JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 DETERMINASI INKLUSI KEUANGAN DAN PENGARUH SOSIAL TERHADAP MINAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI KEUANGAN DENGAN MODERASI GENDER Widi Zohriana1. Lukman Effendy2 1,2Universitas Mataram. Mataram. Indonesia e-mail: widizohriana@gmail. com, lukman. effendy@unram. Diterima:26-01-2025 Disetujui:15-04-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara inklusi keuangan dan pengaruh sosial terhadap minat penggunaan teknologi keuangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram dengan dimoderasi gender. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode simple random sampling dan terpilih 385 mahasiswa sebagai sampel. Analisis data penelitian menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan dan pengaruh sosial berpengaruh positif terhadap minat penggunaan teknologi keuangan. Gender tidak mampu memoderasi hubungan inklusi keuangan dan pengaruh sosial terhadap minat penggunaan teknologi keuangan karena layanan keuangan digital semakin inklusif, dengan literasi keuangan, aksesibilitas, dan kemudahan penggunaan sebagai faktor dominan. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dan penyedia fintech dalam merancang strategi adopsi yang lebih inklusif dengan menekankan inklusi keuangan dan pengaruh sosial sebagai faktor utama. Penelitian ini berimplikasi bahwa pendekatan untuk meningkatkan adopsi teknologi keuangan dapat berkonsentrasi pada meningkatkan inklusi keuangan dan pengaruh sosial tanpa membedakan pendekatan berdasarkan Kata kunci: Inklusi Keuangan. Pengaruh Sosial. Penggunaan Teknologi Keuangan: Gender Abstract This study examines the relationship between financial inclusion and social influence on the interest in using financial technology among Economy and Businees Faculty students at the University of Mataram, with gender as a moderating variable. Using a quantitative approach and simple random sampling, 385 students were selected as the sample, and data analysis was conducted with SmartPLS 4. The results show that financial inclusion and social influence positively and significantly impact interest in using financial technology. However, gender does not moderate this relationship, as digital financial services are increasingly inclusive, with financial literacy, accessibility, and ease of use as dominant factors. These findings provide valuable insights for policymakers and fintech providers in designing more inclusive adoption strategies, emphasizing financial inclusion and social influence as key factors. This study suggests that efforts to enhance financial technology adoption should focus on improving financial inclusion and social influence without differentiating approaches based on gender. Keywords: Financial Inclusion. Social Influence. Use of Financial Technology. Gender JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 49 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Pendahuluan Perkembangan teknologi keuangan telah mentransformasi sistem keuangan dan model bisnis konvensional menjadi digital, memungkinkan transaksi yang lebih cepat, efisien, dan aman. Sejak diperkenalkannya Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) pada 2016, tingkat literasi keuangan di Indonesia mengalami peningkatan signifikan hampir 20 poin persentase hingga mencapai hampir 50% pada 2022 (OJK, 2. Digitalisasi ini juga mendorong pertumbuhan pengguna layanan keuangan dari 96,5 juta pada 2015 menjadi 144,2 juta pada 2021 (Ramadhani et al. , 2. Namun, meskipun akses ke layanan keuangan digital semakin luas, masih terdapat tantangan dalam adopsi teknologi keuangan, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai generasi muda yang berperan dalam peningkatan literasi Menurut studi Laut & Hutajulu, . , ada korelasi yang signifikan antara peningkatan inklusi keuangan di Indonesia dan besarnya persentase penggunaan teknologi Hal ini sangat relevan terutama bagi mahasiswa sebagai agen literasi keuangan dan generasi muda yang masih bergantung pada pendapatan orang tua, karena dapat membantu mereka mengelola keuangan dengan lebih baik sambil berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan ekonomi secara keseluruhan (Faqih & Yulianti. Dalam proses adopsi teknologi keuangan, ada banyak hubungan antara inklusi keuangan, pengaruh sosial, dan minat dalam teknologi keuangan. Pengaruh sosial berperan penting dalam mendorong atau menghambat adopsi teknologi keuangan melalui mekanisme norma subjektif dan visibilitas sosial dalam komunitas mereka. Lee & Kim, . menemukan bahwa individu dengan inklusi keuangan yang tinggi dan lingkungan sosial yang mendukung lebih cenderung mengadopsi teknologi keuangan. Kim et al. juga menunjukkan bahwa pengaruh sosial memperkuat hubungan antara inklusi keuangan dan minat dalam penggunaan teknologi keuangan, terutama di kalangan digital natives. Selain itu, penelitian oleh (Halik et al. , 2. telah membuktikan bahwa pengaruh sosial yang menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga dan teman secara signifikan memengaruhi keputusan seseorang untuk menggunakan teknologi keuangan. (Raza et al. , 2. juga menemukan bahwa faktor sosial, termasuk rekomendasi dari rekan kerja dan komunitas, berkontribusi besar dalam meningkatkan adopsi layanan teknologi keuangan di kalangan masyarakat Dalam konteks pengaruh sosial terhadap adopsi teknologi keuangan, penting untuk memahami bahwa pengaruh sosial merupakan upaya seseorang atau lebih untuk mengubah tingkah laku, sikap, atau kepercayaan orang lain (Kotler et al. , 2. Pengaruh sosial dalam teknologi keuangan telah muncul secara signifikan di masyarakat karena kombinasi inklusi keuangan dan pengaruh sosial yang semakin kuat di era digital. Akibatnya, minat mahasiswa untuk menggunakan teknologi keuangan terus meningkat seiring dengan kebutuhan akan transaksi digital yang efisien dan aman. Menurut Wang & Chou, . , ada dua dimensi utama yang membentuk pengaruh sosial, yaitu subjective norms dan visibility, di mana subjective norms mengacu pada persepsi tekanan sosial untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku tertentu, sementara visibility berkaitan dengan sejauh mana hasil penggunaan teknologi dapat diamati dan dikomunikasikan kepada orang lain. Zhang & Chen, . menunjukkan bahwa pengaruh sosial memiliki dampak signifikan terhadap adopsi teknologi keuangan di kalangan mahasiswa, terutama melalui peer influence dan sosial media Hal ini tidak hanya membuat transaksi keuangan sehari-hari lebih mudah, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk masa depan yang semakin digital. Kumar et al. , . mengungkapkan bahwa pengaruh sosial berkontribusi sebesar 64% dalam keputusan adopsi teknologi keuangan di kalangan generasi muda. Sangat penting bagi berbagai pemangku kepentingan untuk terus mendukung dan mengembangkan ekosistem teknologi keuangan yang aman dan bermanfaat bagi mahasiswa, sambil memperhatikan aspek keamanan dan literasi keuangan digital (Davidson & Thompson, 2. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 50 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Selain faktor pengaruh sosial, aspek gender juga memainkan peran penting dalam adopsi teknologi keuangan. Gender merupakan perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan yang terbentuk sejak lahir (Widianingsih et al. , 2. , serta mencakup perbedaan perilaku yang dibentuk oleh proses sosial dan budaya. Gender telah diidentifikasi sebagai faktor penting dalam menentukan kesejahteraan keuangan dengan perbedaan signifikan dalam pola pikir dan pengambilan keputusan keuangan antara laki-laki dan perempuan. Dalam konteks adopsi teknologi keuangan, laki-laki cenderung lebih terbuka terhadap inovasi teknologi dan fokus pada aspek kecepatan serta efisiensi transaksi, sementara perempuan lebih dipengaruhi oleh rekomendasi sosial dan aspek keamanan (Akbar & Armansyah, 2023. Korompis1, 2. Venkatesh et al. menegaskan bahwa gender memiliki pengaruh moderasi yang signifikan dalam adopsi teknologi, sementara penelitian oleh Morris et al. menunjukkan bahwa perempuan lebih terpengaruh oleh pendapat dari lingkungan sosial mereka dalam mengadopsi teknologi keuangan, sedangkan laki-laki lebih mempertimbangkan aspek teknis dan fungsional. Perbedaan-perbedaan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pemasaran teknologi keuangan yang mempertimbangkan karakteristik gender untuk meningkatkan tingkat adopsi di kedua kelompok. Sejalan dengan pengaruh gender dan pengaruh sosial dalam adopsi teknologi keuangan, berbagai penelitian telah menunjukkan hasil yang beragam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan teknologi keuangan. Marpaung et al. , . mengidentifikasi bahwa karakteristik pengguna seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, dan tingkat pendidikan memiliki peran penting dalam adopsi teknologi keuangan. Perkembangan teknologi aplikasi pembayaran seperti GoPay. OVO. Dana. ShopeePay, dan Link Aja telah menciptakan ekosistem pembayaran non-tunai yang lebih aman dan efisien (Damayanti et al. , 2. Namun, terdapat inkonsistensi dalam temuan penelitian terkait hubungan antara inklusi keuangan dan adopsi teknologi keuangan. Penelitian oleh Dewi, . menunjukkan pengaruh negatif inklusi keuangan terhadap teknologi keuangan, sementara (Kusuma & Dadang Hermawan, 2. menemukan pengaruh positif pengaruh sosial terhadap minat penggunaan teknologi keuangan. Ruli et al. , . menyimpulkan bahwa inklusi tidak berpengaruh terhadap teknologi keuangan, sedangkan penelitian Lasmini & Zulvia, . Alawi et al. , . , dan Irawati et al. , . justru menunjukkan adanya pengaruh signifikan inklusi keuangan terhadap minat penggunaan teknologi keuangan. Inkonsistensi hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penelitian lebih lanjut yang mengintegrasikan aspek Inklusi Keuangan dan pengaruh sosial terhadap teknologi keuangan dengan mempertimbangkan gender sebagai variabel moderasi, mengingat perbedaan karakteristik adopsi teknologi antara laki-laki dan perempuan yang telah dibahas sebelumnya. Penelitian ini menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis pada tahun 1989 berdasarkan Theory of Reasoned Action (TRA) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan cloud computing yang telah disediakan oleh provider, dimana TAM merupakan teori yang menjelaskan minat dan alasan seseorang dalam berperilaku menggunakan teknologi informasi (Kholilah et al. Memberikan kerangka dasar untuk pencarian informasi tentang elemen eksternal yang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan tujuan penggunaan adalah tujuan utama TAM (Anthony et al. , 2. Dengan menggunakan teori ini penelitian dapat memberikan pemahaman bagaimana kemudahan penggunaan teknologi, manfaat yang dirasakan, dan pengaruh sosial berinteraksi dengan variabel moderasi seperti gender, pemangku kepentingan dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan adopsi teknologi keuangan di masyarakat. Berdasarkan uraian yang diatas, penelitian ini akan menguji pengaruh inklusi keuangan dan pengaruh sosial sebagai variabel independen terhadap minat penggunaan teknologi keuangan sebagai variabel dependen, dengan gender sebagai variabel moderasi. Pemilihan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram sebagai objek penelitian didasarkan pada beberapa pertimbangan kritis. Pertama, mahasiswa FEB memiliki JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 51 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 pemahaman dasar tentang konsep keuangan dan teknologi yang lebih baik dibandingkan mahasiswa fakultas lain (Azniza & Meyla, 2. Kedua, sebagai digital natives, mahasiswa merepresentasikan kelompok potensial pengguna fintech di masa depan. Ketiga, karakteristik demografis mahasiswa FEB UNRAM yang beragam, dengan komposisi gender yang seimbang, memberikan sampel yang ideal untuk menguji efek moderasi gender (Lee & Shin. Keempat, sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di NTB. UNRAM memiliki mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi yang dapat memberikan gambaran komprehensif tentang adopsi fintech di kalangan generasi muda (Rahman & Hasan, 2. Didasarkan pada informasi di atas, penelitian ini menganalisis bagaimana inkulusi keuangan dan pengaruh sosial memengaruhi keinginan untuk menggunakan teknologi keuangan dengan moderasi gender. Kerangka konseptual yang menjelaskan hubungan antar variabel ditunjukkan pada gambar berikut: Inklusi Keuangan Teknologi Pengaruh sosial Gender Gambar 1. Kerangka Konseptual Inklusi Keuangan dan Teknologi keuangan Menurut CGAP-GPFI, inklusi keuangan, juga disebut sebagai inklusi keuangan, adalah ketika seluruh populasi usia produktif memiliki akses yang efektif ke semua produk dan layanan keuangan yang disediakan oleh lembaga perbankan formal (Windi et al. , 2. Inklusi keuangan berarti bahwa masyarakat dapat memanfaatkan barang dan jasa keuangan yang tersedia di lembaga keuangan yang memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghasilkan kesejahteraan (Khusna, 2. Menurut teori Technology Acceptance Model (TAM). Kegunaan yang Dirasakan. Dalam konteks inklusi keuangan, jika orang merasakan manfaat nyata dari penggunaan teknologi keuangan, seperti penghematan waktu dan biaya, mereka akan lebih tertarik untuk mengadopsi teknologi tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa rasa manfaat ini mendorong pengguna untuk mengadopsi teknologi tersebut. Menurut penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rizki & Zulvia, . Marginingsih, 2021. menunjukkan bahwa bahwa variabel inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap teknologi keuangan. Riset seperti Durai et al. , . Miao & Juanjuan, . Noor et al. , . Tirtayasa et al. , . dan Jaya, . menemukan bahwa inklusi keuangan memiliki hubungan yang positif dengan teknologi keuangan. Di sisi lain, penelitian oleh Wewengkang et al. , . dan Michelle, . menemukan bahwa inklusi keuangan memiliki dampak negatif dan tidak signifikan terhadap teknologi keuangan. : Inklusi Keuangan berpengaruh terhadap Minat Penggunaan Teknologi keuangan Pengaruh sosial dan Teknologi keuangan Pengaruh sosial didefinisikan sebagai tekanan atau pengaruh oleh pihak eksternal yang mempengaruhi persepsi seseorang terhadap apa yang dianggap oleh pihak lain dalam konteks teknologi (Ulfa & Solekah, 2. Dalam hal ini, pihak luar juga dianggap berperan dalam mendorong seseorang untuk menggunakan teknologi keuangan (Sari et al. , 2. JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 52 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Pengaruh sosial juga dapat memengaruhi keinginan seseorang untuk menggunakan layanan Menurut Nawayseh, . , faktor yang memengaruhi keinginan untuk menggunakan teknologi keuangan adalah pengaruh sosial. Teman, keluarga, dan rekan kerja dapat memberikan pendapat, saran, atau rekomendasi yang dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk menggunakan teknologi (Beldad & Hegner, 2. Penerapan teori Technology Acceptance Modal (TAM) dalam konteks pengaruh sosial salah satu faktor penting yang mempengaruhi keinginan untuk menggunakan teknologi keuangan adalah pengaruh sosial ketika seseorang berada dalam lingkungan sosial yang mendukung penggunaan teknologi keuangan, mereka lebih cenderung untuk Penelitian menemukan bahwa pengaruh sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap minat untuk menggunakan teknologi keuangan karena orang cenderung mengikuti jejak orang-orang di sekitar mereka yang sudah menggunakan teknologi tersebut. Menurut penelitian Baabdullah, . , terdapat pengaruh pengaruh sosial terhadap keyakinan pengguna dalam menggunakan teknologi. Selain itu. Ramos et al. , . menemukan bahwa ada pengaruh positif sosial influence terhadap niat penggunaan teknologi : Pengaruh sosial berpengaruh terhadap minat penggunnaan Teknologi keuangan Gender. Iklusi Keuangan. Pengaruh Sosial dan Teknologi keuangan Gender diharapkan dapat memoderasi hubungan antara inklusi keuangan dan pengaruh sosial terhadap minat penggunaan teknologi keuangan, yang merupakan inovasi teknologi dalam layanan keuangan (Lai, 2. Berninghausen & Kerstan, . menegaskan bahwa gender mencakup nilai-nilai sosial dan budaya yang mempengaruhi akses layanan keuangan, sementara Holle, . menyatakan inklusi keuangan mendorong akses yang terjangkau ke layanan keuangan. Hal ini diperkuat oleh Mustaqim et al. , . yang menjelaskan pengaruh sosial sebagai upaya mengubah perilaku dalam penggunaan teknologi baru, dimana Rusdianasari, . menekankan inklusi keuangan sebagai alat penting dalam akses layanan keuangan, yang didukung penelitian (Venkatesh & Morris 2. bahwa gender berperan sebagai moderator dalam adopsi teknologi dan perilaku keuangan. Teori penerimaan teknologi (TAM), gender dan inklusi keuangan dan pengaruh sosial terhadap minat penggunaan teknologi keuangan menunjukkan peran gender sebagai faktor moderasi yang signifikan. Juita et al. , . Studi menunjukkan bahwa perempuan lebih dipengaruhi oleh pengaruh sosial dalam adopsi teknologi keuangan daripada laki-laki, karena perempuan menerima dukungan sosial dan norma masyarakat yang lebih besar. Selain itu, peningkatan inklusi keuangan dapat mendorong perempuan untuk menggunakan teknologi keuangan karena mengatasi hambatan akses. Jadi, untuk meningkatkan adopsi teknologi keuangan di kalangan perempuan, sangat penting untuk memahami perbedaan gender dalam respons terhadap pengaruh sosial dan inklusi keuangan. H3a : Gender memoderasi pengaruh Inklusi Keuangan terhadap minat penggunaan Teknologi keuangan H3b : Gender memoderasi pengaruh Pengaruh sosial terhadap minat penggunaan Teknologi keuangan Metode Penelitian asosiatif menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan kausalitas antara dua atau lebih variabel Sugiyono, . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram yang masih aktif yang berjumlah 6553 mahasiswa. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel random. Peneliti juga melakukan perhitungan jumlah minimal sampel yang dibutuhkan dengan menggunakan metode slovin dan diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 385 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang dibagikan secara langsung secara online dengan menggunakan google form. Data penelitian JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 53 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 berasal dari kuesioner penelitian, yang langsung diperoleh dari hasil jawaban dari pertanyaan yang disusun oleh peneliti. Untuk menganalisis penelitian ini, analisis regresi linier dipilih. Selanjutnya, perangkat lunak Smart PLS 4. 0 akan diuji dengan model statistik menggunakan metode analisis Partial Least Square (PLS). Studi ini menggunakan tiga tahapan untuk melakukan pengujian. Pertama, validitas dan realibilitas diuji. Validitas konvergen dan diskriminan diuji dengan nilai faktor pengisian. Reliabilitas dinilai dengan nilai alpha Cronbach dan reliabilitas komposit. Structural model, yang terdiri dari R-square. Q-square, dan path coefficients, adalah tahap Selanjutnya, langkah terakhir adalah menafsirkan hasil pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan nilai T dan P (Hair et al. , 2. Terdapat 2 variabel independen dalam penelitian ini yaitu inklusi keuangan dan pengaruh sosial. Kemudian variabel dependen adalah teknologi keuangan. Sedangkan variabel moderasi adalah gender yang didistribusikan ke mahasiswa FEB, item pernyataan diukur dengan Skala Likert. Dalam penelitian ini, skala likert lima poin digunakan. menunjukkan sangat setuju, dan poin . menunjukkan sangat tidak setuju. Skala likert digunakan karena dapat mengukur persepsi responden tentang bagaimana mereka menanggapi pertanyaan kuesioner. Data yang digunakan berasal dari survei langsung dari mahasiswa aktif fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Mataram. Variabel Inklusi Keuangan Pengaruh Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Defiisi Operasional Indikator Inklusi bahwa pelaku ekonomi dapat mengakses dan menggunakan sistem Pada atau kelompok dapat atau sikap orangorang di lingkungan mereka berdasarkan keyakinan mereka. Minat Seseorang Penggunaa memiliki minat untuk n Teknologi melakukan yang membuat mereka menggunakannya di penggunaan Teknolog Akses Penggunaan Kualitas Kesejahteraan Sumber (Marginingsi h, 2021. Informasi dari teman (Asgina Informasi dari keluarga Ashfiasari. Dorongan dari teman dan 2. Niat penggunnaan (Cahyaningty Kecenderungan untuk as & Witono. Perkiraan penggunaan di masa depan Niat penggunaan di masa JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 54 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 i keuangan adalah produk penelitian ini. Gender Gender didefinisikan sebagai perbedaan peran yang disebabkan oleh sosial Peranan ini memang sudah ada sejak lahir. Peran Tanggung jawab Fungsi Tugas (Setyo Hakim, 2. Hasil dan Pembahasan Uraian Responden Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 385 mahasiswa yang bertindak sebagai responden. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 300 orang atau setara dengan 74%. Sementara itu, responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 85 orang, yang mewakili 26% dari total responden. Uji Validitas dan Realibilitas Tabel 2. Nilai Loading Factor Variabel Indikator Loading Factor Keterangan Inklusi Keuangan 1 0,836 Valid Inklusi Keuangan 2 0,876 Valid Inklusi Keuangan 3 0,873 Valid Inklusi Keuangan (X. Inklusi Keuangan 4 0,850 Valid (IK) Inklusi Keuangan 5 0,850 Valid Inklusi Keuangan 6 0,862 Valid Inklusi Keuangan 7 0,877 Valid Inklusi Keuangan 8 0,713 Valid Inklusi Keuangan 9 0,836 Valid Pengaruh sosial 1 0,711 Valid Pengaruh sosial 2 0,748 Valid Pengaruh sosial (X. Pengaruh sosial 3 0,774 Valid (SI) Pengaruh sosial 4 0,752 Valid Pengaruh sosial 5 0,747 Valid Pengaruh sosial 6 0,763 Valid Pengaruh sosial 7 0,867 Valid Pengaruh sosial 8 0,872 Valid Pengaruh sosial 9 0,847 Valid Teknologi keuangan 1 0,868 Valid Teknologi keuangan 2 0,877 Valid Teknologi keuangan 3 0,710 Valid Teknologi keuangan 4 0,875 Valid Teknologi keuangan (Y) Teknologi keuangan 5 0,804 Valid (FT) Teknologi keuangan 6 0,767 Valid Teknologi keuangan 7 0,867 Valid Teknologi keuangan 8 0,873 Valid Teknologi keuangan 9 0,773 Valid Gender 1 0,811 Valid Gender (M) Gender 2 0,704 Valid JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 55 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Variabel (G) Gender x Inklusi Keuangan (M x X. (GIK) Gender x Pengaruh sosial (M x X. (GSI) Sumber: data diolah 2024 Indikator Gender 3 Gender 4 Gender 5 Loading Factor 0,711 0,784 0,858 Keterangan Valid Valid Valid Gender x Inklusi Keuangan Valid Gender x Pengaruh Valid Semua indikator penelitian memenuhi kriteria validitas konvergen, seperti yang ditunjukkan oleh hasil analisis yang ditunjukkan pada Tabel 2, yang menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki nilai faktor pengisi di atas ambang minimum 0,5. Oleh karena itu, alat pengukuran yang digunakan ditunjukkan valid dan dapat diandalkan untuk mengukur konstruk atau variabel penelitian. Akibatnya, alat ini layak digunakan dalam analisis statistik lebih lanjut. Inklusi Keuangan (X. IK1 IK2 IK3 IK4 IK5 IK6 IK7 IK8 IK9 SI1 SI2 SI3 SI4 SI5 SI6 SI7 SI8 SI9 FT1 FT2 FT3 FT4 FT5 FT6 FT7 FT8 FT9 0,836 0,876 0,873 0,850 0,850 0,862 0,877 0,713 0,836 0,189 0,217 0,309 0,124 0,156 0,185 0,224 0,240 0,319 0,772 0,780 0,558 0,748 0,702 0,567 0,727 0,684 0,597 0,720 0,444 Tabel 3. Nilai Cross Loading Pengaruh Teknologi Gender (M) (X. (Y) 0,156 0,187 0,213 0,288 0,295 0,286 0,236 0,230 0,318 0,711 0,748 0,774 0,752 0,747 0,763 0,867 0,872 0,847 0,305 0,361 0,403 0,358 0,189 0,415 0,267 0,327 0,362 0,287 0,473 0,670 0,729 0,711 0,702 0,713 0,743 0,740 0,577 0,708 0,251 0,291 0,394 0,197 0,225 0,290 0,336 0,305 0,409 0,868 0,877 0,710 0,875 0,804 0,767 0,867 0,873 0,773 0,812 0,527 0,631 0,686 0,666 0,612 0,603 0,629 0,642 0,511 0,633 0,263 0,280 0,376 0,215 0,227 0,309 0,336 0,329 0,386 0,714 0,725 0,530 0,721 0,719 0,579 0,690 0,702 0,630 0,811 0,704 Gender x Gender x Inklusi Pengaruh Keuangan sosial (M (M x X. x X. -0,573 -0,184 -0,611 -0,194 -0,572 -0,191 -0,496 -0,127 -0,489 -0,161 -0,519 -0,160 -0,534 -0,193 -0,432 -0,126 -0,496 -0,131 -0,044 0,065 -0,114 0,055 -0,183 0,048 -0,005 0,106 -0,041 0,121 -0,060 0,080 -0,050 0,096 -0,057 0,120 -0,112 0,068 -0,523 -0,178 -0,509 -0,207 -0,301 -0,090 -0,474 -0,165 -0,562 -0,213 -0,366 -0,090 -0,521 -0,196 -0,459 -0,186 -0,377 -00,130 -0,513 -0,223 -0,240 -0,098 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 56 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 Inklusi Keuangan (X. 0,474 0,535 0,632 M x X1 -0,525 M x X2 -0,253 Sumber: data diolah 2024 Pengaruh (X. Teknologi (Y) Gender (M) 0,329 0,257 0,239 -0,104 -0,102 0,500 0,548 0,681 -0,557 -0,200 0,711 0,784 0,858 -0,525 -0,253 Gender x Gender x Inklusi Pengaruh Keuangan sosial (M (M x X. x X. 0,363 -0,185 -0,384 -0,218 -0,477 -0,239 1,000 0,542 0,542 1,000 Sebagai bukti validitas diskriminan instrumen penelitian, hasil analisis yang disajikan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai loading setiap indikator lebih tinggi daripada konstruk Selain itu, reliabilitas diuji menggunakan reliabilitas komposit dan Cronbach's alpha, hasilnya ditunjukkan dalam Tabel 4, yang menunjukkan konsistensi internal yang memadai untuk setiap konstruk. Tabel 4. Nilai CronbachAos Alpha dan Realibilitas Komposit CrobachAos Alpha Reliabilitas Komposit Variabel Inklusi Keuangan 0,948 0,860 Pengaruh sosial 0,924 0,951 Teknologi keuangan 0,941 0,940 Gender 0,835 0,946 Sumber: data diolah 2024 Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa semua variabel penelitian menunjukkan konsistensi dan keandalan yang memadai, dengan nilai Cronbach's alpha dan reliabilitas komposit masing-masing bernilai <0,7. Gambar 2 menunjukkan bagaimana model struktural dibuat untuk membantu pengujian tambahan yang sesuai dengan hipotesis penelitian. Gambar 2. Model Struktural Penelitian JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 57 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 iUji Hipotesis Setelah analisis data selesai, hipotesis diuji secara menyeluruh dengan menggunakan parameter statistik seperti R-square untuk koefisien determinasi dan path coefficients untuk kekuatan dan arah hubungan antar variabel. Hasil pengujian ini disajikan dalam Tabel 5 dan 6, yang memberikan rincian tentang signifikansi dan besarnya pengaruh antar variabel dalam model struktural. Tabel 5. Nilai R Square R Square Penggunaan Teknologi keuangan 0,785 Sumber: data diolah 2024 Adjusted R Square 0,782 Hasil analisis yang disajikan pada Tabel 5 menunjukkan korelasi kuat sebesar 78,5% antara penggunaan teknologi keuangan, inklusi keuangan, dan pengaruh sosial yang dimoderasi oleh Nilai R-square adalah 0,785. Meskipun fakta bahwa faktor lain di luar model menyumbang 21,5% variasi variabel dependen, ini menunjukkan bahwa model ini memiliki kemampuan eksplanatori yang sangat baik. Hasil ini membuka jalan untuk mengeksplorasi komponen tambahan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, sekaligus menekankan kekuatan prediktif model. Tabel 6. Nilai Path Coefficient Sampel Rata-rata Standar Asli (O) Sampel Deviasi (M) (STDEV) Gender x Inklusi keuangan -> -0,018 -0,018 0,019 Teknologi keuangan Gender x Pengaruh sosial -> 0,006 0,004 0,032 Teknologi keuangan Inklusi Keuangan -> Teknologi 0,092 0,095 0,028 Pengaruh sosial -> Teknologi 0,395 0,399 0,046 Gender -> Financial Technology 0,489 0,486 0,045 Sumber: data diolah 2024 Variabel T Statistik (| O/STDEV |) Values 0,949 0,343 0,184 0,854 3,307 0,001 8,532 0,000 10,873 0,000 Berdasarkan hasil analisis tiga dari lima hubungan yang diuji menunjukkan pengaruh yang signifikan. Inklusi Keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap teknologi keuangan dengan koefisien jalur 0,092 . -statistik = 3,307, p-value = 0,. , dan pengaruh sosial juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap teknologi keuangan dengan koefisien jalur 0,395 . -statistik = 8,532, p-value = 0,. Meskipun demikian, efek moderasi gender pada hubungan antara Inklusi Keuangan dan teknologi keuangan tidak signifikan dengan koefisien jalur -0,018 . -statistik = 0,949, p-value = 0,. , dan efek moderasi gender pada hubungan antara pengaruh sosial dan teknologi keuangan juga tidak signifikan dengan koefisien jalur 0,006 . -statistik = 0,184, p-value = 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun Gender memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap teknologi keuangan. Pengaruh Inklusi Keuangan terhadap minat penggunaan Teknologi keuangan Sehubungan dengan penggunaan teknologi keuangan, variabel inklusi keuangan memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0,092 dan tingkat signifikansi . -valu. sebesar 0,001, di bawah 5%. Selain itu, nilai t-tabel sebesar 1,960 lebih rendah daripada nilai t-statistik sebesar 3,307. Hal ini menunjukkan hasil analisis bahwa faktor inklusi keuangan secara signifikan dan positif mempengaruhi penggunaan teknologi keuangan. Oleh karena itu, hipotesis bahwa ada JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 58 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 pengaruh inklusi keuangan terhadap teknologi keuangan dapat diterima. Ini mendukung temuan penelitian lain yang menunjukkan bahwa inklusi keuangan meningkatkan adopsi teknologi keuangan Lasmini & Zulvia, . Saputra, . Ana Khofifa et al. , . Penelitian menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan siswa yang lebih tinggi berkorelasi dengan adopsi teknologi keuangan. Ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa inklusi keuangan yang lebih baik memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses layanan keuangan digital dan lebih memahami tentang barang-barang keuangan. Seperti yang dinyatakan oleh Sari et al. , orang yang memiliki akses yang lebih baik ke layanan keuangan formal cenderung lebih siap untuk mengadopsi solusi teknologi keuangan. Selain itu, inklusi keuangan membantu meningkatkan kepercayaan pada sistem keuangan digital dan mengurangi tantangan psikologis untuk menggunakan layanan teknologi keuangan. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pemahaman yang baik tentang barang dan jasa keuangan dan memiliki akses yang cukup ke lembaga keuangan cenderung menggunakan dan menggunakan layanan teknologi keuangan. Widyastuti et al. menemukan bahwa inklusi keuangan sangat penting untuk membuat orang melihat dan berperilaku baik tentang penggunaan teknologi keuangan. Hal-hal seperti kemudahan akses, ketersediaan informasi, dan pengalaman positif dengan layanan keuangan tradisional memengaruhi keputusan untuk menggunakan solusi teknologi keuangan. Menurut Putri & Firmansyah . , inklusi keuangan yang baik membentuk fondasi yang kuat untuk adopsi teknologi keuangan yang berkelanjutan. Pengaruh sosial terhadap minat penggunaan Teknologi keuangan Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh sosial memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0,395 dan nilai p-value . i bawah 5% signifikans. sebesar 0,000. Nilai t-statistik sebesar 8,532 juga lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,960. Hal ini menunjukkan, seperti yang ditunjukkan oleh hasil analisis, bahwa variabel pengaruh sosial secara signifikan dan positif mempengaruhi penggunaan teknologi Oleh karena itu, hipotesis bahwa ada pengaruh sosial terhadap teknologi keuangan dapat diterima. Hal ini mendukung temuan penelitian lain yang menunjukkan bahwa pengaruh sosial menguntungkan adopsi teknologi keuangan Purwanto et al. Fadhillah & Hasanah, . , dan Maulana et al. , . Menurut studi tersebut, ketika mahasiswa menggunakan teknologi keuangan, mereka dapat memperoleh manfaat dari pengaruh sosial. Ini karena pengaruh sosial memainkan peran penting dalam keputusan mahasiswa tentang penggunaan teknologi keuangan. Pengaruh lingkungan sosial, teman sebaya, dan keluarga sangat memengaruhi persepsi dan sikap terhadap penggunaan teknologi keuangan. Pengalaman orang lain dan saran mereka seringkali memengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan teknologi keuangan. Tekanan sosial dan keinginan untuk mengikuti tren juga mendorong siswa untuk menggunakan teknologi keuangan (Rahayu et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang hidup dalam lingkungan sosial yang mendukung penggunaan teknologi keuangan lebih cenderung menggunakan dan mengadopsi layanan tersebut. Maulana et al. menemukan bahwa norma subjektif dan pengaruh sosial sangat memengaruhi niat dan perilaku menggunakan teknologi keuangan. Pengalaman sosial yang positif mendorong adopsi teknologi keuangan karena kesadaran akan manfaatnya. Selain itu. Purwanto et al. menemukan bahwa interaksi sosial dan berbagi pengalaman siswa meningkatkan persepsi positif terhadap teknologi keuangan. Persepsi positif ini kemudian berdampak pada tingkat adopsi dan penggunaan layanan tersebut. Gender memoderasi pengaruh Inklusi Keuangan terhadap minat penggunaan Teknologi Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa variabel moderasi gender dalam hubungan antara inklusi keuangan dan teknologi keuangan memiliki JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 59 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 nilai koefisien jalur sebesar -0,018 dan tingkat signifikansi . -valu. sebesar 0,343, yang lebih besar dari 5%. Juga, nilai t-tabel sebesar 1,960 lebih tinggi dari nilai t-statistik sebesar 0,949. Hal ini menunjukkan, seperti yang ditunjukkan dalam hasil analisis, bahwa variabel moderasi gender tidak signifikan dalam memoderasi pengaruh inklusi keuangan terhadap teknologi Jadi, hipotesis bahwa ada efek moderasi gender pada hubungan antara inklusi keuangan dan teknologi keuangan ditolak. Ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa gender dapat mengontrol hubungan antara inklusi keuangan dan adopsi teknologi keuangan (Jitender Kumar & Vinki Rani, 2. (Jaradat & Faqih, 2. (Emerald, 2. Hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan gender tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap seberapa kuat atau lemah hubungan antara inklusi keuangan dan penggunaan teknologi keuangan di kalangan mahasiswa. Menurut Utami et al. , 2. meskipun gender dapat memengaruhi preferensi dan penggunaan layanan keuangan, dampaknya tidak cukup besar untuk mengubah hubungan penting antara inklusi keuangan dan adopsi teknologi keuangan. Kusuma & Pramesti . menemukan bahwa dalam hal adopsi teknologi keuangan, elemen seperti aksesibilitas, literasi keuangan, dan kemudahan penggunaan memiliki pengaruh yang lebih besar daripada perbedaan gender. Hasil penelitian ini memberi kita pemahaman baru tentang bagaimana gender mempengaruhi inklusi keuangan dan teknologi keuangan. Rahman & Septiani . mengusulkan bahwa kurangnya efek moderasi gender dapat menunjukkan bahwa lanskap keuangan digital semakin inklusif dan netral secara gender. Wijaya et al. juga menekankan bahwa elemen seperti pengalaman digital, tingkat pendidikan, dan eksposur terhadap teknologi keuangan mungkin memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan gender dalam menentukan hubungan antara inklusi keuangan dan adopsi keuangan Gender memoderasi pengaruh Pengaruh sosial terhadap minat penggunaan Teknologi Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa variabel moderasi gender dalam hubungan antara pengaruh sosial terhadap teknologi keuangan memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0,006 dan nilai p-value . ingkat signifikans. sebesar 0,854, yang berada di atas 5% dalam kaitannya dengan penggunaan teknologi keuangan. Nilai t-statistik sebesar 0,184 juga lebih rendah dari nilai t-tabel sebesar 1,960. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil analisis, ini menunjukkan bahwa variabel moderasi gender tidak signifikan dalam memoderasi pengaruh pengaruh sosial terhadap teknologi keuangan. Oleh karena itu, hipotesis bahwa ada efek moderasi gender pada hubungan pengaruh sosial terhadap teknologi keuangan ditolak. Ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa gender dapat memoderasi hubungan antara adopsi teknologi keuangan dan pengaruh sosial (Muhammad Asif & Farhan Sarwar, 2. (Mulazid et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gender tidak memiliki dampak signifikan pada pengaruh sosial terhadap penggunaan teknologi keuangan di kalangan siswa. Menurut (Ramu, 2. , meskipun gender dapat memengaruhi cara seseorang menanggapi tekanan sosial, dampaknya tidak cukup besar untuk mengubah hubungan penting antara pengaruh sosial dan adopsi teknologi keuangan. Govender & Sihlali, . menemukan bahwa dalam hal adopsi teknologi keuangan, variabel seperti saran teman sebaya, pengaruh keluarga, dan tren sosial memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan dengan perbedaan Penemuan penelitian ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi sosial dan keuangan mempengaruhi gender. Lee et al. , . menyatakan bahwa kurangnya efek moderasi gender dapat menunjukkan bahwa ada pergeseran dalam dinamika sosial yang semakin merata dan inklusif antara laki-laki dan perempuan ketika datang ke adopsi teknologi Selain itu. Pratama et al. menekankan bahwa elemen seperti kekuatan JAIM: Jurnal Akuntansi Manado | 60 JAIM: Jurnal Akuntansi Manado. Vol. 6 No. 1 April 2025 jaringan sosial, kredibilitas sumber informasi, dan relevansi sosial mungkin memiliki dampak yang lebih besar daripada gender dalam menentukan hubungan antara pengaruh sosial dan adopsi teknologi keuangan. Kesimpulan dan Saran Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi inklusi keuangan dan pengaruh sosial terhadap minat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram terhadap penggunaan teknologi keuangan dengan gender sebagai variabel moderasi. Hasil dan diskusi penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sosial dan inklusi keuangan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan untuk menggunakan teknologi keuangan. Gender tidak terbukti memoderasi hubungan ini. Meskipun begitu, penelitian ini tak luput dari keterbatasan yang membuat penelitian ini masih bisa dikembangkan lebih mendalam melalui penelitian berikutnya. Beberapa faktor yang menjadi keterbatasan penelitian ini diantaranya adalah penggunaan metode penelitian yang hanya berfokus pada pendekatan kuantitatif dan responden yang terbatas pada satu fakultas saja, sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat memperluas cakupan penelitian dan menggunakan metode penelitian Implikasi dari temuan ini bahwa penyedia layanan teknologi keuangan dapat menggunakan pemahaman yang baik tentang inklusi keuangan dan pengaruh sosial untuk membuat strategi yang tepat untuk meningkatkan adopsi teknologi keuangan tanpa mempertimbangkan pendekatan berdasarkan gender. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat berfungsi sebagai model dan referensi untuk penelitian yang akan datang. Daftar Pustaka