Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Motivasi orang tua berprofesi nelayan tehadap pedidikan anak Di desa pulau maringkik kecamatan kruak kabupaten lombok timur Andi Mulyan Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama NTB Andimulyan2018@gmail. Abstrak. Desa Pulau Maringkik Kecamatan Alas Kabupaten Lombok Timur. Bahwa ditemukannya beberapa orang tua berprofesi sebagai nelayan yang sangat termotivasi terhadap pendidikan anaknya meskipun sangat disibukkan oleh aktifitas kerja sebagai nelayan, dan hal inilah yang membuat peneliti sangat tertarik mengkaji lebih dalam tentang pandidikan anak dalam keterkaitannya dengan orang tua yang berprofesi sebagai nelayan. Motivasi Orang Tua Berprofesi nelayan yang ada di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur adalah sangat berarti. Artinya walaupun mereka memiliki kesibukan di laut untuk mencari rezeki, demikian juga dengan ibu-ibu nelayan yang turut membantu sang suami, namun mereka memiliki semangat dan motivasi yang kuat untuk memotivasi anaknya dalam pendidikan. Motivasi yang dimiliki oleh orang tua yang berprofesi nelayan tersebut adalah berasal dari diri sendiri, atau terjadi secara Kata Kunci: Motivasi. Orang Tua. Nelayan. Pendidikan Anak PENDAHULUAN Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam mengembangkan kepribadian anak hingga menuju kedewasaan. Namun dalam keberlangsungan pendidikan anak, peran orang tua sangat dibutuhkan tehadap keberlangsungan pendidikan anak. Sebab orang tua merupakan motor penggerak pada anak dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada anak. Selain itu, dalam pengembangan pendidikan anak, motivasi orang tua sangat dibutuhkan agar mereka dapat mendorong anak untuk tetap berperan aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai peserta didik hingga mencapai suatu Motivasi sangat berperan penting tehadap pemberi semangat dalam berbagai sisi Dalam dunia pendidikan, agar anak dapat menekuni keberlangsungan pendidikan dengan baik, sehingga orang tua pun seharusnya memiliki keinginan atau motivasi yang tinggi agar mereka tetap memperhatikan pendidikan anak dengan baik. Namun dalam kenyataanya, masih seringnya kita menjumpai beberapa orang tua yang acuh Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan tak acuh terhadap pendidikan anak-anak Hal ini tentu akan berpengaruh pula terhadap proses keberlangsungan pendidikan anak di sekolah, sehingga tidaklah mengherankan jikalau seorang orang tua yang kurang termotivasi terhadap keberlangsungan pendidikan anak akan dipehadapkan pada seorang anak yang putus sekolah, atau gagal Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur memliki kondisi pendidikan yang masih tergolong Hal ini dapat dilihat dari jumlah sarjana yang ada di desa ini masih kurang, sehingga rendahnya kuantitas pendidikan berimbas pada indeks pembangunan manusia di wilayah ini secara khusus dan pada Selain hal di atas, masayarakat Pulau Maringkik memiliki sumber mata pencaharian dari rahim laut, sehingga para orang tua lakilaki yang ada di pulau kecil ini sangat disibukkan oleh aktifitas melaut, demikian pula dengan orang tua perempuan rata-rata membantu sang suami untuk membenahi perlatan nelayan, dan atau mengurus hasil tangkapan ikan dari laut. Mereka pun Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index terkadang mengajak dan mengajarkan anakanak mereka untuk melaut di saat belum waktunya untuk libur sekolah, dan atau mengurus keperluan alat-alat penangkapan Hal ini pula membuat penulis berpikir tentang motivasi orang tua yang berprofesi sebagai nelayan terhadap pendidikan anak. Berangangkat dari permasalahan pendidikan yang terjadi di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur, penulis tertarik mengkaji tentang motivasi orang tua terhadap pendidikan anak sehingga mengangkat judul penelitian Ay Motivasi Orang Tua Berprofesi Nelayan Terhadap Pendidikan Anak Di Desa Pulau Marinkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok TimurAy. Rumusan Masalah Bagaimana motivasi orang tua berprofesi nelayan tehadap pendidikan anak di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok timur. Bagaimana bentuk motivasi orang tua berprofesi nelayan dalam memotivasi anak terhadap pendidikan anak Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur. Tujuan Penelitian Mengetahui motivasi orang tua berprofesi nelayan terhadap pendidikan anak di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur Mengetahui bentuk motivasi orang tua berprofesi nelayan terhadap pendidikan anak di di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi kita semua baik secara teoritis maupun Manfaat Teoritis Agar gambaran tentang motivasi orang tua terhadap pendidikan anak. Agar pembaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 pendidikan anak. Manfaat Praktis Agar para orang tua dapat memiliki motivasi terhadap pendidikan anak. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat dan Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur, yang mana agar dapat memperhatikan pendidikan anak. LANDASAN TEORI - Pendidikan Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengethuan, keterampilan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui pengejaran, pelatihan, dan penelitian. Selain itu, pendidikan juga dapat dibahasakan sebagai usaha sadar yang dilakukn secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, keperibadian yang baik, kekuatan spiritual, dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan pada Sejatinya, pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran pada peserta didik agar memiliki pemahaman terhadap sesuatu hal dan dapat menjadikan dirinya sebagai manusia yang kristis dan berpikir. Selain itu. dengan proses pendidikan yang diberikan kepada seorang anak atau peserta didik tentu akan mengalami proses pendewasaan, sehingga nantinya dapat memanusiakan diri dan mampu memanusiakan orang lain. Terkait dengan hal di atas, yang mana dalam mencapai wujud pendidikan yang baik terhadap anak sangat dibutuhkan peran orang tua dalam membimbing, mengarahkan, bahkan memotivasi anak agar tetap dapat beraktifitas dengan baik dalam proses Keberlangsungan pendidikan dapat tejadi di Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 lingkungan keluarga, masyarakat, dan di lingkungan pendidikan. Namun suatu permasalahan, yang mana seringnya kita menyaksikan seorang anak yang gagal atau putus sekolah. Di sinilah perlunya peran orang tua agar selalu memberikan motivasi kepada anak-anak mereka agar tetap memperhatikan pendidikan formal atau Dalam rangka memberi motivasi kepada anak, tidaklah cukup jika seorang orang tua kurang memahami pentingnya Olehnya itu, seorang orang tua selayaknya memiliki kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian anak hingga menuju Adanya kesadaran orang tua tua tentang pentingnya pendidikan, sudah barang tentu pula akan memiliki motivasi yang tinggi dalam mempengaruhi ana-anak mereka agar keberhasilan itu selalu ada. Motivasi Motivasi merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi setiap individu. Dengan adanya motivasi, seseorang dapat bangkit dari keputusAeasaan, merupakan suatu hal yang bisa membangkitan seseorang dari keoptimisanya, baik dalam masalah pribadi maupun masalah dengan orang lain secara umum. Motivasi itu sendiri dapat diperoleh seseorang baik secara internal maupun secara eksternal. Sujono Trimo memberikan pengertian motivasi yaitu suatu kekuatan penggerak dalam perilaku individu, baik yang akan menentukan arah maupun daya tahan. Menurut Chiffrod T. Morgan bahwa motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari pada motivasi. Ketiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong tingkah laku yaitu tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut, motiving behavior dan tujuan dari tingkah laku tersebut . oal or endsof such behavio. Dari hal dia tas dapat disimpulkan bahwa bahwa motivasi merupaka suatu usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu yang diberikan kepada seseorang untuk menggiatkan dan mengembangkan potensipotensi yang dimiliki iserta memberikan arah yang jelas teradap suatu tjuan yang hendak dicapai karena kebutuhan yang akan Selain itu, motivasi juga dapat terjadi pada diri kita, yang mana memiliki sifat instrinsik agar kita dapat melakukan sesuatu yang terkait dengan kebutuhan kita Hal lain adalah bahwa seseorang juga dapat memiliki motivasi sendiri agar dapat berbakti kepada orang lain. Misalnya seorang orang tua yang memiliki motivasi tinggi dalam memberikan bimbingan kepada anak agar dapat melakukan sesuatu hal yang diharapkan, misalnya seorang orang tua yang sangat termotivasi untuk mempengaruhi keberlangsungan pendidikannya di sekolah. Selain hal tersebut di atas dapat dipahami bahwa secara umum jenis motivasi terdiri dari dua bagian. Ibrahim . mengatakan bahwa motivasi tebagai menjadi dua bagian, yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsic k adalah motif-motif yang mnjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirancang dari luar, karena dalam diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi ini muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan yang esensial atau seremonial. Namun terbentuknya motivasi instrinsik itu, biasanya orang lain juga memegang peranan, maka biarpun kesadaran itu pada suatu ketika mulai timbul dari dalam diri sendiri, pengaruh dari luar hususnya orang tua telah ikut menanam kesadaran itu. Tekait dengan al di atas, dapat dipahami juga bahwa ada beberap hal yang dapat membangkitkan motivasi instriksik, antara lain aalah minat, cita, dan hasrat ingn tahu. Minat itu sendiri dapat dibangkitkan adanyapengalaman yang lampau, dan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang Smentara cita-cita merupakan tujuan hidup, yang mana ujuan hidup itu sendiri sebagai pendorong yang kuat bagi manusia untuk berusaha dalam meraih cita-cita sehingga akan termotivasi dengan lebih giat. Sedangkan hasrat ingin tahu mendorong seseorang untuk lebih giat. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian menanyakan sebuah mempunyai gambaran yang jelas tentang bagaimana keterkaitan antara variabel yang ada pada tugas penelitian dan apa yang hendak dilakukan oleh seseorang peneliti dalam mengumpulkan data. Jenis Pendekatan Dalam pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam situasi yang wajar dan data yang dikumpulkan umumnya bersifat kualitatif. Pendekatan kualitatif lebih berdasar pada mengutamakan penghayatan. Metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut prespektif peneliti sendiri (Husnaini Usman, 2004 : . dengan bahasa yang sederhana. Zuriah . mengatakan bahwa pendekatan kualitatif adalah pendekatan penelitian yang lebih banyak menggunakan logicahipotetiko-verifikatif. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dasar atau Jujun S. Suriasumantri . menyatakan bawa penelitian dasar atau murni yaitu penelitian yang bertujuan untunk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui (Sugiono 2007:. Penelitian dasar untuk memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Maringkik Kabupaten Lombok Timur. Peneliti memilih lokasi penelitian tersebut banyaknyaorang tua yang sibuk dengan profesinya sebagai nelayan dan terkadang mengajak anak-anak mereka untuk melaut di saat masih berlangsungnya proses pembelajaran di sekolah. Subyek Penelitian Subjek penelitian atau informan dalam penelitian ini adalah para orang tua yangberprofesi sebagai nelayan, baik orang tua laki-laki, maupun orang tua perempuan. Sedangkan yang menjadi informan penguat data adalah orang Aeorang yang sangat memahami seluk-beluk subjek dan obyek yang akan diteliti. Dalam hal ini adalah kepala desa, para kepala dusun, toko agama, toko, dan masyarakat. Jenis Data dan Sumber Data Data primer, yaitu data yang diperoleh melalui obsrvasi dan wawancara langsung di tempat kejadian dan tanya jawab terhadap warga setempat tentang motivasi orang tua terhadap pendidikan anak. Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui dokumentasi, yang merupakan data sekunder adalah data yang diperoleh dari kantor desa ataupun dari instansi lain yang terkait dengan objek yang akan diteliti yakni bagaimana motivasi orang tua terhadap pendidikan anak. Tehnik Pengumpulan Data Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari sumber-sumber asli, dalam hal ini pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang dapat memberikan data yang dibutuhkan peneliti yang sesuai masalah dalam penelitian. Sedangkan untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara: Wawancara Wawancara adalah mencari informasi tentang suatu hal dengan mengajukan pertanyaan . secara detail. Wawancara digunakan sebagai tekhnik pengumpulan data apabila peneliti ingin mendapatkan dan mengetahui hal-hal dari informan secara lebih mendalam dan jumlah informan sedikit. Observasi Observasi adalah suatu proses yang kompleks, yaitu suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan Dua diantaranya Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index terpenting adalah proses-proses dan Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu observasi dan non partisipasi observasi, selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan observasi dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak struktur. Nasution . menjelaskan bahwa observasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi dalam kenyataan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang nampak pada objek penelitian. Dokumentasi Menurut Moleong (:. dokumentasi adalah setiap pertanyaan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian peristiwa atau akunting. Jadi dapat disimpulkan bahawa metode dokumentasi adalah suatu tehnik pengumpulan data yang digunakan sebagai acuan dalam mencari dan referensi yang berkenaan Adapun yang dijadikan data penunjang dalam penelitian ini adalah berupa buku-buku, catatan atau jenis dokumentasi tertulis lainya, seperti profil desa, foto-foto, dan catatan atau agenda yang dibuat oleh tokoh yang ada di desa. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh lembaga-lembaga yagn terkait dan dipublikasikan berupa bacaan atau literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Pengumpulan data Uji Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan tehnik pemeriksaan. Menurut Moleong . ada empat kriteria yang digunakan untuk memeriksa keabsahan data, yaitu derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dalam penelitian ini Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 penelitis menggunakan tehnik keabsahan data yang sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan di atas dimana memperhatikan tingkat kepercayaan data, kepastian data, ketergantungan antara data yang satu dengan data yang lainya, dan kepastian data yang telah terkumpul. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan adalah data-data yang bersifat alamiah dimana data-data yang terkumpul lebih banyak didapatkan dari informan yang kadang-kadang memiliki keterbatasan karena disebabkan oleh keletihan atau keterbatasan mengingat dapat menyebabkan kekeliruan, sehingga peneliti perlu memperhatikan keteralihan dan kebergantungan yang juga sering disebut dengan validitas dan reliabilitas data. Selain itu perlu juga diperhatikan kepastian objektivitas . dimana dalam hal ini peneliti melakukan seleksi terhadap data-data yang telah diberikan oleh nara sumber dan tidak persetujuan seseorang serta berusaha mencari keterangan dari nara sumber yang jujur, faktual, dan dapat dipastikan keteranganya. Setelah data terkumpul dan sudah diuji keabsahannya maka data-data tersebut kemudian disusun dalam bentuk tulisan. Meskipun datanya cukup variatif namun dengan dilakukanya dengan pengecekan keabsahan data dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya maka data yang diperoleh betul vailid dan akurat. Dalam penelitian ini data-data yang telah diperoleh dilapangan nanti akan dibanding-bandingkan generalisasi atau kesimpulan. Tehnik Analisis Data Analisis data dalam penelitian merupakan sesuatu kegiatan yang sangat penting dan memerlukan ketelitian serta kekritisan dari Dari pengertian di atas, maka untuk mnganalisis hasil penelitian dalam laporan ini menggunakan analisis induktif. Pendekatan induktif adalah suatu analisis data yang memungkinkan temuan-temuan penelitian Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 muncul dari keadaan umum, tema-tema dominan dan signifikan yang ada dalam data tanpa menagabaikan hal-hal yang muncul oleh struktur bioligisnya. Jadi metode ini sangat tepat bila digunakan untuk menganalisis data yang dimulai dengan gejala-gejala yang sifatnya umum kemudian diuraiakan menjadi kesimpulan yang sifatnya PEMBAHASAN Motivasi Orang Tua Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan, menyalurkan, mengarahkan sikap dan prilaku manusia, termasuk prilkau belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan dalam sikap dan prilaku individu belajar. Dalam hal ini dapat dipahami bahwa motivasi merupakan suatu usaha yang disediakan ke dalam suatu situasi tertentu yang akan diberikan kepada potensi-potensi dimiliki serta memberikan arah yang jelas terhadap tujuan yang hendak dicapai agar kebutuhan dapat terpenuhi. Berdasarkan hal tersebut di atas, yang mana pada orang tua yang ada di Desa Pulau Maringkik sangat disibukkan oleh waktu demi mencari penghidupan di laut. Terkadang mereka berangkat melaut dalam beberapa hari sehingga jarang berkomunikasi dengan anakanak mereka. Demikian juga pada ibu-ibu nelayan, mereka juga disibukkan oleh waktu untuk membantu sang suami dalam mengurus hasil tangkapan ikan, dan atau membenahi Terkadang mereka sering mengajak anakanak mereka untuk belajar melaut sehingga meninggalkan jam pembelajaran di sekolah. Hal ini tentu sangat mencurigakan bahwa motivasi orang tua yang berprofesi sebagai neayan agak kurang terhadap pendidikan Berdasarkan dengan hasil wawancara dan pengamatan, yaitu khusunya tentang motivasi orang tua yang berprofesi nelayan terhadap pendidikan anak ternyata tidak sesuai dengan apa selama ini menjadi kecurigaan, yaitu bahwa mungkin mereka memiliki motivasi yang sangat rendah terhadap pendidikan anak. Justru, walaupun mereka disibukkan oleh waktu di laut, namun mereka tetap bersemangat dan termotivasi untuk menyekolahkan anaknya. Mereka mencari rezeki di laut yang mana sebagian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka, dan sebagian untuk dipergunakan sebagai biaya pendidikan anak-anak mereka. Terkadang para orang tua yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Pulau Maringkik mengajak dan mengajarkan anakanak mereka untuk belajar melaut, atau mencari rezeki di laut. Hal ini dilakukan bukan degan tujuan untuk menggagalkan pendidikan anak-anak mereka. Akan tetapi, mereka memberi bekal agar kelak di kemudian hari di mana agar anak-anak mereka dapat memiliki pengalaman untuk bisa mandiri. Mereka pun juga melakukan hal ini agar anak-anak mereka dapat memahami laut beserta dengan isinya, dan juga dapat bersahabat dengan laut. Para orang tua yang berprofesi sebagai nelayan di Desa Pulau Maringkik, bahwa mengajak anak-anak mereka untuk belajar mengenal laut adalah sesuatu yang berharga bagi mereka. Mereka beranggapan bahwa laut adalah negeriku, laut adalah istanaku, dan laut adalah sumber penghidupanku. Hal inilah yang menyebabkan jika sedini mungkin penghidupan yang layak bagi mereka yaitu dari rahim laut. Beberapa orang tua yang berprofesi sebagai nelayan berpendapat bahwa sekolah itu tetap penting bagi anak-anak mereka. Sekolah adalah lingkungan pendidikan formal yang dapat membantu anak-anak mereka agar kelak dapat menjadi orang-orang terdidik. Mereka pun juga berpendapat bahwa dengan melalui pendidikan formal, yang mana sebagai generasi penerus bangsa tentu dapat menjaga kelestarian laut, dan bahkan dapat memikirkan sumber penghidupan dari laut dengan mengkolaborasikan antara ilmu yang diperoleh dari sekolah dengan pengalaman yang pernah didapat dari orang tua mereka ketika diajak ke laut. Pendidikan di sekolah merupakan lingkungan formal yang dapat memberi sejuta Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 ilmu pengetahuan bagi anak-anak. Selain itu, lingkungan sekolah juga sangat berperan penting terhadap pembentukan karakter anakanak mereka. Itulah sebabnya mereka sangat memiliki motivasi tinggi untuk tetap menyekolahkan anak-anak mereka. Jikalau mereka mengajak anak-anak mereka untuk belajar melaut, itu hanya beberapa kali saja, namun para orang tua tetap meminta izin pada pihak skolah. Selain itu, para orang tua pun tetap akan berusaha agar anak-anak mereka dapat diberikan tambahan pelajaran dari sekolah jikalau mereka pernah mengjak anakanak mereka melaut sehingga meninggalkan jam pembelajaran di sekolah. Anwar . mengatakan bahwa dirinya pernah megajak seorang anak lakilakinya untuk untuk mengenal laut serta belajar mencari rezeki dari rahim laut. Akan tetapi, ia pun mengakui bahwa dirinya tetap mengarahkan anaknya agar bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Bakan ia pun bercita-cita untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih Kalaupun dirinya mengajak anaknya melaut, itu atas perizinan dari pihak sekolah, dan hanya dalam waktu satu hari saja. Akan tetapi. Anwar tetap akan meminta tugas tambahan dan bimbngan agar anak tersebut dapat mengejar mata pelajaran yang Hal di atas, tentu mencerminkan bahwa warga nelayan yang ada di Pulau Maringkik memiliki tujuan positip ketika mengajak anak-anak mereka ke laut. Mereka berpikir bahwa dengan mengajak anak-anak mereka untuk melalut adalah suatu proses pendidikan masyarakat yang dapat diperoleh melalui orang tua di suatu tempat kerja. Namun para orang tua yang berprofesi sebagai nelayan tetap saja termotivasi untuk menyeolahkan anak-anak mereka, dan menginginkan anak-anak mereka sukses di jalur pendidikan. Hal serupa yang disampaikan oleh Abdullah bahwa walaupun sering mengajak anaknya untuk belajar melaut, namun dirinya tetap memotivasi anaknya agar tetap memperhatikan pendidikan di sekolah. Persoalan pernah meninggalkan proses pembelajaran di sekolah untuk satu atau dua hari, itupun bukan berarti mempengaruhi seorang anak untuk bolos, akan tetapi hanya terjadi pada saat tertentu, yaitu ketika sangat membuthkan anggota di atas perahu, sehingga terpaksa ia harus mengajak anaknya, dan itu pun atas seizin pihak sekolah. Hal di atas dapat dipahami bahwa kodisi itu memang selalu hadir dalam roda Abdullah . mengajak seorang anak untuk belajar melaut adalah bukan karena dengan kesengajaan untuk meninggalkan pembelajaran di sekolah, melainkan pada kondisi tertentu, yaitu tatkala orang tua membutuhkan seorang teman untuk melaut dan tidak ada orang lain, akhirnya ia pun mengajak anaknya sendiri sembari membelajarkan anaknya untuk memamahami laut dan seluruh isinya. Abdullah juga berpikir bahwa dengan adanya pengalaman melaut bagi seorang anak tentu merupakan pengalaman berharga bagi seorang anak sebab menjadi bekal pada masa depannya nanti ketika sulit untuk mencari sumber penghidupan yang lain. Di sisi lain. Abdullah tetap berusaha agar anaknya tetap akan memperhatikan pendidikan di sekolah dengan Ahmad menyampaikan bahwa Au Sekolah itu adalah penting, dan nomor satu bagi anak. Sebab dengan pendidikan tentu akan memberi pelajaran kepada anak agar kelak akan memliki keperibadian yang baik. Selain itu dengan pendidikan tentu anak itu akan cakap dan cerdas dalam menyikapi suatu persoalan, apalagi di zaman moderen seperti ini,Ay Olehnya itu, bagi seorang Ahmad bahwa walaupun dirinya selalu melaut untuk beberapa minggu lamanya, akan tetapi dirinya pun tetap menginginkan anak-anaknya untuk tetap memperhatikan sekolah, bahkan di saat ia kembali ke rumah ia pun selalu memotivasi anak-anaknya agar tetap rajin pergi ke sekolah, dan juga selalu memberi peringatan kepada anak-anaknya agar tidak lupa mengerjakan tugas pelajaran sebelum Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa walaupun seorang orang Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 tua yang sama sekali sulit untuk selalu berkumpul bersama keluarga, termasuk memperhatikan keberadaan seorang anak secara langsung, akan tetapi seorang Ahmad, ia pun tetap menomorsatukan pendidikan bahkan dirinya tak mau melihat jikalau anakanak-anaknya gagal pendidikan. Keberadaan ibu-ibu nelayan juga sangat disibukkan oleh waktu, terutama ketika akan mengurus hasil tangkapan ikan dari sang Namun dalam kenyataanya, bahwa sesibuk apaupun mereka, namun tetap saja mendampingi anak-anak mereka di rumah, bahkan mengajak di tepi laut untuk menyambut sang suami pulang dari laut. Dalam hal pendidikan, para ibu-ibu nelayan yang ada di Desa Pulau Maringkik, yang mana mereka pun senantiasa mendorong agar anak-anak mereka tetap rajin ke sekolah. Pada waktu pagi pun, para ibu-ibu nelayan terkadang mengantar anak-anak mereka yang masih berusia kecil ke sekolah. Hal diatas tentu menunjukkan bahwa motivasi ibu-ibu, khususnya yang berperan sebagai ibu-ibu nelayan juga masih sangat termotivasi terhadap pendidikan anak-anak Mereka cinta pendidikan, sehingga mereka memperhatikan anak-anak mereka hingga memasuki area sekolah. HJ Sahli . mengatakan bahwa jikalau seorang anak terlambat bangun, ia pun langsung membangunkan hingga mengurus semua perlengkapan sekolahnya. pun juga terkadang mengantar seorang anak menuju ke depan pintu gerbang sekolah agar dirinya tahu kalau anaknya itu benar-benar datang untuk menuntut ilmu pendidikan melalu bangku sekolah. Hal ini pula tentu menggambarkan bahwa peran ibu-ibu nelayan juga andil untuk meraih rezeki di pulau ini, akan tetapi mereka pun tetap berkeinginan atau termotivasi untuk memperatikan pendidikan anak-anak mereka. Mereka pun termotivasi untuk mendorong anak-anak mereka ke sekolah, akan tetapi bukan karena dorongan orang lain namun melainkan motivasi yang muncul dari drinya Hal serupa yang dialami oleh Ibu Bahsia . bahwa dirinya selalu mendorong atau memotvasi anak agar tetap akan rajin ke sekolah. Bahkan di saat seorang anak pulang dari sekolah, ia pun mengigatkan agar anaknya itu akan mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh seorang guru. Hal ini serupa juga dengan apa yang dialami oleh Badriah . bahwa setiap malam sebelum jam tdur, ia pun selalu mengingatkan kepada anak-anak mereka agar menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru-guru Hal ini tentu menggambarkan bahwa peran ibu-ibu nelayan yang ada di Pulau Maringkik bahwa mereka sangat antusias atau menujukan motivasi yang cukup tingi tehadap pendidian anak. Sebagai ibu, mereka selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada anak-anak mereka agar tetap memperhatikan keberlangsungan pendidikan di sekolah. Selain hal di atas, yang mana berdasarkan dari segi pengamatan bahwa walaupun masyarakat Desa Pulau Maingkik memiliki aktifitas melaut, dan terkadang berbulan-bulan baru akan kembali untuk berkump bersama keluarga, terutam dengan anaknya, mereka pun tetap memperhatikan pendidikan anak-anak mereka. Mereka pun tetap memiliki antusiasme agar anak-anak mereka menyentuh pendidikan dengan melalui pendidikan formal atau sekolah. Keikutsertaan seorang anak pada orang tua untuk melaut, itu pun disesuaikan dengan kondisi, namun tetap mereka berusaha agar dapat mengejar ketertinggalan pelajaran. Dari hasil pengamatan tersebut di atas, dapat disimpulkan pula bahwa sesibuk apapun masyarakat nelayan yang ada di Desa Pulau Maringkik, melaksanakan aktifitas keseharian mereka, namun mereka tetap berusaha untuk membelajarkan anak-anak mereka melalui pendidikan formal atau sekolah. Mereka tetap memperhatikan dan berusaha agar anak-anak mereka akan sukses melalui jalur pendidikan. Selain itu, mereka pun mengingkan agar anak-anak mereka akan pintar dan cerdas melestarikan kondisi laut. Bahkan orang tua nelayan yang ada di Pulau Maringkik Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 pendidikan yang diperoleh melalui bangku sekolah, di mana anak-anak mereka kelak mampu untuk menyelesaikan tantangan hidup yang ada. Berdasrkan hasil wawancara dan pengamatan yang ada di Desa Pulau Maringkik, yaitu khususnya tentang motivasi orang tua yang berprofesi sebagai nelayan terhadap pendidikan, yang mana dapat digeneralisasikan bahwa bahwa walaupun mereka jarang bertemu dengan anak-anak mereka di lingkungan keluarga, akan tetapi menyekolahkan anak-anak mereka, bahkan mereka berkeinginan agar anak-anak mereka memiliki pendidikan yang sangat tinggi. Demikian juga pada ibu-ibu nelayan, bahwa sesibuk apaun mereka, mereka tetap dapat mengontrol pendidikan anak-anak mereka, bahkan mereka selalu termotivasi agar anakanak mereka mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan dari sekolah. Mereka pun juga selalu berpesan kepada anak-anak mereka agar tetap rajin dalam memperhatikan pendidikan di sekolah. Sejatinya bahwa baik orang tua laki-laki mauupun orang tua perempuan yang juga berorofsesi sebagai ibuibu nelayan, yang mana mereka memliki menyekolahkan anak-anak mereka. Suatu alasan bahwa pendidikan adalah suatu langkah yang baik terhadap pembentukan kepribadian anak. Alasan lain adalah bahwa dengan pendidikan seorang anak akan menjawab berbagai macam tantangan hidup yang ada. Bentuk Motivasi Orang Tua Yang Berprofesi Sebagai Nelayan Tehadap Pendidikan Anak Ada dua jenis atau bentuk motivasi sehingga seseorang akan mampu melakukan Kedua bentuk tersebut adalah motivasi intrinsik dan motivasi eksternal. Pada orang tua yang berprofesi sebagai nelayan di Pulau Maringkik, yang mana memperhatikan pendidikan anak karena atas kesadaran sendiri. Merujuk pada Ibrahim . tentang motivasi intrinsik, yang mana motivasi intrinsik dapat muncul karena salah satunya adalah faktor kesadaran diri sendiri dengan tujuan yang esensial atau Para orang tua yang berprofesi sebagai nelayan yang ada di Desa Pulau Maringkik, mereka sangat memahami arti pembentukan keperibadian anak. Hal inilah yang menyebakan mereka memiliki motivasi instrinsik sehingga mereka sangat antusias untuk tetap menyekolahkan anak-anak Minat, cita, dan hasrat ingin tahu adalah hal yang dapat membangkitkan motivasi instrinsik pada seseorang. Minat pada orang tua yang berprofesi sebagai nelayan di Pulau Maringkik sangat tinggi karena mereka didasari suatu kebutuhan, yaitu menginginkan anak-anak mereka untuk bisa memiliki kepribadian yang baik, serta kelak akan mampu menghadapi berbagai macam tangan hidup. Seorang Anwar mengatakan bahwa dirinya menginginkan anak-anak yang ada di Desa Pulau Maringkik memilki ilmu pengetahuan yang cukup tinggi agar kelak mampu untuk menjawab berbagai tantangan hidup di tengah era golobalisasi moderen, khususnya dalam membangun daerah, khususnya membangun Pulau Maringkik yang dikelilingi oleh laut. Artinya bahwa dengan pendidikan formal sudah barang tentu anak-anak Pulau Maringkik di kemudian hari akan lebih bersikap dewasa dalam menghadap berbagai tantangan hdup, apalagi pada zaman sekarang, yang mana tekonologi moderen semakin pesat. Tentu dalam hal memberi arti bahwa efek dari teknologi modern tersebut sangat tinggi, sehingga dengan melalui jalur pendidikan formal di mana anak-analk dari Pulau Maringkik di kemudian hari mampu mengatasi berbagai persoalan-persoalan hidup memperhatikan kondisi laut yang ada di sekitar Pulau Maringkik yang notabenenya sebagai sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat di wilayah tersebut. Ahmad juga mengatakan bahwa adapun motivasi orang tua yang berprofesi sebagai nelayan di Desa pulau ini adalah Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index karen selain kesadaran sendiri untuk membelajarkan anak-anak lewat jalur pendidikan formal, ia pun juga melihat bahwa sistem pendidikan formal tentu merupakan sesuatu yang sudah terprogram dengan baik, sehingga kelak anak-anak dari Desa Pulau Maringkik akan menjadi lebih dewasa, sehingga pula mampu hidup secara mandiri dan tidak gampang untuk terjembak oleh efek teknoogi yang negatif. Artinya bahwa melalui jalur pendidikan, di mana pada generasi penerus bangsa tentu kelak dapat menagkal efek negatif dari teknologi moderen yang semakain hari semakin berkembang. Olehnya itu, seorang Ahmad lebih mengedepankan pendidikan formal bagi anak yang ada di Desa Pulau Marigkik. Hal ini tentu menunjukkan kalau diri Ahmad memiliki motivasi secara intrinsik terhadap pendidikan anak. Beberapa warga masyarakat nelayan juga berpandangan bahwa betapa pentingnya pendidikan terhadap pemebentukan karakater seorang anak. Olehnya itu melaui suatu kesadaran di mana mereka pun tak segansegan untuk menyekolahkan anaknya walaupun tanpa dipengaruhi oleh orang luar, atau di luar dari dirinya, namun berkat suatu kesadaran yang telah dimilikinya. Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk motivasi orang tua yang berrofesi sebagai nelayan terhadap pentingnya pendidikan anak adalah muncul dari kesadaran diri sendiri, dan juga karena sesuatu yang sangat dibutuhkan pada generasi penerus bangsa yaitu agar anak-anak tersebut, khusnya yang ada di Desa Pulau Maringkik memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi sehingga kelak di kemudian hari dapat hidup secara mandiri. Selain itu, mengharapkan agar anak-anak Desa Pulau Maringkik memiliki keperibadian baik, dan mampu menjawab berbagai tantangan hidup kelak di tengah maraknya teknologi moderen yang memiliki dampak negatif. Hal inilah yang mempengaruhi para orang tua yang berprofesi sebagai nelayan di Pulau Maringkik termotivasi secara instrinsik untuk memperhatikan penadikan anak. PENUTUP KESIMPULAN Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 -Motivasi orang tua berprofesi sebagai nelayan terhadap pendidikan anak di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur adalah sangan baik, dalam arti walaupun mereka disibukkan oleh waktu di laut namun tetap memperhatikan pendikan anak-anak mereka -Bentuk motivasi orang tua yang berprofesi sebagai nelayan terhadap pendidikan anak di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Kruak Kabupaten Lombok Timur muncul dari dalam atau atas kesadaran sendiri sehingga mereka benar-benar menginginkan agar anak-anak mereka tetap aktif dalam mengikuti proses pembelajaran dengan melalui jalur pendidikan formal atau sekolah. SARAN