JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. No. 2 - Februari 2024. Hal. DOI: x UPGRADING PENGURUS BPRS ANGGOTA ASBISINDO JAWA TIMUR PLUS MELALUI PELATIHAN MANFAAT PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI Tatik Prihatini1. Mochamad Fatchurrohman2. Shobikin3 Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahardhika Surabaya *e-mail: tatik. prihatini@stiemahardhika. id, mochamad. rohman@stiemahardhika. id, shobikin@stiemahardhika. Nomor Telepon Author: 085645059977 Received: Revised: Accepted: Available online: Abstract: The use of information technology in Islamic Rural Banks (BPRS) is still a challenge in itself, especially because of differences in understanding regarding the benefits and need for information technology among BPRS administrators. This lack of understanding often hinders the implementation and adoption of information technology. Several main administrators reject changes made in the field of information technology due to a lack of knowledge about the advantages and benefits to be obtained. Based on this description, this community service aims to improve the understanding of BPRS administrators about the benefits of adopting information technology to improve BPRS performance. In collaboration with Asbisindo, namely the East Java Plus branch of the BPRS association, community service is carried out through socialization to BPRS administrators not only at the main director level but also at other administrator levels including: commissioners, operational directors and at the level of section heads as parties involved in deciding the adoption of information technology. The research method for this community service uses a descriptive qualitative method. The results of this community service research are socialization at all levels of administrators, not only at the director level, which is able to bridge the gap in knowledge and communication in the process of adopting information technology at BPRS. By involving administrators, the adoption of information technology at BPRS can be carried out more effectively, so that the performance and operational efficiency of BPRS can increase as a Keywords: BPRS. Asbisindo. Information Technology . Sharia Abstrak: Pemanfaatan teknologi informasi pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) masih menjadi tantangan tersendiri, terutama karena perbedaan pemahaman mengenai manfaat dan perlunya teknologi informasi di kalangan pengurus BPRS. Ketidakpahaman ini sering menghambat implementasi dan adopsi teknologi informasi. Beberapa pengurus utama menolak perubahan yang dilakukan di bidang teknologi informasi karena kurangnya pengetahuan tentang keuntungan dan manfaat yang akan diperoleh . Berdasarkan uraian tersebut pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengurus BPRS tentang manfaat adopsi teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja BPRS. Bekerjasama dengan Asbisindo yaitu perkumpulan BPRS cabang Jawa Timur plus, pengabdian dilakukan melalui sosialisasi kepada pengurus BPRS tidak hanya di level direktur utama tetapi juga di level pengurus lain diantaranya : komisaris, direktur operasional dan setingkat kepala bagian sebagai pihak yang terlibat dalam memutuskan adopsi teknologi Metode penelitian untuk pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kualitatif Hasil penelitian pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi di seluruh level pengurus, tidak hanya level direktur mampu menjembatani kesenjangan pengetahuan dan komunikasi dalam proses adopsi teknologi informasi di BPRS. Dengan melibatkan pengurus, adopsi teknologi informasi di BPRS dapat dilakukan secara lebih efektif, sehingga kinerja dan efisiensi operasional BPRS dapat meningkat secara keseluruhan Kata kunci: BPRS. Asbisindo. Teknologi Informasi. Syariah PENDAHULUAN Lembaga keuangan, khususnya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), menghadapi tantangan yang kompleks dalam menjaga efektivitas dan sinergi antara berbagai pihak yang terlibat E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. No. 2 - Februari 2024. Hal. DOI: x (Jas et al. , 2. Situasi problematis yang dihadapi BPRS saat ini adalah disrupsi teknologi, pangsa pasar, stabilitas ekonomi, likuiditas rendah, disrupsi pandemi, kompetensi sumber daya manusia, aturan segmentasi dan belum adanya produk atau layanan yang sesuai, diferensiasi dan unik (Jas et , 2. Karakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan bank (Imam Asrofi, 2. Minat masyarakat untuk beralih pada sistem perbankan syariah menjadi peluang tersendiri bagi pengelola BPRS (Hendarsyah, 2. Selama masa pandemi Covid 19 minat masyarakat untuk menggunakan teknologi dalam transaksi perbankan mengalami lonjakan yang cukup signifikan (Kadir et al. , 2. Animo dan minat besar masyarakat harus ditanggapi dengan positif oleh BPRS melalui kesiapan organisasi untuk mengadopsi teknogi modern salah satunya teknologi informasi (Barqy, 2. Implementasi dan pemanfataan teknologi informasi di BPRS memiliki sejumlah hambatan, salah satunya sumber daya manusia baik di tingkat pemimpin maupun di tingkat pelaksana (Yani. Hambatan berupa penolakan terhadap sistem yang baru, keengganan mempelajari hal baru maupun penolakan karena ketidak pahaman terhadap manfaat dan keuntungan modernisasi teknologi informasi yang akan dilakukan. Untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan, organisasi memandang perlu adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan secara berkala (Ellyanawati. Pelatihan yang hanya bertujuan untuk mengubah atau menambah pengetahuan . , sikap . , dan keterampilan . peserta , tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kinerja organisasi, ketika kesenjangan justru terletak pada kapasitas dasar sebagai manusia (Abdullah, 2. Oleh karena itu perlu diadakan pembaharuan dalam mekanisme dan pola peningkatan pengetahuan agar memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap perkembangan kinerja organisasi (Mardana, 2. Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisind. berdiri pada tanggal 31 Maret 1992 atau 17 Ramadhan 1412 H di Bandung. Anggota pertama Asbisindo sebanyak 5 BPRS. Pada Musyawarah Nasional (Muna. tahun ke-tiga, keanggotaan Asbisindo mulai terbuka untuk seluruh bank syariah, yaitu: Bank Umum Syariah (BUS). Unit Usaha Syariah (UUS). Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Program peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang diadakan oleh Asbisindo menjadi salah satu upaya strategis dalam menjawab tantangan yang banyak dihadapi oleh organisasi khususnya di sektor Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Program peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi pada awalnya hanya ditujukan untuk direktur BPRS , terbukti memiliki keterbatasan dalam mengatasi potensi kesenjangan pemahaman dan perbedaan pendapat diantara direktur dan pengurus lainnya. Adopsi teknologi informasi sering mendapat tentangan maupun penolakan dari pengurus lain yang tidak memahami urgensi dan pentingnya penerapan teknologi informasi untuk membantu kinerja organisasi dalam hal ini BPRS (Maghfiroh, 2. Untuk mengatasi isu tersebut. Asbisindo memperluas cakupan acara peningkatan pengetahuan dan keterampilan dibidang teknologi informasi dengan melibatkan seluruh jajaran pengurus BPRS, termasuk komisaris dan pengurus lainnya. Pendekatan komprehensif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara menyeluruh dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik terhadap adopsi teknologi informasi di lingkup BPRS. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi, dengan kepesertaan tidak hanya pempimpin BPRS tetapi juga anggota pengurus yang lain. Cakupan kepesertaan yang lebih luas dilakukan untuk mempersempit jurang perbedaan pemahaman diantara jajaran pengurus BPRS. Tahapan pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi tiga bagian antara lain : Persiapan kegiatan E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. No. 2 - Februari 2024. Hal. DOI: x Pelaksanaan kegiatan Evaluasi kegiatan Persiapan kegiatan oleh tim pengabdi dilakukan selama kurun waktu tiga minggu bersama tim Asbisindo antara lain: Diskusi dengan pengurus Asbisindo mengenai materi yang akan disampaikan dalam acara. Pembuatan materi pre dan post test Pengambilan data tamu dan peserta yang akan di undang Identifikasi tamu dan peran serta mereka di BPRS Pembuatan jadwal ,penentuan tempat acara Tahap pelaksanaan oleh tim pengabdi dilakukan bersama pengurus Asbisindo selama satu hari antara lain : Menyebarkan materi pre test sebelum paparan materi dimulai Memutarkan video mengenai perkembangan IT khususnya di sektor Perbankan Memaparkan materi mengenai peran IT dalam meningkatkan kinerja di BPRS Testimoni dari salah satu BPRS yang menerima penghargaan dari OJK terkait pemanfaatan IT Tanya jawab dengan peserta Post test Tahap evaluasi kegiatan dilakukan setelah acara selesai melalui mekanisme perbandingan hasil pre test dan post test serta kesan dan pesan yang diberikan oleh peserta sekaligus pengamatan selama acara HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan kegiatan pengabdian masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dibidang teknologi informasi untuk pemimpin dan pengurus BPRS dimulai tiga minggu sebelum acara. Diskusi intens dilakukan dengan tim Asbisindo selaku pemangku kepentingan yang menaungi keanggotaan BPRS. Asbisindo akan mengundang sebanyak 34 BPRS di kawasan Jawa Timur. Maluku. Nusa Tenggara. Kalimantan dan Bali. Tamu yang diundang mencakup direktur BPRS. Komisaris dan pengurus setingkat manager. Undangan yang melibatkan pengurus selain direktur baru pertama kali dilakukan sehingga membutuhkan persiapan yang matang. Jumlah peserta pada tahun-tahun sebelumnya rata-rata sebanyak 35 tamu undangan tetapi pada acara ini diproyeksikan sebanyak 120 tamu undangan. Pembuatan materi pre test dan post test berkaitan dengan pemahaman peserta mengenai teknologi informasi, pengoperasian dan manfaatnya untuk peningkatan kinerja BPRS sekaligus resiko-resiko yang dihadapi. Melalui hasil pre test dan post test akan dilihat tingkat pemahaman pengurus BPRS terhadap teknologi informasi. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan peserta yang hadir sebanyak 98 peserta dari 120 undangan yang dikirimkan. Kegiatan pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informsi ini mengunakan metode sosialisasi dan praktek. Pada kegiatan ini pengurus BPRS diberikan penjelasan mengenai perkembangan teknologi informasi baik infrastruktur maupun aplikasi yang digunakan untuk menunjang kinerja BPRS. Teknologi informasi memberikan manfaat berupa peningkatan image, layanan eksternal dan layanan internal perbankan (HE, 2. Pemanfaatan teknologi, inovasi dan nilai manfaat juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi loyalitas nasabah (Muzaki & Ridlwan, 2. BPRS yang tidak memanfaatkan teknologi cenderung ditinggalkan oleh nasabah karena teknologi memberikan banyak kemudahan dan memberikan nilai lebih. Penjelasan mengenai perkembangan teknologi infrastuktur yang digunakan di BPRS mencakup pemanfaatan internet. MPLS maupun SDWAN. MPLS menggunakan metode routing packet jaringan untuk memastikan layanan end-to-end kepada pengguna. Sedangkan SDWAN merupakan SDN dalam cakupan luas, memberikan kontrol serta manajemen jaringan terpusat dengan cerdas dan ringkas E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. No. 2 - Februari 2024. Hal. DOI: x (Heriaji et al. , 2. Infrastruktur dalam bisnis perbankan memberikan kontribusi yang sangat besar khususnya layanan traksaksi langsung. Dengan pemanfaatan infrastruktur yang tepat proses traksaksi menjadi lebh efisien dan cepat sehingga kepuasan pelanggan cenderung meningkat (Zaid Raya Argantara & Nurul Annisa, 2. Keandalan sistem informasi merupakan faktor utama dalam menjalankan bisnis perbankan khususnya perbankan syariah yang saat ini semakin meningkat sehingga diperlukan sistem informasi perbankan syariah yang handal (Reni, 2. Salah satunya adalah pemanfaatan aplikasi baik mobile banking maupun aplikasi lain yang memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan Penggunaan teknologi modern sebagai instrument pembayaran non tunai, baik secara domestik maupun secara internasional, telah berkembang pesat disertai dengan berbagai inovasi yang mengarah pada penggunaan yang semakin efisien, praktis, aman, cepat dan nyaman. Fasilitas pembayaran non tunai tersebut akhir-akhir ini muncul dalam bentuk instrument pembayaran yang dikenal dengan uang elektronik . lectronic money/e-mone. dan uang virtual . irtual mone. (Hendarsyah, 2. Variabel kepercayaan, dan kemudahan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan menggunakan Mobile Banking (SaAoidah, 2. Pemahaman mengenai keamanan teknologi informasi juga disampaikan dalam materi Bank syariah, sebagai entitas keuangan yang mengimplementasikan prinsip-prinsip syariah, rentan terhadap serangan siber yang dapat mengancam likuiditas dan stabilitas keuangan mereka (Restika & Sonita, 2. Serangan siber salah satunya kebocoran data nasabah akan membawa dampak besar terhadap tingkat kepercayaan. Langkah pencegahan dapat dilakukan melalui penerapan standard operasional berbasis teknologi informasi sekaligus implementasi cyber security. Praktek implementasi teknologi informasi berupa kecerdasan buatan yaitu chatbot sebagai pengganti customer services 24 jam. Peserta dipersilahkan memberikan pertanyaan dan chatbot yang akan Diberikan juga simulasi efisiensi ketika mengimplementasikan teknologi ini sekaligus potensi masalah maupun solusi untuk menhadapi hal tersebut Gambar 1. Paparan pemanfataan teknologi informasi dalam acara upgrading pengurus BPRS E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. No. 2 - Februari 2024. Hal. DOI: x Gambar 2. Foto kegiatan upgrading BPRS Tahap evaluasi pelaksanaan dilakukan melalui pengamatan selama pelatihan berlangsung, hasil pre test dan post tes , serta diskusi dengan peserta. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 98 orang dari 120 undangan 86%. Rata-rata setiap BPRS mengirimkan 3 perwakilan dengan klasifikasi jabatan antara lain : direktur utama, komisaris, direktur operasional, manager IT dan sejumlah kepala Dari hasil pre test dan post test menunjukan, sebelum mengikuti acara pelatihan peningkatan pengetahuan di bidang teknologi informasi peserta rata-rata hanya mengetahui sedikit tentang manfaat adopsi teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja BPRS. Setelah mengikuti acara, hasil post test menunjukan peningkatan pemahaman mereka terhadap manfaat dan pentingnya adopsi teknologi informasi. KESIMPULAN Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat Upgrading Pengurus BPRS melalui pelatihan pemanfataan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja BPRS adalah sebagai berikut: Terdapat perbedaan yang signifikan mengenai pemahaman tentang teknologi informasi antara pengurus BPRS di level direktur, komisaris, direktur operasional dan level kepala bagian. Pengurus BPRS di level komisaris cenderung lebih rendah pemahamanya mengenai manfaat teknologi informasi dan menjadi salah satu penghambat adopsi teknologi informasi di lingkup BPRS. Komisaris cenderung menolak adopsi teknologi informasi karena ketidaktahuan mereka. Hasil post test dan evaluasi setelah pelatihan menunjukan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman di semua level pengurus mengenai teknologi informasi dan manfaatnya untuk menunjang kinerja BPRS. Pelatihan dengan cakupan beberapa pengurus BPRS memberikan dampak yang signifikan terhadap komunikasi antar pengurus khususnya dalam menentukan adopsi teknologi Adopsi teknologi informasi yang tepat dan disetujui oleh semua pengurus memberikan dampak positif terhadap kinerja BPRS. Pelatihan direkomendasikan untuk dilakukan di bidang lain yang membutuhkan sinergi antar pengurus BPRS. E-ISSN: 3046-7578 JURNAL JIHAPENMAS Jurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat Vol. No. 2 - Februari 2024. Hal. DOI: x DAFTAR PUSTAKA