Maslahah: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. No. 2 April 2024 e-ISSN : 2988-2230. p-ISSN : 2988-2249. Hal 313-327 DOI: https://doi. org/10. 59059/maslahah. Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi Elfa Yunita UIN Sayyid Ali Rahamtullah Tulungagung Korespondensi penulis: elfayunitaa01@gmail. Muhammad Alhada Fuadilah Habib UIN Sayyid Ali Rahamtullah Tulungagung Alamat: Jalan Mayor Sujadi Timur Nomor 46 Tulungagung - Jawa Timur 66221 Abstract. Samchick Sambi is a business in the food and beverage sector that was founded in 2018. Even though this business is still new and amidst a lot of competition with similar products, the Samchick Sambi restaurant has succeeded in achieving high and relatively stable sales. Samchick Sambi always provides innovative products at affordable prices, providing good price perception, and creative marketing through social media platforms. This research aims to determine the influence of product innovation, price perceptions, and social media on consumer purchasing decisions for the Samchick Sambi restaurant. This research uses a quantitative approach with the type of research used, namely associative. The population is consumers who have made purchases at Samchick Sambi. Data analysis used multiple regression with the help of IBM SPSS 25. The research results showed that: . product innovation, price perception, and social media had a significant influence on consumer purchasing decisions at Samchick Sambi Restaurant. product innovation has a positive and significant effect on consumer purchasing decisions at the Samchick Sambi Restaurant. price perception has a positive and significant effect on consumer purchasing decisions at Samchik Sambi Restaurant. social media has a positive and significant influence on consumer purchasing decisions at Samchik Sambi Restaurant. Keywords: product innovation, price perception, social media, purchasing decisions Abstrak. Samchick Sambi merupakan bisnis dibidang food and beverage yang didirikan pada tahun 2018. Walaupun bisnis ini masih baru dan di tengah banyaknya persaingan dengan produk sejenis, restoran Samchick Sambi berhasil memperoleh penjualan dengan jumlah yang tinggi dan relatif stabil. Samchick Sambi selalu memberikan produkproduk yang inovatif dengan harga yang terjangkau memberikan persepsi harga yang baik, dan pemasaran yang kreatif melalui platform media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi produk, persepsi harga, dan media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen restoran Samchick Sambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu asosiatif. Populasinya yaitu konsumen yang pernah melakukan pembelian di Samchick Sambi. Analisa data menggunakan regresi berganda dengan bantuan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . inovasi produk, persepsi harga, dan media sosial berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Restoran Samchick Sambi. inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Restoran Samchick Sambi. persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Restoran Samchik Sambi. media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Restoran Samchik Sambi. Kata Kunci: inovasi produk, persepsi harga, media sosial, keputusan pembelian Received Januari 03, 2023. Accepted Februari 12, 2024. Published April 27, 2024 *Elfa Yunita, elfayunitaa01@gmail. Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi LATAR BELAKANG Samchick adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang food and beverage. Bisnis ini didirikan pada tahun 2018. Walaupun tergolong perusahaan yang masih baru namun Perusahaan Samchick mengalami perkembangan yang sangat baik, terbukti pada saat ini Samchick telah memiliki 26 cabang perusahaan yang tersebar di Blitar. Kediri. Tulungagung dan Sidoarjo. Salah satu cabang Samchik yang menjadi lokasi penelitian berada Desa Sambi. Kecamatan Ringinrejo. Kabupaten Kediri. Samchick menyediakan menu varian ayam, varian telur, varian daging, dan varian ikan selain itu juga ada nasi goreng, mie goreng samchick, bakso, burger, aneka varian minuman dan lain-lain. Restoran Samchick Sambi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pesaing. Inovasi dalam penyajian atau tata letak restoran menjadi keunggulan bagi Samchick. Desain restoran yang modern, bersih, dan estetik menghadirkan kenyamanan bagi konsumen. Dibandingkan pesaing. Samchick juga memperhatikan kenyamanan bagi konsumen anak-anak. Di dalam restoran tersedia mini play ground, dan gratis mewarnai membuat konsumen anak-anak dapat menikmati makanan sekaligus bermain. Samchik juga selalu hadir di setiap event yang ada di lingkungan masyarakat, misalnya acara kemerdekaan, pawai budaya, pameran, pertunjukan dll. Nama menu yang disajikan juga unik dan menarik seperti Lele Terbang. Telur Gobal-Gabul. Bakso Geprek. Bakso Despol. SuperNyos. Super Gobyos. Super Happy dan masih banyak lagi membuat konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut. Samchick Sambi memang memiliki banyak pesaing, namun penjualan setiap bulannya terus mengalami peningkatan dan relatif stabil. Data penjualan Samchick Sambi dapat dibuktikan dengan grafik berikut ini: Maret April Mei Juni Juli Agust Sep Okt Nov Total Penjualan Bulan Maret-November Gambar 1. Grafik Penjualan Samchick Sambi MASLAHAH - VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 2988-2230. p-ISSN: 2988-2249. Hal 313-327 Berdasarkan grafik diatas penjualan tertiggi pada bulan april dan bulan berikutnya penjualan relatif stabil dan tidak mengalami penurunan pendapatan secara signifikan. Alasan memilih penelitian ini yaitu Samchick Sambi yang masih berdiri kurang lebih selama 5 tahun tidak mengalami penurunan pendapatan dan meskipun terdapat banyak pesaing. Samchick Sambi mampu bertahan dengan penjualan yang relatif stabil. Keberhasilan penjualan Samchick Sambi tentunya tidak luput dari keputusan pembelian konsumen yang pernah melakukan pembelian di restoran Samchick Sambi. Selain itu tentunya juga terdapat beberapa faktor penunjang keberhasilan penjualan terutama inovasi produk, persepsi harga, dan media sosial. Samchick Sambi terus melakukan inovasi atau pembaruan terhadap menu dan pengalaman makan yang menarik bagi pelanggan agar tidak bosan dengan pilihan menu yang sudah ada. Selain itu harga menu di restoran Samchick terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan konsumen yaitu kalangan menengah ke atas maupun kalangan menengah ke bawah. Samchick Sambi juga telah menerapkan strategi pemasaran melalui media sosial sebab, media sosial saat ini menjadi media pemasaran yang dirasa efektif karena hampir sebagian besar masyarakat menggunakan media sosial dalam kehidupanya sehari-hari. Secara praktis penelitian ini dapat memberikan informasi dan menjadi contoh bagi usahausaha sejenis dalam mengembangkan usahanya agar penjualannya terus meningkat. Selain itu secara akademis dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan pada bidang manajemen perilaku konsumen dan ekonomi bisnis digital. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian mengenai AuPengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick SambiAy. KAJIAN TEORITIS Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Armstrong keputusan pembelian adalah perilaku pembelian akhir konsumen rumah tangga atau individu yang membeli barang dan jasa untuk keperluan konsumsi pribadi (Kotler, 1. Ketika konsumen tertarik dengan suatu barang yang ditawarkan oleh produsen atau penjual, maka terjadilah keputusan pembelian. Keputusan pembelian juga dapat berarti suatu proses tindakan yang akan dilakukan konsumen sebelum memutuskan untuk melakukan keputusan membeli suatu produk atau jasa (Arfah, 2. Indikator keputusan Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi pembelian menurut Kotler yaitu (Widjaja & Rahmat, 2. : kemantapan produk, kebiasaan membeli suatu produk, merekomendasikan kepada orang lain, pembelian berulang. Berdasarkan penelitian terdahulu terbukti bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh beberapa inovasi produk, persepsi harga dan media sosial (Kumendong. Wenas, & Kawet, 2. Yang artinya keputusan pembelian yang meningkat dipengaruhi oleh inovasi produk yang baik, persepsi harga yang baik dalam arti harga yang terjangkau, serta pemanfaatan pemasaran melalui media sosial yang baik. Inovasi Produk Kotler dan Keller mengemukakan bahwa inovasi adalah keadaan suatu barang, jasa, bahkan gagasan yang dianggap baru (Kharisma, 2. Inovasi ini penting bagi perusahaan untuk menjaga, dan mempertahankan minat konsumen agar tetap menyukai produk perusahaan dan tetap membeli produk perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam berinovasi akan sangat mempengaruhi keuntungan perusahaan dan tentunya jika konsumen loyal terhadap produk, karena perusahaan selalu menghadirkan inovasi yang beragam sehingga konsumen tertarik untuk tetap melakukan pembelian produk perusahaan maka efektivitas dalam pemasaran akan terus Indikator dari inovasi produk menurut Kotler dan Armstrong yaitu (Moputi, 2. kualitas produk, variasi produk, dan desain produk. Berdasarkan penelitian terdahulu ditemukan bahwa inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Utama, 2019. Permatasari & Maryana, 2. Yang artinya keputusan pembelian yang meningkat dipengaruhi oleh inovasi produk yang baik, perusahaan yang terus memperkenalkan produk-produk yang inovatif akan meningkatkan keputusan pembelian konsumennya. Persepsi Harga Menurut Tjiptono persepsi harga adalah sejumlah uang yang dibayarkan atas barang dan jasa, atau jumlah nilai yang konsumen tukarkan dalam rangka mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan barang atau jasa (Nurlianti. Susanti, & Hadibrata, 2. Harga merupakan komponen yang secara langsung mempengaruhi keuntungan suatu perusahaan. Harga yang ditetapkan akan mempengaruhi jumlah barang atau permintaan. Strategi penetapan harga penting karena penetapan harga berdampak langsung terhadap pendapatan dan sangat fleksibel. Menurut Kotler dan Amstrong indikator persepsi harga adalah sebagai berikut (Pradana. Hudayah, & MASLAHAH - VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 2988-2230. p-ISSN: 2988-2249. Hal 313-327 Rahmawati, 2. : harga yang terjangkau, kesesuaian antara harga dengan kualitas, harga kompetitif dengan produk sejenis. Berdasarkan penelitian terdahulu ditemukan bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Edriani, 2021. Gunarsih. Kalangi, & F. Tamengkel. Artinya keputusan pembelian yang meningkat dipengaruhi oleh persepsi harga yang baik yaitu harga yang terjangkau oleh daya beli konsumen. Media Sosial Menurut Tjiptono media sosial adalah teknologi berbasis internet yang memfasilitasi percakapan (Sa'adah, 2. Pemasaran melalui media sosial saat ini merupakan cara yang dirasa lebih efektif dan efisien untuk menjangkau pemasaran yang lebih luas karena sebagian besar masyarakat telah menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan memanfaatkan media sosial dalam memasarkan produk, perusahaan dapat memperkuat kehadiran mereka di pasar dan membangun hubungan yang lebih erat dengan konsumen. Menurut solis pengukuran media sosial ini menggunakan 4 indikator yaitu (Rahmasari. Siregar, & Baining, 2. : . Context . , yaitu bagaimana kita merangkai sebuah kata-kata dengan memperhatikan tata bahasa, bentuk, ataupun isi pesan menjadi suatu informasi yang menarik. Communications . , yaitu bagaimana cara kita menyampaikan sebuah informasi kepada orang lain dengan tujuan untuk memberikan pemahaman, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku agar sesuai dengan apa yang kita harapkan. Collaboration . , yaitu bagaimana dua pihak atau lebih dapat bekerja sama dengan menyatukan persepsi, saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan masing-masing untuk membuat hal lebih baik dan lebih efisien dan efektif. Connections . , yaitu bagaimana membina suatu hubungan yang terjalin dan memeliharanya agar tetap berkelanjutan sehingga pengguna merasa lebih dekat dengan perusahaan yang menggunakan media sosial. Berdasarkan penelitian terdahulu ditemukan bahwa keputusan pembelian media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (BateAoe, 2. Artinya keputusan pembelian yang meningkat dipengaruhi oleh media sosial. Dengan jangkauan luas platform ini memungkinkan perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan konsumen, dan menyampaikan informasi produk secara efektif sehingga dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivme untuk meneliti populasi, mengambil sampel, mengumpulkan data dengan menggunakan alat penelitian, dan menganalisis data untuk tujuan menguji hipotesis yang telah ditentukan (Sugiono, 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan/pengaruh antara dua variabel atau lebih yang bersifat sebab-akibat (Sugiono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang melakukan ataupun pernah melakukan pembelian di restoran Samchick Sambi, dengan jumlah populasi yang belum diketahui secara Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan Accidental Sampling. Accidental Sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu yang siapa saja secara kebetulan/ Accidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiono, 2. Adapun cara pengambilan data dilakukan dengan cara mewawancarai konsumen yang pernah melakukan pembelian pada saat penggalian data restoran di Samchick Sambi. Karena jumlah populasi yang tidak diketahui secara pasti maka sampel untuk penelitian ini akan ditentukan dengan rumus Lemeshow (Saputra. Idham, & Budianto, 2. dan diketahui banyak sampel yaitu 100 responden dari konsumen restoran Samchick Sambi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari sumber asli pada saat kegiatan penelitian (Sugiono. Data primer dalam penelitian ini yaitu hasil penyebaran kuesioner terhadap konsumen yang telah melakukan pembelian di restoran Samchick Sambi. Data sekunder adalah data yang diperoleh selain dari data primer atau diperoleh secara tidak langsung melalui orang lain atau dokumen (Sugiono, 2. Data sekunder penelitian ini diperoleh dari hasil studi pustaka yang bersumber dari buku, jurnal, website yang terpercaya, penelitian terdahulu, dan dokumen catatan keuangan dari restoran Samchick Sambi. Teknik pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner. Kuesioner atau angket merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait dengan data yang ingin digali. Pengumpulan data menggunakan skala likert dengan skor 1-4 mulai dari sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setuju. Dalam proses pengolahan data, peneliti menggunakan software IBM MASLAHAH - VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 2988-2230. p-ISSN: 2988-2249. Hal 313-327 SPSS Statistic 25 (Statistical Program for Social Scienc. untuk mempermudah dan mempercepat pengolahan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah pernyataan dalam kuesioner tersebut valid atau tidak. Uji validitas pada penelitian ini menggunakan correlations. Uji validitas dikatakan valid jika nilai r hitung > r tabel. Penelitian memiliki 100 responden diperoleh r tabel 0,256. Dari hasil uji validitas dalam penelitian ini, variabel keputusan pembelian (Y), inovasi produk (X. , persepsi harga (X. , dan media sosial (X. memiliki r hitung > r tabel 0,256. Maka dapat disimpulkan bahwa item-item pernyataan yang ada pada kuesioner dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi hasil pengukuran dari kuesioner dalam penggunaan yang berulang. Uji reliabilitas dapat dikatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha () > 0,60. Dari hasil uji reabilitas pada tabel 4. 6 nilai cronbachAos alpha variabel keputusan pembelian sebesar 0,064 (Y). Inovasi produk 0,723 (X. , persepsi harga 0,689 (X. , dan media sosial 0,725 (X. Semua variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha () > 0,60. Maka dapat disimpulkan bahwa item pernyataan pada masing-masing variabel yang ada pada kuesioner dinyatakan reliabel. Uji multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Apabila nilai Tolerance Ou 0,10 dan VIF O 10, maka tidak terdapat gejala multikolinieritas. Dari hasil uji multikolinieritas pada tabel 4. 7 menunjukkan bahwa pada variabel inovasi produk nilai tolerance adalah 0,439 dan nilai VIF 2,278. Pada variabel persepsi harga nilai tolerance adalah 0,387 dan nilai VIF 2,584. Pada variabel media sosial nilai tolerance adalah 0,438 dan nilai VIF 2,285. Sehingga pada penelitian ini nilai tolerance dari variabel inovasi produk, persepsi harga, dan media sosial lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Maka, dapat disimpulkan pada penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas. Uji Regresi Linier Berganda Uji analisis berganda pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Persamaan regresi linier berganda yaitu Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi (Sugiono, 2. : Y = yu b1 X1 b2X2 b3X3 e. Y merupakan variabel dependen, yu konstanta, b koefisien regresi pada masing masing variabel. X variabel independen dan e adalah nilai residu. Berikut hasil pengujian analisis regresi berganda pada penelitian ini: Tabel 1. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Variabel (Constan. Inovasi Produk (X. Persepsi Harga (X. Media Sosial (X. 1,080 0,364 0,491 0,242 Sumber: Hasil Olah Data Peneliti menggunakan Software IBM SPSS 25, 2024 Pada hasil uji analisis regresi linier berganda pada tabel diatas diperoleh Y = 1,080 0,364X1 0,491X2 0,242X3 e. Nilai konstanta memiliki nilai positif sebesar 1,080. Nilai positif tersebut menunjukan pengaruh yang searah antara variabel independen dan variabel dependen. Hal tersebut menunjukkan bahwa jika variabel independen yaitu inovasi produk (X. , persepsi harga (X. , dan media sosial (X. tidak mengalami perubahan . atau bernilai 0, maka nilai dari variabel keputusan pembelian (Y) adalah 1,080. Nilai inovasi produk (X. adalah positif sebesar 0,364, hal tersebut menunjukkan bahwa variabel inovasi produk mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian, dimana pada setiap kenaikan 1 satuan variabel inovasi produk maka akan mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 0,364. Nilai persepsi harga (X. adalah positif sebesar 0,491, hal tersebut menunjukkan bahwa variabel inovasi produk mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian, dimana pada setiap kenaikan 1 satuan variabel persepsi harga maka akan mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 0,491. Nilai media sosial (X. adalah positif sebesar 0,242, hal tersebut menunjukkan bahwa variabel inovasi produk mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian, dimana pada setiap kenaikan 1 satuan variabel media sosial maka akan mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 0,242. Koefisien determinasi Uji koefisien determinasi bertujuan untuk melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan kepada variabel (X) terhadap variabel (Y). Hasil perhitungan dengan bantuan SPSS 25 MASLAHAH - VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 2988-2230. p-ISSN: 2988-2249. Hal 313-327 diperoleh nilai R Square sebesar 0,665 atau 66,5%. Angka tersebut mengandung arti bahwa variabel inovasi produk, persepsi harg. , dan media sosial secara simultan berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian sebesar 66,5% sedangkan sisanya . % - 66,5% = 33,5%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti atau diluar persamaan regresi ini. Uji F (Simulta. Uji F . digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen . novasi produk, persepsi harga, dan media sosia. secara bersama-sama. memiiki pengaruh terhadap variabel dependen . eputusan pembelia. dengan nilai f hitung > f tabel . dan nilai signifikansi < 0,05 berarti variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Berikut adalah hasil uji F . Tabel 2. Hasil Uji F (Simulta. F Tabel 2,70 Model Regression Sig. Sumber: Hasil Olah Data Peneliti menggunakan Software IBM SPSS 25, 2024 Dari hasil uji F . pada tabel diatas diperoleh nilai F hitung sebesar 63,479 dan nilai F tabel sebesar 2,70, artinya F hitung lebih besar dibandingkan F tabel, dan nilai sig. 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, variabel independen yang meliputi inovasi produk (X. , persepsi harga (X. , dan media sosial (X. berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen keputusan pembelian (Y). Uji T (Parsia. Uji t Hipotesis digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2. Jika t tabel . < t hitung dan nilai signifikansi < 0,05 maka variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen. Berikut adalah hasil uji T . Tabel 3. Hasil Uji T (Parsia. Variabel Ttabel Sig. Keterangan Inovasi Produk 3,055 1,986 0,003 H0 ditolak dan H2 diterima Persepsi Harga 4,110 1,986 0,000 H0 ditolak dan H3 diterima Media Sosial 2,745 1,986 0,007 H0 ditolak dan H4 diterima Sumber: Hasil Olah Data Peneliti menggunakan Software IBM SPSS 25, 2024 Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi Berdasarkan hasil uji dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai signifikansi masingmasing variabel < 0,05 dan nilai thitung > ttabel yaitu variabel inovasi produk 3,005 > 1,986, variabel persepsi harga 4,110 > 1,986, dan variabel media sosial 2,745 > 1,986. Maka dapat dinyatakan bahwa semua variabel independen . novasi produk, persepsi harga, dan media sosia. secara parsial berpengaruh positif terhadap variabel dependen . eputusan pembelia. Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi, variabel dependent dan independent keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Pada uji normalitas peneliti menggunakan uji probability plot. Normal probability plot adalah membandingkan distribusi kumulatif data yang sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal . ypothetical distributio. (Ramadhayanti, 2. Berikut ini adalah gambar yang telah diuji melalui SPSS 25 : Berdasarkan Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual, terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal dan model regresinya memenuhi syarat normalitas. Uji heterokedastisitas digunakan untuk melihat apakah ada ketidaksamaan varian dari residual satu ke pengamatan lainnya (Setiawati, 2. Dalam uji heterokedastisitas peneliti menggunakan uji Gletser, data penelitian dinyatakan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas apabila nilai signifikansi > 0. hasil pada pengujian data menunjukkan nilai sig pada variabel inovasi produk senilai 0,793, variabel persepsi harga 0,051 dan variabel media sosial 0,212. Nilai MASLAHAH - VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 2988-2230. p-ISSN: 2988-2249. Hal 313-327 signifikansi variabel independen yaitu inovasi produk, persepsi harga, dan media sosial lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini tidak terjadi heterokedastisitas. Uji autokorelasi bertujuan untuk mendeteksi tingkat keeratan suatu hubungan, asumsi ini dedefinisikan sebagai terjadinya korelasi diantara dua pengamatan, dimana munculnya suatu data dipengaruhi oleh data sebelumnya (Ghozali, 2. Dalam penelitian ini menggunakan uji DurbinWatson (DW tes. untuk mengetahui ada tidaknya problem autokorelasi dalam model regresi. Jika d terletak antara dU dan . -dU), maka hipotesis nol diterima, yang berarti tidak ada autokorelasi. Berdasarkan hasil uji autokorelasi dengan uji Durbn Watson pada penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai DW sebesar 1,849 terletak diantara nilai dU dan . -dU) 1,7364 < 1,849 <2,264. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala autokorelasi dalam model regresi yang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi. Hasil uji f menunjukkan angka sig 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 63,479 > Ftabel 2,70 yang artinya inovasi produk, persepsi harga, dan media sosial berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap keputusan pembelian konsumen restoran Samchick Sambi. Dengan demikian, inovasi produk yang baik dengan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Selain itu, adanya persepsi harga yang diberikan baik dan harga produk yang terjangkau akan meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Serta dengan memaksimalkan pemasaran melalui media sosial dengan membuat konten-konten marketing yang unik dan menarik akan membuat daya tarik konsumen terhadap produk dan dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Hasil penelitian ini juga selaras dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa bahwa variabel inovasi produk, harga, dan media sosial memiliki pengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap keputusan pembelian konsumen (Kumendong. Wenas, & Kawet, 2022. Rahmasari. Siregar, & Baining, 2. Dengan inovasi yang baik, persepsi harga yang baik dan pemasaran melalui platform media sosial yang menarik dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi Pengaruh Inovasi Produk terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi Hasil uji t menunjukan thitung 3,005 > ttabel 1,986 dan Sig. 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada restoran Samchick Sambi. Dengan adanya inovasi produk mulai dari menambah varian menu, menggabungkan cita rasa yang unik, mendesain kemasan yang lebih praktis dan menarik dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Hasil penelitian ini juga selaras dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa variabel inovasi produk secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Al Rasyid & Indah, 2018. Permatasari & Maryana, 2021. Kharisma, 2017. Utama, 2. Pengaruh Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi Hasil uji t menunjukkan nilai thitung sebesar 4,110 > ttabel 1,986, dan Sig. 0,000 < 0,05, Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada restoran Samchick Sambi. Dengan memberikan diskon, promo, dan pilihan menu paket yang lebih hemat, memberikan harga yang terjangkau, harga yang sesuai dengan manfaat atau rasa yang didapatkan dan perbandingan harga suatu produk dengan produk di restoran lain dapat memberikan persepsi harga yang baik bagi konsumen sehingga dapat meningkatkan keputusan pembelian. Hasil penelitian ini juga selaras dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa variabel persepsi harga secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Edriani, 2021. Gunarsih. Kalangi, & F. Tamengkel, 2021. Abimanyu & Hermana, 2023. Fauzi, 2. Pengaruh Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi Hasil Uji t menunjukkan nilai thitung sebesar 2,745 > ttabel 1,986. , dan 0,05 yaitu Sig. 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada restoran Samchick Sambi. Dengan menawarkan produk di media sosial menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami konsumen. Kemudian fokus pada pembuatan konten visual yang menampilkan hidangan unik dan menarik melalui platform seperti Instagram. Facebook. Tiktok bahkan WhatsApp dan interaksi aktif dengan konsumen melalui komentar, dapat meningkatkan keputusan pembelian. Hasil penelitian ini juga selaras dengan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa variabel media sosial secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (BateAoe. Ramdhan, 2. MASLAHAH - VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 2988-2230. p-ISSN: 2988-2249. Hal 313-327 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai "Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi", maka dapat disimpulkan bahwa: Inovasi produk, persepsi harga, dan media sosial terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen restoran Samchick Sambi. Hal ini dapat dimaknai bahwa semakin baik inovasi produknya, persepsi harga yang baik, serta pemanfaatan pemasaran melalui media sosial yang baik akan meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada restoran Samchick Sambi. Inovasi produk secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen restoran Samchick Sambi. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin baik inovasi produk direstoran, maka akan semakin meningkat juga keputusan pembelian konsumen pada restoran Samchick Sambi. Persepsi harga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen restoran Samchick Sambi. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin baik persepsi harga produknya dalam arti harga yang terjangkau, maka akan semakin meningkat juga keputusan pembelian konsumen pada restoran Samchick Sambi. Media sosial secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada konsumen restoran Samchick Sambi. Hal tersebut berarti bahwa semakin baik pemasaran melalui media sosial yang dilakukan oleh restoran, maka akan semakin meningkat juga keputusan pembelian konsumen pada restoran Samchick Sambi. SARAN Dalam penelitian ini berfokus pada variabel dependent yaitu Keputusan Pembelian (Y), dan 3 . variabel independent yang digunakan yaitu Inovasi Produk (X. Persepsi Harga (X. , dan Media Sosial (X. Pada penelitian selanjutnya, saran yang bisa dilakukan adalah dapat menambahkan variabel lain yang belum ada pada penelitian ini, serta menambah teori-teori lain yang dapat mendukung penelitian tersebut. Peneliti mengakui bahwa penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan sehingga perlu adanya penelitian selanjutnya yang lebih mendalam. Pengaruh Inovasi Produk. Persepsi Harga, dan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Restoran Samchick Sambi DAFTAR PUSTAKA