p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENGARUH INTEGRITAS. OBYEKTIFITAS. KERAHASIAAN. DAN KOMPETENSI PADA KINERJA AUDITOR INSPEKTORAT PROVINSI PAPUA Etni Tangka1. Meinarni Asnawi2. Quincy F. Kambuaya3. Agustinus Salle4. Paulus K. Allo Layuk5. Westim Ratang6 Magister Keuangan Daerah. Universitas Cenderawasih. Indonesia Email: lienglet. lg@gmail. Article History Received: 19-11-2025 Revision: 09-12-2025 Accepted: 14-12-2025 Published: 11-01-2025 Abstract. This study aims to analyse the influence of integrity, objectivity, confidentiality, and competence on the performance of auditors at the Papua Provincial Inspectorate, both partially and simultaneously. The analysis method used is multiple linear regression with a significance level of 5%. The simultaneous test results show that the regression model used is valid, as indicated by a calculated F value of 4. 215 with a significance of 009 (< 0. These findings prove that integrity, objectivity, confidentiality, and competence together have a significant effect on auditor performance. Partially, integrity has a significant positive effect on auditor performance with a coefficient value of 0. This indicates that the higher the auditor's integrity, the better the performance. Objectivity also has a positive effect with a coefficient of 0. 064, indicating that a fair and impartial attitude improves the quality of an auditor's work. The confidentiality variable has a positive effect with a coefficient of 0. 053, indicating the importance of maintaining audit information in promoting professionalism and performance. In addition, competence has a significant positive effect with a coefficient of 0. 407, which explains that adequate knowledge, skills, and experience can improve the accuracy and quality of audit results. Overall, this study confirms that improving integrity, objectivity, confidentiality, and competence are important factors in improving the performance of auditors at the Papua Provincial Inspectorate. Keywords: Integrity. Objectivity. Confidentiality. Competence. Auditor Performance. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas, obyektivitas, kerahasiaan, dan kompetensi terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Papua, baik secara parsial maupun simultan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan layak, ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 4,215 dengan signifikansi 0,009 (< 0,. Temuan ini membuktikan bahwa integritas, obyektivitas, kerahasiaan, dan kompetensi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. Secara parsial, integritas berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor dengan nilai koefisien 0,808. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi integritas auditor, semakin baik kinerja yang dihasilkan. Obyektivitas juga berpengaruh positif dengan koefisien 0,064, menandakan bahwa sikap adil dan tidak memihak meningkatkan kualitas kerja auditor. Variabel kerahasiaan berpengaruh positif dengan koefisien 0,053, menunjukkan pentingnya menjaga informasi audit dalam mendorong profesionalisme dan kinerja. Selain itu, kompetensi memiliki pengaruh positif signifikan dengan koefisien 0,407, yang menjelaskan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai dapat meningkatkan ketepatan dan kualitas hasil audit. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan integritas, obyektivitas, kerahasiaan, dan kompetensi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja auditor Inspektorat Provinsi Papua. Kata Kunci: Integritas. Obyektivitas. Kerahasiaan. Kompetensi. Kinerja Auditor. How to Cite: Tangka. et al. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi Pada Kinerja Auditor Inspektorat Provinsi Papua. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7764-7776. 54373/ifijeb. Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A PENDAHULUAN Perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk mampu beradaptasi terhadap dinamika lingkungan bisnis global dan digital yang terus berubah. Dalam kondisi tersebut, efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya menjadi faktor kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu memperoleh laba maksimal dan menjaga keberlangsungan usaha (Martono & Harjito, 2. Laporan keuangan berperan penting sebagai sumber informasi utama mengenai kondisi keuangan dan hasil operasional perusahaan, yang akan lebih bermakna apabila dianalisis secara komparatif antarperiode maupun terhadap standar industri (Hery, 2. Salah satu metode yang umum digunakan adalah analisis rasio keuangan, yang meliputi rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas (Irfani, 2. Kinerja keuangan mencerminkan efektivitas kebijakan manajerial dalam menghasilkan nilai tambah bagi pemegang saham serta menjaga stabilitas jangka panjang (Hutabarat, 2. Melalui analisis rasio, perusahaan dapat menilai kemampuan dalam menghasilkan laba, memenuhi kewajiban, mengelola utang, dan memanfaatkan aset secara optimal. Hal ini penting tidak hanya bagi manajemen internal, tetapi juga bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan ekonomi (Ningsih, 2. Sektor infrastruktur, properti, dan real estate memiliki peranan strategis dalam perekonomian Indonesia karena mendukung pembangunan nasional. Namun, sektor ini sangat sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi, suku bunga, inflasi, serta kebijakan Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar, di mana laporan Indonesia Property Watch menunjukkan penurunan kinerja hingga 50,1% pada 2020. Kondisi ini diperparah oleh fluktuasi penjualan sejumlah perusahaan seperti PT Agung Podomoro Land Tbk. PT Alam Sutera Realty Tbk, dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk akibat tekanan ekonomi dan perubahan regulasi. Perbedaan hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pengaruh rasio keuangan terhadap kinerja perusahaan tidak selalu konsisten. Beberapa studi menemukan bahwa profitabilitas dan likuiditas berpengaruh positif, sementara penelitian lain menyatakan sebaliknya (Yuyun et al. , 2022. Hendi & Sudradjat, 2. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangan bersifat kompleks dan kontekstual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan perusahaan sektor infrastruktur, properti, dan real estate yang terdaftar di BEI periode 2019Ae2023 melalui pendekatan rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan literatur akuntansi Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A keuangan serta menjadi acuan bagi manajemen dan investor dalam pengambilan keputusan strategis berbasis kinerja keuangan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-komparatif untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan sektor infrastruktur, properti, dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2023. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu menggambarkan hubungan antarkomponen secara objektif melalui data numerik, sedangkan analisis deskriptif digunakan untuk menampilkan karakteristik data berupa rata-rata, proporsi, dan tren antarperiode. Proses penelitian dimulai dari penentuan fokus dan tujuan, dilanjutkan dengan pemilihan populasi dan sampel, pengumpulan data sekunder, perhitungan rasio, serta analisis perbandingan terhadap standar industri dan tren lima tahunan. Populasi mencakup 164 emiten, dan berdasarkan kriteria purposive samplingAiketersediaan laporan keuangan lengkap tahun 2019Ae2023 serta kelengkapan komponen rasioAiterpilih 80 perusahaan sebagai sampel Data yang digunakan bersifat sekunder kuantitatif dan diperoleh dari laporan tahunan serta laporan keuangan konsolidasian yang diakses melalui situs resmi BEI . dan laman resmi masing-masing perusahaan. Periode pengumpulan data dilaksanakan pada April hingga Agustus 2024, mencakup tahap penelusuran, pengolahan, dan validasi data. Variabel penelitian terdiri atas empat kelompok rasio keuangan, yaitu profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba dan diwakili oleh gross profit margin, net profit margin, return on assets, serta return on equity. Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, diukur melalui current ratio, quick ratio, dan cash ratio. Rasio solvabilitas menjelaskan struktur pendanaan dan kemampuan perusahaan menanggung beban utang, diukur menggunakan debt to asset ratio dan debt to equity ratio. Rasio aktivitas menilai efektivitas penggunaan aset dan modal kerja, diukur melalui total asset turnover dan working capital turnover. Analisis dilakukan melalui penghitungan rasio keuangan per tahun untuk masing-masing perusahaan, kemudian dirata-ratakan dan dianalisis trennya selama lima tahun. Selanjutnya dilakukan perbandingan terhadap tolok ukur industri untuk menilai kondisi keuangan relatif Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A setiap perusahaan. Validitas dijaga melalui keseragaman definisi indikator, konsistensi satuan, dan pemeriksaan keseimbangan antarpos laporan keuangan. Dengan rancangan ini, metode penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif, terukur, dan dapat direplikasi mengenai dinamika kinerja keuangan perusahaan sektor infrastruktur, properti, dan real estate di BEI, serta memotret arah pemulihan ekonomi pascapandemi berdasarkan analisis profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas. HASIL DAN DISKUSI Hasil Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah para pegawai yang bekerja pada Inspektorat Provinsi Papua. Jumlah responden sebanyak 32 orang, dengan latar belakang yang beragam dilihat dari jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan lama bekerja. Karakteristik ini penting untuk memberikan gambaran umum mengenai profil auditor yang menjadi objek penelitian sehingga interpretasi hasil penelitian dapat dilakukan secara lebih kontekstual. Secara umum, responden didominasi oleh pegawai berusia produktif dengan latar belakang pendidikan tinggi (S1 dan S. serta masa kerja yang relatif cukup lama di Inspektorat Provinsi Papua. Rincian karakteristik responden disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian Karakteristik Kategori Jenis Kelamin Pria Wanita Total Usia 20Ae30 tahun 30Ae40 tahun 40Ae50 tahun > 50 tahun Total Pendidikan Total Lama Bekerja 1Ae5 tahun 5Ae10 tahun > 10 tahun Total Sumber: Data diolah, 2022 Jumlah Persentase (%) 56,25 43,75 9,38 56,25 25,00 9,38 50,00 43,75 6,25 9,38 53,13 37,50 Dari Tabel 1 terlihat bahwa responden didominasi oleh auditor berjenis kelamin pria . ,25%), meskipun proporsi auditor wanita juga cukup besar . ,75%), sehingga dapat Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A dikatakan komposisi gender relatif seimbang. Ditinjau dari segi usia, mayoritas responden berada pada rentang usia 30Ae40 tahun . ,25%), yang menunjukkan bahwa sebagian besar auditor berada pada usia produktif dengan pengalaman kerja yang sudah cukup matang. Dari sisi pendidikan, mayoritas responden memiliki kualifikasi pendidikan tinggi, yaitu S1 . %) dan S2 . ,75%), serta sebagian kecil telah menempuh pendidikan S3 . ,25%). Hal ini menggambarkan bahwa auditor pada Inspektorat Provinsi Papua memiliki tingkat pendidikan yang baik dan relevan dengan tuntutan profesionalisme. Sementara itu, berdasarkan lama bekerja, sebagian besar responden telah bekerja selama 5Ae10 tahun . ,13%) dan lebih dari 10 tahun . ,50%), yang menunjukkan bahwa mereka memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam melaksanakan tugas pengawasan. Secara keseluruhan, profil responden ini menggambarkan bahwa auditor Inspektorat Provinsi Papua memiliki komposisi usia produktif, latar belakang pendidikan tinggi, serta pengalaman kerja yang memadai, sehingga secara teoritis mendukung kapasitas mereka dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pelaksanaan audit. Persepsi Responden terhadap Integritas Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap variabel integritas auditor berada pada kategori sangat baik. Secara keseluruhan, sebesar 70,70% responden menyatakan Baik dan 28,13% menyatakan Sangat Baik. Temuan ini menggambarkan bahwa para-auditor Inspektorat Provinsi Papua memiliki tingkat integritas yang tinggi dalam melaksanakan tugas pemeriksaan. Pada tiap indikator, persentase tertinggi sebesar 84,38% muncul pada pernyataan AuAuditor mengemukakan hal-hal yang menurut pertimbangan dan keyakinan auditor perlu dilakukan. Ay Hal ini menunjukkan bahwa auditor memiliki keberanian profesional dan keyakinan dalam menyampaikan pendapat serta temuan audit secara objektif. Seluruh responden juga menilai bahwa auditor bekerja sesuai fakta, tidak dapat diintimidasi oleh pihak tertentu, serta menjaga tanggung jawab dalam penyempurnaan hasil pemeriksaan. Secara umum, temuan ini menegaskan bahwa integritas auditor berada pada tingkat yang baik dan stabil, yang merupakan modal utama dalam menjaga kualitas audit sektor publik. Persepsi Responden terhadap Obyektivitas Variabel obyektivitas juga dinilai sangat baik oleh responden. Sebanyak 77,28% responden memberikan penilaian Baik, sedangkan 20,38% memberikan penilaian Sangat Baik. Hasil ini menunjukkan bahwa auditor dianggap mampu mempertahankan sikap objektif dalam seluruh tahapan audit. Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A Indikator dengan nilai tertinggi, yaitu 84,38%, terdapat pada pernyataan AuAuditor mengungkapkan temuan audit berdasarkan fakta-fakta dan informasi yang sebenarnya di Ay Persentase tinggi ini menunjukkan bahwa auditor menempatkan fakta sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan audit. Meskipun secara umum obyektivitas dinilai baik, terdapat satu indikator dengan nilai Sangat Tidak Baik sebesar 12,50% terkait kesesuaian laporan temuan dengan standar auditor. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan konsistensi standar pelaporan audit pada sebagian Secara keseluruhan, obyektivitas auditor terbukti berada pada tingkat yang baik sehingga mendukung kualitas hasil audit yang dihasilkan. Persepsi Responden terhadap Kerahasiaan Persepsi responden terhadap variabel kerahasiaan berada pada kategori baik. Rata-rata responden memberikan penilaian Baik sebesar 74,81%, dan Sangat Baik sebesar 24,86%. Indikator dengan nilai tertinggi sebesar 81,25% terdapat pada pernyataan AuAuditor dapat mengungkapkan informasi apabila mendapat otorisasi yang memadai dan diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. Ay Hasil ini menunjukkan bahwa auditor sangat berhati-hati dalam mengelola informasi dan hanya mengungkapkannya berdasarkan ketentuan hukum. Seluruh responden menyatakan bahwa auditor tidak menggunakan informasi audit untuk kepentingan pribadi maupun pihak di luar organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa auditor memiliki kesadaran etik yang kuat dalam menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi audit. Persepsi Responden terhadap Kompetensi Persepsi responden terhadap kompetensi auditor menunjukkan nilai yang cukup tinggi. Rata-rata 65,63% responden menilai kompetensi auditor pada kategori Baik, dan 28,91% menilainya Sangat Baik. Indikator dengan persentase tertinggi . ,25%) terdapat pada pernyataan AuAuditor memiliki kemampuan untuk melakukan reviu analitis. Ay Hal ini menunjukkan bahwa auditor mampu melakukan analisis mendalam dalam proses pemeriksaan. Beberapa indikator seperti wawancara, pemahaman organisasi, dan kemampuan menggunakan statistik serta teknologi informasi dinilai baik, namun masih menunjukkan adanya ruang peningkatan, terutama pada indikator Aupengetahuan teori organisasiAy dan Aukemampuan memahami temuan subjektifAy, yang masing-masing memiliki proporsi Kurang Baik. Secara umum, kompetensi auditor tergolong baik, tetapi tetap diperlukan peningkatan kapasitas terutama melalui pelatihan teknis dan pengembangan profesional berkelanjutan. Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A Persepsi Responden terhadap Kinerja Auditor Persepsi responden terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Papua juga menunjukkan hasil positif. Sebesar 73,05% responden menilai kinerja auditor pada kategori Baik, sementara 9,38% menilai Sangat Baik. Indikator dengan nilai tertinggi . ,38%) terdapat pada pernyataan AuKertas Kerja Hasil Pemeriksaan telah direviu oleh atasan. Ay Ini menunjukkan bahwa proses supervisi dan reviu kertas kerja telah berjalan sangat baik. Beberapa indikator lain seperti penyusunan program audit, kepatuhan pada jadwal, serta ketepatan waktu pelaporan memperoleh nilai baik, tetapi terdapat beberapa indikator yang memiliki proporsi Kurang Baik, terutama terkait Aurealisasi waktu yang melebihi alokasi anggaran waktu pemeriksaanAy dan Aupelaksanaan program audit yang diperpanjang dari jadwal awalAy. Hal ini mengindikasikan bahwa manajemen waktu dan efisiensi pelaksanaan audit masih perlu ditingkatkan. Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh secara simultan terhadap kinerja auditor. Pengujian dilakukan dengan menggunakan nilai signifikansi (Sig. ) pada taraf = 0,05 sesuai pedoman Ghozali . , dengan ketentuan bahwa model dinyatakan signifikan apabila nilai Sig. F < 0,05. Tabel 2. Uji Simultan (Uji F) Regression 5 Significance F 1,855 0,464 4,215 0,009 Residual 27 2,971 0,110 Total 32 4,827 Sumber: Data diolah, 2022 Nilai F hitung sebesar 4,215 dengan signifikansi 0,009 < 0,05. Artinya, model regresi berganda yang memuat integritas, obyektivitas, kerahasiaan, dan kompetensi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Papua. Dengan kata lain, keempat variabel independen secara bersama-sama layak digunakan untuk menjelaskan variasi kinerja auditor. Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A Uji Parsial (Uji . dan Persamaan Regresi Uji t digunakan untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen terhadap kinerja auditor secara parsial. Pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. Suatu variabel dinyatakan berpengaruh signifikan jika p-value < 0,05. Tabel 3. Uji Parsial (Uji . Variabel Coefficients Standard Error t Stat P-value Intercept 2,172 1,039 2,090 0,046 Integritas 0,808 0,327 2,472 0,020 Obyektivitas 0,064 0,082 0,790 0,437 Kerahasiaan 0,053 0,196 0,271 0,789 Kompetensi 0,407 0,157 2,590 0,015 Sumber: Data diolah, 2022 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: ycU = 2,172 0,808ycU1 0,064ycU2 0,053ycU3 0,407ycU4 yce Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen memberikan kontribusi yang berbeda terhadap kinerja auditor. Nilai konstanta sebesar 2,172 mengindikasikan bahwa ketika integritas, obyektivitas, kerahasiaan, dan kompetensi berada pada kondisi paling rendah . , maka nilai dasar kinerja auditor tetap berada pada level 2,172 Variabel integritas memiliki koefisien sebesar 0,808 dengan tingkat signifikansi 0,020, sehingga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi auditorAiditandai kejujuran, keberanian, kebijaksanaan, serta tanggung jawabAimaka semakin tinggi pula kinerja yang dicapai. Integritas menjadi faktor paling dominan dalam model ini. Variabel obyektivitas juga menunjukkan arah pengaruh positif dengan koefisien 0,064, namun tidak signifikan secara statistik . = 0,. Artinya, meskipun obyektivitas auditor cenderung meningkatkan kinerja, namun secara empiris kontribusinya tidak terbukti sebagai faktor yang menentukan dalam penelitian ini. Selanjutnya, variabel kerahasiaan memiliki koefisien positif 0,053, namun tidak signifikan . = 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan auditor menjaga kerahasiaan informasi belum memberikan pengaruh yang kuat secara statistik terhadap kinerja, meskipun secara teoritis tetap merupakan bagian penting dari etika profesi auditor. Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A Berbeda dengan dua variabel sebelumnya, kompetensi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien 0,407 dan nilai signifikansi 0,015. Artinya, semakin tinggi tingkat pengetahuan, keahlian teknis, pengalaman, serta kemampuan analitis auditor, semakin baik kinerja yang dihasilkan. Kompetensi menjadi faktor penting kedua setelah integritas yang mempengaruhi kinerja auditor. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa faktor etis . dan faktor kemampuan teknis . merupakan determinan utama dalam meningkatkan kinerja auditor Inspektorat Provinsi Papua. DISKUSI Integritas dan Kinerja Auditor Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor. Dalam perspektif teori atribusi, perilaku auditor dalam menghasilkan kinerja yang baik dipengaruhi oleh faktor internal, salah satunya adalah karakter moral seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Auditor yang memiliki integritas tinggi akan menunjukkan perilaku profesional meskipun berada dalam tekanan situasional. Temuan ini sejalan dengan prinsip Kode Etik APIP, yang menyatakan bahwa integritas merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap auditor. Penelitian terdahulu oleh Yulianti et al. Tarigan et al. , dan Yaumi . juga menunjukkan hasil konsisten bahwa integritas merupakan penentu penting kualitas dan kinerja auditor. Dengan demikian, temuan penelitian ini memperkuat argumentasi bahwa perilaku etis auditor berkontribusi nyata terhadap efektivitas pengawasan internal. Obyektivitas dan Kinerja Auditor Variabel obyektivitas berpengaruh positif terhadap kinerja auditor, meskipun pengaruhnya relatif lebih kecil dibandingkan variabel lainnya. Secara teoritis, obyektivitas merupakan cerminan kemampuan auditor untuk mengambil keputusan tanpa bias. Menurut teori atribusi, auditor yang mampu melepaskan diri dari pengaruh eksternal menunjukkan kontrol internal yang kuat terhadap tindakan profesionalnya. Prinsip obyektivitas dalam etika profesi menuntut auditor untuk bersikap adil, tidak memihak, serta mengedepankan bukti dan logika. Temuan ini menguatkan hasil penelitian Yendrawati & Narastuti . Utami & Rofika . , serta Prameswari & Nazar . yang menyatakan bahwa obyektivitas berkontribusi pada peningkatan kualitas audit dan kinerja Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A Kerahasiaan dan Kinerja Auditor Kerahasiaan juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja auditor. Dalam praktik pengawasan internal, auditor sering mengakses informasi sensitif yang tidak boleh Berdasarkan etika profesi PER/04/M. PAN/03/2008, auditor wajib menjaga informasi organisasi serta hanya mengungkapkannya kepada pihak yang berwenang. Ketidakpatuhan terhadap prinsip ini dapat menurunkan kepercayaan publik dan merusak reputasi Inspektorat. Dilihat dari teori atribusi, kemampuan menjaga kerahasiaan mencerminkan faktor internal berupa kedisiplinan dan kontrol diri auditor. Temuan penelitian ini mendukung penelitian Tarigan et al. dan Azura et al. , yang menekankan bahwa perilaku etis auditor memperkuat kepercayaan dan meningkatkan kinerja audit. Kompetensi dan Kinerja Auditor Kompetensi menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja auditor, dengan nilai koefisien kedua tertinggi setelah integritas. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja auditor sangat dipengaruhi oleh kemampuan teknis, pengetahuan, pelatihan, serta pengalaman Auditor yang kompeten lebih mampu mengidentifikasi kesalahan, memahami kompleksitas organisasi, dan menghasilkan kualitas audit yang lebih baik. Dari sudut pandang teori atribusi, kompetensi merupakan faktor internal yang menentukan kemampuan seseorang menampilkan perilaku profesional. Sementara itu, dalam perspektif etika profesi, kompetensi merupakan kewajiban moral auditor untuk memberikan jasa yang Temuan ini sejalan dengan penelitian Ariani & Badera . Yaumi . , serta Nurliahafnie & Bede . yang menegaskan bahwa kompetensi merupakan aspek krusial dalam menentukan keberhasilan audit. Pengaruh Simultan Keempat Variabel Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mencapai kinerja optimal, auditor tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas moral, sikap obyektif, dan komitmen menjaga kerahasiaan informasi. Kombinasi faktor etis dan kompetensi teknis membentuk perilaku profesional auditor yang berdampak langsung pada kualitas pengawasan internal. Hasil ini mendukung teori etika profesi yang menegaskan bahwa kualitas auditor tidak dapat dilepaskan dari sikap, nilai moral, dan kompetensi yang dimilikinya secara terpadu. Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel integritas, obyektivitas, kerahasiaan, dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor Inspektorat Provinsi Papua. Hal ini dibuktikan melalui nilai F hitung sebesar 4,215 dengan tingkat signifikansi 0,009 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga model regresi dinyatakan layak dan mampu menjelaskan variasi kinerja auditor secara bersama-sama. Secara parsial, integritas terbukti berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,808, yang menunjukkan bahwa auditor dengan karakter jujur, bertanggung jawab, dan berani dalam mengungkapkan temuan akan menghasilkan kinerja yang lebih baik. Variabel obyektivitas dan kerahasiaan juga menunjukkan arah pengaruh positif dengan koefisien masing-masing 0,064 dan 0,053, meskipun kontribusinya relatif kecil. Temuan ini tetap menggarisbawahi pentingnya sikap adil, tidak memihak, serta kepatuhan dalam menjaga kerahasiaan informasi audit sebagai bagian dari etika profesional. Selain itu, kompetensi auditor dengan koefisien 0,407 terbukti berpengaruh positif dan signifikan, menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, dan pengalaman kerja memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan kinerja auditor. Secara keseluruhan, hasil penelitian memperlihatkan bahwa penguatan integritas dan kompetensi, yang ditunjang oleh obyektivitas dan kerahasiaan, merupakan elemen penting dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas kinerja auditor Inspektorat Provinsi Papua. Berdasarkan temuan tersebut, beberapa rekomendasi diajukan untuk mendorong peningkatan kualitas kinerja auditor secara berkelanjutan. Penguatan integritas perlu menjadi prioritas melalui pembinaan etika, internalisasi nilai kejujuran dan tanggung jawab, serta penegakan kode etik APIP secara konsisten agar auditor memiliki landasan moral yang kuat dalam menjalankan tugas pemeriksaan. Di samping itu, kompetensi profesional auditor perlu ditingkatkan melalui program pelatihan teknis yang terstruktur, penguasaan standar audit, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan kemampuan analitis agar auditor mampu merespons kompleksitas pengawasan modern. Obyektivitas dan kerahasiaan tetap perlu diperkuat melalui pengaturan lebih tegas mengenai potensi konflik kepentingan, pengamanan informasi audit, serta peningkatan kesadaran terkait independensi dan etika Peningkatan sistem pengawasan internal, mekanisme reviu yang lebih ketat, serta lingkungan kerja yang mendukung profesionalisme diharapkan mampu memperkuat seluruh aspek tersebut. Temuan penelitian ini juga memberikan implikasi bagi pengembangan kapabilitas APIP, khususnya dalam mencapai Level 3. Dengan memperkuat integritas, meningkatkan Tangka. Pengaruh Integritas. Obyektifitas. Kerahasiaan, dan Kompetensi A kompetensi, serta mengoptimalkan budaya etika dan tata kelola organisasi. Inspektorat Provinsi Papua diharapkan mampu meningkatkan efektivitas fungsi pengawasan dan berkontribusi lebih besar dalam pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas variabel penelitian seperti independensi, komitmen organisasi, budaya organisasi, atau beban kerja, serta mengembangkan objek penelitian pada inspektorat di wilayah lain agar menghasilkan temuan yang lebih komprehensif dan memiliki daya generalisasi yang lebih luas. REFERENSI