TEMATIK Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Januari 2026, pp. 86 - 97 e-ISSN: 2775-3360 https://journals. id/index. php/tematik npage 86 Peningkatan Produktivitasi Kebun Pada Kelompok Tani Melati Makmur Dengan Teknologi Penyiraman Otomatis Mahmudi*1. Agus Purwanto2. Wahyu Imam Santoso3. Eko Riyanto4 STMIK Himsya1,2,4. Universitas Muhammadiyah Semarang3 mahmudi@stmik-himsya. id1,agus-purwanto@stmik-himsya. id2,wahyuimam@unimus. ekoriyanto@stmik-himsya. Informasi Artikel Abstrak Diterima : 12-12-2025 Direview : 20-12-2025 Disetujui : 30-01-2026 Kelompok Tani Melati Makmur di Desa Mlatiharjo. Kecamatan Patean. Kabupaten Kendal, menghadapi tantangan dalam efisiensi penggunaan air dan pupuk, serta serangan hama yang mengurangi hasil panen. Pengabdian ini bertujuan memperkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kelembaban tanah, suhu, dan kebutuhan air tanaman secara real-time. Teknologi ini diharapkan dapat menghemat penggunaan air hingga 30% dan mengurangi kerusakan akibat hama. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pemasangan sensor IoT, dan pendampingan penggunaan teknologi. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air, peningkatan hasil panen hingga 50%, dan kemampuan petani dalam mengoperasikan teknologi. Meskipun terdapat tantangan infrastruktur dan adaptasi, penggunaan panel surya dan pendampingan intensif berhasil mengatasi hambatan tersebut. Penerapan teknologi IoT ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi pertanian dan berpotensi diimplementasikan lebih luas. Kata Kunci Internet of Things, pertanian presisi, efisiensi air, teknologi pertanian. Kelompok Tani. PENDAHULUAN Kelompok Tani Melati Makmur yang berada di Desa Mlatiharjo. Kecamatan Patean. Kabupaten Kendal. Jawa Tengah, menghadapi berbagai tantangan yang signifikan dalam mengelola usaha pertanian mereka, terutama dalam budidaya tanaman buah. Salah satu tantangan utama yang mereka hadapi adalah keterbatasan dalam mengelola sumber daya alam secara efisien, seperti air dan pupuk, yang berdampak langsung pada kualitas dan hasil panen mereka. Penyiraman tanaman yang masih dilakukan secara manual berdasarkan perkiraan cuaca dan pengalaman petani, seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan aktual tanaman, yang menyebabkan pemborosan sumber daya dan penurunan kualitas tanaman. Selain itu, masalah lain yang signifikan adalah serangan hama, seperti lalat buah, yang menyebabkan kerusakan pada hasil panen hingga 10-15%. Kondisi ini diperburuk oleh ketergantungan petani pada metode tradisional yang kurang memadai, seperti pemupukan yang dilakukan berdasarkan kebiasaan tanpa memperhatikan kondisi spesifik tanah atau tanaman (Akhtar, 2. Ketidaktepatan dalam pengelolaan tanah, seperti kurangnya e-ISSN: 2775-3360 pemahaman tentang kesuburan tanah dan kelembaban, menyebabkan ketidakoptimalan dalam proses pertanian Dalam hal ini, teknologi dapat memainkan peran yang sangat penting. Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian menawarkan solusi untuk mengatasi masalah-masalah ini dengan cara yang lebih presisi dan efisien (Kim. Lee, & Park, 2. Teknologi IoT dapat membantu petani dalam memantau kondisi tanaman secara real-time, seperti kelembaban tanah, suhu, dan kebutuhan air, serta memberikan data yang akurat untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dalam perawatan tanaman. Dengan demikian, teknologi ini dapat mengurangi ketergantungan pada metode konvensional dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Kelompok Tani Melati Makmur, yang terletak di Desa Mlatiharjo. Kecamatan Patean. Kabupaten Kendal, menghadapi beberapa masalah signifikan dalam mengelola usaha pertanian mereka, khususnya dalam budidaya tanaman buah. Permasalahan utama yang dihadapi oleh petani adalah ketidakmampuan dalam mengelola sumber daya alam secara efisien, terutama dalam hal penggunaan air dan pupuk. Penyiraman tanaman selama ini dilakukan secara manual tanpa mengandalkan data akurat mengenai kondisi kelembaban tanah (Sudjatinah. Wibowo, & Gunantar, 2. Hal ini menyebabkan pemborosan air, di mana tanaman sering kali kekurangan atau kelebihan air, yang berdampak pada penurunan kualitas tanaman serta produktivitas hasil panen. Gambar 1. Kebun pepaya yang sistem irigasi manual Selain itu, masalah yang juga mengemuka adalah serangan hama, terutama lalat buah, yang menyebabkan kerusakan pada tanaman buah pepaya yang dihasilkan. Kerusakan akibat hama ini diperkirakan mencapai 10-15% dari total hasil panen, yang tentunya mengurangi kualitas dan kuantitas hasil yang dapat dipasarkan (Fatimah. Cahyono, & Dwi, 2. Masalah lain yang berhubungan dengan serangan hama adalah ketidakmampuan dalam memprediksi dan mengendalikan serangan hama secara efektif, sehingga menyebabkan kerugian yang Satu masalah lainnya yang dihadapi petani adalah keterbatasan pemahaman dan pengetahuan mengenai teknologi pertanian modern. Selama ini, sebagian besar petani masih mengandalkan metode konvensional dalam perawatan tanaman, termasuk dalam hal TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Pemupukan dilakukan secara serentak berdasarkan kebiasaan atau pengalaman sebelumnya, tanpa mempertimbangkan data kondisi riil tanah atau kebutuhan tanaman yang Praktik ini tidak hanya mengarah pada penggunaan pupuk yang tidak efisien, tetapi juga bisa merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang. Selain itu, ketidakteraturan dalam pencatatan dan pengelolaan data pertanian semakin memperburuk situasi. Tanpa adanya data yang akurat mengenai kondisi tanaman, kelembaban tanah, atau pemupukan yang dilakukan, petani kesulitan dalam menganalisis dan meningkatkan hasil pertanian mereka secara berkelanjutan. Hal ini juga menghambat mereka untuk membuat keputusan berbasis data yang lebih baik. Untuk itu, pengabdian ini dirancang untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) (Pereira. Silva, & Gomes, 2. , yang dapat membantu dalam memantau kondisi tanaman secara lebih presisi dan Sistem yang akan diterapkan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi kerusakan akibat hama, serta mempermudah petani dalam mengelola perawatan tanaman berbasis data yang lebih akurat. Gambar 2. Sistem penyiraman otomatis berbasis IoT Penerapan teknologi IoT dalam sektor pertanian telah terbukti memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Dalam penelitian (Rahman. Alam, & Haque, 2. , penggunaan sensor kelembaban tanah dan sistem penyiraman otomatis terbukti dapat mengurangi pemborosan air hingga 30% dan meningkatkan hasil pertanian. Selain itu, teknologi IoT memungkinkan pemantauan real-time yang memudahkan petani dalam mengambil keputusan terkait kebutuhan tanaman, seperti kapan waktu yang tepat untuk penyiraman atau pemupukan (Akhtar, 2. Keberhasilan implementasi IoT juga telah terlihat pada beberapa program pertanian lainnya, seperti penggunaan sensor IoT untuk pemantauan tanaman bawang merah di Perampuan Village yang berhasil TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 meningkatkan hasil panen (Ginting. Mustakim, & Djamal, 2. Penerapan teknologi ini tidak hanya membantu mengelola sumber daya alam dengan lebih efisien, tetapi juga mengurangi kerugian akibat hama dan ketidakpastian dalam proses pertanian. METODE Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian ini, yaitu meningkatkan hasil panen dan efisiensi perawatan tanaman pada Kelompok Tani Melati Makmur, kami mengadopsi beberapa metode yang saling terkait yang terlihat pada diagram berikut: Gambar 3. Diagram tahapan metode pelaksanaan Pendidikan Masyarakat Kegiatan pendidikan masyarakat akan dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan mengenai teknologi Internet of Things (IoT) dan manfaatnya dalam pertanian. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para petani tentang konsep dasar IoT, serta bagaimana teknologi ini dapat diterapkan untuk memantau kondisi tanah dan tanaman secara lebih efisien (Glover. Shoaib, & Rahman, 2. Kegiatan ini juga mencakup penjelasan tentang manfaat penggunaan sensor kelembaban tanah dan suhu untuk otomatisasi penyiraman tanaman, serta bagaimana hal ini dapat mengurangi pemborosan air dan pupuk. Selain itu, petani akan diberi pemahaman tentang cara menggunakan data yang diperoleh dari sistem IoT untuk mengambil keputusan yang lebih baik dalam perawatan tanaman. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Pelatihan Metode pelatihan akan difokuskan pada pembekalan keterampilan praktis bagi para petani untuk mengoperasikan sistem IoT yang telah dipasang di lahan mereka. Pelatihan ini akan dilakukan secara langsung di lapangan, di mana petani akan diajarkan cara membaca data dari dashboard IoT (Sunaryo, 2. , mengoperasikan pompa air otomatis, serta memahami prosedur standar penyiraman berbasis data kelembaban tanah. Melalui pelatihan ini, petani akan memperoleh keterampilan dalam menggunakan teknologi pertanian modern, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian mereka. Gambar 4. Pelatihan IoT kepada kelompok petani Difusi Ipteks Kegiatan difusi Ipteks akan melibatkan implementasi teknologi IoT yang nyata pada kelompok tani melalui pemasangan sensor kelembaban tanah, suhu, dan pompa otomatis berbasis IoT di kebun mereka. Teknologi ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis dalam perawatan tanaman, seperti otomatisasi penyiraman yang berbasis data kelembaban tanah dan pengendalian penggunaan air yang lebih efisien. Selain itu, teknologi IoT ini juga akan memberikan data yang real-time untuk petani, yang dapat membantu mereka memantau kondisi lahan dan tanaman secara terus-menerus, sehingga pengelolaan tanaman lebih terkontrol. Gambar 5. Otomasi irigasi . Pemasangan Sensor Soil TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Pendampingan dan Mediasi Sebagai bagian dari pengabdian, kami akan melakukan pendampingan langsung kepada petani dalam mengoperasikan perangkat IoT dan memantau kinerjanya (Silaban. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa petani dapat menggunakan sistem secara mandiri setelah pelatihan, serta untuk memberikan bantuan teknis apabila Kami juga akan melakukan mediasi dalam menyelesaikan masalah yang mungkin timbul selama penggunaan teknologi ini, seperti kesulitan dalam membaca data atau troubleshooting perangkat. Evaluasi dan Monitoring Untuk mengukur tingkat keberhasilan pengabdian ini, evaluasi akan dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan teknologi IoT. Beberapa indikator keberhasilan yang akan diukur antara lain: Sebelum penerapan teknologi, penyiraman dilakukan secara manual dan sering kali tidak efisien. Setelah penerapan IoT, diharapkan terjadi penghematan air hingga 30%. pengelolaan yang lebih presisi, peningkatan hasil panen buah pepaya dapat tercapai hingga 50%. Pengurangan kerusakan buah akibat hama dan peningkatan kualitas buah. Persentase petani yang mampu mengoperasikan teknologi IoT dan membaca data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Selain itu, perubahan sosial, budaya, dan ekonomi juga akan dinilai, antara lain dengan melihat perubahan sikap petani terhadap penggunaan teknologi dan peningkatan pendapatan mereka akibat efisiensi dan hasil panen yang lebih baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Yang Dicapai Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk perawatan tanaman buah pada Kelompok Tani Melati Makmur telah memberikan perubahan yang signifikan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun Jangka Pendek Dalam jangka pendek, para petani telah memperoleh pemahaman dasar mengenai teknologi IoT dan cara penggunaannya dalam pertanian. Melalui sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan, 85% petani kini mampu mengoperasikan sistem IoT, membaca data dari dashboard digital, serta mengoperasikan pompa otomatis untuk penyiraman tanaman. Hal ini langsung berpengaruh pada peningkatan efisiensi penggunaan air, yang tercatat mengalami penghematan sekitar 30% dibandingkan dengan metode penyiraman manual yang sebelumnya diterapkan. Jangka Menengah Dalam jangka menengah, sistem IoT yang diterapkan tidak hanya membantu mengoptimalkan penggunaan air, tetapi juga mengurangi kerusakan buah akibat hama, yang TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 sebelumnya mencapai 10-15% dari hasil panen. Dengan adanya pemantauan kondisi tanah dan tanaman secara real-time, petani dapat lebih cepat mendeteksi dan mengatasi masalah yang muncul, seperti kekurangan air atau serangan hama. Selain itu, pelatihan yang diberikan kepada petani juga meningkatkan literasi teknologi mereka, memungkinkan mereka untuk lebih mandiri dalam mengelola pertanian mereka. Jangka Panjang Di masa depan, penerapan teknologi ini berpotensi meningkatkan kapasitas panen hingga 50%, karena petani sekarang dapat melakukan perawatan tanaman yang lebih presisi dan efisien. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga membuka peluang untuk memperluas penggunaan IoT ke lahan yang lebih luas dan kelompok tani lainnya. Keberlanjutan program ini dapat dijamin dengan penyusunan SOP perawatan, pembentukan skema pembiayaan berbasis iuran kelompok tani, serta rencana ekspansi ke kawasan pertanian lain. Kegiatan yang Dilakukan Beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan pengabdian ini. Sosialisasi dan Penyuluhan Kegiatan pertama yang dilakukan adalah sosialisasi mengenai konsep dasar IoT dan manfaatnya dalam pertanian. Sosialisasi ini diikuti dengan diskusi dengan petani untuk memahami kebutuhan mereka dalam perawatan tanaman. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman petani mengenai teknologi yang akan digunakan dan manfaatnya bagi perawatan tanaman mereka. Pelatihan Praktis Setelah sosialisasi, dilanjutkan dengan pelatihan praktis yang diberikan di kebun petani, di mana mereka dilatih untuk membaca data dari dashboard IoT, mengoperasikan pompa otomatis, serta memahami prosedur standar penyiraman berbasis data kelembaban Pelatihan ini dilakukan secara langsung di lapangan, sehingga petani dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh. Pemasangan dan Implementasi Teknologi IoT Pemasangan sensor kelembaban tanah, sensor suhu dan kelembaban udara, serta sistem penyiraman otomatis berbasis IoT dilakukan di kebun petani. Teknologi ini dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan. Pemasangan perangkat dilakukan setelah proses uji coba di laboratorium dan berjalan dengan lancar saat diterapkan di lapangan. Pendampingan dan Evaluasi Setelah penerapan teknologi, dilakukan pendampingan untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik. Petani diberi bantuan dalam troubleshooting ringan dan penyesuaian ambang kelembaban sesuai dengan kondisi tanah. Evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan hasil panen. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Kekurangan dan Kelebihan Program Kegiatan pengabdian ini menghasilkan beberapa kelebihan yang signifikan. Salah satu kelebihannya adalah efisiensi penggunaan sumber daya. Penerapan teknologi IoT berhasil menghemat penggunaan air hingga 30%, yang sebelumnya seringkali terbuang siasia akibat penyiraman yang tidak presisi. Selain itu, teknologi ini juga berperan dalam mengurangi kerusakan buah akibat hama, yang sebelumnya menyebabkan kerugian hingga 15% dari hasil panen. Dengan sistem pemantauan yang real-time, petani dapat lebih cepat mendeteksi masalah seperti kekurangan air atau serangan hama, sehingga kualitas dan kuantitas hasil pertanian meningkat. Selain itu, program ini memberikan dampak positif dalam peningkatan literasi teknologi di kalangan petani. Sebelum adanya pengabdian ini, sebagian besar petani tidak familiar dengan teknologi modern seperti sensor IoT atau sistem penyiraman otomatis. Namun, melalui pelatihan dan pendampingan langsung di lapangan, 85% petani kini dapat mengoperasikan sistem IoT, membaca data dari dashboard digital, dan mengendalikan perangkat IoT untuk merawat tanaman mereka secara lebih efisien. Ini menunjukkan adanya peningkatan kemandirian petani dalam mengelola pertanian berbasis data. Namun, meskipun ada berbagai kelebihan, terdapat beberapa kekurangan yang perlu Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur. Beberapa lokasi yang terisolasi mengalami kendala dalam mengakses sumber daya seperti listrik dan sinyal telekomunikasi yang diperlukan untuk mendukung perangkat IoT. Meskipun demikian, tantangan ini dapat diatasi dengan penggunaan panel surya sebagai sumber daya alternatif dan router 4G untuk memastikan konektivitas. Selain itu, meskipun sebagian besar petani telah berhasil mengoperasikan teknologi ini, ada beberapa petani yang masih merasa kurang yakin dan belum sepenuhnya beradaptasi dengan teknologi baru. Pendampingan yang lebih intensif diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh petani dapat memanfaatkan teknologi ini dengan optimal. Kekurangan lainnya adalah terkait dengan kesadaran teknologi. Meskipun ada peningkatan dalam pemahaman mengenai teknologi IoT, sebagian petani masih belum sepenuhnya mengerti manfaat jangka panjang dari teknologi tersebut. Oleh karena itu, perlu ada upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai potensi dan keuntungan menggunakan teknologi dalam pertanian, terutama dalam aspek keberlanjutan dan efisiensi jangka panjang. Tingkat Kesulitan Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menghadapi beberapa tingkat kesulitan yang perlu diatasi agar tujuan program tercapai dengan efektif. Salah satu tantangan utama adalah integrasi teknologi dengan metode tradisional yang masih digunakan oleh petani. Sebagian besar petani di Kelompok Tani Melati Makmur terbiasa dengan cara-cara konvensional dalam merawat tanaman, seperti penyiraman manual dan pemupukan berdasarkan kebiasaan. Peralihan ke penggunaan teknologi IoT yang lebih modern membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan bertahap, sehingga petani dapat memahami dan mengoperasikan perangkat baru ini dengan percaya diri. Tantangan ini diatasi dengan memberikan pendampingan intensif dan pelatihan praktis langsung di lapangan, di mana petani diajarkan untuk membaca data dari dashboard IoT, mengoperasikan pompa otomatis, serta mengikuti prosedur standar penyiraman berbasis data kelembaban tanah. TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Selain itu, keterbatasan infrastruktur di beberapa lokasi juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan. Beberapa petani menghadapi kesulitan dalam mengakses sumber daya penting seperti listrik dan sinyal telekomunikasi untuk mendukung perangkat IoT, terutama di daerah yang lebih terpencil. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian menggunakan solusi alternatif, seperti pemasangan panel surya untuk menyediakan sumber energi yang ramah lingkungan dan router 4G untuk memastikan konektivitas yang stabil. Meski demikian, beberapa lokasi masih menghadapi tantangan teknis terkait kestabilan jaringan, yang dapat memengaruhi kinerja sistem IoT. Kesulitan lainnya muncul dari penyesuaian pola pikir petani terhadap teknologi baru. Banyak petani yang awalnya skeptis terhadap penggunaan teknologi IoT, mengingat mereka lebih terbiasa dengan metode tradisional yang sudah lama mereka praktikkan. Oleh karena itu, penting untuk terus memotivasi dan meyakinkan petani tentang manfaat jangka panjang dari teknologi ini, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga potensi hasil panen. Pendekatan edukatif dan demonstratif melalui sosialisasi dan pelatihan intensif terbukti efektif untuk mengatasi keraguan ini. Secara keseluruhan, meskipun tantangan pelaksanaan cukup signifikan, strategi yang dilakukan, seperti pendampingan yang terus-menerus, penggunaan solusi teknologi alternatif, serta pelatihan berbasis lapangan, telah berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada dan memastikan implementasi yang lebih lancar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini memiliki beberapa tantangan, seperti kesulitan dalam Mengintegrasikan Teknologi dengan Metode Tradisional karena beberapa petani masih terbiasa dengan metode konvensional, sehingga memerlukan pendekatan yang lebih hati-hati dan bertahap untuk memastikan mereka dapat mengoperasikan teknologi ini. Beberapa lokasi yang terisolasi memerlukan solusi infrastruktur tambahan, seperti panel surya untuk sumber daya dan router 4G untuk menghubungkan perangkat ke internet. Penyelesaian Kesulitan Pendampingan intensif yang dilakukan oleh tim pengabdian secara langsung di lapangan membantu petani memahami cara kerja teknologi dan mengatasi kendala teknis yang dihadapi. Penggunaan panel surya dan router 4G sebagai solusi untuk keterbatasan sumber daya listrik dan sinyal telekomunikasi memungkinkan implementasi teknologi IoT meskipun di lokasi yang terpencil. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk memperluas penggunaan teknologi IoT ke lebih banyak kelompok tani dan lahan pertanian lainnya di daerah sekitar. Pada masa depan, teknologi IoT dapat dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi kecerdasan buatan untuk prediksi penyakit tanaman dan pengelolaan pemupukan yang lebih presisi. Program ini dapat diperluas ke sektor pertanian lainnya, seperti tanaman hortikultura, dengan penyesuaian teknologi sesuai dengan kebutuhan spesifik tanaman. Perbandingan Sebelum dan Sesudah Menggunakan Teknologi Penerapan sistem penyiraman otomatis ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil panen, yang tercermin dari angka yang lebih tinggi pada hasil panen setelah IoT diterapkan. Grafik batang memberikan gambaran visual yang jelas tentang perbedaan hasil panen antara kedua periode TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 tersebut, memperlihatkan efek positif yang ditimbulkan oleh penggunaan teknologi dalam sektor pertanian. Tabel 1. Perbandingan Hasil Panel Bulan Agustus September Oktober November Desember Hasil Panen Sebelum IoT (K. Hasil Panen Setelah IoT (K. Gambar 6. Grafik perbandingan panen sebelum dan sesudang menggunakan IoT Tabel dan grafik di atas menunjukkan perbandingan hasil panen tanaman buah pada Kelompok Tani Melati Makmur di Desa Mlatiharjo. Kecamatan Patean. Kabupaten Kendal, sebelum dan setelah penerapan sistem penyiraman otomatis berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk periode Agustus hingga Desember. Sebelum penerapan IoT, hasil panen tanaman cenderung lebih rendah karena penyiraman yang dilakukan secara manual dan kurang presisi, yang menyebabkan pemborosan air dan ketidakseimbangan kebutuhan Namun, setelah penerapan teknologi IoT, yang mengoptimalkan penyiraman berdasarkan data kelembaban tanah secara real-time, hasil panen menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pengabdian kepada masyarakat adalah usaha untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni kepada masyarakat. Kegiatan tersebut harus mampu memberikan suatu nilai tambah bagi masyarakat, baik dalam kegiatan ekonomi, kebijakan, dan perubahan perilaku . Uraikan bahwa kegiatan pengabdian telah mampu memberi perubahan bagi individu/masyarakat maupun institusi baik jangka pendek maupun jangka TEMATIK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Januari 2026 e-ISSN: 2775-3360 Pada bagian ini uraikanlah bagaimana kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan. Jelaskan indikator tercapainya tujuan dan tolak ukur yang digunakan untuk menyatakan keberhasilan dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan. Ungkapkan keunggulan dan kelemahan luaran atau fokus utama kegiatan apabila dilihat kesesuaiannya dengan kondisi masyarakat di lokasi kegiatan. Jelaskan juga tingkat kesulitan pelaksanaan kegiatan maupun produksi barang dan peluang pengembangannya kedepan. Artikel dapat diperkuat dengan dokumentasi yang relevan terkait jasa atau barang sebagai luaran, atau fokus utama kegiatan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelompok Tani Melati Makmur, penerapan teknologi Internet of Things (IoT) telah memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi kerusakan akibat hama, dan memperbaiki kualitas serta kuantitas hasil panen. Penggunaan sistem irigasi otomatis berbasis IoT berhasil menghemat air hingga 30%, serta meningkatkan hasil panen pepaya hingga 50%. Selain itu, petani yang terlibat dalam kegiatan ini mampu mengoperasikan sistem IoT dengan baik, yang menunjukkan peningkatan literasi teknologi Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil dan adaptasi petani terhadap teknologi baru. Meskipun demikian, tantangan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan panel surya sebagai sumber energi alternatif dan pendampingan yang intensif di lapangan. Keberhasilan implementasi teknologi ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, seperti integrasi kecerdasan buatan untuk prediksi penyakit tanaman dan pengelolaan pemupukan yang lebih Untuk pengembangan program pengabdian di masa depan, perlu dilakukan perluasan penerapan teknologi IoT ke sektor pertanian lainnya, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman petani mengenai potensi teknologi dalam meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan. Program ini juga dapat diperluas dengan melibatkan kelompok tani lain di daerah sekitar untuk menciptakan dampak yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA