Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 214-227 DOI: https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. Siswa Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang Afrialdo Sardova Universitas Negeri Padang Syeilendra Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka. Air Tawar Barat. Kota Padang. Indonesia Korespondensi penulis: sarastiyasmin@gmail. Abstract. This study aims to describe the process of implementing Talempong Pacik Music learning in grades Vi-1 at SMP Negeri 43 Padang. This type of research is qualitative research with descriptive methods. This research instrument is the researcher himself and is assisted by supporting instruments in the form of stationery and cameras. This research data uses primary data and secondary data. Data are collected through literature study, observation, interviews, documentation. The steps of analyzing data are data classification, analyzing data, and inferring data. The results showed that the implementation of learning Traditional Music Culture Arts (Talempong Paci. in Grades Vi-1 SMP Negeri 43 Padang consisted of 4 meetings, namely initial activities, core activities and closing activities. The scores of students after the implementation of Traditional Music Culture (Talempong Paci. learning activities are still many who have not reached KKM, there are 15 students who have not reached KKM and 8 students can only achieve predetermined KKM standard scores and there are 9 students who get scores that exceed KKM. The learning process has not fully obtained satisfactory learning results. Teacher limitations in using teaching aids and limited time in practical activities, teachers continue to try to motivate students, so that students continue to be enthusiastic in the process of learning activities, students still look rigid in carrying out learning activities including in the process of traditional music learner practice activities, so that there are still many student scores below KKM, and the rest only reach the KKM limit. So it is known that students have not received maximum grade results. Keywords: Implementation. Learning. Traditional Music. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran Musik Talempong Pacik di kelas Vi-1 di SMP Negeri 43 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa alat tulis dan kamera. Data penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah klasifikasi data, menganalisis data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. di Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang terdiri dari 4 kali pertemuan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Nilai siswa setelah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. masih banyak yang belum mencapai KKM, terdapat 15 orang siswa yang belum mencapai KKM dan 8 orang siswa hanya dapat meraih nilai standar KKM yang telah ditentukan dan terdapat 9 orang siswa mendapatkan nilai yang melebihi KKM. Proses pembelajaran belum sepenuhnya mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Keterbatasan guru dalam menggunakan alat peraga dan keterbatasan waktu dalam kegiatan praktek, guru terus berupaya memotivasi siswa, agar siswa terus bersemangat dalam proses kegiatan pembelajaran, siswa masih terlihat kaku dalam melakukan kegiatan pembelajaran termasuk dalam proses kegiatan praktek pembelajaran musik tradisional, sehingga masih banyak nilai siswa di bawah KKM, dan selebihnya hanya mecapai batasan KKM. Maka diketahui bahwa siswa belum mendapatkan hasil nilai yang Kata kunci: Pelaksanaan. Pembelajaran. Musik Tradisional LATAR BELAKANG Mata Pelajaran Seni Budaya memiliki peran penting dalam kebutuhan perkembangan potensi siswa dalam mencapai tingkat kecerdasan yang optimal. Kecerdasan pada siswa tidak hanya dapat dilihat dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, namun juga bagaimana Received April 30,2024. Accepted Mei 07, 2024. Published Mei 31, 2024 * Afrialdo Sardova sarastiyasmin@gmail. Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. Siswa Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang siswa mampu mengekspresikan karya seni melalui Seni Budaya. Hal tersebut dikarenakan pada masing-masing individu mempunyai perbedaan dalam kecerdasannya. Keberhasilan dalam proses pembelajaran juga dapat dilihat dari faktor hubungan guru antara siswa, mulai dari perilaku guru dalam mengajar sampai dengan tingkah laku siswa sebagai timbal balik dari hasil sebuah pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat tercapai apabila seorang guru memahami prinsip-prinsip dasar musik dan dapat mengajarkannya sesuai dengan karakteristik anak. (Syeilendra, 2020: . Hal ini dijelaskan Menurut Slameto . 3: . faktor-faktor yang mempengaruhi belajar ada dua jenisnya, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal di antaranya meliputi minat, bakat, motivasi, kesehatan, dll. Sedangkan faktor eksternal di antaranya meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satu faktor di atas yaitu mengenai minat diduga bahwa hal tersebut dapat mempengaruhi proses maupun hasil belajar Minat dalam hal ini mengandung arti sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Dengan kata lain, minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar sendiri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar pula minat seseorang terhadap hal Hal ini didukung oleh Susanto . yang menyatakan bahwa minat merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan belajar siswa. Minat dapat pula diartikan sebagai salah satu unsur penggerak motivasi seseorang sehingga orang tersebut dapat berkonsentrasi penuh terhadap kegiatan tertentu. Pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 43 Padang belum sepenuhnya menerapkan kurikulum Merdeka Belajar hanya kelas VII sudah sepenuhnya memberlakukan Kurikulum Merdeka Belajar. Sedangkan Untuk kelas Vi dengan kelas IX masih memakai Kurikulum 2013 Revisi 2017. Dalam mata pelajaran Seni Budaya hanya mempelajari Seni Musik dan Seni Rupa. Jamalus . , musik ialah suatu karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkap pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu: melodi, irama, harmoni, bentuk/struktur lagu, dan ekspresi sebagai suatu bentuk kesenian. Wadsworth Longfellow pada Violano Rupiyato . menyebut Aumusic is the universal launguage of mankindAy. Musik adalah bahasa manusia, karena dengan musik dapat di ekspresikan kemauan, perasaan atau isi hati tanpa harus megerti terlebih dahulu bahasa yang dipakai oleh mereka yang mendengarkan musik. Banyak orang yang sangat menikmati mendengarkan musik tanpa latar belakang pengetahuan yang khusus tentang bentuk, teknik bahkan sejarahnya, meski beberapa pengenalan terhadap metode komposisi musik dan ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 214-227 karakteristik individu pencipta maupun komposernya dapat meningkatkan pengalaman musik Matius Ali . yaitu: . Musik Tradisonal, yaitu musik yang lahir dan berkembang di daerah atau wilayah-wilayah tertentu. Musik ini sangat eksklusif karena menampilkan ciri budaya masyarakat di daerah setempat. Dengan demikian, musik-musik umumnya hanya bisa di nikmati dengan sempurna oleh kelompok masyarakat itu sendiri. Sedyawati . pen gertian musik tradisional adalah musik yang digunakan sebagai perwujudan dan nilai budaya yang sesuai dengan tradisi. Pada dasarnya musik tradisional daerah berguna untuk mendukung kebudayaan di daerahnya masing-masing. Hal ini terbukti dari banyaknya musik daerah dipergunakan oleh daerah setempat untuk mengiringi upacara adat, tari-tarian, dan upacara lain yang berhubungan dengan kebudayaan setempat. Demikian juga halnya dengan musik tradisional Minangkabau. (Syeilendra, 2020: . Kesenian tradisional yang lahir di suatu daerah mempunyai ciri khas daerah itu sendiri, karena tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan kebudayaan daerah. Menurut Bustomi . 8: . Aukesenian tradisional ialah kesenian daerah yang bersifat komunal, kedaerahan, diketahui komunal karena kesenian tradisional di samping merupakan hasil gagasan kolektivitas juga dimiliki bersama oleh masyarakat pendukungnyaAy. Kesenian sebagai budaya bangsa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan rasa nyaman, senang dan keindahan. (Asyary, 2020: . Menurut Hartono dalam Syeilendra . 0: . talempong Pacik merupakan musik talempong yang dimainkan oleh tiga atau empat orang yang terdiri dari tiga bagian yaitu : dasar. Paningkah dan Anak atau dengan nama lain : Pambaok. Paningkah dan Palalu. Pelaksanaan pembelajaran Seni Musik mengenai Musik Tradisional di SMP Negeri 43 Padang terdapat beberapa materi ajar di dalamnya, salah satunya yaitu ragam alat musik tradisional nusantara, konsep musik tradisional, memahami teknik memainkan alat musik tradisional minangkabau dan memainkan alat musik daerah setempat baik secara perorangan maupun secara bersama-sama. Materi yang di pelajari lebih fokus kepada musik tradisional minangkabau yaitu talempong pacik, dari materi tersebut dipelajari diseluruh kelas Vi. Bertujuan agar peserta didik dapat memahami konsep musik tradisional minangkabau, jenis musik tradisional minangkabau berdasarkan fungsinya serta teknik memainkan alat musik tradisional talempong pacik agar peserta didik dapat memainkan alat musik tradisional baik secara perorangan maupun berkelompok dengan benar. Pada pertemuan 1 peserta didik mengamati materi yang diterangkan guru sehingga nantinya peserta didik dapat menjelaskan Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. Siswa Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang dan mengklasifikasikan contoh ragam alat musik nusantara dan alat musik daerah setempat minangkabau dan teknik memainkan alat tradisional talempong pacik serta mampu memainkan alat musik tradisional sesuai teknik permainannya dengan benar. Menurut Nengsih dalam Syeilendra . Talempong pacik adalah talempong yang dilakukan oleh 3 orang atau 4 orang pemain yang masing-masing memegang talempong sebanyak satu atau dua buah talempong dengan tangan kiri dan dipukul memakai stick . emukul talempon. yang dipukul menggunakan tangan kanan. Ketiga unit talempong dimainkan dengan saling mengait atau saling mengisi/mengait . Setelah melakukan observasi di Kelas Vi SMP Negeri 43 Padang Peneliti mengamati bahwa selama proses pembelajaran berlangsung siswa kurang memahami materi mengenai talempong pacik. Disebabkan guru belum sepenuhnya menguasai teori musik tradisional serta praktek dalam menggunakan alat peraga pembelajaran musik talempong Dalam penyampaian materi pembelajaran, guru hanya membacakan buku paket kurang menjabarkan dan menjelaskan bahan ajar yang telah disiapkan tanpa memberikan penguatan lebih dan pemahaman tentang materi yang disampaikan sehingga banyak siswa yang tidak dapat menjelaskan konsep dasar musik tradisional, fungsi dan jenis-jenis alat musik tradisional minangkabau beserta teknik memainkan alat musik tradisional minangkabau baik perorangan maupun bersama-sama. Peneliti memperhatikan saat guru mengelola kelas, dimana guru belum bisa menguasai kelas dengan baik, pengelolaan kelas yang kurang baik dapat dilihat pada saat guru menerangkan materi di depan, siswa cenderung berbicara di belakang, berjalan-jalan dalam kelas, sering keluar masuk kelas, malas mencatat materi penting, tidak ikut aktif dalam berdiskusi, mengantuk, bosan dan enggan mengerjakan tugas yang diberikan guru, malah ada mengerjakan tugas mata pelajaran yang lain. Pada saat praktek memainkan talempong pacik, guru hanya beberapa kali mempraktekkan ke siswa cara memainkan alat musik talempong pacik dan kurang memperhatikan siswa saat memainkan talempong pacik sehingga pemahaman siswa terhadap apa yang diterangkan dan di praktekkan oleh guru belum sepenuhnya dapat dipahami dengan Peneliti juga mengamati saat siswa memainkan alat musik tradisional tidak samanya teknik permainan dalam memainkan sebuah lagu secara bersama, tempo siswapun dalam bermain cenderung berubah-ubah. Peneliti juga melihat kekurangan alat peraga saat berlangsung proses pembelajaran salah satu faktor yang mempengaruhi pemahaman siswa. kurangnya alat peraga berpengaruh terhadap kegiatan dalam proses belajar mengajar (PBM) dan memperlambat pemahaman siswa ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 214-227 serta banyak memakan waktu, sehingga proses pembelajaran belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Kelengkapan alat peraga dalam proses pelaksanaan pembelajaran sangat penting untuk dapat meningkatkan pemahaman dan mendukung minat siswa dengan cepat. Selain itu alat peraga dalam proses pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menunjang dan merangsang pikiran, perasaan, perhatian siswa. KAJIAN TEORITIS Pembelajaran Menurut pendapat Bafadal . 5: . , pembelajaran dapat diartikan sebagai Ausegala usaha atau proses belajar mengajar dalam rangka terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisienAy. Sejalan dengan itu. Jogiyanto . 7: . juga berpendapat bahwa pembelajaran dapat didefenisikan sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi suatu situasi yang dihadapi dan karakteristik-karakteristik dari perubahan aktivitas tersebut tidak dapat dijelaskan berdasarkan kecenderungan-kecenderungan reaksi asli, kematangan atau perubahan-perubahan sementara. Proses Pembelajaran Proses pembelajaran merupakan proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001: . Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Winkel . 1: . AuProses pembelajaran ialah suatu aktivitas psikis atau mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikapAy. Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Metode demonstrasi merupakan suatu metode yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. (Munjin Nasih, 2013:. Menurut Abdul Majid . metode mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Musik Tradisional Jamalus . , musik adalah suatu karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkap pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu: melodi, irama, harmoni, bentuk/struktur lagu, dan ekspresi sebagai suatu bentu Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. Siswa Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang Demikian juga halnya dengan musik tradisional minangkabau. Syeilendra, . Alat Musik Talempong Talempong adalah alat musik pukul yang termasuk dalam klafikasi musik idiofon, alat musik yang sumber bunyinya berasal dari alat itu sendiri, yang bergetar apabila dipukul, hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Syeilendra, . bahwa idiofon adalah alat musik yang sumber bunyi adalah berasal dari alat itu sendiri yang bergetar menimbulkan bunyi. Menurut Ardipal . talempong sudah lama dikenal di minangkabau, bahkan tidak sedikit kalangan mengidentikkan talempong dengan segala sesuatu yang bernuansa Minangkabau. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut Strauss dan Corbin dalam Sujarweni . Penelitian kualitatif adalah suatu bentuk penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai . dengan menggunakan prosedur-prosedur statistic atau dengan cara-cara lain dari kuantifikasi . Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa alat tulis dan kamera. Menurut Arikunto . Instrumen penelitian ialah sebuah alat atau fasilitas yang peneliti gunakan sendiri di dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan mendapatkan hasilnya lebih baik dan relefan serta sistematis sehingga mudah untuk diolah. Data penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah klasifikasi data, menganalisis data, dan menyimpulkan data. Menurut Sugiyono . 5: . Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Materi ajar yang akan di ajarkan guru berupa pengetahuan tentang pengertian alat musik tradisional nusantara dan praktek memainkan alat musik daerah setempat secara berkelompok dengan menggunakan alat musik tradisional talempong pacik yang ada di daerah sumatra barat, talempong dan diiringi tambua sebagai alat peraga praktek pembelajaran dengan materi lagu cak dindin dengan pola ritem talempong pacik. AuanakAy menggunakan nada 5 - sol. ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 214-227 AuDasarAy menggunakan nada 3 dan 1 - mi dan do. dan AupaningkahAy menggunakan nada 4 dan 2 - fa dan re. Serta menggunakan infokus dalam proses kegiatan presentasi perkelompok, dan siswa yang akan presentasi perkelompok dengan pembahasan tentang ragam alat musik tradisional nusantara, menjelaskan fungsi dan contoh alat musik tradisional, dan contoh salah satu alat musik tradisional yang ada di daerah setempat, guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa yaitu belajar cara memegang dan memainkan pola ritem talempong pacik anak, dasar,dan paningkah. Gambar 1. Notasi Talempong Pacik Dengan Lagu Cak Dindin Alat peraga yang digunakan guru dalam penyajian materi ragam alat musik tradisional nusantara yaitu berupa vidio dan bahan ajar beserta alat praktek pembelajaran musik talempong dan tambua sebagai pengiring untuk mendukung proses pembelajaran agar siswa dapat Alat peraga yang digunakan dalam kegiatan praktek, sesuai dengan materi ajar ragam alat musik tradisional nusantara dan memainkan alat musik tradisional daerah setempat maka di SMP Negeri 43 Padang guru mengajarkan tentang musik tradisional minangkabau yaitu memakai alat peraga talempong pacik dan gandang tambua sebagai media ajar untuk melakukan pengambilan niali praktek pada kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang yang sesuai dengan materi ajar di RPP yang telah disiapkan oleh guru. Dalam kegiatan pembelajaran Talempong Pacik difungsikan sebagai media Utama untuk lebih memahami notasi dan cara bermain talempong pacik dengan materi lagu cak dindin yang di praktekkan di dalam kelas. Dalam prakteknya. Talempong Pacik digunakan untuk mencontohkan solmisasi dari teori yang sudah ada yaitu cak dindin. Saat dalam praktek, setiap siswa mendapat kesempatan untuk membunyikan atau memainkan talempong pacik walaupun tidak lama karna kekurangan alat talempong pacik. Pelaksanaan Pembelajaran Pada pertemuan pertama. Berawal dari siswa mengamati dan memahami materi tentang Ragam alat musik tradisional nusantara beserta pengertian, peneliti melihat guru meminta siswa mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan mengenai materi yang diterangkan oleh guru, seperti apa jenis-jenis alat musik tradisional diberbagai daerah Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. Siswa Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang dinusantara dan asal alat musik tersebut yang akan dijawab melalui kegiatan belajar. Peneliti melihat siswa masih mengamati materi ragam alat musik tradisional nusantara di buku paket yang disajikan guru, dan mencari sumber referensi dari buku, guna menambah pengetahuan tentang materi ragam alat musik tradisional nusantara. Guru juga meminta siswa mencatat dibuku catatan tentang apa yang dijelaskan guru kemudian siswa mengolah informasi dari materi ragam alat musik tradisional nusantara yang diperoleh dari kegiatan mencatat dan mengamati dari referensi yang didapatkan. Pada pertemuan kedua, guru melanjutkan menerangkan materi ajar ragam alat musik tradisional nusantara dan menjelaskan tentang alat musik daerah setempat yang merupakan lanjutan materi sebelumnya yaitu materi yang telah dibahas pada pertemuan-1 mengenai pengertian musik tradisional. Pada dipertemuan kedua ini guru menerangkan serta menjelaskan jenis-jenis alat musik tradisional salah satunya yang ada di daerah sumatra barat yaitu talempong pacik, guru memperlihatkan bentuk alat musik talempong pacik kepada siswa dan menjelaskan fungsi ke lima talempong pacik tersebut yaitu mulai dari AuanakAy menggunakan nada 5 - sol. AuDasarAy menggunakan nada 3 dan 1 - mi dan do. dan AupaningkahAy menggunakan nada 4 dan 2 - fa dan re. Guru menjelaskan cara memegang talempong, memukul dan keterpaduan dalam bermain talempong pacik serta memainkan alat musik talempong pacik dengan lagu cak dindin. Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk mencotohkan bagaimana memegang talempong pacik dan memegang stik talempong pacik dengan benar. Lalu guru meminta siswa mengamati dan mencatat mengenai materi talempong pacik yang telah dijelaskan oleh guru di depan kelas, setelah itu siswa mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan-pertanyaan yang telah dijelaskan guru, guna menambah pengetahuan tentang ragam alat musik tradisional nusantara dan bermain alat musik tradisional daerah setempat yang sebelumnya belum dipahami oleh siswa. Pada pertemuan ketiga, guru membagi siswa yang terdiri dari 32 orang peserta didik dalam satu kelas tersebut dibagi menjadi 8 kelompok yang terdiri dari masing-masing kelompok beranggotakan 4 orang siswa. Selanjutnya masing-masing dari kelompok duduk sesuai teman kelompok untuk mendiskusikan mengenai materi ragam alat musik tradisional nusantara dan memainkan alat musik daerah setempat secara berkelompok, yang selanjutnya akan dipersentasikan oleh kelompok 1 yaitu menjelaskan tentang jenis-jenis alat musik beserta contohnya, fungsi dan asal daerah alat musik serta menjelaskan dengan lisan teknik memainkan alat musik tradisional nusantara dan alat musik tradisional daerah setempat. Pada saat kelompok 1 mempersentasikan hasil yang sudah dibahas dengan anggota kelompok mengenai ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 214-227 materi ragam alat musik tradisional nusantara, guru juga meminta anggota kelompok lain harus ikut aktif dalam memberikan, sanggahan, krtitik, saran dan pertanyaan kepada kelompok yang tampil, dan selanjutnya pertanyaan tersebut dijawab oleh anggota kelompok yang tampil mempersentasikan mengenai ragam alat musik tradisional nusantara dan alat musik tradisional daerah setempat. Guru sebagai penyimpul dan memberikan penguatan dari penjelasan siswa dan mengontrol jalannya persentasi. Pada pertemuan keempat, guru mengambil nilai praktek terhadap siswa dalam praktek ragam alat musik tradisinal nusantara dan bermain alat musik tradisional daerah setempat secara berkelompok yang sebelumnya telah dibahas pada pertemuan minggu ke-1, 2, dan 3. Alat musik yang digunakan pada praktek untuk pertemuan minggu ke-4 ini ialah alat musik tradisional yang ada didaerah sumatra barat yaitu alat musik talempong pacik dengan memainkan lagu cak dindin. Guru juga menambahkan gandang tambua dalam memainkan lagu cak dindin. Guru telah menjelaskan dan menerangkan kepada siswa bagaimana cara dalam bermain alat musik talempong dan menjelaskan pola gandang tambua sehingga siswa dapat memahami cara memainkannya. Selanjutnya, setelah siswa tersebut memahami kemudian siswa mempraktekkan di depan kelas yang sesuai dengan nomor urut absen kelas, dalam bermain alat musik talempong pacik terdapat dimainkan 4 orang anggota siswa yang secara bergantian dalam bentuk penilaian memainkan pola ritem, anak, dasar, paningkah dan 1 orang siswa lagi memainkan tambua sebagai pengiring. Pada saat siswa tampil guru melihat dan mengontrol kelompok yang tampil dalam melakukan praktek alat musik talempong pacik dengan memainkan pola ritem, anak, dasar, paningkah dan tambua sebagai pengiring alat musik talempong pacik dengan memainkan lagu Aucak dindinAy Dengan pola ritem. AuanakAy pada lagu AuCak DinDinAy menggunakan nada 5 = sol. AuDasarAy menggunakan nada 3 dan 1 = mi dan do. AupaningkahAy menggunakan nada 4 dan 2 = fa dan re. Evaluasi Dalam pembelajaran proses evaluasi sangat penting dibutuhkan yang mana memiliki fungsi untuk mengukur batas kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran serta ketercapaian suatu proses pembelajaran. Guru memberikan arahan dan motivasi kepada siswa agar lebih baik lagi untuk kedepannya dalam menuntaskan mata pelajaran yang di ajarkan sesuai dengan materi yang telah di berikan oleh guru. Di akhir evaluasi guru memberikan penilaian terhadap individu siswa dengan nilai yang telah di capai selama kegiatan praktek musik muatan lokal dikelas. Sehubungan telah dilakukannya penilaian terhadap pembelajaran dengan materi teknik bermain musik tradisional Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. Siswa Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang secara bersama yaitu memainkan alat musik tradisional talempong pacik guru dapat melihat apa kendala dalam proses pembelajaran serta kemampuan siswa dalam memahami materi teknik bermain musik tradisional, apakah sudah tepat penyampaian guru dalam suatu pembelajaran agar tidak ada terjadi kebosanan, kejenuhan siswa saat dalam belajar, serta keinginan dan motivasi siswa dalam belajar meningkat untuk tercapainya sebuah tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan. Adapun terdapat kendala yang dialami siswa pada saat proses pembelajaran musik tradisional talempong pacik secara garis besar terlihat yaitu: Musikalitas siswa kurang. Siswa terlihat kaku dalam bermain alat musik. Siswa belum mengerti mengenai dinamika. Siswa tidak mengetahui tonalitas dan tangga nada. Pada saat praktek , tempo tergesa-gesa. Sebagian buta nada . itch control-nya kurang bai. Kurangnya alat peraga musik talempong pacik. Semua kendala di atas merupakan hasil saat proses pembelajaran saat guru melakukan pembelajaran praktek musik tradisional talempong pacik dengan materi lagu Cak dindin. Kendala yang peneliti rasakan dan peneliti lihat dapat dijadikan acuan untuk melakukan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya sehingga pembelajaran yang diberikan oleh guru menjadi lebih baik dan tepat sasaran. Ada tiga macam indikator penilaian yang telah dibuat oleh guru dalam pembelajaran praktek memainkan alat musik talempong pacik yaitu: Teknik memegang talempong . engan rentang nilai 0-. Teknik memukul alat . engan rentang nilai 0-. Keterpaduan bermain alat musik talempong pacik . engan rentang nilai 0 Ae . Pembahasan Berdasarkan dari hasil pengamatan dalam proses pelaksanaan pembelajaran musik talempong pacik siswa di kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang yang mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terkhususnya pada mata pelajaran seni budaya . di SMP Negeri 43 Padang. Setelah melakukan penelitian dari pengamatan peneliti di lapangan. Peneliti melihat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru sudah memiliki tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang terdiri dari 3 kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, serta di dalam rencana pelaksanaan pembelajaran tersebut juga terdapat penilaian hasil belajar. Sebagaimana menurut Julita dalam ATMOSFER - VOLUME 2. NO. MEI 2024 e-ISSN: 2964-982X. p-ISSN: 2962-1232. Hal 214-227 Arikunto . 0: . dari proses belajar mengajar akan diperoleh suatu hasil, yang pada umumnya disebut hasil belajar, atau dengan istilah tujuan pembelajaran atau prestasi belajar Pelaksanaan dalam proses belajar mengajar dengan materi ragam alat musik tradisional nusantara dan memainkan alat musik daerah setempat. Dari pengamatan peneliti di lapangan dilihat bahwa pelaksanaan yang dilakukan belum sepenuhnya sesuai dengan perencanaan yang telah ada di dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), sedangkan RPP yang dibuat model pembelajaran yang digunakan ialah discovery learning dan demonstrasi pada kenyataannya di lapangan peneliti melihat guru menggunakan metode model pembelajaran lama yaitu dengan menggunakan metode ceramah. dan untuk kegiatan pembelajaran di dalam RPP terdapat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan Dalam kegiatan inti tersebut pada RPP 4 kali pertemuan yang menjelaskan bahwa siswalah yang harus lebih aktif dalam proses pembelajaran mengenai materi ragam alat musik tradisional yakni salah satunya alat musik talempong pacik, pada RPP tersebut peran guru hanya mengamati siswa dalam proses pembelajaran. Namun berdasarkan pengamatan yang telah peneliti lihat di lapangan kenyataannya sangat berbeda dimana guru ikut aktif dalam mengajarkan siswa bagaimana cara memainkan alat musik talempong pacik sedangkan pada RPP tidak ada dijelaskan, siswa juga terlihat bosan dan jenuh bahkan tidak mendengarkan guru dan siswa terlihat tidak bersemangat, malas, ada yang keluar masuk kelas dan banyak mengobrol dengan teman sebangku. Menurut peneliti baiknya pelaksanaan pembelajaran harus sangat disesuaikan dengan RPP, dimana pada RPP tersebut tentunya dapat ditambahkan berupa penjelasan tentang peran guru yang menjelaskan mengenai cara memainkan alat musik tradisional yaitu salah satunya talempong pacik dapat ditambahkan pada jam belajar di luar kelas yaitu pada pertemuan ke dua atau ke tiga di RPP agar tentunya proses pembelajaran mencapai tujuan yang telah direncanakan. Sehingga pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan bisa terlaksanakan sesuai dengan RPP dan tujuan dari pembelajaran tercapai dengan baik. Pada evaluasi pembelajaran mengenai memainkan alat musik tradisional yaitu salah satunya yang dipelajari adalah alat musik talempong pacik. Dari evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru ialah, didapatkan hasil penilaian belajar siswa dari pengambilan nilai praktek yang memenuhi pas KKM sebanyak 8 orang siswa, dan siswa yang melewati KKM sebanyak 9 orang siswa, dan untuk siswa yang belum tuntas memenuhi KKM sebanyak 15 orang siswa. Hal tersebut merupakan dampak dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang belum sesuai dengan perangkat mengajar RPP sehingga berdampak pada penilaian hasil belajar siswa Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. Siswa Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang Jadi menurut peneliti agar tercapainya sebuah tujuan dalam suatu proses pembelajaran dan hasil belajar siswa yang baik guru harus sangat memperhatikan betul dan merancang RPP yang sudah dibuat dan dapat diterapkan saat pelaksanaan proses pembelajaran mengenai alat musik talempong pacik tersebut. Menurut peneliti untuk 4 kali pertemuan yang ada pada RPP sudah cukup rinci dan jelas, namun penerapan yang dilakukan oleh guru pada kenyataannya belum sesuai dengan RPP yang sudah dibuat, guru seharusnya menerapkan serta ikut mendemonstrasikan mengenai cara memainkan alat musik talempong pacik agar siswa tidak terlalu diam dan kaku serta mudah memahami dalam mencerna cara memainkan alat music talempong pacik supaya sesuai dengan materi yang telah dibuat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran tentunya penilaian hasil belajar siswa lebih baik lagi dari penilaian yang telah diberikan oleh guru, agar penilaian hasil belajar siswa tersebut murni didapatkan dari hasil praktek siswa saat dalam memainkan salah satu alat musik tradisional secara berkelompok yaitu memainkan alat musik tradisional talempong pacik. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. di Kelas Vi-1 SMP Negeri 43 Padang terdiri dari 4 kali pertemuan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Nilai siswa setelah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Seni Budaya Musik Tradisional (Talempong Paci. masih banyak yang belum mencapai KKM, terdapat 15 orang siswa yang belum mencapai KKM dan 8 orang siswa hanya dapat meraih nilai standar KKM yang telah ditentukan dan terdapat 9 orang siswa mendapatkan nilai yang melebihi KKM. Proses pembelajaran belum sepenuhnya mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Keterbatasan guru dalam menggunakan alat peraga dan keterbatasan waktu dalam kegiatan praktek, guru terus berupaya memotivasi siswa, agar siswa terus bersemangat dalam proses kegiatan pembelajaran, siswa masih terlihat kaku dalam melakukan kegiatan pembelajaran termasuk dalam proses kegiatan praktek pembelajar musik tradisional, sehingga masih banyak nilai siswa di bawah KKM, dan selebihnya hanya mecapai batasan KKM. Maka diketahui bahwa siswa belum mendapatkan hasil nilai yang Saran