Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Herding Behavior dan Heuristic Bias pada Keputusan Investasi Nasabah Bank Syariah Indonesia Nora Eriandaa. Muzakirb. Cut Devi Maulidasaric a,b,c. Jurusan Manajemen. Universitas Teuku Umar Corresponding author: noraerianda09@gmail. ABSTRACT This study aims to see and analyze the effect of herding behavior and heuristic bias on investment decisions for customers of Bank Syariah Indonesia KC. Imam Bonjol Meulaboh. The samplein this study was 167 people using a Likert scale questionnaire data collection technique 1 to 5. The regression analysis method used the structural equation modeling -partial least squares (SEM-PLS) approach assisted by SMART-PLS 4 software. The results obtained showed no relationship positive and significant herding behavior on investment decisions with a value (P valu. 205 > 0. 05 and a value of (T-statisti. < 1. While the heuristic bias has a positive and significant effect on investment decisions on customers of Bank Syariah Indonesia with a P value of 0. 000 <0. and (T- statisti. 382 > 1. The results of the R square adjusted test with a value of 0. 657 or a contribution in this study of 65% percent. Keywords: Herding Behavior. Heuristic Bias. Investment Decision ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis pengaruh herding behaviour dan heuristic bias terhadap keputusan investasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia KC. Imam Bonjol Meulaboh. Sampel didalam penelitian ini berjumlah 167 orang dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner skala likert 1 Metode analisa regresi menggunakan pendekatan structural equation modelling -partial least Square (SEM- PLS) yang dibantu menggunakan software SMART-PLS 4. Hasil yang didapatkan tidak terdapat hubungan positif dan signifikan herding behaviour terhadap keputusan investasi dengan nilai (P valu. 0,205 > 0,05 dan nilai dari ( T- statisti. sebesar 1,. < 1,96. Sedangkan heuristic bias berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia dengan perolehan nilai (P valu. 0,000 < 0,05 dan ( T- statisti. 14,382 > 1,96. Hasil pengujian R square adjusted dengan perolehan nilai sebesar 0,657 atau besar kontribusi didalam penelitian ini sebesar 65% persen. Kata Kunci: Herding Behaviour. Heuristic Bias. Keputusan Investasi PENDAHULUAN Dalam dunia keuangan, pengambilan keputusan investasi merupakan aspek kritis yang mempengaruhi kinerja pasar dan keberhasilan investasi (Praditha, 2. Keputusan investasi yang bijaksana memerlukan pemahaman yang mendalam tentang risiko, potensi imbal hasil, dan informasi pasar yang relevan. Namun, sering kali terjadi fenomena di mana individu cenderung mengikuti tindakan mayoritas dalam pengambilan keputusan investasi, terlepas dari informasi yang tersedia secara individu (Novianggie & Asandimitra, 2. Fenomena ini dikenal sebagai herding behaviour (Baker et al. , 2019. Novianggie & Asandimitra, 2019. Santoso et al. , 2. Herding behavior merujuk pada perilaku kolektif di mana individu-individu, termasuk nasabah bank, cenderung untuk mengadopsi keputusan investasi yang sama atau sejenis dengan mayoritas (Novianggie & Asandimitra, 2019. Santoso et al. , 2. Dalam konteks keputusan Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 investasi nasabah bank, herding behavior dapat terjadi ketika nasabah bank mengikuti jejak dan rekomendasi dari investor besar, institusi keuangan, atau tren pasar umum (Mahadevi & Haryono, 2. Meskipun herding behavior mungkin terlihat rasional karena persepsi tentang kekuatan dalam jumlah, namun pada kenyataannya, perilaku ini dapat memperkuat pergerakan yang tidak rasional dan menyebabkan ketidakstabilan pasar (Santoso et al. , 2. Pentingnya memahami herding behavior pada keputusan investasi nasabah bank memiliki implikasi yang signifikan dalam mengelola risiko dan memperbaiki efisiensi pasar keuangan. Dalam konteks ini, penelitian tentang herding behavior pada keputusan investasi nasabah bank menjadi relevan dan penting untuk diinvestigasi. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi herding behavior, para praktisi keuangan dapat mengambil langkahlangkah yang diperlukan untuk mengurangi dampak negatifnya dan meningkatkan keberlanjutan pasar yang lebih stabil. Keputusan investasi nasabah bank memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan pasar keuangan (Pranyoto et al. , 2. Namun, seringkali keputusan investasi ini dipengaruhi oleh berbagai bias psikologis, salah satunya adalah heuristic bias (Ahmad & Shah, 2022a. Pradhana, 2. Heuristic bias merujuk pada kecenderungan individu untuk mengandalkan aturan pikiran sederhana atau pemangkasan informasi yang kompleks untuk membuat keputusan secara cepat, namun dengan risiko kurangnya ketepatan dan ketelitian (Novwedayaningayu & Saputri, 2. Dalam konteks keputusan investasi nasabah bank, heuristic bias dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam berbagai aspek, termasuk penilaian risiko, penentuan alokasi aset, dan evaluasi kinerja Nasabah bank sering kali menggunakan aturan pikiran sederhana, seperti representativeness heuristic, availability heuristic, atau anchoring and adjustment heuristic, untuk membuat keputusan investasi tanpa mempertimbangkan secara menyeluruh informasi yang relevan dan risiko yang terkait (Novwedayaningayu & Saputri, 2020. Singh, 2. Perilaku ini dapat menghasilkan konsekuensi yang merugikan, baik bagi nasabah bank itu sendiri maupun bagi stabilitas pasar keuangan secara keseluruhan. Heuristic bias dapat menyebabkan nasabah bank mengabaikan informasi penting, mengambil risiko yang tidak proporsional, atau gagal mengoptimalkan potensi pengembalian investasi (Novwedayaningayu & Saputri, 2. Pentingnya memahami heuristic bias pada keputusan investasi nasabah bank melibatkan peran penting dalam meningkatkan kualitas keputusan dan mengelola risiko (Sudirman & Pratiwi, 2. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi heuristic bias, praktisi keuangan dan regulator dapat mengambil langkahlangkah yang diperlukan untuk mengurangi pengaruh negatifnya dan meningkatkan efisiensi pasar keuangan. KAJIAN PUSTAKA Herding Behavior Herding Behavior mengacu pada fenomena yang diamati pada hewan sosial, termasuk manusia, di mana individu cenderung meniru tindakan atau perilaku orang lain dalam suatu Ini ditandai dengan individu mengadopsi perilaku, keputusan, atau gerakan yang sama seperti yang ada di sekitar mereka, seringkali tanpa dasar rasional atau logis. Herding Behavior umumnya diamati dalam berbagai konteks, seperti pasar keuangan, di mana investor cenderung membeli atau menjual aset berdasarkan tindakan orang lain daripada analisis fundamental (Vitmiasih et al. , 2. Perilaku ini dapat berkontribusi pada pembentukan gelembung atau kehancuran pasar (Banerjee, 1. Dalam situasi ini, individu mungkin takut kehilangan potensi keuntungan atau menghindari kerugian, sehingga mereka mengikuti orang banyak tanpa mempertimbangkan faktor pendorong pasar. Secara psikologis, herding behavior dapat dijelaskan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah keinginan untuk konformitas sosial dan ketakutan untuk dikucilkan atau Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 membuat keputusan sendiri (Nerlekar & Nerlekar, 2. Orang sering menemukan kenyamanan dan kepastian dalam mengikuti mayoritas, dengan asumsi bahwa orang lain memiliki lebih banyak pengetahuan atau wawasan. Perilaku ini lebih diperkuat oleh heuristik ketersediaan . vailability heuristi. , di mana individu bergantung pada informasi yang tersedia atau tindakan orang lain sebagai jalan pintas untuk pengambilan keputusan (Praditha, 2. Selain itu, herding behavior juga dapat dipengaruhi oleh informational cascades (Aminaturrahmah et al. , 2021. Sari et al. , 2. Informational cascades terjadi ketika orang mendasarkan keputusan mereka terutama pada tindakan atau pilihan orang lain, bukan pada pengetahuan atau kepercayaan mereka sendiri. Ini dapat menciptakan siklus penguatan diri di mana individu mengadopsi pendapat atau perilaku yang berlaku tanpa mengevaluasinya secara Sementara herding behavior dapat memiliki konsekuensi negatif, seperti berkontribusi pada volatilitas pasar atau memfasilitasi penyebaran informasi yang salah, perilaku ini juga memiliki fungsi sosial yang penting (Lubis et al. , 2. Dalam beberapa kasus herding behavior dapat membantu kelompok mengoordinasikan tindakan mereka secara lebih efisien dan membuat keputusan kolektif. Misalnya, dalam situasi darurat, orang sering mencari petunjuk dari orang lain tentang cara merespons, yang dapat menghasilkan respons yang lebih cepat dan lebih terkoordinasi (Tazkia & Wijayanti, 2. Herding behavior dapat memiliki beberapa keuntungan dalam konteks tertentu. Berikut adalah beberapa keuntungan potensial dari perilaku menggiring: Information aggregation Ketika individu terlibat dalam perilaku menggiring, mereka cenderung mengandalkan tindakan atau keputusan orang lain sebagai sumber informasi (Santoso et al. , 2. Dalam situasi di mana mayoritas individu memiliki akses ke informasi yang relevan dan akurat, perilaku menggiring dapat menyebabkan pengumpulan informasi ini. Ini dapat bermanfaat dalam proses pengambilan keputusan dengan menggabungkan beragam perspektif dan meningkatkan keseluruhan pengetahuan yang tersedia untuk kelompok (Novianggie & Asandimitra, 2019. Sari et al. , 2. Efficient decision-making Perilaku menggiring dapat memfasilitasi pengambilan keputusan yang cepat, khususnya dalam situasi di mana waktu terbatas atau informasi langka. Alih-alih menghabiskan waktu dan tenaga untuk analisis independen, individu dapat mengandalkan tindakan orang lain sebagai heuristik untuk pengambilan keputusan (Novianggie & Asandimitra, 2. Ini dapat bermanfaat dalam skenario di mana respons cepat atau tindakan terkoordinasi diperlukan. Social cohesion Perilaku menggiring dapat menumbuhkan kohesi sosial dan rasa persatuan dalam suatu kelompok (Anggraeni et al. , 2. Ketika individu mengamati orang lain yang terlibat dalam perilaku serupa, itu dapat menciptakan identitas bersama dan perasaan memiliki. Rasa persatuan ini bisa sangat berharga dalam situasi di mana tindakan atau kerja sama kolektif diperlukan (Khalisa et al. , 2. Risk reduction Dengan mengikuti kawanan, individu dapat mengurangi risiko yang mereka Ketakutan membuat keputusan independen dan berpotensi salah dapat dikurangi dengan mengikuti mayoritas (Santoso et al. , 2. Ini dapat memberikan rasa aman dan mengurangi beban psikologis yang terkait dengan pengambilan tanggung jawab individu atas keputusan. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Learning and imitation Perilaku menggiring dapat berfungsi sebagai mekanisme untuk pembelajaran dan Dengan mengamati dan meniru tindakan orang lain, individu dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan perilaku baru (Novianggie & Asandimitra, 2. Ini bisa sangat menguntungkan dalam situasi di mana ada kekurangan pengalaman atau keahlian pribadi. Informational cascades Informational cascades adalah fenomena yang terjadi ketika individu mendasarkan keputusan mereka terutama pada tindakan atau pilihan orang lain, bukan pada pengetahuan atau keyakinan mereka sendiri (Tazkia & Wijayanti, 2. Ini merujuk pada situasi di mana orang mengabaikan informasi pribadi atau penilaian pribadi mereka dan hanya mengikuti perilaku atau pilihan individu sebelumnya. Informational cascades sering terjadi dalam situasi yang ditandai dengan ketidakpastian, ambiguitas, atau pengaruh sosial (Tazkia & Wijayanti. Dalam informational cascades, keputusan dibuat secara berurutan, dengan masingmasing individu mengamati pilihan atau tindakan orang-orang yang datang sebelum mereka. Saat membuat keputusan, individu memiliki akses ke informasi pribadi mereka sendiri dan perilaku orang lain yang diamati. Saat individu mengamati pilihan individu sebelumnya, mereka mungkin memilih untuk mengikuti perilaku yang diamati daripada mengandalkan informasi mereka sendiri (Vismara. Ini dapat menciptakan siklus penguatan diri di mana individu berikutnya dipengaruhi oleh tindakan orang-orang yang datang sebelum mereka, yang mengarah ke AucascadeAy effect (Devenow & Welch, 1. Informational cascades sering terjadi ketika individu memiliki informasi yang tidak lengkap atau tidak sempurna tentang keputusan atau situasi tertentu (Vismara, 2. Ketika menghadapi ketidakpastian, individu cenderung lebih mengandalkan perilaku orang lain sebagai sumber informasi, dengan asumsi bahwa pilihan mayoritas mencerminkan pengetahuan atau penilaian yang superior. Konformitas sosial memainkan peran penting dalam informational cascades. Individu dapat memilih untuk menyesuaikan diri dengan perilaku mayoritas karena keinginan untuk penerimaan sosial, takut dianggap berbeda atau salah, atau asumsi bahwa orang lain memiliki informasi yang lebih akurat (Zhou & Lai, 2. Kesesuaian ini dapat menyebabkan pengabaian terhadap keyakinan individu atau informasi pribadi (Devenow & Welch, 1. Dalam informational cascades, individu mungkin tidak secara kritis mengevaluasi informasi yang tersedia atau mempertimbangkan penilaian mereka sendiri. Mereka mungkin hanya mengikuti orang banyak, dengan asumsi bahwa perilaku agregat orang lain lebih dapat diandalkan atau rasional daripada pendapat mereka sendiri. Informational cascades dapat memiliki efek positif dan negatif. Di satu sisi, mereka dapat mengarah pada pengambilan keputusan yang efisien ketika pilihan individu sebelumnya mencerminkan informasi yang akurat atau penilaian rasional (Zhou & Lai, 2. Ini dapat bermanfaat dalam situasi di mana ada konsensus berdasarkan data atau keahlian yang dapat diandalkan. Di sisi lain cascade juga dapat melanggengkan misinformasi, keyakinan salah, atau perilaku irasional saat individu mengikuti mayoritas tanpa analisis independen (Vismara, 2. Heuristic bias Heuristic bias merujuk pada kecenderungan manusia untuk menggunakan aturanaturan sederhana atau pemikiran pendek dalam mengambil keputusan, meskipun aturan tersebut mungkin tidak selalu rasional atau akurat (Ahmad & Shah, 2022. Dalam konteks keputusan investasi, heuristic bias dapat mempengaruhi cara seseorang mengevaluasi, memproses, dan mengambil keputusan terkait investasi. Heuristic overconfidence, atau kepercayaan berlebihan, adalah salah satu jenis heuristic bias yang mempengaruhi keputusan Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 investasi (Pradhana, 2. Ini terjadi ketika seorang investor memiliki keyakinan yang tidak proporsional atau berlebihan terhadap kemampuan mereka sendiri dalam memprediksi atau menganalisis pasar atau saham. Beberapa contoh heuristic overconfidence dalam konteks keputusan investasi meliputi: Prediksi yang Terlalu Percaya Diri Investor yang terkena heuristic overconfidence cenderung merasa terlalu yakin dengan kemampuan mereka dalam membuat prediksi tentang pergerakan pasar atau kinerja saham tertentu (Pradhana, 2. Mereka mungkin mengabaikan ketidakpastian yang melekat dalam investasi dan merasa bahwa mereka dapat dengan tepat memperkirakan masa depan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi (Sudirman & Pratiwi, 2. Perkiraan Kinerja yang Terlalu Optimis Heuristic overconfidence juga dapat menyebabkan investor memiliki perkiraan kinerja yang terlalu optimis terhadap investasi mereka (Pradhana, 2. Mereka cenderung mengabaikan atau meremehkan potensi risiko dan kerugian yang mungkin terjadi, dan hanya fokus pada potensi keuntungan besar. Penilaian Risiko yang Tidak Proporsional Investor yang terpengaruh oleh heuristic overconfidence mungkin tidak memberikan penilaian yang tepat terhadap risiko yang terlibat dalam investasi (Sriatun & Indarto, 2. Mereka cenderung merasa bahwa mereka dapat mengendalikan atau mengatasi risiko dengan lebih baik daripada yang sebenarnya, dan menganggap bahwa mereka tidak akan menghadapi kerugian besar (Mahadevi & Haryono, 2. Akibat dari heuristic overconfidence adalah investor dapat mengambil risiko yang tidak proporsional atau tidak mempertimbangkan secara akurat potensi kerugian yang mungkin terjadi (Novwedayaningayu & Saputri, 2. Hal ini dapat menyebabkan keputusan investasi yang tidak rasional atau kurang berdasarkan fakta, dan akhirnya dapat mengakibatkan kerugian finansial (Novwedayaningayu & Saputri, 2. Selain itu juga terdapat representativeness bias, atau bias representasi, adalah salah satu jenis heuristic bias yang mempengaruhi keputusan investasi. Bias ini terjadi ketika seseorang membuat penilaian atau mengambil keputusan berdasarkan sejauh mana suatu situasi atau entitas mewakili atau sesuai dengan gambaran mental atau prototipe yang ada dalam pikiran mereka (Novwedayaningayu & Saputri, 2. Dampak dari representativeness bias adalah investor dapat membuat penilaian yang tidak akurat atau melupakan faktor-faktor penting yang dapat memengaruhi investasi. Hal ini dapat mengarah pada keputusan investasi yang tidak rasional atau kurang berdasarkan analisis mendalam (Novwedayaningayu & Saputri, 2. Dalam konteks keputusan investasi, representativeness bias dapat terjadi dalam beberapa cara berikut: Generalisasi Berlebihan Investor yang terkena representativeness bias cenderung menggeneralisasi kinerja masa lalu suatu saham atau pasar ke masa depan (Pradhana, 2. Mereka mengasumsikan bahwa saham atau pasar akan terus berperilaku serupa berdasarkan pola yang telah mereka kenali sebelumnya, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain yang relevan. Mengabaikan Data Statistik Bias ini juga dapat menyebabkan investor mengabaikan atau kurang memperhatikan data statistik yang objektif atau informasi numerik lainnya yang mungkin memberikan pandangan yang lebih akurat tentang situasi investasi (Mahadevi & Haryono, 2. Sebagai gantinya, mereka cenderung lebih bergantung pada pandangan subjektif mereka atau kesan keseluruhan yang diperoleh dari situasi atau entitas tersebut. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Kesalahan Penilaian Berdasarkan Kesamaan atau Keunikan Representativeness bias juga dapat menyebabkan investor membuat penilaian berdasarkan kesamaan atau keunikan tertentu yang mereka lihat dalam suatu investasi (Novwedayaningayu & Saputri, 2. Mereka mungkin terlalu terpikat oleh karakteristik unik atau cerita sukses individu atau perusahaan, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin lebih penting. Penilaian portofolio instrument investasi Penilaian portofolio investasi yang benar adalah suatu proses yang penting dalam analisis kinerja portofolio secara obyektif dan akurat (Saputro & Badjra, 2. Dalam konteks ini, penilaian portofolio mencakup evaluasi terhadap kinerja historis, pengukuran risiko, dan analisis komposisi aset dalam portofolio (Sasmikadewi & Rusmala Dewi, 2. Penilaian portofolio investasi yang tepat membutuhkan penerapan metode dan teknik yang berbasis pada analisis kuantitatif dan statistik (MafAoula et al. , 2. Dengan mengintegrasikan data historis dan informasi pasar terkini, penilaian portofolio dapat memberikan wawasan yang berharga bagi investor dalam membuat keputusan investasi yang cerdas (Natalina, 2. Dalam penilaian portofolio investasi, parameter kinerja yang umum digunakan termasuk tingkat pengembalian, volatilitas, rasio risiko-untung, dan indeks kinerja seperti Sharpe Ratio dan Treynor Ratio (Primajati et al. , 2. Tingkat pengembalian mengukur keuntungan yang dihasilkan dari portofolio investasi selama periode waktu tertentu. Volatilitas, di sisi lain, merupakan ukuran dari fluktuasi harga atau nilai portofolio yang menggambarkan risiko yang terkait dengan investasi tersebut. Rasio risiko-untung seperti Sharpe Ratio dan Treynor Ratio membandingkan tingkat pengembalian portofolio dengan risiko yang diambil untuk mencapainya, sehingga membantu mengidentifikasi efisiensi portofolio dan kemampuan manajer investasi dalam menghasilkan hasil yang konsisten (Primajati et al. , 2. Selain itu, penilaian portofolio investasi yang akurat juga melibatkan analisis diversifikasi dan alokasi aset yang tepat (Febriyanto, 2. Dalam diversifikasi, investor menyebarkan risiko dengan mengalokasikan dana ke berbagai instrumen investasi atau kelas asset (MafAoula et al. , 2. Dengan diversifikasi yang baik, investor dapat mengurangi risiko spesifik yang terkait dengan satu instrumen atau sektor tertentu. Selain itu, alokasi aset yang tepat berarti memilih persentase yang sesuai untuk menginvestasikan dana dalam kelas aset yang berbeda, seperti saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya (Sasmikadewi & Rusmala Dewi, 2. Dengan melakukan penilaian portofolio secara teratur dan memperbarui diversifikasi dan alokasi aset sesuai dengan perubahan tujuan dan profil risiko, investor dapat memaksimalkan potensi pengembalian investasi mereka sambil mengendalikan risiko dengan Penilaian portofolio investasi adalah suatu proses yang kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai konsep-konsep dan metrik-metrik investasi yang digunakan (MafAoula et al. , 2018. Sasmikadewi & Rusmala Dewi, 2. Penilaian ini dapat meliputi berbagai faktor, termasuk kinerja portofolio dan risiko yang terkait dengan portofolio Dalam penilaian portofolio investasi yang benar, diperlukan evaluasi yang objektif dan akurat terhadap kinerja investasi yang telah dilakukan, serta mempertimbangkan aspek risiko yang terkait dengan portofolio. Metode yang umum digunakan dalam penilaian portofolio investasi adalah penggunaan metrik-metrik kinerja yang meliputi rasio pengembalian, rasio risiko, dan rasio efisiensi (MafAoula et al. , 2018. Primajati et al. , 2. Penggunaan rasio-rasio ini memungkinkan investor untuk membandingkan kinerja portofolio mereka dengan pasar atau indeks tertentu dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kinerja investasi mereka secara Selain itu, penggunaan penghitungan beta dan alpha juga dapat membantu dalam penilaian portofolio investasi, yang dapat memberikan informasi tambahan mengenai seberapa baik portofolio investor mengimbangi risiko pasar secara umum (Primajati et al. , 2019. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Sasmikadewi & Rusmala Dewi, 2. Dalam penilaian portofolio investasi yang benar, tidak hanya penting untuk memperhatikan kinerja portofolio secara keseluruhan, tetapi juga melakukan analisis mendalam pada setiap komponen portofolio. Evaluasi individu ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metrik seperti rasio fundamental atau analisis teknikal, dan dapat membantu dalam memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kinerja setiap komponen portofolio secara khusus. Dengan menggunakan metode-metode ini, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik dan mengoptimalkan portofolio mereka untuk mencapai tujuan investasi yang telah ditentukan sebelumnya. METODE PENELITIAN Lokus penelitian dilakukan di Bank Syariah Indonesia (BSI) KC. Imam Bonjol Meulaboh. Objek penelitian yang digunakan adalah nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) KC. Imam Bonjol Meulaboh yang memahami produk investasi di Bank Syariah Indonesia (BSI) KC. Imam Bonjol Meulaboh. Penelitian ini menggunakan kuesioner penelitian yang diberikan kepada objek penelitian terkait perilaku keuangan . inancial behaviou. Kuesioner penelitian tersebut disusun berdasarkan kuesioner terkait herding behaviour berdasarkan model konseptual yang disusun oleh Nair. Ankitha (Nair et al. , 2. yang digunakan untuk menentukan perilaku investasi calon investor yang dikawinkan dengan kuesioner penelitian terkait heuristic bias oleh Varsha dan Shriram Nerlekar (Nerlekar & Nerlekar, 2. Metode analisa regresi menggunakan pendekatan structural equation modelling -partial least Square (SEM-PLS) yang dibantu menggunakan software SMART-PLS 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Cumulative Frequency Valid Percent Percent Valid Percent Diploma i S-1 SMA/SMK Smp Total Berdasarkan tabel 1 diatas dapat disimpulkan bahwa untuk tingkat Pendidikan terakhir responden didominasikan oleh responden SMA/SMK dengan frekuensi 119 orang. Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Cumulative Frequency Valid Percent Valid Percent Percent Barista Bidan Buruh Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Freelancer Guru IRT Karyawan Bank Syaria Mahasiswa Mahasiswi Network marketing Pelajar Pelayanan Bidang Jas Pengusaha Perawat Polri Sales Sales Force Swasta Tidak Bekerja Wiraswasta Wirausaha Total Berdasarkan tabel 2 diatas dapat disimpulkan bahwa untuk persentase paling tinggi dari tingkat karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan mereka adalah mahasiswa dengan frekuensi sebanyak 95 orang Analisa Data Gambar 1. Diagram Loading Faktor Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Pada diagram gambar 1 setiap variabel memiliki item pernyataan yang terdiri dari variabel herding behaviour (X. memiliki item pernyataan sebanyak 12 item dan telah dihapuskan 1 item karna dianggap tidak valid. Untuk variabel heuristic bias (X. memiliki item pernyataan sebanyak 19 item dan untuk variabel keputusan investasi (Y) memiliki item pernyataan sebanyak 9 item. Outer Loading Ae Matrix/ Validitas Convergen Tabel 1 Nilai Outer Loading Item Herding Heuristic Behaviour (X. Bias (X. X1_SC. 0,654 X1_SC. 0,639 X1_SC. 0,696 X1_IS. 0,634 X1_IS. 0,695 X1_RP. 0,791 X1_RP. 0,758 X1_RP. 0,798 X1_DME. 0,723 X1_DME. 0,768 X1_DME. 0,709 X2_OB. X2_OB. X2_OB. X2_CB. X2_CB. X2_CB. X2_CB. X2_AB. X2_AB. X2_AB. X2_AB. X2_ABS. X2_ABS. X2_ABS. X2_LAB. X2_LAB. X2_LAB. X2_LAB. X2_LAB. Y_IS. Y_IS. Y_IS. Y_IK. Y_IK. Y_IK. Y_RT. Y_RT. Keputusan Investasi (Y) 0,679 0,703 0,727 0,659 0,632 0,660 0,698 0,757 0,783 0,792 0,758 0,795 0,711 0,728 0,728 0,742 0,693 0,721 0,725 0,812 0,830 0,823 0,848 0,841 0,838 0,810 0,801 Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Y_RT. 0,691 Dapat disimpulkan dari table 1, masing-masing indikator pada variabel herding behaviour, heuristic bias dan keputusan investasi memiliki nilai outer loading yang melebihi batas minimal yaitu 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa persyaratan dari seluruh item pernyataan pada variabel penelitian sudah memenuhi syarat outer loading. Uji Validitas Diskriminan Ae Cross Loading Tabel 2. Nilai Validitas Diskriminan Item Herding Heuristic Keputusan Behaviour (X. Bias (X. Investasi (Y) X1_SC. 0,654 0,447 X1_SC. 0,639 0,440 X1_SC. 0,696 0,448 X1_IS. 0,634 0,405 X1_IS. 0,695 0,464 X1_RP. 0,791 0,516 X1_RP. 0,758 0,489 X1_RP. 0,798 0,584 X1_DME. 0,723 0,550 X1_DME. 0,768 0,625 X1_DME. 0,709 0,528 X2_OB. 0,381 0,679 X2_OB. 0,463 0,703 X2_OB. 0,451 0,727 X2_CB. 0,514 0,659 X2_CB. 0,548 0,632 X2_CB. 0,370 0,660 X2_CB. 0,578 0,698 X2_AB. 0,470 0,757 X2_AB. 0,500 0,783 X2_AB. 0,496 0,792 X2_AB. 0,476 0,758 X2_ABS. 0,496 0,795 X2_ABS. 0,524 0,711 X2_ABS. 0,632 0,728 X2_LAB. 0,563 0,728 X2_LAB. 0,596 0,742 X2_LAB. 0,551 0,693 X2_LAB. 0,648 0,721 X2_LAB. 0,551 0,725 Y_IS. 0,397 0,583 Y_IS. 0,390 0,609 Y_IS. 0,362 0,591 Y_IK. 0,427 0,727 Y_IK. 0,433 0,729 Y_IK. 0,394 0,702 Y_RT. 0,430 0,654 0,283 0,318 0,260 0,321 0,300 0,380 0,361 0,433 0,441 0,512 0,352 0,611 0,593 0,586 0,469 0,435 0,638 0,459 0,508 0,600 0,663 0,655 0,734 0,576 0,503 0,541 0,553 0,609 0,552 0,654 0,812 0,830 0,823 0,848 0,841 0,838 0,810 Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Y_RT. 0,492 Y_RT. 0,464 0,698 0,577 0,801 0,691 Dapat dilihat dari table 2 diatas, variabel herding behaviour, heuristic bias dan keputusan investasi Memiliki nilai korelasi lebih kecil yang dibangun dengan variabel lainnya. Nilai cross loading membuktikan bahwa setiap item dengan variabel induk Memiliki nilai yang lebih besar dari pada korelasi yang dibangun dengan variabel lainnya. Hal tersebut diaktikan bahwa setiap variabel lolos uji validitas diskriminan. Uji Validitas Diskriminan Heterotrait Monotrait Ratio (HTMT) Tabel 3. Nilai HTMT Variabel Heuristic Bias (X. <-> Herding Behaviour (X. Keputusan Investasi ) <-> Herding Behaviour (X. Keputusan Investasi ) <-> Heuristic Bias (X. Heterotrait Monotrait Ratio (HTMT) 0,761 0,546 0,842 Dapat dilihat dari table diatas untuk syarat diskiminan validity sudah terpenuhi apabila nilai HTMT dibawah 0,9. dari ke 3 kolom tersebut sudah dinyatakan valid karena nilai variabel tersebut di bawah 0,9. Uji Construct Reliability Dan Validity Ae Overview Tabel 4 Nilai cronbachAos alpha, composite dan AVE CronbachAos Composite Composite Average Reliability Reliability Variance Variabel . Extracted (Av. Herding 0,906 0,916 0,920 0,514 Behaviour (X. Heuristic 0,949 0,951 0,954 0,521 Bias (X. Keputusan 0,935 0,939 0,945 0,659 Investasi (Y) Dapat dilihat pada table 4 diatas, untuk nilai lolos uji construct validitas dan reliabilitas apabila nilai cronbachAos alpha dan composite reliability rho_a dan rho_c diatas 0,6 dan setiap variabel sudah lolos uji tersebut karena sudah memenuhi kriteria. Sedangkan untuk nilai average variance extracted diatas 0,5 sudah dinyatakan telah memenuhi kriteria setiap variabel lolos dalam nilai AVE. Uji Collinearity Statistic (VIF) Inner Model Ae Matrix Tabel 5. Nilai collinearity (VIF) inner model Herding Keputusan Variabel Heuristic Bias (X. Behaviour (X. Investasi (Y) Herding Behaviour (X. Heuristic Bias (X. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 Keputusan Investasi (Y) Dapat dilihat pada table 5 diatas, apabila nilai VIF <5 maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas terhadap variabel Y. dan nilai dari variabel herding behaviour dan heuristic bias terhadap variabel keputusan investasi adalah 2. 000 sudah lolos untuk tahap uji collinearity statistic (VIF). Uji Path Coefficients Ae Mean. STDEV, (T) Value Dan (P) Value Tabel 6. Nilai Path Coefficients Ae Mean. STDEV, (T) Value Dan (P) Value Standard (P) Value Original sample Original Sample (T) Statistic Deviation (O) Mean (M) (|O/STEDEV|) (O) (STEDEV) Herding -0,1. -0,100 0,086 1,267 0,205 Behaviour (X. -> Keputusan Investasi (Y) 0,886 0,882 0,062 14,382 0,000 Heuristic Bias (X. -> Keputusan Investasi (Y) Dapat dilihat pada table 6, untuk nilai dari hasil variabel herding behaviour (X. terhadap keputusan investasi (Y) (P valu. sebesar 0,205 hal ini menunjukkan bahwa nilai (P valu. > 0,05 tidak berpengaruh dan h1 ditolak, yang artinya nilai dari variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi (Y) atau negative. Dan nilai dari ( T- statisti. sebesar 1,267 hal ini menunjukkan bahwa apabila nilai dari ( T- statisti. < 1,96 artinya tidak terdapat signifikan dan dapat disimpulkan bahwa untuk variabel herding behaviour (X. terhadap keputusan investasi (Y) tidak terdapat pengaruh dan tidak signifikan. Sedangkan untuk nilai dari variabel heuristic bias (X. terhadap keputusan investasi mendapatkan nilai (P valu. sebesar 0,000 yang artinya terdapat pengaruh dari variabel heuristic bias (X. berpengaruh dan signifikan terhadap keputusan investasi Y. Dan untuk nilai dari ( T- statisti. sebesar 14,382 hal ini menunjukkan bahwa apabila nilai dari ( T- statisti. >1,96 artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan investasi (Y) karena nilai ( T- statisti. lebih besar dari pada nilai dibawah standard 1,96 terhadap persyaratan minimum nilai ( T- statisti. Uji R Square dan F Square Ae Matrix Uji F Square Tabel 7. Nilai F Square Herding Variabel Heuristic Bias (X. Behaviour (X. Herding Behaviour (X. Heuristic Bias (X. Keputusan Investasi (Y) 0,017 Keputusan Investasi (Y) Untuk persyaratan golongan dari nilai F square jika nilai . ,02 termasuk golongan renda. , . ,15 termasuk golongan modera. ,35 atau diatas nilai termasuk golongan hasil pengujian variabel herding behaviour (X. terhadap keputusan investasi nilai F Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 square adalah sebesar 0,017 yang artinya nilai dari pada variabel tersebut tergolong rendah karena dibawah 0,02. Sedangkan untuk variabel heuristic bias (X. terhadap keputusan investasi (Y) nilai F square adalah sebesar 1,155 yang artinya nilai F square untuk varibel tersebut tergolong sangat tinggi karena melampaui dari nilai 0,35. Uji R Square Tabel 8. Nilai R square Variabel Keputusan Investasi (Y) R square R square Adjusted 0,661 0,657 Untuk golongan standar dari nilai R square apabila nilai dari R square . ,75 tergolong kua. , . ,50 tergolong sedan. , dan . ,25 tergolong renda. Untuk nilai dari R square variabel herding behaviour (X. dan heuristic bias (X. terhadap keputusan investasi (Y) nilai r square yang diperoleh sebesar 0,661 yang tergolong sedang menuju kuat karena dipertengahan dari nilai . ,75 dan 0,. Uji Kecocokan Model (SRMR) SRMR d_ULS Chi-Square NFI Tabel 9. Model Fit Saturated Model 2,210,427 0,627 Estimated Model 0,083 2,210,427 0,627 Dapat dilihat pada table 9 model fit hasil uji kecocokan model apabila nilai dibawah 0,10 maka dapat dikatakan penelitian ini masih dapat diterima. Untuk nilai dari SRMR dari penelitian ini adalah 0,083 yang artinya penelitian ini masih dapat diterima didalam uji kecocokan model tersebut. Pengaruh herding behaviour (X. terhadap keputusan investasi (Y) Berdasarkan hasil pengujian uji ( T- statisti. sebesar 1,267 dapat diketahui bahwa herding behaviour berpengaruh negative terhadap keputusan investasi nasabah Bank Syariah Indonesia. dari hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi herding behaviour maka akan semakin berdampak negative pada keputusan investasi Bank Syariah Indonesia. Hal ini selaras dengan penelitian (Iman, 2. yang dimana pengaruh herding behaviour yang negatif terhadap keputusan investasi dapat diartikan bahwa investor memiliki dasar-dasar pengetahuan yang lebih terhadap suatu keputusan investasi yang telah mereka buat. Berbeda dengan Hasil penelitian yang ditunjukkan oleh (Qasim et al. , 2. sikap herding behaviour berdampak positif terhadap suatu keputusan investasi yang dimana herding behaviour adalah suatu tindakan mengikuti investor lainnya, hal ini mengacu pada suatu sikap peniruan terhadap orang lain tanpa mengamati dan memperoleh data secara akurat. Mereka lebih cenderung untuk meniru suatu sikap investor lainnya dengan tujuan mengurangi tingkat resiko yang ada kepada suatu keputusan investasi mereka. dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa nasabah pada Bank Syariah Indonesia memiliki dasar-dasar pengetahuan dan percaya diri atas keputusan yang mereka lakukan dalam berinvestasi di Bank Syariah Indonesia. Pihak nasabah lebih mempertimbangkan informasi yang mereka peroleh ketimbang mendapatkan informasi dari lingkungan mereka. dengan akses Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 informasi pribadi yang mereka peroleh, mereka mempertimbangkan suatu keputusan investasi dengan sangat hati-hati dan rasional. Sehingga terjadinya resiko yang berlebihan terhadap suatu keputusan investasi dapat teratasi dengan baik. Akses informasi yang mereka kumpulkan di lingkungan sekitar dengan informasi yang kurang akurat, mereka akan cenderung mengutamakan perolehan informasi yang mereka kumpulkan secara pribadi dengan mempertimbangkan segala resiko yang terjadi dimasa mendatang secara rasional tanpa adanya pengaruh keputusan dari pihak investor lainnya. Pengaruh Heuristic Bias (X. Terhadap Keputusan Investasi (Y) Berdasarkan hasil analisa uji ( T- statisti. sebesar 14,382 maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengaruh heuristic bias terhadap keputusan investasi maka akan semakin baik keputusan investasi pada nasabah bank syariah Indonesia. Sikap percaya diri dan tidak memikirkan resiko apa yang terjadi dimasa mendatang membuat perilaku ini mengarah kepada keberanian seseorang untuk membuat suatu keputusan yang baik dan akan berdampak keputusan investasi nasabah Bank Syariah Indonesia. Hal ini menunjukkan model dari suatu pengaruh heuristic bias, mereka percaya bahwa pengambilan keputusan investasi yang diperoleh dari informasi pribadi cenderung lebih baik dari pada memperoleh suatu informasi dilingkungan mereka. Dengan tidak terlalu memikirka resiko yang dihadapi kedepannya dan tidak berfikir secara rasional. Para nasabah lebih menegaskan pendapat yang mereka peroleh apabila pendapat yang mereka miliki bertentangan dengan pendapat orang lain. Dalam hal ini pengaruh dari heuristic bias nasabah merasa investasi yang mereka lakukan tersebut akan mengutungkan di masa yang akan datang. Hal ini dibenarkan oleh (Pradikasari & Isbanah, 2. suatu sikap percaya diri berlebihan akan selalu menguntungkan, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki lebih baik dari orang lain, dan yakin terhadap pilihan investasi yang Sedangkan menurut (Ahmad & Shah, 2. heuristic bias tidak dapat diprediksikan apakah baik atau buruk, rasional atau irasional akan tetapi heuristic bias dapat dipresiksikan baik apabila suatu lingkungan mereka mendukung dan mempunyai tingkat pemahaman dalam hal berinvestasi yang artinya ketika pengaruh dari suatu heuristic bias berpositif dan terdapat signifikan terhadap keputusan investasi, maka terdapat lingkungan yang mendukung mereka, apakah dari suatu perolehan informasi yang akurat ataupun masukkan dan arahan dari lingkungan sekitar untuk membuat keputusan berinvestasi secara tepat dan rasional. Heuristic bias akan berdampak buruk pada keputusan investasi, karena tanpa adanya lingkungan dan tingkat literasi yang memadai akan merusak kualitas keputusan dalam hal berinvestasi. KESIMPULAN Hasil pengujian uji . yang didapat pada variabel herding behaviour (X. terhadap keputusan investasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia (Y) dengan perolehan (P valu. sebesar 0,205 > 0,05 dan nilai dari ( T- statisti. sebesar 1,. < 1,96 artinya tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi (Y). dalam hal ini menunjukkan bahwa jika semakin tinggi herding behaviour maka akan semakin lemah variabel keputusan Karena nasabah mempunyai dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga untuk variabel herding behaviour dinyatakan bernilai tidak terdapat hubungan positif dan signifikan terhadap keputusan investasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia. Hasil pengujian uji . yang didapat pada variabel heuristic bias terhadap keputusan investasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia (Y) dengan perolehan nilai (P valu. sebesar 0,000 < 0,05 dan ( T- statisti. sebesar 14,382 > 1,96 hal ini menunjukkan bahwa terdapat Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 hubungan positif dan signifikan terhadap keputusan investasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia (Y). Apabila variabel dari heuristic bias semakin tinggi maka akan semakin baik pula keputusan investasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia. Karena pada suatu pengambilan keputusan nasabah Bank Syariah Indonesia lebih percaya diri dan tidak terlalu memikirkan resiko yang terjadi untuk kedepannya. Mereka lebih tidak mempertimbangkan rasionalitas, akan tetapi mereka mengandalkan kemampuam kepercaan diri yang tinggi dan informasi pribadi yang mereka peroleh serta daya resiko yang mereka terima tidak diprioritaskan. Hasil pengujian uji (R Squar. yang didapat pada variabel herding behaviour (X. dan heuristic bias (X. terhadap keputusan investasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia (Y) sebesar 0,661 atau besar kontribusi dari nilai (R square Adjuste. terhadap keputusan invesitasi pada nasabah Bank Syariah Indonesia adalah sebesar 0,657 atau 65%. Keterbasan Penelitian Didalam penelitian ini hanya membahas tentang herding behaviour dan heuristic bias terhadap keputusan investasi. Untuk penelitian lanjutan diharapkan dapat memasukkan variabel moderasi atau memediasikan seperti literasi keuangan, lingkungan sosial dan lain sebagainya untuk memperbaiki dan memperkuat kajian teori dari kedua variabel dependen terhadap keputusan investasi. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 7 Nomor 2, 2023 ISSN : 2614-2147 DAFTAR PUSTAKA