Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 ANTIDIABETES DAN PROFIL HISTOPATOLOGI SEL BETA PANKREAS PADA MENCIT MODEL INDUKSI STREPTOZOTOSIN EKSTRAK ETANOL DAUN RENGGAK (Amomum dealbatum L. Mislamah1. Ananda Ayu Amalia1. Firma Amelia Kusuma1. Abdul Rahman Wahid2*. Safwan2 Program Studi Diploma i Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Mataram Departemen Fitokimia dan Farmakognosi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Mataram. Mataram 83127. Nusa Tenggara Barat. Indonesia *Email: rahman_apt@yahoo. Artikel diterima: 2024-09-02. Disetujui: 2025-10-04 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Berdasarkan laporan Internasional Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes tipe-1 di Indonesia mencapai 41,8 ribu orang pada 2022. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penderita diabetes tipe 1 terbanyak di ASEAN. Salah satu tanaman yang dapat dikembangkan sebagai obat herbal ialah Flavonoid alami banyak berperan dalam pencegahan diabetes serta komplikasinya dan bersifat protektif terhadap kerusakan sel-, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Dipilihnya daun renggak untuk uji efek antidiabetes dikarenakan kadar flavonoidnya lebih tinggi dibandingkan buahnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya aktivitas antidiabetes pada ekstrak etanol daun renggak (EEDR), dosis optimal dan profil histopatologi pankreas mencit. Untuk mengetahui aktivitas antidiabetesnya dilakukan uji pre test . adar gula darah awal sebelum di induksi STZ) dan post test . etelah di induksi STZ) terhadap kadar gula darah mencit. Sebanyak 36 ekor mencit putih jantan dibagi dalam 6 kelompok yaitu kelompok normal, kelompok negatif (Na-CMC 0,5%), kelompok positif (Metformin 500 m. , kelompok EEDR dosis 240, 300, dan 360 mg/kgBB. Hasil uji posthoc LSD menunjukkan adanya perbedaan rerata antar kelompok perlakuan dengan antivitas antidiabetes yang signifikan . ilai p < 0,. Kelompok ekstrak etanol daun renggak dosis 240 mg/kgBB. Profil histopatologi pankreas setiap kelompok menunjukkan nekrosis luas, gambaran pulau Langerhans dan inci tubulus sulit dibedakan, sel-sel tampak degeneratif dengan sitoplasma tidak utuh dan inti degeneratif. Kata kunci: Antidiabetes. STZ. Renggak. Histopatologi pankreas ABSTRACT Based on the International Diabetes Federation (IDF) report, the number of type 1 diabetes sufferers in Indonesia will reach 41. 8 thousand people in 2022. This figure makes Indonesia the country with the most type 1 diabetes sufferers in ASEAN. One plant that can be developed as a herbal medicine is renggak. Natural flavonoids play a role in preventing diabetes and its complications and are protective against -cell damage and increase insulin sensitivity. Renggak leaves were chosen to test the Mislamah, dkk | 1 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 antidiabetic effects because their flavonoid levels are higher than the fruit. This study aims to determine the antidiabetic activity of ethanol extract of renggak leaves (EEDR), the optimal dose and the histopathological profile of the mouse pankreas. To determine its antidiabetic activity, a pre-test . nitial blood sugar level before STZ inductio. and post-test . fter STZ inductio. were carried out on the blood sugar levels of mice. A total of 36 male white mice were divided into 6 groups, namely normal group, negative group (Na-CMC 0. 5%), positive group (Metformin 500 m. EEDR group at doses of 240, 300, and 360 mg/kgBW. Test results LSD posthoc showed that there was a mean difference between treatment groups with significant antidiabetic activity . value <0. The ethanol extract group of renggak leaves was dosed at 240 mg/kgBW. The histopathological profile of the pankreas in each group showed extensive necrosis, the islets of Langerhans and inch tubules were difficult to distinguish, the cells looked degenerative with incomplete cytoplasm and degenerative nuclei. Keywords: Antidiabetic. STZ. Renggak. Pancreatic histopathology PENDAHULUAN renggak, eksplorasi terhadap tanaman Berdasarkan Internasional Diabetes Federation ini tergolong masih minim, namun (IDF), jumlah penderita diabetes tipe-1 di Indonesia mencapai 41,8 ribu orang antaranya senyawa flavonoid, alkaloid. Angka tersebut menjadikan tanin dan terpenoid (Hanifa et al. Indonesia Flavonoid dapat menurunkan ASEAN, serta peringkat ke-34 dari 204 Mayoritas Flavonoid alami banyak penderita diabetes tipe-1 di Indonesia berperan dalam pencegahan diabetes berusia antara 20-59 tahun. Dalam kasus diabetes tipe-1, tubuh kita tidak protektif terhadap kerusakan sel-, dan bisa memproduksi insulin sama sekali. Berbeda dengan diabetes tipe-2, dimana Antioksidan bekerja menekan apoptosis tubuh masih bisa menghasilkan insulin, sel- tanpa mengubah proliferasi dari tapi jumlahnya sedikit hingga tidak sel tersebut (Dwi, 2. befungsi dengan baik. penderita diabetes tipe 1 terbanyak di Dipilihnya daun renggak untuk uji Salah satu tanaman yang dapat efek antidiabetes dikarenakan kadar dikembangkan sebagai obat herbal ialah flavonoidnya lebih tinggi dibandingkan Mislamah, dkk | 2 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Berdasarkan kemudian diangkat dari tubuh mencit, . dicuci menggunakan larutan NaCl flavonoid total daun renggak yaitu 0,9%. Setelah itu, pankreas difiksasi 19,0944 mgQE/g sedangkan kadar dalam larutan formalin 10% dan flavonoid ekstrak etanol buah renggak disimpan hingga waktu pembuatan blok berdasarkan hasil riset Hadi . Proses pembuatan preparat yaitu sebesar 0,4858 A 0,0014 mgQE/g. histologis pankreas dilakukan sesuai Dari uraian tersebut, peneliti tertarik dengan prosedur yang telah ditetapkan. untuk mengetahui aktivitas ekstrak Tahap selanjutnya adalah proses etanol daun renggak terhadap kadar Organ yang telah jernih Wismayani, histopatologi pankreas yang meliputi campuran xilol dan parafin lunak diameter pulau Langerhans. 1:1, dimasukkan ke dalam oven bersuhu METODE PENELITIAN 48AC selama 30 menit. Setelah itu. Metode yang digunakan pada organ dipindahkan ke dalam parafin lunak murni dan kembali diinkubasi pretest-postest dalam oven dengan suhu yang sama control group design di Laboratorium. selama 1 jam. Selanjutnya, organ Tempat dipindahkan ke parafin keras dan Laboratorium Farmakologi Farmasi, dimasukkan ke dalam oven bersuhu Laboratorium Biologi Farmasi, dan 58AC selama 1,5 jam. Setelah proses Laboratorium Anatomi tersebut, dilakukan embedding, yaitu Universitas penanaman organ ke dalam blok parafin Negeri Surakarta. Riset ini dilakukan berukuran 2 x 1 cm. Blok yang telah pada jangka waktu 4 bulan (April terbentuk kemudian dibiarkan hingga sampai bulan Juli 2. mengeras dan siap untuk disayat. eksperimental design Fakultas Patologi Kedokteran Setelah 7 hari pemberian STZ dan Tahap terakhir adalah penyayatan EEDR lakukan pembedahan dengan dan pewarnaan. Blok parafin yang telah menyayat kulit dan otot perut hingga rongga abdomen terbuka. Pankreas Mislamah, dkk | 3 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 ketebalan irisan 4 mikron. Potongan- Pengambilan Bahan dan Penyiapan Alat tersebut kemudian ditempelkan pada Sampel yang digunakan dalam kaca objek yang telah diberi larutan riset ini adalah daun renggak yang Haupt dan akuades. Proses selanjutnya diambil dari Pringga Jurang Utara. Kecamatan Montong pewarna hematoksilin eosin. Kabupaten Bahan dan Alat diidentifikasi di Laboraturium Biologi Adapun bahan-bahan Lombok Gading Timur Farmasi Universitas Muhammadiyah digunakan untuk riset ini adalah ekstrak Mataram. daun renggak, etanol 96% (ROFA). Laboratorium Biologi Farmasi untuk NaOH 20% (Himedi. HCl (Merc. , metanol 50%, dragendrof (Merc. Pembuatan Simplisia dan Ekstrak (Nitra Kimi. H2SO4 (Smartla. FeCl3 (Merc. CMC-Na 0,5% . , aquades (OneMe. NaCl Penyiapan Etanol Daun Renggak Sampel yang diambil adalah daun fisiologis 0,9%, buffer neutral renggak (Amomum dealbatum L. formalin (BNF) 10%, xylol, paraffin. Sampel daun renggak dibersihkan. Hematoxylin-Eosin, mencit galur swiss Daun renggak yang telah dikeringkan, mencit. Metformin 500 mg (Hexpharm Jay. , sedangkan alat pada riset yaitu sebanyak 1 kg kemudian diayak. kandang mencit, sonde oral, timbangan Serbuk simplisia yang telah diayak, analitik, alat bedah, spuit injeksi 1 cc direndam menggunakan pelarut etanol dan 3 cc (Terum. , rotary vaccum 96% dengan perbandingan serbuk dan Evaporator, pelarut yaitu 1:10. Maserasi dilakukan dengan perendaman selama A 24 jam saring, kain flanel, mortar dan stamper, yaitu direndam 6 jam pertama sambil spidol, glukometer (AutoChe. , strip sesekali diaduk kemudian didiamkan gula darah (AutoChe. selama 18 jam. Setelah itu, maserat (OneMe. , . Mislamah, dkk | 4 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 filtrasi/penyaringan menggunakan kain Dosis flannel kemudian di saring dengan (Parawansah, 2. kertas saring. Hasil maserat tersebut Pembuatan diuapkan dengan rotary evaporator Ekstrak Daun Renggak STZ Dosis mg/kgBB Sediaan Uji Dosis EEDR yang digunakan (Farmakope Herbal, 2. pada riset ini adalah 240, 300, dan 360 Penyiapan Hewan Uji mg/kgBB. Hewan digunakan adalah mencit sebanyak 36 Pembuatan Sediaan Uji Serbuk CMC-Na ekor yang dikelompokkan secara acak 6 sebanyak 500 mg ditaburkan ke dalam lumpang yang berisi dengan air suling Sebelum panas, ditutup dan dibiarkan selama 15 menit hingga diperoleh massa yang selama 7 hari dan diberi makan dan transparan, digerus lalu dimasukkan minum yang cukup (Ifmaily, dkk. ekstrak daun renggak yang sudah Galur yang digunakan pada ditimbang sesuai dengan dosis yang penelitian ini direncanakan yaitu 240 mg/kgBB, adalah galur swiss Galur gerus homogen encerkan dengan air keseragaman yaitu umur 2-3 bulan, suling hingga 100 ml. Kemudian untuk jenis kelamin jantan dan berat badan 20- dosis 300 mg/kgBB dan 360 mg/kgBB 30 gram. Hal ini bertujuan untuk lakukan dengan cara yang sama dengan memperkecil pengaruh luar terhadap dosis pertama (Ifmaily, dkk. , 2. hewan uji sehingga didapatkan respon Pembuatan Sediaan Kontrol Positif yang relative lebih seragam (Audrey, (Metformin 500 m. Dosis Metformin pada manusia Pembuatan Suspensi Penginduksi Pembuatan dewasa adalah 500 mg per hari. , jika STZ dikonversikan pada mencit dengan ditimbang 0,18 gram lalu dilarutkan berat 20-30 gram adalah 0,0026 maka dosis Metformin untuk mencit adalah dengan pH 4,5 lalu diinduksikan pada 3,9 mg/ml. ditimbang serbuk tablet mencit melalui intraperitoneal . Metformin yang setara dengan 11,7 mg cirate-buffer Mislamah, dkk | 5 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 kemudian di suspensikan dalam CMC- Na 0,5% hingga 100 ml kemudia dikocok hingga homogen. Uji Aktivitas EEDR Perhitungan Dosis . d Pengukuran kadar glukosa darah Dosis Metformin yang biasa digunakan pada manusia sebesar 500 mg, dangan melihat faktor konversi mencit dengan berat badan 20-30 gram menggunakan glukotest strip, amati direncanakan untuk mencit dengan kadar dalam monitor. Kontrol negatif berat normal . -30 gra. adalah yang digunakan adalah larutan CMC- 0,0225 % (Ifmaily, dkk. , 2. Na dengan konsentrasi 0,5% yang 0,0026. Perlakuan Dosis Hewan Uji (Mus Alat sekaligus sebagai suspending agent pada larutan uji serta dilakukan sebagai Hewan uji diaklimatisasi selama 7 kontrol diabetes untuk melihat bahwa hari, sampel darah di ambil melalui CMC-Na vena ekor, dan di ukur kadar gula darah penurunan kadar glukosa yang akan masing-masing ekstrak dan pembanding (Clara. , dkk, selanjutnya, diinduksi dengan STZ sebanyak 0,18 gram/mL per oral selama Pembuatan Preparat Histopatologi 1 hari 2 kali 24 jam. Hewan uji terbagi Pankreas dalam 6 kelompok perlakuan, masing- Pengujian histopatologi dilakukan masing kelompok terdapat 6 ekor di Laboratorium Patologi Anatomi mencit yang akan diinduksi. Kelompok Fakultas 1 sebagai kontrol positif (Metformin Sebelas 500 mg/BB), kelompok dinekropsi selama satu hari. Organ 2 sebagai (CMC-Na 0,5%). Kedokteran Maret Universitas Surakarta. Mencit pankreas yang sudah diambil dan dibuat kelompok 3, 4 dan 5 adalah EEDR dengan dosis 240, 300, dan 360 metode paraffin. Proses pembuatan mg/kgBB serta kelompok 6 hanya preparat histologi dilakukan dengan Mislamah, dkk | 6 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) (Muntiha, (Ifmaily, dkk. , 2. Analisis data NaCl Pankreas dengan formalin buffer 10% selama 18- metode deskriptif yang disajikan dalam 24 jam, kemudian didehidrasi dengan bentuk gambar dan data bentuk sel alkohol bertingkat 80%, 90%, dan 95%, (Nuralifah. , dkk. Cara Penafsiran dan Penyimpulan Spesimen kemudian dimasukkan ke dalam larutan Hasil Riset xylol selama 1 jam untuk impregnasi. Mencari dilanjutkan dengan xylol murni selama memenuhi standar berdasarkan kontrol 1 jam dan parafin cair selama 1 jam positif Metformin 500 mg melalui untuk proses embedding ke dalam blok. pengujian terhadap ekstrak etanol daun Spesimen dalam blok parafin dipotong dengan mikrotom setebal 5 mikron menggunakan mencit (Mus musculu. secara cross section . Irisan secara in vivo dengan alat glukometer diletakkan di atas objek glass yang telah dan histopatologi. Data yang diperoleh polysilin, diinkubasi (Amomum masing-masing menghilangkan parafin, lalu diwarnai dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin . <0,. , kemudian dilanjutkan ke (HE). Setelah kering, preparat diberi balsem Kanada. Pengamatan dilakukan perbedaan antar kelompok dosis pada dengan mikroskop cahaya Olympus, nilai signifikannya . > 0,05 atau p< dan foto mikrograf diambil (Nurlena 0,. Duncan way-Anova Andalia, dkk 2. Analisis Data Data hasil riset yang didapatkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan Sampel diolah dengan uji statistik Analysis of Tumbuhan yang digunakan dalam Variance (ANOVA) satu arah dengan penelitian ini adalah daun renggak taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan (Amomum dealbatum L. ) yang didapat dengan uji LSD dan Duncan untuk dari Pringga Jurang Utara. Kecamatan mengetahui perbandingan nilai rata-rata Montong Gading. Kabupaten Lombok Mislamah, dkk | 7 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Timur. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengeringan dilakukan Daun diambil di pagi hari untuk menggunakan oven pada suhu 50EE memperoleh konsentrasi senyawa aktif agar simplisia yang dihasilkan memiliki yang tinggi. Jika diambil saat siang hari, tingkat kekeringan yang optimal. tanaman akan mengalami fotosintesis Pembuatan Ekstrak sehingga konsentrasi senyawa aktif Serbuk simplisia daun renggak yang dihasilkan akan berkurang (Yulian (Amomum dealbatum L. ) sebanyak 430 dan Safrijal, 2. Daun renggak gram dimaserasi dengan perbandingan 1:4 sehingga simplisia terendam etanol dengan cara memotong tangkainya dan 96% selama 24 jam, sambil diaduk menggunakan stirrer selama 1 jam. Daun yang dipilih adalah yang Ekstrak berwarna hijau dari tanaman dewasa, menggunakan rotary evaporator pada belum berbunga, dalam keadaan sehat, dan daunnya terbuka sempurna (Badan penguapan menggunakan water bath Litbang Kesehatan, 2. pada suhu yang sama, menghasilkan Pembuatan Simpilisia 20,84 gram ekstrak kental dengan Sebanyak 50EE rendemen sebesar 4,85%. Skrining Fitokimia membuat simplisia. Daun yang telah Tabel 1. Hasil Skrining Fitokimia Daun (Amomum dealbatum L. menghilangkan komponen yang tidak Senyawa diinginkan seperti daun kering atau rusak serta benda lain yang dapat mempengaruhi kualitas simplisia. Daun Pereaksi Warna/endap Hasil Flavonoi HCl Merah Dragend Endapan mengalir untuk menghilangkan kotoran dan tanah yang masih menempel. Setelah itu, dilakukan perajangan untuk mengurangi ukuran sampel sehingga Alkaloid mempermudah proses pengeringan dan Mislamah, dkk | 8 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Steroid H2SO4 Biru/hijau Tannin respon yang relatif lebih seragam FeCl3 1% Hitam/biru Saponin Dikocok Busa Berdasarkan renggak positif mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, steroid, tannin dan saponin. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mustriani dan Hidayanti . , yang menyatakan bahwa daun renggak mengandung flavonoid, alkaloid, steroid, tanin dan Uji Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Renggak (EEDR) Uji EEDR menggunakan alat glucometer pada mencit putih jantan sebanyak 36 ekor. Mencit karenakan mencit jantan memiliki dibandingkan dengan mencit betina yang memiliki masa estrus yang dapat Mencit yang digunakan juga memiliki keseragaman galur Swiss Webster, umur 2-3 bulan dan berat badan 20-30 gram. Hal ini bertujuan terhadap hewan uji sehingga didapatkan (Audrey, 2. Mencit dibagi dalam 6 kelompok masing- masing terdiri dari 6 Mencit diadaptasi terlebih dahulu selama 7 hari dan di diukur berat badan menggunakan alat glucometer. Tujuan laboratorium yaitu agar hewan uji dapat beradaptasi terhadap lingkungan baru yang akan digunakan dalam penelitian. Selama pengadaptasian, hewan uji tetap diberikan makan dan minum yang rutin (Budiman, dkk. , 2. Kadar gula darah diukur dengan cara mengambil darah melalui pembuluh darah vena ekor yang dilukai. Hewan uji yang sudah dinyatakan diabetes kemudian di induksi secara oral dengan perlakuan masing-masing yaitu pada kelompok EEDR dosis 240, 300, 360 mg/kgBB , kelompok negatif (Na-CMC 0,5%), dan kelompok positif (Metformin 500 m. selama 7 hari. Setelah 7 hari perlakuan dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah dan pengukuran kadar gula darah melalui pembuluh darah vena pada ekor mencit glucometer untuk menentukan kadar Mislamah, dkk | 9 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 gula darah Berdasarkan tabel diatas terlihat Hasil uji rerata pengukuran kadar bahwa rata-rata kadar glukosa darah gula darah dapat di lihat pada tabel 2 dan diagram kadar gula darah mencit dilakukan induksi STZ, rata-rata kadar sebelum diinduksi, sesudah diinduksi gula darahnya mencit pada setiap STZ dan setalah pemberian EEDR kelompok <200 mg/dl atau kadar selama 7 hari dapat di lihat pada gambar glukosa darah mencit sehat . yaitu 62,8-176 mg/dL (Erlianawati. Tabel 2. Rerata Kadar Glukosa Darah Dalam hal ini dilakukan uji Kadar Glukosa Darah pretes sebelum diinduksi STZ bertujuan . g/dL)(Mean A SD) untuk membuktikan bahwa semua Kelompok Sebelum Setelah Setelah 7 hari Normal Negatif keadaan sehat dan tidak mengalami Positif diabetes mellitus. Setelah diberi induksi Dosis 240 STZ selama 2 kali 24 jam, rata-rata mg/kgBB Dosis 300 Berarti mencit dalam kadar gula darah mencit pada setiap mg/kgBB Dosis 360 mg/kgBB >200 mg/dl kelompok normal yang tidak berikan Induksi Streptozotosin mengalami hiperglikemia karena STZ merupakan agen diabetogenic yang digunakan sebagai sumber radikal bebas karena bersifat toksik terhadap sel pankreas. Mekanisme kerja glukosa darah yakni disebabkan oleh sifat toksiknya yang dimediatori oleh reactive oxygen species (ROS) dengan Gambar 1. Diagram kadar glukosa cara membentuk radikal bebas sehingga Mislamah, dkk | 10 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 menimbulkan kerusakan sel pankreas yang lebih tinggi. Berdasarkan law of dan menyebabkan ganguan produksi mass action kepada kurva konsentrasi- insulin (Bisala et al. , 2. Post test efek, jika konsentrasi zat aktif yang setelah pembeian STZ bertujuan untuk dikomsumsi lebih banyak maka terjadi mengetahui bahwa memang mencit peningkatan efek obat. Namun pada yang digunakan sudah mengalami penelitian ini dosis terendah justru menyebabkan penurunan kadar gula Hasil rata-rata darah yang paling tinggi (Clarence, perlakuan selama 7 hari kadar gula Kelompok positif (Metformin darah mencit mengalami penurunan. 500 m. dengan dosis 240 mg/kgBB Kelompok normal dengan kelompok menunjukkan rerata penurunan kadar negatif tidak banyak menunjukkan gula darah yang tinggi akan tetapi dosis 240 mg/kgBB lebih tinggi efeknya dikarenakan kelompok normal hanya dalam menurunkan kadar gula darah diberi makan dan minum, sedangkan kelompok negatif diberikan Na-CMC. Kelompok positif rerata penurunan pemberian Na-CMC tidak memiliki kadar gula darahnya tidak jauh berbeda efek antihiperglikemik sehingga tidak dengan dosis 300 dan 360 mg/kgBB. mampu menurunkan kadar gula darah Hasil pengamatan kerusakan sel (Latuconsina, 2. Hasil rata-rata didapatkan gambaran histopatologi sel mg/kgBB penurunan kadar gula darah. Kelompok Berdasarkan Gambar 2 di atas dosis 240 menunjukkan hasil yang menunjukkan bahwa paling bagus dalam menurunkan kadar pankreas setiap kelompok negatif dan gula darah dibandingan dengan dosis semua kelompok perlakuan ekstrak 300 dan 360 mg/kgBB. Dosis 300 dan terjadi nekrosis luas, gambar pulau 360 memunjukkan hasil rata-rata yang Langerhans dan acini tubulus. Sel-sel tidak berbeda jauh. Dosis rendah lebih tampak degenerative dengan sitoplasma besar penurunannya dibandingkan dosis tidak utuh dan inti degenerative. Mislamah, dkk | 11 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 . Pankreas Kelompok Normal . Pankreas Kelompok (-) . Pankreas Kelompok ( ) . Pankreas Dosis Ekstrak 240 mg/kgBB . Pankreas Dosis Ekstrak 300 mg/kgBB . Pankreas Dosis Ekstrak 360 mg/kgBB Gambar 2. Gambaran histopatologi pulau Langerhans pankreas mencit kelompok uji setelah diberi perlakuan selama 7 hari pada pembesaran 400x dengan pewarnaan HE. Sel pangkreas normal ( ), nampak berbentuk bulat dan terdapat inti pada bagian tengah, sel pancreas yang mengalami degenerasi ( ) terlihat adanya vakola yang ukuran nya bervariasi dan sel mengalami nekrosis yang hilangnya inti sel. Berdasarkan Statistik P<0,05 artinya ada perbedaan kadar gula darah awal atau pretest . peningkatan signifikan . <0,. kadar dengan postest gula darah pada mencit jantan setelah STZ). pemberian STZ dengan dosis 180 merupakan agen diabetogenic yang mg/kgBB. digunakan sebagai sumber radikal Data SPSS etelah diinduksi Streptozotosin (STZ) bebas karena bersifat toksik terhadap Menunjukkan signifikasi 0. 00 atau sel- pankreas. Selanjutnya dengan uji Mislamah, dkk | 12 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 sebanding atau tidak bisa melebihi menggunakan Oneway ANOVA untuk Metformin. Kandungan flavonoid dari data setelah 7 hari pemberian ekstrak daun renggak memiliki aktivitas untuk etanol daun renggak (EEDR) hasil menurunkan kadar gula darah atau 149 atau P> 0. 05 yang Flavonoid dapat menurunkan kadar dilanjutkan uji homogenitas yang glukosa darah dengan kemampuannya menunjukkan data setelah pemberian 7 sebagai zat anti oksidan. Flavonoid EEDR Dilanjutkan Post Hoc LSD digunakan untuk mengetahui apakah komplikasinya dan bersifat protektif suatu kelompok memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kelompok Uji Post Hoc LSD dilakukan Antioksidan sel-, setelah 7 hari untuk mengetahui proliferasi dari sel tersebut (Dwi, 2021. Yani, 2. Data kelompok normal dengan negative KESIMPULAN 00 atau p<0. 05 artinya Hasil dari penelitian ini menyimpulkan data tersebut memiliki perdaan yang bahwa Ekstrak etanol daun renggak Data kelompok positif (Amomum dealbatum L. ) dosis 240, . uspensi Metformi. dengan tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol memberikan efek antidiabetes atau ada dauan renggak dosis 240, 300, dan 360 aktivitas antidiabetes pada mencit mg/kgBB menunjukkan hasil p>0. jantan putih (Mus musculu. Dosis artinya data tersebut tidak signifikasi. yag paling optimal dalam menurunkan Pemberian kadar glukosa darah pada mencit renggak (EEDR) memiliki pengaruh terdapat pada dosis 240 mg/kgBB. tapi tidak bermakna dimana ekstrak Profil histopatologi pankreas mencit tersebut memiliki pengaruh tapi tidak menunjukan tidak ada perbedaan pada mg/kgBB Mislamah, dkk | 13 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 1-19 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 setiap kelompok perlakuan dengan kelompok normal. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Materia Medika Jilid IV. Jakarta. UCAPAN TERIMAKASIH Departemen Kesehatan RI. Ucapan terima kasih yang sebesar- Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. SIMBELMAWA yang telah mendanai penelitian ini dan 3-11, 17-19, terimaksih kepada seluruh pihak yang Direktorat terlibat pada penelitian ini. Tradisional. Departemen DAFTAR PUSTAKA