Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 INTEGRASI PENDEKATAN GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI SMAN Umsiyah1. Ketut Prasetyo2. Sukma Perdana Prasetya3 Pascasarjana Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya. Indonesia e-mail :24041315008@mhs. id, ketutprasetyo@unesa. id, sukmaperdana@unesa. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganaliisis penerapan metode pendekatan group investigation (GI) dalam meningkatkan keterampilan analisis mobilitas penduduk di Indonesia pada pembelajaran geografi kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Ngraho. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-postest control group design. Data penelitian di dapatkan melalui Data penelitian ini diperoleh melalui penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngraho. Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GI secara signifikan meningkatkan kemampuan analisis, dengan skor yang meningkat dari 60 pada awalnya menjadi 68 pada siklus I, 75 pada siklus II, dan 82 pada siklus i. Hal ini menunjukkan keefektifannya dalam membantu siswa memahami migrasi, urbanisasi, dan distribusi penduduk. GI juga meningkatkan keterampilan sosial seperti komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Terlepas dari tantangan awal seperti terbatasnya pemahaman tentang metode dan waktu diskusi, para siswa menjadi semakin terlibat. Penelitian ini menggarisbawahi GI sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan kemampuan analisis dalam pendidikan geografi. Kata Kunci : Group Investigasi . Hasil Belajar Geografi ABSTRACT This study aims to analyse the application of the group investigation (GI) approach method in improving the analysis skills of population mobility in Indonesia in geography learning class XI IPS at SMA Negeri 1 Ngraho. This study uses a quantitative approach with a pretest-postest control group design, research data obtained through classroom action research conducted at SMA Negeri 1 Ngraho. Bojonegoro. The results showed that the GI method significantly improved analytical skills, with scores increasing from 60 initially to 68 in cycle I, 75 in cycle II, and 82 in cycle i. This shows its effectiveness in helping students understand migration, urbanisation and population GI also enhances social skills such as communication, collaboration and leadership. Despite initial challenges such as limited understanding of the method and discussion time, the students became increasingly This research underlines GI as an innovative approach to improving analytical skills in geography Keywords: Group Investigation. Geography Learning Outcomes PENDAHULUAN Perkembangan pendidikan di era globalisasi terutama pada pendidkan abad 21 menuntut adanya kemampuan untuk berpkir kriris komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas agar dapat beradaptasi dengan perubahan Keterampilan-keterampilan ini memiliki peran penting dalam proses pembelajaran (Mahardika. Hidayati, & Aulia, 2. Namun, di dalam konteks pendidikan IPS , keterampilan berpikir kritis menjadi salah satu yang paling krusial untuk dikuasai (Mirna. Mudjiran. Aysi, & Murni, 2. Pada kelas XI, geografi dalam Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan kompetensi siswa yang tidak hanya mencakup pengetahuan. Namun kemampuan dalam berpikir kritis dan keterampilan dalam menyelesaikan masalah juga sangat penting. Materi yang diajarkan mencakup berbagai topik seperti perubahan sosial dan dampaknya terhadap ruang, persebaran penduduk, interaksi antara manusia dan lingkungan, serta isu-isu global seperti globalisasi, perencanaan wilayah, dan dampak perubahan iklim. Pendidikan geografi di Indonesia membantu siswa memahami dinamika sosial ekonomi, salah satunya melalui keterampilan analisis mobilitas penduduk. (Rainald & Matthias, 2. Mobilitas penduduk, yang mencakup migrasi, urbanisasi, dan distribusi populasi, adalah fenomena penting dalam memahami perubahan demografis di suatu wilayah. (Lasaiba, 2. maka, esensial diperlukan pendekatan pembelajaran yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan analisis mereka dengan cara yang Pendekatan Group Investigation (GI) menjadi salah satu metode yang dapat membantu siswa menguasai keterampilan ini. Kurikulum IPS (Ilmu Pengetahuan Sosia. di Merdeka kelas XI berfokus pada pengembangan pemahaman siswa tentang https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 75 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 isu-isu sosial, geografi, dan ekonomi, serta interaksi manusia dengan lingkungan. Dalam bidang geografi, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menganalisis bangunan dan tempat, serta memahami hubungan antara manusia dan lingkungan di berbagai tingkatan, baik lokal, nasional, maupun global. (Kemendikbud, 2. Dalam rangka kebijakan pembelajaran di tingkat satuan pendidikan, diperkenalkan asesmen nasional berbasis komputer untuk membantu merancang program yang lebih baik, yang dikenal dengan perencanaan yang mengutamakan data. (Waseso. Sekarinasih, & Prasetyo, 2. Esensi utama pembelajaran geografi Kurikulum Merdeka pengembangan karakter dan keterampilan abad ke-21. Siswa didorong untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran melalui proyek, penelitian, dan kegiatan lapangan yang menghubungkan teori dengan praktik serta memperdalam pemahaman mereka tentang kondisi geografis di sekitar mereka dengan bimbingan kreativitas guru dalam proses (Guswita. Aprizan. Subhanadri, 2. Kreativitas guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. guru yang kreatif dapat memilih dan (Prasetya, 2. yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa, serta pengetahuan umum, materi, dan gaya (Widyaningrum & Endang Siswati, 2. Guru berusaha menciptakan suasana belajar yang seru, kreatif, dan menyenangkan, sehingga siswa merasa tertarik dan termotivasi untuk terus belajar. Kreativitas guru sangat penting karena guru merupakan sumber utama pembelajaran di kelas. Di sekolah dasar, pendidik perlu memahami bahwa siswa cenderung aktif dan lebih suka belajar lewat pengalaman langsung. Untuk itu, guru harus mampu menciptakan cara mengajar yang kreatif, menyenangkan, dan menarik, supaya siswa bisa lebih mudah memahami materi. (Muliyantini & Parmiti, 2. Salah Satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk krativitas guru dalam (Musthofa. Prasetyo. Purnomo, 2. adalah dengan menggunakan Pendekatan Group Investagion (GI) dimana penerapan GI ini melibatkan siswa dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah bersama-sama. Dalam metode ini, siswa menganalisis data, dan mempresentasikan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 hasil kerja mereka. GI berfokus pada keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, yang dapat mendorong pemahaman yang lebih mendalam melalui diskusi, penelitian, dan kolaborasi (Johnson & Johnson, 2. Pendekatan ini tidak hanya mendorong siswa akademik, tetapi juga keterampilan sosial (Angraini. Walid. Ansyah. Ikhsan, & Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu Tadris Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu, 2. Pendekatan ini tidak hanya keterampilan sosial seperti komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Dengan melibatkan siswa dalam tugas kolaboratif. GI dapat membuat pengalaman belajar menjadi lebih seru dan menyenangkan bagi siswa (Susanti. Sutisnawati. Nurasiah, & Kritis, 2. Observasi Awal peneliti menunjukkan keterampilan analisis siswa dalam memahami fenomena mobilitas penduduk. Dengan pembelajaran berbasis masalah, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis dalam memecahkan masalah geografi, selain itu, pendekatan ini mendorong kolaborasi dan komunikasi yang efektif antar anggota kelompok, yang berkontribusi pada peningkatan pemahaman kolektif terhadap materi pelajaran ( Obs, 10 Januari 2. Model pembelajaran Group Investigation (GI) berfokus pada interaktivitas di antara para siswa, pemecahan masalah, dan kerja sama tim dalam mengembangkan pengetahuan mereka sendiri. Situasi ini mengharuskan karyawan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan bekerja dalam (Kurniasih & Sani, 2. Menurut model pembelajaran GI, ada tiga konsep utama: penelitian, pemahaman, dan dinamika Penelitian mengacu pada proses dimana siswa merespon dan memecahkan Pengetahuan mencakup pengalaman belajar yang diperoleh siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, pengelompokan dinamis menunjukkan manfaat dari interaksi kelompok, yang mencakup pertukaran ide, pengetahuan, dan pengalaman melalui diskusi dan argumen. (Kurniasih & Sani, 2. Group Investigation (GI) telah dipelajari secara luas dalam berbagai konteks meningkatkan pembelajaran dan kinerja siswa. https://ejournal. id/index. php/mp | 76 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 Sebelum merangkum temuan-temuan dari sebelumnya yang telah menyelidiki efektivitas GI. Penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan teoritis yang berharga, tetapi juga membantu dalam memahami bagaimana GI dapat digunakan secara optimal dalam berbagai situasi pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa penelitian terkait yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, di Maulidia Andriani . Penelitian menunjukkan aplikasi model penyelidikan kelompok (GI) meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar mereka dalam berbagai mata pelajaran. (Andriani, 2. Leha Safitri. Junaidi H. Matsum, dan Aminuyati . Menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara mendorong mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dan bekerja sama dalam proses belajar. (Andriani. Suparman Syamsu Andi Kamaruddin . Pelaksanaan model Group Investigation memperdalam pemahaman siswa mengenai konsep mobilitas sosial, meningkatkan hasil belajar mereka, dan mengasah keterampilan analitis siswa. (Kamaruddin, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Sriani . menunjukkan bahwa Au implimentasi model pembelajaran Group Investigation (GI) meningkatkan hasil belajar IPA siswa di kelas IVB SD Negeri 29 PemecutanAy. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing dengan tiga pertemuan. Pada siklus pertama, hanya 20 dari 43 siswa yang mencapai nilai Ou 3,51 (A-), yang menandakan bahwa indikator keberhasilan belum tercapai. Maka dari itu, pembelajaran pada fase siklus kedua. Setelah model GI diterapkan dan disempurnakan pada cycle ke-dua, hasil belajar siswa meningkat secara signifikan. Data yang diperoleh menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang mencapai standar ketuntasan minimal. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, dan peneliti menggunakan grafik serta tabel untuk menggambarkan perkembangan hasil belajar. (Sriani. Suadnyana, & Komang Ngurah Wiyasa. Berdasarkan hasil telaah dari berbagai penelitian terkait pembelajaran geografi, sebagian besar lebih menyoroti penerapan metode atau teknik yang lebih umum dan belum banyak yang mengkaji penggunaan pendekatan Group Investigation (GI) dalam E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 konteks pembelajaran geografi, khususnya dalam mengembangkan keterampilan analisis mobilitas penduduk. Pendekatan GI yang mendorong kerjasama aktif antar siswa dalam menyelesaikan masalah bersama terbukti kemampuan analisis siswa. Meski begitu, meskipun GI telah banyak diteliti dalam konteks berbagai mata pelajaran, pemanfaatannya dalam pembelajaran geografi, khususnya untuk analisis mobilitas penduduk, masih terbatas. Penelitian ini berfokus pada penerapan metode Group Investigation (GI) untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa terkait mobilitas penduduk di Indonesia dalam pembelajaran geografi kelas XI Semester I di SMA Negeri 1 Ngraho pada Tahun Pelajaran 2024/2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana metode GI dapat membantu siswa dalam memahami fenomena mobilitas penduduk, seperti migrasi, urbanisasi, dan distribusi populasi, serta dampaknya terhadap perubahan sosial dan ekonomi di Indonesia. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting terhadap inovasi dalam metodologi pembelajaran Geografi dan memperkaya pemahaman tentang efektivitas penerapan GI di tingkat SMA. METODE Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Geografi. Riset ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap siklus, dengan melalui planing, action, observasi dan melaksanakan refleksi Lokus pada penelitian ini berada di SMAN 1 Ngraho Bojonegoro. Sumber data primer pada penelitian ini adalah siswa kelas XI pada tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 33 Pemilihan kelas XI sebagai subjek permasalahan dalam hasil belajar Geografi . Sedangkan objek penelitian ini adalah hasil belajar mata pelajaran Geografi siswa kelas XI yang diterapkan dengan model pembelajaran Group Investigation (GI). Data dikumpulkan menggunakan metode tes. Uji validitas isi dilakukan dengan mencocokkan pembelajaran, dan tujuan pembelajaran. Proses validitas isi juga melibatkan pembuatan kisi-kisi soal. (Moleong. Moleong, & J, 2. dan konsultasi dengan guru senior di SMAN 1 Ngraho Bojonegoro Analisis data dengan menggunakan metode analisis statistik kuantitatif deskriptif. https://ejournal. id/index. php/mp | 77 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 (Haryono Eko Rangkuti Rizki Kurniawan. Sariman, 2. Setelah data terkumpul, langkah berikutnya adalah menganalisis untuk menilai sejauh mana hasil belajar mata pelajaran Geografi siswa kelas XI meningkat. Proses yang dilakukan untuk menghitung hasil belajar Geografi siswa adalah sebagai berikut: Setelah skor hasil belajar Geografi diperoleh, nilai setiap siswa dihitung menggunakan rumus yang telah ditentukan: ycAycnycoycaycn = ycIycoycuyc ycEyceycycuycoyceEaycaycu ycu4 ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco (Kemdikbud, 2. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Ocycu1 ycA (Sugiyono, 2. dengan keterangan : Ocx1 :Rata Ae rata : Jumlah total dari nilai siswa : Jumlah total dari nilai -nilai Selanjutnya menemukan informasi yang sering muncul . tunggal dilakukan dengan menentukan skor yang muncul paling sering dalam kumpulan data. Skor dengan frekuensi tertinggi inilah yang disebut modus. Setelah nilai akhir diperoleh, hasil tersebut kemudian dikonversikan ke dalam tabel konversi seperti berikut: untuk menentukan rata -rata kelas dengan menggunakan rumus : Tujuan Pembelajaran Mampu Indonesia Tabel 1. Rubrik ketercapaian tujuan pembelajaran Perlu Bimbingan Cukup Baik . - . - . - . Belum mampu Mampu Mampu mendeskripsikan mendeskripsikan analisis dua kependudukan di dinamika Indonesia kependudukan di di Indonesia Indonesia Sangat Baik . - . Mampu tiga dan selebihnya analisis dinamika kependudukan di Indonesia (Badan Standar. Kurikulum. Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, 2. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan hingga mencapai indikator keberhasilan, yakni 75% dari 33 siswa mencapai ketercapai pembelajaran geografi dengan mendapatkan nilai sebesar atau lebih dari 71-80 (Bai. dan 81-100( Sangat baik ) HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Nopember 2024 sampai dengan tanggal 30 Nopember 2024 pada kelas XI SMAN 1 Ngraho Bojonegoro yang berjumlah 33 siswa tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode tersebut dalam meningkatkan pemahaman materi dinamika kependudukan di Indonesia. Hasil pengamatan dan analisis data yang dikumpulkan pada setiap siklus, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar Hasil dari penelitian pada siswa Kelas XI SMAN Ngraho Boojonegoro, khususnya pada topik "Dinamika Kependudukan di Indonesia" di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Ngraho. Hasil belajar siswa pada pra siklus tercatat dengan rata-rata nilai 60, yang kemudian meningkat menjadi 68 pada fase siklus I, 75 pada siklus II, dan mencapai 82 pada siklus i. Peningkatan yang konsisten ini menunjukkan bahwa penerapan Metode Group Investigation pemahaman materi oleh siswa. Tabel 2. Peningkatan Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Siswa Siklus Pra Siklus Siklus I Siklus II Siklus i Rata -Rata Nilai Integrasi Pendekatan Group Investigation Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Di SMAN 1 Ngraho Bojonegoro Pada siklus pertama, penerapan Metode Group Investigation menghadapi sejumlah ketidakbiasaan siswa dan guru terhadap metode ini. Beberapa masalah yang muncul antara lain ketidaknyamanan siswa dalam mengemukakan pendapat mereka, serta kurangnya pemahaman terhadap materi yang Namun, hambatan-hambatan tersebut, siklus pertama menunjukkan adanya peningkatan dalam https://ejournal. id/index. php/mp | 78 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 antusiasme siswa untuk berpartisipasi dalam Pada siklus kedua, siswa mulai lebih terbiasa dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Group Investigation. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam berbicara dan berdiskusi selama proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala terkait waktu yang terbatas untuk diskusi kelompok, yang menyebabkan sedikit keterlambatan. Nilai siswa mengalami peningkatan dari 68 pada siklus I menjadi 75 pada siklus II. Pada siklus ketiga, setelah adanya perbaikan dalam pengelolaan waktu dan pengarahan yang lebih jelas dari guru, pelaksanaan pembelajaran berjalan lebih Nilai yang kurang pada siklus sebelumnya berhasil diperbaiki dengan baik, dan sebagai hasilnya, nilai rata-rata siswa meningkat secara signifikan menjadi 82, seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini Gambar 1. Perkembangan Rata-Rata Hasil Belajar Siswa Pada Mapel Geografi Pada Gambar di atas menunjukkan peningkatan kemampuan pemahaman materi analisis dinamika kependudukan di Indonesia dengan nilai rata-rata serta kelengkapan pembelajaran mereka. Setelah dilakukan analisis data secara menyeluruh, ditemukan bahwa hasil pembelajaran siswa menunjukkan peningkatan yang konsisten pada setiap siklus. Pada Siklus I, rata-rata nilai siswa tercatat sebesar 68, yang mengindikasikan bahwa siswa belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan, meski demikian, ketika dibandingkan dengan tujuan pembelajaran ketercapaian pada siklus ini mencapai 90,67%. Walaupun nilai rata-rata masih berada di bawah target, hasil ini menunjukkan adanya progres yang positif di awal pelaksanaan Data fase siklus II, terjadi peningkatan yang cukup signifikan, dengan rata-rata hasil belajar siswa mencapai 75, yang menunjukkan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 bahwa tujuan pembelajaran telah berhasil Hal tersebut menunjukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran pada siklus ini mencapai 100%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan mulai memberikan hasil yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Pada Siklus i, rata-rata nilai siswa meningkat lagi menjadi 82, yang menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mencapai target, tetapi bahkan melampaui ekspektasi yang Dengan tingkat ketercapaian tujuan 109,33%, membuktikan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan berhasil meningkatkan pemahaman siswa lebih dari yang diharapkan. Secara keseluruhan, analisis deskriptif memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa di setiap siklus. Perubahan rata-rata nilai antara siklus pertama dan kedua . , serta antara siklus kedua dan ketiga . , menunjukkan kemajuan yang jelas dalam kualitas pembelajaran. Peningkatan pendekatan pembelajaran yang digunakan efektif dalam membantu siswa memahami materi Dinamika Kependudukan di Indonesia. Meskipun pada siklus pertama hasil belajar siswa belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan, pencapaian yang ada menunjukkan adanya perkembangan yang Hal ini memberikan gambaran bahwa menggunakan pendekatan Group Investigation (GI) dapat berfungsi dengan baik, dan hasil pembelajaran dapat semakin optimal dengan diterapkannya strategi pembelajaran yang terus disempurnakan. Dengan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan tepat dapat membawa peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Pencapaian yang melebihi target pada Siklus II dan Siklus i mengindikasikan bahwa siswa lebih mudah memahami materi setelah mengikuti pembelajaran yang terfokus keterampilan pemecahan masalah. Evaluasi yang berkelanjutan dan perbaikan dalam siklus pembelajaran berikutnya akan sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian hasil belajar yang lebih baik lagi. Siklus pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Nopember 2024, siklus kedua pada Rabu, 24 Nopember 2024, dan siklus ketiga pada Kamis, 30 Nopember 2024. Penerapan pendekatan pembelajaran dengan Group Investigation terbukti berhasil https://ejournal. id/index. php/mp | 79 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 dalam meningkatkan partisipasi siswa, yang pada gilirannya berpengaruh positif terhadap pencapaian akademik mereka. Strategi yang berfokus pada penggunaan pendekatan kooperatif Group Investigation yang mendorong interaksi dan pertukaran informasi antara siswa dengan guru. Hasil temuan ini selaras dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa teknik ini efektif dalam mengatasi hambatan belajar di Sebagaimana pendapat Ririn & Zuhdi, . mengutip Anderson dan Faust . menyatakan bahwa pendekatan kooperatif dalam pembelajaran memiliki kemampuan untuk mencapai empat tujuan utama, yaitu: . Menjaga motivasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran, . Meningkatkan fokus dan perhatian siswa, . Mempermudah pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, dan . Membantu siswa untuk menjaga pengetahuan yang telah dipelajari, sehingga materi yang diajarkan tidak cepat terlupakan. (Ririn & Zuhdi, 2. Metode Group Investigation pendekatan yang paling rumit dalam Hal ini dikarenakan keterlibatan aktif siswa dalam proses perencanaan, yang meliputi pendefinisian topik dan metodologi pembelajaran melalui investigasi. Metode pendidikan ini mengajak siswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan kemampuan bekerja dalam kelompok. Dalam model pembelajaran Group Investigation, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari siswa dengan latar belakang yang beragam. Pembenaran lain untuk keberhasilan dalam penelitian bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI), secara keterampilan berpikir kritis dan kerja sama. Model ini juga mendorong hubungan interpersonal yang positif di antara individu dari berbagai latar belakang, memanfaatkan lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Akibatnya, model ini secara efektif meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Penerapan Group Investigation meningkatkan keterlibatan siswa Johnson dan Johnson (Nurhadi. Dengan demikian integrasi Penerapan Grouf investigation (GI) memiliki keuntungan diantaranya : . membantu siswa dalam beradaptasi secara sosial, . menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, . memberikan kesempatan bagi siswa untuk E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 saling belajar mengenai perilaku sosial, perspektif, informasi, keterampilan, dan sikap, . memperkuat rasa percaya diri antar individu, . mendorong keinginan untuk mengadopsi ide-ide cemerlang dari orang lain, . meningkatkan motivasi intrinsik dalam proses belajar, serta . membangun sikap positif terhadap pembelajaran dan pengalaman KESIMPULAN Berdasarkan analisis yang peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Group Investigation (GI) berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada mata Geografi. Peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa dari siklus pertama hingga siklus ketiga menunjukkan bahwa metode ini dapat menjadi pilihan yang efektif untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih baikPenelitian ini juga menekankan pentingnya peran aktif guru dalam membimbing siswa selama proses pembelajaran, serta kesiapan siswa untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru. Keberhasilan penerapan metode ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik lain yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. DAFTAR PUSTAKA