Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 2 Oktober 2025. Hal. BPPMSTAKTerpaduPesat Penerapan Mezbah Doa dalam Membentuk Karakter Rohani Mahasiswa STAK Terpadu Pesat Salatiga Kariani Giawa* Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia karianigiawa@stbi. Article History Submitted: 24 September 2025 Accepted: 23 Oktober 2025 Published: Oktober 2025 Keywords: prayer altar, spiritual character. Integrated STAK Kata-kata kunci: mezbah doa, karakter rohani. STAK Terpadu Abstract This study aims to examine the role of the implementation of the Prayer Altar in shaping the spiritual character of students at STAK Terpadu Pesat Salatiga. The Prayer Altar is not only understood as a religious routine, but as a means of forming deep The KNPT (Guided Practice Real Wor. program was implemented for ten meetings from February to May 2025 with an educational and applicative approach, especially for second semester students. The methods used include lectures, discussions, direct practice, reflection, and periodic evaluations. The program begins with an introduction to the concept of the Prayer Altar, followed by personal application, discussion of challenges, and the formation of a prayer community. The results of the activities showed an increase in spiritual discipline, growth of faith, and sensitivity to God's This study concludes that the Altar of Prayer is effective in forming the spiritual character of theology students and is important to be integrated into campus life on an ongoing basis. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji peran penerapan Mezbah Doa dalam membentuk karakter rohani mahasiswa STAK Terpadu Pesat Salatiga. Mezbah Doa tidak hanya dipahami sebagai rutinitas religius, tetapi sebagai sarana pembentukan spiritualitas yang mendalam. Program KNPT (Kerja Nyata Praktik Terpimpi. dilaksanakan selama sepuluh kali pertemuan dari Februari hingga Mei 2025 dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, khususnya kepada mahasiswa semester dua. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, praktik langsung, refleksi, dan evaluasi berkala. Program diawali dengan pengenalan konsep Mezbah Doa, dilanjutkan dengan penerapan pribadi, diskusi tantangan, dan pembentukan komunitas doa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan dalam kedisiplinan rohani, pertumbuhan iman, dan kepekaan terhadap pimpinan Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mezbah Doa efektif membentuk karakter rohani mahasiswa teologi dan penting untuk diintegrasikan dalam kehidupan kampus secara berkelanjutan. Copyright: @2025. Authors. 91 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga PENDAHULUAN Pembentukan karakter rohani merupakan aspek yang sangat fundamental dalam pendidikan teologi, khususnya di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK). Wiratraur et al, mengatakan bahwa pendidikan Tinggi Teologi tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi mahasiswa yang memiliki integritas rohani, moral, dan etika Kristen yang kuat (Wiratraur et al. , 2. Andrea Elfata Ratulangi juga mengungkapkan bahwa mahasiswa adalah sebagai generasi penerus bangsa tidak hanya dituntut unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual agar mampu menghadapi kompleksitas kehidupan dengan integritas dan nilai-nilai Kristiani (Andrea Elfata Ratulangi. Selanjutnya Leonardus Rudolf Siby menegaskan pentingnya penerapan pembentukan karakter rohani mahasiswa sebab integritas yang dibangun bukan hanya menghasilkan lulusan yang berpengetahuan teologi, tetapi juga memiliki kepemimpinan bersifat hamba, meneladani Kristus, siap dalam regenerasi, dan memelihara kekudusan hidup (Siby, 2. Artinya di tengah tantangan zaman yang ditandai dengan degradasi nilai spiritual, kehidupan rohani mahasiswa seringkali mengalami kemunduran, terutama dalam hal kedisiplinan berdoa, perenungan firman Tuhan, dan hidup dalam keintiman dengan Allah. Dalam konteks tersebut, mezbah doa menjadi salah satu sarana yang penting dan strategis dalam pembentukan karakter rohani mahasiswa. Paulus Kunto Baskoro Hardi Budiyana menjelaskan bahwa mezbah masa kini dapat dipahami sebagai tempat di mana Tuhan Yesus hadir melalui pujian dan penyembahan, baik dalam keluarga maupun komunitas iman (Baskoro & Budiyana, 2. Mezbah doa tidak hanya dipahami sebagai kegiatan rohani rutin, tetapi merupakan praktik spiritual yang menuntun seseorang untuk memiliki relasi pribadi yang intim dengan Tuhan. Relasi ini dilakukan melalui melalui menyembah, memuji dan meninggikan Tuhan sehingga membawa kepada pembaruan batiniah dan transformasi karakter (Gondowijoyo, 2. Dalam praktiknya, mezbah doa mencakup waktu khusus untuk berdoa, merenungkan firman Tuhan, menyembah, dan menyerahkan kehidupan sepenuhnya di hadapan Allah (Andra et al. Kegiatan ini menumbuhkan kedewasaan rohani yang diwujudkan dalam sikap rendah hati, kesetiaan, ketaatan, dan kasih kepada sesama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan terhadap kehidupan rohani mahasiswa STAK Terpadu Pesat Salatiga, yang menunjukkan bahwa meskipun secara akademik mereka terlibat dalam berbagai kegiatan perkuliahan teologi, namun masih banyak yang kurang konsisten dalam menjalani kehidupan doa pribadi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: kesibukan akademik, pengaruh media digital yang berlebihan, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya disiplin rohani. Keadaan ini tentu menjadi tantangan besar bagi pengembangan kualitas spiritual mahasiswa yang kelak akan melayani sebagai pemimpin dan pelayan di gereja maupun masyarakat. Dalam terang realitas tersebut, program KNPT (Kerja Nyata Praktik Terpimpi. dirancang untuk menolong mahasiswa semester dua di STAK Terpadu Pesat Salatiga agar dapat memahami secara lebih mendalam tentang pentingnya mezbah doa dalam pembentukan karakter rohani. Program ini mencakup pembekalan teologis, pelatihan praktik, pembinaan komunitas doa, serta evaluasi spiritual yang dilakukan secara berkesinambungan. Tujuannya agar mahasiswa tidak 92 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga hanya memiliki pengetahuan tentang konsep doa secara teoritis, tetapi juga mengalami transformasi kehidupan melalui praktik spiritual yang konsisten. Program ini sejalan dengan pemikiran Dallas Willard yang menegaskan bahwa transformasi rohani tidak terjadi secara otomatis, melainkan melalui latihan-latihan rohani yang berkelanjutan, termasuk disiplin doa, pembacaan Alkitab, dan refleksi pribadi (Dallas Willard, 2. Doa bukan hanya sekedar komunikasi dengan Allah, tetapi juga sarana pembentukan karakter yang berakar dalam relasi dengan Kristus. Mezbah doa, dalam pengertian ini, menjadi semacam Autempat perjumpaanAy di mana karakter seseorang dibentuk melalui keterbukaan diri terhadap karya Roh Kudus. Selain itu, studi sebelumnya yang dilakukan oleh Foster dalam bukunya Celebration of Discipline, menekankan pentingnya disiplin spiritual sebagai jalan menuju pertumbuhan rohani (Celebration of Discipline : The Path To Spiritual Growth Richard J. Foster 2009, n. Foster mengklasifikasikan doa sebagai salah satu disiplin inti yang mengantar manusia pada keintiman dengan Tuhan dan memperbarui seluruh aspek kehidupan (Foster, 1. Dengan demikian, pembentukan karakter rohani melalui mezbah doa bukanlah gagasan yang baru, melainkan merupakan praktik yang telah terbukti secara historis dan teologis membawa dampak yang signifikan dalam kehidupan umat percaya. Penelitian sebelumnya juga mendukung pentingnya penerapan formasi rohani dalam pendidikan dan kehidupan orang percaya. Joseph menegaskan bahwa pendidikan berbasis formasi rohani mendorong pertumbuhan spiritual yang berkelanjutan (Joseph, 2. Pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi proses pemuridan yang membentuk karakter Kristus melalui latihan spiritual yang konsisten. Senada dengan itu Mangguali menyoroti peran mezbah keluarga dalam membangun kebiasaan rohani melalui doa dan persekutuan bersama, yang menumbuhkan iman dan kedewasaan rohani jemaat (Mangguali, 2. Sementara itu. Baskoro dan Budiaya menegaskan bahwa keluarga adalah pusat pendidikan iman Kristen, dan mezbah keluarga berfungsi sebagai pola pembelajaran rohani yang membentuk karakter serta memperkuat gereja dan masyarakat (Susanto & Baskoro, 2. Dari berbagai penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa formasi rohani dan praktik mezbah doa merupakan dua pilar penting dalam pembentukan spiritualitas Kristen yang relevan di masa kini. Penerapan mezbah doa dalam komunitas mahasiswa teologi memiliki nilai strategis karena mahasiswa adalah agen perubahan rohani yang akan terlibat aktif dalam pelayanan di gereja, pendidikan Kristen, maupun masyarakat luas. Jika sejak masa studi mahasiswa telah dibentuk melalui kebiasaan rohani yang sehat dan berakar dalam Kristus, maka akan memiliki fondasi spiritual yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan pelayanan di kemudian hari (Simanullang & Hutagaol, 2. Oleh karena itu, program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga transformatif. Dalam pelaksanaan program KNPT ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan transformatif. Mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam setiap sesi, mulai dari diskusi konsep, praktik doa, refleksi, hingga berbagi kesaksian. Pendekatan ini terbukti efektif karena mahasiswa tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi juga subjek yang membentuk dan mengalami perubahan dalam dirinya sendiri. Kesaksian mahasiswa yang terlibat menunjukkan bahwa mezbah doa membantu untuk lebih peka terhadap suara Tuhan, lebih disiplin dalam kehidupan rohani, serta lebih berani 93 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga menyatakan iman dalam keseharian. Program ini juga memerhatikan aspek evaluatif melalui pengamatan langsung, refleksi kelompok, dan umpan balik dari mahasiswa. Evaluasi ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan seperti ketidakhadiran mahasiswa dan godaan dari media sosial, namun secara umum program ini memberikan dampak positif yang nyata. Mahasiswa menjadi lebih sadar akan pentingnya waktu teduh, belajar untuk mengutamakan Tuhan dalam kesibukan, serta menumbuhkan solidaritas spiritual melalui komunitas doa yang terbentuk selama program berlangsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mezbah doa memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter rohani mahasiswa STAK Terpadu Pesat Salatiga. Mezbah doa bukan hanya merupakan sarana untuk memelihara kehidupan rohani secara individual, tetapi juga menjadi alat pembentukan karakter Kristen yang utuh yang berpusat pada Kristus, taat pada firman Tuhan, dan siap menjadi saksi-Nya di tengah dunia. Hasil dari pelaksanaan program KNPT ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di lembaga-lembaga pendidikan teologi lainnya, serta menjadi kontribusi nyata dalam membangun gereja yang kuat secara spiritual di masa depan. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu metode yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual mengenai fenomena yang diteliti, dalam hal ini penerapan Mezbah Doa dalam membentuk karakter rohani mahasiswa (Moleong, 2. Metode ini dinilai tepat karena mampu mengungkap secara mendalam pengalaman, persepsi, serta perubahan sikap rohani mahasiswa setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, pendekatan kualitatif juga memungkinkan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan subjek penelitian dalam konteks Adapun metode pelaksanaan Kerja Nyata Praktik Terpimpin (KNPT) ini dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kegiatan ini berlangsung dari Februari hingga Mei 2025 di STAK Terpadu Pesat Salatiga. Kabupaten Semarang. Sasaran utama adalah mahasiswa semester dua. Alat yang digunakan dalam pelaksanaan mencakup Alkitab, modul pembelajaran Mezbah Doa. LCD proyektor, papan tulis, serta jurnal refleksi pribadi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak sepuluh kali pertemuan dengan metode ceramah, diskusi kelompok, praktik rohani, dan evaluasi reflektif. Setiap pertemuan diadakan seminggu sekali selama 75 menit. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, kesaksian mahasiswa, serta jurnal perkembangan rohani yang dikumpulkan di akhir program. Dukungan dari tim pelaksana, mentor rohani, dan dosen pembimbing menjadi kunci dalam keberhasilan program ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan KNPT Dalam kehidupan seorang mahasiswa STAK, pembentukan karakter rohani menjadi aspek penting yang harus diperhatikan, tidak hanya dalam lingkup akademik tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk membentuk karakter rohani yang kuat adalah melalui penerapan mezbah doa. Mezbah doa bukan sekadar rutinitas rohani, tetapi sarana yang efektif dalam memperkuat hubungan pribadi dengan Tuhan, membangun disiplin rohani, 94 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga serta menumbuhkan sikap keteladanan yang mencerminkan karakter Kristus. Di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Terpadu Pesat Salatiga, penerapan mezbah doa memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pelayan Tuhan. Melalui mezbah doa, mahasiswa diajak untuk memiliki kehidupan doa yang konsisten, merenungkan firman Tuhan, dan mengembangkan sikap rendah hati serta ketergantungan penuh kepada Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan rohani yang menekankan hubungan yang benar dengan Tuhan sebagai dasar utama dalam membangun karakter dan kompetensi yang sehat. Pelaksanaan program ini bertujuan untuk melihat sejauh mana penerapan mezbah doa dapat membentuk karakter rohani mahasiswa STAK Terpadu Pesat Salatiga. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya doa secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun dalam komunitas. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan evaluasi mengenai efektivitas mezbah doa dalam membangun karakter mahasiswa yang sesuai dengan nilai-nilai kekristenan. Melalui laporan ini, pelaksana ingin menyampaikan hasil dari penerapan mezbah doa di kalangan mahasiswa, termasuk tantangan yang dihadapi serta dampak yang dihasilkan terhadap perkembangan karakter. Dengan demikian, hasil dari laporan ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan rekomendasi bagi institusi dalam membangun lingkungan akademik yang tidak hanya menekankan aspek intelektual tetapi juga pembentukan karakter rohani yang kokoh. Informasi dan Analisis SWOT Tempat pelaksanaan program ini merupakan lembaga Kristen yaitu di STAK Terpadu PESAT Salatiga. Strengths (Kekuata. - Penerapan Mezbah Doa sudah menjadi bagian dari kehidupan Lembaga Kristen - Dukungan pembimbing dan komunitas rohani di STAK Opportunity (Peluan. - Dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan hidup dengan dasar iman yang Tabel 1. Analisa SWOT Weakness (Kelemaha. - Kurangnya kesadaran sebagian mahasiswa dalam menjaga disiplin doa secara konsisten - Kesibukan akademik yang dapat menghambat waktu doa Pribadi dan Komunitas Threat (Ancama. - Kurangnya pemahaman mahasiswa tentang pentingnya Mezba Doa - Godaan dari dunia digital yang dapat mengurangi waktu doa dan refleksi pribadi. 95 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Tabel 2. Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Rencana Kegiatan Penjelasan Program dan Diskusi Ringan Pengenalan konsep Mezbah Doa dan pentingnya dalam kehidupan rohani Menerapkan Mezbah Doa dalam kehidupan pribadi Evaluasi penerapan Mezbah doa dalam kehidupan sehari-hari Diskusi dan refleksi mengenai tantangan dalam mempertahankan mezbah doa Penguatan karakter rohani melalui komunitas doa Implementasi Mezbah doa dalam kehidupan rohani Mahasiswa menceritakan pengalaman dan hasil perkembangan spiritual mereka Evaluasi akhir dan kesimpulan dari program KNPT Penutupan Pertemuan Jadwal Pelaksanaan Kamis, 27 Februari 2025 Kamis, 6 Maret 2025 Kamis, 13 Maret 2025 Kamis, 20 Maret 2025 Kamis, 27 Maret 2025 Kamis, 3 April 2025 Kamis, 10 April 2025 Kamis, 17 April 2025 Kamis 24 April 2025 Kamis, 1 Mei 2025 Materi. Perlengkapan, dan Metode Program ini mencakup beberapa materi inti yang dirancang untuk memperdalam pemahaman dan pengalaman spiritual mahasiswa STAK Terpadu PESAT Salatiga dalam hal Mezbah Doa. Materi yang disampaikan meliputi tiga bagian utama. Pertama, pembahasan mengenai konsep dasar Mezbah Doa dalam Alkitab, yang bertujuan untuk memberikan landasan teologis dan biblika mengenai pentingnya kehidupan doa yang teratur dan mendalam. Kedua, implementasi Mezbah Doa dalam kehidupan mahasiswa STAK Terpadu PESAT Salatiga, yang berfokus pada penerapan praktis mezbah doa dalam konteks kehidupan sehari-hari mahasiswa. Ketiga, strategi dan refleksi atas praktik Mezbah Doa, yang bertujuan membantu peserta merumuskan langkah-langkah konkret dalam mempertahankan serta meningkatkan kehidupan doanya, baik secara pribadi maupun dalam komunitas. Untuk menunjang kegiatan ini, disediakan berbagai perlengkapan pendukung. Perlengkapan tersebut meliputi: Alkitab sebagai sumber utama pembelajaran, buku dan alat tulis untuk mencatat materi serta hasil refleksi. LCD proyektor dan laptop sebagai media presentasi materi, papan tulis dan perlengkapan tulis lainnya untuk memperjelas penyampaian, serta ruang pertemuan yang memadai dan kondusif untuk pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini terdiri atas empat pendekatan utama. Pertama, metode ceramah, yaitu penyampaian materi secara langsung oleh narasumber untuk memberikan pemahaman yang sistematis mengenai Mezbah Doa. Kedua, metode diskusi, yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertanya, berdialog, dan merefleksikan materi yang telah diterima bersama rekan-rekan lainnya. Ketiga, praktik langsung, di mana mahasiswa diarahkan untuk menerapkan Mezbah Doa secara nyata, baik secara pribadi maupun dalam kelompok kecil. Keempat, dilakukan evaluasi dan refleksi, yang bertujuan untuk 96 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga mengukur efektivitas program melalui kesaksian, pengalaman pribadi, serta pertumbuhan rohani yang dialami oleh para peserta. Melalui keseluruhan rangkaian ini, diharapkan mahasiswa mampu membangun kehidupan doa yang kuat dan berdampak dalam pembentukan karakter rohani. Tabel 3. Rencana Kegiatan Waktu Penelitian No. Kegiatan Februari Observasi Melalui Pembuatan penyerahan MoU Pelaksanan Kegiatan Evaluasi kegiatan Pembuatan Laporan Pengumpulan Maret April Mei Hasil Kegiatan KNPT Penerapan Mezbah Doa Dalam Membentuk Karakter Rohani Mahasiswa STAK Terpadu PESAT Salatiga Program Pertama : Pengenalan Konsep Mezbah Doa Gambar 1 Kegiatan pertama dilaksanakan pada Kamis, 6 Maret 2025. Dalam pertemuan ini, mahasiswa dikenalkan pada dasar biblika tentang Mezbah Doa serta pentingnya dalam membentuk 97 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga karakter rohani. Antusiasme mahasiswa cukup tinggi, terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi ringan yang berlangsung setelah pemaparan materi. Program Kedua : Penerapan Mezbah Doa Secara Pribadi Gambar 2 Pada Kamis, 13 Maret 2025, mahasiswa mulai menerapkan Mezbah Doa secara pribadi di kehidupan sehari-hari. Mulai praktek dalam kelas dan berlanjut di pondokan masing-masing menjadikan hal ini sebagai rutinitas pribadi. Tantangan mulai terlihat, terutama dari segi konsistensi karena beban akademik dan gangguan digital. Namun sebagian besar mahasiswa menunjukkan komitmen untuk menjaga waktu doa harian. Program Ketiga : Evaluasi Awal Penerapan Mezbah Doa Gambar 3 Pertemuan ketiga pada 20 Maret 2025 difokuskan pada evaluasi awal. Mahasiswa diminta untuk berbagi pengalaman, hambatan, dan perubahan yang mulai dirasakan sejak penerapan Mezbah Doa. Mayoritas mahasiswa melaporkan adanya peningkatan kesadaran rohani dan kedamaian batin. 98 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Program Keempat : Diskusi dan Refleksi Tantangan dan Program ke 5 Gambar 4 Kamis, 27 Maret 2025, dilaksanakan sesi diskusi dan refleksi. Mahasiswa membahas godaan dunia digital, waktu yang sempit, serta kurangnya dukungan dari komunitas. Kegiatan ini menjadi momen penguatan spiritual dan motivasi untuk terus bertumbuh. Pertemuan mengenai AuEvaluasi Awal Penerapan Mezbah DoaAy dan AuDiskusi dan Refleksi TantanganAy dilaksanakan pada hari yang sama. Hal ini disebabkan oleh proses pelaksanaannya yang memerlukan waktu sekitar dua minggu, karena mahasiswa perlu mengisi jurnal doa sebagai bagian dari pembentukan karakter rohani dan pengenalan terhadap kehidupan doanya secara pribadi, sebagai bentuk kedisiplinan spiritual. Program Keenam : Penguatan Karakter Rohani Melalui Komunitas Doa Gambar 6 Pada pertemuan yang keenam ini kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 3 April 2025. Kegiatan dilakukan setiap hari kamis mahasiswa yang terlibat dalam kelompok doa terpimpin yang berfokus pada pembacaan Alkitab, pujian penyembahan, serta saling mendoakan. Hal ini membentuk ketekunan rohani dan meningkatkan kepekaan terhadap suara Tuhan melalui FirmanNya. 99 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Program Ketujuh : Implementasi Mezbah Doa dalam Kehidupan Rohani Mahasiswa Gambar 7 Pada pertemuan yang ketujuh ini. Mahasiswa melaksanakan kegiatan doa secara rutin di pondokan masing-masing dan setiap hari menyediakan waktu khusus untuk berdoa. Mereka juga dapat mengajak teman-teman lainnya untuk berdoa bersama serta memuridkan orang lain dalam menerapkan mezbah doa dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan mezbah doa ini diharapkan dapat melanjutkan praktik mezbah doa tersebut di tempat pelayanan mereka masing-masing. Program Kedelapan : Mahasiswa Menceritakan Pengalaman dan Hasil Perkembangan Spiritual Gambar 8 Pertemuan yang kedelapan kegiatan yang dilakukan yaitu evaluasi. Dalam sesi evaluasi mingguan, mahasiswa membagikan kesaksian tentang perubahan hidup pertumbuhan iman, dan pengalaman pribadi saat membangun mezbah doa secara pribadi maupun kelompok. 100 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Program Kesembilan : Evaluasi Akhir dan Kesimpulan dari Program KNPT Gambar 9 Pertemuan yang kesembilan, dalam sesi evaluasi mingguan, mahasiswa membagikan kesaksian tentang perubahan karakter, pertumbuhan iman, dan pengalaman pribadi saat membangun mezbah doa secara pribadi maupun kelompok. Program Kesepuluh : Penutupan Pertemuan Gambar 10 Pertemuan kesepuluh merupakan kegiatan terakhir. Penutupan kegiatan KNPT dilaksanakan pada Kamis, 1 Mei 2025, ditandai dengan ibadah serta doa bersama. Namun, pada saat penutupan tersebut belum dapat diadakan kegiatan makan bersama karena mempertimbangkan kegiatan perkuliahan mahasiswa yang masih berlangsung. Oleh karena itu, direncanakan pertemuan lanjutan pada Jumat, 30 Mei 2025, yang akan diisi dengan ibadah dan makan bersama. Pada pertemuan ini, dihadirkan dua orang mentor pendamping untuk memberikan penguatan serta melakukan evaluasi akhir terhadap capaian dan hambatan selama kegiatan KNPT Pelaksanaan program KNPT yang dilakukan di STAK Terpadu PESAT Salatiga memberikan dampak positif dalam membentuk karakter rohani mahasiswa, khususnya mahasiswa 101 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga semester dua yang menjadi peserta utama. Program ini berhasil menanamkan kebiasaan rohani yang konsisten melalui praktik Mezbah Doa secara pribadi maupun komunal. Sebelum program dilaksanakan, sebagian mahasiswa belum memiliki kedisiplinan dalam membangun kehidupan doa secara pribadi dan belum memahami pentingnya mezbah doa dalam kehidupan rohani. Namun setelah melalui serangkaian pertemuan yang meliputi pengenalan konsep, pelatihan, diskusi, dan praktik langsung, terjadi perubahan signifikan. Mahasiswa mulai membangun mezbah doa secara rutin, mengalami pertumbuhan iman, dan menunjukkan ketekunan dalam kehidupan rohani Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, memperdalam pengenalan akan Firman Tuhan, dan menumbuhkan semangat untuk memuridkan orang lain dalam hal disiplin rohani. Mezbah Doa menjadi gaya hidup rohani baru yang mulai diterapkan secara nyata di pondokan maupun dalam komunitas mahasiswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Mezbah Doa memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter rohani mahasiswa STAK Terpadu PESAT Salatiga. Mezbah Doa menjadi sarana utama dalam memperkuat hubungan pribadi dengan Tuhan, meningkatkan kedisiplinan rohani, dan memampukan mahasiswa untuk hidup dalam nilai-nilai kekristenan yang sejati. Melalui disiplin Mezbah Doa yang teraturAibaik secara pribadi maupun komunal mahasiswa menunjukkan pertumbuhan dalam aspek kerohanian seperti kesetiaan, kasih, ketaatan, dan kerendahan hati. Penerapan Mezbah Doa juga menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan studi dan pelayanan secara lebih matang secara spiritual. Dengan demikian. Mezbah Doa bukan hanya sebagai kegiatan rohani rutin, tetapi menjadi gaya hidup rohani yang membentuk watak dan integritas mahasiswa sebagai pelayan Tuhan di masa DAFTAR PUSTAKA