Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP UPAYA PENERAPAN PERAWATAN KESEHATAN ORGAN REPRODUKSI DI SEKOLAH TINGGI KESEHATAN KOTA PALEMBANG Yulia Hariani1 Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKESMAS Abdi Nusa Palembang1 hariani0211069102@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Perawatan organ reproduksi wanita diperlukan untuk menghindari beberapa permasalahan organ reproduksi seperti iritasi, infeksi, alergi dan karsinoma. Pengetahuan dan Perilaku dalam perawatan yang baik merupakan faktor penentu dalam menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan: Diketahuinya hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswi terhadap upaya penerapan perawatan kesehatan organ reproduksi. Metode: Metode penelitian kuantitatif menggunakan metode desain korelasi deskriptif pendekatan cross sectional. Penelitian di Sekolah Tinggi Kesehatan Palembang bulan Oktober-Desember 2024. Populasi dan sampel 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengolahan data menggunakan metode pengumpulan data, pemeriksaan data, pembuatan kode, input data dan data processing. Analisis data univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar mahasiswi mempunyai pengetahuan baik 86 orang . %) dan mempunyai sikap positif 59 orang . %), responden melakukan upaya penerapan perawatan kesehatan organ reproduksi 52 orang . %). Hasil uji chi-square pengetahuan dan sikap dengan upaya penerapan perawatan kesehatan organ reproduksi dengan p value yang sama yaitu p = 0,006. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan upaya penerapan perawatan kesehatan organ reproduksi dengan OR 8,33 . % CI : 1,75-39,. dan ada hubungan signifikan antara sikap dengan upaya penerapan perawatan kesehatan organ reproduksi dengan OR = 3,49 . % CI : 1,51-8,. Saran: Diharapkan agar semua wanita dapat meningkatkan pengetahuan dan bersikap baik dalam menjaga kebersihan organ reproduksi dengan mencari informasi akurat dan termotivasi dalam penerapan keseharian nya secara mandiri. Kata Kunci : Pengetahuan. Sikap. Upaya penerapan perawatan kesehatan organ reproduksi ABSTRACT Background: Female reproductive organ care is needed to avoid several reproductive organ problems such as irritation, infection, allergies and carcinoma. Knowledge and behavior in good care are determining factors in maintaining reproductive health. Objective: To determine the relationship between knowledge and attitudes of female students towards efforts to implement reproductive organ health care. Method: Quantitative research method using descriptive correlation design method with cross sectional approach. Research at Palembang Health College in October-December 2024. Population and sample of 100 respondents. Data collection techniques using primary data and secondary data. Data processing techniques using data collection methods, data examination, coding, data input and data Univariate and bivariate data analysis. Results: Most female students have good knowledge 86 people . %) and have a positive attitude 59 people . %), respondents make efforts to implement reproductive organ health care 52 people . %). The results of the chi-square test of knowledge and attitudes with efforts to implement reproductive organ health care with the same p value, namely p = There is a significant relationship between knowledge and efforts to implement reproductive organ health care with OR 8. % CI: 1. and there is a significant relationship between attitude and efforts to implement reproductive organ health care with OR = 3. % CI: 1. Suggestion: It is expected that all women can improve their knowledge and behave well in maintaining reproductive organ hygiene by seeking accurate information and being motivated in their daily implementation independently. Keywords : Knowledge. Attitude. Efforts to implement reproductive organ health care | 216 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Oleh karena itu, dengan Masa remaja adalah masa peralihan dari adanya informasi yang benar diharapkan masa anak-anak ke masa dewasa dengan remaja memiliki pengetahuan yang baik rentang usia 12- 21 tahun dan ditandai dengan adanya perubahan baik dari aspek fisik maupun psikisnya. Dan masa remaja reproduksi (Wirenviona R, 2. awal adalah masa paling rawan bagi remaja Organ reproduksi manusia adalah bagian tubuh yang paling sensitif, sehingga terletak emosinya, (Farahdiba, dkk. Proses di bagian tengah tubuh yang paling untuk mencapai kedewasaan biasanya Organ reproduksi bagian luar sering disebut sebagai organ kelamin. berhubungan erat dengan perubahan aspek Organ kelamin merupakan organ intim fisik dan psikis. Perubahan aspek fisik yang sangat sensitif karena mempunyai banyak ujung saraf perasa . Ujung berlangsung dengan cepat, drastis dan saraf perasa membuat kulit lebih peka bermuara pada organ reproduksi. Organ terhadap rangsangan (Dwikarya, 2. reproduksi memerlukan perawatan khusus. Beberapa permasalahan pada organ Pengetahuan dan Perilaku dalam perawatan intim berupa iritasi, infeksi dan alergi. Kulit yang baik merupakan faktor penentu dalam bagian luar organ intim tertutup oleh menjaga kesehatan reproduksi. rambut yang disebut pubis. Pubis selain Kesehatan merupakan mahkota kedewasaan juga keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial berfungsi sebagai pelindung kulit organ secara utuh, tidak semata-mata bebas dari intim yang cukup sensitif. Kulit bagian penyakit atau kecacatan dalam semua hal dalam organ intim lebih tipis sehingga yang berkaitan dengan sistem reproduksi, rentan terhadap trauma fisik dan kimia. serta fungsi dan prosesnya. Kesehatan Trauma fisik ini misalnya akibat terkena air reproduksi remaja adalah suatu kondisi panas, luka garukan dan gesekan benda sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan Trauma kimia bisa disebabkan oleh proses reproduksi yang dimiliki oleh luka akibat pemakaian sabun pembersih (Dwikarya, 2. Remaja Menurut Kemenkes RI 2015 banyak informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada keputihan salah satunya adalah kanker | 217 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Sekitar 40. 000 kasus terjadi di rendahnya tingkat pengetahuan remaja Indonesia Penyebab terhadap kesehatan reproduksi. Data dari utamanya adalah infeksi kronik oleh HPV Survei Kesehatan Reproduksi Remaja (Human Papiloma Viru. namun faktor Indonesia tahun 2007 menunjukkan bahwa sebanyak 13% remaja perempuan tidak sangatlah beragam salah satunya perilaku mengetahui mengenai perubahan fisiknya menjaga kebersihan diri yang buruk. dan hampir setengahnya . 9%) tidak Kebersihan diri yang buruk merupakan mengetahui kapan masa subur seorang salah satu faktor risiko kanker servik, wanita yang memiliki kebersihan diri yang pengetahuan responden tentang kebiasaan buruk memiliki risiko 19,386 kali lebih besar daripada wanita yang memiliki reproduksi menunjukkan bahwa banyak kebersihan diri yang baik. Di Indonesia responden yang tidak mengetahui secara sendiri, kanker serviks merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi pada wanita yaitu sebesar 0,80% (Dianti & Isfandiari, berdampak negatif fungsi reproduksi (Azis dkk, 2. (Depkes. Data Penelitian yang dilakukan oleh Elliana . , menunjukkan hasil ada pengaruh METODE PENELITIAN Desain penelitian ini yaitu kuantitatif Penelitian yang dilakukan olah Mastinah korelasi deskriptif dengan pendekatan cross dan Rahmah . menemukan bahwa Penelitian ini telah dilaksanakan pengetahuan yang baik tentang personal Palembang pada bulan Oktober-Desember Sekolah Tinggi yang dilakukan oleh Dwiwardini . sebanyak 100 responden. Sampel dalam penelitian ini ialah 100% dari jumlah personal hygiene berhubungan dengan terjadinya keputihan. populasi yaitu 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan Kerentanan remaja Indonesia terhadap Kota terjadinya keputihan, selanjutnya penelitian Populasi Kesehatan data primer dan data sekunder. Teknik pengolahan data menggunakan metode | 218 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pembuatan kode, input data dan data Analisis data yang di gunakan HASIL PENELITIAN dalam penelitian ini ialah analisis univariat Analisis Univariat dan analisis bivariat. Tabel 1. Pengetahuan. Sikap dan Upaya Penerapan Perawatan Kesehatan Organ Reproduksi di Sekolah Tinggi Kesehatan Kota Palembang Variabel Kategori Frekuensi . Persentase (%) Pengetahuan Sikap Upaya Penerapan Baik Cukup Positif Negatif Tidak Berdasarkan tabel diatas didapatkan banyak 59 . lebih banyak daripada hasil kategori pengetahuan baik lebih kategori negatif. Dan upaya penerapan banyak 86 . ,0%) daripada kategori kategori ya lebih banyak 52 . ,0%) pengetahuan cukup. Begitu pula sikap daripada kategori tidak. responden dengan kategori positif lebih Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Upaya Penerapan Perawatan Organ Reproduksi di Sekolah Tinggi Kesehatan Kota Palembang No. Variabel Pengetahuan Sikap Kategori Upaya Penerapan Perawatan Organ Reproduksi Tidak Total Baik Cukup Positif Negatif P Value 0,006 0,006 | 219 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Berdasarkan tabel diatas dari 86 responden sudah terpapar dengan bahan bacaan, baik itu yang berupa media cetak dengan upaya penerapan perawatan organ maupun media elektronik, teman sebaya reproduksi kategori ya lebih banyak 50 responden . ,1%) daripada kategori tidak, perawatan organ intim pada wanita. sedangkan dari 14 responden terhadap Menurut Notoatmodjo . dalam Widyaningsih . dijelaskan bahwa organ reproduksi pengetahuan merupakan hasil dari tahu kategori tidak lebih banyak 12 responden yang terjadi setelah seseorang melakukan . ,7%) daripada kategori ya. Begitu pula pengindraan terhadap suatu obyek tetentu. dari 59 responden terhadap sikap positif Proses pengindraan tersebut terjadi melalui dengan upaya penerapan perawatan organ pancaindra manusia yakni indra penglihata, reproduksi kategori ya lebih banyak 38 pendengaran, penciuman, rasa dan indra responden . ,4%) daripada kategori tidak, penerapan perawatan sedangkan dari 41 responden terhadap sikap Walgito dan Notoatmodjo . negatif dengan upaya penerapan perawatan mengungkapkan perilaku atau aktivitas. organ reproduksi kategori tidak lebih Aktivitas disini adalah dalam pengertian banyak 27 responden . ,9%) daripada yang luas, yaitu meliputi perilaku yang kategori ya. ver behavio. dan juga perilaku yang tidak nampak . nert behavio. PEMBAHASAN Perilaku merupakan hasil dari pengalaman- Pengetahuan dalam Upaya Penerapan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi Perawatan Organ Reproduksi Berdasarkan Perilaku ditinjau dari sudut pandang apakah perilaku berpengetahuan baik dalam melakukan kehidupannya atau tidak tepat dan salah . , harus dikatakan bahwa baik tingkah laku tepat maupun tingkah laku 58,1% dengan p = 0,006 nilai OR 8,33 . % salah sama-sama merupakan hasil belajar. CI : 1,75Ae39,. bahwa ada hubungan yang Karena tingkah laku salah merupakan hasil belajar, tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan diganti dengan tingkah reproduksi wanita berarti sebagian besar laku yang tepat melalui suatu proses belajar. | 220 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Adapun yaitu kesadaran dan adanya peningkatan pengetahuan responden dipengaruhi oleh sikap yang positif terhadap apa yang pendidikan dan pengalaman yang dialami Dalam penelitian ini, responden yang bersikap positif dipengaruhi oleh pengetahuan responden maka semakin tahu pengetahuan yang baik. Selain itu, sikap cara tindakan perawatan organ reproduksi. adalah sesuatu faktor predisposisi yang Pengetahuan yang baik yang dimiliki oleh mempengaruhi perilaku individu. Semakin Berdasarkan studi penelitian terdahulu dari Sheilla Tania Marcelina reproduksi wanita. Salah satu upaya yang dimana didapatkan hasil analisa dilakukan responden terhadap tindakan menggunakan uji chi-square didapatkan perawatan organ reproduksi yaitu dengan = 0,000 (< 0,. , terdapat membersihkan alat kelamin dari arah depan signifikan antara keaktifan keikutsertaan ke belakang menggunakan air bersih dan PIK-R mengalir maka perilaku responden sudah berubah menjadi lebih baik. Responden yang aktif yang mengikuti Sikap Upaya Penerapan Perawatan Organ Reproduksi Berdasarkan PIK-R kesehatan reproduksi . ,8%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah keikutsertaan remaja secara aktif didapatkan bahwa responden bersikap positif terhadap upaya penerapan perawatan berhubungan dengan sikap baik siswa organ reproduksi sebesar 64,6% dengan p = dalam menjaga kesehatan reproduksinya 0,006. Terdapat hubungan sikap dengan Asumsi PIK menunjukkan keinginan dalam bertindak reproduksi wanita dengan nilai OR 3,49 ( dari dalam diri seseorang berupa respon 95% CI : 1,51-8,. Sikap positif yang terhadap suatu objek. Respon terjadi bisa menerima, mendekati, pengetahuan yang baik yang dimiliki oleh melakukan atau bahkan menolak dan menjauhi objek tertentu. Sikap Hasil penelitian ini didukung oleh dalam menjaga kesehatan reproduksinya teori Notoatmodjo . bahwa salah satu hasil atau dampak positif dari proses belajar kesehatan organ reproduksi dengan baik adalah terjadinya perubahan ranah sikap cara menjaga | 221 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 alat kelamin dengan baik dan Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan upaya penerapan perawatan organ reproduksi wanita. Hasil Termasuk uji chi square p < 0,05 . dengan OR 8,33 . % CI : 1,75-39,. Adanya wanita dan dampak negatif dari perilaku hubungan yang signifikan antara sikap seksual yang menyimpang. Sikap baik ini dengan upaya penerapan perawatan organ akan menentukan reproduksi wanita. Hasil uji chi square p < pentingnya pendidikan dan perilaku seseorang sehingga penting untuk sikap baik wanita dalam menjaga 0,05 . dengan OR 3,49 . % CI : 1,51-8,. kesehatan organ reproduksi tersebut. Wanita sikap baik SARAN terhadap kesehatan organ reproduksi akan kesehatan organ reproduksi. Diharapkan agar semua wanita bersikap baik dalam menjaga kebersihan organ reproduksi dengan mencari informasi KESIMPULAN Responden akurat dan termotivasi dalam penerapan keseharian nya secara mandiri sehingga pengetahuan baik 86%, sikap positif derajat kesehatan reproduksi menjadi lebih sebanyak 59% dan melakukan tindakan perawatan organ reproduksi wanita 52%. DAFTAR PUSTAKA