Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Akidah Sebagai Pilar Utama Pendidikan Karakter (Kajian Tafsir Surat al-Ikhlas ayat Muhammad Arif1. Dwi Sukmanila Sayska2 1 UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe. Indonesia 2 IAIN Takengon. Indonesia Corresponding Author: : ariefmid81@gmail. ABSTRACT Key Word Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, memahami dan menjelaskan peranan akidah dalam membentuk karakter seseorang dengan melakukan kajian teoritis dan analitis literatur yang tersedia. Fokus utama penelitian adalah surat al-Ikhlas yang sarat dengan nilainilai akidah, serta urgensinya dalam membentuk karakter seseorang. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan kajian Data primer diperoleh dari al-Quran, hadis dan kitab-kitab Sumber lainnya adalah kitab-kitab para ulama klasik dan kontemporer serta makalah-makalah/jurnal yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akidah adalah unsur terpenting dalam membentuk kepribadian seseorang. Akidah yang benar akan melahirkan sikap dan prilaku terpuji, sebab ia sadar bahwa sikap dan tingkah lakunya selalu diawasi oleh Allah. Meyakini Allah sebagai satu-satunya pengatur alam semesta akan melahirkan pribadi yang berintegritas dan penuh tanggung jawab serta berani berbuat dan berkarya tanpa rasa takut dan khawatir. Selama perintah Allah mereka laksanakan tidak ada yang perlu ditakuti. Syirik dan menjadikan makhluk sebagai tandingan bagi Allah adalah sumber utama kerusakan moral manusia. Orang lebih takut manusia daripada Allah, akibatnya kemaksiatan dan perbuatan jahat mudah dilakukan, yang penting selamat dari aparat dan penegak hukum. Mereka lupa bahwa setiap perbuatan yang dilakukan selalu dipantau oleh Allah dan akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Akidah. Pendidikan Karakter. Surat Al-Ikhlas How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr ARTICLE INFO Article history: Received 01 November 2025 Revised 05 December 2025 Accepted 10 January 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Aqidah merupakan pokok utama ajaran agama Islam. Jika agama Islam itu diibaratkan sebuah bangunan maka aqidah adalah pondasinya. Dengan pondasi sebuah bangunan bisa kokoh berdiri, dan tanpanya bangunan akan ambruk dan Terjadinya dekadensi moral yang menimpa umat Islam dewasa ini tidak terlepas dari menurunnya penerapan nilai-nilai akidah dalam kehidupan. Dalam dunia pendidikan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki pemahaman Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 akidah yang kuat cenderung memiliki karakter yang lebih tangguh, seperti keteguhan dalam pendirian, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan sosial dan spritual. Sebaliknya siswa yang kurang memiliki pondasi akidah yang kokoh akan lebih mudah terpengaruh oleh budaya dan perilaku negatif di media sosial yang dapat mengikis nilai-nilai karakter yang seharusnya dimiliki (Anggun Saskia Lisa, 2. Akidah yang kokoh adalah jaminan lahirnya pribadi-pribadi yang taat hukum serta terpelihara dari perbuatan-perbuatan tercela dan menyimpang, sebab ia tahu perbuatannya akan diminta pertanggungjawabannya. Sebaliknya tanpa akidah seseorang akan mudah melakukan pelanggaran tanpa takut dosa dan hukuman, prinsipnya selama kejahatan tersebut bisa disembunyikan maka apapun bebas dilakukan. Inilah realita yang sering kita temui saat ini. Fenomena ini tentunya bertolak belakang dengan prinsip ajaran Islam. Seorang muslim dituntut untuk senantiasa menjauhi kemungkaran dalam segala kondisi, sebab akidahnya mengajarkan bahwa setiap perbuatan selalu dipantau oleh Allah Swt, tidak ada yang luput dari ilmu Allah Swt. Untuk itu beriman kepada Allah dengan segala sifat-sifat-Nya adalah bagian dari akidah Islam. Surat al-Ikhlas merupakan salah satu surat dalam al-Quran yang secara spesifik berbicara tentang Allah Swt dan sifat-sifat-Nya. Surat ini adalah surat yang sangat familiar bagi umat Islam, anak kecilpun mudah menghafalnya. Namun disamping ayat-ayatnya yang pendek dan mudah dihafal, surat al-Ikhlas juga berisi pokokpokok akidah yang harus diyakini oleh setiap muslim. Untuk itu tulisan ini mencoba untuk mengkaji pokok-pokok tersebut dalam rangka merumuskan akidah sebagai pilar utama pendidikan karakter bagi umat manusia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode kajian pustaka . ibrary reseac. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari buku-buku, majalah dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan tema kajian. Karena penelitian ini berkaitan dengan al-Quran maka sumber utamanya adalah alQuran, hadis dan kitab-kitab tafsir yang berkaitan dengan materi kajian seperti. at-Thabari. Ibnu Katsir. Jalalain, al-Maraghi. Tafsir Hamka dan kitab lain yang dianggap relevan dengan materi. HASIL DAN PEMBAHASAN Defenisi Akidah Secara bahasa aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu al-aqdu yang berarti ikatan Sementara yang dimaksud dengan akidah Islam adalah mempercayai dan meyakini perkara-perkara dalam rukun iman. Akidah yang kuat menjadi landasan moral yang menumbuhkan sikap taat, integritas, dan tanggung jawab karena Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 menyadarkan individu akan pengawasan dan pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. Surat al-Ikhlas Surat al-Ikhlas merupakan surat nomor 112 dalam urutan mushaf al-Quran, terletak setelah surat al-Masad dan sebelum surat al-Falaq. Surat ini terdiri dari 4 ayat dan merupakan diantara surat terpendek dalam al-Quran. Dari segi turunnya, surat ini termasuk surat makkiyah yang diturunkan di awal-awal masa kenabian. Sebagaimana umumnya surat-surat makkiyah, surat ini berisi tentang pokok-pokok akidah yang harus diyakini oleh umat Islam sebagai landasan dalam menjalankan kewajiban-kewajiban syariat (MannaAo al-Qaththan, 2. Selain al-Ikhlas surat ini dinamakan juga dengan surat at-Tafrid, at-Tajrid, at-Tauhid, an-Najah, dan al-Wilayah karena orang yang membacanya akan termasuk para wali Allah (Wahah Zuhaili, 2. Dinamakan surat al-Ikhlas karena surat ini murni berbicara tentang Allah Swt. Atau karena orang yang meyakini isi dan kandungannya berarti dia telah mewujudkan ikhlas pada dirinya (Shaleh Bin Abdul Aziz, 2. Keutamaan Surat al-Ikhlas Surat al-Ikhlas memiliki beberapa keutamaan, diantaranya: Selalu dibaca nabi dalam salah satu rakaat sholat sunah Surat ini memiliki beberapa keistimewaan dalam Islam, surat ini selalu dibaca nabi dalam salah satu rakaat sholat sunat fajar, sholat witir, sholat sunat magrib dan sholat sunat thawaf. Sebanding dengan sepertiga al-Quran Dari Abu DardaAo dari nabi shalallahu alaihi wasalam, beliau bersabda: apakah seseorang diantara kamu tidak mampu membaca sepertiga al-Quran di dalam satu malam? Para sahabat bertanya: bagaimana seseorang mampu membaca sepertiga al-Quran dalam satu malam? Beliau bersabda: Qul huwallahu ahad sebanding dengan sepertiga al-QuranAy (HR Muslim no. Ulama menjelaskan bahwa maksud sepertiga ini adalah bahwa kandungan al-Quran itu ada tiga bagian. Hukum-hukum, 2. Janji dan ancaman, 3. Nama-nama dan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla. Dan surat ini semuanya berisi tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla (Ibnu Taimiyah, 2. Orang yang mencintainya dicintai oleh Allah Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah disebutkan bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam mengutus seorang laki-laki memimpin sekelompok Ketika mengimami sholat dan membaca ayat, dia selalu menutupnya dengan AuQul Huwallahu AhadAy. Ketika mereka telah kembali, para Sahabatpun menyampaikan hal itu kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam. Maka beliaupun berkata: Tanyakan kepadanya kenapa dia melakukannya. Lalu merekapun bertanya kepadanya, dia menjawab: Karena Surat ini merupakan sifat ar-Rahman Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 dan aku suka membacanya. Maka nabipun bersabda: Beritahukan kepadanya bahwa Allah mencintainyaAy (HR. Bukhari, no. Muslim, no. Asbabun Nuzul Surat al-Ikhlas Dalam tafsirnya Imam at-Thabari menjelaskan bahwa surat ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrikin yang meminta nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam untuk menyebutkan nasab Allah. Turunnya ayat ini sebagai bantahan terhadap pernyataan tersebut yang menegaskan akan keesaan Allah swt, dan Allah tidak memiliki nasab ataupun keturunan . t-Thabari, 2. Tafsir Surat al-Ikhlas Di dalam surat al-Ikhlas dijelaskan secara tegas tentang pondasi akidah umat Islam. Salah satu pilar akidah Islam adalah percaya kepada Allah. Dan di dalam surat al-Ikhlas Allah Swt menyebutkan sebagian dari sifat-sifat-Nya yang harus diyakini oleh setiap muslim. Diantara sifat-sifat itu adalah: Allah itu Satu Sebagaimana yang Allah tegaskan dalam firmanNya: A(Ca eE N aaO NA )1( UAacEEa a aA AuKatakanlah: Dialah Allah Yang maha Esa. (QS Al-Ikhlas: . Meyakini keesaan Allah merupakan prinsip utama ajaran tauhid. Allah itu Menurut Imam ar-Razi kata ahad memiliki makna yang lebih kuat dari pada wahid, ahad berarti satu-satunya, tidak ada yang lain, sementara kata wahid bisa berarti satu diantara banyak, atau bisa berarti tunggal tapi masih dalam bilangan, seperti boleh dikatakan: Fulan la yuqawimuhu wahid, lakinahu yuqawimuhu itsnanun . i fulan tidak bisa dilawan oleh satu orang tetapi ia bisa dilawan oleh dua oran. , tetapi tidak bisa dikatakan: fulan la yuqawimuhu ahad lakinnahu yuqawimuhu itsnanun . i fulan tidak bisa dilawan oleh seorangpun tetapi boleh dilawan oleh dua orang (Ar-Razi, 2. Artinya tidak ada lagi tuhan selain Allah Swt. Dialah Yang pertama dan Yang Esa, tidak ada yang menandingi dan tidak ada yang membantu, tiada yang setara dengan-Nya dan tidak ada yang menyerupai-Nya. Kalimat ini . tidak digunakan untuk menetapkan sesuatu kecuali Allah taala, karena dialah satu-satunya yang Maha Sempurna dalam seluruh sifat dan perbuatan-Nya (Ibnu Katsir, 2. Dan keesaan Allah itu mencakup Esa dalam Uluhiyyah (Allah adalah Satu-satunya yang berhak diibadah. Esa dalam Rububiyah (Allah adalah satu-satunya pencipta dan pengatur alam semest. Esa dalam AsmaAo wa Shifat (Allah itu esa dalam nama-nama dan sifatny. , tidak ada satupun yang menyekutuinya dalam perkara-perkara itu (Tafsir al-Muyassar. Allah tempat bergantung Selanjutnya di dalam ayat kedua disebutkan sifat Allah itu as-Shomad, dalam firman-Nya: Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 ANA )2( a aIA A. cEEa E NA AuAllahlah tempat bergantung semua makhlukAy (QS Al-Ikhlas: . Para ulama salaf berbeda-beda dalam menjelaskan makna ash-shomad. Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ash-shomad adalah Rabb yang segala sesuatu berharap dan meminta kepada-Nya. Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa ash-shomad itu adalah As-Sayyid (Penguas. As-Syarif (Maha Muli. , al-Azhim (Maha Agun. , al-Halim (Maha Penyantu. , al-Hakim (Maha Bijaksan. Menurut Hasan al-Basri ash-Shomad adalah al-Hayyu al-Qayyum (Yang maha Hidup dan Maha Berdiri sendir. Menurut RabiAo bin Anas as-Shomad adalah yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan . yat setelahnya merupakan Dalam pendapat lain dari Ibnu Masud. Ibnu Abbas. SaAoid bin Musayyib disebutkan bahwa ash-shomad maksudnya adalah yang tidak berongga, sebab kalau berongga berarti sama dengan makhluk yang butuh rongga untuk makan, minum dan melahirkan. Sementara as-SaAobi menjelaskan bahwa ashshomad adalah yang tidak butuh makan dan minum. Menanggapi perbedaan ini Imam at-Tabrani berkata: Semua makna ini benar, semuanya merupakan sifat Penguasa Azza wa Jalla. Dialah tempat meminta semua kebutuhan. Dialah yang maha sempurna, tidak berongga sehingga tidak butuh makan dan minum, dan Dia adalah yang Maha kekal (Ibnu Katsir, 2. Kata as-shomad menegaskan bahwa Allah adalah dzat yang berdiri sendiri, tidak butuh kepada siapapun, sementara semua makhluk butuh kepada-Nya (Thanthawi, 1. Allahlah satusatunya tempat manusia berharap dan meminta, oleh karena itu menurut Imam Ibnu AoAsyur ayat ini juga merupakan bantahan terhadap kebiasaan kaum Musyrikin Arab yang mengadukan kebutuhan-kebutuhan mereka bukan kepada Allah, tapi kepada berhala-berhala sembahan mereka (Ibnu AoAsyur, 2. Allah Tidak Beranak Dan Tidak Pula Diperanakkan Selanjutnya dalam ayat ketiga surat al-Ikhlas disebutkan bahwa sifat Allah itu: )3( eA(Ea eI aO aEe aOEa eI OaOEaA AuAllah itu tidak beranak dan tidak pula diperanakkanAy. (QS Al Ikhlas: . Dalam tafsirnya Syekh Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa Aulam yalid walam yuladAo menunjukkan bahwa Allah tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan dari sesuatu. Dengan demikian maka segala bentuk anggapan anak Allah atau keturunan Allah adalah batil (Wahbah Zauhaili, 2. Bagian pertama ayat ini . am yali. mensucikan Allah dari anggapan Allah punya anak, sementara bagian kedua yaitu . am yula. mensucikan Allah dari anggapan Allah punya ibu dan bapak (Thanthawi, 1. Ayat ini membatalkan anggapan bahwa Allah punya anak, sekaligus membatalkan keyakinan yang menganggap sesuatu yang dilahirkan bisa menjadi Tuhan (Ibnu AoAsyur, 2. Disamping itu turunnya ayat ini juga meluruskan keyakinan kelompok-kelompok yang keliru tentang Allah Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 Swt. orang-orang musyrik Arab mengatakan malaikat adalah anak perempuan Allah, kaum Yahudi mengatakan bahwa Uzair adalah anak Allah, dan kaum Nashrani mengatakan bahwa al-Masih (Is. adalah anak Allah (Ibnu al-Jauzi. Maka dengan turunnya ayat ini Allah membantah keyakinan-keyakinan Tidak Ada Sesuatupun Yang Setara Dengan Allah Selanjutnya ayat terakhir surat al-ikhlas menjelaskan bahwa sifat Allah itu: )4( UA(OEa eI OaEa eI EaNa Ea UO a aA AuDan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya. (QS Al-Ikhlas . Allah itu Esa dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Dialah pencipta seluruh makhluk, dan semua yang ada adalah makhluk ciptaan-Nya. Bagaimana mungkin menyamakan Allah dengan makhluk-Nya. Inilah yang ditegaskan juga oleh Allah dalam firman-Nya: (AOA a Ae aEIa e aE aNA AO U aON aaO E NA a a a A aIO a eE aA a A)EaOA e AA AuTidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah, dan Dia Maha mendengar lagi Maha (As-Syura: . Ayat ini menjadi dalil bahwa tidak boleh meyakini Allah itu serupa dengan makhluk-Nya. Walaupun di akhir ayat disebutkan bahwa Allah itu maha mendengar dan melihat, tapi kita harus yakini bahwa mendengar dan melihatnya Allah tidak sama dengan mendengar dan melihatnya makhluk. Aqidah Sebagai Dasar Pendidikan Karakter Perintah untuk Mentauhidkan Allah Akidah tauhid merupakan inti ajaran Islam. Akidah para Nabi dan Rasul, semua nabi dan rasul mengajak manusia kepada tauhid, yang berbeda hanyalah Di dalam al-Quran disebutkan bahwa manusia pada mulanya diciptakan dalam keadaan bertauhid. Firman Allah swt: aA AaO aI eaEa a A a acIU a aOa a U a aA o AO AaO aNA a caAC aEOa eEa aI aOeIa EIA a a AacEE EIacaOaIa aIa aaOIa aO aII aaOIa aOaIa aE aI a aN aI eE aE aA a caEIa EIA a ca AA a A a eE aA a ca ACA a ca AA AaO aN auacE EaOIa OaONa IaI a e a aI a e a aN aI EaOaIaa a eOU a eOIa aN eI n Aa aN aOA a aO aI eaEA a AacEE EaOIa a aIIaO aE aI eaEAO AaO aN aIIa E aA AA a as acI eaC saOIA a acEEa Oa eNaO aII OA ca Aaua eIaNa aOA a A e a uaEa aOA Artinya: Manusia itu adalah umat yang satu. etelah timbul perselisiha. , maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keteranganketerangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Baqarah: . Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 Nabi Adam adalah nabi pertama yang mengajarkan tauhid kepada umat manusia. Ayat ini membantah pandangan yang menyatakan bahwa agama itu berevolusi dari dinamisme, animisme, politeisme, lalu monoteisme atau agama tauhid (Patsun, 2. Ajaran tauhid sudah ada sejak awal penciptaan manusia pertama. Kesyirikan . eyakinan bahwa tuhan lebih dari sat. justru muncul belakangan ketika umat manusia lalai dan terjauh dari ajaran agamanya. Dalam riwayat disebutkan bahwa kesyirikan pertama kali dilakukan oleh kaum nabi Nuh Aoalaihissalam. Dalam al-Quran disebutkan: a a a a a a a a a U a a a a Uc a ac a a a a a e a a a ac a a a a a a a U e AOC aO aIA AeA AOCEO aE I aENEI OaE I O OaE O OaE OO OOA AuDan mereka berkata: AuJangan sekali-kali kamu meninggalkan . tuhantuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan kepada wadd, suwaoa, yaghuts, yaAouq dan nasrAy (QS. Nuh: . Dalam menafsirkan ayat ini Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Wadd. Suwaoa. Yaghuts. YaAouq dan Nasr itu adalah nama-nama orang shalih di zaman nabi Nuh. Ketika mereka wafat, setan membisikkan kaumnya untuk membangun patung di tempat mereka biasa bermajelis, lalu diberi nama dengan nama-nama mereka. Dan itu mereka lakukan. Pada mulanya patung-patung itu tidak disembah. Namun seiring berjalannya waktu, ketika generasi tersebut wafat dan kaumpun semakin jauh dari agama, maka lama-kelamaan patung-patung itupun disembahAy (HR. Bukhari no. Prinsip tauhid ajaran Islam dirumuskan dalam untaian kata laa ilaaha illallah, yang berarti Autidak ada Tuhan selain AllahAy. Ungkapan Aulaa ilaaha illallahAy ini bersifat Yunahar Ilyas dalam bukunya Kuliah Akidah Islam menjelaskan kalimat laa ilaaha illallah meliputi: Laa khaliqa illallah, tidak ada yang maha menciptakan kecuali Allah Laa raziqa illallah, tidak ada yang maha memberi rezeki kecuali Allah Laa hafiza illallah, tidak ada yang maha memelihara kecuali Allah Laa mudabbira illallah, tidak ada yang maha mengelola kecuali Allah Laa malika illallah, tidak ada yang maha memiliki kecuali Allah Laa waliya illallah, tidak ada yang maha memimpin kecuali Allah Laa hakima illallah, tidak ada yang maha menentukan kecuali Allah Laa ghayata illallah, tidak ada yang maha menjadi tujuan kecuali Allah Laa maAobuda illallah, tidak ada yang maha disembah kecuali Allah Laa pada kalimat tauhid di atas adalah laa nafiata lijinsi, yaitu huruf nafi yang menafikan segala macam jenis ilah . Illa adalah huruf istitsna . yang mengecualikan Allah Swt dari segala macam jenis ilah yang dinafikan. Bentuk kalimat seperti itu dinamakan kalimat manfi. Dalam kaidah bahasa Arab itsbat sesudah nafi itu mempunyai maksud al-hashru . dan taukid . Dengan demikian kalimat tauhid ini mengandung pengertian Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 sesungguhnya tiada Tuhan yang benar-benar berhak disebut Tuhan selain Allah Swt (Yunahar Ilyas, 2. Ketika seseorang bertauhid dengan meyakini bahwa Allahlah satu-satunya pencipta dan pengatur alam semesta, tentunya iapun akan tunduk dan berserah diri kepada Allah Swt. Hal ini akan menanamkan kesadaran spritual, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian sosial pada setiap orang. Inilah prinsip ketauhidan yang ditegaskan dalam surat al-Ikhlas ayat 1. Lawan dari tauhid adalah syirik. Syirik adalah keyakinan yang mempercayai ada tandingan atau yang setara dengan Allah Swt. Termasuk meyakini ada makhluk atau benda tertentu memiliki sifat-sifat ketuhanan, seperti meyakini ada yang maha mengabulkan doa, memberi rezeki dan mengatur alam selain Allah Swt. Begitu juga kepercayaan terhadap khurafat dan takhayul adalah kesyirikan, karena meyakini ada benda atau makhluk yang dapat memberikan manfaat dan mudharat bagi manusia. Yang mampu memberi manfaat dan mudharat hanyalah Allah Swt. Dengan tauhid manusia akan terbebas dari rasa takut kepada makhluk, seperti takut kualat, terlanggar pantangan, dan kepercayaan-kepercayaan mistis lainnya yang sedikit banyak menghambat produktifitas manusia. Perintah Untuk Selalu Berharap dan Memohon Kepada Allah Allah adalah satu-satunya tempat bergantung. Seorang muslim memiliki tempat untuk mengadu dan meminta pertolongan yaitu Allah swt. Dalam surat al-Fatihah Allah swt berfirman: AauOacEa Ia ea a aO auOacEa Ia eaaO aIA AuHanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolonganAy. (QS Al-Fatihah: . Sebagaimana juga ditegaskan oleh Rasulullah dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang mengatakan: Ausuatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu Aoalaihi wasallam. Beliau bersabda. AuNak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta maka mintalah kepada Allah, jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Jikalau seluruh umat bersatu untuk menolongmu maka mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali pertolongan yang Allah takdirkan untukmu. Dan andaikan umat manusia bersatu untuk mencelakakanmu, maka semua itu tidak akan terjadi kecuali menurut apa yang sudah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. Ay (HR. At-Tirmidzi dan ia berkata: AuHadis ini Hasan shahi. Inilah makna dari as-shamad di dalam surat al-Ikhlas ayat 2. Allah adalah tempat manusia bergantung dan meminta pertolongan. Menjadikan objek lain sebagai tempat bergantung adalah kesyirikan. Prinsip as-shamad ini akan menumbuhkan rasa percaya diri, teguh pendirian dan pantang menyerah. Ketika Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 seseorang memiliki bekingan yang kuat, maka segala bentuk ketakutan dan kekhawatiran akan hilang dengan sendirinya. Apalagi kalau bekingan itu adalah Dzat yang maha segalanya maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Betapapun beratnya cobaan yang dialami, mereka selalu yakin bahwa Allah pasti akan Untuk itu seorang muslim dituntut untuk selalu berharap dan berdoa kepada Allah Swt. Dan ketika seorang hamba berdoa kepada Allah. Allahpun akan mengabulkan doanya, sebagaimana janji Allah dalam firman-Nya: aO EaO aO eEOae Ia IA AI n Aa eEOa e aaOA aAO aO Ea aEac aN eI Oa eaaOIA a Aac aua aA a AaEaEa aOA a AaO auaA a AA a AIaO AauaIaO Ca aOU n aOa a aeO a EA Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu mengerjakan segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: . Menolak Dakwaan Anak Bagi Allah Dalam ayat ke-3 surat al-Ikhlas. Allahpun menegaskan keesaan-Nya dengan menyangkal klaim adanya keturunan Allah Swt. Beranggapan bahwa Allah memiliki anak merupakan dosa terbesar yang dilakukan makhluk terhadap Penciptanya, sehingga hampir-hampir alam ini hancur karenanya. Dalam alQuran Allah swt berfirman: aOCaEA ca aA a aI a aOa Oa AaEe a aI aIA a A eIa aI eINa aO aIA a AE e a aIIa aOEaU EacCa e ae a eIA ca AOeAUi auUc aEa a EA ca A eO EA a A acC eE a eA ca aAO ac aA a A aOaa ac eE aa aE aNUc aI aA AaOEaUA Dan mereka berkata: Allah memiliki anakAy. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh karena mendakwakan bahwa Allah mempunyai anak. (QS Maryam, 88-. Begitu besar dan beratnya dosa mengatakan Allah punya anak. Langit laksana akan pecah, bumi laksana akan terbelah dan gunung-gunung laksana akan runtuh, cair merata dengan bumi saking biadabnya perkataan itu didengar, keluar dari mulut manusia yang kurang berfikir (Hamka, 2. Penegasan Tidak Ada Yang Setara Dengan Allah Ayat ke-4 surat al-Ikhlas adalah penegasan dari Allah Swt bahwa tidak ada satupun makhluk yang setara atau sebanding dengan-Nya. Ayat ini menolak segala bentuk penyerupaan Allah dengan ciptaan-Nya, sekaligus menegaskan akan keesaan-Nya. Mengenal Sifat-Sifat Allah Swt Meyakini keberadaan Allah adalah fitrah manusia. Dengan akalnya manusia menyadari bahwa segala sesuatu pasti ada yang menciptakannya. Mustahil sesuatu itu terjadi dengan sendirinya. Begitu juga alam semesta dengan segala susunan dan keteraturannya tidak mungkin terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang mengatur dan menjaganya, yaitu Allah Swt. Dzat yang Maha Tunggal yang Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 dari-Nya segala sesuatu bermula dan akan kembali kepada-Nya. Namun untuk mengenal sifat-sifat Allah taAoala akal manusia terbatas, sebab Pencipta berbeda dengan makhluk. Dalam hal ini manusia memerlukan petunjuk wahyu. Lewat wahyu Allahpun menjelaskan sifat-sifat-Nya kepada manusia. Tugas manusia hanyalah meng-imani dan meyakini sifat-sifat Allah tersebut sebagaimana yang Allah kabarkan lewat wahyu-Nya. Diantara sifat-sifat tersebut adalah apa yang Allah kabarkan di dalam surat al-Ikhlas. Allah itu Satu. Tempat manusia bergantung dan meminta petolongan, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Berbedanya Allah dengan makhluk adalah sesuatu yang pasti. Mustahil Pencipta sama dengan yang diciptakan. Dalam memahami sifat-sifat Allah yang memiliki kemiripan dengan makhluk, para ulama berbeda pendapat. Ulama khalaf . ang datang belakanga. cendrung pada pendapat yang menyatakan bahwa sifat-sifat tersebut harus ditakwilkan, karena tidak pantas bagi Allah, sebab Allah berbeda dengan makhluk-Nya. Sementara ulama salaf . lama terdahul. tidak mentakwilkan tetapi mereka menetapkan bagi Allah sebagaimana yang Allah kabarkan lewat firman-Nya, dengan tetap meyakini bahwa Allah itu berbeda dengan makhluk-Nya. Antara kedua pendapat ini terjadi perdebatan panjang dalam ilmu kalam (An-Nawawi, 2. Keduanya walaupun sama-sama meyakini akan keesaan Allah dan mensucikan-Nya dari segala kekurangan serta menolak menyamakan-Nya dengan makhluk, tapi dalam menyikapi ayat-ayat sifat mereka menempuh metode yang berbeda. Penulis sendiri cendrung kepada pendapat kedua dengan berbagai alasan diantaranya: Kita tidak boleh mensifati Allah kecuali dengan sifat yang Allah kabarkan kepada kita, baik itu yang Allah kabarkan di dalam al-Quran maupun yang dikabarkan lewat Rasul-Nya. Mengimani yang dikabarkan adalah bagian dari keimanan kepada Rasul dan Kitab-kitab-Nya. Sebaliknya mengingkari sesuatu yang dikabarkan adalah bagian dari mengingkari Rasul dan Kitab-kitab-Nya. Sebagai makhluk Allah, manusia tidak luput dari keterbatasan, tidak ada yang tahu akan hakikat Allah Swt. Kita mengenal Allah hanyalah sebatas yang Allah kabarkan kepada kita. Kalau ada ayat yang menyebutkan sifat-sifat Allah ada yang sama dengan sifat makhluk, maka kewajiban kita adalah mengimani sifat tersebut dengan tetap meyakini bahwa sifat Allah tersebut berbeda dengan sifat makhluk, seperti ayat yang berbicara tentang tangan Allah, maka wajib bagi kita untuk mengimaninya, dengan tetap meyakini bahwa tangan Allah pasti berbeda dengan tangan makhluk-Nya. Kalau sifat-sifat Allah harus ditakwilkan, ditakwilkan dengan apa? Pastinya tidak akan terlepas dari penyamaan terhadap makhluk, sebab kemampuan akal manusia terbatas. Manusia hanya bisa mentakwilkan dengan sesuatu yang Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 1124-1135 dijangkau oleh panca indranya. Sementara Allah Swt jauh diluar batas kemampuan akal manusia itu sendiri. Akidah Islam itu mudah dicerna oleh akal manusia. Semua lafaz dan maknanya jelas, bisa dipahami oleh semua orang. yang alim maupun awam, anak kecil maupun orang dewasa. Mentakwilkan sifat Allah dengan akal hanya akan melahirkan pemahaman yang ambigu, ribet dan susah dipahami, seperti pernyataan: apakah Allah di luar alam atau di dalam alam? apakah Allah bertempat atau tidak? Tentunya pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak bisa dijawab dengan akal, tapi dengan wahyu. Kalau ada wahyu yang menyebutkan Allah bertempat, wajib bagi kita mengimaninya, sebab yang tahu dengan hakikat Allah hanya Dia, tentunya dengan tetap meyakini bahwa bertempatnya Allah tentu tidak sama dengan bertempatnya makhluk. KESIMPULAN Akidah merupakan pondasi dan pilar utama pembinaan karakter seorang Keyakinan kepada Allah akan menumbuhkan sikap terpuji, menjauhi segala bentuk pelanggaran, serta tidak mudah terpengaruh dengan budaya-budaya negatif yang sering muncul di berbagai media sosial dewasa ini. Dengan meyakini bahwa Allahlah satu-satunya Pengatur alam semesta maka akan lahir pribadi-pribadi yang teguh pendirian, percaya diri dan bekerja dengan penuh tanggung jawab, sebab ia tahu amal perbuatannya tidak hanya dihisab di dunia saja tapi juga di akhirat kelak. Inilah diantara makna tauhid yang terdapat dalam surat al-Ikhlas. Begitu juga keyakinan terhadap Allah yang as-Shamad akan menumbuhkan sikap pantang menyerah, tidak mudah putus asa dalam menghadapi berbagai cobaan, sebab ada Allah sebagai penolong. Tugas seseorang hanyalah mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dan dengan mengenal sifat-sifat Allah maka akan lahirlah individu-individu yang jujur dan berintegritas, sebab ia menyadari bahwa Allah Maha tahu dan melihat semua perbuatannya. Inilah akidah yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Oleh karena itu penanaman akidah harus diprioritaskan dalam lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun non-formal, melalui integrasi kurikulum, metode pembiasaan dan lingkungan pendukung agar peserta didik memiliki fondasi akidah yang kokoh sebagai benteng pertahanan menghadapi tantangan masa depan. DAFTAR PUSTAKA