Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram DAMPAK KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI JAGUNG STUDI KASUS DI KECAMATAN UTAN Ade Ockgira Hidayat1, Ahmad Yani2*, Ieke Wulan Ayu3, Siti Nurwahidah4, Syaifuddin Iskandar5 1,2,3,4 Program Pascasarjana Magister Agribisnis, Universitas Samawa, Sumbawa Besar 5 Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Universitas Samawa, SumbawaBesar Corresponding Author: sitinurwahidah2018@gmail.com Abstract: Tujuan penelitian untuk mengetahui proses penyaluran dana KUR dan dampak dana KUR terhadap pendapatan usahatani jagung serta mengetahui faktor yang mempengaruhi jumlah pinjaman dana KUR petani di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan Kecamatan Utan merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Sumbawa. Penentuan sampel secara purposive sampling dengan kriteria petani jagung penerima dana KUR tahun 2024 di Kecamatan Utan. Jumlah sampel petani jagung diambil 40 petani. Metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatatif dan kuantitatif mengunakan metode regresi berganda. Hasil penelitian (1) Proses penyaluran KUR (a) Debitur Mengajukan Permohonan KUR (b) Tanda Tangan Persetujuan Kredit dan (c) Kredit Cair, (2) Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani jagung di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa dan hasil korelasi menunjukkan bentuk hubungan antara pendapatan petani jagung dan dana KUR di Kecamatan Utan ini adalah positif yang berarti semakin tinggi pendapatan maka semakin tinggi juga dana KUR petani, (3) Faktor luas lahan berpengaruh signifikan terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung di Kecamatan Utan sedangkan harga jual jagung dan biaya usahatani jagung tidak berpengaruh nyata (signifikan) terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung di Kecamatan Utan. Kata Kunci: Dana KUR; Pendapatan; Usaha Tani Jagung; PENDAHULUAN Usahatani merupakan ilmu yang mengkaji tentang bagaimana metode yang digunakan oleh petani dalam menggunakan faktor-faktor produksi pertanian seperti manajemen, lahan, teknologi, pupuk, modal, tenaga kerja, benih dan obat pembasmi penyakit dan hama tanaman dengan efektif, efisien, dan berkelanjutan serta mengelola sumber daya, sehingga usaha tersebut dapat memberikan manfaat dan keuntungan yang optimal. Usahatani dapat efektif bila dapat mengelola sumber daya alam yang tersedia dengan semaksimal dan efesien. Produksi adalah hasil atau output yang 25 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram diperoleh oleh petani dalam pengelolaan usahatani (Zaman, et al. 2020). Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima petani dari usahataninya berupa hasil penjualan produk dan jasa. Pendapatan merupakan penghasilan yang timbul dari aktivitas petani berupa penjualan hasil produksi dalam bentuk penjualan produk, penjualan jasa (fees), bunga, deviden, royalty, dan sewa (Miftah dan Pangiuk, 2020). Pendapatan usahatani terdiri dari 2 (dua) unsur yaitu unsur permintaan dan pengeluaran. Pendapatan berupa tunai usahatani (farm net cash flow) yang merupakan selisih antara penerimaan tunai usahatani dan pengeluaran usahatani. Penerimaan tunai usahatani (farm recept) yaitu nilai yang diterima dari penjual produk usahatani, sedangkan pengeluaran tunai usahatani (farm payment) yaitu jumlah uang yang dibayarkan untuk membeli barang dan jasa. Modal merupakan faktor produksi peringkat kedua setelah tanah dalam usahatani. Ekonomi pertanian menyebutkan 3 (tiga) faktor produksi yaitu modal, tanah dan tenaga kerja. Faktor modal digunakan untuk melakukan kegiatan operasi Perusahaan (Rahmawati, 2023). Pemerintah menyalurkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian di berbagai daerah yang ada di Indonesia termasuk Provinsi NTB. Program KUR bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Program KUR meliputi: KUR Mikro, KUR Kecil, KUR PMI dan KUR Khusus. Program Ultra Mikro adalah pembiayaan yang bersumber dari APBN atau bersama dengan pemerintah daerah dan/ atau pihak lain untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada usaha mikro. Pembiayaan UMI merupakan program dana bergulir pemerintah untuk memberikan akses kepada usaha mikro. KUR Umi di lakukan oleh BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP) selaku koordinator dana yang melaksanakan penghimpunan dana dan penyaluran dana melalui kerjasama dengan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Program UMI memberikan pembiayaan kepada masyarakat yang tidak dapat dijangkau oleh fasilitas pembiayaan perbankan, dengan maksimal pinjaman Rp10 juta per orang. KUR Mikro di kabupaten Sumbawa juga di salurkan ke sektor pertanian khususnya usahatani jagung. Kabupaten Sumbawa mempunyai kontribusi penghasil jagung dengan total produksi 20.144 ton pada tahun 2024 berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumbawa Tahun 2025. Kabupaten Sumbawa memiliki luas baku lahan 26 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram sawah sebesar 262.146,24 ha. Luas tanam jagung tahun 2023 sebesar 96.214 ha, dengan luas panen mencapai 96.226 ha. Berdasar data penyaluran KUR untuk petani jagung tahun 2024 adalah Kecamatan Utan, dimana mereka membutuhkan modal untuk meningkatkan hasil produksinya, yakni pengadaan lahan yang lebih luas, menggunakan bibit yang berkualitas, dan perawatan usahatani jagung yang pastinya membutuhkan modal. Beberapa dari petani jagung setelah memperoleh pinjaman kredit usaha seringkali melakukan kesalahan dalam penggunaan dana dengan menggunakan sebagian dana tersebut untuk kebutuhan konsumtif seperti membayar hutang, membayar uang sekolah, membayar arisan dan membeli kebutuhuan pokok sehari-hari sehingga pendapatan petani tidak mengalami peningkatan. Hal ini mengakibatkan masih adanya petani jagung yang skala usahataninya selalu tetap meskipun telah mendapatkan bantuan kredit, oleh karena itu perlu dipastikan bahwa dana yang diperoleh petani tersebut dimanfaatkan dengan baik dan tidak dialih fungsikan untuk keperluan konsumtif lainnya. Untuk memperoleh hasil yang optimal tentunya pembinaan dan pendampingan yang optimal terhadap petani harus terus dijalankan, agar penggunaan dana yang diberikan sudah sesuai dengan yang seharusnya, yaitu meningkatkan pendapatan. Hal ini yang menarik perhatian penulis untuk mengkaji tentang pengaruh Kredit Usaha Rakyat dalam meningkatkan pendapatan yang berjudul “Analisis Dampak Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terhadap Pendapatan Usaha Tani Jagung Studi Kasus di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa “. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2025. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja atau (purposive) sampling. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel secara sengaja memilih orang atau unit sampel berdasarkan karakteristik tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel penelitian ini yaitu petani jagung di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa dengan jumlah sampel petani jagung sebanyak 40 petani dengan kriteria penerima dana KUR tahun 2024. Metode Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Metode analisis deskriptif kualitatif adalah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan 27 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram fenomena yang terjadi secara alamiah tanpa melakukan intervensi atau manipulasi terhadap variabel yang diteliti. Fokusnya adalah pada pemahaman mendalam terhadap suatu fenomena melalui pengumpulan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan. Metode analisis deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini mengunakan regresi linier dan uji korelasi. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Proses Penyaluran Dana KUR pada Petani Jagung di Kecamatan Utan Alur penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dimulai dari pengajuan permohonan kredit oleh debitur, yaitu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau petani, kepada bank atau lembaga penyalur resmi yang telah ditunjuk pemerintah. Setelah itu, pihak bank melakukan proses verifikasi dan analisis kelayakan usaha, termasuk mengecek administrasi, kemampuan membayar, serta prospek usaha calon penerima. Jika disetujui, dana KUR akan dicairkan dan langsung masuk ke rekening penerima untuk digunakan sebagai modal usaha sesuai tujuan pengajuan. Selanjutnya, penerima dana berkewajiban mengelola pinjaman secara produktif dan melakukan pengembalian angsuran sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga alur dana KUR berjalan tertib, transparan, dan berkelanjutan. Proses penyaluran dana KUR dari bank ke petani jagung di Kecamatan Utan mengunakan analisis deskriptif kualitatif. Berikut proses penyaluran dana KUR pada petani jagung di Kecamatan Utan: Gambar 1. Alur penyaluran dana KUR ke petani jagung di Kecamatan Utan 28 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram 1. Debitur Mengajukan Permohonan KUR Proses pengajuan KUR dimulai saat calon debitur mengajukan permohonan kredit kepada pihak bank atau lembaga penyalur. Tahapan ini melibatkan beberapa proses, yaitu: a. Pengecekan Data Debitur di SIKP Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) digunakan untuk memverifikasi apakah debitur telah atau sedang menerima fasilitas pembiayaan program pemerintah lainnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari duplikasi pemberian fasilitas kredit. b. Respon Data Hasil pengecekan dari SIKP akan memberikan informasi mengenai status kelayakan calon debitur. c. Survey Debitur ke Lokasi Usaha Petugas bank akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha debitur untuk memastikan validitas dan keberlangsungan usaha yang dijalankan. d. Analisa Kredit Pihak analis kredit akan menilai kelayakan usaha dan kemampuan bayar debitur berdasarkan hasil survey dan dokumen yang disampaikan. e. Persetujuan Kredit Apabila debitur dinyatakan layak, maka proses akan dilanjutkan ke tahap persetujuan oleh pejabat yang berwenang di bank. 2. Tanda Tangan Persetujuan Kredit Setelah kredit disetujui, debitur dan pihak bank akan melakukan proses administrasi penandatanganan dokumen: a. Penerbitan SKK dan PK Surat Keputusan Kredit (SKK) dan Perjanjian Kredit (PK) akan diterbitkan sebagai dasar hukum atas pemberian fasilitas kredit. b. Permohonan Penerbitan Sertifikat Penjaminan Bank akan mengajukan permohonan penerbitan sertifikat penjaminan kepada lembaga penjamin (misalnya Jamkrindo atau Askrindo). c. Penerbitan Nomor Sertifikat Penjaminan Lembaga penjamin akan mengeluarkan nomor sertifikat penjaminan sebagai bukti bahwa kredit tersebut dijamin oleh lembaga terkait. d. Upload Data Akad ke SIKP Data dan dokumen hasil akad kredit akan diunggah ke dalam sistem SIKP. 29 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram e. Respon Data dari SIKP Sistem akan memberikan respon atas unggahan data akad sebagai bagian dari pelaporan proses kredit. 3. Kredit Cair Setelah proses penandatanganan selesai, kredit dapat dicairkan ke rekening debitur. Tahapan pencairan terdiri dari: a. Pencairan Kredit Dana kredit akan ditransfer ke rekening debitur sesuai perjanjian yang telah disepakati. b. Sertifikat Penjaminan Terbit Sertifikat penjaminan resmi dikeluarkan oleh lembaga penjamin sebagai bentuk perlindungan atas kredit yang diberikan. c. Penerbitan Sertifikat Penjaminan Dokumen sertifikat penjaminan diserahkan sebagai kelengkapan administrasi dan proteksi risiko kredit. B. Dampak Penyaluran KUR terhadapan Petani Jagung di Kecamatan Utan Dampak atau pengaruh dana KUR terhadap petani jagung di Kecamatan Utan mengunakan regresi linier menunjukkan adanya hubungan linear antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y), yang ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi. Nilai koefisien regresi positif mengindikasikan bahwa setiap peningkatan pada variabel X akan diikuti oleh peningkatan pada variabel Y. Pada penelitian ini nilai variable X (factor independen) adalah nilai dana KUR yang disalurkan ke petani jagung di Kecamatan Utan dari Bank BUMN, sedangkan nilai variable Y (factor dependent) adalah pendapatan petani jagung di Kecamatan Utan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara umum memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan petani. KUR membantu petani mengakses modal usaha yang lebih mudah dan terjangkau, sehingga memungkinkan mereka untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Peningkatan ini pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani. Hasil analisis regresi sederhana mengunakan software SPSS 23 berpengaruh signifikan dapat kita lihat pada tabel 1 berikut : Tabel 1. Tabel Hasil Analisis Regresi Sederhana Dana KUR dan Pendapatan Petani Jagung Di Kecamatan Utan Coefficients a 30 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) B Std. Error 27615804.353 5766168.098 .238 .067 kur Coefficients Beta t .498 Sig. 4.789 .000 3.544 .001 Y = Dependent Variable: pendapatan Sumber: Data primer diolah, 2025 Pada tabel 1. menunjukkan bahwa secara statistik dampak atau pengaruh dana KUR dapat memberikan pengaruh positif atau meningkatkan pendapatan petani jagung di Kecamatan Utan berdasarkan nilai koefisien regresi variabel KUR (X1) sebesar 0,238 artinya KUR mengalami kenaikan 1% maka peningkatan pendapatan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,238 persen. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kredit usaha rakyat (KUR) dengan peningkatan pendapatan petani jagung. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Andriana (2015) tentang pengaruh kedit modal kerja BRI terhadap petani di Kecamatan Tompo Bulu Kabupaten Gowa menunjukkan pengaruh yang positif yaitu meningkatkan pendapatan petani. Berdasarkan tabel 1. dapat dibuktikan bahwa kredit Usaha Rakyat (KUR) pada penelitian ini berpengaruh terhadap pendapatan petani jagung. Hal tersebut dibuktikan dari Uji T parsial tabel output SPSS “Coefficients” yang mempunyai nilai t hitung sebesar 3,544. Nilai t hitung 3,534 > tabel 2,024 (t-tabel didapat dari df = n - k-1 = 40-1-1 = 38; α 5% ), maka dapat disimpulkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani jagung di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, petani mampu memperoleh modal untuk membeli benih unggul, pupuk, pestisida, serta peralatan pertanian yang lebih modern. Dengan dukungan tersebut, produktivitas usaha tani meningkat, kualitas hasil panen membaik, dan pendapatan petani bertambah. Selain itu, KUR mendorong petani untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan skala usaha, baik melalui perluasan lahan garapan maupun diversifikasi tanaman. Kemudahan akses modal juga membantu petani terhindar dari ketergantungan terhadap tengkulak atau sumber pinjaman berbunga tinggi yang sering 31 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram kali memberatkan. Secara social ekonomi, penyaluran KUR memicu perputaran ekonomi di pedesaan. Pendapatan yang meningkat memungkinkan petani untuk membiayai kebutuhan keluarga, seperti pendidikan anak, perbaikan rumah, hingga tabungan masa depan. Dampak positif ini juga memperkuat daya beli masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah pertanian. Namun, pemanfaatan KUR yang optimal membutuhkan pendampingan dan edukasi keuangan agar modal digunakan secara produktif. Tanpa pengelolaan yang baik, risiko kredit macet dapat terjadi dan justru membebani petani. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga perbankan, pemerintah, dan penyuluh pertanian menjadi kunci agar program KUR benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan petani. C. Hasil Analisis Korelasi Dana KUR dan Petani Jagung di Kecamatan Utan Analisis korelasi adalah metode statistik yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel atau lebih. Hasil dari analisis ini dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi, yang memiliki nilai antara -1 hingga +1. Nilai koefisien mendekati +1 menunjukkan hubungan positif yang kuat, artinya jika satu variabel meningkat, variabel lainnya juga cenderung meningkat. Sebaliknya, nilai mendekati -1 menunjukkan hubungan negatif yang kuat, di mana peningkatan satu variabel diikuti penurunan variabel lainnya. Jika nilainya mendekati 0, maka hubungan antar variable dianggap lemah atau tidak signifikan. Hasil analisis korelasi mengunakan software SPSS 23 untuk melihat seberapa kuat hubungan antara dana KUR dan pendapatan petani jagung di Kecamatan Utan dapat dilihat pada tabel 2. berikut : Correlations pendapatan pendapatan Pearson Correlation kur 1 Sig. (2-tailed) N kur .001 40 40 ** 1 Pearson Correlation .498 Sig. (2-tailed) .001 N 40 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Sumber : Data primer diolah, 2025 32 ** .498 40 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram Pada Tabel di atas nilai signifikan pada variabel pendapatan dan kur yaitu sebesar 0,001, artinya 0,001 < 0,05 dengan demikian variabel pendapatan dan kur memiliki hubungan atau berkorelasi. Pada tabel ini kita juga bisa mengetahui bahwa Pearson Correlation pada pendapatan dan kur yaitu sebesar 0,498 dengan derajat hubungan antara kedua variabel ini yaitu berkorelasi sedang dan bentuk hubungan antara kedua variabel ini adalah positif yang berarti semakin tinggi pendapatan maka semakin tinggi juga dana KUR yang diterima petani. D. Faktor Faktor yang mempengaruhi jumlah dana KUR. 1. Luas Lahan Luas lahan yang digarap petani berbanding lurus dengan kebutuhan modal yang diperlukan. Petani dengan lahan yang lebih luas membutuhkan dana yang lebih besar untuk pembelian benih, pupuk, pestisida, biaya pengolahan tanah, dan tenaga kerja. Semakin luas lahan, semakin besar pula potensi produksi dan pendapatan yang dihasilkan, sehingga pihak penyalur KUR cenderung memberikan pembiayaan yang lebih tinggi. 2. Biaya Produksi Besarnya biaya produksi menjadi penentu utama kebutuhan modal. Petani yang menghadapi biaya input pertanian tinggi, seperti harga pupuk yang meningkat, ongkos tenaga kerja yang mahal, atau kebutuhan peralatan yang modern, akan mengajukan dana KUR lebih besar. 3. Harga Jual Jagung Harga jual jagung berpengaruh terhadap proyeksi pendapatan dan kemampuan petani mengembalikan pinjaman. Jika harga jagung di pasaran tinggi, potensi keuntungan meningkat sehingga pihak perbankan lebih percaya memberikan pembiayaan yang lebih besar. Sebaliknya, ketika harga jagung rendah, pengajuan jumlah dana KUR cenderung lebih konservatif karena risiko pembayaran kembali lebih tinggi. E. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Penerimaan dana KUR oleh Petani Jagung di Kecamatan Utan Faktor yang mempengaruhi jumlah dana KUR yang diterima petani dapat dilakukan dengan mengunakan analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda adalah metode statistik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Masing-masing variabel independen memiliki koefisien regresi yang menunjukkan besarnya kontribusi atau 33 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram pengaruhnya terhadap variabel dependen, dengan asumsi variabel lain tetap konstan. Analisis ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling signifikan memengaruhi variabel target, serta untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan kombinasi nilai-nilai dari variabel independen. Selain itu, uji signifikansi model dan uji parsial (uji t) digunakan untuk menentukan seberapa besar pengaruh masing-masing variabel secara individual. Hasil Analisis Regresi Berganda mengunakan software SPSS 23 untuk melihat factor-faktor yang mempengaruhi jumlah penerimaan dana KUR yang di terima petani jagung di Kecamatan Utan dapat dilihat pada tabel 3. berikut : Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Berganda Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Dana KUR Yang di Terima Petani Jagung di Kecamatan Utan (Rp) Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B Std. Error (Constant) -351578641.281 337242386.598 luas lahan 26789983.423 5187447.528 -.865 89739.125 biaya harga jual jagung Coefficients Beta t Sig. -1.043 .304 .652 5.164 .000 1.446 -.071 -.598 .553 85140.477 .133 1.054 .299 Dependent Variable: jumlah kur Sumber : Data primer diolah, 2025. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Hasil dalam pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.7. dari ketiga variable independent yang berpengaruh secara signifikan yaitu luas lahan (X1) terhadap jumlah penerimaan dana KUR di Kecamatan Utan dengan nilai signifikasi yaitu 0,000 < (α = 0,05). Sedangkan variable biaya usahatani dan harga jual jagung ditingkat petani tidak berpengaruh terhadap variable dependent (jumlah dana KUR) yang diterima petani jagung. Luas lahan signifikan atau berpengaruh nyata terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani dikarena syarat untuk pengajuan pinjaman KUR dari bank diantara lain adalah KTP dan serifikat luas lahan yang ditunjukkan dengan kepemilikan yang syah. 34 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram Persyaratan selanjutnya adalah setiap per hektar usahatani jagung dana yang diberikan dari bank Rp. 8.000.000,- Kelanjutnya kebijakan bank bila nasabah dalam hal ini petani jagung selalu tuntas membayar disebut golongan 1 (satu) maka diberikan pinjaman lagi lebih besar dari pinjaman sebelumnya. Harga jual jagung dan biaya usahatani yang dikeluarkan untuk usahatani jagung berdasarkan hasil regresi linier berganda menunjukkan tidak signifikan atau tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung, dikarenakan dalam persyaratan pemberian atau pencairan dana KUR oleh bank tidak ada persyaratan tersebut. Walaupun tidak signifikan secara nyata tapi harga jual jagung berpengaruh positif terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani. Semakin tinggi harga jual jagung per kilogramnya maka penerimaan atau pendapatan petani jagung akan semakin tinggi dan bisa membayar pinjaman dana KUR dengan tuntas atau lunas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Proses penyaluran KUR (1) Debitur Mengajukan Permohonan KUR (2) Tanda Tangan Persetujuan Kredit dan (3) Kredit Cair 2. Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani jagung di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa dan hasil korelasi menunjukkan bentuk hubungan antara pendapatan petani jagung dan dana KUR di Kecamatan Utan ini adalah positif yang berarti semakin tinggi pendapatan maka semakin tinggi juga dana KUR petani. 3. Faktor luas lahan berpengaruh signifikan terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung di Kecamatan Utan sedangkan harga jual jagung dan biaya usahatani jagung tidak berpengaruh nyata (signifikan) terhadap jumlah dana KUR yang diterima petani jagung di Kecamatan Utan. 35 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram DAFTAR PUSTAKA Andriana, 2015. Pengaruh Kredit Modal Kerja BRI Dan Luas lahan Terhadap Pendapatan Usaha Peatni Sayur Mayur di Kelurahan Malakaji Kecamatan Tompo Bulu Kabupaten Gowa. Asriati, Iswandi M dan Sadimantara FN. 2024. Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Jagung dengan Usahatani Nilam di desa Lamanu Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Jurnal Journal of Social Science Research Vol. 4 No. 2 hal 129139. Ashari. 2009. Optimalisasi Kebijakan Kredit Program Sektor Pertanian di Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian. 7(1):21–42. Aristanto E, Khouroh U, Ratnaningsih CS. 2020. Dinamika kebijakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Indonesia. J Manaj dan Kewirausahaan. 8(1):85–95. doi:10.26905/j. Burhansyah R. 2020. Kinerja, Kendala dan Strategi Program KUR Sektor Pertanian Ke Depan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol. 39 No. 1, Juli 2021: 73-87 DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v39n1.2021.73-87 Badan Pusat Statistik (BPS), 2024. Kabupaten Sumbawa dalam Angka 2024. Badan Pusat Statistik.Sumbawa Besar. Cahyadi Y dan Windirah N. 2021. Efektivitas Program KUR Mikro untuk UMKM di Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK Unit Bangkahulu. Jurnal Agristan Vol 3 No 1 hal 54 - 70 Damayanti M, Adam L. 2015. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alat pendorong pengembangan UMKM di Indonesia. Kertas Kerja TNP2K 27-2015. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Australian Government Departemen of Foreign Affair and Trade dan Australia AID. Fahmi, I., (2016). Teori dan Teknik Pengambilan Keputusan Kualitatif dan Kuantitatif. Rajawali Penerbit. Fauzi R. 2021. Pemberdayaan Pertanian Masyarakat Melalui Implementasi Program KUR Demi Ketahanan Pangan. Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara (JMAN), Vol. 5, No. 1 hal 30-51 Feryanto. 2017. Pembiayaan pertanian dan upaya meningkatkan kesejahteran petani: analisa data makro. AGRICORE-J Agribisnis Sos Ekon Pertan.2(2):300–305. Harianto F. 2024. Pengaruh KUR Terhadap Pendapatan Petani. Jurnal Hybrida Vol 2 N0 1 https://www.sumbawakab.go.id/read/1519/prospek-jagung-komoditas-yangmenjanjikan.html.Diakses 11 Juli 2025. 36 Volume 1 Issue 1 Oktober 2025 p-ISSN: xxxx-xxxx e-ISSN: xxxx-xxxx hal: 025-037 https://e-journallppmunsa.ac.id/jram https://e-journallppmunsa.ac.id/jram Hosen MN, Arif M. 2018. Pelaksanaan kredit usaha rakyat pada Bank Syariah Mandiri di Kabupaten Pati. Liquidity. 3(1):65–76. doi: 10.32546/lq. v3i1.107. *Kementerian Koperasi dan UKM+ Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. 2019. Keputusan Deputi Bidang Pembiayaan. tentang Juknis Pendampingan Usaha Kecil dan Mikro Mengakses Pembiyaan Melalui Kredit Usaha Rakyat. Jakarta (ID):Kementerian Koperasi dan UKM. Muniarty P, Rimawan M dan Wulandari. 2022. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penguatan Kapasitas Bagi Petani di Kota Bima. Jurnal Owner Riset & Jurnal Akuntansi Vol 6 No. 3 hal 3227 – 3236. Mawarti A, Halil A dan Mudatsir R. 2024. Analisis Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia Terhadap Pendapatan Petani Cengkeh di kabupaten Sinjai. Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol 14 No. 4 hal 181-189. Ratar M, Tomayahu E dan Murib Y. 2023. Pengaruh Penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terhadap Pendapatan Petani Tomat di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Jurnal Global Science Vol. 1 No. 1 hal 1-9. Rasoki T, Sudhiebgo I. 2019. Kebijakan kredit usaha rakyat sektor perkebunan untuk pembiayaan peremajaan sawit rakyat di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Ke-IV Fakultas Pertanian Universitas Samudra; 2019 Oktober 23-24. Langsa (ID): Universitas Samudra. Rima, O.A., Ema, P., dan Putri, A.O., (2024). Analisis Peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terhadap Petani Karet Di Desa Marta Jaya Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 11, Nomor 3, September 2024 : 1420-1435. file:///C:/Users/USER/Downloads/1396060367-1-PB.pdf Wicaksono M, Siregar AZ dan Dachi SA. 2022. Minat Petani Padi sawah Terhadap Penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias. Jurnal Agrisep Vol 23 No. 2 hal 46 – 52. 37