah teladan dalam pembelajaran dapat mempengaruhi peningkatan pendidikan karakter siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam perilaku siswa dalam hal sikap yang positif, kemampuan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. berkomunikasi, dan keterlibatan dalam aktivitas kelompok. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai karakter yang diajarkan melalui kisah teladan. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi guru dan sekolah untuk mengintegrasikan kisah teladan dalam pembelajaran sebagai strategi efektif untuk meningkatkan pendidikan karakter siswa. Dengan memperkuat nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran, diharapkan siswa dapat mengembangkan sikap yang positif, tanggung jawab, dan kesadaran sosial yang lebih baik. Kata kunci: Pendidikan Karakter. Kisah Teladan. Siswa Kelas 2 SD. Ulil Albab Kebumen. PENDAHULUAN Pendidikan Islam Islam Setiap menghadapi permasalahan hidup. Guru pendidikan agama Islam yang mengajar akhlak sangat berperan penting untuk mewujudkan akhlak mulia siswa dan berperan juga dalam prestasi belajar siswa. Karena guru mempunyai tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar Pendidikan Agama Islam salah satunya dapat ditingkatkan melalui peningkatan motivasi belajar. Karena di dalam proses belajar mengajar motivasi memegang peranan yang sangat penting. Motivasi merupakan dorongan atau kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan belajar agar tercapai tujuan yang diharapkan. Pendidikan karakter kini menjadi isu sentral yang sering dibicarakan pada tingkat Pemerintah melalui lembaga terkait memang menjadikan masalah ini sebagai prioritas, karena karakter merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa. Karakter adalah manifestasi penting dari pelaksanaan proses pendidikan di setiap tingkat Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa Aupendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sardiman. Interaksi Persada, 2. , hlm. Motivasi Belajar Mengajar Jakarta: Raja Grafindo Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. 2 Teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan pelayanan terhadap manusia pada sisi yang lain juga mempercepat pengaruh negatif bagi eksistensi nilai-nilai yang telah berkembang di suatu masyarakat. Pernyataan ini dibuktikan dengan tersebarnya kekerasan yang dilakukan anak usia sekolah, pelecehan seksual, kurang nya nilai-nilai kesopanan terhadap orang tua, free sex, aborsi, dan lain-lainnya. Tersebarnya fenomena tersebut tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sekarang sudah menjadi kebutuhan primer seseorang untuk terus mengikuti Guru PAI menjumpai banyak kesulitan pada peserta didik dalam memahami materi, karena guru hanya menyampaikan materi berdasarkan pada LKS atau Buku paket saja. Hal tersebut sangat mempengaruhi antusias peserta didik ketika belajar, dan menjadikan peserta didik susah memahami materi yang diberikan guru. Kurangnya antusias peserta didik dalam pembelajaran akan membawa dampak negatif seperti lemahnya karakter anak dalam sikap toleransi, kurangnya sopan-santun, dan menjadikan nilai ulangan yang kurang atau di bawah KKM karena peserta didik yang kurang memperhatikan materi yang disampaikan gurunya. Oleh sebab itu, menjadi salah satu tugas seorang pendidik dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang baik ke peserta didik. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran PAI yang dilaksanakan di kelas 2 SD Islam Ulil Albab kawedusan kabupaten Kebumen menunjukkan bahwa peserta didik kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga materi dan pesan baik yang diberikan guru sulit diterima peserta didik. Banyak faktor yang mempengaruhi kurangnya antusias peserta didik dalam belajar salah satunya disebabkan oleh cara mengajar yang kurang interaktif antara guru dengan peserta didik. Karena seolah-olah peserta didik hanya mendengarkan saja. Metode pembelajaran menjadi salah satu hal penting dalam suksesnya tujuan Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan antusias peserta Eko Pramono (Dk. Upaya Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Nilai-Nilai Kemanusiaan Pada Peserta Didik, jurnal pendidikan budak dan isu sosial kontemporer, 4. No. Juni 2022. Hal. 10, tersedia di: file:///C:/Users/acer/Downloads/60-Article Text-105-1-10-20220701. pdf, diakses pada tanggal 8 maret 2023, pukul 08:50 wib. Sukitman,Tri. Internalisasi Pendidikan Nilai Dalam Pembelajaran (Upaya Menciptakan Sumber Daya Manusia Yang Berkarakte. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. No. 2 Agustus 2016. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. didik dengan metode kisah teladan. 4 Metode kisah mengandung arti suatu cara dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal baik yang sebenarnya terjadi ataupun hanya rekaan saja. Metode kisah merupakan salah satu metode yang masyhur dan terbaik, sebab kisah ini mampu menyentuh jiwa jika didasarkan oleh ketulusan hati yang mendalam. 5 Metode mendidik dengan bercerita yaitu dengan mengisahkan peristiwa hidup sejarah manusia masa lampau yang menyangkut ketaatannya dan kemungkarannyadalam hidup terhadap perintah dan larangan Tuhan yang dibawakan nabi atau rasul yang hadir di tengah mereka, dengan cara memberi kisah teladan maka peserta didik akan lebih tertarik dan menjadi lebih fokus dalam memahami materi yang di sampaikan guru. Untuk mengatasi hal tersebut guru PAI di SD Islam Ulil Albab berencana melakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode yang berbeda dari biasanya. Salah satu metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran untuk meningkatkan antusias dan hasil belajar peserta didik adalah menggunakan metode kisah. Metode kisah sebagai salah satu metode pilihan yang digunakan dalam proses pendidikan peserta didik dalam Islam dengan harapan dapat untuk menyampaikan materi, sesuai dengan kemampuan dan perkembangan jiwa peserta didik, sehingga dapat dicapai suatu tujuan yang dikehendaki tersebut. Metode pembelajaran secara lisan6, pembelajaran melalui metode kisah dinilai efektif dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan antusias peserta didik dalam belajar, karena bentuk pengemasannya yang menarik dan interaktif. Dengan pembelajaran metode kisah juga dapat menjadikan peserta didik lebih aktif dan berani bertanya tentang materi pembelajaran, dan peserta didik menjadi lebih gampang memahami konsep pembelajaran. Penggunaan metode kisah pada pembelajaran usia dini sangat disarankan, akan tetapi akan lebih baik apabila diselingi dengan metode pembelajaran lainnya untuk menjaga proses pembelajaran yang dinamis dan mencegah kejenuhan pada anak. Fatimah. Eliyanto. , & Huda. Internalisasi nilai-nilai religius melalui blended Alhamra Jurnal Studi Islam, 3. , 169-179. Armai Arief. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Ciputat Pers: Jakarta, 2. , hlm. Novan Ardi Wiyani. Op. Cit. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan Pendidikan Karakter di kelas 2 SD Islam Ulil Albab kawedusan Kabupaten Kebumen. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan 7 Komponen-komponen penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, hingga refleksi. Dalam pelaksanaanya, peneliti mencoba menggali potensi guru agar lebih meningkatkan kualitas dalam mengajar. Selain itu, juga diharapkan dapat mengubah perilaku anak di dalam kelas, meningkatkan kualitas pembelajaran, pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Miles dan Huberman, dua ahli terkemuka di bidang analisis kualitatif, meyakini bahwa penyajian yang lebih baik memegang peranan utama dalam memastikan validitas hasil Penyajian yang baik tidak hanya menjadi alat untuk mengkomunikasikan temuan kepada audiens, tetapi juga merupakan elemen penting dalam proses analisis kualitatif itu Dalam konteks ini, penyajian yang dimaksud mencakup berbagai bentuk, mulai dari narasi yang jelas dan sistematis, hingga penggunaan metode visual seperti diagram, grafik, dan Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang sudah di dapatkan di analisa menggunakan analisis data Menurut Djamal . analisis kualitatif adalah sebuah proses penelitian yang tertuju pada penekanan dalam mencari data yang intensif dan membutuhkan waktu cukup lama dalam prakteknya. 9 Analisis data dilakukan terhadap guru PAI dan siswa kelas 2 SD ISLAM ULIL ALBAB. Melalui metode Penelitian Tindakan Kelas, peneliti diharapkan bisa memberi solusi terhadap proses belajar siswa agar bisa lebih aktif dan fokus. Berdasarkan observasi dan Suharjono. Penelitian Tindakan Kelas dan Tindakan Sekolah (Malang: Cakrawala Indonesia dan IP3UM, 2. , hal. Albi Anggito dan Johan Setiawan. Metodologi penelitian kualitatif. ukabumi: jejak publisher. Helaludin dan Hengki Wijaya. Analisis Data Kualitatif : Sebuah Tinjauan Teori dan Praktik. (Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. wawancara kami terhadap guru serta melihat kondisi saat proses belajar yang kurang kondusif, menjadi data awal untuk melakukan penelitian di kelas 2 SD ULIL ALBAB. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2022-2023 semester genap, di mulai dari tahap perencanaan, peneliti menyiapkan modul ajar, sarana prasarana, lembar observasi, materi dan wawancara. Tahap kedua, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas menggunakan model siklus, meliputi 4 komponen yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Peneliti melakukan 2 siklus 4 kali pertemuan dan di akhir setiap siklus dilakukan refleksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, akan dibahas hasil dan pembahasan dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan karakter melalui penggunaan kisah Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana pengaruh penggunaan kisah teladan dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai karakter pada siswa. Dalam penelitian ini, kisah teladan dipilih sebagai metode yang efektif dalam membentuk karakter siswa karena kemampuannya untuk menginspirasi, mengajarkan nilai-nilai moral, dan memberikan contoh nyata dari perilaku yang diinginkan. Lembar observasi siswa siklus pertama Pertemuan pertama Kegiatan berlangsung 35 menit, dilaksanakan pada hari selasa, guru menyampaikan materi kasih sayang nabi yaAokub a. Guru Mengkondisikan peserta didik secara fisik & psikhis, memberi motivasi dan mengkondisikan peserta didik. Pada kegiatan inti, guru memberikan video tentang kisah keteladanan Nabi YaAoqAAb a. yakni nabi yang mempunyai keteladanan berupa sikap kasih sayang. Guru menceritakan kisah singkat nabi YaAoqub a. tentang sifat Guru memberi arahan kepada peserta didik tentang apa nilai baik yang di miliki nabi yaAokub a. di video tersebut. Melalui diskusi antara peserta didik dan guru, peserta didik menyimpulkan materi dengan dibimbing oleh guru. Penutup dan salam. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Tabel 1. Hasil observasi Hal yang Diamati Siswa Skor Keaktifan Siswa: ue Siswa aktif mencatat materi pelajaran Siswa aktif bertanya ue Siswa aktif mengajukan ide ue Perhatian Siswa: Diam, tenang Terfokus pada materi ue ue ue Antusias Kedisiplinan: ue Kehadiran/absensi ue Datang tepat waktu Pulang tepat waktu ue Penugasan/Resitasi: ue Mengerjakan semua tugas Ketepatan mengumpulkan tugas sesuai waktunya ue Mengerjakan sesuai dengan perintah ue Keterangan. 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Tidak Baik 1 : Sangat Tidak Baik Pertemuan kedua Kegiatan berlangsung 35 menit, dilaksanakan pada hari kamis, guru menyampaikan materi kasih sayang nabi yaAokub a. Guru Mengkondisikan peserta didik secara fisik & psikis, memberi motivasi dan mengkondisikan peserta didik. Pada kegiatan inti. Guru mencatat point584 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. point penting terkait kisah teladan nabi yaAokub a. dan hadists tentang kasih sayang. Guru mengarahkan beberapa peserta didik untuk membuat contoh kasih sayang mengenai kisah Nabi yaAokub a. di lingkungan sekolah dari point-point tersebut. peserta didik menggali informasi terkait materi tentang kasih sayang kepada orang tua dan guru melalui poin-poin di atas. Siswa diarahkan untuk mencari informasi mengenai dalil tentang kasih sayang serta contoh perilaku kasih sayang kepada orang tua dan guru yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Melalui diskusi antara peserta didik dan guru, peserta didik menyimpulkan materi dengan dibimbing oleh guru. Penutup dan salam. Tabel 2. Hasil observasi Hal yang Diamati Siswa Siswa aktif mencatat materi pelajaran ue Siswa aktif bertanya ue Siswa aktif mengajukan ide Perhatian Siswa: Terfokus pada materi ue ue Antusias ue Kedisiplinan: ue Kehadiran/absensi ue Datang tepat waktu ue Diam, tenang Keaktifan Siswa: Skor Pulang tepat waktu ue Penugasan/Resitasi: Mengerjakan semua tugas Ketepatan mengumpulkan tugas sesuai waktunya ue Mengerjakan sesuai dengan perintah Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Keterangan. 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Tidak Baik 1 : Sangat Tidak Baik Lembar observasi siswa siklus kedua Pertemuan ketiga Kegiatan berlangsung 35 menit, dilaksanakan pada hari Selasa, guru menyampaikan materi kasih sayang nabi yaAokub a. Guru Mengkondisikan peserta didik secara fisik & psikis, memberi motivasi dan mengkondisikan peserta didik. Pada kegiatan inti. Guru meminta untuk peserta didik membentuk kelompok kecil . -5 oran. Peserta didik melakukan diskusi kelompok dengan tema yang terdapat dalam rubrik Aktivitas Kelompok, yaitu: . sebutkan perilaku kasih sayang di lingkungan sekolah? . contoh perilaku kasih sayang di sekitar rumah tinggalmu? Siswa mengemukakan pendapatnya berdasarkan kelompok masing-masing dari hasil pengamatannya. Siswa diarahkan untuk mencari contoh perilaku kasih sayang kepada orang tua dan guru yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Siswa menyampaikan paparan dari tugas yang guru berikan di depan kelas. Guru memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk bertanya kepada peserta didik yang memaparkan tugasnya. Guru menyampaikan kesimpulan dari hasil pemaparan peserta didik, peserta didik menyimpulkan materi dengan dibimbing oleh guru. Penutup dan salam. Tabel 3. Hasil Observasi Hal yang Diamati Siswa Skor Keaktifan Siswa: Siswa aktif mencatat materi pelajaran ue Siswa aktif bertanya ue Siswa aktif mengajukan ide Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Perhatian Siswa: Diam, tenang ue Terfokus pada materi ue ue Antusias Kedisiplinan: ue Kehadiran/absensi ue Datang tepat waktu Pulang tepat waktu ue Penugasan/Resitasi: ue Mengerjakan semua tugas Ketepatan mengumpulkan tugas sesuai waktunya ue Mengerjakan sesuai dengan perintah ue Keterangan. 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Tidak Baik 1 : Sangat Tidak Baik Pertemuan keempat Kegiatan berlangsung 35 menit, dilaksanakan pada hari Selasa, guru menyampaikan materi kasih sayang nabi yaAokub a. Guru Mengkondisikan peserta didik secara fisik & psikis, memberi motivasi dan mengkondisikan peserta didik. Pada kegiatan inti. Guru melakukan pembelajaran di luar kelas. Dengan masing-masing kelompok peserta didik di beri tugas untuk menjaga kebersihan dengan cara bersih-bersih kelas dan lingkungan kelas. Guru menjelaskan hubungan antara kisah teladan nabi yaAokub a. dengan kebersihan lingkungan. Siswa mengemukakan pendapatnya masing-masing dari hasil pengamatannya. Siswa diarahkan untuk mencari contoh perilaku kasih sayang ke pada makhluk lain seperti tumbuhan dan hewan. Guru menyampaikan kesimpulan dari pembelajaran di luar kelas. Penutup dan salam. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Tabel 4. Hasil observasi Hal yang Diamati Siswa ue Siswa aktif mencatat materi pelajaran ue ue Siswa aktif mengajukan ide Perhatian Siswa: ue Diam, tenang Terfokus pada materi ue Antusias ue Kedisiplinan: ue Kehadiran/absensi Datang tepat waktu Siswa aktif bertanya Keaktifan Siswa: Skor ue Pulang tepat waktu ue Penugasan/Resitasi: Ketepatan mengumpulkan tugas sesuai waktunya ue Mengerjakan semua tugas Mengerjakan sesuai dengan perintah ue ue Keterangan. 4 : Sangat Baik 3 : Baik 2 : Tidak Baik 1 : Sangat Tidak Baik Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Upaya peningkatan pendidikan karakter melalui penggunaan kisah teladan pada siswa kelas 2 SD Islam Ulil Albab Kebumen. Pada tahap persiapan guru meyiapakan sarana prasarana seperti modul ajar, buku paket kelas, leptop, proyektor. Selanjutnya, guru menampilkan video tentang kisah keteladanan nabi yaAokub a. tentang kasih sayang nabi yaAokub a. kaumnya, kepada keluarganya, putra-putranya dan kasih sayang kepada makhluk hidup, seperti hewan dan tumbuhan. Dari video yang di tampilkan dan melalui penjelasan beserta contoh yang di berikan oleh guru, siswa di harapkan dapat memahami arti kasih sayang dan hikmah dari kasih sayang serta bisa menerapkan di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Melalui penerapan kisah teladan sebagai salah satu metode dalam pendidikan karakter, diharapkan dapat membentuk nilai-nilai positif dan perilaku yang baik pada siswa. Sebagai rujukan, peneliti mengambil rujukan dari artikel yang ditulis oleh Nuryanto. Sidik dengan Judul Berkisah Metode Penguatan Nilai Karakter Islami Pada Anak Usia Dini, dalam jurnal AuPengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif di Era Masyarakat Ekonomi ASEANAy mengatakan bahwa metode berkisah terbukti sangat baik di terapkan di usia dini, guna untuk menanamkan nilai-nilai teladan yang islami seperti kisah teladan para nabi dan para sahabat nabi yang bersumber dari qurAoan dan hadist. 10 begitu juga dalam jurnal yang di tulis oleh rika deviant dkk yang berjudul Aupendidikan karakter untuk anak usia diniAy. Membuktikan bahwa metode berkisah efektif bukan hanya di usia anak SD, akan tetapi juga anak pra sekolah . usia 0-6 tahun. 11 Demikan juga dengan artikel yang di tulis oleh nurul istiani dkk yang berjudul Auefektifitas pendidikan karakter melalui metode storytelling bagi siswa tingkat menengah keatasAy. Membuktikan bahwa pendidikan karakter memalui metode berkisah pada siswa menengah keatas menjadi trobosan baru untuk menanamkan nilai-nilai positif untuk siswa menengah keatas, karena dapat mendorong siswa lebih menghayati dan berfikir positif dalam mengambil keputusan. Nuryanto. Sidik. Berkisah Metode Penguatan Nilai Karakter Islami Pada Anak Usia Dini. urnal Pengintegrasian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Kreatif di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2016. Deviant, rika dkk. AuPendidikan Karakter Untuk Anak Usia DiniAy. No. 02, . urnal mitra ash-shyibya. Istiani, nurul dkk. Auefektifitas pendidikan karakter melalui metode storytelling bagi siswa tingkat menengah keatasAy (Edugama: Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, 6. , 38-54. ) 2020. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 578-591 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penilitian dan tabel lembar observasi serta pembahasanya bisa disimpulkan bahwa metode berkisah dalam pembelajaran PAI di kelas 2 SD ISLAM ULIL ALABAB KEBUMEN memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan karakter Melalui metode kisah dan memberikan kisah-kisah yang menarik, siswa dapat belajar nilai-nilai positif seperti kejujuran, kerjasama, kesabaran, dan keberanian. Metode kisah juga membantu siswa dalam mengembangkan empati dan pengertian terhadap orang lain. Selain itu, melalui cerita, siswa dapat mempelajari nilai-nilai moral yang mendasar seperti menghargai perbedaan, bertanggung jawab, dan menghormati sesama. Dari hasil penelitian di atas, dengan adanya metode berkisah saat proses belajar, sangat membantu pada pendidikan karakter anak di usia dini dan berperan penting dalam membentuk kepribadian yang baik dan membantu siswa menjadi individu yang beretika, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. DAFTAR PUSTAKA