MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 IDENTIFIKASI GAMBARAN KARAKTERISTIK INDIVIDU KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT WILAYAH PEGUNUNGAN DAN WILAYAH PESISIR KOTA KENDARI Identification Of Individual Characteristics Of Hypertension Events In Community Areas Of Mountains and Coastal Area Kendari City Titi Saparina. Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Mandala Waluya Kendari . stikemw@gmail. com, 082193390. ABSTRAK Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari dalam 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa kejadian penyakit hipertensi terus meningkat. Ada banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada seseorang salasatunya adalah faktor geografis yakni wilayah pesisir pantai lebih besar risikonya mengalami hipertensi dibandingkan wilayah pegunungan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Gambaran Karakteristik Individu Dengan kejadian hipertensi pada wilayah pegunungan dan wilayah pesisir di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif. penelitian ini sebagai populasi adalah semua Masyarakat Yang Bertempat Tinggal Di Wilayah Kerja Puskesmas Kandai (Pegununga. dan Di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli (Pesisi. Dengan Jumlah Sampel 75 Sampel. Analisis data menggunakan analisis deskriftif. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa Berdasarkan usia. Kejadian hipertensi pada masyarakat pegunungan dan masyarakat pesisir paling banyak pada usia 45 - 54 Tahun dan 20 Ae 44 Tahun. Berdasarkan jenis kelamin, kejadian hipertensi pada masyarakat pegunungan dan masyarakat pesisir paling banyak pada yang berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan kebiasaan Merokok, kejadiaan hipertensi pada masyarakat pegunungan dan masyarakat pesisir paling banyak adalah kebisaan merokok cukup. Berdasarkan Konsumsi Garam. Kejadian hipertensi lebih banyak pada kelompok masyarakat pesisir dibandingkan pada masyarakat Berdasarkan konsumsi alkohol, kejadian hipertensi lebih banyak pada kelompok masyarakat pegunungan dibandingkan pada masyarakat pesisir. Keyword : Hipertensi, usia, jenis kelamin, merokok, konsumsi garam dan alkohol ABSTRACT Based on data from the Kendari City Health Office in the past 3 years, it showed that the incidence of hypertension always increase. There are many risk factors that can affect blood pressure in a person. The geographic factor is that coastal areas are more at risk of developing hypertension than mountainous areas. The purpose of this study was to identify the description of individual characteristics with the incidence of hypertension in mountainous and coastal areas in Kendari City. Southeast Sulawesi Province in 2019. The research design used is descriptive research. This study as a population is all people who reside in the work area of Kandai Health Center (Mountain. and in the work area of Abeli Health Center (Coasta. With Sample Amount 75 Samples. Data analysis uses descriptive analysis. The results showed that based on age, the incidence of hypertension in mountainous and coastal communities was at the most 45 - 54 years and 20 - 44 years. Based on sex, the incidence of hypertension in mountainous and coastal communities is mostly in the female sex. Based on smoking habits, the occurrence of hypertension in mountain communities and coastal communities is mostly enough smoking. Based on Salt Consumption, the incidence of hypertension is more in coastal groups than in mountain communities. Based on alcohol consumption, the incidence of hypertension is more in mountain community groups than in coastal communities. Keywords: Hypertension. Age. Gender. Smoking, salt and alcohol consumption MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 PENDAHULUAN Hipertensi masalah kesehatan yang cukup dominan dan perlu mendapatkan perhatian, sebab angka prevalensi yang tinggi dan juga karena akibat jangka panjang yang ditimbulkan mempunyai konsekuensi tertentu. Penyakit hipertensi seringkali tidak mempunyai tanda atau gejala atau sering juga disebut Ausilent killerAy atau penyakit yang membunuh secara diam-diam atau terselubung. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun negara berkembang. Hipertensi utama ketiga di Indonesia untuk semua umur Seseorang dikatakan hipertensi jika hipertensi, diperkirakan menjadi 1,15 milyar pada tahun 2025 atau sekitar 29 % dari total penduduk dunia, dimana penderitanya banyak pada wanita . %) dibanding pria . %). Sekitar kenaikan kasus hipertensi terjadi terutama di negara-negara Data WHO menunjukkan dari setengah penderita hipertensi yang diketahui, hanya seperempat atau 25 % yang mendapat Sementara hipertensi yang diobati dengan baik hanya 12,5%. Hipertensi yang dapat menyebabkan organ-organ tubuh, seperti ginjal, jantung, hati, mata dan terjadi kelumpuhan organ-organ gerak. Hampir 1 milyar orang diseluruh dunia . 8%), setelah stroke . 4%) dan tuberculosis . 5%). e- ISSN: 2622-7762 memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi memiliki tekanan darah sistolik Ou140 mmHg adalah salah satu penyebab utama kematian dini dan tekanan darah diastolik Ou90 mmHg. diseluruh dunia. Di tahun 2020 sekitar 1,56 Hipertensi bersama-sama hiperlipidemia, dan hiperglikemia, yang dikenal Menurut American Heart Association (AHA), penduduk Amerika yang berusia diatas 20 tahun menderita hipertensi telah mencapai angka hingga 74,5 juta jiwa, namun hampir 90-95% Diperkirakan kenaikan kasus hipertensi terutama terjadi di negara berkembang pada tahun 2025, dari jumlah 639 juta kasus di tahun 2000. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 1,15 miliar Hipertensi membunuh hampir 8 miliyar orang setiap tahun di dunia dan ampir 1,5 juta orang setiap tahunnya di kawasan Asia Timur-Selatan. Sekitar sepertiga dari orang miliar orang dewasa akan hidup dengan World Health Organization (WHO) melaporkan tahun 2012 Asia Timur-Selatan menderita Indonesia epidemiologi, transisi demografi dan transisi perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi . on communicable disease. Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular, dewasa ini menjadi masalah yang besar dan serius, karena prevalensi penyakit hipertensi yang tinggi dan cenderung meningkat. Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga menjadi MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 pembunuh diam-diam . he silent killer of deat. kasus dan selanjutnya Puskesmas Poasia yaitu sebanyak 193 kasus. penyakit jantung, stroke dan ginjal. Berdasarkan dari Riskesdas Indonesia Litbang diarahkan guna mencapai pemecahan masalah Indonesia kesehatan untuk sehat bagi penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, prevalensi yang tinggi yaitu sebesar 25,8%. dari data yang disimpulkan bahwa masalah Prevalensi Belitung kesehatan akan dipengaruhi pola hidup, pola ,9%), diikuti Kalimantan Selatan . ,8%), makan, faktor lingkungan kerja, olahraga dan Kalimantan Perubahan gaya hidup terutama di kota- Depkes Pembangunan . Timur Bangka ,6%), Jawa Barat . ,4%), dan Gorontalo . ,4%). Berdasarkan data Dinas Kesehatan prevalensi penyakit degeneratif, salah satunya Provinsi Sulawesi Tenggara bahwa hipertensi Banyak faktor yang berperan untuk merupakan salah satu dari sepuluh besar terjadinya hipertensi meliputi faktor risiko yang Tenggara. tidak dapat dikendalikan dan faktor risiko yang Berdasarkan data surveilans terpadu penyakit dapat dikendalikan. Faktor risiko yang tidak berbasis puskesmas (STP) dari dinas kesehatan dapat dikendalikan seperti keturunan, jenis kelamin, ras dan usia. Sedangkan faktor risiko menyebutkan bahwa pada tahun 2014 jumlah yang dapat dikendalikan yaitu obesitas, kurang kasus hipertensi sebanyak 46. 656 kasus, pada olahraga atau aktivitas fisik, merokok, minum tahun 2015 jumlah kasus penyakit hipertensi kopi, sensitivitas natrium, kadar kalium rendah, 419 kasus dan pada tahun 2016 alkohol, stres, pekerjaan, pendidikan dan pola jumlah kasus penyakit hipertensi sebanyak Sulawesi Sulawesi Tenggara Berdasarkan Tahun Dinas Faktor Kesehatan Kota Kendari dalam 3 tahun terakhir hipertensi pada usia dewasa . -44 tahu. yaitu mendapat risiko hipertensi karena kejadian tahun 2015 sebanyak 1. 172 kasus. Sedangkan pada tahun 2016 mengalami peningkatan bertambahnya usia pada seseorang di usia 249 kasus dan tahun 2017 . anuari- Septembe. penderita Hipertensi pada usia dewasa . -44 tahu. 097 kasus. mempengaruhi jantung, pembuluh darah dan Dimana prevalensi tertinggi kejadian penyakit hipertensi terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas kejadian hipertensi, hal ini disebabkan oleh Puuwatu yaitu sebanyak 889 kasus, di ikuti timbunan lemak yang dapat menimbulkan dengan Puskesmas Abeli yaitu terdapat 560 sumbatan pada pembuluh darah sehingga dapat Hal Obesitas juga dapat meningkatkan meningkatkan tekanan darah secara bertahap. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 Berdasarkan hasil penelitian lain menunjukkan ini peneliti ingin mengidentifikasi gambaran bahwa obesitas adalah faktor risiko yang Karakteristik Individu berhubungan dengan kejadian hipertensi . = Hipertensi Pada 0,038 : OR = 5,. Namun, penelitian ini Pegunungan dan Wilayah Pesisir Kota Kendari. Dengan Kejadian Masyarakat Wilayah Penelitian ini di laksanakan di dua Lokasi Yakni Di Wilayah Kerja Puskesmas Kandai berhubungan dengan kejadian hipertensi . ilai p (Wilayah Pegununga. dan di Wilayah Kerja = 0,280. OR = 1,. Puskesmas Abeli (Wilayah Pesisi. Ada banyak faktor risiko yag dapat dilaksanakan pada Bulan April Sampai dengan mempengaruhi tekanan darah pada seseorang Juni 2019. Dalam penelitian ini sebagai sala satunya adalah factor geografis yakni populasi adalah semua Masyarakat Yang wilayah pesisir pantai lebih besar risikonya Bertempat Tinggal mengalami hipertensi dibandingkan wilayah Puskesmas Kandai Penelitian yang dilakukan oleh Wilayah Kerja Puskesmas Abeli (Pesisi. Sundari. Faktor Risiko Non Genetik dan sampel untuk wilayah kerja Puskesmas Kandai Polimorfisme Promoter Region Gen CYP11B2 dan Wilayah Kerja Puskesmas Abeli adalah 75 Varian T(-. C Aldosterone Synthase pada Orang. Pengumpulan data dilakukan dengan Pasien Hipertensi Esensial di Wilayah Pantai melakukan wawancara menggunakan kuesioner dan Pegunungan . , yang mengemukakan kepada responden secara langsung dilapangan bahwa keseluruhan faktor risiko non genetik pada saat responden berada di rumah. Analisis berpengaruh signifikan terhadap hipertensi data menggunakan analisis deskriptif. Dalam esensial di wilayah pantai dan pegunungan, hal penelitian ini analisa univariat akan ditampilkan tersebut disebabkan karena nilai p value < 0,05 dalam bentuk tabel distribusi presentase pada variabel bebas dan variabel terikat. Data 0,373 faktor risiko non genetik terhadap hipertensi Wilayah (Pegununga. Kerja frekuensi yang kemudian dinarasikan. esensial sebesar 37,3%. Berdasarkan HASIL Karakteristik responden berdasarkan peneliti tertarik melakukan peneltian dengan judul Au Identifikasi Gambaran Karakteristik Individu Dengan Kejadian Hipertensi Pada masyarakat Wilayah Pegunungan dan Wilayah Pesisir Kota Kendari (Puskesmas Kandai dan 75 responden persentase usia yang terbesar adalah usia 45 Ae 54 Tahun sebesar 30,7% untuk 25,3% untuk Daerah pesisir (Puskesmas Abel. BAHAN DAN METODE Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa dari daerah Pegunungan (Puskesmas Kanda. dan Puskesmas Abel. Desain umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel merupakan penelitian deskriptif melalui metode dan persentse terendah terdapat pada usia 55 Ae Tahun 13,3% MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 pegunungan (Puskesmas Kanda. dan usia 20 Ae Pegunungan (Puskesmas Kanda. dan 80% 44 Tahun sebesar 22,6% untuk daaerah pesisir untuk daerah pesisir (Puskesmas Abel. dan (Puskesms Abel. Sementara berdasarkan jenis persentse terendah terdapat pada Jenis Kelamin Laki Dari kelamin Perempuan sebesar 68% untuk daerah Ae Pegunungan (Puskesmas Kanda. dan 20% untuk Daerah Pesisir (Puskesms Abel. Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik 20 - 44 45 - 54 55 - 59 60 Ae 79 Laki - Laki Perempuan TOTAL Pegunungan Pesisir Usia (Tahu. Jenis Kelamin Jumlah Sumber : Data Primer, 2019 Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Kebiasaan Merokok. Konsumsi garam. Konsumsi Alkohol dan Kejadian Hipertensi Pegunungan Pesisir Jumlah Variabel Kebiasaan Merokok Lebih Cukup Konsumsi Garam Lebih Cukup Konsumsi Alkohol Lebih Cukup Kejadian Hipertensi Hipertensi Tidak Hipertensi TOTAL Sumber : Data Primer, 2019 Distribusi responden yang hipertensi kategori cukup sebesar 50,7% untuk daerah berdasarkan faktornya disajikan pada tabel 2. Pegunungan (Puskesmas Kanda. Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa dari Kebiasaan merokok kategori lebih sebesar 56% 75 responden persentase responden merokok untuk daerah pesisir Puskesmas Abeli dan yang terbesar adalah Kebiasaan merokok persentse terendah terdapat pada Kebiasaan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 merokok lebih sebesar 49,35% untuk daerah konsumsi alkohol kategori lebih sebesar 54,7% pegunungan (Puskesmas Kanda. dan kebiasaan untuk Puskesmas Kandai dan konsumsi alkohol merokok cukup sebesar 44% untuk daerah kategori cukup sebesar 86,7% untuk Puskesmas pesisir (Puskesmas Abel. Tabel 2 juga Abeli dan persentse terendah terdapat pada Konsumsi alcohol cukup sebesar 45,3% untuk Puskesmas Kandai dan konsumsi alcohol garam yang terbesar adalah konsumsi garam kategori lebih sebesar 13,3% untuk Puskesms kategori cukup sebesar 53,3% untuk Puskesmas Abeli. Tabel 2 juga menunjukkan bahwa Dari Kandai dan Konsumsi garam kategori lebih 75 responden persentase Responden Hipertensi sebesar 62,7% untuk Puskesmas Abeli dan yang terbesar adalah untuk daerah pegunungan persentase terendah terdapat pada konsumsi (Puskesmas Kanda. sebesar 60% dan untuk garam lebih sebesar 46,7% untuk Puskesmas daerah pesisir (Puskesmas Abel. sebesar 61,3% Kandai dan konsumsi garam cukup sebesar 37,3 % untuk Puskesms Abeli. pegunungan (Puskesmas Kanda. sebesar 40% Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 75 responden persentase Responden Konsumsi dan untuk daerah pesisir (Puskesmas Abel. sebesar 38,7%. Tabel 3. Perbandingan Kejadian Hipertensi di Pegunungan dan di Pesisir Berdasarkan Usia. Jenis Kelamin. Kebiasaan Merokok. Konsumsi Garam, dan Konsumsi Alkohol Kejadian Hipertensi Variabel Tidak Pegunungan Pesisir Pegunungan Pesisir Jumlah Usia 20 - 44 45 - 54 55 - 59 60 Ae 79 Jenis Kelamin Laki - Laki Perempuan Kebiasaan Merokok Lebih Cukup Konsumsi Garam Lebih Cukup Konsumsi Alkohol Lebih Cukup Total Sumber : Data Primer, 2019 MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 Perbandingan e- ISSN: 2622-7762 55,6% berdasarkan usia pada daerah pegunungan dan konsumsi garam cukup dan dari 46 kejadian pesisir juga dapat di lihat pada tabel 3. Tabel 3 hipertensi pada masyarakat pesisir sebanyak 58,7% konsumsi garam lebih. Tabel 3 juga pegunungan dan pesisir kejadian hipertensi paling banyak terjadi pada usia 45 - 54 Tahun pegunungan dan pesisir kejadian hipertensi dan 20 Ae 44 Tahun yakni dari 45 kejadian paling banyak terjadi pada konsumsi alcohol hipertensi pada masyarakat pegunungan sebesar lebih dan konsumsi alcohol cukup yakni dari 45 35,6% berusia 45 - 54 Tahun dan dari 46 kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir pegunungan sebesar 51,1% konsumsi alcohol sebanyak 30,4% berusia 20 Ae 44 Tahun. lebih dan dari 46 kejadian hipertensi pada Perbandingan kejadian hipertensi berdasarkan masyarakat pesisir sebanyak 84,8% konsumsi Jenis Kelamin pada daerah pegunungan dan alcohol cukup. pesisir dapat di lihat pada table 3. Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa pada masyarakat PEMBAHASAN pegunungan dan pesisir kejadian hipertensi Umur atau usia adalah satuan waktu paling banyak terjadi pada jenis kelamin Perempuan yakni dari 45 kejadian hipertensi suatu benda atau makhluk, baik yang hidup pada masyarakat pegunungan sebesar 68,9% maupun yang mati. Tekanan darah cenderung berjenis kelamin Perempuan dan dari 46 meningkat dengan bertambahnya usia. Seiring kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir sebanyak 78,3% berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa semakin besar. Pada umumnya penderita pada masyarakat pegunungan dan pesisir hipertensi adalah orang orang yang berusia 40 kejadian hipertensi paling banyak terjadi pada kebiasaan merokok cukup yakni dari 45 kemungkinan juga dapat diderita oleh usia Berdasarkan table 3 menunjukan bahwa pegunungan sebesar 71,1% kebiasaan merokok pada masyarakat pegunungan dan pesisir cukup dan dari 46 kejadian hipertensi pada kejadian hipertensi paling banyak terjadi pada masyarakat pesisir sebanyak 56,5% kebiasaan usia 45 - 54 Tahun dan 20 Ae 44 Tahun. merokok cukup. Penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa di Tabel 3 menunjukan bahwa pada daerah pegunungan tingkat kejadian hipertensi masyarakat pegunungan dan pesisir kejadian hipertensi paling banyak terjadi pada Konsumsi dikarenakan elastisitas pembuluh darah sudah Garam Cukup dan Konnsumsi Garam Lebih berkurang dan semakin bertambahnya usia. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 sedangkan utuk daerah pesisir tingkat kejadian dari tampilan fisik yang membedakan antara hipertensi paling banyak diderita oleh usia 20 Ae pria dan wanita, misalnyaa stuktur genetic (Kromosom Sek. , garam/natrium yang berlebihan. kelamin interna maupun eksternal. Dalam Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan Depkes Masqon peningkatan tekanan darah seseorang. laki-laki perempuan, karena laki-laki memiliki gaya hidup yang cenderung meningkatkan tekanan Hipertensi bisa terjadi pada semua usia, darah dibanding wanita, seperti merokok. tetapi semakin bertambah usia seseorang maka Namun setelah memasuki masa menepouse, resiko terkena hipertensi semakin meningkat. prevalensi hipertensi pada wanita meningkat. Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut Wanita yang belum mengalami menopause usia adalah terjadinya perubahan Ae perubahan dilindungi oleh hormon estrogen yang berperan pada , elastisitas dinding aorta menurun, katub meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL) kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun menepouse, wanita mulai kehilangan hormon kemampuan jantung memompa darah menurun estrogen sedikit demi sediki dan sampai masanya hormon estrogen harus mengalami volumenya, kehilangan elastisitas pembuluh perubahan sesuai dengan umur wanita, yaitu Hal ini terjadi karena kurangnya dimulai sekitar umur 45-55 tahun. Sebelum Berdasarkan table 3 menunjukan bahwa oksigenasi, meningkatnya resistensi pembuluh pada masyarakat pegunungan dan pesisir darah perifer. kejadian hipertensi paling banyak terjadi pada Dengan adanya faktor risiko dari kedua jenis kelamin Perempuan. Hipertensi pada kelompok . aerah pegunungan dan daerah wanita dapat disebabkan pula oleh penurunan elastisitas pembuluh darah sehingga pembuluh peningkatan tekanan darah oleh karenaa itu darah menjadi kaku. Pembuluh darah tidak langkah prevetif yang dapat dilakukan adalah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dengan melaaksanakaan sosialisasi agar dapat memompa darah melalui pembuluh darah Sehingga jantung harus meningkatkan Akumulasi semakin lama meningktkaan resiko seseorang menderita hipertensi. Hal Jenis kelamin adalah istilah yang menyebabkan naiknya tekanan darah. Selain mengacu pada status biologis seseorang , terdiri itu, adanya faktor lain yang mendukung adalah MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 adanya faktor psikologis. Salah satu contohnya Kandungan bahan kimia dalam tembakau juga adalah baik perempuan maupun laki-laki pada dapat merusak dinding pembuluh darah. Karbon ketika memasuki usia lansia kecenderungan mengalami depresi atau stress Penelitian ini menggantikan ikatan oksigen dalam darah. Hal disejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasirungan meningkat karena jantung dipaksa memompa peningkatan angka kejadiaan hiertensi lebih untuk memasukkan oksigen yang cukup ke banyak diderita oleh perempuan. Dari hasil dalam organ dan jaringan tubuh lainnya. penelitian lebih lanjut, tingginya angka kejadian Karbon monoksida dalam asap rokok akan menggantikan ikatan oksigen dalam darah. Hal pegunungan dan daerah pesisir diduga karena perempuan lebih banyak memiliki factor risiko meningkat karena jantung dipaksa memompa hipertensi dibandingkan laki Ae laki. Faktor untuk memasukkan oksigen yang cukup ke risiko yang dimaksud adalah konsumsi garam, dalam organ dan jaringan tubuh lainnya. konsumsi makanan lemak, kurang aktivits fisik. Depkes . menambahkan bahwa tidak konnsumsi sayur dan buah serta obesitas. asap dari rokok juga berdampak terhadap orang Namun diantara keedua kelompok masyarakat, yang menghirupnya . isebut perokok pasi. perempuan yang tinggal di wilayah pesisir memiliki proporsi faaktir resiko hipertensi yang membuktikan bahwa zat-zat kimia di dalam lebih tinggi. rokok juga mempengaruhi kesehatan seseorang Para Merokok merupakan salah satu faktor yang tidak merokok disekitar perokok. Dampak yang berhubungan dengan hipertensi, sebab yang akan ditimbulkan oleh rokok tersebut rokok mengandung nikotin. Menghisap rokok untuk menderita hipertensi akan terakumulasi menyebabkan nikotin terserap oleh pembuluh dalam beberapa tahun kemudian yaitu sekitar darah kecil dalam paru-paru dan kemudian akan usia 40 tahun ke atas. diedarkan hingga ke otak. Di otak, nikotin akan Garam atau natrium klorida adalah zat memberikan sinyal pada kelenjar adrenal untuk yang penting bagi kesehatan. Setiap sel dalam melepas epinefrin atau adrenalin yang akan tubuh membutuhkan natrium untuk mengatur menyempitkan pembuluh darah dan memaksa keseimbangan cairan serta mengatur saraf dan jantung untuk bekerja lebih berat karena otot agar berfungsi dengan baik Terlalu sedikit tekanan darah yang lebih tinggi. Berdasarkan garam dapat menyebabkan gangguan mental, table 3 menunjukan bahwa pada masyarakat ketidakmampuan berkonsentrasi dan dalam pegunungan dan pesisir kejadian hipertensi paling banyak terjadi pada kebiasaan merokok Tembakau memiliki efek cukup besar dalam peningkatan tekanan darah karena dapat menyebabkan masalah kesehatan. Ini adalah menyebabkan penyempitan pembuluh darah. salah satu resiko yang berkontribusi terhadap Namun. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 tekanan darah tinggi, yang secara substansi dapat meningkatkan penyakit jantung atau masyarakat dapat berdampak pada penurunan Sumber utama natrium adalah garam kesehatan yang akan mengganggu dan merusak dapur atau NaCl. WHO menganjurkan untuk fungsi beberapa organ yaitu salah satunya adalah hati, fungsi hati akan terganggu sehingga gram/hari setara dengan 2400 mg/hari. Salah mempengaruhi kinerja dan fungsi jantung. satu dari fungsi natium dalam tubuh, yaitu Gangguan fungsi jantung yang terjadi pada mengatur osmolaritas volume darah yang akhirnya menyebabkan hipertensi. Hal ini menjaga cairan tidak keluar dari darah dan terjadi karena alkohol merangsang epinefrin masuk ke dalam sel-sel serta membantu atau adrenalin yang membuat arteri mengecil transmisi kontraksi otot. dan menyebabkan penimbunan air dan natrium. Berdasarkan table 3 menunjukan bahwa Dalam porsi kecil, alkohol bekerja melebarkan pada masyarakat pegunungan dan pesisir pembuluh darah sehingga malah menurunkan kejadian hipertensi paling banyak terjadi pada tekanan darah untuk sementara. Meski begitu, konsumsi garam cukup dan konsumsi garam berbagai penelitian telah menyebutkan bahwa masyarakat yang tinggal didaerah pesisir dan memiliki budaya konsumsi ikan asin yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap hipertensi, meningkatkan tekanan darah, selain itu juga atau memperburuk kondisinya jika Anda sudah mengkonsumsi garam dalam jumlah yang banyak dan juga akibat seringnya masyarakat mempersempit pembuluh darah jika dikonsumsi menambahkan garam belebihan pada makanan dalam dosis tinggi dan berulang. Lama- yang dikonsumsinya, mereka tidak menyadari kelamaan, hal ini juga dapat menyebabkan bahwa ion natrium yang terkandung dalam kerusakan pembuluh darah dan organ dalam Hal Alkohol lainnya yang tentunya meningkatkan berbagai risiko kesehatan. menyebabkan daya tahan pembuluh meningkat. Dalam jurnal tahun 2017 mengatakan peningkatan konsumsi alkohol dalam jangka Pola konsumsi alkohol adalah jenis, waktu yang lama akan berpengaruh pada jumlah dan frekuensi minuman beralkohol yang dikonsumsi seseorang atau kelompok orang pada waktu tertentu. Alkohol merupakan suatu aldosteron system (RAAS) akan meningkat rennin-angiotensin mikroorganisme dalam keadaan anaerobik. keseimbangan tekanan darah dan cairan dalam Dalam Selain digunakan sebagai bakterisida, fungisida dan mengkonsumsi alkohol maka volume sel darah Namun penggunaan atau konsumsi merah di dalam tubuhnya akan meningkat. Hal MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 2 Desember 2019 e- ISSN: 2622-7762 ini akan meningkatkan viskositas darah yang dapat meningkatkan tekanan darah. Faktor kebiasaan merokok, kejadiaan hipertensi pada risiko yang dapat menyebabkan terjadinya masyarakat pegunungan dan masyarakat pesisir hipertensi yaitu status gizi, riwayat keluarga, paling banyak adalah kebisaan merokok cukup. merokok, stres, dan konsumsi alkohol. Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa pada masyarakat pegunungan dan pesisir kejadian hipertensi paling banyak terjadi pada masyarakat pegunungan. berdasarkan konsumsi konsumsi alcohol lebih dan konsumsi alcohol alkohol, kejadian hipertensi lebih banyak pada Pada interpretasi diatas diperoleh fakta kelompok masyarakat pegunungn dibandingkan bahwa penyakit hipertensi lebih banyak di pada masyarakat pesisir. derita oleh masyarakat daerah pegunungan Saran sosialisasi dn upaya preventif untuk menekaan dikarenakan daerah pegunungan memiliki suhu faktor risiko hipertensi. Bagi pemerintah, yang relatif lebih dingin sehingga seseorang perlunya ada pemikiran akan mengalokasikan yang menikmati miras saat kedinginan mungkin sumber daya dalam menanggulangi penyakit merasa lebih hangat, berkat pemanasan kulit yang didapat dari pasokan darah ekstra, tapi Mengingat penyakit degenerative, termasuk darah tersebut akan cepat dingin kembali akibat PJK, paparan dinginnya udara luar tubuh. Plus, kehangatan yang disebabkan oleh banjir aliran darah menuju kulit juga akan membuat tubuh Bagi masyarakat setempat hindari lebih mudah berkeringat demi melawan sensasi panas tersebut. Sejumlah reaksi ini kemudian dapat menurunkan suhu inti tubuh lebih drastis konsumsi alcohol, berhenti merokok dan aktif melakukan aktifitas fisik/Olahraga. Salin itu. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan dengan tingkat konsumsi alcohol paling tinggi faktor-faktor dilakukan penelitian untuk melihat besarnya risiko tiap-tiap faktor risiko hipertensi yang telah diteliti. Kejadian hipertensi pada masyarakat pegunungan dan masyarakat pesisir paling DAFTAR PUSTAKA