Universitas Terbuka: Alternatif Baru Pendidikan Tinggi Kita BABARI* PENGANTAR Setiap tahun ajaran baru lembaga pendidikan tinggi negeri selalu mengA hadapi masalah kecilnya daya tampung dibandingkan dengan jumlah lulusan SMTA yang ingin melanjutkan studinya. Universitas swasta pada umumnya menjadi pilihan kedua dari calon mahasiswa sebab biayanya mahal, kadang kala statusnya belum jelas, lamanya masa belajar belum pasti baik karena kurangnya tenaga dosen ataupun karena harus menempuh ujian negara lagi. Keadaan semacam ini menyebabkan lulusan SMTA dari keluarga yang status sosial ekonominya lemah dan tidak diterima di universitas/institut negeri tiA dak dapat melanjutkan studinya. Dan karena kesempatan kerja yang tersedia juga terbatas maka mereka terpaksa menganggur sambil menunggu kemungA kinan untuk mengikuti lagi tes masuk universitas/institut negeri pada tahun ajaran berikutnya. Kondisi seperti ini akan menjadi suatu AoAolingkaran setanAy yang terus berulang setiap tahun. Menghadapi masalah seperti ini pemerintah sejak awal tahun 1980 telah mencoba mencari alternatif untuk memperluas daya tampung dan memperA besar kesempatan belajar di universitas/institut negeri bagi para lulusan SMTA yang ingin melanjutkan studinya. Alternatif yang ditemukan adalah melaksanakan Universitas Terbuka seperti yang telah dilakukan di beberapa negara lain. Mengingat sebagian besar masyarakat kita masih belum mengeA tahui tentang Universitas Terbuka ini maka tulisan ini disusun dengan tujuan membantu menjelaskan masalah Universitas Terbuka ini dan sekaligus sebaA gai urun rembug dengan pihak penyelenggara agar pelaksanaannya dapat berA jalan sesuai dengan maksud dari pembukaan Universitas Terbuka ini. AoStaf CSIS. UNIVERSITAS TERBUKA USAHA PEMERINTAH Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah siap melaksanakan proA gram pendidikan tingkat perguruan tinggi melalui Universitas Terbuka. PaA nitia Persiapan Universitas Terbuka telah dibentuk melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0164/P/1983 tertanggal 22 Oktober Panitia ini bertugas untuk mempersiapkan dan merencanakan semua kegiatan belajar-mengajar dengan sistem belajar jarak jauh. Masa penerimaan mahasiswa berlangsung dari tanggal 30 April sampai dengan 30 Juni 1984 meA lalui 24 buah kantor pos dan 24 buah universitas dan institut negeri di seluruh wilayah tanah air. Seleksi akan dilaksanakan dalam bulan Juli dan hasilnya akan diumumkan tanggal 1 Agustus 1984. Mereka yang diterima harus menA daftarkan kembali . antara tanggal 2 dan 15 Agustus 1984. PendafA taran dan seleksi bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti program diploma (DI-DII) akan diatur oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setempat, dan pendaftaran peserta Program Akta V . akan diatur oleh rektor perguruan tinggi dan Kopertis yang bersangkutan. Tahun ajaran akan dimulai minggu pertama bulan September 1984. Jumlah mahasiswa yang akan diterima untuk tahun ajaran ini sebanyak 25 ribu orang yang terdiri atas 10 ribu orang lulusan SMTA untuk program SI . , 10 ribu orang untuk program Diploma (DI-DII) yang akan menjadi guru SMTP/SMTA dan 5 ribu orang dosen yang mengikuti, program Akta V-A . dan V-B . on-kependidika. Bidang-bidang studi bagi para mahasiswa yang mengikuti program SI terdiri atas administrasi negara, administrasi niaga, ekonomi, studi pembangunan, dan statistika terapan. DaA lam tahun-tahun berikutnya jumlah bidang studi ini akan ditambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bidang studi untuk peserta program diploma dan akta dapat dilihat dalam formulir pendaftaran. Pemakaian kata AoAoTerbukaAy menunjukkan bahwa universitas ini akan memberikan kesempatan kepada setiap orang yang memiliki ijazah SMTA unA tuk menjadi calon mahasiswanya, dan selanjutnya setiap mahasiswa yang diA terima bebas menentukan program studi, irama studi, dan waktu serta tempat Ini sesuai dengan tujuan pembukaan Universitas Terbuka, yaitu memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tempat kerja atau tempat tinggalnya. dan unA tuk memperluas kesempatan belajar lebih lanjut bagi lulusan SMTA yang dari tahun ke tahun terus meningkat jumlahnya. Dalam hal ini Universitas TerA buka bersifat padat teknologi, karena kuliah diberikan dari jarak jauh melalui media elektronika dan bahan kuliah dicetak dalam bentuk paket-paket modul ANALISA 1984 - 5 Program pendidikan melalui Universitas Terbuka ini tentu telah didahului oleh suatu pengamatan akan kemauan dan kemampuan untuk menyediakan sarana dan fasilitas media komunikasi proses belajar mengajar jarak jauh. Selain itu tentu telah dilakukan studi perbandingan mengenai Universitas TerA buka ini di negara-negara yang telah menerapkannya, seperti Inggris. BeA landa. Jerman. Muangthai dan Malaysia. Dari studi perbandingan itu panitia penyelenggara dapat menetapkan bentuk Universitas Terbuka yang sesuai dengan kondisi geografis negara kita yang berbentuk kepulauan dan luas ini. Untuk itu dalam bulan Januari di Jakarta panitia telah melaksanakan seminar yang diikuti oleh para ahli dari dalam ataupun luar negeri yang berpengaA laman mengenai Universitas Terbuka. ALTERNATIF BARU Setiap tahun jumlah lulusan SMTA yang ingin melanjutkan pendidikan ke universitas tidak seimbang dengan jumlah tempat yang tersedia di 44 perA guruan tinggi negeri dan 342 perguruan tinggi swasta. Menurut perhitungan sementara, lulusan SMTA tahun ajaran ini sekitar 500 ribu orang sedangkan tempat yang tersedia di semua perguruan tinggi hanya sekitar 80-90 ribu. Oleh karena itu Universitas Terbuka merupakan salah satu alternatif untuk memA perluas daya tampung pada tingkat perguruan tinggi. Melalui Universitas TerA buka ini rencana pemerintah untuk meningkatkan daya tampung dari 5% menjadi 8,2% bagi anak kelompok umur pendidikan tinggi yang memiliki ijazah SMTA mungkin dapat terwujud dalam Pelita IV. Oleh karena itu panitia penyelenggara harus sungguh-sungguh melaksanaA Apabila Pemerintah Inggris memerlukan waktu 8 tahun dan Belanda 7 tahun untuk mempersiapkannya, maka di Indonesia gagasan Universitas Terbuka ini mulai dilontarkan sekitar tahun 1980. Ini berarti masa persiapan, mulai dari pengolahan gagasan, analisa alternatif, persiapan sarana dan fasiA litas dan penataan institusi hanya sekitar 3 atau 4 tahun. Oleh sebab itu orangorang bertanya apakah dengan masa persiapan yang singkat ini Universitas Terbuka mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi sebagai pusat pengemA bangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pusat kegiatan penelitian sesuai deA ngan kebutuhan pembangunan dan pusat pengamalan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam melaksanakan pembangunan nasional. Apakah Universitas Terbuka mampu mengembangkan fungsinya, yaitu untuk: . menyelenggaA rakan pengembangan pendidikan dan pengajaran. menyelenggarakan peA nelitian dalam rangka pengembangan kebudayaan khususnya ilmu pengetaA huan, teknologi, pendidikan dan seni. menyelenggarakan pengabdian . menyelenggarakan pembinaan sivitas akademika dan huA UNIVERSITAS TERBUKA bungannya dengan lingkungan sekitar. menyelenggarakan kegiatan pelayanan administrasi. INSTITUSI UNIVERSITAS TERBUKA Sebagai lembaga pendidikan tinggi negara yang diselenggarakan oleh DeA partemen Pendidikan dan Kebudayaan, struktur institusi Universitas Terbuka ini harus sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 5 Tahun 1980 tentang Pokok-pokok Organisasi Universitas/institut Negeri. Menurut peraturan ini susunan organisasi universitas terdiri dari: . unsur pimpinan . ektor dan pembantu rekto. unsur pembantu pimpinan . unsur pelaksana . akultas, lembaga penelitian, dan lembaga pengabdian pada masyaraka. unsur penunjang . nit pelaksana teknis dan instalas. Dan susunan organisasi fakultas terdiri dari dekan, pembantu dekan, bagian tata usaha fakultas, jurusan, kelompok pengajar, laboratorium/studio, unit pelaksana teknis, dan instalasi. Tentu struktur institusi seperti ini akan dibentuk di tingkat pusat. MasaA lahnya adalah bagaimana struktur institusi ini di daerah yang ditetapkan seA bagai pusat-pusat studi? Apakah sama strukturnya seperti di pusat ataukah hanya semacam institusi tingkat cabang dari Universitas Terbuka? Apakah institusi tingkat cabang ini akan berada di bawah koordinasi universitas/ institut negeri daerah yang dewasa ini ditunjuk sebagai tempat pendaftaran bagi calon mahasiswa Universitas Terbuka? Koordinasi kerja antara kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan daerah dan kantor-kantor pos yang ditunjuk untuk menjadi tempat pendaftaran dan proses urusan adA ministrasi bagi mahasiswa Universitas Terbuka perlu ditata dan dibina sebaik Struktur institusi yang jelas di tingkat pusat dan daerah serta koordinasi kerja yang baik di antara semua unsur penyelenggara Universitas Terbuka ini sangat membantu pelaksanaan Universitas Terbuka ini. Hal ini penting untuk membangkitkan minat masyarakat umumnya atau tamatan SMTA khususnya untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Universitas Terbuka. Karena Universitas Terbuka merupakan alternatif baru dalam lingkungan pendidikan tinggi, pihak penyelenggara perlu menarik dan meyakinkan masyarakat terA hadap lembaga ini. Penyelenggara yang dalam hal ini yaitu aparat pemerintah harus sungguh-sungguh melaksanakan tugas dan fungsinya agar tujuan UniA versitas Terbuka dapat tercapai, karena semuanya sangat ditentukan oleh kemauan dan kemampuan para penyelenggaranya. 'Lihat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 5 Tahun 1980 tentang Pokok-pokok Organisasi Universitas/institut Negeri. ANALISA 1984 -5 SARANA DAN FASILITAS Proses belajar-mengajar dalam Universitas Terbuka dilakukan dari jarak jauh melalui media komunikasi elektronika dan bahan kuliah cetakan dalam bentuk modul yang dikirimkan kepada mahasiswanya melalui kantor pos dan Para mahasiswa wajib mengikuti kuliah-kuliah yang diberikan secara periodik melalui media TVRI atau RRI. Apabila menemukan masalah, mahaA siswa dapat mengirimkan pertanyaan tertulis kepada dosen pembina di pusat atau dosen pembimbing di setiap pusat studi. Selain itu bahan kuliah direkam dalam kaset yang selalu ada di setiap pusat studi. Namun mahasiswa dapat belajar materi kuliah itu dalam bentuk tercetak yang dikirimkan kepadanya. Oleh karena itu Universitas Terbuka memperkenalkan cara belajar mandiri, dalam hal mana mahasiswa dapat belajar di mana pun dan bilamana pun. Komunikasi tatap muka antara dosen pembimbing mata kuliah dan para mahasiswa dilakukan di setiap pusat studi. Di setiap pusat studi harus tersedia sarana dan fasilitas pendidikan seperti kaset, video film, dan mikro film untuk mempermudah proses belajar mahasiswa. Maka dari itu lokasi pusat-pusat studi harus dipilih sedemikian rupa sehingga dapat memanfaatkan laboratoA rium, perpustakaan ataupun fasilitas laipnya dari suatu perguruan tinggi yang sudah ada di daerah itu. Oleh karena itu pada setiap pusat studi diperlukan semacam institusi yang mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar ini. Institusi lokal ini menetapkan waktu mahasiswa yang mengambil program studi yang sama berA kumpul di pusat studi, jadwal kegiatan belajar-mengajar, dan sarana serta fasilitas penunjang lainnya. Setiap mahasiswa tidak diwajibkan untuk berA kumpul di pusat-pusat studi. Apabila seorang mahasiswa sanggup menyeleA saikan satu paket kuliah, dalam arti menjawab soal-soal dalam salah satu modul, dan mengirimnya langsung ke dosen pembina mata kuliah, maka ia tidak perlu hadir dalam setiap pertemuan di pusat studi. Namun untuk saling mengenal antar sesama mahasiswa yang mengikuti program yang sama atauA pun untuk mengenal dosen pembimbing mata kuliah di pusat studi, dianjurA kan agar sewaktu-waktu berkumpul bersama-sama teman di pusat-pusat studi, terutama pada tes akhir modul. Melihat interaksi antara mahasiswa dan dosen pembimbing mata kuliah dalam kuliah jarak jauh ini, timbul pertanyaan apakah sarana dan fasilitas komunikasi yang tersedia dewasa ini mampu menunjang pelaksanaan belajarmengajar di Universitas Terbuka? Kenyataan menunjukkan bahwa dalam beA berapa tahun terakhir telah terjadi perkembangan yang cukup pesat dalam bidang komunikasi baik media cetak maupun media elektronika, sebagai hasil penggunaan satelit Palapa sejak tahun 1976. Sebagai media penerangan, media elektronika seperti TVRI dan RRI juga berfungsi sebagai media pen- UNIVERSITAS TERBUKA Universitas Terbuka akan memanfaatkan jasa TVRI dan RRI sebagai media belajar-mengajar jarak jauh, selain jasa kantor pos dan giro sebagai sarana distribusi paket-paket materi kuliah tercetak atau rekaman. Agar semua media komunikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal demi kelanA caran program belajar-mengajar Universitas Terbuka. Departemen PendiA dikan dan Kebudayaan perlu menjalin kerjasama yang erat dengan deparA temen-departemen lain seperti Departemen Perhubungan. Departemen PeneA rangan. Departemen Pariwisata. Pos dan Telekomunikasi. Departemen PerA tahanan dan Keamanan, dan Departemen Dalam Negeri. Pada tanggal 14 Maret 1984. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Perusahaan Umum Pos dan Giro telah melakukan penandatanganan naskah kerjasama. Dalam kerjasama ini Universitas Terbuka akan menggunaA kan jasa Perusahaan Umum Po