Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 ALOKASI FOTOASIMILAT. PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI LADANG LOKAL (Oryza sativa L. ) ASAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN APLIKASI BAHAN ORGANIK Sadaruddin1. Tjatjuk Subiono2, dan Suria Darma Idris3 1,2,3 Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua Jl. Pasir Balengkong PO. BOX 1040 Samarinda 75123 Telp. E-Mail: sadaruddin_udin@yahoo. Submit: 31-12-2023 Revisi: 25-02-2024 Diterima: 06-03-2024 ABSTRAK Alokasi Fotoasimilat. Pertumbuhan Dan Hasil Padi Ladang Lokal (Oryza sativa L. ) Asal Provinsi Kalimantan Timur Dengan Aplikasi Bahan Organik. Hasil tanaman merupakan kemampuan akumulasi bahan kering yang dialokasikan ke bagian yang bernilai ekonomi. Tanaman memberikan hasil optimal jika dapat mengakumulasi bahan kering dan indeks panen yang cukup tinggi. Umumnya hasil padi ladang lokal rendah karena rendahnya indeks panen dan distribusi fotoasimilat kebagian gabah. Sifat-sifat ini perlu diketahui dalam rangka untuk meningkatkan hasil. Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi fotoasimilat, pertumbuhan dan hasil varietas padi lokal pada beberapa dosis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Februari sampai Desember 2022. Tempat penelitian di di Kelurahan Gunung Kelua. Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (Randomized Completely Block Desig. Faktor pertama terdiri tiga varietas padi lokal (V) terdiri v1 (Ac. , v2 (Maya. , dan v3 (Gedaga. Faktor kedua dosis bahan organik (B) terdiri 4 taraf, yaitu b0 . ton ha-. , b1 . g rumpun-1 . ton ha-. , b2 . g rumpun-1 . ton ha-. , dan b3 . g rumpun-1 . ton ha-. , diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anak produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, dan hasil gabah kering. Interksi antara varietas dan pupuk organik terdapat pada berat 1. 000 butir gabah kering. Dosis pupuk organik optimum Varietas Ace. Mayas, dan Gedagai masing-masing 70,50 g, 77,15 g, dan 64,94 g per rumpun, dengan hasil maksimum masing-masing 40,12 g, 37,60 g, dan 36,53 g per rumpun. Alokasi fotoasimilat ke bagian daun, batang dan akar bervariasi pada masing-masing varietas. Terdapat peningkatan alokasi fotoasimilat ke bagian gabah, terlihat dari meningkatnya hasil dengan pemberian bahan organik pada masing-masing varietas. Kata kunci : Alokasi fotoasimilat. Bahan organik. Padi ladang lokal. ABSTRACT Photoassimilate Allocation. Growth and Yield of Local Field Rice (Oryza sativa L. ) from East Kalimantan Province with the Application of Organic Materials. Plant yield is the ability to accumulate dry matter which is allocated to economically valuable parts. Plants can provide optimal results if they can accumulate dry matter and have a high enough harvest index. Local upland rice are low due to low harvest index and the distribution of photoassimilates to the grain. These properties need to be known in order to improve yields. The research aims to determine the distribution of photoassimilates, growth and yield of upland rice varieties at several doses of organic fertilizer. The research was conducted from February to December 2022. The research location was at the Gunung Kelua village Samarinda. East Kalimantan Province. The factorial experiment was arranged in a Randomized Completely Block Design. The first factor consists of three upland rice varieties v1 (Ac. , v2 (Maya. , and v3 (Gedaga. The second factor of organic matter dosage consists of 4 levels, namely b0 . ton ha-. , b1 . g clump-1 . ton ha-. , b2 . g clump-1 . ton ha-. , and b3 . g clump-1 . ton ha-. , repeated 3 times. The results of the study showed that the application of organic fertilizer had an effect on plant height, number of productive tiller, panicle length, number of filled grains per panicle, and dry grain yield. Interaction between varieties and organic fertilizer is found in the weight of 1,000 dry This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Alokasi Fotoasimilat A Sadaruddin et al. The optimum dose of organic fertilizer for the Ace. Mayas and Gedagai varieties is 70. 50 g, 77. 94 g per hill, with maximum yields of 40. 12 g, 37. 60 g and 36. 53 g per hill respectively. Photoassimilate allocation to the leaves, stems and roots varied for each variety. There was an increase allocation of photoassimilate to the grain, seen from the increase in yield by applying organic material to each Keywords : Organic material. Photoassimilate allocation. Upland rice. PENDAHULUAN Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia, produksi terus ditingkatkan menghadapi meningkatnya pertumbuhan penduduk. Produksi padi sangat tergantung dari padi sawah yang mencapai 95 persen dari total produksi nasional, sisanya 5 persen dari padi Hal ini karena luas penanaman padi sawah jauh lebih tinggi dibandingkan padi ladang. Produktivitas padi sawah juga lebih tinggi. Walaupun demikian di beberapa daerah peran padi ladang cukup signifikan dalam pemenuhan pangan. Berdasakan data tahun 2020, luas panen padi sawah dan padi ladang sebesar 252 ha dengan produksi 262. 855 ton gabah kering giling (GKG) (BPS, 2. Di Kalimantan Timur kontribusi padi ladang terhadap total produksi padi cukup Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan padi ladang perlu mendapat perhatian dalam rangka pemenuhan kebutuahan pangan. Provinsi Kalimantan Timur memiliki kultivar padi yang beragam dan beberapa diantaranya menjadi unggulan Beberapa diidentifikasi tetapi masih perlu perhatian khusus agar varietas tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik. Hasil tanaman padi merupakan cerminan dari mengakumulasi bahan kering dan dialokasikan ke bagian sink terutama untuk pengisian gabah. Kemampuan tanaman dalam menghimpun fotosintesis ke bagian yang bernilai ekonomis, dalam hal ini gabah dari bahan kering yang diakumulasi ditetapkan sebagai indeks Selanjutnya kemampuan tanaman dalam memanfaatkan radiasi matahari dari total radiasi matahari yang diterima menggambarkan efisiensi fotosintesis. Rendahnya pertumbuhan dan hasil tanaman padi ladang yang dibudidayakan karena dilakukan secara sederhana, tanpa pemberian pupuk. Pemberian pupuk organik akan memberikan kecukupan hara sehingga penanaman dapat dilakukan memanfaatkan bahan organik setempat. Masih rendahnya hasil padi ladang lokal juga karena beberapa hal diantaranya rendahnya efisiensi fotosintesis, indeks panen dan distribusi asimilat kebagian Sifat-sifat ini perlu diketahui dan diidentifiksi pada masing-masing varietas padi ladang dalam rangka meningkatkan METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilakukan di Kelurahan Sempaja Samarinda. Waktu penelitian selama 8 bulan sejak bulan Februari 2022 sampai Desember 2022. Bahan dan Alat Bahan penelitan beberapa varietas padi ladang lokal, pupuk organik, alat untuk analisis tanaman di laboratorium, oven, neraca analitis dan lainnya. Rancangan Percobaan Percobaan faktorial disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (Randomized Completely Block Desig. Faktor pertama terdiri tiga varietas padi lokal v1 (Ac. , v2 (Maya. , dan v3 (Gedaga. Faktor kedua dosis bahan organik terdiri 4 work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. taraf, yaitu b0 . ton ha-. , b1 . g rumpun1 . ton ha-. , b2 . g rumpun-1 . ton ha-. , dan b3 . g rumpun-1 . ton ha-. , diulang 3 kali. Prosedur Penelitian Tanah yang digunakan dianallisis kesuburan tanah dengan mengambil beberapa sampel secara komposit dan dianalisis di laboratorium. Pupuk organik di analisis di laboratorium untuk mengetahui kandungan hara. Pupuk organik diberikan pada media tanam, dua minggu sebelum tanam. Distribusi menentukan bahan kering/biomass pada akar, batang, daun dan gabah. Indeks panen ditetapkan berdasarkan nisbah berat kering bagian yang bernilai ekonomis . dengan berat kering seluruh bagian tanaman. Pengamatan Variabel pengamatan dilakukan terhadap jumlah anak produktif ditentukan setelah pembungaan penuh, panjang malai ditentukan mulai dari leher sampai ujung malai (Kementan, 2. , jumlah gabah isi per malai dengan menghitung gabah isi per malai, bobot 1. 000 butir gabah kering . adar air 14%), dan hasil gabah kering giling . adar air 14%). Analisis Data Data dianalisis menggunakan sidik ragam . ji F) (Montgomery, 2. Uji lanjut untuk membandingkan antara dua rata-rata perlakuan menggunakan Uji Berganda Duncan (Duncant Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pemberian berpengaruh nyata terhadap tanaman pada waktu panen, pemberian pupuk organik dengan dosis 100 dan 150 g per rumpun, tinggi tanaman masing- ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 masing 175,50 cm dan 178,56 cm berbeda nyata dibandingkan tanpa pupuk dengan tinggi 165,89 cm. Berdasarkan varietas, rata-rata tinggi tanaman varietas Ace. Mayas, dan Gedagai masing-masing 175,42 cm, 172,79 cm, dan 168,08 cm. Jumlah anak produktif semua dosis pemberian pupuk organik berbeda nyata dibandingkan tanpa pemberian pupuk. Hal ini menunjukkan hara dari pupuk organik mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman dan pembentukan anakan, terutama anakan produktif. Peran hara untuk pertumbuhan tanaman, meningkatkan pembentukan anakan tanaman padi. Beberapa hasil penelitian pemberian bahan organik peningkatan pertumbuhan dan hasil terhadap tanaman Pemberian bahan organik S. yang dikombinasikan dengan pupuk kandang sapi meningkatkan hasil gabah 5,27 ton ha-1 GKG (Susanti et al. , 2. Terdapat tanaman padi yang diaplikasi bahan organik pupuk kandang ayam dan pupuk hijau Azolla (Arifiandi et al. , 2. peningkatan hasil dosis pupuk organik Padmanabha, et al. Meningkatnya anakan produktif berarti juga meningkatkan jumlah gabah per rumpun tanaman, hal ini berhubungan dengan meningkatnya jumlah malai yang Peran memberikan hara dan memperbaiki struktur tanah, menunjang pertumbuhan tanaman sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil (Tabel . Jumlah meningkatnya jumlah malai dengan pemberian bahan organik. Jumlah gabah per malai pada pemberian pupuk organik p2 . g per tanama. dan p3 . g per tanama. dengan jumlah gabah masingmasing 285,33 butir dan 288,22 butir per malai, terdapat peningkatan dibandingkan tanpa pupuk, dengan jumlah 268,56 butir per malai. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Alokasi Fotoasimilat A Sadaruddin et al. Berat peningkatan dengan pemberian bahan Berat 1. 000 butir gabah pada pemberian bahan organik 100 dan 150 g per rumpun, masing-masing 22,10 g dan 22,40 g. Sedangkan berat 1. 000 butir gabah pada masing-masing varietas 21,78 g . , 17,00 g . dan 26,16 g . Hasil gabah per tanaman semua dosis pemberian pupuk organik meningkatkan hasil gabah. Periode pengisian gabah penting dalam menentukan hasil tanaman padi. Periode pengisian perlu ditunjang dengan terpenuhinya hara disamping faktor Hara pada pupuk organik memberikan pengaruh yang nyata pada hasil gabah per tanaman dibandingkan tanpa pemberian pupuk. Pemberian pupuk organik dosis 100 g per rumpun mencapai 37,91 g per tanaman. Peran pupuk organik selain memberikan kebutuhan hara juga pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik dan hasil gabah lebih tinggi dibandingkan tanpa pupuk. Hasil penelitian Fageria et . , terdapat peningkatan hasil gabah padi ladang sampai dosis 250 mg kg-1 tanah. Hubungan pemberian bahan organik dan hasil tanaman bersifat kuadratik pada masing-masing varietas dengan dosis optimum hasil gabah yang berbeda (Gambar . Menurut Hapsari dan Djoko . , terdapat peningkatan hasil gabah padi dengan adanya pemberian bahan organik Sesbania rustrata yang dikombinsikan dengan pupuk N 30 kg ha1 Pemberian bahan organik 10 ton pupuk . otoran peningkatan terhadap N total tanah dan C organik tanah. Alokasi fotosimilat merupakan cerminan hasil dari fotosintesis ke semua bagain tanaman. Alokasi fotoasimilat secara keseluruhan porsinya hampir sama, tetapi secara kuantitas terdapat perbedaan akibat perbedaan dalam jumlah bahan kering total yang dihimpun pertanaman. Pada tanaman padi alokasi fotoasimilat ke diharapkan pembagiannya cukup tinggi. Meningkatknya pertumbuhan dan laju fotosintesis pada pemberian bahan organik dosis 100 dan 150 g per rumpun, meningkatkan pembentukan bahan kering. Hasil penelitian Nurhermawati et al. terdapat peningkatan bobot kering total saat panen beberapa varietas padi dengan pemberian Urea dosis 250 kg ha1 Pembagian fotoasimilat keberbagai bagian tanaman seperti daun, batang, akar dan biji pada masing-masing tanaman memperlihatkan proporsi yang beragam. Alokasi fotoasimlat ke bagian biji pada saat pengisian penting, yang dikenal dengan indeks panen (Peng, 2. Indeks panen varietas Ace. Mayas dan Gedagai tidak nyata pada semua dosis pupuk, tetapi hasil gabah kering meningkat dengan pemberian pupuk Hal ini berarti terdapat peningkatan total berat kering, sehingga walaupun indeks panen tidak meningkat, tetapi hasil gabah dapat meningkat dengan adanya peningkatan berat kering total. Seperti yang dinyatakan Gardner, et al. berbagai cara meningkatkan hasil tanaman yang berhubungan dengan peningkatan indeks panen dengan berat kering . tetap, meningkatkan akumulasi bahan kering . dengan indeks panen tetap. dan meningkatkan . meningkatkan indeks panen. Terkait akumulasi bahan kering tanaman C3 akumulasi bahan kering umumnya rendah (Salisbury dan Ross 1. , dan pada tanama padi berhubungan rendahnya faktor konversi radiasi (Horton dan Murchi, 2. Terdapat kenaikan hasil dengan pemberian bahan organik dibandingkan tanpa pemberian bahan organik pada semua varietas. Hubungan antara pupuk organik dan hasil meunjukkan hubungan work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. yang bersifaat kuadratik, dosis pupuk organik optimum pada Varietas Ace. Mayas, dan Gedagai masing-masing 70,50 g, 77,15 g, dan 64,94 g per rumpun, dengan hasil maksimum masing-masing 40,12 g, 37,60 g, dan 36,53 g per rumpun (Gambar . Terdapat peningkatan alokasi fotosintat ke bagian gabah, terlihat pemberian bahan organik, tetapi secara proporsional peningkatan hampir sama dengan tanpa pemberian bahan organik. Pemberian pupuk organik dosis 150 g per ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 rumpun, indeks panen tertinggi pada varietas Gedagai mencapai 0,44, hal ini menunjukkan alokasi assimilate ke gabah cukup tinggi. Hal ini ditunjang dengan 000 butir gabah yang lebih tinggi dibandingkan varietas lainnya. Selain itu jumlah gabah isi per malai tinggi mencapai 302,83 butir. Hasil pada tanaan padi ditunjang dengan komponen hasil seperti jumlah anakan produktif, jumlah gabah permalai, dan berat 1,000 butir (Sadaruddin 2003. Sadaruddin et al. Tabel 1. Pemberian bahan organik pada varietas padi. Tinggi . Jumlah Anakan Produktif Panjang malai . Jumlah Gabah isi per Malai . Berat Hasil Gabah . Indeks 175,42 a 7,92 25,90 b 214,67 c 21,78 b 33,18 0,31 172,79 b 8,08 24,32 c 319,42 a 17,00 c 33,63 0,34 168,08 c 7,33 31,50 a 302,83 b 26,16 a 34,03 0,38 165,89 b 4,67 b 26,15 c 268,56 b 20,69 c 24,14 b 0,39 168,44 b 8,22 a 26,99 bc 273,78 b 21,41 b 36,76 a 0,36 175,50 a 8,44 a 27,34 b 285,33 a 22,10 a 37,91 a 0,33 178,56 a 9,78 a 28,48 a 288,22 a 22,40 a 35,64 a 0,31 169,00 4,33 24,50 206,67 20,27 c 18,79 0,36 172,00 8,33 25,50 214,67 21,29 b 37,97 0,36 176,33 8,33 26,05 213,33 22,59 a 40,11 0,27 184,33 10,67 27,54 224,00 22,96 a 35,85 0,31 169,00 4,67 23,61 312,00 16,43 b 23,93 0,35 172,67 10,33 24,13 311,33 16,91 ab 35,88 0,35 170,50 8,00 24,32 327,67 17,15 a 37,96 0,38 179,00 9,33 25,23 326,67 17,53 a 36,73 0,27 159,67 5,00 30,33 287,00 25,36 c 29,72 0,44 160,67 6,00 31,33 295,33 26,02 b 36,42 0,37 179,67 9,00 31,67 315,00 26,56 a 35,67 0,34 172,33 9,33 32,67 314,00 26,71 ab 34,33 0,35 KK (%) 3,61 19,60 3,58 2,57 1,68 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Akar Batang Pelepah Daun Akar Batang Pelepah Daun Berat Kering . Sadaruddin et al. Berat Kering . Berat Kering . Alokasi Fotoasimilat A Akar Batang Pelepah Daun Gambar 1. Berat kering tiga varietas padi . Var. Ace, b. Var. Mayas, dan c. Var. Gedaga. pada berbagai dosis pupuk organik. Hasil gabah GKG . y v1= -0,0043 x2 0,6063 x 18,746 RA = 0,9994 Poly. yv2 = -0,0023 x2 0,3549 x 23,912 RA = 0,9997 Poly. Poly. yv3= -0,0016 x2 0,2078 x 29,777 RA = 0,986 Dosis pupuk organik . Gambar 2. Hubungan antara dosis pemberian bahan organik dan hasil gabah. KESIMPULAN Pemberian berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anak produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, dan hasil gabah kering pada masing-masing varietas. Interksi antara varietas dan pupuk organik terdapat pada berat 1. 000 butir gabah Hubungan antara pupuk organik dan hasil gabah meunjukkan hubungan yang bersifaat kuadratik, dosis pupuk organik optimum Varietas Ace. Mayas, dan Gedagai masing-masing 70,50 g, 77,15 g, dan 64,94 g per rumpun, dengan hasil maksimum masing-masing 40,12 g, 37,60 g, dan 36,53 g per rumpun. Alokasi fotoasimilat ke bagian gabah varietas Ace. Mayas, dan Gedagai masingmasing 31%, 34% dan 38%. Terdapat peningkatan alokasi fotoasimilat ke bagian gabah, terlihat dari meningkatnya hasil dengan pemberian bahan organik pada masing-masing varietas. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Dekan Fakultas Pertanian, yang telah memberikan dana penelitian dan fasilitas pendukung lainnya. DAFTAR PUSTAKA