ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 ANALISIS INOVASI PRODUK. ORIENTASI PASAR MELALUI KEUNGGULAN BERSAING TERHADAP KINERJA PEMASARAN UMKM MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA PONTIANAK Jeany Ruli Maulidia email: jnyruli@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi produk, orientasi pasar melalui keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 190 UMKM cafy & resto di Kecamatan Pontianak Selatan. Kota Pontianak. Analisis data menggunakan teknik SEM (Structural Equation Modelin. dengan software Amos 23. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh langsung positif dan signifikan inovasi produk terhadap keunggulan bersaing, orientasi pasar terhadap keunggulan bersaing, keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran, dan orientasi pasar terhadap kinerja Sedangkan inovasi produk tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja pemasaran. Untuk pengaruh tidak langsung, penelitian menunjukkan bahwa keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan memediasi hubungan antara inovasi produk dengan kinerja pemasaran dengan nilai koefisien 0,176. Keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan memediasi hubungan antara orientasi pasar dengan kinerja pemasaran dengan nilai koefisien 0,192. KATA KUNCI: inovasi produk, orientasi pasar, keunggulan bersaing, kinerja pemasaran. PENDAHULUAN Persaingan yang ada dalam dunia bisnis tidak dapat dihindari. Dalam persaingan, perusahaan menghadapi berbagai peluang dan ancaman dari dalam dan luar Untuk itu, setiap perusahaan perlu selalu memahami apa yang terjadi di pasar, apa yang diinginkan konsumen, dan berbagai perubahan lingkungan bisnis agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Perusahaan harus meminimalkan kelemahan mereka dan memaksimalkan kekuatan mereka. Perubahan yang cepat saat ini, baik dari segi teknologi, kebutuhan pelanggan, dan siklus produk, semakin pendek, menyebabkan masalah serius bagi dunia bisnis, termasuk usaha kecil dan menengah. Kunci penting guna memenangkan persaingan terletak pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan keunggulan bersaing. Perusahaan dapat dikatakan mempunyai keunggulan bersaing jika perusahaan tersebut melakukan yang lebih baik dari pada pesaingnya, misalnya dengan menemukan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 produk baru, harga yang paling rendah, memberikan kualitas yang terbaik, memberikan pelayanan yang terbaik, serta mempunyai teknologi yang baik. Dengan kemajuan teknologi yang tidak dapat dibendung maka suatu produk perusahaan akan tambah berkembang sampai pada suatu titik, dimana produk tersebut nantinya akan sulit dibedakan antara satu dengan lainnya. Untuk memenangkan persaingan, ketika memasarkan produk masa kini, produsen tidak hanya mengandalkan kualitas produk sebagai dasar, tetapi juga mengandalkan strategi yang biasa diterapkan oleh perusahaan, yaitu orientasi pasar dan inovasi. Baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil dan menengah di Pontianak. Kalimantan Barat telah mengalami tingkat persaingan yang tinggi. Perubahan industri kuliner antara lain meningkatnya persaingan di industri makanan dan minuman, kurangnya dana, kenaikan harga bahan baku, dan kurangnya kemampuan manajemen dan pemasaran. Dan perusahaan harus terus bekerja keras untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kemajuan perusahaan menengah ini sepenuhnya bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan dan meningkatkan daya saing, yang dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pada tabel berikut akan disajikan gambaran UMKM makanan dan minuman yang ada di Kota Pontianak dari tahun 2017 Ae 2021. TABEL 1 PERKEMBANGAN UMKM MAKANAN DAN MINUMAN KOTA PONTIANAK TAHUN 2017 Ae 2021 KECAMATAN JENIS Jumlah UMKM Pontianak Barat Pontianak Selatan Pontianak Utara Pontianak Timur Pontianak Kota Pontianak Tenggara Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit TAHUN Sumber: Dinas Koperasi. Usaha Mikro, dan Perdagangan. Pontianak,2021 Berdasarkan Tabel 1 di atas tampak bahwa jumlah UMKM makanan dan minuman di Kota Pontianak mengalami kenaikan dan penurunan pada setiap tahunnya. Pada tahun 2017, jumlah UMKM makanan dan minuman berjumlah 668 unit, lalu mengalami kenaikan di tahun 2018 menjadi 869 unit. Pada tahun 2019 jumlah UMKM makanan dan minuman kembali naik cukup banyak menjadi 1. 301 unit, di tahun 2020 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 terjadi kenaikan jumlah yang cukup besar dari tahun sebelumnya menjadi 1. 627 unit dan terakhir pada tahun 2021 jumlah UMKM kembali mengalami kenaikan yang tidak terlalu banyak menjadi 1. 666 unit usaha. Menurut berita yang dikeluarkan oleh Kompasiana . /8/2. Perkembangan cafy & resto di kota Pontianak selama kurun waktu enam tahun yakni dari tahun 2016 hingga sekarang, pertambahan cafy & resto baru terus berlangsung. Pada umumnya sebuah cafy & resto sering didatangi oleh anak muda yang ingin bersenang - senang dan Dengan tumbuh suburnya cafy & resto yang baru tentunya mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mengurangi pengangguran. Seperti saat ini, salah satu usaha UMKM makanan dan minuman yang dimana market size bisnis cafy & resto melonjak tajam khusunya di daerah Pontianak. Hal ini ditandai dengan menjamurnya cafy & resto yang menawarkan kopi Ready to Drink (RTD) berkualitas dengan harga terjangkau. Fungsi cafy & resto yaitu sebagai tempat menikmati makanan dan minuman serta sebagai tempat untuk santai yang informal. Pada tabel berikut akan disajikan gambaran usaha cafy & resto yang ada di kota Pontianak dari tahun 2019 Ae 2021. TABEL 2 PERKEMBANGAN CAFyO & RESTO KOTA PONTIANAK TAHUN 2019 Ae 2021 KECAMATAN JUMLAH Pontianak Barat Pontianak Selatan Pontianak Utara Pontianak Timur Pontianak Kota Pontianak Tenggara JENIS UNIT Unit Unit Unit Unit Unit Unit TAHUN Sumber : Dinas Koperasi. Usaha Mikro, dan Perdagangan. Pontianak, 2021 Berdasarkan Tabel 2 di atas tampak bahwa jumlah kedai kopi di Kota Pontianak mengalami kenaikan pada setiap tahunnya. Pada tahun 2019, jumlah cafy & resto mencapai 480 unit, lalu mengalami kenaikan yang cukup besar di tahun 2020 menjadi 686 unit. Pada tahun 2021 jumlah cafy & resto kembali mengalami kenaikan yang tidak terlalu banyak menjadi 691 unit. Berangkat dari latar belakang bahwa kunci keberhasilan UMKM untuk dapat menang dalam persaingan yaitu kinerja bisnis terlebih lagi karena UMKM pada saat ini ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 menjadi sesuatu yang penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kuantitas UMKM . umlah UMKM) adalah suatu potensi besar di dalam perekonomian, maka peneliti mengangkat Usaha Mikro Kecil Menengah cafy & resto di Kecamatan Pontianak Selatan. Kota Pontianak. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengaruh inovasi produk, orientasi pasar melalui keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran pada UMKM makanan dan minuman di Kota Pontianak. KAJIAN PUSTAKA Inovasi Produk Banyak perusahaan melakukan inovasi dalam produk yang mereka pasarkan sebagai bentuk strategi yang diterapkan oleh perusahaan. Tuntutan terhadap inovasi dalam bisnis merupakan hal yang sangat penting untuk kemampuan perusahaan atau produk tetap menjadi pilihan para pelanggan. Kesamaan tampilan produk sejenis dari kompetitor menjadi pendorong terjadinya inovasi produk, produk pesaing biasanya tampil tidak berubah bahkan cenderung statis. Keadaan ini dapat menguntungkan, karena persaingan yang timbul dengan munculnya produk pesaing dapat diatasi dengan melakukan inovasi produk. Inovasi produk merupakan sesuatu yang dapat dilihat sebagai kemajuan fungsional suatu produk yang dapat membawa produk selangkah lebih maju dari para pesaingnya. Kemampuan perusahaan untuk terus melakukan inovasi terhadap produk/jasa yang dihasilkan akan menjaga produk tersebut tetap sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan, sehingga produk inovatif tersebut memiliki keunggulan dalam bersaing. Inovasi pada produk bukan hanya sekedar menemukan hal atau produk yang baru, namun hal baru tersebut harus berpotongan dengan nilai tambah dalam Yang berarti menerapkan ide Ae ide baru pada suatu produk untuk menambah nilai, jika tidak menambah nilai itu bukan inovasi (Briones, 2014: . Inovasi merupakan penerapan secara praktis sebuah gagasan ke dalam suatu produk atau proses Inovasi yang dilakukan pada produk sangat diperlukan dengan tujuan untuk mempertahankan minat beli konsumen. Inovasi produk yang dilakukan secara efektif dengan intensitas yang tinggi dapat menentukan kinerja pemasaran dalam sebuah ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Inovasi produk yang semakin tinggi akan mempengaruhi kinerja pemasaran dan selanjutnya meningkatkan keunggulan bersaing berkelanjutan (Tjiptono,2008: . Inovasi produk merupakan satu hal yang potensial untuk menciptakan pemikiran dan imajinasi orang yang pada akhirnya menciptakan pelanggan. Adapun indikator inovasi produk adalah sebagai berikut: 1. daya kreatifitas adalah kemampuan untuk menghasilkan produk yang baru, 2. perubahan desain adalah mengembangkan desain yang menarik, 3. kontrol kualitas adalah memastikan produk yang diproduksi sesuai standar kualitas. Sebuah inovasi produk bukan hanya merupakan bentuk dari penciptaan produk baru yang dihasilkan perusahaan, namun dapat diartikan pula sebagai peningkatan mutu . aik dari segi bahan baku, bentuk fisik atau pun kemampua. barang yang sebelumnya sudah dipasarkan (R. Heru Kristanto, 2009: . Perusahaan yang mampu mendesain produknya sesuai dengan keinginan pelanggan akan mampu bertahan ditengah persaingan karena produknya yang tetap diminati oleh konsumen. Orientasi Pasar Orientasi pasar merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan sejalan dengan meningkatnya persaingan global dan perubahan dalam kebutuhan pelanggan dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan pasarnya. Orientasi pasar dapat dijelaskan sebagai budaya organisasi yang paling efektif dalam menciptakan perilaku penting bagi pembeli untuk menciptakan nilai dan kinerja bisnis yang sangat Orientasi pasar melalui evaluasi berkelanjutan kebutuhan dan keinginan pelanggan, sebagai proses dan aktivitas yang berkaitan dengan penciptaan dan kepuasan Aplikasi yang berorientasi pasar akan meningkatkan kinerja perusahaan (Narver dan Slater, 1990:. Orientasi pasar mencerminkan sejauh mana perusahaan menciptakan kepuasan dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan sebagai prinsip pengorganisasian dalam perusahaan. Orientasi pasar merupakan fokus dari perencanaan strategis suatu unit bisnis dalam memenuhi beberapa tuntutan berupa semua fungsi yang ada di perusahaan mampu menyerap semua informasi penting yang mempengaruhi pembelian. Strategi pengambilan keputusan dilakukan secara lintas fungsional dan antar divisi, serta fungsi koordinasi yang baik dan memiliki rasa komitmen dalam melaksanakan kegiatan Orientasi pasar terdiri dari 3 komponen perilaku yaitu orientasi pelanggan, orientasi pesaing dan koordinasi interfungsional. Berorientasi pelanggan dan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 berorientasi pesaing mencakup semua kegiatan yang terlibat dalam memperoleh informasi tentang pembeli dan pesaing di pasar sasaran dan menyebarkannya melalui bisnis, sedangkan koordinasi lintas fungsi didasarkan pada informasi pelanggan dan pesaing (Narver & Slater, 1990: Lebih lanjut dijelaskan bahwa orientasi pelanggan diartikan sebagai memiliki pemahaman yang utuh terhadap pembelian pelanggan sasaran, dengan tujuan untuk dapat terus menciptakan nilai yang sangat baik bagi pembeli. Keunggulan Bersaing Pada dasarnya setiap perusahaan yang bersaing dalam lingkungan industri ingin mengungguli para pesaingnya. Biasanya, perusahaan secara jelas menerapkan strategi bersaing ini melalui aktivitas berbagai departemen fungsional perusahaan. Ide dasar perumusan strategi bersaing dimulai dengan merumuskan rumus umum metode pengembangan usaha, apa saja tujuannya, dan kebijakan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Keunggulan bersaing adalah sejauh mana suatu perusahaan dapat menciptakan posisi yang dapat menahan pasar selama pesaing tetap ada. Sebuah perusahaan menciptakan keunggulan kompetitif melalui daya saing atau prioritas yang didefinisikan sebagai preferensi atau aspek strategis di mana perusahaan memilih untuk bersaing di pasar yang ditargetkan (Russell & Millar, 2014: . Sekedar membangun keunggulan bersaing saja tidaklah cukup. Kunci keberhasilannya adalah terletak bagaimana membangun keunggulan kompetitif secara Strategi harus didisain untuk mewujudkan keunggulan bersaing yang terus-menerus . ustainable competitive advantage. Sehingga perusahaan dapat mendominasi pasar lama maupun pasar baru. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitifnya secara berkelanjutan melalui kemampuannya untuk mengembangkan seperangkat kompetensi inti, dimana perusahaan mampu melayani pelanggannya dengan lebih baik disbanding para pesaingnya. Yang dimaksud dengan kompetisi inti adalah serangkaian kemampuan unik yang dikembangkan oleh perusahaan dalam bidang Ae bidang utama, seperti kualitas produk, layanan pelanggan, inovasi, fleksibilitas, pembinaan tim, dan lainAelain yang mengungguli pesaingnya. Beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur keunggulan bersaing adalah keunikan produk, kualitas produk, dan harga bersaing. Keunikan produk adalah keunikan produk perusahaan yang memadukan nilai seni dengan selera pelanggan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Kualitas produk adalah kualitas desain dari produk perusahaan yang selalu Sedangkan harga bersaing adalah kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan harga produknya dengan harga umum di pasaran (Irfanunnis. Hartanty, & Ratnawati . 3: . Pemilik perusahaan harus mampu membedakan perusahaannya dari para pesaing dengan cara menggunakan kreatifitas, imajinasi, dan visi untuk menentukan hal-hal terbaik dan terpenting yang dapat dilakukan perusahaan terhadap pelanggan sasarannya. Kinerja Pemasaran Secara umum kinerja pemasaran merupakan salah satu bentuk pencapaian ukuran kinerja yang diperoleh dari keseluruhan kegiatan suatu perusahaan, khususnya dalam bidang pemasaran bagi suatu perusahaan atau organisasi. Selain itu, kinerja pemasaran juga dapat dianggap sebagai konsep siap pakai yang digunakan oleh perusahaan untuk mengukur produk mereka dan sejauh mana tujuan mereka tercapai. Kinerja pemasaran merupakan faktor yang sering digunakan untuk bisa mengukur dampak dari keberhasilan strategi yang diterapkan oleh perusahaan. Strategi perusahaan dapat diarahkan untuk menghasilkan kinerja pemasaran yang lebih baik . eperti volume penjualan dan tingkat pertumbuhan penjualan yang dibuat oleh perusahaa. dan kinerja keuangan yang baik (Ferdinand, 2011: . Kinerja pemasaran dapat diukur dari data tingkat penjualan, peningkatan pendapatan, jumlah pelanggan, ataupun dari data lain yang menggambarkan sejauh mana tingkat keberhasilan pemasaran produk atau jasa dari sebuah perusahaan. Selain itu kinerja perusahaan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara internal dan Khususnya secara eksternal peningkatan kinerja perusahaan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kultur yang berorientasi pada pasar . arket orientatio. , yaitu bagaimana memahami kebutuhan, keinginan dan permintaan pasar. Dalam aplikasinya upaya tersebut menjadi satu kebutuhan untuk dilakukan dalam mengoptimalkan kinerja usaha. Orientasi pasar memiliki peran yang sama penting dan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Beberapa indikator yang digunakan dalam menilai kinerja pemasaran adalah sebagai berikut: pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, keberhasilan suatu produk. Pertumbuhan penjualan adalah kenaikan jumlah penjualan dari tahun ke tahun. Pertumbuhan laba ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 adalah penaikan dan penuruan laba per tahun. Keberhasilan suatu produk adalah produk yang dimiliki bisa diterima pasar dengan baik (Lila, 2013: 112-. METODE PENELITIAN Populasi penelitian ini adalah 207 pemilik cafy & resto yang ada di Kecamatan Pontianak Selatan. Kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam peneltian ini adalah purposive sampling dan perhitungan pengambilan sampel didapatkan dari jumlah indikator sebanyak 19 dikalikan dengan 5 sampai 10. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden, peneliti menyusun pernyataan sesuai indikator dari setiap Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif menggunakan model struktural dengan pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) dengan program Amos versi 23 yang terdiri dari uji validitas dan reliabilitas, absolut fit measures, incremental fit measure, dan parsimonious fit measure. PEMBAHASAN Analisis Jawaban Resoponden Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh inovasi produk dan orientasi pasar melalui keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran UMKM cafy & resto di Keacamatan Pontianak Selatan. Kota Pontianak. Oleh karena itu, penulis perlu menganalisis tanggapan responden yaitu para pemilik usaha cafy & resto dengan mengajukan beberapa pertanyaan kuesioner terkait indikator-indikator dari variabel yang diukur dalam penelitian ini dengan pilihan jawaban terendah yaitu angka 1 sampai dengan angka tertinggi yaitu 10. Penelitian ini menggunakan kriteria . hreebox metho. untuk mendapatkan dasar interprestasi nilai indeks. Hasil indeks responden yang telah diperoleh sebagai berikut: TABEL 3 HASIL ANALISIS JAWABAN RESPONDEN Indikator Inovasi Produk (X. Kreativitas atas produk baru Fitur baru atas produk Menggunakan teknologi terbaru Formulasi baru pada produk hampir jenuh Bobot Jawaban Indeks Jawaban (%) 76,45 77,00 76,42 78,53 Rata -Rata 78,09 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Menigkatkan kualitas produk 82,05 Keterangan: Rata-rata Responden memberikan persepsi yang tinggi untuk variabel inovasi produk. Orientasi Pasar (X. Informasi kebutuhan pelanggan 79,21 Menjelaskan produk kepada konsumen 79,16 77,72 Mengamati pesaing yang ada 76,16 Strategi untuk menghadapi pesaing 76,58 Mengumpulkan informasi mengenai selera 77,50 Keterangan: Rata - rata Responden memberikan persepsi yang tinggi untuk variabel orientasi pasar. Keunggulan Bersaing (Z) Sumber daya modal yang baik 77,16 Menawarkan produk yang berkualitas 78,84 78,13 Produk sesuai dengan keinginan pelanggan 78,68 Termasuk produk yang susah tergantikan 76,74 Menawarkan harga yang lebih rendah 79,26 Keterangan : Rata - rata Responden memberikan persepsi yang tinggi untuk variabel keunggulan bersaing. Kinerja Pemasaran (Y) Volume penjualan meningkat setiap tahun 82,68 82,35 Target laba setiap tahun tercapai 82,26 Omset penjualan meningkat setiap tahun 81,58 Jumlah pelanggan bertambah setiap tahun 82,89 Keterangan : Rata - rata Responden memberikan persepsi yang tinggi untuk variabel kinerja pemasaran. Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan pada Tabel 3 diatas indeks jawaban responden mengenai variabel inovasi produk, orientasi pasar, keunggulan bersaing, dan kinerja pemasaran memiliki nilai rata Ae rata indeks yang tinggi. Jadi dapat diketahui bahwa pada inovasi produk perusahaan harus selalui meningkatkan kualitas bahan baku produk dan memberikan formulasi baru. Pada orientasi pasar perusahaan harus selalu mencari informasi mengenai kebutuhan pelanggan. Pada keunggulan bersaing perusahaan harus menawarkan harga yang lebih rendah dari pada pesaing, tetapi juga memilki kualitas produk yang baik. Pada kinerja pemasaran jumlah pelanggan harus bertambah setiap tahunnya untuk menilai peningkatan kinerja pemasaran perusahaan. Analisis Data Penelitian Untuk mengetahui pengaruh variabel inovasi produk dan orientasi pasar melalui keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran, maka peneliti menggunakan bantuan pengolahan data statistik dengan menggunakan SEM AMOS 23 untuk menguji validitas ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 dan reliabilitas, uji multikolinearitas, model persamaan structural,dan uji hipotesis seperti yang dibahas pada bagian berikut ini : TABEL 4 HASIL UJI STATISTIK Uji Validitas X1. 1 = 0. X2. 1 = 0. Z1. 1 = 0. Y1. 1 = 0. X1. 2 = 0. X2. 2 = 0. Z1. 2 = 0. Y1. 2 = 0. X1. 3 = 0. X2. 3 = 0. Z1. 3 = 0. Y1. 3 = 0. X1. 4 = 0. X2. 4 = 0. Z1. 4 = 0. Y1. 4 = 0. X1. 5 = 0. X2. 5 = 0. Z1. 5 = 0. VE 0. VE 0. VE 0. VE 0. Uji Reliabilitas CR 0,668 CR 0,698 CR 0,735 CR 0,685 Uji 0,313 (Memiliki nilai korelasi dibawah 0,. Multikolinearitas Goodness Of Fit Indices Cutt of value Hasil Model Keterangan Chi Square Kecil atau < 200 183,107 Good Fit Probabilitas > 0,05 0,051 Good Fit RMSEA O 0,08 0,047 Good Fit CMIN/DF O 5,00 1,419 Good Fit TLI 0,90 O TLI < 1,00 0,949 Good Fit CFI 0,90 O CFI < 1,00 0,957 Good Fit NFI 0,90 O NFI < 1,00 0,871 Marginal Fit Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan pada Tabel 4 diatas merupakan hasil uji validitas dan reliabilitas yang menunjukkan bahwa menghasilkan data dari kuesioner yang baik dan tepat dalam mengukur gejala yang sesuai dengan judul penelitian. Semua instrumen variabel terbukti valid dengan ketentuan seluruh variabel yang dikonstruksi oleh indikatorindikatornya memiliki nilai faktor loading > 0,5 dan Variance Extracted (VE) > 0,6, dengan kata lain indikator-indikator valid mengukur skor variabelnya. Sedangkan untuk mengukur reliabilitas adalah dengan nilai Construct Reliability (CR) lebih besar dari 0,6. Dalam uji multikolinearitas berguna untuk mengetahui apakah terjadi hubungan antar variabel independen. Multikolinearitas terjadi ketika nilai korelasi antar indikator yang lain > 0,9 maka dapat diketahui bahwa tidak terdapat multikolinearitas dalam penelitian ini. Selanjutnya akan ditampilkan hasil dari pengujian terhadap hipotesis yg diajukan melalui pengujian koefisien jalur pada model persamaan struktural. Hasil uji hipotesis yang telah diperoleh sebagai berikut: ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 TABEL 5 HASIL UJI HIPOTESIS Hipotesis Keterangan Koefisien Inovasi Produk mempengaruhi keunggulan 0,348 Orientasi Pasar mempengaruhi keunggulan 0,380 Keunggulan 0,504 kinerja pemasaran Orientasi pasar mempengaruhi kinerja 0,429 Inovasi produk mempengaruhi kinerja -0,050 Hipotesis Keterangan Koefisien Inovasi produk melalui keunggulan 0,176 bersaing mempengaruhi kinerja pemasaran Orientasi Pasar melalui keunggulan 0,192 bersaing mempengaruhi kinerja pemasaran P-Value 0,005 Kesimpulan Diterima 0,000 Diterima 0,000 Diterima 0,000 Diterima 0,692 Z-Sobel Tidak Diterima Kesimpulan Diterima Diterima Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan pada Tabel 5 diatas merupakan hasil pengujian hipotesis secara langsung (Direct effec. dan secara tidak langsung atau mediasi (Indirect effec. yang akan di jelaskan sebagai berikut: Hasil pengujian Hipotesis 1, hubungan variabel Inovasi Produk terhadap Keunggulan Bersaing menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,348 . dan nilai pvalue sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Inovasi Produk berpengaruh positif signifikan terhadap Keunggulan Bersaing. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herman. Hady, dan Arafah . bahwa inovasi produk berpengaruh positif signifikan terhadap keunggulan Djodjobo dan Tawas . dalam penelitiannya diperoleh hasil bahwa inovasi produk berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing. Hasil pengujian Hipotesis 2, hubungan variabel Orientasi Pasar terhadap Keunggulan Bersaing menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,380 . dan nilai pvalue sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Orientasi Pasar berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Keunggulan Bersaing. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herman. Hady, dan Arafah . bahwa orientasi pasar berpengaruh positif signifikan terhadap keunggulan Helia. Farida, dan Prabawani . dalam penelitiannya diperoleh hasil bahwa orientasi pasar berpengaruh positif signifikan terhadap keunggulan bersaing. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Hasil pengujian Hipotesis 3, hubungan variabel Keunggulan Bersaing terhadap Kinerja Pemasaran menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,504 . dan nilai p-value sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Keunggulan Bersaing berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Pemasaran. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herman. Hady, dan Arafah . bahwa keunggulan bersaing berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemasaran. Djodjobo dan Tawas . dalam penelitiannya diperoleh hasil bahwa keunggulan bersaing berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemasaran. Hasil pengujian Hipotesis 4, hubungan variabel Orientasi Pasar terhadap Kinerja Pemasaran menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,429 . dan nilai p-value sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Orientasi Pasar berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Pemasaran. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herman. Hady, dan Arafah . bahwa orientasi pasar berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemasaran. Udriyah. Tham, dan Azam . dalam penelitiannya diperoleh hasil bahwa orientasi pasar berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemasaran. Hasil pengujian Hipotesis 5, hubungan variabel Inovasi Produk terhadap Kinerja Pemasaran menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,050 . dan nilai p-value sebesar 0,692 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Inovasi Produk tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pemasaran. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu oleh Amin. Sudarwati, dan Maryam . dimana inovasi produk tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Hasil pengujian Hipotesis 6, mediasi . ndirect effec. menunjukkan bahwa hubungan variabel Inovasi Produk terhadap Kinerja Pemasaran melalui mediasi variabel Keunggulan Bersaing menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,176 . dan nilai zsobel sebesar 2. 568 lebih besar dari 1,96 sehingga dapat diketahui bahwa Inovasi Produk berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Pemasaran melalui mediasi variabel Keunggulan Bersaing. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herman. Hady, dan Arafah . bahwa inovasi produk berpengaruh positif signifikan terhadap keunggulan bersaing. Merakati. Rusdarti, dan Wahyono . dalam penelitiannya diperoleh hasil bahwa inovasi produk melalui keunggulan bersaing berpengaruh positif terhadap kinerja pemasaran. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Hasil pengujian Hipotesis 7, hubungan variabel Inovasi Produk terhadap Kinerja Pemasaran melalui mediasi variabel Keunggulan Bersaing menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,192 . dan nilai z-sobel sebesar 3. 132 lebih besar dari 1,96 sehingga dapat diketahui bahwa Orientasi Pasar berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Pemasaran melalui mediasi variabel Keunggulan Bersaing. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Herman. Hady, dan Arafah . bahwa inovasi produk berpengaruh positif signifikan terhadap keunggulan bersaing. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan variabel inovasi produk dan orientasi pasar berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap keunggulan Serta variabel orientasi pasar dan keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja pemasaran. Sedangkan variabel inovasi produk tidak berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja pemasaran, hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu oleh Amin. Sudarwati, dan Maryam . dimana inovasi produk tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Hasil dari penelitian ini dapat disebabkan karena penerapan unsur-unsur inovasi produk yang belum dilakukan sama sekali ataupun secara menyeluruh oleh pengelola usaha. Untuk pengaruh tidak langsung, hasil yang didapatkan adalah variabel keunggulan bersaing positif dan signifikan memediasi hubungan antara inovasi produk dan orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran usaha cafy & resto di Kecamatan Pontianak Selatan. Kota Pontianak. Keterbatasan dari penelitian ini dapat dilihat dari nilai R Square variabel Keunggulan Bersaing yaitu 45,3% artinya variabel Inovasi Produk dan Orientasi Pasar secara substansial dapat menjelaskan variabel Keunggulan Bersaing dengan tingkat 45,3% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam variabel penelitian ini. Sedangkan hasil nilai R Square variabel Kinerja Pemasaran yaitu 27,6% artinya variabel Inovasi Produk. Orientasi Pasar dan Keunggulan Bersaing secara substansial dapat menjelaskan variabel Kinerja Pemasaran dengan tingkat 27,6% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam variabel penelitian ini. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 11. Maret 2024 Saran Kebijakan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja pemasaran perusahaannya adalah dengan melakukan inovasi produk dan orientasi pasar untuk menciptakan keunggulan bersaing yang meningkatkan kinerja pemasaran. Perusahaan dapat meningkatkan lagi penggunaan teknologi terbaru untuk membantu peningkatan produktivitas, lebih memperhatikan strategi pemasaran apa yang dilakukan kompetitor, berapa harga yang ditawarkan, hingga rencana pesaing usaha ke depannya. Perusahaan juga harus selalu berusaha untuk bisa memberikan ciri khas pada produknya dan memiliki nilai jual yang baik, sehingga ketika ada yang membicarakan produk sejenis pelanggan langsung mengingat produk yang kita jual. Strategi Aestrategi yang dilakukan perusahaan merupakan cara untuk meningkatkan jumlah pendapatan perusahaan, hasil penjualan perusahaan merupakan salah satu faktor penting dalam menilai kinerja perusahaan. Berdasarkan keterbatasan penelitian ini, penulis merekomendasikan agar dapat meneliti masalah ini dengan menambahkan pengaruh faktorAefaktor lain yang mempengaruhi kinerja pemasaran. Salah satu faktor yang dapat ditambahkan adalah brand image . itra mere. yang dibangun oleh perusahaan. Setiap perusahaan harus bisa mengelola citra mereknya, karena kesan pertama konsumen terhadap merek tertentu sangat berpengaruh terhadap minat beli produk itu sendiri. Dengan adanya penelitian tersebut, diharapkan dapat diketahui apakah brand image memang dapat dijadikan salah satu sumber untuk mencapai kinerja perusahaan yang baik. DAFTAR PUSTAKA