JIGE 2 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR GUGUS I MASBAGIK SELATAN LOMBOK TIMUR Made Ayu Pransisca1. Munawir Gazali2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Pendidikan Nusantara Global, (Lombok Tenga. , (Indonesi. 1,2 History Article ABSTRACT Article history: Received Mei 3, 2021 Approved Juni 20, 2021 Keywords: SAVI. Media. Attitudes. Outcomes Scientific Learning This study was aimed at finding out the effect of problem learning SAVI model of media assist environment to scientific attitudes and learning outcomes of science the fifth grade students of elementary school cluster 1 south Masbagik. This study used a quasi-experiment design with Single Factor Independent Groups Design. The population consisted of 201 students. The sample was 65 students determined by random sampling technique. The data on the students scientific attitude were collected with an The data on the studentsAo science learning outcomes were collected with a test. The data were analyzed using MANOVA aided with SPSS 16. 00 for windows. The results showed that. First, the studentsAo scientific attitude of those who joined the problem Savi learning model of media assist environment was significantly better than that of those who joined conventional teaching model (F=15. p < 0. secondly, the studentsAo science learning outcomes of those who joined problem Savi learning model of media assist environment was significantly better than those who joined conventional teaching model (F=39. p < 0. and thirdly, simultaneously, scientific attitude and science learning outcomes of the students who joined problem Savi learning model of media assist environment was significantly better than that of those who joined conventional teaching model (F= 31. p < 0. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem learning model SAVI media assist environment terhadap sikap ilmiah dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus 1 Masbagik Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan Single Factor Independent Groups Design. Populasi terdiri dari 201 siswa. Sampel penelitian adalah 65 siswa yang Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA- 58 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . ditentukan dengan teknik random sampling. Data sikap ilmiah siswa dikumpulkan dengan angket. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes. Data dianalisis menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 16. 00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Pertama, sikap ilmiah siswa yang mengikuti model pembelajaran Savi masalah lingkungan berbantuan media secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F=15. p < 0,. kedua, hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran problem savi media assist environment secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F=39,123. p < 0,. dan ketiga, secara simultan sikap ilmiah dan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran Savi masalah media assist environment secara signifikan lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F= 31,207. p < 0,. A 2021 Jurnal Ilmiah Global Education *Corresponding author email: madeayu2011@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan dan meningkatkan potensi yang dimilikinya. Setiap manusia dilahirkan mempunyai potensi dalam dirinya, oleh sebab itu perlu dilakukan suatu usaha yang dapat membantu manusia mengenali potensi dirinya dan mengembangkan bakatnya. Pernyataan ini didukung oleh Ki Hajar Dewantara . alam Dantes, 2. yang menyatakan bahwa Aupendidikan adalah memanusiakan manusia. Pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, karena peningkatan kecakapan dan kemampuan diyakini sebagai faktor pendukung upaya manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Peran lembaga pendidikan dalam kaitannya dengan pembangunan sumber daya manusia dapat dilihat dan dirumuskan dalam konsepsi intellectual formation, yang merupakan kapasitas dari suatu bangsa untuk berpartisipasi dalam kehidupan modern yang dituntut dalam suatu masyarakat terbuka. Artinya, semakin banyak manusia terdidik, maka secara signifikan akan berdampak pula kepada kemampuan suatu bangsa dalam mengungkapkan jati dirinya dalam pergaulan global. Jika setiap warga negara telah mampu menjadikan dirinya sebagai manusia terdidik dan terlatih dalam standar internasional, maka akan semakin tampak upaya yang bisa dilakukan oleh suatu bangsa dalam meningkatkan mutu kehidupan bangsa dan negaranya. Oleh karenanya, diperlukan sistem pendidikan yang bersifat Pendidikan juga merupakan suatu proses dan modal dasar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu membudayakan suatu masyarakat kearah sistem berpikir menurut acuan norma dan budaya tertentu yang relevan dengan tuntutan zaman. Hal tersebut sejalan dengan konsep pemikiran Dorina . menyatakan bahwa. AuPersiapan sumber daya manusia dan energi adalah kepedulian setiap manusia dan pendidikan lingkungan penting untuk menjamin gaya hidup yang berkelanjutan dalam jangka panjangAy. Menurut Hamalik . Aupendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekuat dalam kehidupan masyarakat dan kemajuan bangsaAy. Kemajuan pendidikan suatu bangsa dapat Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 59 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . dilihat dari pelaksanaan pendidikan di negaranya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pendidikan dan pengajaran berbagai disiplin ilmu, kesenian, dan kemampuan/keterampilan. Salah satu disiplin ilmu yang harus dipelajari adalah IPA. AuPendidikan IPA adalah suatu upaya untuk membelajarkan peserta didik untuk memahami hakikat IPA sebagai produk, proses, dan mengembangkan sikap ilmiah serta sadar akan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat untuk mengembangkan sikap dan tindakan berupa aplikasi IPA yang positifAy (Mariana dan Praginda 2. Bertalian dengan konsepsi Pendidikan IPA. Hacieminoglu . menyatakan salah satu tujuan pendidikan IPA adalah Auuntuk mengembangkan sikap positif terhadap IPA terlepas dari perbedaan individu serta kepercayaan dan nilai yang dimiliki tentang usaha IPA di sekolah maupun dampak IPA terhadap masyarakatAy. Oleh sebab itu. Pendidikan IPA hendaknya ditekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi siswa agar mampu menjelajahi dan memahami pengelolaan lingkungan hidup atau alam sekitar secara ilmiah. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan pengertian lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan prilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (Pasal 1 ayat . Lingkungan adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku makhluk hidup. Segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung juga merupakan pengertian lingkungan. Secara garis besar ada 2 . macam lingkungan yaitu lingkungan fisik . dan lingkungan biotik. Pertama, lingkungan fisik . adalah segala benda mati dan keadaan fisik yang ada di sekitar individu misalnya batu-batuan, mineral, air, udara, unsur-unsur iklim, kelembaban, angin dan lain-lain. Kedua, lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup yang ada di sekitar individu baik manusia, hewan dan tumbuhan. Tiap unsur biotik, berinteraksi antar biotik dan juga dengan lingkungan fisik atau lingkungan abiotik, sehingga lingkungan menjadi hidup dan menjadi satu kesatuan baik semua benda hidup dan benda mati. Perkembangan IPTEK justru memberikan peningkatan hasil kebangkrutan lingkungan. Anak-anak muda tidak mengabaikan atau kurang sensitif terhadap lingkunganAy (Gunamantha, 2010:. Hal ini tidak terlepas dari cara pembelajaran dan pengajaran yang dilakukan oleh lembaga pendidik. Salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan sensitifitas terhadap lingkungan di kalangan anak-anak adalah dengan memanfaatkan lingkungan dalam proses Peran lingkungan dan alam sekitar dalam proses pembelajaran sangatlah penting. Alam mampu memberikan kegembiraan kepada para siswa karena pada dasarnya anak usia SD taraf perkembangan intelektualnya termasuk kategori operasional konkret, dengan memanfaatkan lingkungan sekitar dalam proses pembelajaran, maka siswa dapat memperoleh pengalaman konkret sehingga diharapkan lebih mudah dalam memahami konsep pembelajaran. Sehingga lingkungan efektif digunakan sebagai media dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Menurut Hafez . menyatakan Aubahwa salah satu tujuan yang paling penting dari proses pembelajaran IPA adalah untuk mengajarkan kepada siswa terlibat dalam penyelidikan, mengintegrasikan keterampilan, pengetahuan, dan sikap untuk mengembangkan pemahaman dan sikap ilmiah yang lebih baikAy. Menurut Purnama . Ausikap ilmiah merupakan sikap yang dibentuk oleh orang yang berkecimpung dalam ilmu alamiah dan bersifat ilmiahAy. Sikap ilmiah siswa dalam proses pembelajaran IPA sangat diperlukan, terutama dalam penyelesaian masalah-masalah IPA yang memerlukan suatu pembuktian dan langkah-langkah terstruktur. Sikap ilmiah merupakan salah satu aspek psikis siswa yang sangat penting untuk di pupuk dan dikembangkan. Sikap ilmiah adalah salah satu komponen yang penting dalam pembelajaran IPA yang antara lain berupaya untuk mendidik siswa yang berilmu dan berketerampilan yang unggul serta Auopen mindedAy memiliki etos kerja yang tinggi, melatih melakukan penelitian sesuai metode ilmiah dan belajar dengan mengaplikasikan pengetahuan terbaiknya, mempunyai sikap disiplin, jujur, dan Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 60 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . Kenyataan yang ada di lapangan menunjukkan bahwa. Sikap Ilmiah yang dimiliki oleh siswa belum berkembang secara optimal, hal tersebut didukung oleh hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Indonesia tahun 2014 (Administrator, 2. menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) dan sikap ilmiah masih berkisar pada angka 0,57 . ari angka mutlak . Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya berperilaku peduli lingkungan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari serta belum optimalnya atau masih rendahnya pengembangan sikap ilmiah siswa. Selain itu, peneliti juga melakukan observasi dan wawancara dengan wali kelas V di masing-masing Sekolah Dasar Gugus I mengenai rendahnya sikap ilmiah dan hasil belajar IPA. Berdasarkan data hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan, dapat diidentifikasi bahwa terdapat beberapa gejala/faktor yang menyebabkan rendahnya sikap ilmiah dan hasil belajar IPA siswa, yaitu . proses pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada guru dengan didominasi metode ceramah dan tanya jawab. masih rendahnya sikap ilmiah siswa terutama dalam hal memberikan ideide/pendapat, sikap optimis, kreatifitas, rasa ingin tahu dan keaktifan siswa yang masih kurang dalam proses pembelajaran. saat diberikan suatu permasalahan yang nyata . , siswa belum bisa memadukan dengan pembelajaran teoritis. siswa masih kurang dalam menyimpulkan materi dengan menggunakan kata-kata sendiri. siswa mudah mengantuk dan kehilangan konsentrasi sehingga daya bersaing untuk unggul belum terlihat. kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar/media dalam proses pembelajaran. Berdasarkan paparan di atas membuktikan bahwa masih rendahnya sikap ilmiah dan hasil belajar IPA siswa. Menyadari adanya permasalahan yang ditemukan di masing-masing Sekolah Dasar Gugus I maka salah satu upaya/solusi yang dapat ditawarkan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar IPA siswa adalah dengan menerapkan kegiatan dan bahan pembelajaran yang dapat menciptakan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran tidak hanya fokus pada pemberian kemampuan pengetahuan teoritis, tetapi bagaimana agar pengalaman belajar peserta didik senantiasa terkait dengan permasalahan aktual yang terjadi di lingkungannya (Rusman, 2. Kegiatan dan bahan pembelajaran harus sesuai dengan lingkungan peserta didik serta terkait pengalamannya dari interaksi dengan lingkungan, sehingga pembelajaran harus berisi bahan dan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar untuk mengeksplorasi lingkungannya secara aktif. Media pembelajaran yang berbantuan pada lingkungan dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA. Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari So-matic yang bermakna gerakan tubuh . ands-on, aktivitas fisi. di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melalui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemontrasikan, membaca, menggunakan media alat dan alat peraga. dan Intellectualy yang bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir . inds-o. belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkostruksi, memecahkan masalah, dan Beranjak dari paradigma tersebut, dilaksanakan sebuah penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Savi berbantuan media lingkungan, maka peneliti memasukkan ide ini ke dalam penelitian yang berjudul AuPengaruh Model Pembelajaran Savi Berbantuan Media Lingkungan Terhadap Sikap Ilmiah Dan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Gugus I Masbagik Selatan Lombok TimurAy. Mengingat masalah tersebut sangat penting, maka dilakukan penelitian dengan tujuan: . Untuk menganalisis dan mendeskripsikan perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Savi berbantuan media lingkungan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V sekolah dasar gugus I Masbagik Selatan Lombok Timur, . Untuk menganalisis dan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 61 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . mengikuti model pembelajaran Savi berbantuan media lingkungan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V sekolah dasar gugus I Masbagik Selatan Lombok Timur, dan . Untuk menganalisis dan mendeskripsikan perbedaan sikap ilmiah dan hasil belajar IPA secara simultan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Savi berbantuan media lingkungan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V sekolah dasar gugus I Masbagik Selatan Lombok Timur. METODE Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Jenis penelitian ini dikategorikan penelitian eksperimen semu . uasy exsperimen. , hal tersebut dikarenakan dalam penelitian ini tidak semua variabel dan kondisi eksperimen dapat dikontrol secara ketat, dengan kata lain tidak mungkin memanipulasikan semua variabel yang relevan. Adapun desain kuasi eksperimental yang digunakan adalah non-equivalent control group design. Desain penelitian ini sering menggunakan intact group seperti kelas yang menyebabkan randomisasi individu tidak dapat dilakukan. Dalam metode eksperimen ini, model pembelajaran SAVI berorientasi media lingkungan merupakan variabel independen sedangkan sikap ilmiah dan hasil belajar IPA siswa merupakan variabel Penelitian dilakukan tanpa mengacak individu yang ada, namun hanya mengacak kelas yang telah tersedia untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol Berikut gambar tahapan penelitian ini yaitu: Studi Pendahuluan Perumusan Validasi instrumen Pembuatan Pre-test dan posttest Revisi instrumen Kesimpulan Analisis dan Pembahasan Pelaksanaan eksperimen dilakukan dengan cara melaksanakan model pembelajaran yang diinteraksikan dengan assesmen pada masing-masing kelompok perlakuan. Untuk kelompok eksperimen akan diberikan perlakuan berupa penerapan model pembelajaran SAVI berorientasi media lingkungan, sedangkan untuk kelompok kontrol akan diberikan pembelajaran Setelah diberikan perlakuan kepada masing-masing kelas, pada akhir penelitian kedua kelas diberikan post-test untuk mengambil data pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tentang sikap ilmiah dan hasil belajar siswa. Langkah selanjutnya setelah melaksanakan eksperimen adalah menganalisis data yang diperoleh dari hasil post-test kedua kelompok sampel Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 62 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . untuk menguji hipotesis. Data yang diperoleh dari analisis tersebut merupakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan sehingga dari hasil data tersebut dapat ditarik kesimpulan. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode non tes dan metode tes. Uji validitas isi dicari dengan cara membuat blue print atau kisi-kisi yang dilanjutkan dengan meminta penilaian ahli . xpert judgeme. Validitas Isi A B C D (Candiasa, 2011:. Keterangan: = banyaknya item menurut kedua judges tidak relevan = banyaknya item yang dianggap relevan oleh judges pertama dan tidak relevan oleh judges kedua = banyaknya item yang dianggap relevan oleh judges pertama dan tidak relevan oleh judges kedua = banyaknya item yang dianggap relevan oleh kedua ahli Koefisien validitas isi bergerak dari 0-1 dengan kriteria sebagai berikut. 0,80 Ae 1,00 = sangat tinggi 0,60 Ae 0,79 = tinggi 0,40 Ae 0,59 = sedang 0,20 Ae 0,39 = rendah 0,00 Ae 0,19 = sangat rendah Validitas Isi Sikap Ilmiah Dengan demikian dari hasil perhitungan diperoleh koefisien validitas sikap ilmiah bernilai 1. Validitas Isi Hasil Belajar IPA HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil analisis data statistik deskriptif disajikan pada tabel 4. Tabel 4. 3:Rekapitulasi Hasil Perhitungan tentang Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar IPA Kelompok Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Lingkungan dan Kelompok yang Mengikuti Model Pembelajaran Konvensional Variabel A1Y1 A1Y2 A2Y1 A2Y2 Statistik Mean 148,06 26,18 138,45 19,15 Median 149,00 26,00 136,00 20,00 Modus Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 63 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . Standar Deviasi 9,094 3,788 10,305 5,154 Varians 82,706 14,351 106,193 26,570 Range Skor minimum Skor maximum Data sikap ilmiah siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan (A1Y. menunjukkan skor minimal 130, skor maksimal 170, rentangan 40, rata-rata . sebesar 148,06, standar deviasi sebesar 9,094, modus sebesar 145, dan median sebesar 149,00. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, sikap ilmiah siswa yang mengikuti model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan dapat digambarkan pada grafik histogram berikut. 133 140 147 154 161 168 Nilai Tengah Gambar 4. 4: Histogram Distribusi Frekuensi Sikap Ilmiah Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Lingkungan. Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa Sikap Ilmiah Siswa Yang Mengikuti Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Lingkungan termasuk pada kategori AutinggiAy. Data hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan (A1Y. menunjukkan skor minimal 18, skor maksimal 32, rentangan 14, ratarata . sebesar 26,18, standar deviasi sebesar 3,788, modus sebesar 28, dan median sebesar 26,00. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan dapat digambarkan pada grafik histogram berikut. Nilai Tengah Gambar 4. 5: Histogram Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPA Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Lingkungan. Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 64 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa Hasil Belajar IPA Siswa Yang Mengikuti Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Lingkungan termasuk pada kategori AutinggiAy. Data sikap ilmiah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (A2Y. menunjukkan skor minimal 121, skor maksimal 161, rentangan 40, rata-rata . sebesar 138,45, standar deviasi sebesar 10,305, modus sebesar 133, dan median sebesar 136,00. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, sikap ilmiah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dapat digambarkan pada grafik histogram berikut. 124 131 138 145 152 159 Nilai Tengah Gambar 4. 6: Histogram Distribusi Frekuensi Sikap Ilmiah Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran Konvensional. Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa Sikap Ilmiah Siswa Yang Mengikuti Model Pembelajaran Konvensional termasuk pada kategori AutinggiAy. Data hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (A2Y. menunjukkan skor minimal 11, skor maksimal 28, rentangan 17, rata-rata . sebesar 19,15, standar deviasi sebesar 5,154, modus sebesar 22, dan median sebesar 20,00. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dapat digambarkan pada grafik histogram berikut. 12 15 18 21 24 27 Nilai Tengah Gambar 4. 7: Histogram Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPA Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran Konvensional. Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa Hasil Belajar IPA Siswa Yang Mengikuti Model Pembelajaran Konvensional termasuk pada kategori AusedangAy. Perbedaan Sikap Ilmiah antara Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Lingkungan dengan Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran Konvensional Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, memiliki nilai F sebesar 15,847 dengan nilai signifikansi 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Itu berarti pula bahwa hipotesis nol yang menyatakan tidak terdapat perbedaan sikap ilmiah siswa yang mengikuti model Pembelajaran Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 65 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . SAVI berbantuan media lingkungan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. AuditolakAy. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan sikap ilmiah siswa yang mengikuti model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian lain yang mendukung temuan ini adalah Ayu Surya . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan sikap ilmiah dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran Penelitian lainnya yang mendukung temuan ini adalah Wikut Deniarti . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan sikap ilmiah dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional. Temuan penelitian lainnya yang sejalan dengan penelitian ini didukung oleh penelitian Melek Demiral & Miray Dagyar . yang menyatakan bahwa, terdapat perbedaan sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional. Penelitian lainnya yang juga mendukung temuan ini adalah Dyan Wulan Sari . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses dan sikap ilmiah dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional. Model Pembelajaran SAVI adalah suatu model pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, belajar secara mandiri, dan menuntut keterampilan berpatisipasi dalam tim. Proses pemecahan masalah dilakukan secara kolaborasi dan disesuaikan dengan kehidupan. Pembelajaran SAVI digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi dalam situasi berbantuan masalah termasuk di dalamnya bagaimana tentang Penerapan model Pembelajaran SAVI dimulai dengan masalah secara individual maupun kelompok. Masalah yang dihadapkan yaitu masalah yang konseptual untuk dicari Masalah berasal dari dunia nyata yang berhubungan dengan kehidupan siswa sehari-hari yang tidak asing bagi kehidupan siswa bersangkutan. Organisasi materi pembelajaran disesuaikan dengan masalah, guru memediasi dan memfasilitasi pembelajaran. Siswa terbentuk dalam kelompok-kelompok, siswa diberikan tanggung jawab untuk mengarahkan pembelajaran, serta siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Pembelajaran SAVI menyajikan kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna, masalah yang dapat diambil yakni masalah yang berkaitan dengan lingkungan yang akan dijadikan sebagai media atau bahan ajar pembelajaran. Sehinga sesuai dengan sintak model Pembelajaran SAVI tersebut sangat cocok dengan sikap ilmiah. Dalam sikap ilmiah suatu kegiatan yang berhubung dengan konsep yang diberikan atau masalah yang dipaparkan yang secara tidak langsung meningkatkan kemampuan sikap ilmiah siswa seperti: sikap jujur, terbuka, toleran, skeptis, optimis, pemberani, kreatif, dan peduli lingkungan. Hal ini didukung oleh data yang dikumpulkan melalui kuesioner dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan sangat efektif diterapkan untuk meningkatkan sikap ilmiah Perbedaan Hasil Belajar IPA antara Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Lingkungan dengan Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran Konvensional Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, memiliki nilai F sebesar 39,123 dengan nilai signifikansi 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Itu berarti pula bahwa hipotesis nol yang menyatakan tidak terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. AuditolakAy. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 66 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model Pembelajaran SAVIberbantuan media lingkungan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Temuan penelitian ini sejalan didukung oleh penelitian Wijaya . yang menyatakan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional. Penelitian lain yang mendukung temuan ini adalah Ayu Surya . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional. Penelitian lain yang juga mendukung temuan ini adalah Ratelit Tarigan . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran Penelitian lain yang juga mendukung temuan ini adalah Zulkarnaen . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional. Dalam peningkatan hasil belajar IPA, tentu berbagai usaha guru dilakukan, seperti penggunaan berbagai model pembelajaran inovatif yang dimaksudkan untuk mengaktifkan belajar serta meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam hal ini penggunaan model Pembelajaran SAVI dalam pembelajaran IPA siswa, dipandang sesuai karena model Pembelajaran SAVIdimulai dengan penyampaian masalah kepada siswa, yang tentu saja masalah tersebut sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta permasalahan yang terjadi sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa dengan kata lain masalah yang autentik yang ada di sekitar lingkungan siswa. Dan akhirnya dipecahkan sendiri oleh siswa pula. Diharapkan siswa mendapatkan konsep-konsep sesuai tujuan pembelajaran. Model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan merupakan model pembelajaran yang mampu menggiatkaan peserta didik untuk berpikir secara aktif, kreatif, dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, untuk merumuskan hipotesis terhadap masalah yang dihadapi dengan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. Model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan lebih mengutamakan peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan pada dirinya, mendorong peserta didik menemukan pengetahuan melalui interaksi dengan Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan sangat efektif diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA siswa. Perbedaan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar IPA antara Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media Lingkungan dengan Siswa yang Mengikuti Model Pembelajaran Konvensional Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, yang menunjukkan bahwa harga F untuk PillaiAos Trace. WilksAo Lambda. HotellingAos Trace, dan RoyAos Largest Root memiliki nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05. Dengan rata-rata skor sikap ilmiah siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan adalah 148,06 lebih besar daripada skor rata-rata siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional yaitu sebesar 138,45, dan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan adalah 26,18 lebih besar daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional yaitu sebesar 19,15. Jadi hipotesis nol yang berbunyi tidak terdapat perbedaan Sikap Ilmiah dan hasil belajar IPA secara simultan antara siswa yang mengikuti Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. AuditolakAy dan hipotesis alternatif AuditerimaAy. Dengan demikian, terdapat perbedaan Sikap Ilmiah dan hasil belajar IPA secara simultan antara siswa yang mengikuti Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Temuan penelitian ini sejalan didukung oleh penelitian Wijaya . yang menyatakan bahwa, terdapat perbedaan sikap ilmiah dan hasil belajar dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVIdan model pembelajaran konvensional. Penelitian lain yang mendukung Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Berbantuan Media LingkunganA - 67 Made Ayu Pransisca & Munawir Gazali / Jurnal Ilmiah Global Education 2 . temuan ini adalah Ayu Surya . yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan sikap ilmiah dan hasil belajar dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional. Temuan penelitian lain yang sejalan dengan penelitian ini didukung oleh penelitian Sunariyati . yang menyatakan bahwa, terdapat perbedaan sikap ilmiah dan hasil belajar dalam pembelajaran IPA secara signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional. Model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan merupakan model pembelajaran yang mampu menggiatkaan peserta didik untuk berpikir secara aktif, kreatif, dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, untuk merumuskan hipotesis terhadap masalah yang dihadapi dengan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. Model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan lebih mengutamakan peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan pada dirinya, mendorong peserta didik menemukan pengetahuan melalui interaksi dengan Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa sikap ilmiah dan hasil belajar IPA Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan lebih baik dari kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran KESIMPULAN Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap ilmiah dan hasil belajar IPA pada siswa kelas V Sekolah Dasar di Gugus I Masbagik Selatan. Berdasarkan temuan-temuan dan simpulan yang telah dikemukakan di atas, adapun saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Bagi Siswa. Siswa hendaknya mampu mengemukakan permasalahan - permasalahan ataupun kendala-kendala yang dihadapinya dalam proses pembelajaran. Hal ini bertujuan agar permasalahan-permasalahan ataupun kendalakendala yang dihadapi oleh siswa dapat diberikan solusi yang optimal oleh guru. Bagi Guru. Guru hendaknya mampu memahami dan mengerti kendala-kendala yang dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran, sehingga guru dapat memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi kendala tersebut. Guru hendaknya selalu menggunakan model-model yang inovatif dalam proses pembelajaran dan melakukannya secara kontinue/berkelanjutan, supaya siswa tidak jenuh dan menjadi senang dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, guru juga harus kreatif, cerdas, dan berinovasi dalam membuat soal permasalahan yang realistik guna siswa lebih mudah mengerti. Bagi Kepala Sekolah. Kepala sekolah hendaknya selalu memberikan dukungan terhadap inovasi-inovasi yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran. Selain itu kebijakan yang dikeluarkan oleh kepala sekolah hendaknya memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kemampuan guru maupun Bagi Peneliti Lain. Model pembelajaran SAVI berbantuan media lingkungan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap ilmiah dan hasil belajar IPA pada siswa kelas V Sekolah Dasar Di Gugus I Masbagik Selatan, sehingga peneliti lain hendaknya mengembangkan model pembelajaran SAVI di berbagai tempat guna untuk meningkatkan kulitas pembelajaran di DAFTAR PUSTAKA