Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. KULINER PEMPEK UDANG DI DESA BELO LAUT MENDUKUNG PARIWISATA KOTA MENTOK. KABUPATEN BANGKA BARAT Ardiansyah Kurniawan1*. Andri Kurniawan2. Ryand D. Setyawan3. Ayu Permatasari4. Ira Triswiyana4. Tiara Puspa Anjani 1 Prodi Akuakultur. Universitas Bangka Belitung. Bangka. Indonesia Prodi Biologi. Universitas Bangka Belitung. Bangka. Indonesia Prodi Bisnis Digital. Universitas Bangka Belitung. Bangka. Indonesia Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Palembang *Korespondensi : ardian_turen@yahoo. Abstrak Kota Mentok. Kabupaten Bangka Barat memiliki potensi pariwisata yang unik dan berbeda dengan wilayah lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kombinasi wisata maritim dan sejarah pengasingan presiden pertama Indonesia menjadi keunggulan pariwisata di wilayah kecamatan ini. Mentok memiliki makanan khas berbasis laut yang berbeda dari tempat lainnya, yaitu pempek udang. Desa Belo Laut merupakan sentra produksi kuliner ini. Meskipun produk pempek udang ini unik dan khas Kota Mentok, namun belum dilakukan branding dan upaya untuk menjadikan produk makanan khas ini menjadi penopang pariwisata Kota Mentok. Pengabdian dilakukan di Desa Belo Laut. Kecamatan Mentok. Kabupaten Bangka Barat pada Poklahsar Kemplang Yuk Yen melalui metode pendekatan partisipatif (Community-Based Approac. dan penyuluhan edukatif (Educational Outreac. Pempek udang telah memiliki ciri khas yang melekat dengan Kota Mentok. Kondisi ini mirip kuliner lain yang melekat dengan daerahnya seperti : Gudeg Ae Yogyakarta. Keripik Apel Ae Batu / Malang. Keripik Sukun Ae Belitung. Namun orientasi pemasaran pempek udang masih lokal. Produk ini potensial dikembangkan produksi, keamanan pangan, kemasan, branding dan kemasannya untuk mendukung pariwisata Kota Mentok pada bidang Kata kunci: pempek, mentok, pariwisata Abstract The town of Mentok, located in West Bangka Regency, holds unique tourism potential distinct from other regions in the Bangka Belitung Islands Province. The combination of maritime tourism and the historical exile of Indonesia's first president is a key advantage for tourism in this district. Mentok is known for its distinctive seafood-based specialty, shrimp pempek, which sets it apart from other places. Belo Laut Village is the production center of this culinary specialty. Despite the uniqueness and strong association of shrimp pempek with Mentok, there has been no branding or effort to promote this local dish as a tourism asset for the town. The community service was conducted in Belo Laut Village. Mentok District. West Bangka Regency, focusing on the Kemplang Yuk Yen Poklahsar group using a Community-Based Approach and Educational Outreach methods. Shrimp pempek has become a distinctive culinary specialty strongly associated with the town of Mentok. This is similar to other regional dishes like gudeg in Yogyakarta, apple chips in Batu/Malang, and breadfruit chips in Belitung. However, the marketing orientation of shrimp pempek remains local. The product has significant potential for further development in terms of production, food safety, packaging, branding, and promotion to support Mentok's culinary tourism sector. Keywords: pempek. Mentok, tourism Submit: Oktober 2024 Diterima: Oktober 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Pariwisata perekonomian yang cenderung ramah lingkungan dibandingkan pertambangan timah yang selama ini diandalkan sebagai ekonomi utama di Bangka Belitung (Toubes dan Arayjo-Vila, 2. Pariwisata dan pertambangan tidak saling mendukung pertambangan pada masa lampau dapat menjadi wisata sejarah sebagaimana terwujud di Sawahlunto (Anarta et al. Pariwisata juga menjadi solusi pemanfaatan lahan bekas penambangan melalui wisata buatan yang ramah sosial media (Ferdiana dan Wijayani, 2. Namun pertambangan tentu berdampak negatif terhadap ekosistem alami yang menjadi pariwisata alam. Apalagi pada pertambangan yang tidak terkontrol yang sering terjadi secara ilegal, berdampak negatif pada ekologi yang terkait dengan pariwisata (Ibrahim dan Zukhri, 2019. Ibrahim et al. , 2. Penambang ilegal seringkali tidak memperdulikan reklamasi lahan setelah eksploitasi (Kurniawan et al. Meskipun pertambangan timah provinsi ini, pariwisata menjadi masa depan kepulauan ini (Wardhani dan Valeriani. Kota Mentok. Kabupaten Bangka Barat memiliki potensi pariwisata yang unik dan berbeda dengan wilayah lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kombinasi wisata maritim dan sejarah menjadi keunggulan wilayah kecamatan ini. Pantai-pantai eksotis melengkapi tempattempat Ir. Soekarno, presiden pertama Indonesia oleh Belanda. Wisma Menumbing dan Wisma Ranggam yang menjadi tempat pengasingan telah dialih fungsikan sebagai tempat wisata sejarah melengkapi Museum Timah. Mercusuar Tanjung Kalian, dan tempat wisata lainnya (Ramadhani dan Zulfebriges. Meskipun belum semaju Kabupaten Belitung dalam pariwisatanya. Bangka Barat telah melangkah menjadi kota wisata Sebagaimana wilayah lain yang Vol. 8 No. November 2024 makanan lokal ikut berkembang menjadi wisata kuliner dan buah tangan wisatawan. Kuliner menjadi pendukung pariwisata agar wisatawan dapat bertahan lebih lama dan memberikan dampak ekonomi lebih besar (Zahrulianingdyah. Mentok memiliki makanan khas berbasis laut yang berbeda dari tempat lainnya, yaitu pempek Produk ini berkembang dari potensi perikanan lautnya yang menghasilkan udang laut hampir sepanjang tahun. Berbeda dengan pempek Palembang, pempek udang ini memiliki warna kemerahan dengan citarasa udang yang Produk pempek udang ini banyak diproduksi di Desa Belo Laut. Beberapa pengrajin pempek di desa tersebut membentuk kelompok-kelompok (Poklahsa. Diantaranya adalah Poklahsar Kemplang Yuk Yen. Poklahsar ini memiliki produk yang serupa yaitu pempek dan kemplang udang. Meskipun produk pempek udang ini unik dan khas Kota Mentok, namun belum dilakukan branding dan upaya untuk menjadikan produk makanan khas ini menjadi penopang pariwisata Kota Mentok. Untuk Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2024 ini, dilakukan upaya untuk memberdayakan dan memberikan motivasi kepada poklahsar pempek udang di Desa belo Laut dapat mengelola usahanya sehingga pempek udang menjadi produk unggulan pariwisata Kota Mentok. METODE PELAKSANAAN Pengabdian dilakukan di Desa Belo Laut. Kecamatan Mentok. Kabupaten Bangka Barat (Gambar . Lokasi ini berjarak 136 km dari Universitas Bangka Belitung. Pengabdian ditujukan pada Poklahsar Kemplang Yuk Yen yang berada di Kampung Sawah. Dusun 2. Desa Belo Laut. Kecamatan Mentok. Kabupaten Bangka Barat. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Desa Belo Laut Gambar 1. Lokasi pengabdian di Desa Belo Laut. Kabupaten Bangka Barat Proses pengabdian ini dilakukan melalui metode pendekatan partisipatif (Community-Based Approac. (Educational Outreac. Pendekatan melibatkan anggota Poklahsar secara aktif dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan agar mereka merasa memiliki keterlibatan Dalam proses ini dilakukan diskusi dengan anggota kelompok terkait kondisi usaha pempek saat ini dan pariwisata Kota Mentok. Penyuluhan edukatif bertujuan untuk memberikan informasi yang relevan tentang pariwisata dan tren konsumen. Pada bagian ini tim berusaha memberikan wawasan tentang tren pariwisata kuliner dan bagaimana pempek udang bisa menjadi bagian dari perjalanan wisata. Tim juga menampilkan studi kasus dari daerah lain yang berhasil memanfaatkan produk kuliner lokal untuk mendukung pariwisata. Gambar 2. Peralatan produksi pempek udang di Poklahsar Yuk Yen Peralatan dan rumah produksi pempek udang di poklahsar Yuk Yen ini memerlukan perbaikan dalam sanitasi dan Disampaikan kepada kelompok bahwa keamanan pangan produk memiliki peran penting dalam keberlanjutan dan jangkauan pemasaran. Keamanan pangan dipertimbangkan oleh konsumen sebelum membeli selain kualitas dan merk (Siaputra, 2. Namun poklahsar telah memiliki sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang menunjukkan bahwa usaha makanan ini dinilai layak secara Usaha makanan penting untuk P-IRT membangun kepercayaan konsumen dan (Epriliyana, 2. Orientasi utama pemasaran produk Kecamatan Mentok. Selain pasar lokal, kelompok juga memiliki pelanggan di Kota Pangkalpinang dengan pengiriman melalui bus antar kota. Beberapa kali juga melakukan pengiriman produk antar pulau baik ke Sumatra maupun ke Jawa. Yogyakarta menjadi tujuan terjauh pengiriman melalui ekspedisi pengiriman Produk yang dijual di pasar lokal dalam kondisi tanpa kemasan. Untuk pengiriman luar kota dan luar daerah, pempek dibalur dengan tepung tapioka HASIL DAN PEMBAHASAN Poklahsar Yuk Yen rata-rata setiap bulannya memproduksi pempek atau kemplang dari 400 kilogram udang. Jenis udang yang digunakan adalah Udang Jerbung dan Udang Krosok. Produksi dilakukan menggunakan alat bantu berupa mesin giling, lemari pendingin, kompor gas, tabung gas, tungku rebus empek-empek, alat bantu produksi seperti baskom, ember, kuali perebusan kemplang, rak dan waring penjemuran, serta timbangan (Gambar . Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) sebelum dikemas vakum dengan kemasan plastik (Gambar . Gambar 3. Kemasan plastik untuk pemasaran pempek Kemasan pempek udang yang berkembang di Belo Laut dinilai masih belum melindungi produk dengan baik, terutama untuk pengiriman luar kota. Hal ini mungkin terjadi akibat orientasi pasar lokal menjadi andalan pemasaran. Hasanah et al. memaparkan bahwa perbaikan kemasan diperlukan saat usaha berupaya untuk memperluas pemasaran. Hal ini juga diperlukan saat produk pempek udang dimanfaatkan sebagai produk unggulan pariwisata Kota Mentok. Disampaikan bahwa pempek udang ini potensial menjadi oleh-oleh khas Kota Mentok baik bagi wisatawan maupun bingkisan bagi masyarakat lokal menuju luar kota. Berdasarkan Bangkapos . , jumlah wisatawan ke Bangka Barat tahun 2023 067 orang. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun-tahun Wisatawan sejumlah itu tentunya memerlukan oleh-oleh khas yang umumnya berupa makanan. Sama juga ketika wisatawan ke Palembang mencari empek-empek, wisata Kota Batu. Jawa Timur dikenal keripik apel. Yogyakarta ada bakpia dan sebagainya. Hingga saat ini belum ada produk kemasan yang bisa menjadi ciri khas Kota Mentok dan pempek udang bisa menjadi pionernya. Berbagai kota yang memiliki potensi berlomba-lomba mengenalkan kuliner khas mereka. Seperti halnya Belitung mengembangkan produksi dan kemasan keripik sukun sebagai andalan oleh-olehnya (Pakpahan dan Kristiana. Vol. 8 No. November 2024 Sementara Yogyakarta yang telah lama dikenal dengan gudeg dan bakpia, mendeferensiasi produknya ke berbagai produk seperti bakpia kukus dan lainnya. Yogyakarta diferensiasi untuk menjada turis yang datang untuk datang kembali (Wardiyanta et , 2. Bagi daerah yang kulinernya telah umum dikembangkan masyarakat, berupaya untuk mendeferensiasi kulinernya agar muncul ciri khas. Pempek udang telah memiliki ciri khas yang melekat dengan Kota Mentok. Seyogyanya bisa dikelola dengan baik agar produksinya lebih aman dan bertambah, serta pemasarannya KESIMPULAN Pempek udang telah memiliki ciri khas yang melekat dengan Kota Mentok. Kondisi ini mirip kuliner lain yang melekat dengan daerahnya seperti : Gudeg Ae Yogyakarta. Keripik Apel Ae Batu / Malang. Keripik Sukun Ae Belitung. Namun orientasi pemasaran pempek udang masih lokal. Produk ini potensial dikembangkan produksi, keamanan pangan, kemasan, mendukung pariwisata Kota Mentok pada bidang kuliner. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih disampaikan kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi dan Universitas Bangka Belitung atas pendanaan dan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan nomor 010/E5/PG. 00/PM. BATCH. 2/2024 dan 1697/UN50/L/PM/2024. REFERENSI