Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh GDP (Gross Domestic Produc. dan Angka Harapan Hidup (AHH) terhadap IPM (Indeks Pembangunan Manusi. di Indonesia dan Brunei Darussalam Wahyu Widianningrum1. Raja Alamsyah Harahap2 Program Studi Magister Ilmu Lingkungan. Universitas Lampung widianningrumw1@gmail. com, rajalmsh@gmail. ABSTRACT The Human Development Index (IPM) is a measure that measures a country's level of development based on three main dimensions: economic progress, social welfare, and health GDP (Growth Domestic Produc. and Life Expectancy (AHH) have a considerable influence on HDI. The purpose of this study is to compare the HDI between Indonesia and Brunei Darussalam and to find out factors such as AHH and GDP how much influence they have on HDI. The method used in this study is a quantitative method. The data collection method used was a literature review method based on secondary data obtained from the World Bank with a multivariable regression analysis model. The HDI of Indonesia and Brunei Darussalam is known to increase relatively every year, only in a few years it has decreased or has the same value. Factors such as AHH and GDP or GDP as a whole have influence and are related to HDI values. This can be seen in the test results obtained as in the normality test obtained by the two countries, which is proven to have normally distributed data, which illustrates that overall, for 30 years the HDI of the two countries has grown, although not significantly. Keywords: Human Development Index (IPM). Life Expectancy (LE). Gross Domestic Product (GDP) ABSTRAK Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ukuran yang mengukur tingkat pembangunan suatu negara berdasarkan tiga dimensi utama: kemajuan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan tingkat kesehatan. GDP (Growth Domestic Produc. dan Angka Harapan Hidup (AHH) memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap IPM. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membandingkan IPM antar negara Indonesia dan Brunei Darussalam dan untuk mengetahui faktor-faktor seperti AHH dan GDP seberapa besar pengaruhnya terhadap IPM. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kajian kepustakaan berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari World Bank dengan model analisis regresi IPM dari negara Indonesia dan Brunei Darussalam diketahui relatif meningkat setiap tahunnya, hanya di beberapa tahun mengalami penurunan atau memiliki nilai yang Faktor-faktor seperti AHH dan GDP atau PDB secara keseluruhan memiliki pengaruh dan keterkaitan terhadap nilai IPM. Hal tersebut terlihat pada hasil uji yang diperoleh seperti pada uji normalitas yang diperoleh dua negara yaitu terbukti memiliki data terdistribusi secara normal, dimana hal tersebut menggambarkan apabila secara keseluruhan selama 30 tahun IPM dari kedua negara terjadi pertumbuhan walau tidak secara signifikan. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Angka Harapan Hidup (AHH). Gross Domestic Product (GDP) 1940 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Gross Domestic Product (GDP) diketahui sebagai ukuran harga wajar dari barang-barang serta jasa-jasa dihasilkan dalam negeri dalam waktu setahun. GDP sering digunakan sebagai indikator kesejahteraan suatu negara karena mencerminkan tingkat produktivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Angka Harapan Hidup (AHH) diketahui sebagai lama waktu hidup diperkirakan seseorang akan menjalani kehidupan pada saat lahir, berlandaskan tingkat kematian lazimnya di suatu negara pada tahun tertentu. Angka Harapan Hidup bisa menjadi indikator kesehatan suatu negara karena mencerminkan tingkat kesehatan dan keamanan masyarakat di negara tersebut. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diketahui sebagai ukuran memperkirakan tingkat pengembangan negeri berdasarkan tiga dimensi utama: kemajuan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan tingkat kesehatan. IPM dihitung dengan menggunakan berbagai indikator seperti tingkat kemiskinan, tingkat pendidikan, tingkat harapan hidup, dan lain-lain (Adiansyah, 2018. Handayani dkk. Indonesia dan Brunei Darussalam merupakan suatu negara yang berada pada wilayah Asia Tenggara dimana skala pembangunan berbeda satu sama lain. Indonesia sendiri menjadi suatu negara yang memiliki pembangunan tercepat, sementara Brunei Darussalam merupakan negara dengan tingkat pembangunan yang lebih Kedua negara ini memiliki tingkat pembangunan yang berbeda karena adanya perbedaan dalam hal GDP (Gross Domestic Produc. dan angka harapan hidup. GDP merupakan ukuran produksi domestik bruto suatu negara, sedangkan AHH diketahui sebagai rerata umur diharapkan individu dapat menjalani kehidupan jika mengalami keadaan hidup yang sama dengan orang lain di negara tersebut pada saat yang sama (Sitanggang, 2. Dalam konteks Indonesia dan Brunei Darussalam. GDP dan Angka Harapan Hidup (AHH) memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap IPM. Negara-negara dengan GDP bernilai tinggi serta AHH bernilai tinggi biasanya juga memiliki IPM yang Sebaliknya, negara-negara dengan GDP yang rendah dan Angka Harapan Hidup yang rendah biasanya juga memiliki IPM yang rendah. Namun, harus diketahui apabila masih ada faktor-berpengaruh terhadap IPM selain GDP dan Angka Harapan Hidup, seperti tingkat kemiskinan, tingkat pendidikan, dsb. Maka, demi menaikkan nilai IPM suatu negara, harus ada upaya berintegrasi untuk meningkatkan GDP. Angka Harapan Hidup, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pembangunan. Ruang Lingkup dalam penelitian ini akan membahas tentang pengaruh GDP dan Angka Harapan Hidup terhadap IPM di Indonesia dan Brunei Darussalam pada tahun 19922021. Data-data bersumber pada UNDP (United Nations Development Programm. Dengan demikian, bab pendahuluan ini memberikan gambaran tentang latar belakang, tujuan, dan metodologi yang digunakan dalam membahas tentang pengaruh GDP dan Angka Harapan Hidup (AHH) terhadap IPM di Indonesia dan Brunei Darussalam (Sitanggang, 2. 1941 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin melihat perbandingan IPM (Indeks Pembangunan Manusi. antar negara Indonesia dan Brunei Darussalam. serta untuk mengetahui faktor-faktor seperti AHH (Angka Harapan Hidu. dan GDP (Growth Domestic Produc. atau PDB (Prodcut Domestic Brut. seberapa besar pengaruhnya terhadap IPM (Indeks Pembangunan Manusi. METODE PENELITIAN Penelitian kali ini mempergunakan metode berupa kuantitatif (Sugiyono. Metode yang dipergunakan dalam mengakumulasi data yaitu menggunakan metode kajian literatur atau pustaka berdasarkan data yang diperoleh dari UNDP (United Nations Development Programm. berupa data dengan jenis sekunder. Data yang diperoleh adalah untuk melihat beberapa faktor-faktor berpengaruh terhadap IPM Indonesia serta Brunei Darussalam dimana faktor dimaksud yaitu dalam segi GDP (Growth Domestic Produc. atau yang biasa dikenal dengan PDB (Prodcut Domestic Brut. dan AHH (Angka Harapan Hidu. Model dalam menganalisis menggunakan regresi multivariabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Perbandingan Data IPM (Indeks Pembangunan Manusi. Indonesia dan Brunei Darussalam Sampel data IPM diperoleh dari UNDP (United Nations Development Programm. Data yang digunakan adalah data IPM dari negara Indonesia dan Brunei Darussalam mulai dari tahun 1992 sampai dengan 2021. Data tersebut dijelaskan dalam bentuk grafik dan tabel dengan rentang waktu selama 30 tahun. Di bawah ini terlihat perbandingan IPM antara Indonesia dan Brunei Darussalam (Tabel 1. ) dan terdapat kesenjangan dalam data tersebut. Tabel 1. Perbandingan data IPM (Indeks Pembangunan Manusi. Indonesia dan Brunei Darussalam Tahun 1992-2021 Tahun IPM (Indeks Pembangunan Manusi. INDONESIA 1942 | Volume 6 Nomor 3 2024 IPM (Indeks Pembangunan Manusi. BRUNEI DARUSSALAM Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Sumber: UNDP (United Nations Development Programm. Berdasarkan tabel 1. diketahui apabila selama 30 tahun yaitu pada tahun 1992-2021 terlihat apabila pertumbuhan IPM dari masing-masing negara tidak terlalu mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal atau indikator, seperti indikator dari tingkat pendidikan, indikator kesehatan, dan indikator dari daya beli masyarakat (Ezkirianto dan Muhammad. Hal tersebut juga didukung oleh Suriadi . , dijelaskan apabila terdapat tiga indikator dari pembangunan manusia adalah lama hidup dari AHH. dari rerata lamanya bersekolah, serta standar hidup dari pengeluaran per kapita dari prioritas daya beli. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui apabila pertumbuhan IPM Indonesia masih dibawah dari IPM Brunei Darussalam. Nilai IPM Indonesia berdasarkan data dimulai pada tahun 1992 yaitu sebesar 0. 540 sedangkan nilai pertama IPM Brunei Darussalam sebesar 0. Selama 30 tahun rentang data tahun 1992 sampai 2021 nilai IPM Indonesia sebesar 0. 705 sedangkan nilai IPM Brunei Darussalam sebesar 0. Pertumbuhan nilai IPM dai kedua negara cenderung stabil dan terus mengalami kenaikan walaupun sedikit, tetapi tetap ada pada tahun-tahun tertentu mengalami penurunan. IPM negara Indonesia mengalami penurunan terjadi pada tahun 2004 memiliki nilai sebesar 0. 619 dimana pada tahun sebelumnya yaitu 2003 sebesar 0. 621, lalu pada tahun 2020 dan 2021 juga terus mengalami penurunan dengan nilai sebesar 0. 709 dan 0. 705 dimana seharusnya mengalami kenaikan dari 1943 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tahun 2019 yang memiliki nilai 0. IPM negara Brunei Darussalam mengalami penurunan terjadi pada tahun 2007 dan 2008 memiliki nilai sebesar 0. 827 dan 0. dimana seharusnya lebih meningkat dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2006 yang memiliki nilai 0. 828, kemudian masih terjadi penurunan dan cenderung tetap tidak mengalami kenaikan maupun penurunan. Hal tersebut terjadi pada tahun 2015 sampai 2021 dengan masing-masing memiliki nilai sebesar 0. 836, 0. 835, 0. 834, 0. 83, 0. 83, dan 0. Perbedaan pertumbuhan IPM yang terjadi pada negara Indonesia dan Brunei Darussalam menunjukkan apabila dari segi pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat Brunei Darussalam lebih tinggi daripada Indonesia. Indikator dasar yang mempengaruhi IPM dari segi kesehatan, ekonomi maupun pendidikan memiliki banyak permasalahan di dalamnya yang sangat mempengaruhi pertumbuhan IPM, yaitu seperti jumlah pengangguran yang tinggi, standar hidup yang layak, rata-rata lama sekolah dll serta untuk memperbaiki seluruh sektor membutuhkan waktu yang tidak sebentar (Asih, 2. Analisis Faktor yang Mempengaruhi IPM (Indeks Pembangunan Manusi. Hubungan antara IPM dengan AHH dan GDP dari Indonesia dan Brunei Darussaalam dapat dilihat melalui tes perhitungan, yaitu sebagai berikut: Uji Multikolinearitas antara IPM dengan AHH dan GDP Uji yang pertama dapat dilakukan untuk melihat hubungan antara IPM dengan AHH dan GDP adalah dengan uji multikolinearitas. Uji multikolinearitas dilakukan demi menggambarkan hubungan dari variabel bebas pada regresi multivariabel. Hubungan dari variabel bebas dengan terikat dapat terganggu apabila terdapat korelasi cukup tinggi pada variabel bebas (Setiawati, 2. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kekuatan dari hubungan IPM dengan GDP dan AHH, yang dijabarkan pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Hasil Uji Korelasi IPM Indonesia IPM IPM GDP AHH Sumber: Pengolahan data EViews GDP AHH Berdasarkan tabel di atas diketahui apabila hubungan antara IPM dengan GDP sebesar 0,9909 atau 99,09% dimana kedua variabel tersebut berarti memiliki hubungan multikolinearitas. Selanjutnya hubungan antara IPM dengan AHH sebesar 0,9296 atau 92,96% dimana kedua variabel tersebut berarti memiliki hubungan Kemudian untuk hubungan antara AHH dan GDP sebesar 0,7555 atau 75,55% dimana kedua variabel tersebut berarti memiliki hubungan 1944 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 3. Hasil Uji Korelasi IPM Brunei Darussalam IPM IPM GDP AHH Sumber: Pengolahan data EViews GDP AHH Berdasarkan tabel di atas diketahui apabila hubungan antara IPM dengan GDP 9064 atau 90,64% dimana kedua variabel tersebut berarti memiliki hubungan multikolinearitas. Selanjutnya hubungan antara IPM dengan AHH sebesar 8786 atau 87,86% dimana kedua variabel tersebut berarti memiliki hubungan Kemudian untuk hubungan antara AHH dan GDP sebesar 0,7555 atau 75,55% dimana kedua variabel tersebut berarti memiliki hubungan Uji Autokorelasi antara IPM dengan AHH dan GDP Uji autokorelasi memiliki tujuan agar bisa mengetahui apabila pada model regresi linear memiliki hubungan/korelasi pada pengamatan antara satu sama lain (Ayuwardani, 2. Uji Breusch-Godfrey dilakukan untuk mengetahui nilai autokorelasi, jika besaran nilai prob < 0,05 akan memiliki gejala autokorelasi dan jika besaran nilai prob > 0,05 tidak akan menunjukkan gejala autokorelasi dimana hal ini untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi IPM suatu negara. Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi IPM Indonesia Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: F-statistic Obs*R-squared Prob. Prob. Chi-Square. Sumber: Pengolahan data EViews Berdasarkan data pada tabel di atas diketahui apabila uji autokorelasi memiliki nilai sebesar 0,2445 dimana > 0,05 maka ditarik kesimpulan apabila tidak terdapat autokorelasi antara variabel IPM terhadap variabel lainnya. Dimana IPM Indonesia tersebut tidak dipengaruhi oleh GDP dan AHH. Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi IPM Brunei Darussalam Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: F-statistic Obs*R-squared Sumber: Pengolahan data EViews 1945 | Volume 6 Nomor 3 2024 Prob. Prob. Chi-Square. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan data pada tabel di atas diketahui apabila uji autokorelasi memiliki nilai sebesar 0,0002 dimana < 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan apabila terjadi autokorelasi antara variabel IPM dengan variabel lain. Dimana IPM Brunei Darussalam tersebut dipengaruhi oleh GDP dan AHH. Uji Heteroskedastisitas antara IPM dengan AHH dan GDP Setelah dilakukannya uji autokorelasi maka selanjutnya dilakukan uji Uji heteroskedastisitas merupakan uji yang dilakukan untuk dapat mengetahui ada tidaknya penyimpangan atau dengan kata lain residualnya terdapat varian konstan/tidak (Nurdany, 2. Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas IPM Indonesia Heteroskedasticity Test: White F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS 9. Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber: Pengolahan data EViews Uji heteroskedastisitas memiliki hasil yaitu nilai probabilitas F-Statistik (FHitun. didapatkan lebih kecil/rendah dibandingkan nilai (Alph. , yaitu 1703 dimana hal tersebut berarti variabel x-nya lebih besar daripada nilai (Alph. maka diketahui yaitu H1 ditolak/tidak menerima H1 serta H0 diterima/tidak menolak H0 sehingga masalah heteroskedastisitas tidak ada muncul dari data ini. Tabel 7. Hasil Uji Heteroskedastisitas IPM Brunei Darussalam Heteroskedasticity Test: White F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS 6. Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber: Pengolahan data EViews Uji heteroskedastisitas memiliki hasil yaitu nilai probabilitas F-Statistik (FHitun. didapatkan lebih kecil/rendah dibandingkan nilai (Alph. , yaitu 0263 dimana hal tersebut berarti variabel x-nya lebih kecil daripada nilai sebesar . maka diketahui yaitu H0 ditolak/tidak menerima H0 serta H1 diterima/tidak menolak H1 sehingga muncul masalah heteroskedastisitas dari data 1946 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Normalitas antara IPM dengan AHH dan GDP Series: Residuals Sample 1992 2021 Observations 30 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Gambar 1. Uji Normalitas antara IPM Indonesia Sumber: Pengolahan data Eviews Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apabila terdapat distribusi yang normal atau tidaknya dari nilai residual pada model regresi (Setiawati, 2. Uji normalitas perlu dilakukannya melalui pendekatan menganalisis grafik yaitu normal probability plot. Cara dilakukannya untuk mengetahui apabila nilai resdiaul terdistrbusi dengan normal yaitu dengan melihat bila garis atau titik-titik penggambaran data mendekati atau mengikuti garis diagonal. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan diketahui apabila nilai dari probability Jarque Bera sebesar 0,1721 > 0,05 dimana residual data penelitian diketahui terdistribusi dengan normal. Series: Residuals Sample 1992 2021 Observations 30 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Gambar 2. Uji Normalitas antara IPM Brunei Darussalam Sumber: Pengolahan data EViews Berdasarkan hasil uji yang dilakukan diketahui apabila nilai dari probability Jarque Bera sebesar 0,6013 > 0,05 dimana residual data penelitian diketahui terdistribusi secara normal. 1947 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan analisis di atas ditemukan hasil bahwa ada perbedaan pertumbuhan indeks pembangunan manusia antara Indonesia dengan Brunei Darussalam. Hal tersebut dapat dilihat melalui gambar grafik kolom di bawah ini. IPM (Indeks Pembangunan Manusi. Indonesia dan Brunei Darussalam 1992-2021 Rank IPM 1,000 0,800 0,600 0,400 0,200 0,000 IPM (Indeks Pembangunan Manusi. INDONESIA IPM (Indeks Pembangunan Manusi. BRUNEI DARUSSALAM Tahun IPM Gambar 3. Rank IPM (Indeks Pembangunan Manusi. Indonesia dan Brunei Darussalam Tahun 1992-2021 (Sumber: Data Human Development Index Worldban. Sumber: Pengolahan data Microsoft Excel Dari hasil gambar di atas bahwa pertumbuhan indeks pembangunan manusia di lihat dari indikator gross domestic product dan angka harapan hidup setelah lahir. Maka, hasil tersebut harus dilihat apakah kedua negara tersebut mengalami pertumbuhan yang sama atau tidak. Kemudian hasil dari persamaan itu harus di lihat juga melalui perbedaan angka pertumbuhan kedua negara tersebut. Untuk uji menyatakan hasil persamaan maka uji yang digunakan adalah uji t-Test Two-Sample Assuming Equal Variance. Dari pengujian tersebut maka hasil yang dilihat nilai p-two tail > alpha 0,05 maka kedua IPM kedua negara tersebut mengalami pertumbuhan yang sama. Jika, two tail < dari alpha 0,05 maka pertumbuhan tidak sama. Sedangkan untuk pengujian tidak persamaan maka uji yang digunakan adalah uji t-Test TwoSample Assuming unequal Variances. Dalam menentukan kriteria tidak terdapat persamaan menggunakan uji t-Test Two-Sample Assuming unequal Variances dilakukan yaitu sembari melihat nilai p-two tail > alpha 0,05 maka nilai pertumbuhan kedua negara tersebut berbeda atau tidak sama. Jika nilai p-two tail < alpha 0,05 maka nilai pertumbuhan tidak sama. 1948 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 8. Hasil Uji t-Test Two-Sample Assuming Equal Variances t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances Mean Variance Observations Pooled Variance Hypothesized Mean Difference 0 t Stat P(T<=. one-tail 30447E-25 t Critical one-tail P(T<=. two-tail 06089E-24 t Critical two-tail Sumber: Pengolahan data Microsoft Excel Berdasarkan tabel 8. di atas, dapat diketahui apabila hasil dari uji t-Test TwoSample Assuming Equal Variances memiliki kesimpulan berupa P-Value 1,0608 > 0,05 dimana berarti H0 diterima yang memiliki arti pertumbuhan IPM dari negara Indonesia dan Brunei Darussalam terjadi pertumbuhan yang sama. Selain digunakannya pengujian dengan t-Test Two-Sample Assuming Equal Variances, dapat pula dilakukan pengujian dengan uji t-Test Two-Sample Assuming Unequal Variances dimana hal tersebut untuk membuktikan apabila uji persamaan dari 2 sampel tidak memiliki kesamaan atau tidak memiliki keterkaitan pada pertumbuhan IPM dari negara Indonesia dan Brunei Darussalam. Untuk melihat pengujian tersebut terdapat di tabel 9. dimana P-Value 1,7916> 0,05 sehingga H0 diterima/tidak menolak H0 dimana berarti pertumbuhan IPM dari negara Indonesia dan Brunei Darussalam tidak terjadi pertumbuhan yang sama. Sebab, bila hasil PValue < 0,05 maka IPM dari kedua negara sama. Tabel 9. Hasil Uji T-Test Two-Sample Assuming Unequal Variances t-Test: Two-Sample Assuming Unequal Variances Mean Variance Observations Hypothesized Mean Difference 0 t Stat P(T<=. one-tail 9583E-19 t Critical one-tail P(T<=. two-tail 79166E-18 t Critical two-tail 1949 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1940 -1951 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Sumber: Pengolahan data Microsoft Excel Banyak studi yang telah menunjukkan adanya hubungan positif antara GDP dan angka harapan hidup. Negara-negara dengan GDP yang lebih besar umumnya mempunyai AHH lebih besar pula. Hal ini dikarenakan GDP yang tinggi menunjukkan tingkat pembangunan ekonomi yang lebih tinggi, sehingga berupaya untuk meningkatkan penyediaan layanan kesehatan sangat baik serta meningkatkan akses terhadap fasilitas-fasilitas kesehatan bagi masyarakat. World Health Organization (WHO) melakukan suatu studi sekitar tahun 2016 memperlihatkan apabila negaranegara dengan GDP lebih besar umumnya mempunyai AHH lebih besar pula (Lestari. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan yang diketahui setelah dilakukannya penelitian. IPM (Indeks Pembangunan Manusi. dari negara Indonesia dan Brunei Darussalam diketahui relatif meningkat setiap tahunnya, hanya di beberapa tahun mengalami penurunan atau memiliki nilai yang sama. Faktor-faktor seperti AHH (Angka Harapan Hidu. dan GDP (Growth Domestic Produc. atau PDB (Prodcut Domestic Brut. secara keseluruhan memiliki pengaruh dan keterkaitan terhadap nilai IPM (Indeks Pembangunan Manusi. Hal tersebut terlihat pada hasil uji yang diperoleh seperti pada uji normalitas yang diperoleh dua negara yaitu Indonesia dan Brunei Darussalam terbukti memiliki data terdistribusi secara normal, dimana hal tersebut menggambarkan apabila secara keseluruhan selama 30 tahun IPM dari kedua negara terjadi pertumbuhan walau tidak secara signifikan. Hasil pengujian yang telah diperoleh dapat menjadi ukuran pembanding penelitian ini dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi sebagai salah satu aspek untuk menentukan pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan Saran dalam penelitian ini adalah dapat dilakukan penelitian lebih beragam dengan menggunakan aplikasi lain untuk pengolahan data dan juga dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan variabel yang lebih banyak. DAFTAR PUSTAKA