SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 17 NO 2 JULY 2023 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga ANALISIS BIBLIOMETRIK ARSITEKTUR DIGITAL Bibliometric Analysis of Digital Architecture | Received February 15th 2023 | Accepted June 5th 2023 | Available online July 31st 2023 | | DOI 10. 56444/sarga. 783 | Page 44 - 56 | Andrey Caesar Effendi1*. Danang Harito Wibowo2 andreycae@gmail. Universitas Matana. Jakarta,Indonesia1* hw@matanauniversity. Universitas Matana. Jakarta,Indonesia 2 ABSTRAK Teknologi digital semakin berkembang akhir-akhir ini menyebabkan manusia untuk mengubah pola Keadaan ini juga terjadi dalam bidang arsitektur yang semakin erat kaitannya dengan teknologi digital sehingga menyebabkan arsitektur digital bukan hanya sekadar alat tetapi bisa menjadi sebuah revolusi dalam bidang arsitektur. Dalam bidang arsitektur terjadinya pergeseran paradigma dalam proses perencanaan dan perancangan terpengaruh perkembangan teknologi digital yang semakin signifikan dengan penggunaan arsitektur digital. Tujuan penulisan kajian ini adalah dapat menjadi sumber bagi peneliti lainnya untuk memperoleh wawasan tentang arsitektur digital yang digunakan dalam penelitian maupun praktek arsitektur dengan menganalisa tren berdasarkan analisis bibliometrik. Penelitian ini juga bermanfaat untuk mendapatkan gap penelitian lanjutan dalam menguraikan teori-teori tentang arsitektur digital secara lebih mendalam. Metode pencarian literatur dalam penelitian ini melalui big data di internet dengan menggunakan perangkat lunak Publish or Perish yang dianalisa secara bibliometrik dengan menggunakan perangkat lunak VosViewer yang sudah banyak dilakukan di luar disiplin ilmu arsitektur. Temuan ini diharapkan akan memperlihatkan grafis dan peta tentang penelitian yang berhubungan dengan arsitektur digital sehingga dapat menjadi referensi untuk penelitian yang lebih lanjut. Kata kunci: Analisis Bibliometrik. Arsitektur Digital. Tren. Publish or Perish. VosViewer ABSTRACT Digital technology that has been developing lately has caused humans to change their lifestyle. This situation also occurs in the field of architecture which is increasingly closely related to digital technology so that digital architecture is not just a tool but can become a revolution in the field of architecture. the field of architecture, there is a paradigm shift in the planning and design process which is affected by the development of digital technology which is increasingly significant with the use of digital The purpose of writing this study is to be a source for other researchers to gain insight into digital architecture used in architectural research and practice by analyzing trends based on bibliometric analysis. This research is also useful for obtaining research gaps which will then become material for further studies in outlining theories about digital architecture in more depth. The literature search method in this study through big data on the internet will use Publish or Perish software which is analyzed bibliometrically using VosViewer software. It is hoped that these findings will show graphics and maps of research related to digital architecture so that they can become references for further Keywords: Bibliometric Analysis. Digital Architecture. Trend. Publish or Perish. VosViewer SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Analisis Bibliometrik Arsitektur Digital PENDAHULUAN Semakin berkembang dan meluasnya penggunaan informasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari menjadikan cara kita dalam menjalani hidup menjadi mudah dan praktis. Tidak lepas juga dalam bidang arsitektur yang mulai awal abad 20 masuk ke dalam paradigma modern yang semakin ke sini menuntut peningkatan kompleksitas desain yang lebih tinggi dan kecepatan dalam hal waktu yang lebih singkat dari masa-masa sebelumnya. Penggunaan teknologi digital ini sudah dimulai sejak tahun 1980 an dengan penggunaan perangkat lunak CAD sebagai alat untuk mempermudah proses penggambaran. Dengan semakin berkembangnya penggunaan CAD sampai saat ini sehingga memudahkan para arsitek untuk membuat modeling bentuk dan simulasi perhitungan iklim, angin, struktur, dan Perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks saat ini perlahan mengubah gaya hidup masyarakat. Dalam bidang arsitektur, situasi ini mulai mendapatkan peran yang lebih dari sebelumnya. Perubahan ini tidak hanya terjadi pada proses menggambar, tetapi mulai masuk ke dalam proses berpikir sang arsitek. Perubahan yang terjadi pada arsitektur di masa modern ini memungkinkan arsitektur untuk terus berkembang dalam keberlanjutan yang sangat berguna bagi perkembangan praktek desain dalam dunia Menurut Stuart J. Russell dan Peter Norvig . dalam bukunya yang berjudul Artificial Intelligence: A Modern Approach, berpendapat bahwa filsafat dari kecerdasan buatan mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ontologis sebagai berikut : Bisakah mesin bertindak dengan cerdas? Bisakah itu menyelesaikan masalah apa pun yang akan dipecahkan seseorang dengan berpikir? Apakah kecerdasan manusia dan kecerdasan mesin sama? Apakah otak manusia pada dasarnya adalah komputer? Bisakah mesin memiliki pikiran, kondisi mental, dan kesadaran dalam arti yang sama seperti yang dimiliki manusia? Bisakah dia merasakan bagaimana keadaannya? Pertanyaan-pertanyaan filosofis tersebut adalah pertanyaan paling mendasar tentang bagaimana Artificial Intelligence dapat dianggap mempunyai kecerdasan yang sama dengan manusia (Russell. Norvig, and Canny 2. (Norvig 2. John McCarthy dalam papernya yang berjudul Philosophy of AI and The AI of Philosophy, mengatakan bahwa Artificial Intelligence memiliki hubungan ilmiah yang lebih dekat dengan filsafat daripada ilmu lainnya, karena AI berbagi banyak konsep dengan filsafat, misalnya tindakan, kesadaran, epistemologi dan bahkan kehendak bebas. Menurut John McCarthy. Artificial Intelligence berusaha untuk membuat model sesuai dengan cara berpikir manusia dan menjadikan mesin untuk menirukan proses berpikir tersebut (McCarthy 2. Menurut Laura Steele, konsep Artificial Intelligence (AI) telah lama menangkap imajinasi manusia, menimbulkan kegembiraan dan ketakutan. Selain janji kemajuan ekonomi, sosial, dan lingkungan, muncul keprihatinan yang mendalam tentang implikasi moral yang potensial. Bisakah teori kuno membantu kita mengungkap tantangan etika modern ini? Menurutnya konsep Artificial Intelligence (AI) sudah mulai ada sejak Aristoteles mengeluarkan konsep Laws of Thaught (Steele 2. Raymond McLeod Jr. beserta rekannya George P. Schell mengatakan Artificial Intelligence adalah kecerdasan yang dihasilkan dari suatu aktivitas dengan menggunakan komputer sehingga dapat dianggap memiliki tingkatan yang sama seperti manusia (Raymond and George 2. Artificial Intelligence berusaha meniru pola pikir SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Andrey Caesar Effendi. Danang Harito Wibowo rasional manusia sehingga dianggap menjadi aplikasi paling canggih yang terdapat pada Penggunaan teknologi digital telah mengubah cara arsitek dalam melaksanakan proses desain arsitektur, terutama dalam konteks kemajuan teknologi yang dibuat dalam beberapa tahun Dalam bidang arsitektur kemajuan teknologi sudah dimulai pada era modern sekitar awal abad ke-20 dengan menggunakan bahan prefabrikasi berupa modul-modul yang kemudian memasuki era teknologi digital dengan pemanfaatan teknologi komputer dengan menggunakan perangkat lunak sebagai alat peraga dalam proses penggambaran arsitektur. Mulai diperkenalkannya penggunaan parameter . dalam proses desain menjadi tanda masuknya arsitektur ke dalam era teknologi selanjutnya (Chaillou 2. Dalam parametricism, kekompleksitasan yang ada dalam arsitektur sedikit diabaikan, karena pada realitanya arsitektur adalah hasil dari banyak parameter realitas yang di algoritmakan oleh arsitek sesuai dengan konteks, lingkungan, masyarakat, budaya, dan sejarahnya. Realitas yang mendalam ini merupakan penggabungan disiplin ilmu secara sistematis dengan parameter yang sangat kompleks serta dengan menggunakan ilmu data dan kecerdasan buatan yang merupakan bagian dari komputasi statistik (Chaillou 2. Dengan pemikiran terhadap realitas yang lebih mendalam ini terjadi perubahan dalam proses penggambaran, lebih jauh lagi dalam proses berpikir sang arsitek. Dengan perkembangan disiplin ilmu Artificial Intelligence yang semakin maju dalam bidang komputer, juga turut serta berpengaruh terhadap penggunaan Artificial Intelligence dalam bidang lainnya seperti kedokteran, ekonomi, militer, informasi komunikasi, pertanian, dan masih banyak lagi, selain itu juga terhadap bidang arsitektur yang semakin terhubung dengan teknologi digital (Oxman, 2006. Grisaleya, 2. METODE PENELITIAN Dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan data yang besar bisa menjadi sebuah kompleksitas yang tidak terbatas. Penelitian kajian literatur ini akan menggunakan analisis bibliometrik yang merupakan prosedur untuk menyajikan ringkasan yang jelas dari sejumlah penelitian ilmiah yang sangat besar . an Nunen et al. Pada penelitian ini, penulis menggunakan big data yang berasal Google Scholar dengan menggunakan software Publish or Perish untuk membantu meringkasnya (Baneyx 2. Tetapi, untuk mendapatkan visualisasi jaringan bibliometrik yang menarik dan menganalisanya sehingga dapat mudah dimengerti, penulis menggunakan bantuan dari perangkat lunak VOSviewer (Martynez-Lypez et al. Perangkat lunak VOSviewer digunakan karena kemampuannya yang dapat secara efisien mengolah data besar dan kemudian memvisualisasikan, menganalisa, dan menginvestigasi dengan menarik . an Eck and Waltman Selain itu. VOSviewer juga mampu membuat visualisasi peta publikasi, peta penulis, atau peta jurnal berdasarkan jaringan co-citation dan juga dapat membangun peta kata kunci berdasarkan jaringan yang saling berkolaborasi. Dasar dari kajian literatur bibliometrik ini adalah metode yang sistematis dan eksplisit (Garza-Reyes 2. atau metode pemetaan pikiran yang menekankan batas-batas pengetahuan (Tranfield. Denyer, and Smart 2. Dalam melakukan analisis bibliometrik ini, metode penelitian ini mengadopsi lima langkah (Setyaningsih. Indarti, and Jie 2. seperti pada gambar di bawah ini. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Analisis Bibliometrik Arsitektur Digital Gambar 1. 5 Langkah metode dalam analisis bibliometrik Sumber : Setyaningsih, 2018 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian bibliometrik ini menggunakan big data yang berasal dari Google Scholar. Penulis menggunakan bantuan perangkat lunak Publish or Perish (PoP) untuk mengambil data yang sangat banyak tersebut. Pada perangkat lunak PoP masukkan kata kunci seperti Architectural Design, digital, design, dan architecture sebagai pencarian awal yang kemudian dilakukan penyempurnaan dengan hanya menggunakan jurnal penelitian untuk dilihat sebagai data Setelah data-data dipastikan sesuai dengan data yang dicari yaitu jurnal penelitian, jika ada informasi yang kurang lengkap kemudian dilengkapi dengan menambahkan pada meta datanya. Kemudian data-data tersebut dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memvisualisasikan peta bibliometrik. Perangkat lunak ini menampilkan pemetaan bibliometrik pada tiga visualisasi yang berbeda yaitu, visualisasi jaringan, visualisasi overlay, dan visualisasi densitas. Visualisasi Publikasi dan Sitasi Menggunakan VOSviewer Pada pencarian kata kunci awal dengan menggunakan perangkat lunak Publish or Perish, ditemukan data sebanyak 989 artikel termasuk buku, prosiding, website artikel, dll dari tahun 2012 Ae 2022 dengan 7488 sitasi . ,8 sitasi/tahu. Setelah dilakukan penyempurnaan dengan hanya menyaring artikel jurnal kemudian hanya terdapat 574 artikel jurnal dengan data kutipan juga berubah menjadi 4228 sitasi . ,8 sitasi/tahu. Perbandingan data metrik dari pencarian awal dan pencarian yang telah disempurnakan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Tabel perbandingan pencarian awal dan pencarian yang telah disempurnakan Analisa selanjutnya adalah untuk menyajikan kontribusi dari artikel yang paling relevan dalam penelitian ini dengan cara mengambil 574 artikel yang sudah disempurnakan dengan kata kunci AuArchitectural Design, digital, design, dan architectureAy yang memiliki nilai sitasi tertinggi . artikel teratas yang dikuti. seperti tabel 2 pada halaman selanjutnya. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Andrey Caesar Effendi. Danang Harito Wibowo Tabel 2. 10 artikel terbaik berdasarkan jumlah sitasi Dalam 10 besar artikel terbaik yang dilihat dari jumlah sitasinya terdapat 3 peneliti asal Jerman yang memiliki sitasi terbanyak dengan total 350 sitasi. Kemudian peneliti asal Amerika dengan jumlah 273 sitasi yang disusul oleh peneliti asal Cina 181 sitasi. Bahrain 85 sitasi. Belanda 75 sitasi. Inggris 71 sitasi, dan terakhir Iran dengan jumlah 68 sitasi. Terdapat 9 penerbit terbaik yang dipilih berdasarkan jumlah artikel yang memiliki jumlah publikasi lebih dari 10 naskah setiap penerbit, berasal dari 574 artikel jurnal yang telah disempurnakan dengan kata kunci AuArchitectural Design, digital, design, dan architectureAy dipresentasikan pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Sembilan peringkat penerbit berdasarkan jumlah yang diterbitkan sesuai topik tersebut SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Analisis Bibliometrik Arsitektur Digital Tiga penerbit teratas juga merupakan 10 besar top penerbit di dunia akademik pada saat ini dan banyak menerbitkan jurnal-jurnal dalam bidang arsitektur. Khususnya penerbit Springer, sangat banyak artikel jurnal yang berkaitan dengan digital arsitektur dan jika kita melihat dari penelitian peneliti sebelumnya, juga cukup dominan dalam menerbitkan naskah-naskah yang berhubungan dengan Artificial Intelligence yang berkaitan dengan arsitektur. Topik tentang digital arsitektur sebenarnya sudah cukup lama dibahas di dunia akademik, tetapi masih lebih banyak yang menggunakan arsitektur digital dalam ranah praktis. Sehingga penelitian dalam arsitektur digital masih belum terlalu banyak yang membahasnya. Berikut di bawah ini merupakan pengelola jurnal yang mempunyai relevansi dengan kata kunci AuArchitectural Design, digital, design, dan architectureAy yang dipresentasikan pada tabel 4. Tabel 4. 9 peringkat penerbit berdasarkan jumlah yang diterbitkan sesuai topik tersebut Tabel di atas menunjukan bahwa jumlah naskah jurnal yang banyak dari suatu penerbit belum tentu memiliki jumlah sitasi yang banyak juga. Sebagai contoh jurnal yang memiliki jumlah sitasi terbanyak berasal dari jurnal Automation in Construction dengan 424 sitasi dalam 6 naskah jurnal yang terbit. Sedangkan di peringkat kedua adalah jurnal Procedia-Social and Behavioral Science dengan 200 sitasi dalam 10 naskah jurnal, dan di peringkat ketiga adalah Frontiers of Architectural Research dengan 171 sitasi dalam 9 naskah jurnal. Gambar 2. Visualisasi jaringan pada basis data Google Scholar SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Andrey Caesar Effendi. Danang Harito Wibowo Tampilan visualisasi jaringan data dengan menggunakan VOSviewer pada data Google Scholar yang di dapat melalui perangkat lunak Publish or Perish terkait kata kunci AuArchitectural Design, digital, design, dan architectureAy yang telah disempurnakan dalam pencarian awal, dapat dilihat pada Gambar 6 di bawah ini. Visualisasi jaringan ini menandakan hubungan antara kata kunci yang satu dengan kata kunci yg lain berdasarkan klaster-klaster yang berlainan warna. Kesamaan warna gelembung dan jaringan dalam suatu klaster menandakan bahwa kata kunci kata kunci tersebut saling berhubungan, dan semakin besar gelembung pada visualisasi jaringan menandakan bahwa kata kunci yang ada dalam gelembung tersebut lebih banyak digunakan dalam penelitian-penelitian. Pada VOSviewer juga dapat melihat visualisasi overlay yang menunjukkan tren yang terjadi dari tahun ke tahun yang berhubungan dengan topik tersebut dapat dilihat pada Gambar 7. Warna biru gelap pada jaringan dan gelembung pada gambar di atas menandakan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian yang lebih lama dan semakin kuning warna pada suatu jaringan dan gelembung menandakan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian yang lebih baru. Gambar 3. Visualisasi overlay perubahan waktu penelitian pada basis data Google Scholar Penggunaan perangkat lunak VOSviewer juga dapat membuat visualisasi yang menggambarkan kepadatan suatu penelitian yang terkonsentrasi pada kata kunci tertentu seperti gambar 4 di bawah ini. Gambar 4. Visualisasi kepadatan suatu perubahan pada basis data Google Scholar SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Analisis Bibliometrik Arsitektur Digital Penelitian ini menggunakan kata kunci Auarchitectural design, digital, design, dan architectureAy. Kata kunci tersebut dipilih karena belum ada penelitian yang mencoba untuk memetakan Semakin padat dan jelas warna kuning dalam satu gelembung tertentu, maka semakin banyak penelitian yang menggunakan kata kunci tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin renggang dan transparan warna kuning dalam suatu gelembung tersebut, maka semakin sedikit juga penelitian yang menggunakan kata kunci tersebut. Dalam hal ini kata kunci architectural design merupakan kata kunci dengan kepadatan dan warna kuning yang sangat Penggunaan perangkat lunak VOSviewer sebagai alat untuk menganalisa hasil pada basis data Google Scholar ini kemudian disarikan dari judul, kata kunci, dan abstrak dengan perhitungan lengkap jumlah minimum event yang ditetapkan adalah 2 sehingga ditemukan sebanyak 130 item kata-kata yang terdiri dari 9 cluster. Item kata-kata yang paling banyak muncul adalah Auarchitectural design, architecture, architectural design processAy. Setiap item mewakili kata kunci yang ditunjukkan oleh besaran ukuran simpul. Dapat dikatakan bahwa ukuran simpul menunjukkan frekuensi kemunculan kata kunci bersama. Semakin besar simpul yang terlihat maka semakin banyak kemunculan kata tersebut begitu pula sebaliknya yang dapat dilihat pada Gambar 5 di bawah ini. Untuk memperjelas kata kunci apa saja dalam setiap klaster maka dibuat tabel yang dapat memperlihatkan sebanyak apa kata kunci tersebut muncul di penelitian-penelitian yang terjaring oleh perangkat lunak Publish or Perish. Terdapat 9 klaster yang dapat diidentifikasi oleh perangkat lunak VOSviewer seperti yang terlihat seperti pada tabel 5 pada halaman Gambar 5. Visualisasi cluster item kata-kata pada basis data Google Scholar SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Andrey Caesar Effendi. Danang Harito Wibowo Tabel 5. 9 klaster dengan kata kunci yang saling berhubungan Visualisasi Author dan co-Author Menggunakan VOSviewer Selain menganalisa kata kunci Ae kata kunci dalam artikel jurnal. VOSviewer juga dapat menganalisa kolaborasi antar penulis dalam artikel yang sama, jaringan terkait, dan pola kolaborasi antar individu yang dapat dilihat pada Gambar 6 di bawah ini. Dalam visualisasi jaringan penulis ini, setiap simpul mewakili penulis dalam koneksi tulisannya dengan yang lain. Dalam jaringan ini, setiap simpul mewakili penulis dalam koneksi tulisannya. Penelitian dapat dilakukan dengan cara kolaborasi antar penulis sehingga tidak selalu dilakukan secara perseorangan (Rohanda and Winoto 2. Untuk itu dalam suatu penelitian diperlukan kolaborasi antara peneliti dan juga instansi baik dari sisi substansi ide penelitian, penggunaan dana, hingga sarana dan prasarana yang dapat membantu penelitian, sehingga dapat kesempatan dalam berbagi ilmu dan teknik tertentu (Widuri and Prasetyadi 2. Visualisasi di bawah ini menunjukkan kelompok penulis dan kebaruan waktu penelitian pada Gambar 7. Visualisasi tersebut memberikan kemudahan kepada peneliti untuk mengidentifikasi peluang topik penelitian. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Analisis Bibliometrik Arsitektur Digital Gambar 6. Visualisasi jaringan antara penulis pada basis data Google Scholar Gambar 7. Visualisasi jaringan antara penulis terhadap perubahan waktu basis data Google Scholar Dalam gambar di atas, warna kuning menunjukkan sekelompok peneliti yang melakukan penelitian terbaru, sedangkan warna yang semakin gelap ke arah warna ungu menunjukkan bahwa sekelompok peneliti yang penelitiannya lebih lama. Jika dilihat warna kuning terang terlihat lebih banyak dari ungu gelap yang berarti bahwa makin banyak peneliti yang melakukan penelitian tentang topik tersebut. Topik dengan warna kuning meliputi topik architectural design process, architectural design practice, architectural research, architectural design, art, digital model, digital studio, digital technology, student, practice, learning dan Topik dengan warna ungu meliputi application, architecture, area, collaboration, digital tolls, evolution, impact, implementation, methodology, nature, parametric design, structure and urban design. Pada perangkat lunak VOSviewer terdapat klasterisasi berwarna yang menunjukkan pembagian jumlah author dan co-author sehingga kita dapat melihat kata kunci apa saja yang digunakan oleh sekelompok peneliti pada topik tersebut. Di bawah ini terdapat tabel yang menunjukkan author dan co-author terbanyak dan saling berkaitan dengan kata kunci dalam suatu topik penelitian. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Andrey Caesar Effendi. Danang Harito Wibowo Tabel 6. 7 cluster dengan jumlah peneliti terbanyak yang memiliki keterkaitan kata kunci penelitian Pemetaan terhadap penulis yang saling bekerjasama dalam melakukan penelitian juga dapat dilihat dari mana saja lokasi mereka melakukan penelitian seperti yang terlihat pada gambar 8 di bawah ini. Dari hasil analisis tersebut tampak bahwa rata- rata penulis berasal dari Asia. Amerika. Eropa, dan Australia. Gambar 8. Pemetaan author dan co-author berdasarkan negara tempat penulis tersebut tinggal SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Analisis Bibliometrik Arsitektur Digital KESIMPULAN Dalam penelitian arsitektur digital 10 tahun terakhir ini, terdapat 10 besar artikel dengan sitasi terbanyak dengan tema yang berkaitan dengan teori dan praktik arsitektural. Terdapat tujuh artikel yang berkaitan dengan praktik arsitektur adalah seperti Architectural Design, energy simulation, parametric approach, structure and construction, design optimization, robotic fabrication, architectural geometry. Selain itu terdapat 3 artikel yang berkaitan dengan teori arsitektur diantaranya, yaitu tentang philosophy and education. Jika dilihat dari potensi artikel tersebut yang di sitasi oleh banyak peneliti lainnya, topik tersebut dapat menjadi salah satu gap penelitian dalam ranah arsitektur digital. Sembilan penerbit yang memiliki jumlah artikel terbanyak pada pencarian ini kebanyakan masih berasal dari negara maju seperti Jerman. Belanda. UK. Swiss. USA, dan Korea, dengan peringkat pertama jurnal yang memiliki sitasi terbanyak adalah Automation in Construction . artikel, 424 sitas. dan yang kedua terbanyak adalah Procedia-Social and Behavioral Science yang sama-sama dari penerbit Elsevier, dengan asal penulis yang cukup beragam, dari Eropa. Amerika. Afrika hingga Asia. Sehingga topik ini terlihat masih banyak diminati di daerah Eropa Amerika dan ada sebagian kecil Asia dan Afrika. Pada pemetaan author dan co author, terlihat adanya penulis yang melakukan penelitian seorang diri hingga kelompok penulis yang melakukan penelitian secara bersama hingga 9 orang dengan latar belakang dari beberapa negara berbeda. Penelitian yang dilakukan oleh 9 peneliti tersebut adalah tentang study, architectural design, behavior, simulation, virtual, behavioural, anthropomorphic, autonomous, adaptive, atypical architecture. Selain itu topik seperti bioinspired, generative, form-finding, digital visualization, digital algorithmic, parametric, sensory experience, blockchain integration juga banyak dilakukan oleh peneliti secara bersama-sama . Tema penelitian tersebut terlihat lebih banyak berkaitan dengan studi, edukasi, dan riset yang berhubungan dengan teori arsitektur. Tetapi penelitian yang dilakukan dalam kelompok kecil . urang dari 4 penelit. biasanya melakukan penelitian yang lebih bersifat praktis seperti Building envelope, energy simulation, performance-driven architectural design, parametric approach, virtual reality, dll. DAFTAR PUSTAKA