BENEFIT: Journal Of Business. Economics. And Finance Volume 1 Issue 1 2023 Page 79-86 DOI: 10. 37985/benefit. Penerapan Model Pembelajaran Number Heads Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Administrasi Pajak Kelas XII Akl 1 SMKN 4 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2022/2023 Meriati SMK Negeri 4 Pekanbaru . my@gmail. Abstract Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian yang didasari atas hasil belajar mata pelajaran Administrasi Pajak yang masih rendah dan kurangnya penerapan variasi model pembelajaran pada peserta didik kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1 di SMK Negeri 4 Pekanbaru tahun pelajaran 2022/202023. Maka digunakan kooperatif learning tipe Number Heads Together dalam metode Diskusi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dan kuantitatif dalam bentuk prentase yang dibagi dalam kelompok Hasil belajar diambil dari segi keaktifan, pendalaman materi presenatsi , keceriaan dan kreativitas peserta didik dalam presentasi pembahasan materi dan hasil tes . fektif, kognitif dan psikomoto. , sehingga diperoleh hasil rata-rata keaktifan tinggi, keceriaan dan kreativitas Copyright @ Meri ati baik serta terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 58,96%. Demikian halnya dengan ketuntasan klasikal juga yang mengalami peningkatan dari kegiatan sebesar 93,56%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Number Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pajak kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1 di SMKN 4 Pekanbaru Kata kunci : Hasil belajar. Number Heads Together, ,Administrasi Pajak Abstract Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian yang didasari atas hasil belajar mata pelajaran Administrasi Pajak yang masih rendah dan kurangnya penerapan variasi model pembelajaran pada peserta didik kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1 di SMK Negeri 4 Pekanbaru tahun pelajaran 2022/202023. Maka digunakan kooperatif learning tipe Number Heads Together dalam metode Diskusi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dan kuantitatif dalam bentuk prentase yang dibagi dalam kelompok Hasil belajar diambil dari segi keaktifan, pendalaman materi presenatsi , keceriaan dan kreativitas peserta didik dalam presentasi pembahasan materi dan hasil tes . fektif, kognitif dan psikomoto. , sehingga diperoleh hasil rata-rata keaktifan tinggi, keceriaan dan kreativitas baik serta terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 58,96%. Demikian halnya dengan ketuntasan klasikal juga yang mengalami peningkatan dari kegiatan sebesar 93,56%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Number Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pajak kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1 di SMKN 4 Pekanbaru Kata kunci : Hasil belajar. Number Heads Together, ,Administrasi Paja Article info: Received 06 April 2023. Accepted 15 April. Published 20 April 2023 Copyright @ Meri ati PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempunyai peranan penting di dalam pembangunan, karena pada hakekatnya pendidikan berfungsi untuk memanusiakan manusia. Menurut UU Nomor 2 Tahun 1989, pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (Hasbullah: 2. Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Hasbullah: 2. Pendidikan dapat dilaksanakan secara formal maupun non formal Pendidikan formal dilaksanakan pada instansi pendidikan yaitu di sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan pendidikan non formal dapat dilaksanakan di luar sekolah dan tidak harus di bawah naungan Departeman Pendidikan Nasional, misalnya kursus-kursus, pelatihan berbagai macam keterampilan, bimbingan belajar, dan berbagai pendidikan luar sekolah lainnya. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, sekolah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai peranan yang sangat besar. Oleh karena itu diselenggarakanlah pendidikan formal mulai dari tingkat dasar sampai tingkat pendidikan tinggi. Setiap jenjang pendidikan tersebut mempunyai tujuan yang berbeda-beda yang pada dasarnya mengacu pada tujuan pendidikan nasional. Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan sebagai salah satu jenjang pendidikan formal yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik agar dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Agar proses pendidikan berlangsung dengan baik diperlukan sumber daya manusia yang handal. Pada kegiatan pembelajaran dari berbagai tindakan atau kelas berbeda-beda tingkat kesulitan dan keberhasilan pencapaian hasil belajar. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar ditentukan oleh tiga faktor utama yaitu peserta didik, mengajar . etode mengaja. dan Tercapainya tindakan tujuan pengajaran sangat bergantung pada mutu pengelolaan kegiatan Kegiatan belajar dengan metode mengajar yang tepat menjadi awal keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan, pembenahan secara terus menerus baik dari segi materi, metode maupun evaluasi, harus dilaksanakan oleh semua pihak terutama pengajar. Setiap guru, apapun mata pelajaran yang diajarkan pasti menginginkan agar peserta didiknya berhasil mencapai tujuan yang diharapkan, dengan kata lain hasil belajar peserta dapat melebihi atau paling tidak sama dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. yang telah ditetapkan. Guru sebagai perancang pembelajaran berperan sebagai fasilitator untuk membuat peserta didik lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Untuk itu guru dituntut mencari model pembelajaran yang dapat merangsang kegiatan peserta didik semaksimal mungkin sehingga proses belajar mengajar yang berorientasi pada kegiatan sebagaimana peserta didik belajar seperti tuntutan KTSP dapat terlaksana. Copyright @ Meri ati Dengan demikian, pendidikan, khususnya sekolah, harus memiliki sistem pembelajaran yang menekankan pada proses dinamis yang didasarkan pada upaya meningkatkan keingintahuan . siswa tentang dunia. Pendidikan harus mendesain pembelajarannya yang responsif dan berpusat pada siswa agar minat dan aktivitas sosial mereka terus meningkat (Huda, 2. Model pembelajaran yang efektif yaitu model pembelajaran yang memiliki keterkaitan dengan tingkat pemahaman guru terhadap perkembangan dan kondisi siswa-siswa dikelas (Aunurrahman: 2. Namun praktiknya, model pembelajaran yang selama ini digunakan masih cenderung tidak dapat meningkatkan peran serta peserta didik secara optimal dalam pembelajaran, dan pada akhirnya tidak dapat memberi sumbangan yang besar terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik. Memperhatikan hal tersebut maka penting sebagai guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Menurut Purwanto . , hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu hasil dan belajar. Pengertian hasil . menunjukkan suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada individu yang belajar. Perubahan perilaku itu merupakan perolehan yang menjadi hasil belajar. Winkel dalam Purwanto . menyebutkan bahwa hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Perubahan itu meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Menurut Soedijarto dalam Purwanto . , hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. Dengan memperhatikan teori di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku peserta didik akibat belajar. Perubahan perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar. Pencapaian itu didasarkan atas tujuan pengajaran yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil belajar. SMK Negeri 4 Pekanbaru menggunakan Kurikulum K13. Dalam penerapan pembelajaran Administrasi Pajak di SMK Negeri 4 Pekanbaru sebelumnya menggunakan metode ceramah. Namun, model pembelajaran yang diterapkan masih kurang terstruktur dengan baik sehingga hasil dari proses pembelajaran masih rendah. METODE Penelitian ini merupakan penelitian tindakan . ction researc. , karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian saintifik, sebab bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran administrasi pajak, menggunakan metode pembelajaran number heads dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Selanjutnya penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 4 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2022/2023. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII AKL 1. Penilaian per siklus digunakan untuk mengukur variabel yang digunakan dalam penelitian meningkatkan hasil belajar. Copyright @ Meri ati HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap observasi kegiatan peserta didik dalam pembelajaran dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan dengan mengamati aktivitas dan perilaku peserta didik. Dan penilaian hasil belajar dilakukan setelah siklus 5 selesai atau setelah akhir pertemuan. Berdasarkan hasil analisis data pada siklus terakhir terdapat peningkatan yang baik dari siklus 1 sampai siklus Peningkatan ini dapat dilihat dari keaktifan peserta didik, keceriaan dan kreativitas peserta didik serta hasil tes dalam pembelajaran. Keaktifan peserta didik dilihat dari penjelasan saat presentasi, memberikan pertanyaan, menjawab pertanyaan, menyanggah, memberikan kritik dan saran. Tabel 1. Keaktifan siswa Siklus 1-siklus 5 Kelompok Frekuensi Keterangan Kelompok A Sangat Tinggi Kelompok B Tinggi Kelompok C Tinggi Kelompok D Tinggi Kelompok E Tinggi Interval nilai keaktifan kelompok : Sangat tinggi Tinggi = >24 = 16 - 23 Cukup = 8 - 15 Kurang =0-7 Tinggi Sekali : 1 kelompok . %) Tinggi : 4 kelompok . %) Berdasarkan tabel 1 diatas, keaktifan peserta didik dari siklus 1 Ae siklus 5 termasuk dalam kategori Terdapat 1 kelompok . %) sudah menunjukkan aktivitas belajar sangat tinggi dan 4 kelompok . %) menunjukkan aktivitas belajar tinggi. Tidak ada satu kelompokpun yang menunjukkan aktifitas belajar cukup dan kurang. Hasil tersebut dapat dikatakan telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah Lalu penilaian keceriaan dan kreativitas peserta didik dinilai berdasarkan yel-yel yang dibuat serta inovasi diskusi yang dilakukan dan kegembiraan pada saat pelaksaan kegiatan pembelajaran. Tabel 2. Keceriaan dan kreativitas peserta didik Copyright @ Meri ati Siklus Kelompok Nilai Keterangan Siklus 1 Kelompok A Sangat baik Siklus 2 Kelompok B Baik Siklus 3 Kelompok C Baik Siklus 4 Kelompok D Sangat baik Siklus 5 Kelompok E Baik Rata-rata Interval nilai keceriaan dan kreativitas peserta didik : Sangat baik = 94-100 Baik = 88-93 Cukup = 82-87 Kurang = < 82 . ilai KKM) Sangat baik : 2 kelompok . %) Baik : 3 kelompok . %) Berdasarkan tabel 2, keceriaan dan kreativitas siswa dari siklus 1 Ae siklus 5 termasuk dalam kategori Terdapat 2 kelompok. %) menunjukkan keceriaan dan kreativitas sangat baik, 3 kelompok . %) menunjukkan keceriaan dan kreatifitas baik. Hasil tersebut dapat dikatakan telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan . Interval nilai kemampuan siswa : Sangat baik = 94-100 Baik = 88-93 Cukup = 82-87 Kurang = < 82 . ilai KKM) Sangat baik : 25 orang . ,10%) Baik : 11 orang . ,24%) Cukup : 3 orang . ,70%) Berdasarkan hasil nilai belajar peserta didik secara individu mengalami peningkatan. Nilai tertinggi sebelum menggunakan metode Number Heads Together adalah 96,67 setelah menggunakan metode Number Heads Together meningkat menjadi 100 . Nilai terendah sebelum menggunakan metode Number Heads Together adalah 53,70 setelah menggunakan metode Number Heads Together meningkat menjadi Copyright @ Meri ati 84,80. Rata-rata kelas yang diperoleh sebelum menggunakan metode Number Heads Together yaitu 65,80 dengan ketuntasan klasikal 20,51%. Setelah menggunakan metode Number Heads Together nilai rata-rata peserta didik mengalami peningkatan menjadi 93,23 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 29,42%. Demikian halnya dengan ketuntasan klasikal juga yang mengalami peningkatan dari kegiatan sebesar 79,48%. Hasil tersebut dapat dikatakan telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data pada siklus terakhir terdapat peningkatan yang baik dari siklus 1 sampai siklus 5. Peningkatan ini dapat dilihat dari keaktifan peserta didik, keceriaan dan kreativitas peserta didik serta hasil tes dalam pembelajaran. keaktifan peserta didik dari siklus 1 Ae siklus 5 termasuk dalam kategori tinggi. Terdapat 1 kelompok . %) sudah menunjukkan aktivitas belajar sangat tinggi dan 4 kelompok . %) menunjukkan aktivitas belajar Tidak ada satu kelompok pun yang menunjukkan aktifitas belajar cukup dan kurang. Keceriaan dan kreativitas peserta didik dari siklus 1 Ae siklus 5 termasuk dalam kategori baik. Terdapat 2 kelompok. %) menunjukkan keceriaan dan kreativitas sangat baik, 3 kelompok . %) menunjukkan keceriaan dan kreatifitas baik. Hasil tersebut dapat dikatakan telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Nilai belajar peserta didik secara individu mengalami peningkatan. Nilai tertinggi sebelum menggunakan metode Number Heads Together adalah 96,67 setelah menggunakan metode Number Heads Together meningkat menjadi 100. Nilai terendah sebelum menggunakan metode Number Heads Together adalah 53,70 setelah menggunakan metode Number Heads Together meningkat menjadi 84,80. Rata-rata kelas yang diperoleh sebelum menggunakan metode Number Heads Together yaitu 65,80 dengan ketuntasan klasikal 20,51%. Setelah menggunakan metode Number Heads Together nilai rata-rata peserta didik mengalami peningkatan menjadi 93,42 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 29,42%. Demikian halnya dengan ketuntasan klasikal juga yang mengalami peningkatan dari kegiatan sebesar 79,48%. Hasil tersebut dapat dikatakan telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Sehingga penerapan model pembelajaran Number Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Administrasi Pajak di kelas XII Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1 SMK Negeri 4 Pekanbaru. Copyright @ Meri ati DAFTAR PUSTAKA