Contents lists available at https://ojs. id/index. php/saqbe Vol 2 No 2 Oktober 2024, https://doi. org/10. 31605/saqbe Saqbe : Sains dan Pembelajarannya Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Pembelajaran IPA Terintegrasi STEM: A Systematic Literature Review Students' Creative Thinking Skills Through STEM Integrated Science Learning: A Systematic Literature Review Nor Indriyanti1*. Rina Sugiarti Dwi Gita2. Nurman3 . Ahdatu Uli Khikamil Maulidiya4 Science Education. Faculty of Teacher Training and Education. Universitas Sulawesi Barat. Majene. Indonesia Learning Technology. Faculty of Teacher Training and Education. Universitas PGRI Argopuro . Jember. Indonesia Biology Education. Faculty of Teacher Training and Education. Universitas Sulawesi Barat. Majene. Indonesia Science Education. Faculty of Teacher Training and Education. Universitas Jember. Jember. Indonesia *Correspondence e-mail: nor. indriyanti@unsulbar. Received: Agustus 2024 Revised: September 2024 Accepted : September 2024 Published: Oktober 2024 Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian Systematic Literatur Review (SLR). Tujuannya untuk melakukan studi literatur terhadap hubungan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan STEM. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan mengumpulkan dan melakukan review pada artikel yang berkaitan dengan kata kunci penelitian. Sebanyak 80 Artikel yang publish 5 tahun terakhir dari tahun 2019-2024 dari jurnal nasional dan internasional dari data base online Google Scholar. Eric, dan Garuda. Selanjutnya artikel yang terkumpul diseleksi sesuai kriteria penelitian dan diperoleh sebanyak 15 artikel yang menjadi data sekunder. Artikel yang terpilih menjadi literatur yang akan Hasil temuan dari penelitian ini adalah . Kemampuan berpikir kreatif pembelajaran IPA siswa sangat penting untuk diasah dan dikembangkan sebagai persiapan menghadapi era global saat ini. Pembelajaran berintegrasi STEM sangat memberi pengaruh positif pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Implementasi STEM dapat diintegrasikan dengan berbagai model pembelajaran yang berpusat pada siswa, selain itu STEM juga dapat diimplementasikan dengan media Kata Kunci: Kemampuan Berpikir kreatif. Pembelajaran IPA. STEM. Systematic Literature Review Abstract This study is a Systematic Literature Review (SLR) study. The aim is to conduct a literature study on the relationship between students' creative thinking skills in science learning using the STEM approach. Data collection techniques are carried out by collecting and reviewing articles related to research keywords. A total of 80 articles published in the last 5 years from 20192024 from national and international journals from the online databases Google Scholar. Eric, and Garuda. Furthermore, the collected articles were selected according to research criteria and 18 articles were obtained as secondary data. Furthermore, the selected articles became the literature to be analyzed. The findings of this study are . Students' creative thinking skills in science learning are very important to be honed and developed as preparation for facing the current global era. STEM- integrated learning has a very positive influence on improving students' creative thinking skills. The implementation of STEM can be integrated with various student-centered learning models, besides STEM can also be implemented with learning media. Keywords: Creative Thinking Skills. Science Learning. STEM. Systematic Literature Review Pendahuluan Kemampuan sains siswa Indonesia dalam PISA berada pada peringkat 71 dengan skor 396 (OECD, 2. Rendahnya nilai PISA siswa Indonesia disebabkan oleh model pendidikan yang mengakibatkan rendahnya kemampuan penalaran imajinatif (Suharyat et al. , 2. Siswa harus mampu berpikir kreatif untuk mengembangkan diri, menemukan ide-ide baru, serta mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya. Berbagai cara dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut diantaranya adalah dengan menyederhanakan proses pendidikan agar siswa memiliki kemampuan untuk berpikir (Fradila et al. , 2. Kemampuan berpikir ini merupakan proses menguraikan ide-ide dari siswa, yang mengarah pada ide atau informasi baru yang dapat menjawab pertanyaan (Lestari & Ilhami, 2. AuIlmu pengetahuan alam (IPA)Ay atau yang dikenal juga dengan AusainsAy merujuk pada alam. Olivia . dalam Nurjanah et al. , . , menegaskan bahwa istilah AusainsAy atau Auilmu pengetahuan alam (IPA)Ay merupakan pengetahuan yang sangat luas, meliputi pengetahuan tentang kehidupan, makhluk hidup, alam semesta, dan hubungan antara manusia di alam dan tentang diri mereka sendiri. Pendidikan sains adalah studi tentang alam semesta dan isinya, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya (Indri, 2. Pendidikan sains berfokus pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa untuk membantu mereka memahami alam dengan lebih baik. Siswa diharapkan mampu berpikir kreatif kritis, inovatif, dan logis ketika mempelajari sains (Fajrina et al. , 2. IPA bukan hanya sekadar mengetahui sekumpulan fakta, ide, atau teori, tetapi merupakan rangkaian proses menemukan hal-hal baru dan mempelajari alam secara sistematis. Siswa diarahkan untuk menemukan kebenaran tentang fakta dan sains melalui eksperimen sebagai bagian dari proses pembelajaran Sains. Dari hal inilah siswa akan memiliki kemampuan mengamati, menganalisis, membuktikan, kemudian menarik kesimpulan sesuai dengan prosedur (Sari, 2017 dalam Sari & Angreni, 2. Pembelajaran IPA itu sendiri menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kreatif . reative thinkin. dimana kemampuan tersebut menuntut siswa untuk berpikir kreatif dalam menemukan hal baru. Kemampuan itulah yang dibutuhkan siswa sehingga mampu beradaptasi dalam lingkungan yang dinamis (Wayan Widana, 2. Kemampuan berpikir kreatif siswa dapat dilatih dalam pembelajaran IPA yang berintegrasi STEM, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu mengembangkan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari (Marudut et al. , 2. Guru harus bijak dalam menentukan model pembelajarannya (Indri, 2. , siswa juga dituntut untuk cepat beradaptasi dalam menemukan strategi Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat menjadikan siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif adalah pembelajaran STEM (Science. Technology. Engineering, dan Mathematic. Pembelajaran STEM mendorong siswa untuk mampu menghadapi permasalahan yang kompleks dengan pengetahuan serta keterampilan dari beberapa disiplin ilmu (Surya & Wahyudi, 2018. Hong et al. , 2019. Margot & Kettler, 2019. English & King, 2019. Permanasari et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Nadelson dan Seifert . menyatakan bahwa model pembelajaran STEM sangat cocok diterapkan oleh guru untuk membentuk generasi yang berkualitas, kemudian Baker dan Galanti . mencoba pembelajaran STEM pada siswa sekolah dasar. Ejiwale . menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran STEM harus diterapkan dalam semua jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Pendekatan STEM memiliki beberapa fungsi. Fungsi-fungsi tersebut antara lain melatih siswa untuk mengintegrasikan empat disiplin ilmu yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika dalam satu waktu pembelajaran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pengalaman siswa sendiri atau kehidupan nyata (Baker & Galanti, 2017. Estapa & Tank, 2017. Dare et al. , 2. Pendekatan STEM merupakan pendekatan yang sangat baik untuk mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran karena siswa terlibat secara fisik dan emosional dalam lingkungan pembelajaran (Sturyf et al. , 2. Shin et al. juga mengungkapkan bahwa pendekatan ini juga membantu siswa mengeksplorasi pilihan karier masa depan. Model pembelajaran STEM menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara bersamaan dalam menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. Pembelajaran STEM telah dikembangkan di banyak negara, seperti Taiwan (Lee et al. , 2019. Chen & Lin, 2019. Thi & Loan, 2. Swiss (Hinojo-Lucena et al. , 2. Jepang (Yata et al. , 2. Amerika Serikat (Gonzalez & Kuenzi, 2. dan masih banyak lagi. Penerapan STEM dalam kerangka pembelajaran sangat bervariasi. Hobbs dkk. menyatakan bahwa sekolah atau guru harus menentukan sendiri definisi dan kerangka pembelajaran STEM. Peneliti melakukan penelitian Systematic Literatur Review (SLR) ini untuk mengkaji berbagai artikel ilmiah guna melihat lebih jelas dampak pembelajaran IPA berintegrasi STEM terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Peneliti merumuskan masalah, yaitu: Apakah pembelajaran IPA berintegrasi STEM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa? Tujuan dari kajian sistematis literatur ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran IPA berintegrasi STEM dapat memengaruhi kapasitas berpikir kreatif Metode Penelitian Penelitian ini dalam bentuk Systematic Literatur Review (SLR). Dalam kajian pustaka, peneliti hanya menggunakan sumber pustaka untuk memperoleh informasi. Langkah awal dalam menyusun strategi penelitian adalah melakukan penelusuran pustaka, termasuk menggunakan sumber pustaka untuk mengumpulkan data (Melfianora, 2. Studi pustaka menggunakan desain penelitian tinjauan naratif. Jenis penelitian yang dikenal dengan tinjauan naratif akan menggabungkan teori-teori dan metode-metode penelitian yang sudah ada. (Chris, 2. mengatakan bahwa studi pustaka merupakan suatu penelaahan terhadap berbagai literatur tentang subjek yang akan diteliti dan menggabungkannya menjadi suatu kesatuan yang padu sehingga menghasilkan interpretasi-interpretasi yang mengangkat isu penting, kecenderungan, kompleksitas, dan perdebatan. Dalam penelitian ini, analisis kualitatif deskriptif digunakan sebagai teknik analisis data untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan membahas data serta menarik kesimpulan. Pencarian artikel dilakukan dengan memasukkan kata kunci creative thinking, critical thinking. STEM, dan science ke dalam halaman Google Scholar. Eric, dan Garuda. Hasil penelitian berdasarkan publikasi jurnal internasional, jurnal nasional terakreditasi, dan seminar nasional antara tahun 2019 sampai tahun 2024 digunakan untuk memilih artikel untuk pengumpulan data sekunder. Jurnal Open Access (OJS), kualitas metodologi penelitian yang digunakan dalam artikel, penyajian dan pembahasan data, serta kesesuaian data untuk analisis, baik referensi terkini dan relevan maupun tidak merupakan bagian dari proses validasi yang dilakukan. Tabel tersebut digunakan untuk menampilkan hasil validasi dan evaluasi artikel ilmiah yang dimaksud. Identitas pengarang, tahun terbit, identitas jurnal, judul jurnal dan hasil penelitian artikel tercantum dalam tabel hasil validasi. Pemeriksaan informasi dengan menggunakan model investigasi subjektif Miles dan Huberman meliputi pengelompokan informasi, penyajian informasi, dan pengambilan simpulan. Artikel didefinisikan dari database: . Setelah artikel dianalisis sesuai tema pada database dihilangkan . Artikel didiskualifikasi karena tidak memenuhi rentang waktu 2019-2024 . 13 artikel diinklusi untuk dianalisis dan Gambar 1. Diagram alir terkait Langkah systematic literatur review C. Hasil Dan Pembahasan Hasil dari penelitian ini didapatkan dari jurnal yang bersumber dari Google Schoolar. Garuda, dan ERIC berkaitan dengan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA berintegrasi STEM. Dari hasil pencarian, didapatkan 13 jurnal disajikan dalam tabel 1 di bawah ini. Penulis Tabel 1. Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Pembelajaran IPA Berintegrasi STEM Judul jurnal Tujuan Penelitian Hasil Penelitian Farida. , et , 2019/ Jurnal Berskala Ilmiah Pendidikan Fisika/Source: Google Schoolar Pengembangan Modul Fisika STEM Terintegrasi Kearifan Lokal Beduk untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Untuk mengetahui apakah pengembangan modul fisika STEM yang terintegrasi dengan kearifan lokal beduk dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Siswa mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif dengan peningkatan N-gain sebesar 0,92 . Oktaviani. et al. , 2020/ Unnes Physics Education Journal/ Source: Google Schoolar Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis STEM (Science. Technology. Engineering, and Mathematic. untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP Mengetahui kelayakan dan juga keterban LKS berbasis STEM dalam kemampuan berpikir kreatif siswa Dengan menggunakan LKS berbasis STEM siswa mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif yang meliputi kelancaran . , elaborasi . , keluwesan . , dan keaslian . Parno et al. Internasional Journal of Recent Technology and Engineering/ Source: Scopus Husna et al. Scientiae Educatia/ Source: Google Schoolar AuThe Influence of STEM- Based 7E Learning Cycle on Students Critical and Creative Thinking SkillsAy Mengidentifikasi pendekatan pengajaran STEM-7E dalam kemampuan berpikir Pembelajaran STEM-7E terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif AuDeveloping STEM Based Students Worksheet to Improve StudentsAo Creativity and Motivation of Learning ScienceAy Mengetahui apakah pengembangan LKS berbasis STEM dapat kreativitas dan motivasi belajar siswa LKS berbasis STEM dapat meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar siswa seara Pimthong & Williams, 2020/ Kasetsart Journal AuPreservice teachersAo understanding of STEM educationAy Menyelidiki pemahaman Pentingnya STEM education dan mengenai STEM Social Sciences/ Source: Scopus mengenai STEM dalam mengintegrasikan dengan disiplin ilmu. Kencana. et al. , 2019/ Journal of Physics/ Source: Google Schoolar AuThe effect of science, engineering, and mathematics (STEM) on studentsAo creative thinking skillsAy mengetahui pengaruh STEM terhadap kemampuan berpikir Melalui pembelajaran STEM siswa mengalami peningkatan kemampuan berpikir kreatif yang signifikan dengan kriteria sedang dan tinggi. Astawan. , et , 2023/ Jurnal Pendidikan IPA Indonesia/ Source: Google Schoolar AuSTEM-Based Scientific Learning and Its Impact on StudentsAo Critical and Creative Thinking Skills: An Empirical StudyAy Mengetahui hubungan kausal antara pendidikan STEM dalam kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif Penerapan pembelajaran berintegrasi STEM berdampak positif terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha Molania. , et , 2022/ Jurnal Penelitian Pendidikan IPA/ Source: Google Schoolar AuApplication of Integrated Projectbased and STEM-based E-learning Tools to Improve StudentsAo Creative Thinking and Self-Regulation SkillsAy mengembangkan dan melihat kelayakan serta perangkat pembelajaran STEM terintegrasi PjBL learning untuk kemampuan regulasi diri dan berpikir kreatif siswa Pengembangan perangkat pembelajaran e-learning PjBLSTEM menghasilkan peningkatan hasil baik dalam berpikir kreatif pengaturan diri. Persentase peningkatan rata-rata keterampilan berpikir kreatif adalah 73,66 % . ategori Maria. S, et , 2023/ Jurnal Penelitian Pendidikan IPA/ Source: Google Schoolar AuThe Effect of STEM Learning in Building Creative Dispositions and Creative Thinking Skills of Junior High School StudentsAy Mengetahui pengaruh pembelajaran STEM dalam mengkonstruk disposisi kreatif dan keterampilan berpikir kreatif siswa SMP Siswa yang diberi perlakuan pembelajaran STEM memiliki kemampuan berpikir kreatif lebih tinggi dibandingkan siswa yang diberi perlakuan dengan pendekatan pembelajaran saintifik metode praktikum. Sri. , & Nirwana. 2023/ Jurnal Penelitian Pendidikan IPA/ AuDevelopment of STEM-Based E-LKPD on Senses System Material to Improve Creative Thinking AbilityAy mengetahui pengaruh pengembangan media pembelajaran E-LKPD STEM dalam Lembar Kerja Siswa Elektronik . -LKPD) berbasis STEM sangat praktis, valid serta efektif dalam mewujudkan peningkatan kemampuan berpikir kratif Source: Google Schoolar kemampuan berpikir kreatif siswa SMA/MA Prajoko. , et , 2023/ Jurnal Penelitian Pendidikan IPA/ Source: Google Schoolar AuProject Based Learning (PJBL) Model with STEM Approach on StudentsAo Conceptual Understanding and CreativityAy Menganalisis pengaruh PjBl dengan pendekatan STEM dalam pemahaman konsep serta kreativitas siswa PjBL dengan menggunakan pendekatan STEM mampu mempengaruhi kreativitas dan pemahaman konsep siswa Achara Somwaeng, 2019/ Journal of Physics/ Source: Scopus AuDeveloping Early Childhood StudentsAo Creative Thinking Ability in STEM EducationAy perkembangan berpikir kreatif siswa TK 2 sebelum dan sesudah pembelajaran menurut Pendidikan STEM Perbandingan kemampuan kreatif siswa TK menemukan bahwa anak usia dini yang menerima pengalaman belajar sesuai konsep Pendidikan STEM memiliki kemampuan berpikir kreatif setelah belajar lebih tinggi daripada sebelum belajar, intervensi pendidikan STEM untuk taman kanak-kanak dapat meningkatkan pemikiran kreatif Aprina. , et , 2023/ Jurnal Penelitian Pendidikan IPA/ Source: Google Schoolar TheAo EffectAo ofAo STEMAoBasedAo Mathematics andAo NaturalAo ScienceAo TeachingAo MaterialsAo onAo Students''CriticalAo andAoCreativeAo ThinkingAoSkillsAo: AAo MetaAo-AnalysisAo Mengetahui pengaruh bahan ajar berbasis STEM dalam kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa Bahan ajar dengan mengintegrasikan matematika dan IPA berbasis STEM dalam berbagai satuan Pendidikan, berbagai mata pelajaran, dan berbagai bahan ajar mampu meberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan Hasil Systematic Literature Review dari semua jurnal yang telah ditetapkan sebagai data sekunder, disajikan pada tabel 1 dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA berintegrasi STEM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Achara Somwaeng . menyelidiki dampak pendidikan STEM terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa taman kanak-kanak. Penelitian ini dilakukan sebagai studi kuasi-eksperimental yang melibatkan 30 siswa taman kanak-kanak dari Sekolah Phumvithaya di Thailand. Selama 4 minggu, siswa mengikuti intervensi STEM yang terdiri dari empat unit tematik (Happy season, the wonderful trip, the colorful little butterflies, soil-rock-sand as need resources for Lif. Achara Somwaeng . merancang enam tahapan dari Engineering Design Process (EDP) dalam pendidikan STEM yang bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif . riginality thinking, fluency thinking, flexible thinking, elaborative thinkin. Identify the problem Pada tahap ini, siswa diajak untuk mengenali dan mendefinisikan masalah yang perlu dipecahkan, melibatkan pemahaman konteks dan tantangan yang dihadapi. Collect information and concepts related to problem Siswa mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk memahami lebih dalam tentang masalah yang telah diidentifikasi, meliputi penelitian, observasi, dan diskusi. Desaign possible solutions Setelah memahami masalah, siswa mulai merancang beberapa solusi potensial. Pada tahap ini, kreativitas sangat penting karena siswa didorong untuk berpikir di luar kebiasaan dan menghasilkan ide-ide inovatif. Plan implement solutions of problems Siswa memilih solusi terbaik dari yang telah dirancang dan merencanakan langkah-langkah untuk menerapkannya, termasuk pengorganisasian sumber daya dan penjadwalan kegiatan. Test, evaluate and improve tasks or methods of problem Setelah solusi diterapkan, siswa menguji efektivitasnya. Mereka mengevaluasi hasil dan mencari cara untuk meningkatkan solusi yang telah diterapkan berdasarkan umpan balik dan hasil pengujian. Present the task or result of problem solving Pada tahap akhir, siswa mempresentasikan hasil kerja mereka kepada orang lain, tidak hanya melibatkan penyampaian hasil, tetapi juga menjelaskan proses berpikir dan keputusan yang diambil selama proses. Melalui enam tahapan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kreatif yang diperlukan untuk memecahkan masalah, yang merupakan inti dari pendidikan STEM. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam skor berpikir kreatif siswa setelah intervensi, dengan rata-rata skor meningkat dari sekitar 50% menjadi 70%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan STEM dapat secara efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dalam pendidikan anak usia dini dengan melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan praktik langsung. G Astawan . meneliti dampak pembelajaran ilmiah berbasis STEM terhadap keterampilan berpikir kreatif mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester empat di Universitas Pendidikan Ganesha melalui desain penelitian quasi-eksperimental. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa yang diajarkan dengan pendekatan STEM secara signifikan mengungguli mahasiswa yang diajarkan dengan metode konvensional. Rata-rata skor keterampilan berpikir kreatif untuk kelompok eksperimen adalah 82. 09, dan kelompok kontrol 69. Analisis statistik menunjukkan nilai p kurang dari 05, yang mendukung hipotesis bahwa pembelajaran berbasis STEM secara efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif di Perguruan Tinggi. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan maka dapat disimpulkan bahwa:. Kemampuan berpikir kreatif pembelajaran IPA sangat penting untuk diasah dan dikembangkan sebagai persiapan menghadapi era global saat ini. Pembelajaran berintegrasi STEM sangat meberi pengaruh positif pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Implementasi STEM dapat diintegrasikan dengan berbagai model pembelajaran yang berpusat pada siswa, selain itu STEM juga dapat diimplemnetasikan dengan media pembelajaran. Pembelajaran berintegrasi STEM dapat diterapkan mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi Daftar Pustaka