SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 16 NO 2 JULY 2022 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga Perancangan Tepi Sungai Banjir Kanal Barat sebagai Taman Olahraga dan Rekreasi Designing the Bank of the West Flood Canal River as a Sports and Recreation Park | Received May 16th 2022 | Accepted June 17th 2022 | Available online June 30th 2022 | | DOI 10. 56444/sarga. 1083 | Page 65 - 72 | I Wayan Andhika Widiantara1* iwayan-andhika@untagsmg. Program Studi Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 Semarang . Indonesia1* ABSTRAK Ruang Terbuka Hijau mempunyai manfaat yang sangat penting bagi wilayah perkotaan. Salah satu manfaat yang dapat dirasakan yaitu melalui kenyamanan fisiknya yang tertata dengan baik, serta memiliki fungsi penunjang bagi warga kotanya. Bantaran sungai Banjir Kanal Barat Semarang merupakan salah satu potensi ruang terbuka hijau yang mampu dimaksimalkan melalui pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai sarana olahraga dan rekreasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana data diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi. Hasil dari studi ini adalah konsep perancangan ruang tebuka hijau dengan berdasarkan teori yang tellah dikaji lalu kemudian di intrepetasikan ke dalam sebuah gagasan desain perancangan sarana olahraga dan rekreasi. Kata kunci: perancangan, bantaran sungai, banjir kanal barat, taman olahraga, rekreasi ABSTRCT Green open space has very important benefits for urban areas. One of the benefits that can be felt is through physical comfort that is well organized, and has a supporting function for the citizens of the city. The Riverbank of Banjir Kanal Barat Semarang is one of the potential green open spaces that can be maximized through the use of green open spaces as a means of sports and recreation. This research uses a qualitative method where data is obtained by making direct observations at the location. The result of this study is a concept for designing green open spaces based on theories that have been studied and then interpreted into a design idea for designing sports and recreation facilities. Keywords: design, river banks, banjir kanal barat, sports parks, recreation I Wayan Andhika Widiantara PENDAHULUAN Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai yang terdapat di Kota Semarang. Sungai ini dijadikan sebagai drainase utama di Kota Semarang selain Sungai Banjir Kanar Timur. Selain itu sungai merupakan salah satu tempat yang alami, terbuka dan menyegarkan sehingga cocok untuk dijadikan sebagai salah satu tempat rekreasi. Disepanjang tepian sungai Banjir Kanal Barat terdapat banyak area yang belum di maksimalkan fungsinya sehingga menimbulkan kesan yang masih kurang tertata dengan baik. Menurut Widiantara . bantaran Sungai banjir kanal barat memiliki potensi yang baik, salah satunya sebagai daya tarik wisata alam, social budaya, serta minat khusus. Pada salah satu Area Bantaran Sungai Banjir Kanal Barat masih belum dioptimalkan, dimana tempat ini biasanya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk berolahraga seperti sepakbola, voli. Dan masih belum dimaksimalkannya keseluruhan area tersebut menjadikan kesan yang kurang terawat. Sehingga perlunya pemanfaatan secara maksimal pada area tersebut agar bisa lebih dimanfaatkan oleh warga sekitar dan menjadikannya sebagai salah satu ruang terbuk Pendekatan desain yang berkelanjutan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif, desain bantaran Sungai banjir kanal barat membutuhkan keterlibatan masyarakat dengan menemukan kebutuhan dan tuntutan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan desain lanskap. Tujuan dari penelitian perancangan ini yaitu mengidentifikasi potensi dan kendala pada area tapak, menyusun konsep desain lanskap tepi Sungai. REVIEW LITERATUR Penataan Ruang Kawasan Tepi Air Desain tata ruang kawasan bantaran sungai / tepi air yaitu area yang dibatasi oleh air yang dari komunitasnya dimana dalam pengembangannya memiliki kemampuan dapat memasukkan nilai dari manusia, yaitu kebutuhan akan ruang publik dan nilai alam yang baik. arr, 1. Waterfront Waterfront merupakan suatu area kawasan yang lokasinya berada dekat dengan perairan dimana terdapat satu dan atau beberapa aktivitas di area tersebut. Gagasan ide ini muncul di tahun 1970 oleh James Rouse. Beliau mengatakan bahwa pengembangan waterfront adalah sebuah konsep gagasan dalam mengembangkan daerah tepian air seperti tepi pantai, sungai, maupun danau. Menurut Prabudiantoro . bahwa kriteria umum penataan dan tata cara dalam mendesain waterfront adalah sebagai berikut: A Tempat lokasi terletak di tepi suatu area perairan yang kecil dan besar . aut, danau, sungai, dan sebagainy. A Seringkali berfungsi sebagai area perdagangan, pelabuhan, permukiman, serta A Memiliki fungsi utama untuk tempat rekreasi, selaian itu juga sebagai permukiman, industri, dan pelabuhan. A Didominasi oleh orientasi dan pemandangan ke Sungai atau perairan. A Skema pengembangannya dilakukan dengan arah vertikal horisontal. SARGA - VOLUME 16 NO. 2 JULY 2022 TAHUN Perancangan Tepi Sungai Banjir Kanal Barat sebagai Taman Olahraga dan Rekreasi Elemen Perancangan Kota Hamid Shirvani . mengklasifikasikan elemen-elemen urban design menjadi delapan kategori yaitu : Tata Guna Lahan (Land Us. Land use atau tata guna lahan merupakan ketentuan pengaturan penggunaan lahan dimana berfungsi untuk memilih dalam mengarahkan pada fungsi-fungsi tertentu, dimana pada akhirnya dapat menjelaskan tentang keseluruhan tentang suatu daerah dalam suatu Kawasan memiliki fungsi-fungsi tertentu. Bentuk dan Massa Bangunan (Building Form and Massin. Bentuk dan masa bangunan miliki ketentuan bahwa tidak hanya ditentukan oleh tinggi rendahnya bangunan, besar kecilnya bangunan, fasad bangunan, dan bentuk Namun juga ditentukan oleh sempadan bangunan, ragam fasad tampilan bangunan, warna bangunan, material bangunan, dan tekstur bangunan. Sirkulasi dan Parkir (Circulation and Parkin. Struktur dari sebuah ruang area parkir tidak boleh mengganggu aktivitas disekitarnya, area parkir sebaiknya juga memiliki fungsi sebagai pendukung kegiatan street level serta memiliki nilai visual lingkungan yang baik. Intergrasi yang baik antara pelaku parkir, dan pengguna tempat parkir yang baik. Ketersediaan parkir khusus untuk Perusahaan dan instansi yang memiliki jumlah karyawaan dengan kuantitas yang besar. Ruang Terbuka (Open Spac. Pada esensinya ruang publik memiliki ciri dan kriteria: Meaningful, mampu memberi makna dan arti bagi Masyarakat, baik secara kelompok ataupun individu. Responsive: Mampu beradaptasi untuk mengakomodasi kebutuhan kegiatan pengguna yang ada pada area-area publik. Democratic: Desain diupayakan bersifat umum, bebas, tanpa diskriminasi pengguna-pengguna tertentu A Area Pedestrian (Pedestrian Are. Area Pedestrian yang baik adalah area pedestrian yang manusiawi, mampu meningkatkan kualitas lingkungan, mampu menimbulkan dampak pengurangan terhadap pengguna kendaraan di Kawasan tersebut. Penanda (Signag. Penanda pada suatu area atau wilayah antara lainnya berupa rambu-rambu lalu lintas, reklame, dan lainnya. Dalam mendesain penanda dan menempatkannya pada suatu area harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain: Keserasian dan keseimbangan antara berbagai kepentingan . mum dan pribad. Titik lokasi yang tidak saling tumpeng tindih. Keserasian warna dan keseimbangan antar komponen bangunan, penanda lainnya A Pendukung Kegiatan (Activity Suppor. Memiliki arti adalah fasilitas-fasilitas yang memiliki fungsi sebagai fasilitas pendukung dari suatu Kawasan yang telah memiliki fungsi utama dalam hal ini adalah ruang public, dimana juga berpengaruh karakter fungsi, lokasi, penggunaan lahan. Konservasi (Concervatio. Aspek-aspek dalam konservasi bangunan antara lain masa bangunan Tunggal / banyak, struktur, dan gaya type arsitektur, serta hal yang memiliki kaitan dengan kelayakan Dalam pengkonsevasian juga harus memperhatikan keseluruhan kota dan Kawasan. SARGA - VOLUME 16 NO. 2 JULY 2022 I Wayan Andhika Widiantara METODE Adapun teknik dalam pengumpulan data yang digunakan sebagai berikut : A Data Primer Data primer didapat dengan melakukan survey primer, yaitu kegiatan untuk memperoleh data lapangan secara langsung dengan cara mengamati secara langsung lokasi studi. Pada data primer dapat berupa opini individua atau kelompok, dan hasil observasi diperoleh melalui wawancara maupun observasi. Kegiatan survey primer yang dilakukan yaitu survey kondisi fisik dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi, kemudian akan direkam untuk proses analisa. A Data sekunder Data sekunder merupakan data yang didapat dari instansi terkait seperti menyalin data dalam bentuk sudah jadi. Data sekunder lainnya dapat diperoleh melalui studi literatur untuk mendapatkan literatu yang berkaitan dengan studi. Data sekunder yang digunakan dalam studi ini yaitu dengan mencari studi literatur yang berkaitan dengan perencanaan sebagai acuan. ini menjelaskan jenis metode yang digunakan, dapat disertai rincian metode pengumpulan data dan metode analisis data yang digunakan. Pada bagian ini juga dapat dijelaskan perspektif yang mendasari pemilihan metode DATA. DISKUSI. DAN HASIL/TEMUAN Lokasi Perencanaan Lokasi perencanaan yaitu berada di tepi sungai kaligarang tepatnya berada di Jl. Gedung Batu Tim. Ngemplak Simongan. Kec. Semarang Barat. Kota Semarang. Jawa Tengah. Gambar 1. Lokasi Tepi Sungai Kaligarang Sumber: Google Maps, 2022 Kondisi Eksisting Penataan Ruang Kondisi Ruang Terbuka Hijau (Open Spac. Ruang terbuka merupakan tempat yang biasa digunakan sebagai tempat multi fungsi untuk digunakan menjadi macam-macam kegiatan yang berada di luar bangunan, dan dapat dimanfaatkan oleh setiap warga. Pada lokasi perencanaan ruang terbuka digunakan sebagai tempat untuk berolahraga dan kegiatan lainnya. Dan masih terdapat lahan yang belum dimaksimalkan sehingga menimbulkan kesan tidak tertata. SARGA - VOLUME 16 NO. 2 JULY 2022 TAHUN Perancangan Tepi Sungai Banjir Kanal Barat sebagai Taman Olahraga dan Rekreasi Gambar 2. Lokasi Tepi Sungai Kaligarang Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2022 Kondisi Pendukung Kegiatan (Activity Suppor. Berdasarkan pengamatan di loksai, area tepi sungai kaligarang digunakan sebagai tempat untuk berolahraga seperti sepakbola, voli. Di area ini juga digunakan sebagai tempat untuk gantangan burung merpati. Pada tempat ini sering ramai di kunjungi warga untuk melakukan atau sekedar melihat aktivitas olahraga. Gambar 3. Olahraga Bola Voli dan Kegiatan Gantangan Burung Merpati Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2022 Kondisi Sirkulasi dan Parkir (Circulation and Parkin. Pada lokasi belum terdapatnya parkir sehingga mengakibatkan para pengunjung yang akan melakukan kegiatan di area tersebut memarkirkan kendaraan di tepi jalan. Meskipun pada beberapa lokasi terdapat bahu jalan yang cukup lebar untuk parkir, keberadaan para pengendara bermotor yang memarkirkan kendaraannya cukup mengganggu aksesibilitas. Gambar 4. Masyarakat Parkir di Tepi Jalan Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2022 SARGA - VOLUME 16 NO. 2 JULY 2022 I Wayan Andhika Widiantara Konsep Penataan Bantaran Sungai Banjir Kanal Barat Konsep Penataan Ruang Terbuka Hijau (Open Spac. Berdasarkan pengamatan dan identifikasi di lapangan, maka didapatkan beberapa fungsi yang diperlukan dalam menciptakan ide gagasan desain anatara lain adalah sebagai fungsi olahraga dan rekreasi. Selain itu dua fungsi utama tersebut, juga diperlukan fasilitas-fasilitas penunjang yang mampu menunjang kegiatan dengan maksimal. Keterangan. Lapangan Sepak Bola. Tribun Penonton. Lapangan Voli. Lapangan Basket. Taman & Playground. Amphiteater. Parkir Motor & Mobil Gambar 5. Konsep Penataan Taman Tepi Sungai Kaligarang Sumber: Analisa Penulis, 2022 Konsep Penataan Pendukung Kegiatan (Activity Suppor. Pendukung kegiatan tidak berupa menyediakan jalan, pedestrian, plaza, tetapi juga harus mempertimbangkan fungsi utama. Pada area taman ini akan direncanakan pembuatan taman bermain anak dan area food court sebagai salah satu penunjang di area taman ini. Gambar 6. Konsep Penataan Activity Support (Lapangan Olahraga & Playgroun. Sumber: Analisa Penulis, 2022 Konsep Penataan Sirkulasi dan Parkir (Circulation and Parkin. Sirkulasi pada jalan menuju ke arah taman akan disesain ulang dengan menambahkan pedestrian di sisi jalan. Sementara itu untuk tempat parkir akan dibuat 2 titik dikarenakan area taman dapat dijangkau melalui dua arah. Dua tempat parkir ini bertujuan untuk mempermudah para pengunjung untuk menjangkau tempat parkir dari 2 arah. SARGA - VOLUME 16 NO. 2 JULY 2022 TAHUN Perancangan Tepi Sungai Banjir Kanal Barat sebagai Taman Olahraga dan Rekreasi Gambar 7. Konsep Penataan Sirkulasi dan Parkir (Jalan & Tempat Parki. Sumber: Analisa Penulis, 2022 Konsep Penataan Penanda (Signag. Penanda (Signag. di lokasi akan di sebar seperti diletakkan di pertigaan jalan masuk ke area taman sebagai tanda adanya taman di area tersebut. Adanya penanda pintu masuk dan arah tempat parkir sebagai penunjuk untuk parkir dan juga terdapat beberapa penanda lainnya yang tersebar di area taman sebagai penunjuk informasi bagi para pengunjung. Gambar 8. Konsep Penataan Penanda (Signag. Sumber: Analisa Penulis, 2022 Konsep Penataan Aksesibilitas Aksesibilitas dalam perancangan kawasan merujuk pada upaya untuk membuat suatu kawasan atau area perkotaan lebih mudah diakses dan digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, sensorik, atau mobilitas. Konsep aksesibilitas dalam perancangan kawasan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, ramah lingkungan, dan dapat diakses oleh semua orang. Aksesibilitas . intu keluar masu. ke dalam taman akan di sebar di berapa titik untuk memudahkan jangkauan para pengunjung. Konsep penataan aksesibilitas akan terintegrasi dengan konsep penataan penanda. Gambar 9. Konsep Penataan Aksesibilitas Sumber: Analisa Penulis, 2022 SARGA - VOLUME 16 NO. 2 JULY 2022 I Wayan Andhika Widiantara KESIMPULAN Pada area bantaran sungai banjir kanal barat ini dapat dimaksimalkan untuk beberapa aktivitas seperti berolahraga dan rekreasi. Pemanfaatan bantaran sungai bertujuan agar lebih bisa dioptimalkan dan dapat digunakan oleh warga sekitar. Dalam area ini direncanakan terdapat beberapa fasilitas-fasilitas seperti lapangan sepakbola, lapangan futsal, lapangan voli, lapangan basket, area gym, amphiteater, tempat bermain anak, tempat parkir, toilet, dan pedestrian. DAFTAR PUSTAKA Julianty. Perancangan Rth Bantaran Sungai Kecamatan Dumbo Raya dengan Pendekatan Arsitektur Semiotika. RADIAL: Jurnal Peradaban Sains. Rekayasa dan Teknologi, 7. , 62-73. Prabudiantoro. Kriteria Citra Waterfront City. Thesis. Universitas Dipenogoro 1997 Purnomohadi. Ruang Terbuka Hijau sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota. Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta Shirvani. An evaluation of the urban design review process. Princeton University. Tomigolung. Rondonuwu. , & Rogi. Penataan Ruang Kawasan Tepi Sungai Tondano Di Segmen Kampung Tubir Sampai Jembatan Miangas Di Manado. SPASIAL, 5. , 32-45. Widiantara. Herlangga. Adani. Muhammad. Potensi Wisata Di Bantaran Sungai Banjir Kanal Barat Semarang. Modul, 20 . , 49-56 UCAPAN TERIMA KASIH