Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam The Relationship between Hematocrit and Platelet Levels with the Grade of Dengue Fever Disease in Patients at X Hospital. Central Jakarta 2023 and its Review According to Islamic Views. Nabiela El Rizqa1. Qomariyah2. Edward Syam3. Endy Muhammad Astiwara4 1Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Bagian Anatomi Fakultas Kedoketran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 4Bagian Agama Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Corresponding author: nabielarizqa@gmail. KATA KUNCI Demam Berdarah Dengue. Hubungan. Hematokrit. Trombosit. Derajat DBD ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan peningkatan kasus yang signifikan setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hematokrit dan trombosit dengan derajat keparahan DBD pada pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan data diperoleh dari rekam medis pasien DBD periode Januari-Desember 2023. Sebanyak 183 sampel memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kadar hematokrit pasien bervariasi antara 28% hingga 56% dengan rata-rata 41,96%, sementara kadar trombosit berkisar antara 10 ribu/l hingga 305 ribu/l dengan rata-rata 112,64 ribu/. Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar hematokrit dengan derajat DBD . =0,. , tetapi terdapat hubungan signifikan antara kadar trombosit dengan derajat DBD . <0,05. koefisien korelasi -0,. Penurunan kadar trombosit menunjukkan peningkatan derajat DBD. Rata-rata trombosit menurun dari 138,07 ribu/l pada derajat 1 menjadi 35 ribu/l pada derajat 4. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kadar trombosit dapat digunakan sebagai indikator untuk menentukan derajat DBD, sedangkan kadar hematokrit tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan derajat DBD. Upaya pencegahan melalui edukasi kebersihan dan perawatan dini sangat penting untuk mengurangi dampak DBD. Dalam perspektif Islam, menjaga kebersihan lingkungan dan imunitas tubuh sangat dianjurkan untuk mencegah DBD. Kebersihan Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 adalah bagian dari iman, sebagaimana dinyatakan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Selain itu, pengobatan segera ketika sakit dianjurkan untuk menjaga keselamatan jiwa sesuai ajaran Al-Qur'an. KEYWORDS Dengue Fever. Relationship. Hematocrit. Trombosit. Grade of Dengue Fever ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the major public health issues in Indonesia, with a significant annual increase in cases. This study aims to analyze the relationship between hematocrit and platelet levels with the severity of DHF in patients at X Hospital. Central Jakarta. The research employed a quantitative method with an analytical observational design, using medical record data from DHF patients between January and December 2023. A total of 183 samples met the inclusion criteria. Data were analyzed using Spearman's correlation The results showed that hematocrit levels ranged from 28% to 56% . 96%), while platelet levels ranged from 10 to 305 thousand/l . 64 thousand/. There was no significant relationship between hematocrit levels and DHF severity . =0. , but a significant relationship was observed between platelet levels and DHF severity . <0. correlation coefficient -0. Platelet levels decreased as DHF severity increased, with an average reduction from 138. 07 thousand/l in grade 1 to 35 thousand/l in grade 4. This study concludes that platelet levels can serve as an indicator to determine DHF severity, while hematocrit levels do not show a significant correlation. Preventive measures, including hygiene education and early treatment, are essential to mitigate the impact of DHF. From an Islamic perspective, maintaining environmental cleanliness and body immunity is strongly encouraged to prevent DHF. Cleanliness is considered part of faith, as stated in the Prophet Muhammad's hadith. Immediate medical treatment is also emphasized to preserve life, as outlined in the Qur'an. PENDAHULUAN Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus Dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, famili Flaviviridae dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes Gejala klinis berupa demam tinggi yang berlangsung terus menerus selama 2-7 hari dan manifestasi perdarahan yang didahului tanda khas berupa bintik-bintik merah . pada badan penderita. Penderita dapat mengalami syok dan meninggal (Sutanto I, 2. Diagnosis infeksi virus Dengue (DENV) di Indonesia didasarkan pada laboratorium umum, dan rapid test. Kasus diklasifikasikan sesuai pedoman WHO tahun 2011 berdasarkan kebocoran . emokonsentrasi Ou20%), trombositopenia <100. 000/mm3, dan Kasus dikategorikan menjadi: undifferentiated fever. Dengue Fever (DF) dan Dengue Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Hemorrhagic Fever (DHF). DHF diklasifikasikan menjadi empat derajat, dengan derajat i dan IV didefinisikan sebagai Dengue Shock Syndrome (DSS) (Utama et al, 2. Pada tahun 2019 Kasus DBD di Indonesia tercatat sebanyak 138. Jumlah peningkatan dibandingkan tahun 2018 602 kasus. Kematian karena DBD pada tahun 2019 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 yaitu dari 467 menjadi 919 kematian (Kemenkes, 2. Dalam agama Islam. Allah SWT telah menjelaskan dengan detail terkait kebersihan yang harus di jaga oleh kaum muslimin. Masalah kesehatan yang akan terjadi di masyarakat apabila lingkungan yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karena lingkungan yang tidak bersih dapat menjadi tempat perkembangbiakan yang optimal bagi nyamuk Aedes Islam merupakan agama yang paling sempurna, dimana selalu dilandasi dengan Al-QurAoan dan Assunnah (Fendy. Hafidhuddin, and Tanjung, 2. Acaca INa OeAca Oaa ca EI NA AaIca EENca NA acAANNca E aNOeIA AOcaca Oaa ca EO NA acAOaa ca e NN NIca N NOOaa ca eE N NONANINa ca eON eAIN eON aE eIA AuSesungguhnya Allah SWT itu baik, dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, dia menyukai kebersiahan. Allah itu mulia, dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah oleh mu tempattempatmu. Ay (HR. At-Tirmidz. Dari hadits tersebut bisa diambil pengertian bahwasan nya kebersihan itu sangat di cintai oleh Allah SWT. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang muslim untuk menjaga kebersihan dan kesuciannya (Hakim, 2. Selain menjaga kebersihan, umat muslim memeriksakan diri dan berobat kepada dokter jika terkena penyakit seperti DBD. e sAacEE a eIa aE Eac a aOE aacO a aO a a aE aE aE aE aA a ca Aau acIA Aa aO U Aa a a aO eO aOaE a a aO eO a a a sIA AuSesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat bagi setiap penyakit, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram. Ay (HR. Abu Dawu. Berdasarkan hadits tersebut. Islam dianjurkan untuk berobat dengan tujuan mulia yaitu agar mendapat kelangsungan hidup serta keselamatan Kejadian syok DBD merupakan penyebab utama kematian pada penderita DBD dan risiko kematian akan meningkat sepuluh kali lebih besar jika penderita mengalami syok (Kemenkes, 2. Nilai trombosit dan hematokrit merupakan indikator yang penting untuk diperhatikan. Trombosit dapat menggambarkan ada tidaknya disfungsi pembekuan darah sedangkan hematokrit dapat menggambarkan permeabilitas vaskular. Untuk itulah dibutuhkan penanda laboratoris seperti kadar hematokrit dan trombosit yang dapat membantu diagnosis derajat infeksi dengue terutama bila terjadi kebocoran plasma yang merupakan penyebab awal dari terjadinya syok (Rianti. Metasari and Surahman S. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kadar hematokrit dan trombosit pada penderita DBD dalam setiap derajat klinis DBD di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. METODOLOGI Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Sampel menggunakan metode simple random Data dikumpulkan melalui data sekunder menggunakan data rekam medis pasien DBD periode Januari-Desember 2023 di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Kriteria sampel adalah pasien dewasa . sia>18 tahu. dan tidak memiliki penyakit lain yang menyebabkan terganggunya kadar hematokrit dan trombosit. Data yang univariat dan bivariat. analisa univariat dan bivariat. Pada analisis univariat, data dianalisis secara statistik deskriptif, sementara analisis bivariat menggunakan Uji korelasi Spearman. HASIL Pada hasil penelitian didapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 183 sampel dengan karakteristik seperti pada tabel 1 dan 2 Tabel 1. Frekuensi Usia Pasien 19-25 99 26-35 67 Usia 35-38 17 Total 183 100. Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa mayoritas pasien DBD di Rumah Sakit X Jakarta Pusat berada dalam rentang usia 19-25 tahun sebanyak 99 orang . ,1%), pasien DBD usia 26-30 tahun sebanyak 67 orang . ,6%), dan pasien DBD usia 35-38 tahun sebanyak 17 orang . ,3%). Tabel 2. Frekuensi Jenis Kelamin Jenis Laki-laki Kelamin Perempuan 73 Total Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat bahwa pasien laki-laki lebih banyak yaitu sebanyak 110 orang . ,1%) sedangkan pasien Perempuan sebanyak 73 orang . ,9%). Adapun diagnosis pasien yang ditemukan pada pasien terlihat pada Tabel 3. Frekuensi Diagnosa Pasien DHF Diagnosa Dengue Fever Total Berdasarkan tabel 3, dapat dilihat bahwa mayoritas pasien didiagnosis Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) yaitu sebanyak 142 pasien . ,6%), sedangkan pasien didiagnosis Dengue Fever . sebanyak 40 pasien . ,9%). Tabel 4. Derajat DBD Derajat Total Berdasarkan tabel 4, dapat dilihat bahwa mayoritas pasien berada pada derajat DBD 1, yaitu sebanyak 70 pasien . ,3%). Derajat DBD 2 sebanyak 62 pasien . ,9%), sementara derajat 3 sebanyak 48 pasien . ,2%), dan derajat DBD 4 sebanyak 3 pasien . ,6%). Hal ini Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami derajat DBD yang lebih ringan . Tabel 5. Hasil Analisis Deskriptif Hematokrit dan Trombosit Min Max Mean SD HCT 183 PLT Valid 183 Berdasarkan deskriptif yang disajikan pada tabel diatas, distribusi nilai hematokrit (HCT) dan trombosit (PLT) DBD di Rumah Sakit X Jakarta Pusat menunjukkan variasi. Nilai hematokrit pasien bervariasi antara 28% hingga 56% dengan rata-rata sebesar 41,96% (SD = 4,. Sementara nilai trombosit berkisar antara 10-305 ribu/l dengan rata-rata 112,64 ribu/l (SD = 52,. Kemudian data dilanjutkan dengan uji normalitas (Shapiro Wil. Tabel 6. Hasil Uji Normalitas Shapiro- wilk statistic df Sig Hematokrit Trombosit Derajat DBD Berdasarkan hasil uji normalitas, hematokrit dengan nilai p - value 0,070 . > 0,. yang berarti bahwa data hematokrit berdistribusi secara normal, trombosit dengan nilai p - value 0,011 . < 0,. yang berarti bahwa data trombosit tidak berdistribusi secara normal, dan derajat DBD dengan nilai p Ae value 0,000 . < 0,. yang berarti bahwa data derajat DBD tidak berdistribusi normal. Sehingga analisis yang dipakai pada penelitian ini adalah uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan hubungan hematokrit dan trombosit dengan derajat DBD pada pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Tabel 7. Hasil Korelasi Spearman HCT PLT Derajat DBD Derajat Correl 0. DBD Coeffi Sig. - 0. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan tabel 7, nilai koefisien korelasi antara hematokrit dan derajat DBD adalah 0,092 dengan p-value 0,214 . > 0,. yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar hematokrit dengan derajat DBD pada pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Sementara nilai koefisien korelasi antara trombosit dan derajat DBD adalah -0,421. Nilai korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin rendah jumlah trombosit, semakin tinggi derajat DBD pada Nilai p-value 0,000 . -value < 0,. yang berarti adanya hubungan trombosit dengan derajat DBD. Sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Tabel 8. Rata-rata Hematokrit dan Trombosit berdasarkan Derajat DBD Derajat DBD Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 HCT PLT Berdasarkan tabel 8. Rata-rata hematokrit pada pasien derajat 1 41,57%, derajat 2 sebesar 42,13%, derajat 3 sebesar 42,08%, dan derajat sebesar 45,33%. Hal ini hematokrit tidak signifikan seiring dengan peningkatan derajat DBD. Sementara rata-rata trombosit pada pasien derajat 1 sebesar 138,07 ribu/l, derajat 2 sebesar 105,71 ribu/l, derajat 3 sebesar 89,38, dan derajat 4 sebesar 35 ribu/l. Penurunan jumlah trombosit yang semakin tajam pada derajat DBD yang lebih tinggi signifikan antara trombosit dengan derajat DBD. PEMBAHASAN Hubungan Hematokrit dengan Derajat DBD Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar DBD keseluruhan rata-rata sebesar 41,96%. Rata-rata hematokrit pada pasien dengan derajat DBD 1, 2, dan 3 relatif stabil, dengan nilai masing-masing 41,57%, 42,13%, dan 42,08%, meskipun ada sedikit peningkatan pada derajat DBD 4 yang mencapai 45,33%. Nilai normal untuk hematokrit adalah 3842% (Meilanie, 2. Kadar hematokrit pada derajat 1,2, dan 3 dalam kategori normal, sedangkan kadar hematokrit pada derajat 4 dalam kategori di atas Hal ini menunjukkan bahwa perubahan hematokrit tidak signifikan seiring dengan peningkatan derajat DBD. Nilai hematokrit didefinisikan sebagai besarnya volume sel eritrosit di dalam 100 mm3 darah yang dinyatakan dalam persen. Peningkatan nilai hematokrit . pada pasien DBD terjadi akibat kebocoran Sedangkan nilai hematokrit akan menurun saat terjadi hemodilusi, karena penurunan kadar seluler darah atau peningkatan kadar plasma darah, seperti pada anemia (Hidayat, 2. Pada penelitian ini banyak pasien DBD yang memiliki nilai hematokrit normal. Menurut WHO, indikator kebocoran plasma sebagai DBD peningkatan nilai hematokrit saja, hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan juga menjadi indikator diagnosis (Hidayat, 2. Hasil pada penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vebriani, et al . di Rumah Sakit Arifin Achmad Provinsi Riau di mana jumlah hematokrit pasien DBD dalam keadaan normal, yaitu 25 orang . ,3%) (Vebriani et al, 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hematokrit dengan derajat DBD pada pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji Spearman dengan nilai p-value 0,214 yang mana nilai tersebut lebih besar dari p-value 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar hematokrit dengan derajat DBD. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Widyanti . yang melaporkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hematokrit dengan derajat DBD. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 hematokrit pasien yaitu jumlah eritrosit, ukuran eritrosit, pemberian cairan, dan kondisi pasien saat datang ke rumah sakit (Widyanti, 2. Berdasarkan demam berdarah dengue, pasien DBD mengalami kebocoran plasma sehingga Namun, jika pasien menderita pendarahan atau anemia, jumlah eritrosit menjadi rendah sehingga kadar hematokrit rendah atau bahkan normal. Jika ukuran eritrosit kecil maka viskositas darah menjadi rendah dan mempengaruhi hematokrit. Pasien yang mendapatkan rehidrasi yang adekuat sebelum dirawat di rumah sakit juga mempengaruhi nilai hematokrit (Putri et al, 2. Waktu pengambilan sampel kadar hematokrit juga mempengaruhi hasil penelitian. Umumnya, kebocoran plasma terjadi pada rentang waktu hari ke-3 hingga hari ke-7 atau fase kritis pada DBD. Pengambilan sampel kadar dilakukan pada hari pertama pasien tiba di rumah sakit sehingga belum dapat dipastikan apakah terjadi peningkatan hematokrit >20% pada pasien tersebut (Putri et al, 2. Berbeda dengan penelitian oleh Kusdianto. Asmin, dan Latuconsina . yang menunjukkan hubungan signifikan antara derajat keparahan Dengue Hematokrit pada pasien DBD di RSUD Dr. Haulussy Ambon periode 2019 (Kusdianto. Asmin and Latuconsina. Hubungan Kadar Trombosit dengan Derajat DBD Rata-rata kadar trombosit dari seluruh pasien pada penelitian ini sebesar 112,64 ribu/l. Berdasarkan derajat DBD, rata-rata kadar trombosit menunjukkan penurunan yang jelas seiring bertambahnya derajat DBD. Pada derajat DBD 1, rata-rata trombosit adalah 138,07 ribu/l, yang menurun menjadi 105,71 ribu/l pada derajat DBD 2, dan terus menurun menjadi 89,38 ribu/l pada derajat DBD 3. Pada derajat DBD 4, trombosit turun drastis menjadi 35 ribu/l. Penurunan jumlah trombosit yang semakin tajam pada derajat DBD yang lebih tinggi signifikan antara trombosit dengan derajat DBD. Jumlah trombosit normal dalam tubuh orang dewasa normal 000 trombosit per mikroliter darah (Durachim dan Dewi. Alvinasyrah, 2. Sehingga didapatkan hasil bahwa semua pasien DBD di Rumah Sakit X Jakarta Pusat mengalami trombositopenia . adar trombosit <150 ribu/. WHO menyatakan bahwa salah satu kriteria laboratorium untuk DBD Penurunan jumlah trombosit pasien terjadi pada awal fase demam, tetapi biasanya masih dalam batas normal. Pada fase kritis, yaitu pada hari ke-3 sampai hari ke-7, jumlah trombosit akan terus menurun hingga 000/mm3 . , dan pada fase penyembuhan, yaitu pada hari ke-8 sampai hari ke-10, jumlah trombosit akan mulai meningkat (Kamuh, 2. Mekanisme trombositopenia pada DBD melibatkan trombosit . , disfungsi pada trombosit, penghancuran pada trombosit yang meningkat, dan kebocoran pada plasma yang berakibat aktifnya complement C3a dan C5a. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 berkurangnya jumlah trombosit dalam sirkulasi . (Dewi et al. Berdasarkan hasil penelitian pada pasien di Rumah Sakit X Jakarta pusat dengan uji korelasi Spearman didapatkan nilai koefisien korelasi adalah -0,421 dengan p-value 0,000 . value <0,. Nilai korelasi negatif negatif antara jumlah trombosit dengan derajat DBD yaitu semakin rendah jumlah trombosit, semakin tinggi derajat DBD pada pasien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kadar hematokrit dengan derajat DBD. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Made, et al . di RSUP Sanglah Denpasar menyatakan bahwa terdapat hubungan bermakna antara jumlah trombosit dengan derajat DBD . = r= - 0. (Made et al, 2. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Maulin dan Ade . di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan didapatkan adanya hubungan antara kadar trombosit dengan derajat DBD . =0,001 dan r= -0. (Maulin dan Ade, 2. Hasil penelitian yang dilakukan Handayani, et al . di BRSU Tabanan hubungan bermakna antara kadar trombosit dengan derajat DBD . = r = -0. (Handayani et al. Adanya signifikan antara kadar trombosit dan derajat DBD merupakan hasil dari Dengue trombosit di dalam tubuh sehingga jumlah trombosit menurun (Masihor. Berbeda dengan hasil penelitian Kusdianto. Asmin. Latuconsina . tidak ada korelasi yang signifikan antara kadar trombosit dengan derajat pada pasien DBD di RSUD Dr. Haulussy Ambon pada tahun 2019 (Kusdianto. Asmin and Latuconsina, 2. Menurut pandangan Islam, umat muslim dianjurkan untuk menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit DBD (Erlistiana et al. AO aAO Ue aO a aac uaEaAO NEEa Ia Ia eEA aIe Ia aIA ca A a eEA aIe Ia Ia eECaA aOA sc A aOa eO aEAU aA aOeAA AeAA ca AEA U AAE aAOA AuMukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang dan pada keduanya ada kebaikan. Ay Salah satu bentuk ikhtiar untuk memutus penularan DBD adalah lingkungan (Haerani. Apriliani and Nasrullah, 2. a caAEaO EIA a a AaOA a AE eO aIA a AaIA "Agama " (HR Musli. Saat hendaknya segera berobat kepada ahlinya sebagaimana firman Allah Swt dalam surah al-SyuAoara ayat 80 (Badrudin, 2. AaOaa aI aea Aa aN aO Oa e aAOeIA AuDan apabila aku sakit. Dialah yang menyembuhkan aku. Ay (Q. al-SyuAoara : . SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Gambaran kadar hematokrit pada penelitian ini berkisar antara 28% hingga 56% dengan rata-rata sebesar 41,96%. Tidak signifikan dengan p-value 0,214 . -value > 0,. antara kadar Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 hematokrit dengan derajat DBD. Gambaran kadar trombosit pasien DBD pada penelitian ini berkisar antara 10 ribu-305 ribu/l dengan rata-rata 112,64 ribu/l. Terdapat hubungan yang signifikan dengan p-value 0,421 . -value < 0,. antara kadar trombosit dengan derajat DBD Dalam Islam, imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit DBD. Salah satu bentuk ikhtiar untuk memutus penularan DBD adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Saat kepada ahlinya sebagaimana firman Allah Swt dalam surah al-SyuAoara ayat 80. DAFTAR PUSTAKA