Perbedaan Pengetahuan dan Sikap terhadapA (Happy Aprilia Belkis. Nova Muhani, dk. Perbedaan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Pencegahan Hipertensi Melalui Media Poster Dengan Metode Think Pair Share Differences in Knowledge and Attitudes Towards Hypertension Prevention Through Poster Media with the Think Pair Share Method Happy Aprilia Belkis1. Nova Muhani1. Dhiny Easter Yanti1. Lolita Sary1 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati. Lampung. Indonesia Korespondensi Penulis: happyapriliabilkis@gmail. ABSTRACT Hypertension is now a health problem that is not only experienced by the elderly, but also by adolescents who are at risk of experiencing high blood pressure due to bad habits and unhealthy lifestyles. The prevalnce of hypertension in Lampung Province is 15,10 % of the 6,216,638 population aged 15 years and over. The high cases of hypertension in adolescensts today are caused by one of the low knowledge and attitudes about the risk factors for hypertension. The purpose of this study was to determine the differences in knowledge and attitudes towards preventing hypertension in adolescents through poster media with the think pair share method at SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung in 2025. This study used a quantitative research design with a quasi experimental approach. The population of the study was from grades 10 and 11, namely 185 students. The sampling technique wa proposional simple random sampling. Data collection techniques through questionnaire sheets. Data analysis used unvariate . requency distributio. and bivariate . The results showed that there were differences in knowledge . -value = 0,. and attitude . -value = 0,. and attitude . -value = 0,. with poster media and the think pair share method. It is expected that schools will use posters with the think pair share method when providing hypertension counseling materials. Keywords : knowledge, attitude, hypertension prevention, adolescents ABSTRAK Hipertensi kini menjadi masalah kesehatan yang tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga oleh remaja yang berisiko mengalami tekanan darah tinggi akibat kebiasaan buruk dan gaya hidup tidak sehat. Prevaleni hipertensi di Provinsi Lampung sebesar 15,10% dari 638 penduduk berusia 15 tahun ke atas. Tingginya kasus hipertensi pada remaja saat ini disebabkan salah satunya pengetahuan dan sikap yang rendah tentang faktor risiko kejadian hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah diketahui perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan hipertensi pada remaja melalui media poster dengan metode think pair share di SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi ekperimen. Populasi dari penelitian dari kelas 10 dan 11, yakni sebanyak 185 siswa. Teknik pengambilan sampel proposional simple random sampling. Teknik pengumpulan data melalui lembar kuesioner. Analisis data menggunakan unvariat . istribusi frekuens. dan bivariat . Hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan pengetahuan . -value = 0,. dan Sikap . value = 0,. dengan media poster dan metode think pair. Diharapkan sekolah menggunakan poster dengan metode think pair share pada saat memberikan materi penyuluhan hipertensi. Kata Kunci : pengetahuan, sikap, pencegahan hipertensi, remaja PENDAHULUAN Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 572-580 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Perbedaan Pengetahuan dan Sikap terhadapA (Happy Aprilia Belkis. Nova Muhani, dk. Tekanan darah dapat meningkat apabila terjadi peningkatan tekanan sistolik, yang bervariasi tergantung Tekanan darah terdiri dari dua komponen tekanan sistolik dan diastolik, jika tekanan sistolik dan diastolik melebihi 140/90 mm Hg, maka dianggap tinggi, oleh karena itu menjaga tekanan darah dalam batas normal sangat penting, yang dapat dicapai dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengatur pola makan, berolahraga secara teratur, dan mengelola stres. (Kemenkes, 2. Hipertensi kini menjadi masalah kesehatan yang tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga oleh remaja yang berisiko mengalami tekanan darah tinggi akibat kebiasaan buruk dan gaya hidup tidak sehat. Salah satu penyebab tingginya prevalensi hipertensi pada remaja adalah tingkat kesibukan yang tinggi dan pola hidup yang kurang sehat. Kebiasaan seperti kurang beraktivitas fisik, kurang mengonsumsi buah dan sayur, merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta pola makan yang tinggi garam dan lemak dapat memicu terjadinya hipertensi pada remaja. (Aini et al. , 2. Menurut data organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2020 menunjukan sekitar 1,13 orang di dunia menderita hipertensi. 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi. Jumlah penderita hipertensi di dunia diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi dan diperkirakan setiap tahun ada 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi. Kawasan Afrika memiliki kawasan Amerika sebesar 35% dan kawasan Asia Tenggara 36%. kawasan Asia Tenggara penyakit ini telah membunuh 1,5 juta orang setiap Secara keseluruhan, negaranegara berpendapatan tinggi memiliki prevalensi lebih rendah yaitu 35% dan negara berpendapatan rendah dan menengah memiliki prevalensi lebih tinggi yaitu 40%. (Tamsila et al. , 2. Berdasarkan Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan Studi Kohort Penyakit Tidak Menular (PTM) 2011- 2021, hipertensi merupakan faktor risiko kematian tertinggi keempat di Indonesia sebesar 10,2%. Hal ini menunjukkan bahwa hipertensi merupakan masalah (Kemenkes, 2. Rata-rata peningkatan prevalensi hipertensi di seluruh wilayah indonesia pada penduduk usia 18 tahun ke atas di Indonesia 31,7%. Prevalensi hipertensi tertinggi di provinsi Kalimantan selatan sebesar 39,6% dan terendah di Papua Barat sebesar 20,1%. Selain Provinsi Jawa Timur. Yogyakarta. Jawa Tengah, hingga NTB merupakan provinsi yang mempunyai prevelensi hipertensi lebih tinggi dari angka nasional. Prevelensi hipertensi diprediksikan pada tahun 2025 nanti, sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi. (Mardianti et , 2. Penderita hipertensi saat ini dan Prevalensi pada orang dewasa adalah 615%, 50% pada tahun 2021 diantaranya tidak mngetahui dirinya mengidap mengalami hipertensi berat karena diantaranya tidak mengetahui dirinya mengidap tekanan darah tinggi ini adalah (Karwiti et al. , 2. Berdasarkan hipertensi di Provinsi Lampung sebesar 15,10% dari 6. 638 penduduk berusia 15 tahun ke atas. Prevalensi hipertensi pada perempuan . ,85%) lebih tinggi dibanding dengan laki-laki . ,34%). Prevalensi di perkotaan . ,43%) . ,72%). Prevalensi Terkait standar pelayanan pasien hipertensi, target yang ditetapkan belum tercapai. Kinerja Lampung pada tahun 2020 sebesar 31,79%. (Mustika et al. , 2. Pada tahun 2022, jumlah penderita hipertensi berusia 15 tahun ke atas di Kota Bandar Lampung 001 jiwa, dan jumlah penderita hipertensi yang mendapat pelayanan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 572-580 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Perbedaan Pengetahuan dan Sikap terhadapA (Happy Aprilia Belkis. Nova Muhani, dk. 108,4%. (Yulyuswarni et al. , 2. Pengetahuan adalah hasil dari proses melalui pengalaman, pendidikan, dan informasi yang diterima, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengetahuan ini berperan penting dalam membentuk sikap seseorang, terutama dalam mengambil keputusan yang sehari-hari, pengetahuan yang baik, individu lebih mampu mengenali risiko dan mengambil (Notoatmodjo, 2. Sikap adalah reaksi atau respons seseorang yang masih bersifat tertutup terhadap suatu objek, yang dapat berupa Sikap terbentuk melalui pengaruh lingkungan, dan memiliki peran penting dalam menentukan sikap seseorang, terutama dalam konteks kesehatan dan pengambilan keputusan, dengan sikap positif akan mendorong individu untuk disiplin dalam pola makan, olahraga, dan kontrol kesehatan secara rutin. (Notoatmodjo, 2. Media poster adalah salah satu media menyampaikan pesan secara visual dengan kombinasi teks, gambar, atau Sebagai media komunikasi, poster sering dimanfaatkan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan bisnis, karena mampu menarik perhatian dan menyampaikan informasi, secara ringkas serta efektif. Poster ditempel di tempat umum agar mudah terlihat oleh banyak orang, sehingga cocok digunakan untuk kampanye sosial, promosi, atau edukasi. Kelebihannya terletak pada desain yang menarik dan kemudahan distribusinya. Kelemahan media poster adalah keterbatasan media ini tidak dapat menampilkan efek suara dan gerak, serta rentan terhadap kerusakan seperti mudah terlipat, dan mudah sobek. (Indriyani & Sudiyat. Metode Think Pair Share adalah pendekatan pembelajaran kolaboratif yang terdiri dari tiga tahap think, di mana siswa merenungkan masalah berdiskusi berpasangan untuk berbagi ide dan share, di mana pasangan mempresentasikan hasil diskusi kepada Kelebihan metode think pair share dari metode yang lain adalah mendorong memastikan keterlibatan seluruh siswa, bukan hanya mereka yang aktif berbicara saja, dan media poster adalah media visual yang menarik untuk mengingat informasi kepada remaja Namun keterbatasan waktu karena poroses diskusi yang lama dibangdingkan dengan metode ceramah serta kurang efektif apabila siswa kurang aktif dan tidak memiliki pemahaman dasar yang cukup tentang hipertensi. (Siregar, 2. Remaja yang terkena hipertensi dapat menggangu aktivitas, menurunkan produktivitas, dan memberikan dampak negatif pada perekonomian, karena berpotensi menjadi beban bagi keluarga dan negara. Hipertensi pada usia dini juga berisiko berlanjut hingga dewasa, menigkatkan morbiditas dan mortalitas. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya aktifitas fisik, kelebihan berat badan, perubahan hormonal, faktor genetik, serta minimnya pengetahuan remaja mengenai pencegahan, penanganan, dan perawatan hipertensi. SMAI IT Baitul Jannah Bandar Lampung adalah sekolah swasta dengan populasi siswa aktif sebanyak 185 orang. Peneliti menemukan bahwa 3 siswa Menunjukan potensi masalah kesehatan yang perlu diteliti lebih lanjut di lingkungan sekolah. Kondisi ini menjadi penting untuk dikaji mengingat usia remaja yang rentan terhadap berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular termasuk hipertensi, dan perlunya upaya pencegahan sejak dini di lingkungan pendidikan. Peningkatan angka hipertensi pada remaja menjadi perhatian global, termasuk di indonesia. Gaya hidup modern yang kurang sehat, seperti konsumsi makanan tinggi garam dan kurangnya aktifitas fisik, menjadi Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 572-580 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Perbedaan Pengetahuan dan Sikap terhadapA (Happy Aprilia Belkis. Nova Muhani, dk. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya promotif dan preventif kesehatan, di lingkungan sekolah dan memberikan informasi berharga bagi remaja di masa mendatang. Pemberian edukasi kesehatan berbasis ilmiah penting dilakukan untuk membekali kebiasaan hidup sehat yang dapat Pengetahuan dan sikap yang baik memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan siswa dalam mengambil tindakan preventif. Pengetahuan yang memadai dapat meningkatkan motivasi remaja untuk mencegah hipertensi dan menghindari komplikasi seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Peningkatan kasus hipertensi serta rendahnya pengetahuan dan sikap mendorong peneliti untuk meneliti perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan hipertensi pada remaja menggunakan media poster dengan metode think pair share di SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung. Penelitian mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan hipertensi pada remaja agar dapat dilakukan edukasi sejak dini, sehingga risiko komplikasi akibat hipertensi dapat diminimalkan di msa mendatang. METODE Jenis Penelitian ini menggunakan dilaksanakan di SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung dan dilakukan pada bulan oktober 2024 - juni 2025 sampai Mei 2025. Penelitian menggunakan desain quasi ekperimen, populasi dari penelitian ini adalah kelas 10 dan 11, yakni 185 siswa dan menggunakan rumus t-test dependent, sehingga Teknik penelitian ini adalah teknik proposional simple random sampling adalah setiap individu dipilih berdasarkan siapa saja yang tersedia dan bersedia saat penelitian dilakukan. Firmansyah. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jumlah Persentase Umur Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Riwayat Hipertensi Dalam Keluarga Tidak Tekanan Darah Siswa Hipertensi Tidak Hipertensi Total Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa hasil analisis univariat dengan terbanyak yaitu 16-17 tahun 52 orang . ,1%), selanjutnya usia 14-15 tahun yaitu 46 orang dengan persentase . ,9%). Karakteristik jenis kelamin responden terbanyak perempuan yaitu 51 orang . ,0%), selanjutnya laki-laki yaitu 47 orang . ,0%). Karakteristik riwayat hipertensi dalam keluarga respoden yang menjawab Ya sebanyak 30 dengan persentase . ,6%) dan yang menjawab Tidak Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 572-580 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Perbedaan Pengetahuan dan Sikap terhadapA (Happy Aprilia Belkis. Nova Muhani, dk. sebanyak 68 orang dengan persentase . ,4%). Karakteristik tekanan darah siswa yang di cek tekanan darahnya yang terkena hipertensi sebanyak 3 orang dengan persentase . ,1%) dan yang tidak hipertensi sebanyak 95 orang dengan persentase . ,9%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Pengetahuan Mean SD P value Sebelum 5,97 1,245 0,001 Sesudah 7,32 1,260 Tabel 2 menunjukkan bahwa statistik deskriptif adalah mean dan standar deviasi dari data sebelum dan dengan menggunakan media poster. Dihasilkan rata-rata tingkat pengetahuan sebelum dilakukan intervesi yaitu 5,97 dengan standar deviasi 1,245. Setelah dilaksanakan perlakuan rata-rata tingkat 7,32 standar deviasi 1,260. P-value = 0,001 ditentukan atas dampak uji beda. Dari siswa yang signifikan secara statistik sebelum dan sesudah penyuluhan Tabel 3 Distribusi Frekuensi Sikap Sebelum dan Sesudah Sikap Mean SD P value Sebelum 20,43 2,584 0,001 Sesudah 26,61 3,507 Tabel 3 diatas menunjukkan bahwa statistik deskriptif berupa mean dan standar deviasi sikap sebelum serta menggunakan media poster dengan metode think pair share. Dihasilkan ratarata sikap sebelum penyuluhan yaitu 20,43 beserta standar deviasi 2,584. Setelah diberi penyuluhan dengan menggunakan media poster dihasilkan rata-rata, yaitu 26,61 dengan standar 3,507. P-value 0,001 ditentukan atas hasil uji beda. Dari sini bisa diartikan yaitu terdapat perbedaan sikap siswa sebelum dan sesudah media poster. PEMBAHASAN Pengetahuan Berdasarkan hasil uji univariat yang dilakukan, diketahui pengetahuan siswa sebelum dilakukan penyuluhan dengan menggunakan media poster melalui metode think pair share didapatkan rata-rata 5,97 dengan standar deviasi 1,245, jumlah paling rendah yaitu 3 dan jumlah paling tinggi Nilai pengetahuan sesudah menggunakan media poster melalui metode think pair share meningkat menjadi rata- rata 7,32 disertai simpangan baku 1,260 dengan jumlah terendah 4 serta nilai tertinggi 10. Pengetahuan adalah faktor internal Perilaku seseorang tersebut Berdasarkan semakin meningkatnya pengetahuan tentang hipertensi akan mendorong seseorang untuk berperilaku yang lebih (Indriyani & Sudiyat, 2. Hasil penelitian bahwa masih sedikit remaja yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan memperhatikan status kondisi tingkat pengetahuan remaja mengenai pencegahan hipertensi masih tergolong rendah hingga sedang, banyak yang belum memahami bahwa kebiasaan hidup yang dimulai sejak remaja dapat berkontribusi terhadap risiko hipertensi di usia dewasa. (Mujito, 2. Penelitian ini sejalan dengan (Setiana et al,. menemukan bahwa mayoritas remaja Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 572-580 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Perbedaan Pengetahuan dan Sikap terhadapA (Happy Aprilia Belkis. Nova Muhani, dk. merupakan penyakit berbahaya, namun belum memahami pentingnya pola hidup sehat sebagai bentuk pencegahan, karena disebabkan oleh rendahnya kesehatan dan kurangnya keterlibatan aktif dalam kegiatan penyuluhan remaja. Sikap Berdasarkan hasil uji univariat yang dilakukan, diketahui sikap siswa sebelum menggunakan media poster informan mempunyai penilaian rata-rata sikap 20,43 simpangan baku 2,584 dengan nilai terendah yaitu 14 serta nilai tertinggi 27. Nilai penyuluhan melalui media poster dengan metode think pair share meningkat menjadi 26,61 dengan standar deviasi 3,507 nilai minimal 19 dan maksimal 34. Sebuah studi oleh (Sukri, 2. menghasilkan ialah promosi kesehatan memiliki efek yang bermakna terhadap hipertensi pada remaja. Penyuluhan meningkatkan pengetahuan terhadap sikap siswa lebih baik dari pada sikap siswa sebelum dilakukannya penyuluhan Penelitian (Simanjuntak, 2. sikap terhadap tindakan promosi kesehatan di kalangan instrumen yang bersikap negatif dan positif terhadap pencegahan hipertensi pada remaja, rata-rata kesehatan dengan media poster ketidaktahuan responden tentang Peneliti (Maulianti & Herdhianta, bahwa mayoritas responden yang memiliki sikap positif sebanyak 47 responden dengan persentase 59,5% dan yang memiliki nilai negatif dan 32 sebesar 40,5%. Bivariat Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Sudah penyuluhan melalui media poster dengan metode think pair share Pengetahuan media poster rata-rata mencapai mean 97 dengan standar deviasi 1,245. Setelah dengan menggunakan media poster melalui metode think pair share rata-rata tingkat pengetahuan adalah 7,32 dengan standar deviasi 1,260. P-value = 0,001. Hal ini terlihat dari nilai informasi yang diterima siswa sebelum dan sesudah media poster, menunjukkan bahwa hipertensi mengalami peningkatan. Penelitian ini sejalan dengan teori (SOR, 2. , konsep perubahan perilaku atau perilaku baru itu mengikuti tahaptahap, yakni melalui proses terjadi ketika seseorang menerima stimulus dari lingkungan, kemudian diproses secara internal oleh individu . , dan menghasilkan respon berupa tindakan atau perilaku tertentu. Fase Stimulus, siswa menerima informasi atau ajakan terkait pencegahan hipertensi melalui kampanye kesehatan atau edukasi. Stimulus ini bisa berupa penyuluhan pentingnya gaya hidup sehat. Fase organism, siswa memproses informasi persepsi, dan motivasi mereka. Siswa cepat tertarik dan menerima ide baru, sementara yang lain mungkin merasa ragu atau sulit untuk mengubah kebiasaan mereka. Pada fase response, siswa yang tertarik akan mengadopsi perilaku baru, sepertimenerapkan pola menghindari faktor risiko hipertensi, sementara yang sulit menerima mungkin membutuhkan pendekatan lebih lanjut untuk mengubah perilaku mereka. Peneliti (Sapitri & Kurniasari, 2. dengan p-value = 0,000 . <0,. Hal perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan hipertensi sebelum dan sesudah pengetahuan remaja mengenai Peneliti (Arinda Herdhianta. , 2. diperoleh nilai p- Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 572-580 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Perbedaan Pengetahuan dan Sikap terhadapA (Happy Aprilia Belkis. Nova Muhani, dk. value sebesar 0,001 artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara ratarata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah pencegahan hipertensi. Perbedaan Sikap Sebelum dan Sudah penyuluhan melalui media poster dengan metode think pair Sikap siswa memiliki mean 20,43 beserta standar deviasi 2,584. Setelah menggunakan media poster dengan metode think pair share, dihasilkan ratarata, yaitu 26,61 dengan standar deviasi 3,507 dengan p-value = 0,001 sehingga dapat diketahui. Bahwa sebelum dan sesudah penyuluhan melalui media poster dengan metode think pair share, menunjukkan bahwa sikap terhadap pencegahan hipertensi peningkatan. Penelitian (Fadhil, 2. menunjukan p-value sebesar 0,0001 . <0,. artinya terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai sikap sebelum dan sesudah pencegahan risiko hipertensi melalui permainan ular tangga berbasis android Penelitian (Angelinasyarga & Nurul 2. menunjukkan p-value 0,000 artinya terdapat peningkatan yang bermakna pada rata-rata skor pengetahuan antara konseling hipertensi. Penelitian (Rahmat et al. , 2. menunjukkan p-value 0,02, p value < 0,05 artinya terdapat perbedaan perbedaan sikap sebelum dan setelah diberi pendidikan pencegahan hipertensi menggunakan video youtube. SIMPULAN Kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan hipertensi pada remaja melalui media poster dengan metode think pair share di SMA IT Baitul Jannah Bandar Lampung. SARAN Siswa diharapkan harus lebih aktif mencari informasi terkait penyebab hipertensi dan manfaatnya untuk peningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan Penting kesadaran siswa dan juga untuk mendorong siswa untuk menerapkan gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang, olahraga teratur, dan manajemen stress. Sekolah harus perlu berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan hipertensi pada siswa dengan menyediakan fasilitas yang menyediakan makanan sehat di kantin sekolah, dan memasukan materi edukasi tentang hipertensi. Kerjasama kesehatan setempat serta juga perlu Peneliti selanjutnya disarankan untuk melanjutkan penyuluhan dengan menggunakan media selain poster untuk mengetahui media apa yang lebih efektif yang dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan, dapat dilanjutkan media promosi kesehatan seperti media cetak . eaflet, bookle. dengan media elektronik agar dapat diketahui media rata-rata pengetahuan dan sikap siswa. DAFTAR PUSTAKA