ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN MEMORI JANGKA PENDEK (SHORT-TERM MEMORY) PADA PELAJAR KELAS XII SMA KRISTEN BASIC BATAM Elvita Nora Susana1. Sukma Sahreni2. Chandra Pratama Gulo3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, elvitanorasusana@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sukmasahreni@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, chamdra@gmail. ABSTRACT Background: : Sleep is defined as a subconscious state where a person can still be awakened by providing sensory stimulation or other stimuli. Sleep is also a form or way to relieve one's physical or mental fatigue. Sleep quality can affect brain function in concentrating and recalling knowledge storage or also called memory. Methods: The method used is Observational Analytics. The sample in this research isThere are 57 class XII students at Batam Basic Christian High School in 2023. Sampling used total sampling technique. Data collection techniques use observation and questionnaires. The data analysis technique uses Chi-Square Test. Results: There is a relationship between sleep quality and short-term memory where the results obtained are good sleep quality, there are 78. 3% of respondents who have high shortterm memory, 21. 7% have medium short-term memory, and 0% who have low short term Of respondents with poor sleep quality, 20% had high short-term memory, 36% had medium short-term memory, and 44% had low short-term memory. Conclusion: It can be concluded that there issignificant relationship between sleep quality and short-term memory in class XII students of Batam Basic Christian High School in 2023 with a p-value = 0. Keywords: Sleep,Short Term Memory ABSTRAK Latar Belakang: Tidur di definisikan sebagai keadaan bawah sadar dimana seoarang tersebut masih bisa dibangunkan dengan pemberian rangsangan sensorik atau ransangan Tidur juga merupakan salah satu bentuk atau cara untuk melepaskan keleahan baik jasmani atau mental seseorang. Kualitas Tidur dapat mempengaruhi fungsi otak dalam berkonsentrasi dan mengingat kembali penyimpanan pengetahuan atau juga disebut Memori. Metode: Metode yang digunakan adalah Analitik Observasional. Sampel dalam penelitian ini adalah pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam Tahun 2023 sebanyak 57 orang. Pengambilan Sampel menggunakan Teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan kuesioner. Analisa yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji statistic chi-square. Hasil: Bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dengan short-term memory dimana didapatkan hasil pada kualitas tidur yang baik, terdapat 78,3% responden yang memiliki memori jangka pendek tinggi, 21,7% memiliki memori jangka pendek sedang, dan 0% yang memiliki memori jangka pendek rendah. Pada responden dengan kualitas tidur buruk, 20% memiliki memori jangka pendek tinggi, 36% memiliki memori jangka pendek sedang, dan 44% memiliki memori jangka pendek rendah. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara hubungan antara kualitas tidur dengan memori jangka pendek . hort-term memor. pada pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam tahun 2023 dengan nilai p-Value=0,000. Kata kunci: Tidur. Memori Jangka Pendek Universitas Batam Page 439 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 PENDAHULUAN Tidur merupakan suatu proses fisiologis tubuh yang berperan penting bagi manusia, sehingga setiap individu membutuhkan kualitas tidur yang baik. Kualitas tidur yang buruk juga berpengaruh terhadap fungsi kognitif, salah satunya adalah penurunan daya ingat . (Kaliyaperumal D, 2. Kemampuan daya ingat yang kurang baik menyebabkan permasalahan pada pemusatan perhatian maupun efektifitas dalam pekerjaan dan pembelajaran sehingga hal tersebut dapat menyebabkan resiko pada masalah kesehatan baik secara fisik maupun secara mental (Bermingham D, 2. Selain itu, daya ingat dan konsentrasi yang kurang baik dapat mempengaruhi performa dan prestasi pada pelajar sekolah maupun mahasiswa. World Health Organization (WHO) menyebutkan kurang lebih 18% penduduk dunia pernah mengalami gangguan sulit tidur dan meningkat setiap tahunnya dengan keluhan yang sedemikian hebat sehingga menyebabkan tekanan jiwa bagi penderitanya dalam (Kurniawan, 2. Masalah tidur juga banyak terjadi di Indonesia. Menurut data dari Riskesdas pada tahun 2013 diketahui sekitar 20-50% penduduk Indonesia mempunyai gangguan tidur dan 17% mengalami gangguan tidur yang serius (Profil Kesehatan Kota Batam, 2. Menurut American Psychiatric Association, kualitas tidur merupakan keterlibatan beberapa dimensi yang menimbulkan suatu fenomena Kualitas tidur dikatakan baik jika tanda-tanda mengalami masalah dalam tidur serta waktu tidur yang cukup. Kondisi kurang tidur banyak ditemui di kalangan dewasa muda terutama pelajar yang nantinya bisa menimbulkan banyak efek, seperti berkurangnya konsentrasi belajar dan gangguan kesehatan. Penyimpanan pengetahuan yang diperoleh untuk diingat Penyimpanan informasi yang didapat diproses minimal dilakukan dalam dua cara, yaitu. ingatan jangka panjang dan jangka pendek. Universitas Batam Didalam otak terjadi proses konsolidasi ingatan agar menjadi lebih utuh dan disimpan dalam memori jangka panjang (Munthe. Untuk meningkatkan daya ingat, otak memerlukan tidur sebelum dan sesudah mempelajari sesuatu, karena tidur merupakan waktu bagi otak untuk mengingat semuanya. Sebuah penelitian menyatakan bahwa memori jangka pendek diperlukan tidak hanya pada masalah numerik, namun juga dalam seluruh masalah komplek yang sering dihadapi termasuk dalam kegiatan berbahasa. Faktor yang dapat mempengaruhi memori adalah daya memasukkan dan ukuran apa yang dipelajari, sifat informasi, lama dan isi interval, situasi seseorang, perulangan dan Menurut sebuah penelitian bahwa jika seseorang tidak tidur selama dua puluh empat jam setelah mengingat sesuatu, maka ingatan tersebut akan menghilang (Munthe, 2. Teori restorasi mengatakan tidur sangat dibutuhkan untuk perbaikan selotak dan sebagai penyusunan ulang sistem memori. Periode tidur yang kurang baik akan menyebabkan terganggunya fungsi otak seperti menurunya konsentrasi dan gangguan memori (Awal, 2. Dari beberapa jenis memori yang paling terpengaruh adalah memori jangka pendek yang merupakan bentuk fungsi kognitif untuk menyimpan informasi dalam waktu yang singkat dimana hal ini penting untuk menunjang aktivitas pekerjaan maupun pembelajaran sehari-hari (Akbar MF,Agustina RM & Endang Sawitri, 2. Berdasarkan hasil survei pendahuluan di SMA Kristen Basic Batam dengan 7 pelajar, didapatkan pelajar yang memiliki memori jangka pendek . hort-term memor. dalam kategori rendah sebanyak 3 pelajar, kategori sedang sebanyak 2 pelajar, dan dalam kategori tinggi sebanyak 2 pelajar. Kemudian pelajar yang mengalami kualitas tidur buruk sebanyak 4 pelajar dan pelajar yang mengalami kualitas tidur baik sebanyak 3 pelajar. PelajarAesiswi merasa letih dengan banyaknya tugas sekolah. Page 440 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 pelajar pusing dalam menyelesaikan tugas sekolah dengan waktu yang telah ditentukan, pelajar merasa cemas menghadapi ujian, pelajar merasa tidak puas dengan hasil belajar yang diperoleh, les yang harus dijalani diluar jam sekolah, menentukan pilihan karir kedepan, bingung membagi waktu untuk aktif organisasi, sehingga banyaknya kegiatan tersebut membuat pelajar susah untuk memulai tidur lebih awal dan berada pada kondisi kualitas tidur yang buruk. Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai Hubungan Kualitas Tidur Dengan Memori Jangka Pendek . hort-term memor. Pada Pelajar Kelas XII SMA Kristen Basic Batam Tahun 2023 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan Rancangan penelitian yang digunakan yaitu crosectional. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunkan data primer berupa lembar observasi. Populasi penelitian ini adalah pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam Tahun 2023 sebanyak 57 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan uji ChiSquare. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakterisitik Demografi Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Demografi Responden Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Karakteristik . (%) Umur 17 Tahun 18 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa Dalam penelitian ini karakteristik responden yang diambil ialah umur. Berdasarkan hasil Universitas Batam penelitian pada pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam didapatkan data bahwa responden yang memiliki umur 17 tahun sebanyak 34 orang . ,8%) dan responden yang memiliki umur 18 tahun sebanyak 14 orang . ,2%). Beberapa ahli biasanya membedakan umur menurut 2 macam, yaitu umur kronologis dan umur biologis. Umur kronologis adalah umur yang dicapai seseorang dalam kehidupannya dihitung dengan tahun almanak atau kalender. Secara kronologis, perjalanan hidup manusia terdiri dari beberapa masa yaitu masa bayi . -1 tahu. , masa balita . -5 tahu. , masa prasekolah . -10 tahu. , masa pubertas . -20 tahu. , masa dewasa muda . -30 tahu. , masa setengah renta . -65 tahu. , masa usia lanjut (>65-74 tahu. , masa medium tua . 4 tahu. , dan masa tua renta (>84 tahu. Sedangkan umur biologis adalah umur yang Berdasarkan PERMENDIKBUD tentang PPDB tahun 2021 pasal 6 mengenai calon peserta didik baru jenjang pendidikan SMA atau SMK yang pada saat penerimaan harus memenuhi persyaratan berusia paling tinggi 21 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan SMP atau bentuk lain yang sederajat. Pada umumnya umur siswa-siswi SMA atau setara untuk kelas X memiliki umur 15-16 tahun, kelas XI memiliki umur 16-17 tahun, dan kelas XII memiliki umur 17-18 Tahun. Hasil karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan data bahwa responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 27 orang . ,2%) dan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 21 orang . ,8%). Beberapa menunjukkan bahwa dari penilaian terhadap perilaku, laki-laki menunjukkan memori kerja yang lebih besar dalam kemampuan matematika, mengingat suatu objek dan kemampuan spasial apabila dibandingkan dengan perempuan. Perempuan menghasilkan kemampuan verbal yang lebih baik daripada laki-laki (Nina, 2. Page 441 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 Hasil Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kualitas Tidur Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kualitas Tidur Frekuensi Persentase Kualitas Tidur . (%) Baik Buruk Total Tabel 2 diatas menunjukan pasien dengan kategori kualitas tidur baik sebanyak 23 responden . ,9 %) dan kategori kualitas tidur buruk sebanyak 25 responden . ,1 %). Dalam penelitian ini kualitas tidur didefinisikan ukuran dimana seseorang itu dapat dengan mudah dalam memulai tidur dan untuk Kualitas seseorang dapat digambarkan dengan lama waktu tidur, dan keluhan-keluhan yang dirasakan saat tidur ataupun setelah bangun Tidur merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup yang berfungsi dalam memulihkan dan mengembalikan stamina tubuh ke kondisi yang Pada masa pubertas, seseorang akan lebih sulit untuk jatuh tertidur di malam hari dan bangun tidur lebih lama di pagi hari. Remaja yang mengalami kekurangan tidur, kualitas tidur yang buruk, dan pola tidur yang tidak teratur dikaitkan dengan kantuk di siang hari, mood yang buruk, dan kinerja akademik yang buruk. Remaja sering tidak mendapatkan tidur yang cukup dikarenakan pada masa remaja awal, remaja mengalami pergeseran irama sirkadian. Kebanyakan remaja juga memiliki jadwal setelah sekolah. Aktivitas santai yang sering dilakukan remaja yaitu menonton televisi, menggunakan internet, dan bermain game juga dapat menunda waktu tidur (Nina, 2. Kualitas tidur yang baik ialah kegiatan tidur yang dilakukan individu yang menyebabkan kondisi segar dan bugar ketika terbangun, rasa puas yang dirasakan individu saat ketika tidur sehingga individu tidak menunjukkan rasa lelah dan gelisah (Khasanah Universitas Batam & Khusnul, 2. Istrirahat yang cukup bagus mengawali hari, rasa semangat dan tidak Kebutuhan waktu tidur setiap orang berbeda-beda, tergantung pada kebiasaan yang dibawa selama perkembangannya menjelang dewasa, pekerjaan, usia, kondisi kesehatan dan lain sebagainya. Kebutuhan tidur pada dewasa 6-9 jam untuk menjaga kesehatan, pada usia lanjut kebutuhan tidur sekitar 5-8 jam untuk menjaga kondisi fisik karena usia yang semakin senja mengakibatkan sebagian anggota tubuh tidak dapat berfungsi optimal, maka untuk mencegah adanya penurunan kesehatan dibutuhkan energi yang cukup dengan pola tidur yang sesuai. Adapun efek samping dari gangguan kualitas tidur menurut American Academy of Sleep Medicine dapat berupa kurang tidur, kantuk berlebihan, hubungan sosial terganggu, bahkan stres. (Putri, 2. Penilaian kualitas dan pola tidur pada orang dewasa diukur dengan cara efektif menggunakan Pitsburg Sleep Quality Index (PSQI). PSQI dikembangan untuk mengukur dan membedakan individu dengan kualitas tidur yang baik dan buruk. Hal-hal dalam PSQI dinilai dalam beberapa bentuk pertanyaan dan memiliki kriteria penilaian masing-masing sesuai dengan standard baku dengan nilai PSQI skor A 5 dikategorikan kualitas tidur baik dan nilai PSQI skor >5 dikategorikan kualitas tidur buru. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Memori Jangka Pendek Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kualitas Tidur Memori Jangka Frekuensi Persentase Pemdek . (%) Tinggi Sedang Rendah Total Tabel 3 diatas menunjukan bahwa terdapat 23 responden . ,9%) yang berada Page 442 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 dalam kategori memori jangka pendek tinggi, sebanyak 14 responden . ,2%) yang berada dalam kategori memori jangka pendek sedang, dan sebanyak 11 responden . ,9%) yang berada dalam kategori memeori jangka pendek satu kali perseri dan kecepatan penyebutan angka yang disebutkan setiap seri berbeda dapat mempengaruhi hasil memori jangka pendek responden. Responden sulit untuk mengingat dengan baik angka yang disebutkan Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya bahwa daya memasukkan dan ukuran apa yang dipelajari, sifat informasi, lama dan isi interval, serta perulangan merupakan hal yang dapat mempengaruhi memori jangka pendek (Munthe, 2. Memori jangka pendek terkait dengan memori utama merupakan pikiran manusia yang dapat menampung informasi dalam (Solikhin,. Memori jangka pendek dapat diniai menggunakan digit span test dimana penilaian ini akan disediakan sejumlah huruf yang diperlibatkan kepada seseorang dengan durasi 1 detik per butir. Pengukuran memori jangka pendek pada penelitian ini dilakukan menggunakan subtes digit span yang terdapat dalam tes WAIS yang dibuat oleh David Weschler. Dalam tes WAIS terdapat 2 jenis tes dalam digit span yaitu digit span forward dan digit span backward (Kaufman AS, 2. Penelitian Kuula L. yang menyatakan bahwa memori, pembelajaran, dan perhatian bergantung pada jumlah waktu tidur yang berkualitas baik terutama pada anak-anak dan Kekurangan tidur atau terlalu lama terbangun seringkali dikaitkan dengan malfungsi pada proses berfikir yang bersifat progresif dan terkadang menyebabkan (Kuula L. ,2. Hal ini disebabkan karena tidur dapat mengembalikan fungsi otak menyeimbangkan fungsi sistem saraf pusat yang terpakai ketika terbangun. Tidur juga sangat dibutuhkan untuk fungsi kognitif terutama untuk memperkuat memori (Guyton AC, 2. Tes digit span yang digunakan untuk menilai status memori jangka pendek. Pada tes digit span terdapat dua jenis tes, dimana pada setiap tes peneliti melakukan penyampaian angka hingga seri yang telah ditetapkan. Penyampaian angka yang dilakukan hanya Analisis Bivariat Hubungan Kualitas Tidur dengan Memori Jangka Pendek Tabel 4. Hubungan antara Usia dengan Kejadian Hernia Inguinalis Lateralis Baik Memori Jangka Pendek Tinggi Sedang Rendah 18 78,3 5 21,7 Buruk Total Kualitas Tidur Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat responden yang kualitas tidur baik yang memiliki memori jangka pendek kategori tinggi sebanyak 18 responden, hasil dari penelitian diatas menunjukkan bahwa jumlah responden dengan kualitas tidur baik lebih sedikit dari pada responden dengan Universitas Batam P-Value 0,000 kualitas tidur buruk dikarenakan kurangnya pengetahuan responden yang baik bahwa tidur adalah hal yang utama dalam menjaga Responden yang mengalami kualitas tidur baik hal ini dikarenakan responden berpendapat bahwa memiliki kualitas tidur yang tidak baik akan berdampak Page 443 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 penting untuk kesehatannya. Selain itu gaya hidup yang bagus bisa menjaga kualitas tidur baik diantaranya adalah responden mampu menjaga aktivitas fisik sepanjang hari yang akan merasakan kenyamanan pada tubuh saat malam hari dan hal ini juga akan menyebabkan individu lebih rileks sehingga mampu lebih awal untuk memulai tidurnya. Responden yang mengalami kualitas tidur buruk yang memiliki memori jangka pendek tinggi sebanyak 5 responden hal ini dikarenakan gangguan kualitas tidur memiliki banyak jenis masingAemasing jenis gangguan kualitas tidur dapat disebabkan oleh hal tertentu, misalnya insomnia dialami oleh individu yang tidak mengalami stres, prevalensi sleep apnea meningkat karena kenaikan berat badan, diabetes dan hipertensi. Namun peneliti berpendapat bahwa masih banyaknya responden yang memiliki kualitas tidur buruk dengan kategori memori jangka pendek tinggi disebabkan karena berat badan yang berlebih yang dapat menimbulkan sleep apnea mekanisme terjadinya sleep apnea pada orang dengan berat badan berlebihan karena terjadinya penyempitan saluran nafas bagian atas akibat penimbunan jaringan lemak didalam otot dan jaringan lemak di sekitar saluran nafas, maupun kompresi eksternal leher dan rahang. Terdapat responden yang mengalami kualitas tidur baik yang memiliki memori jangka pendek kategori sedang sebanyak 5 responden Hal ini terjadi dikarenakan koping maladaptif dilakukan oleh responden seperti mengerjakan tugas hingga larut malam dan melupakan waktu tidur yang dibutuhkan oleh Kebutuhan tidur yang kurang dapat membuat individu tidak menyadari bahwa dirinya sedang menghadapi suatu atau beberapa ancaman secara teratur. Hasil penelitian yang menunjukkan beberapa data kualitas tidur buruk yang memiliki memori jangka pendek kategori sedang yaitu sejumlah 9 responden. Hal ini terjadi dikarenakan kecenderungan yang sering Universitas Batam terjadi pada siswa-siswi kelas XII karena berada ditingkat akhir jenjang SMA dimana ia diberikan tugas akhir berupa ujian baik secara lokal maupun nasional, yang mana dalam menghadapi berbagai macam kendala yang nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas tidurnya, sehingga mengakibatkan siswa-siswi tersebut memiliki kualitas tidur yang buruk. Tidak mengalami kualitas tidur baik yang memiliki memori jangka pendek kategori rendah, responden yang beranggapan pekerjaan sekolah yang banyak adalah hal yang wajar ini sehingga responden menganggap masih mampu menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu dan mengatasi stresor yang di hadapi selama di sekolah. Hal tersebut terlihat pada hasil yang menunjukan bahwa tidak ada responden mengalami kualitas tidur baik dengan memori jangka pendek rendah. Hasil penelitian yang menunjukkan beberapa data kualitas tidur buruk yang memiliki kategori memori jangka pendek rendah berbanding lurus dengan kualitas tidur buruk yaitu sebagian besar responden yang memiliki memori jangka pendek kategori rendah juga mengalami kualitas tidur yang buruk yaitu sejumlah 11 responden. Hal ini mengalami kualitas tidur buruk dengan kategori memori jangka pendek rendah lebih cenderung berpendapat bahwa tidur dapat dilakukan setelah menyelesaikan tugas dan beraktifitas lainnya. jumlah responden yang mengalami kualitas tidur buruk ini didasari pengetahuan responden bahwa tidur adalah hal yang utama dan salah satu cara dalam menjaga Bagi responden yang mengalami kualitas tidur tidak baik di karenakan responden berpendapat bahwa kualitas tidur yang tidak baik tidak beredampak pada Aspek inilah yang menyebabkan tidak mengetahui jenis gangguan kualitas tidur dan dampak bagi kehidupan sehingga tidak melakukan pencegahan yang maksimal. Page 444 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 Hasil penelitian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kabinani . yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kualitas tidur dan kapasitas memori kerja . < 0,05. r = 0. , serta sejalan pula dengan penelitian Pratiaksa . yang menunjukkan hasil korelasi spearman antara kualitas tidur dan kapasitas memori kerja yaitu . < 0,05. r = 0. Penelitian dilakukan pada 143 orang yang berusia 13-18tahun di Adelaide (Australia Selata. juga menemukan adanya hubungan antara kurang tidur yang dialami remaja dengan memori kerja. Remaja yang memiliki jumlah jam tidur yang tidak cukup akan berpengaruh pada kemampuan mereka untuk menyandikan, mengambil, dan menyimpan informasi. Tidur memiliki fungsi salah satunya berpengaruh kesistem saraf sehingga dapat berdampak terhadap memori dan kemampuan Apabila seseorang mengalami suatu gangguan tidur maka fungsi dari memori dan kemampuan belajar tidak dapat berjalan dengan baik. Kurang tidur atau mengalami kualitas tidur yang buruk akan menyebabkan gangguan pada neurotransmitter di dalam otak, sehingga apabila dihubungkan dengan perkembangan memori, gangguan yang terjadi pada sistem neuronal tentu akan menyebabkan gangguan pada sistem memori kerja. Memori yang baru terbentuk akan diperkuat oleh sinapsinaps neuron dan akan diteruskan hingga ke pusat memori jangka panjang serta diintegrasikan dengan memori jangka panjang yang sudah ada sebelumnya. Hal tersebut terjadi pada saat tidur berlangsung. Sehingga proses rekonstruksi dan konsolidasi dari memori akan terganggu apabila mengalami gangguan dalam tidur. Teori yang dikemukakan Frenda dan Fenn . bahwa kekurangan tidur dapat menyebabkan penurunan kinerja memori kerja karena perubahan aktivasi dan neurotransmiter saraf di seluruh otak, terutama di daerah prefrontal, frontal dan parietal. Selama tidur SWS, aktivitas kolinergik berlangsung rendah sehingga dapat meningkatkan kinerja memori Universitas Batam dan memengaruhi memori deklaratif. Pada saat bangun tidur atau tidur REM, aktivitas transmisi kolinergik meningkat, namun berkurang selama tidur SWS (Takeuchi, et. Salah satu neurotransmiter utama yang berperan pada semua tahap tidur dan memengaruhi beberapa jenis kemampuan kognitif, yaitu asetilkolin. Neurotransmiter lain, yaitu monoamina . oradrenalin dan serotoni. juga dapat meningkatkan daya ingat NREM. Hal memodulasi kualitas tidur (Takeuchi, et. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diteliti oleh peneliti dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden tentang hubungan kualitas tidur dengan memori jangka pendek . hort-term memor. pada pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam Tahun 2023 dapat disimpulkan sebagai berikut: Lebih dari setengah responden diketahui memiliki umur 17 tahun sebanyak 34 responden . ,8%). Lebih dari setengah responden diketahui memiliki jenis kelamin laki-laki sebanyak 27 responden . ,3%). Dari 48 responden diketahui yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 25 responden . ,1%) dan 23 responden . ,9%) yang memiliki kualitas tidur buruk. Dari 48 responden diketahui yang memiliki memori jangka pendek kategori tinggi sebanyak 23 responden . ,9%), memori jangka pendek kategori sedang sebanyak 14 orang . ,2%), dan 11 responden . ,9%) berada pada memori jangka pendek kategori rendah. Terdapat hubungan bermakna antara hubungan antara kualitas tidur dengan memori jangka pendek . hort-term memor. pada pelajar kelas XII SMA Kristen Basic Batam tahun 2023 dengan nilai p-Value=0,000. Page 445 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 3 SEPTEMBER 2023 SARAN Diharapkan memberikan evidence based information sehingga para pelajar mampu menjaga kualitas tidur yang baik. Sehingga dengan menjaga kualitas tidur yang baik akan mengurangi terganggunya memori jangka pendek pelajar yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi pelajar tersebut dalam proses UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Zulkarnain Edward dan Ibu Isramilda, yang telah memberikan arahan pada penelitian Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada lahan penelitian yaitu Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam. DAFTAR PUSTAKA