Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review ISSN: 1411-1527 (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. E-ISSN: 2599-0209 Homepage: http://jurnalpariwisata. id/index. php/JIP/index DOI: https://doi. org/10. 30647/jip. Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review Pusparani*. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung. RMW Agie Pradhipta Institut Pariwisata Trisakti *pusparani@iptrisakti. Informasi Artikel Received: 31 Oktober 2025 Accepted: 3 November 2025 Published: 17 November 2025 Keywords: tour guide transformation, digital tourism, systematic literature review Kata Kunci: transformasi pemandu wisata, pariwisata digital, tinjauan literatur sistematis Abstract This study aims to map the roles and transformations of tour guides in the digital era through a systematic review of current empirical The research employed a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA framework, drawing data from Scopus. Web of Science, and Google Scholar . 5Ae2. A total of 33 articles met the inclusion criteria and were thematically analyzed and narratively The findings reveal three complementary thematic clusters. The first cluster highlights professional competencies, interpretative, interpersonal, and managerial dimensions as core service attributes that enhance service quality, satisfaction, and behavioral intentions. The second cluster emphasizes affective dimensions, such as emotional labor, empathy, and rapport, as psychological mechanisms that transform service quality into memorable tourism experiences, leading to loyalty and positive word-of-mouth. The third cluster identifies the digital transformation of tour guiding through mobile applications. AR/VR/XR, virtual or livestream tours, and AI-assisted collaboration, which strengthen interactivity, immersion, personalization, and eWOM. conclusion, the synergy of competence, affect, and digital capability creates an experiential value chain linking service quality to satisfaction, loyalty, and destination image. Future research is recommended to examine tour guide well-being, evaluate humanAeAI co-guiding, employ multi-group SEM, conduct bibliometric/meta-analyses, and compare outcome-based versus input-based certification systems. Abstrak Penelitian ini bertujuan memetakan peran dan transformasi pemandu wisata di era digital melalui telaah sistematis atas bukti empiris terkini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berpedoman PRISMA, dengan sumber Scopus. Web of Science, dan Google Scholar . 5Ae2. Seleksi menghasilkan 33 artikel yang dianalisis secara tematik dan disintesiskan secara naratif. Hasil menunjukkan tiga klaster tematik saling melengkapi. Klaster 1 menegaskan dimensi interpretatif, interpersonal, dan manajerial sebagai atribut inti layanan yang meningkatkan kualitas layanan, kepuasan, serta niat berperilaku. Klaster 2 menempatkan emotional labor, empati, dan rapport sebagai mekanisme psikologis yang mengonversi layanan menjadi memorable tourism experience, mendorong loyalitas dan wordof-mouth. Klaster 3 menandai pergeseran menuju model pemanduan hibrida melalui aplikasi bergerak. AR/VR/XR, tur virtual/livestream, dan kolaborasi berbasis AI yang memperkuat interaktivitas, imersi, personalisasi, serta eWOM. Sinergi kompetensiAeafeksiAedigital membentuk rantai nilai pengalaman dari kualitas layanan menuju kepuasan, loyalitas, dan penguatan citra destinasi, dipengaruhi moderator seperti jenis tur, ukuran kelompok, dan kesiapan teknologi wisatawan. Pengujian kesejahteraan pemandu sebagai moderator, evaluasi humanAe AI co-guiding dan AR micro-moments via uji A/B dan experience sampling, multi-group SEM lintas segmen, meta-analisis/bibliometrik, serta kebijakan sertifikasi berbasis hasil (MTE/WOM). Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. PENDAHULUAN Pemandu komponen kunci dalam sistem pariwisata wisatawan dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam destinasi. Dalam konteks pariwisata modern, peran pemandu wisata tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi, tetapi juga telah berkembang menjadi fasilitator pengalaman yang berorientasi pada nilai budaya, edukasi, dan emosi. Perubahan pola wisatawan yang kini cenderung mencari pengalaman autentik menjadikan intermediary yang strategis dalam menciptakan pengalaman wisata yang Namun, meskipun pentingnya peran pemandu wisata telah banyak dibahas, terdapat gap yang signifikan dalam literatur yang mengarah pada pemahaman lebih dalam mengenai perkembangan terbaru dalam bidang ini. Penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya kualitas interaksi dan komunikasi antara pemandu wisata dan Zhang & Chow . komunikasi dan sikap profesional menjadi determinan utama kepuasan Sementara itu. Ap & Wong . menambahkan bahwa persepsi terhadap kualitas layanan tour guide memengaruhi loyalitas wisatawan dan citra destinasi. Mak et al. menegaskan bahwa pemandu wisata penyampai pengetahuan dan mediator Namun, literatur yang ada masih terbatas dalam memetakan tren baru yang muncul dengan pesat, terutama terkait perkembangan teknologi dan tantangan Perkembangan misalnya, telah mengubah cara pemandu wisata berinteraksi dengan wisatawan. Tussyadiah & Fesenmaier . menjelaskan bahwa teknologi digital memberikan pengalaman yang lebih personal melalui sistem navigasi pintar dan informasi real-time. Tsai & Wang . menemukan bahwa mobile guiding apps meningkatkan komunikasi dua arah dan memperkaya pengalaman wisatawan, menandai munculnya konsep smart tour guiding. Namun, gap yang lebih besar masih pemanduan wisata, yang telah melesat sejak pandemi COVID-19. Kim et al. menunjukkan bahwa tur virtual dan pelatihan daring telah menjadi inovasi penting yang mendukung ketahanan industri pemanduan wisata di pasca-pandemi. Akan meskipun ada potensi besar, belum ada kajian sistematis yang menyeluruh mengenai pengaruh kedua teknologi ini terhadap praktik dan pengalaman pemandu wisata serta wisatawan. Selain itu, aspek kesejahteraan pemandu wisata juga semakin mendapat Wong & Lee . menemukan bahwa tekanan kerja, kurangnya pelatihan, dan ketidakpastian pendapatan dapat menurunkan motivasi pemandu wisata. Namun, penelitian yang membahas kesejahteraan pemandu wisata dalam konteks digitalisasi dan perubahan industri pariwisata masih terbatas. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan melakukan Systematic Literature Review (SLR) yang mengidentifikasi tema-tema dominan dalam kajian pemanduan wisata, menganalisis metode yang digunakan dalam penelitian peluang penelitian masa depan, terutama yang berkaitan dengan integrasi teknologi digital. AI, dan tur virtual dalam praktik pemanduan wisata. Dengan demikian, memberikan kontribusi signifikan dalam memperjelas what's missing dalam Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. literatur dan menjawab why now terkait relevansi studi pemandu wisata di era digital ini. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Cohen . , pemandu wisata memiliki peran ganda sebagai "pathfinder" yang menunjukkan arah fisik "mentor" memperkaya makna pengalaman wisata. Holloway . juga menegaskan bahwa pengalaman wisata yang positif sangat bergantung pada kemampuan pemandu wisata dalam membangun interaksi sosial yang hangat. Hal ini menunjukkan bahwa aspek interpersonal menjadi fondasi penting dalam praktik pemanduan wisata profesional. Black Weiler mengembangkan model kompetensi pemandu wisata yang meliputi dimensi Penelitian Zhang et al. menekankan bahwa soft skills seperti empati, humor, dan komunikasi efektif kepuasan wisatawan. Sejalan dengan itu, studi oleh Mak et al. menegaskan pentingnya peran pemandu wisata dalam memperkuat identitas budaya destinasi. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Dorcic et al. , yang menambahkan bahwa pemandu wisata juga bertindak sebagai mediator budaya memahami kedalaman budaya lokal melalui narasi yang dibawakan. Huang et al. dan Lin . menemukan bahwa integrasi teknologi informasi, seperti AR/VR dan aplikasi mobile, menjadi kebutuhan baru dalam profesi pemandu wisata. Transformasi kompetensi digital agar pemandu wisata paradigma smart tourism, di mana pengalaman wisata tidak hanya bersifat fisik tetapi juga virtual dan interaktif. Hal ini didukung oleh penelitian Wang et al. , yang mengemukakan bahwa penggunaan teknologi canggih dapat memperkaya pengalaman wisata dan memperluas interaksi antara pemandu wisata dan wisatawan. Selain itu, penelitian oleh Tsai dan Wang . menunjukkan bahwa aplikasi panduan berbasis mobile semakin populer dalam meningkatkan komunikasi dua arah antara pemandu wisata dan wisatawan, serta memberikan pengalaman yang lebih personal. Perkembangan ini mengarah pada smart tour guiding, yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman yang lebih adaptif dan terhubung secara Namun, meskipun ada kemajuan signifikan, banyak penelitian yang masih teknologi dalam pemanduan wisata, terutama dalam konteks teknologi yang terintegrasi dengan AI dan virtual tour guiding (Kim et al. , 2. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. Sumber data berasal dari Scopus. Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang waktu 1995Ae2025. Kata kunci yang digunakan antara lain: Autour guideAy. Autour leaderAy. Autour guidingAy. Autourist experienceAy. Auguide professionalismAy. Kriteria inklusi meliputi: . artikel ilmiah yang telah peer-reviewed, . menggunakan bahasa Inggris atau Indonesia, dan . relevan dengan konteks pemandu wisata. Data yang dikumpulkan mencakup nama penulis, tahun, tujuan penelitian, metode, hasil utama, dan temuan kunci. Analisis dilakukan secara tematik dengan tiga tahap: . Identifikasi tema . ompetensi, pelatihan, digitalisas. Sintesis naratif berdasarkan variabel penelitian. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. Analisis menentukan arah penelitian masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses seleksi artikel menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada standar PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2025 menggunakan kombinasi kata kunci: "tour guide," "professional "satisfaction," "digital transformation," "virtual tours," dan "AI-guided tours" di empat basis data utama yaitu Scopus. Web of Science. Google Scholar, dan SpringerLink. Proses menghasilkan 220 artikel awal yang kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Langkah Pencarian dan Seleksi: . Jumlah hasil awal per basis data: Scopus . Web of Science . Google Scholar . SpringerLink . Deduplikasi: Proses dilakukan dengan perangkat lunak EndNote, menghapus 35 artikel duplikat. Screening judul/abstrak: Setelah deduplikasi, dilakukan penyaringan judul dan abstrak terhadap 185 artikel yang tersisa, dengan 120 artikel dieliminasi karena tidak memenuhi kriteria relevansi . Screening full-text: Dari 65 artikel yang terpilih untuk penyaringan full-text, 32 artikel dieksklusi karena metodologis atau relevansi yang cukup tinggi dengan topik yang diangkat. Penulis & Tahun Lin et al. meninggalkan 33 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk analisis lebih lanjut. Alasan eksklusi adalah . Tidak relevan dengan topik pemandu wisata atau kompetensi professional. Metodologi yang tidak memadai, seperti studi yang tidak menggunakan teknik analisis data yang valid atau kurangnya data empiric. Fokus penelitian terlalu sempit dan tidak mencakup aspek-aspek yang relevan dengan penelitian ini, seperti teknologi digital atau tur virtual. Penilaian kualitas metodologis dilakukan menggunakan instrumen JBI Critical Appraisal Checklist dan CASP. Dari 33 artikel yang terpilih, 30 artikel dinilai memiliki kualitas metodologis yang baik . emperoleh skor lebih dari 75% dalam penilaian JBI). Sementara tiga artikel lainnya menunjukkan potensi bias yang lebih tinggi, yang disebabkan oleh desain penelitian yang lebih lemah atau keterbatasan dalam sampling. Penilaian kualitas dan seleksi artikel dilakukan oleh dua reviewer independen, dengan kesepakatan antara reviewer dihitung menggunakan CohenAos Hasil menunjukkan CohenAos kappa = 0. 83, yang menunjukkan tingkat reliabilitas yang sangat baik antara kedua Dari 33 artikel memenuhi kriteria Mayoritas penelitian berasal dari kawasan Asia Timur dan Eropa. Fokus penelitian awal tahun 1995Ae2025 didominasi oleh aspek pelayanan dan komunikasi pemandu wisata. Namun, sejak 2025 terjadi pergeseran fokus menuju transformasi digital. Tabel 1. Kluster Pertama Temuan Kunci Studi ini mengembangkan dan menguji kerangka yang menautkan kompetensi profesional pemandu . isalnya pengetahuan destinasi, komunikasi, sikap profesiona. dengan kualitas layanan pemanduan, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan wisatawan serta niat pembelian ulang paket tur. Studi ini menekankan bahwa kompetensi pemandu adalah Aubagian dari produk wisataAy karena secara langsung membentuk persepsi kualitas layanan dan kepuasan. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. Penulis & Tahun Hsu et al. Zhang Chow Ap & Wong . Mossberg . Kalulu et al. Kul et al. Kemboi & Jairus Aquirre et al. Temuan Kunci Dalam paket tur di Shanghai, peneliti memodelkan kepuasan berlapis, kepuasan atas layanan pemanduan, kepuasan atas layanan tur, dan kepuasan atas pengalaman tur keseluruhan, serta menemukan bahwa kinerja pemandu berdampak langsung pada kepuasan layanan pemanduan dan secara tidak langsung memengaruhi kepuasan pengalaman tur keseluruhan melalui kepuasan layanan tur Menggunakan ImportanceAePerformance Analysis (IPA) pada wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Hong Kong, penelitian ini mengidentifikasi 20 atribut kinerja pemandu dan menegaskan bahwa aspek profesional seperti reliabilitas, kemampuan berbahasa, dan pemecahan masalah merupakan penentu utama kualitas layanan yang dirasakan serta sasaran prioritas Studi kualitatif berbasis wawancara mendalam dan FGD ini mengulas profesionalisme pemandu di Hong Kong dan menegaskan posisi pemandu sebagai aktor garda depan yang membentuk kesan destinasi serta kepuasan layanan tur. memetakan isu etika, standar layanan, dan tantangan kelembagaan profesi. Fokus pada charter tours Eropa, studi ini menunjukkan bahwa interaksi layanan antara turis dan pemimpin/pemandu tur merupakan bagian kritis dari pengalaman yang mempengaruhi penilaian kepuasan. performa interpersonal dan pengelolaan layanan pemandu menjadi komponen utama Kajian kasus Rwanda menempatkan kompetensi dan perilaku profesional pemandu, termasuk kapasitas interpretatif budayasebagai pendorong signifikan kepuasan pengunjung dan penguatan loyalitas. makalah ini juga menyoroti tantangan pelatihan, bahasa, dan koordinasi antarpemangku kepentingan yang berdampak pada mutu layanan. Pada tur budaya di Cappadocia, penelitian kuantitatif terhadap turis asing menemukan bahwa nilai pengalaman . ualitas, emosional, sosial, monete. meningkatkan kepuasan dan niat rekomendasi/kembali, kompetensi pemandu bertindak sebagai pemoderasi positif pada hubungan-hubungan kunci tersebut, mempertebal efek menuju intensi berperilaku. Di North Rift. Kenya, studi potong lintang dengan Performance Evaluation Measurement Analysis (PEMA) serta korelasi Pearson menunjukkan bahwa atribut kinerja pemandu berpengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan, menonjolkan peran kompetensi operasional dan komunikasi pemandu. Penelitian ini memetakan faktor-faktor pembentuk kualitas layanan pemandu . engacu pada SERVQUAL) dan menegaskan peran pemandu sebagai komponen kunci pengalaman wisata. temuan memperlihatkan bagaimana dimensi keandalan, jaminan, empati, dan responsivitas pemandu berkorelasi dengan persepsi Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. Penulis & Tahun Suryana Suhardjo Mukaromah . Ylmaz et al. Waskito Novra et al. Black Ham Temuan Kunci mutu layanan. Kompetensi internal . omunikasi, penguasaan materi, kepedulian sosial-lingkungan, dan pengemasan itinerar. merupakan prasyarat kinerja pemandu yang berdampak pada kualitas layanan dan kepuasan. (Jejak publikasi bertema kompetensi pemandu dan sertifikasi di Indonesi. Studi kualitatif pada pemandu Klenteng Sam Poo Kong menunjukkan keterkaitan antara kompetensi komunikasi pemandu . torytelling nilai sejarah dan budaya, akurasi informasi, dan kesesuaian norm. dengan keberhasilan penyampaian informasi kepada pengunjung yang menjadi basis pembentukan pengalaman dan kepuasan. Analisis berperspektif wisatawan menegaskan temuan literatur bahwa kinerja pemandu memengaruhi kepuasan, loyalitas, dan word-of-mouth. artikel ini juga mensintesis bukti lintas negara bahwa kompetensi pemandu adalah penjelas kuat intensi perilaku Program penguatan peran dan peningkatan kompetensi pemandu lokal di Keraton Surakarta menargetkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris praktis dan teknik interpretasi. Laporan pengabdian ini memperlihatkan bahwa intervensi kompetensi berdampak pada mutu komunikasi layanan dan pemahaman wisatawan terhadap daya tarik. Penelitian tindakan/terapan pada Kampung Wisata Saribu Gonjong menemukan adanya kesenjangan terhadap standar kompetensi pemandu. rekomendasi peningkatan menekankan pelatihan teknik pemanduan dan penguatan pengetahuan budaya lokal untuk menjamin mutu pelayanan dan kepuasan. Studi ini menyajikan model sertifikasi pemandu . erbasis pengalaman program EcoGuide Australi. sebagai mekanisme peningkatan dan penjagaan standar profesionalisme. Peneliti menunjukkan bahwa kerangka sertifikasi yang sistematis berdampak pada konsistensi kompetensi pemandu dan pada akhirnya kualitas pengalaman pengunjung. Klaster pertama menunjukkan merupakan faktor utama keberhasilan pemandu wisata. Penelitian pada tabel 1 menegaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan meningkatkan kualitas pelayanan dan kredibilitas Pemandu wisata yang memiliki keahlian komunikasi lintas budaya lebih mampu menghadapi pasar wisata global yang semakin beragam. Tabel 1 di atas merupakan 15 . ima bela. studi tersebut secara konsisten profesional pemandu wisata mencakup komunikasi multibahasa, keandalan, pemecahan masalah, dan keterampilan determinan utama kualitas layanan dan kepuasan wisatawan. Bukti kuantitatif (PLS/SEM, pengaruh langsung kompetensi terhadap Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. kualitas layanan, yang kemudian meningkatkan kepuasan, niat berkunjung kembali, dan rekomendasi. Temuan importance performance analysis (IPA) sedangkan kajian kualitatif menempatkan pemandu sebagai garda depan pembentuk pengalaman wisata. Sejumlah studi di Rwanda dan di Kenya, serta berbagai Indonesia memperlihatkan bahwa kemampuan storytelling dan interpretasi nilai lokal Penulis & Tahun Wong . Wang Hwang & Lee . Syakier & Hanafiah keterlibatan pengunjung. Selain itu, literatur yang mengenai emotional labor dan rapport menegaskan bahwa interaksi emosional dan empatik pemandu berkontribusi langsung pada loyalitas dan word-of-mouth. Pada tataran kebijakan dan praktik, model sertifikasi serta program peningkatan kapasitas terbukti efektif menutup kesenjangan keterampilan dan menjaga standar profesional, sehingga menghasilkan layanan yang lebih konsisten dan pengalaman wisata yang lebih bermakna. Tabel 2. Kluster kedua Temuan KUNCI Studi ini mengelaborasi konsep emotional labor pada pemimpin/pemandu tur, mencakup aturan ekspresi emosi, strategi pengelolaan emosi, anteseden, serta konsekuensinya terhadap kualitas interaksi layanan. Bagaimana pemandu menampilkan dan mengelola emosi di garis depan sangat memengaruhi impresi wisatawan dan kepuasan atas pengalaman tur secara keseluruhan, sehingga performa emosional pemandu dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan pengalaman wisata. Temuan ini menempatkan dimensi afektif pemanduan sebagai komponen layanan yang tak terpisahkan dari hasil pengalaman dan evaluasi pelanggan. penelitian ini memodelkan peran kompetensi dan sikap profesional pemandu dalam membangun rapport dengan wisatawan yang kemudian meningkatkan kepuasan atas layanan pemanduan dan kepuasan tur secara umum, sekaligus mendorong word-of-mouth. Analisis berbasis SEM menunjukkan jalur berjenjang dari persepsi terhadap pemandu menuju hasil perilaku, dengan product knowledge diposisikan sebagai pemoderasi penting yang memperkuat hubungan Temuan menggarisbawahi bahwa kedekatan relasional pemandu wisatawan menjadi mekanisme psikologis kunci penggerak niat merekomendasikan. Penelitian lapangan di Kuala Lumpur ini menguji pengaruh kinerja pemandu terhadap kepuasan wisatawan dan implikasinya pada niat berperilaku . unjung ulang dan Hasilnya menunjukkan bahwa persepsi performa pemandu secara signifikan menaikkan kepuasan, yang selanjutnya menerjemah pada intensi perilaku positif terhadap destinasi dan penyelenggara tur. Secara praktis, studi ini memberikan dasar empiris bahwa penguatan kompetensi pemandu merupakan strategi langsung untuk meningkatkan behavioral intentions. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. Penulis & Tahun Altyrk et al. Hwang et al. Li et al. AncelkoviN Shi et al. Temuan KUNCI Studi ini memeriksa bagaimana gaya memandu membentuk memorable tourism experiences yang kemudian meningkatkan kepuasan dan niat merekomendasikan. Dengan survei pada wisatawan domestik dan analisis kuantitatif, penulis menunjukkan bahwa variasi gaya memandu bukan sekadar preferensi teknik, melainkan pembentuk kualitas pengalaman yang berdampak ke hasil perilaku pascakunjungan. Implikasi teoretisnya menempatkan gaya memandu sebagai konstruk strategis yang menghubungkan desain layanan dengan recommendation intention Mengacu pada kerangka experience economy, studi ini memodelkan jalur dari pengalaman bernilai menuju kualitas tur, yang kemudian memengaruhi kepuasan dan word-of-mouth pada wisatawan senior. Analisis CFA dan SEM pada 323 responden menunjukkan bahwa layanan pemandu bertindak sebagai pemoderasi yang memperkuat hubungan antara pengalaman dan kualitas tur, sehingga fungsi pemandu bukan hanya penyampai informasi, melainkan penguat desain pengalaman yang beresonansi emosional. Hasil ini menegaskan posisi pemandu sebagai pengungkit pada titik awal rantai nilai pengalaman, kualitas, kepuasan. WOM. Penelitian eksperimental ini menilai pengaruh kualitas layanan pemandu terhadap penilaian wisatawan, termasuk isu stigma judgment terhadap profesi pemandu, dengan memeriksa peran mediasi kecenderungan pro-pemandu dan moderasi empati Temuan pentingnya: kualitas layanan pemandu berdampak kuat pada penilaian wisatawan, dan efeknya lebih besar pada individu dengan empati yang lebih rendah, mengindikasikan bahwa performa layanan yang unggul mampu AumengompensasiAy keterbatasan predisposisi afektif wisatawan. Kontribusi teoretisnya adalah pemahaman baru tentang bagaimana variabel psikologis wisatawan memoderasi proses evaluatif terhadap pemandu. Berfokus pada museum, studi ini mengadaptasi dan menguji skala kinerja pemandu dari perspektif pengunjung, serta mengklasifikasikan tipe pemandu berdasarkan performanya. Hasil analisis pada 255 pengunjung dari lima museum menunjukkan keterkaitan yang kuat antara kinerja pemandu dengan kepuasan dan behavioral intentions, menegaskan bahwa interaksi interpretatif di museum sama krusialnya dengan konteks tur konvensional. Secara metodologis, riset ini memperluas validitas pengukuran kinerja pemandu ke ranah interpretasi museum. Studi ini mengeksplorasi efek interpretasi budaya oleh pemandu terhadap loyalitas wisatawan, dengan memposisikan memorable tourism experience dan place attachment sebagai mediator tunggal maupun berantai. Hasil SEM menunjukkan bahwa interpretasi budaya yang efektif meningkatkan Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. Penulis & Tahun Temuan KUNCI pengalaman yang berkesan dan keterikatan tempat, yang pada gilirannya memperkuat niat kunjung ulang serta intensi Kesimpulannya, kualitas interpretasi kultural pemandu merupakan penggerak psikologis utama pembentukan loyalitas pada destinasi yang sarat nilai heritage. Klaster kedua berkaitan dengan hubungan antara pemandu wisata dan Penelitian Penelitian kluster kedua menemukan bahwa interaksi emosional dan empatik berdampak langsung terhadap loyalitas wisatawan dan word-of-mouth intention. Dengan demikian, kepribadian tour guide menjadi variabel psikologis penting dalam pengalaman wisata. studi pada tabel 2 diatas menunjukkan bahwa pemandu wisata berperan sebagai penggerak utama kepuasan, dan perilaku pascakunjungan . oyalitas serta word-of-mout. Dimensi afektif terutama emotional labor, empati, dan rapport bersama dengan kompetensi Penulis & Tahun Marchegiani et al. Wang et al. Kavak et al. Podsukhina et al. Li et al. profesional dan gaya memandu, terbukti pengalaman yang berkesan, serta mendorong niat merekomendasikan dan berkunjung kembali. Temuan studi tentang tur kota, wisata senior, museum, dan destinasi budaya sangat konsisten keterampilan interpersonal pemandu sebagai variabel psikologis kunci yang memediasi hubungan antara desain pengalaman dan hasil perilaku. Dengan demikian, penguatan kualitas pemanduan tidak hanya isu teknis, tetapi juga strategi relasional dan emosional yang krusial untuk mengoptimalkan kepuasan dan loyalitas wisatawan. Tabel 3. Klaster Ketiga Temuan Kunci Studi pada ekosistem budaya pariwisata Eropa yang memetakan bagaimana pemandu menafsirkan peran dan beradaptasi dengan alat digital, serta dampaknya pada otentisitas pengalaman dan strategi pengelolaan destinasi berbasis budaya. Riset tentang Autour guide influencersAy di ranah daring yang menunjukkan kompetensi profesional dan atribut personal pemandu digital membangun rapport, meningkatkan kepuasan, dan mendorong eWOM. menegaskan pergeseran pemanduan ke arena media sosial. Evaluasi tur virtual dengan pemanduan daring pascapandemi. memosisikan tur berpemandu online sebagai alternatif profesi pemandu yang sahih, dengan konsekuensi pada model bisnis, peran interpretasi, dan standar profesional. Evaluasi kritis aplikasi tur berpemandu berbasis gawai dari sisi pemandu dan pelanggan. mengidentifikasi pendorong dan penghambat adopsi, serta rekomendasi desain aplikasi agar selaras dengan kebutuhan pemandu profesional. Persepsi pemandu profesional terhadap pemandu berbasis AI. pendekatan campuran mengembangkan skala dampak AI-Guide dan menemukan evaluasi pemandu pada level industri maupun Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. Penulis & Tahun El-Said Aziz Frischer & Yung Yang et al. Zhang Qiu Cenni & Vasquez Temuan Kunci individu terkait kompetisi, kolaborasi, dan implikasi etika. Analisis peran tur virtual dalam bauran pemasaran destinasi selama pandemi. menunjukkan bagaimana tur virtual menjaga top-of-mind, memperluas jangkauan interpretasi, dan menyiapkan jalur konversi ke kunjungan fisik. Konsep AuVirtual Tourism 1. 0Ae2. 0Ay: memaparkan bagaimana XR dan streaming virtual memengaruhi dimensi kehadiran, imersi, interaktivitas, dan reliabilitas informasi. menyodorkan model peer-reviewed untuk pengalaman virtual berkualitas. Dampak tur virtual 360 derajat terhadap kondisi psikologis. menunjukkan mekanisme kehadiran dan telepresence yang relevan bagi desain pemanduan digital yang suportif bagi kesejahteraan pengunjung. Studi pengalaman tur berpemandu daring di Airbnb Online Experiences. membangun proses tiga tahap pembentukan pengalaman virtual berpemandu dari ulasan pengguna dan menguraikan implikasi desain layanan bagi pemandu. SpringerLink Respons early adopters terhadap produk virtual AuAirbnb Online ExperiencesAy. temuan tema-tema kunci yang diapresiasi pengguna dan dampaknya bagi nilai yang diciptakan pemandu dalam format digital. Klaster transformasi digital mengindikasikan bahwa penggunaan aplikasi real-time informasi dan interaktivitas wisata dan menyoroti munculnya hybrid guiding models yang menggabungkan peran manusia dan sistem digital dalam penyampaian informasi destinasi. Klaster Autransformasi pemandu wisataAy pada tabel 3 di atas menegaskan pergeseran peran pemandu dari penyampai informasi tatap muka menjadi perancang pengalaman lintasplatform Tur livestream, dan XR/VR/AR terbukti menjaga keterlibatan pasar, memperluas meningkatkan kehadiran, imersi, dan interaktivitas yang mendorong kepuasan dan e-WOM. Studi adopsi aplikasi menyoroti pentingnya desain antarmuka, sementara riset tentang tourguide influencers dan pemandu berbasis AI menekankan peluang kolaborasi sekaligus isu etika dan otentisitas. Intinya, kinerja pemandu di era digital bertumpu pada literasi platform, kurasi konten naratif-visual, dan kemampuan membangun relasi emosional untuk bermakna dan loyalitas pengunjung. Analisis keseluruhan menunjukkan kesenjangan penelitian pada topik kesejahteraan pemandu wisata, terutama di negara berkembang. Minimnya perhatian terhadap aspek psikologis dan ekonomi menjadi celah untuk penelitian mendalam tentang kebijakan pelatihan dan jaminan kesejahteraan profesi ini. Penelitian di masa depan perlu mengintegrasikan konsep keberlanjutan sosial ke dalam kerangka kompetensi pemandu wisata. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. November 2025, pp 353-366 Peran dan Transformasi Pemandu Wisata di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review (Pusparani. Florensia Herienda. Hanni Adriani. Husen Hutagalung, dan RMW Agie Pradhipt. KESIMPULAN Berdasarkan terhadap 33 artikel terbitan 1995Ae2025, ditemukan tiga klaster tematik yang saling melengkapi: pertama, kompetensi profesional pemandu wisata meliputi dimensi interpretatif, interpersonal, dan manajerial yang berkontribusi langsung terhadap mutu layanan dan kepuasan kedua, dimensi afektif seperti emotional labor, empati, dan rapport yang mengonversi mutu layanan menjadi pengalaman berkesan dan pada akhirnya mendorong loyalitas serta word-ofmouth. dan ketiga, kapabilitas digital termasuk AR/VR, aplikasi bergerak, livestreaming, dan kolaborasi berbasis AI yang meningkatkan interaktivitas, imersi, dan personalisasi. Sinergi ketiga klaster pengalaman dari kualitas layanan menuju kepuasan, loyalitas, dan penguatan citra destinasi, dengan pengaruh moderator seperti jenis tur, ukuran kelompok, dan kesiapan teknologi wisatawan. Saran Penelitian. Penelitian selanjutnya disarankan untuk: . menguji peran kesejahteraan dan kondisi kerja layak pemandu sebagai moderator hubungan dimensi afektif dengan perilaku pascakunjungan melalui desain longitudinal dan eksperimen lapangan. mengevaluasi efektivitas skenario humanAeAI co-guiding serta intervensi AR micro-moments menggunakan uji A/B di lokasi dan experience sampling untuk menilai presence, autentisitas, dan memorable tourism experience. menerapkan multi-group SEM lintas segmen . isalnya wisatawan lanjut usia generasi muda. domestik vs. guna menilai pengaruh kesiapan teknologi. melakukan metaanalisis dan kajian bibliometrik untuk memvalidasi konsistensi pola tematik lintas konteks. membandingkan efektivitas kebijakan sertifikasi berbasis hasil . ndikator MTE/WOM) dengan . urasi pelatiha. guna merumuskan standar profesional yang lebih berdampak. DAFTAR PUSTAKA