Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 512 Ae 521 PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KABUPATEN NIAS BARAT Oleh : Fane Paskah Gulo. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora-Program Studi Manajemen Bisnis-Universitas Putra Batam. Email : fane04199@gmail. Khoiri. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora-Program Studi Manajemen Bisnis-Universitas Putra Batam. Article Info Article History : Received 03 Januari - 2022 Accepted 29 January - 2022 Available Online 31 Januari - 2022 Abstract This study aims to determine the effect of leadership and entrepreneurship on the performance of Micro. Small and Medium Enterprises in West Nias Regency. It is undeniable that leadership and entrepreneurship are factors that can affect the performance of a business. Improved leadership and entrepreneurship will have a positive impact on the performance of Micro. Small and Medium Enterprises. The research sample identified 150 Micro. Small and Medium Enterprises in West Nias Regency. The method of collecting information for research is by distributing questionnaires to all Micro. Small and Medium Enterprises owners and employees. Data analysis methods for diagnostic tools, which include descriptive analysis, validity test, reliability test, classical assumption test, and hypothesis testing including T-test and F-test. The research tool used to process and analyze this analytical data is SPSS version 25. The results show that leadership has a positive and significant effect on the performance of Micro. Small and Medium Enterprises. Entrepreneurship has a positive and significant effect on the performance of Micro. Small and Medium Enterprises. At the same time, leadership and entrepreneurship are very influential in improving the performance of Micro. Small and Medium Enterprises. Keyword : Leadership Entrepreneurship. Performance. Micro. Small and Medium Enterprises golongan dan antar masyarakat, ataupun permasalahan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat mempengaruhi perekonomian nasional karena pada dasarnya mampu menyerap angka dan jumlah penganggurang yang cukup tinggi. Selain itu. UMKM juga mampu berkontribusi tinggi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) dimana pada tahun 2018 jumlah pelaku UMKM mencapai 58,97 juta PENDAHULUAN Pergerakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting dalam mendorong pertumbuhan dan peningkatan lapangan pekerjaan. Hal tersebut senada dengan (Siagian et al. , 2. yang menyatakan bahwa selain UMKM merupakan pondasi dr dalam system ekonomi kerakyatan yang tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah ketimpangan pendapatan antar orang. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 diprediksi mencapai 265 Juta Jumlah usaha mikro sebanyak 58,91 juta unit, usaha kecil 59. 260 unit dan usaha besar 987 unit. Usaha kecil seperti koperasi dan UMKM memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yaitu sebesar 60,34% dan penyerapan tenaga kerja mencapai 97%. Dengan kata lain. UMKM dapat disebut sebagai tulang punggung perekonomian Negara. UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% . 9 juta uni. dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia pada tahun 2017, sementara itu usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit. Usaha Mikro mampu menyerap sekitar 107,2juta tenaga kerja . ,2%), sementara itu usaha Kecil 5,7 juta . ,74%), dan jumlah usaha Menengah sebesar 3,73 juta . ,11%). sementara untuk usaha Besar menyerap tenaga kerja sekitar 3,58 juta jiwa, dapat dimaknai bahwa secara gabungan jumlah UMKM di Indonesia menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, sementara Usaha Besar hanya menyerap sekitar 3% dari total tenaga kerja nasional (Marlinah. Pengaruh diterapkan dalam usaha mengindikasikan tanda keberhasilan pada masing-masing usaha. Setiap orang memiliki kepemimpinan yang berbeda beda, kepemimpinan yang berhasil yaitu keputusan, kreatifitas, dinamis, perubahan, memiliki inspirasi dan menjalankan visi. Dengan merupakan salah satu kunci suksesnya suatu organisasi (Siti. Nur Aisyah. Wardani, 2. Selanjutnya kaitannya dengan usaha dalam menentukan, mengembangkan, kemudian menggabungkan inovasi, kesempatan, dan cara yang lebih baik agar memiliki nilai yang lebih dalam Setiap orang pasti punya pikiran, tapi hanya sedikit yang punya ide, sehingga dalam berwirausaha diperlukan pengetahuan sehingga ide-ide/gagasan yang kreatif dan inovatif dapat memunculkan bentuk wirausaha yang terus aktual dan memiliki trend dalam kebutuhan konsumen. Berdasarkan pengembangan UMKM di Nias Barat dimana masih minimnya sumber daya manusia. Hal itu terlihat pada setiap usaha masih didominasi oleh jumlah karyawan kurang dari 10 orang. Minimnya jumlah para pekerja mengakibatkan disumbangkan pada usaha tersebut. Apabila jumlah pekerja atau karyawan dalam jumlah yang banyak maka akan menghadirkan ragam pemikiran yang berbeda dan solutif terhadap pengembangan usaha. Selanjutnya kendala yang ditemukan dalam pengembangan UMKM di Kabupaten Nias Barat yakni masih minimnya modal yang Berbicara mengenai pendirian sebuah usaha tentu tidak terlepas dari ketersediaan modal yang paling utama. Mulai dari hal pendanaan, peralatan maupun berbagai bentuk yang dapat mendukung keberlangsungan usaha Praktik yang paling sering terjadi dimana kurangnya modal awal terutama jumlah uang yang belum tersedia. Kemudian kendala berikutnya yaitu kurangnya inovasi yang diterapkan pada usaha. Di Kabupaten Nias Barat sebagian besar para pelaku usaha belum mampu menghadirkan variasi dalam menjalankan usahanya mulai dari manajemen pemasaran, pengelolaan keuangan maupun pada jenis usaha yang ditawarkan. Dalam hal pemasaran masih bersifat manual dimana hanya mengandalkan informasi yang disebarkan dari mulut ke mulut tanpa ikut campur pemanfaatan teknologi. Dalam hal pengelolaan keuangan juga masih terbatas memperhatikan arus perjalanan pembelian dan penjualan barang maupun dari aspek Kemudian, dalam penyediaan jenis barang yang ditawarkan kadang kurang variatif serta tidak mampu membaca perkembangan Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dimana terdapat juga salah satu permasalahan yang dihadapi usaha mikro, kecil dan menengah adalah kurangnya pemahaman dan teradministrasi dengan baik dimana pengelolaan keuangan belum dipisahkan antara keperluan usaha dan keperluan pribadi . umah tangg. Dalam hal sumber daya manusia, permasalahan yang muncul berakitan dengan entrepreneurship dimana kurangnya kesediaan untuk terus berinovasi, ulet tanpa menyerah serta semangat ingin mengambil resiko. Suasana santai yang menjadi latar belakang dari UMKM sering kali memiliki andil dalam membentuk kinerja. Oleh sebab itu, dalam pengembangan sebuah usaha perlu adanya kerjasama yang solid karyawan/pekerja. Terhadap pelaku atau pendiri usaha seharusnya harus bisa mempengaruhi para karyawan dalam memanajemen usaha tersebut sehingga menghadirkan seni dan strategi yang tepat dalam pengembangan usaha. Dengan demikian, seorang pelaku atau pendiri usaha harus memiliki kepemimpinan yang baik yang dapat memandu setiap karyawan dan Selain itu, demi membangun usaha yang berkelanjutan dan mampu menghasilkan keuntungan yang besar serta mampu mencapai targetnya maka diperlukan kemampuan, nilai maupun semangat dari semua elemen yang berperan penting dalam pengembangan usaha yaitu pelaku usaha dan juga karyawan. Setiap usaha baik yang sudah lama berjalan maupun yang baru dibuat tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan atau hambatan sehingga membutuhkan sikap yang pemberani dalam arti berani mengambil resiko, beorientasi pada pekerjaan dan juga hasil usaha serta memiliki pandangan yang jauh ke depan terkait dengan usaha yang dijalankan. Dengan kata lain, yang telah matang harus dimiliki oleh para pekerja maupun pelaku Dengan pengembangan usaha kinerja UMKM di Kabupaten Nias Barat perlu memperhatikan beberapa aspek yang mempengaruhinya yakni aspek kepemimpinan dan juga aspek Kedua aspek tersebut memiliki keterkaitan yang erat yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan sebuah usaha. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: AuPengaruh Kepemimpinan dan Kewirausahaan terhadap Kinerja UMKM di Kabupaten Nias BaratAy. untuk mempengaruhi orang lain . ara bawahanny. sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal itu mungkin tidak Menurut Nimran (Y & Mujiati, 2. mengemukakan bahwa kepemimpinan atau leadership adalah merupakan suatu proses mempengaruhi perilaku orang lain agar berperilaku seperti yang akan di kehendaki. Kepememimpinan merupakan salah satu kunci suksesnya suatu organisasi (Wardani. Menurut Ramdani (Gofur & . Sri Sundari, 2. peran seorang pemimpin dalam UMKM tertentu mempunyai andil sangat besar. Selanjutnya menurut Faizaty & Rivanda (Gofur & . Sri Sundari, 2. maju mundurnya usaha tergantung pada kebijakan yang dipilih pemimpin, untuk itu perlu adanya jiwa kepemimpinan bagi pelaku UMKM. Sementara itu menurut Aldania & Niswah (Gofur & . Sri Sundari, 2. pemimpin yang tidak kompeten dalam menjalankan usaha kuliner akan berdampak negatif, dikarenakan usaha kuliner menuntut pelakunya selalu kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko. Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam menjalankan kepemimpinan yang baik akan memberikan dampak bagi lingkungan dalam organisasi Kepemimpinan yang tepat dapat untuk mengikuti pemimpinannya, dengan begitu pemimpin dapat mengarahkan anggota pada visi misi perusahan (Gofur & . Sri Sundari, 2. Menurut Wahjosumidjo (Darmawan, kepemimpinan adalah sebagai berikut: Bersifat adil. dalam kegiatan suatu organisasi, rasa kebersamaan diantara para anggota adalah mutlak, sebab rasa kebersamaan pada hakikatnya merupakan pencerminan dari pada kesepakatan antara para bawahan maupun antara pemimpin dengan bawahan dalam mencapai tujuan Memberi sugesti. sugesti biasanya disebut sebagai saran atau anjuran. Dalam rangka pengaruh dan sebagainya, yang mampu menggerakkan hati orang lain dan sugesti mempunyai peranan yang sangat penting di dalam memelihara dan membina harga diri serta rasa pengabdian, partisipasi, dan rasa kebersamaan diantara para bawahan. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Menurut Sutikno (Tirtayasa, 2. AuKepemimpinan dalam organisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang lain yang memimpinnyaAy. Menurut Siagian (Y & Mujiati, 2. mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang c. Mendukung tujuan. tercapainya tujuan organisasi tidak secara otomatis terbentuk, melainkan harus didukung oleh adanya Oleh karena itu, agar setiap organisasi dapat efektif dalam arti mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka setiap tujuan yang ingin dicapai perlu disesuaikan dengan keadaan organisasi serta memungkinkan para bawahan untuk bekerja sama. Katalisator. seorang pemimpin dikatakan berperan sebagai katalisator, apabila pemimpin itu selalu dapat meningkatkan segala sumber daya manusia yang ada, menimbulkan semangat dan daya kerja cepat semaksimal mungkin. Menciptakan rasa aman. setiap pemimpin berkewajiban menciptakan rasa aman bagi para bawahannya. Dan ini hanya dapat dilaksanakan apabila setiap pemimpin mampu memelihara hal-hal yang positif, sikap optimisme di dalam menghadapi segala permasalahan, sehingga dalam melaksanakan tugas-tugasnya, bawahan merasa aman, bebas dari segala perasaan gelisah, kekhawatiran, merasa memperoleh jaminan keamanan dari pimpinan. Sebagai wakil organisasi. setiap bawahan yang bekerja pada unit organisasi apapun, selalu memandang atasan atau pimpinannya mempunyai peranan dalam segala bidang kegiatan, lebih-lebih yang menganut prinsip-prinsip keteladanan atau panutanpanutan. Seorang pemimpin adalah segalasegalanya, oleh karena itu segala perilaku, perbuatan, dan katakatanya akan selalu memberikan kesan-kesan tertentu terhadap organisasinya. Sumber inspirasi. seorang pemimpin pada hakikatnya adalah sumber semangat bagi para bawahannya. Oleh karena itu, setiap membangkitkan semangat para bawahan memahami tujuan organisasi dengan antusias dan bekerja secara efektif ke arah tercapainya tujuan organisasi. Bersikap menghargai. setiap orang pada dasarnya menghendaki adanya pengakuan dan penghargaan diri pada orang lain. Demikian pula setiap bawahan dalam organisasi memerlukan adanya pengakuan dan penghargaan dari atasan. Oleh karena itu, menjadi suatu kewajiban bagi penghargaan atau pengakuan dalam bentuk apapun kepada bawahannya. Menurut (Hani & Rokhmani, 2. adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan . , dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup dan cara memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya. Kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang dapat dipandang sebagai kemampuan yang dilahirkan dari pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir yang mengembangkan kreativitas dan inovasi dari pemikiran seseorang. Menurut Thomas W. Zimmerer (Ambarita et al. , 2. kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk usaha baru. Oleh sebab itu, dalam kewirausahaan tidak semudah membalikkan tangan akan tetapi perlu proses panjang mulai dari penyadaran pentingnya berwirausaha, menanamkan inovasi dan keunggulan produk hingga bertahan dalam menghadapi kompetisi dan keberlangsungan usaha (Rachmasari, 2. Menurut Suryana (Sumarga Hadiwijaya, 2. ada beberapa indikator yang dapat mengukur sikap kewirasusahaan di Percaya diri dan Optimis Memiliki ketidakbergantungan terhadap orang lain, dan invidualistis. Beriorientasi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi pada laba, mempunyai dorongan kuat, energik, tekun dan tabah, bertekad kerja keras serta inisiatif. Berani mengambil risiko dan menyukai tantangan Mampu mengampil resiko yang Kepemimpinan Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang lain, dan terbuka terhadap saran serta kritik. Keorisinilan Inovatif, kreatif dan fleksibel. Berorientasi masa depan Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan. Menurut Dale Timpe (Ir. Sianaga, 2. kinerja adalah tingkat prestasi seseorang meningkatkan produktifitas. Ada pula yang memberikan pengertian kinerja sebagai hasil kerja atau pestasi kerja. Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan hanya hasil kerja, tetapi termasuk bagaimana proses pekerjaan berlangsung. Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya (Wibowo. Menurut (Wibowo, 2. , merupakan implementasi dari rencana yang telah disusun tersebut. Implementasi kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi dan kepentingan. Kinerja adalah mengacu pada tingkat capaian prestasi perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Kinerja . pada perusahaan dapat dilihat dari tingkat penjualan perusahaan, tingkattamargin, tingkat pengembalian modal, tingkat turnoover dan pangsa pasar yang diraih (Sulistyowati. , & Lestari, 2. Menurut Robert L. Mathis-John Jackson (Hasanah, 2. indikator kinerja merupakan aspek-aspek yang menjadi ukuran dalam menilai kinerja. Adapun mengenai indikator yang menjadi ukuran kinerja yaitu: Kuantitas Merupakan jumlah yang dihasilkan, dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan karyawan, dan jumlah aktivitas yang dihasilkan Kualitas Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan kemampuan karyawan. Ketepatan waktu Ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang diselesaikan di awal waktu sampai menjadi output. Kehadiran Kehadiran karyawan di perusahaan baik dalam masuk kerja, pulang kerja, izin, karyawan itu. Kemampuan bekerjasama Kemampuan kemampuan seseorang tenaga kerja untuk bekerja sama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan yang telah ditetapkan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesarbesarnya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di UMKM di Kabupaten Nias Barat. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian ini adalah kurang lebih 2 . Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik UMKM di Kabupaten Nias Barat 150 UMKM. Selanjutnya dalam penelitian yang dilakukan ini yaitu memakai tenik pengambilan sampel probability sampling atau memberikan kesempatan yang sama terhadap anggota atau unsur populasi yang kemudian akan dipilih sebagai anggota sampel dengan menggunakan penentuan sampel dengan teknik sampel jenuh dengan total sampel penelitian adalah sama atau Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri atas, . Observasi langsung yaitu dengan cara mengamati langsung aktivitas serta mencatat UMKM, . Kuesioner yang digunakan dalam bentuk tanda silang dimana responden memilih jawaban-jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda silang pada jawaban yang dianggap paling sesuai, . Study kepustakaan . ibrary researc. yaitu mengumpulkan materimateri yang digunakan Data dikumpulkan, kemudian dengan metode regresi berganda. Untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu pengaruh kepemimpinan dan kewirausahaan terhadap variabel dependen yaitu kinerja UMKM di Kabupaten Nias Barat. Sebelum dilakukan pengujian dengan regresi berganda, terlebih dahulu dilakukan pengujian dengan beberapa teknik untuk menganalisis data sebagai persyaratan dari metode regresi Selanjutnya dilakukan uji hipotesis . ji menunjukkan seberapa satu variabel penjelas/independen seacara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Dilakukannya penelitian ini mempunyai tujuan agar dapat mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan dan kewirausahaan terhadap kinerja UMKM Nias Barat. Metode yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan melakukan penyebaran kuesioner pada seluruh UMKM yang ada di Kabupaten Nias Barat yang berjumlah 150 UMKM, yang dimana harapan dari metode tersebut dapat memeroleh data yang valid dari para responden, dan kemudian data yang diperoleh akan diolah kembali oleh peneliti dengan menggunakan aplikasi software AuStatistical Package for Social SciencesAy (SPSS) versi 25. Dan seluruh hasil output yang didapat akan dituangkan ke dalam penelitian. Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa jumlah responden berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 71 orang dengan tingkat persentase sebanyak 47. 3% dan jumlah responden berdasarkan jenis kelamin perempuan mendapat hasil sebanyak 79 orang dengan jumlah persentase yang didapat Berdasarkan hasil uji yang dilakukan dan hasil persentase yang didapat menerangkan bahwa jumlah responden yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan Pendidikan Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui jumlah responden dengan pendidikan SD/Sederajat sebanyak 57 orang dengan jumlah persentase yang dihasilkan sebanyak 38. SMP/Sederajat sebanyak 26 orang dengan jumlah persentase yang dihasilkan sebanyak 3%, jumlah responden dengan pendidikan SMA/Sederajat sebanyak 53 dengan jumlah persentase yang dihasilkan sebanyak 35. D3/S1/Sederajat sebanyak 14 orang dengan jumlah persentase yang dihasilkan sebanyak Berdasarkan hasil yang dapat kita analisa dimana responden yang memiliki pendidikan SD/Sederajat merupakan jumlah responden yang paling banyak. Berdasarkan Usia Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui jumlah responden dengan rentang usia antara 20-25 Tahun sebanyak 40 orang dengan jumlah persentase yang dihasilkan sebanyak 7%, rentang usia 26-30 Tahun sebanyak 34 orang dengan jumlah yang diperoleh persentase 7%, rentang usia 31-35 Tahun sebanyak 19 orang dengan hasil persentase yang diperoleh 7% dan jumlah responden dengan usia diatas 36 Tahun sebanyak 57 orang dengan hasil persentase yang di peroleh sebanyak Berdasarkan hasil yang dapat kita analisa rentang usia di atas 36 Tahun memiliki jumlah responden yang paling banyak. Berdasarkan Status Berdasarkan hasil analisis data, dapat di ketahui bahwa jumlah responden dengan status pemilik usaha sebanyak 68 orang dengan hasil persentase yang di dapat sebanyak 45. jumlah responden dengan status karyawan sebanyak 82 orang dengan hasil persentase Dari hasil pembuktian diatas dapat disimpulkan responden dengan status karyawan merupakan yang terbanyak bila dibandingkan dengan status pemilik usaha. Berdasarkan Jenis Usaha Berdasarkan hasil analisis data, dapat di ketahui bahwa jumlah responden dengan jenis usaha perdagangan sebanyak 73 orang dengan hasil persentase yang di dapat sebanyak 48. jumlah responden dengan jenis usaha jasa sebanyak 35 orang dengan hasil persentase 3%, jumlah responden dengan jenis usaha kuliner sebanyak 16 orang dengan hasil persentase yang di dapat sebanyak 10. dan jumlah responden dengan jenis usaha peternakan sebanyak 26 orang dengan hasil persentase yang di dapat sebanyak 17. Dari hasil pembuktian di atas dapat disimpulkan responden dengan jenis usaha perdagangan merupakan yang terbanyak bila dibandingkan dengan pemilik usaha lainnya. Berdasarkan Lama Usaha Berdasarkan hasil analisis data, dapat di ketahui bahwa jumlah responden dengan lama usaha di bawah 2 Tahun sebanyak 37 orang dengan hasil persentase yang di dapat sebanyak 7%, jumlah responden dengan rentang lama usaha di atas 2 Tahun sampai dengan 5 Tahun sebanyak 50 orang dengan hasil persentase 3% dan jumlah responden dengan lama usaha di atas 5 Tahun sebanyak 63 orang dengan hasil persentase yang diperoleh Dari hasil pembuktian di atas dapat disimpulkan responden dengan lama usaha di atas 5 Tahun merupakan yang terbanyak bila dibandingkan dengan lama usaha Dalam analisis regresi berganda semua data diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Adapun hasil analisis data yang diperoleh dari pengolahan data SPSS adalah sebagai berikut. Saat ini masih banyak UMKM yang belum mampu memberikan penyetaraan kepada para pekerja atau karyawannya mulai dari segi pembagian pekerjaan hingga pada penghargaan kepada setiap keryawan yang telah berhasil mencapai hasil kinerja yang sangat baik. Sehingga banyak karyawan yang memilih untuk berhenti bekerja. Selain itu, para pelaku usaha juga tidak mampu menginspirasi para karyawan untuk tetap memiliki semangat yang tinggi dalam bekerja serta kurangnya sikap Oleh karena itu, sebaiknya setiap pelaku usaha yang memiliki UMKM di Kabupaten Nias Barat lebih memperhatikan kualitas kepemimpinan yang baik dalam menjalankan usahanya. Tentu setiap pelaku usaha harus dapat memperhatikan setiap tolak ukur yang dapat menunjang terciptanya kepemimpinan seperti yang diharapkan baik dari sikap yang adil kepada karyawan hingga menjadi pribadi yang mampu menginspirasi para pekerja. Hal ini juga didukung oleh peneliti (Andayani & Tirtayasa, 2. menyatakan bahwa variabel kepemimpinan berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Aceh Tamiang. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh thitung untuk variabel Kepemimpinan (X. adalah -4,647 lebih besar dari ttabel -1,668 dengan nilai sig 0,001 < 0,05. Hal ini berarti variabel kepemimpinan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel kinerja Dengan demikian, terlihat jelas bahwa peran kepemimpinan dalam suatu usaha sangat diperlukan karena dapat mempengaruhi keefektivitas berjalan dengan baiknya usaha Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh (Muhammad Abdul Gofur. Sri Sundari & Tanti Kustiari, 2. juga menyatakan bahwa Kepemimpinan mempunyai peran dalam mengembangkan kinerja UMKM kuliner baik secara langsung . engan nilai signifikan sebesar 0,. maupun tidak langsung . engan nilai signifikan sebesar 0,. Penelitian lain juga mendukung pernyataan tersebut oleh (Agus Dwi Cahya. Kuyun Lindasari & Willis Gita Kinasis, 2. menyatakan bahwa variabel kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap strategi bisnis dengan bukti hasil uji hipotesis didapatkan nilai signifikan uji t 0,021 < 0,05. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Regresi Linear Berganda untuk meramalkan pengaruh dua variabel atau lebih terhadap satu variabel untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan yang terjadi antara variabel-variabel tersebut: Berdasarkan hasil perhitungan dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = -0. Penjelasan dari persamaan diatas adalah sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar -0. nilai (Y) nilainya kinerja UMKM Koefisien kepemimpinan (X. dapat diartikan setiap peningkatan kualitas kepemimpinan sebesar 1%, maka kinerja UMKM akan mengalami Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kepemimpinan dengan kinerja UMKM, kepemimimpinan maka semakin tinggi juga kinerja UMKM di Kabupaten Nias Barat. Koefisien kewirausahaan (X. dapat diartikan setiap peningkatan kegiatan kewirausahaan sebesar 1%, maka akan mengalami peningkatan kinerja sebesar 1. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kewirausahaan dengan kinerja UMKM di Kabupaten Nias Barat. Pembahasan Hasil Penelitian Ada kepemimpinan terhadap kinerja UMKM di Nias Barat. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung . > ttabel . dan nilai 000< 0. Sehingga menjadi kepemimpinan berpengaruh secara signifikan UMKM. Kepemimpinan yang terdiri dari beberapa indikator seperti bersifat adil, memberi sugesti, mendukung tujuan, katalisator, menciptakan rasa aman, sebagai wakil organisasi, sumber inspirasi dan bersikap menghargai menjadi pengaruh dalam halnya kinerja UMKM pada sebuah usaha. Ada kewirausahaan terhadap kinerja UMKM di Nias Barat. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung . > ttabel . dan nilai 000< 0. Jadi, variabel kewirausahaan berpengaruh secara signifikan UMKM. Kewirausahaan dengan indikator yang telah dipaparkan berupa percaya diri dan optimis, beriorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil risiko dan menyukai tantangan, kepemimpinan, keorisinilan inovatif, kreatif dan fleksibel, serta berorientasi masa depan menjadi sebuah pengaruh terhadap kinerja UMKM pada sebuah lembaga maupun Saat ini masih banyak UMKM yang belum mampu menciptkan variasi yang lebih inovatif karena mereka takut akan menghadapi risiko atau kegagalan sehingga masih lebih nyaman dengan yang biasa mereka terapkan. Selain itu, mereka juga belum memiliki pandangan yang jelas terkait dengan usahanya sehingga belum mampu beriorientasi pada tugas dan hasil. Para pelaku usaha hanya berpikir dengan jangka pendek sehingga tak jarang usaha hanya berdiri 1-2 tahun saja. Oleh karena itu, sebaiknya setiap usaha yang memiliki UMKM di Kabupaten Nias Barat baik pelaku usaha maupun karyawan kewirausahaan yang baik dalam menjalankan Baik pelaku usaha maupun karyawan harus dapat memperhatikan setiap tolak ukur kewirausahaan seperti yang diharapkan baik dari sikap berorientasi masa depan dari usaha yang dijalankan. Hal ini juga didukung oleh peneliti (Sumarga & Hadiwijaya, 2. menunjukkan bahwa kewirausahaan diketahui memiliki nilai t-hitung positif dan lebih besar dari 1,96 yaitu 2,561. maka Hipotesis 1 diterima, artinya semakin tinggi sikap kewirausahaan, maka semakin tinggi pembelajaran organisasi. Sikap kewirausahaan memiliki pengaruh yang positif organisasi pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Kategori Menengah di Kota Tangerang. Jika sikap kewirausahaan tinggi, maka berpengaruh terhadap pembelajaran organisasi, sebaliknya jika sikap kewirausahaan rendah, maka pembelajaran organisasi menurun. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran sikap kewirausahaan yang tinggi akan memiliki implikasi yang besar terhadap pengembangan sebuah usaha. Selain itu juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Hendi Eka Sumarga & Dudung Hadiwijaya, 2. menyatakan bahwa sikap kewirausahaan diketahui memiliki nilai thitung positif dan lebih besar dari 1,96 yaitu 2,561. maka Hipotesis 1 diterima, artinya semakin tinggi sikap kewirausahaan, maka semakin tinggi pembelajaran organisasi. Sikap pembelajaran organisasi dengan nilai korelasi sebesar 0,728 yang berarti sikap kewirausahaan memberikan pengaruh cukup kuat arah positif terhadap pembelajaran organisasi dengan pengaruh sebesar 29,12%. Arah hubungan pembelajaran organisasi menunjukan bahwa sikap kewirausahaan yang tinggi diikuti dengan pembelajaran organisasi tinggi pula. Selain itu, juga didukung oleh peneliti (Kania Ratnasari & Levyda Levyda, 2. menyatakan bahwa koefisien regresi variabel jalur kewirausahaan sebesar 0,726, yang berarti pengaruh variabel jalur kewirausahaan terhadap output usaha sebesar 0,726. Artinya, jika satu memunculkan komponen orientasi kewirausahaan maka efisiensi pasar akan meningkat sebesar 0,726. Berdasarkan hasil pengujian, efisiensi pasar vektor dapat ditingkatkan dengan memasukkan variabel orientasi kewirausahaan. Semakin kuat orientasi kewirausahaan peserta UMKM, semakin kuat pula hasil pasarnya. Juga pada penelitian oleh (Ayu wulandary. Burhanuddin & Wahyu Budi Priatna, 2. bahwa variabel dimensi orientasi kewirausahaan berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan kinerja usaha yang terdiri dari keinovatifan, proaktif dan agresivitas kompetitif dengan melihat nilai thitung sebesar 3. 302 dan nilai p-values sebesar Pengujian membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan dan kewirausahaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Nias Barat. Berdasarkan tabel 4. Fhitung 18. 893 > Ftabel . dan nilai signifikan sebesar 0. 000b atau lebih kecil dari 0,05 (F. Sig 0. 000b < 0,. , artinya semua variabel independen merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Dalam variabel kepemimpinan dan kewirausahaan merupakan penjelas yang signifikan terhadap kinerja UMKM sehingga model regresi tersebut dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen. kepemimpinan dan kewirausahaan serta berbagai indikator yang terkandung di dalamnya, secara bersama-sama menjadi penentu atau pengaruh dalam halnya kinerja UMKM pada suatu perusahaan. Dengan demikian, kepemimpinan dan kewirausahaan perlu diperhatikan kualitasnya oleh setiap pelaku usaha dan juga para kepemimpinan yang sukses atau efektif mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Selain itu, dengan adanya kewirausahaan yang baik diterapkan pada UMKM maka akan berdampak pada berjalannya usaha dengan baik. Dari sikap kemampuannya dalam mengelola usahanya. Hal ini juga didukung oleh peneliti (Lusia Nargis, 2. menyatakan bahwa kewirausahaan mempengaruhi kinerja sebesar 22,1%, kepemimpinan mempengaruhi kinerja sebesar 23,8%, dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja sebesar 36,9%. Menurut F-test adalah 14,143 dan lebih besar dari F-tabel yaitu Hal ini menunjukkan bahwa kewirausahaan, kepemimpinan, dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja UMKM secara simultan sebesar 14,143%. Dan menurut Uji Koefisien Determinasi, menunjukkan 0,475 yang berarti memberikan kontribusi terhadap variabel terikat Kinerja UMKM sebesar 47,5% dan sisanya sebesar 52,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Selain itu, juga didukung dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh (Deni Yusuf Satrio, 2. menunjukkan, bahwa pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap keberhasilan usaha pada usaha UKM di Jl. Dr dengan tingkat signifikansinya . ,000 < 0. Kewirausahaan signifikan terhadap kinerja UMKM di Nias Barat. Kepemimpinan dan kewirausahaan secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Nias Barat. REFERENSI