PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 3 No 1 | Tahun 2021 STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN Akhmad Aji Pradana. IAINU Tuban, email: ajiblek. id@gmail. ABSTRACT The rapid development of science , knowledge , technology and information systems make the impact positive and negative impact on education world. An effort to reduce the negative effect of technology appliance on education is by applying character-based education on the Elementary school students. As part of the Elementary School curriculum, a lesson called Physical Education indirectly have focus to develop the character of overall. In order to optimize the character of students through physical education, required several studies about strategy in developing character of students learning through it. Thus, this articles aims to discuss: character based education, physical education as part of character education, strategy of developing the students character through physical education learning. This article using library research as research type. In this research, researchers collected data from various sources contained on news and articles from online journal. The selected criteria of the articles used in this research which have relevant discussion of characterbased education, physical education as part of character education, strategy of developing the students character through physical education learning. The conclusions can be described is: 1. The students character shaping through character based education can be optimized on Elementary School Level but keep paying attention on some priciples including: Universal moral values. local wisdom. the XXI century skills. fair and inclusive. suitable with students and measurable. The character shaping of Elementary School students can be optimized by physical education through continuous process, correct learning methods, and suitable technic and strategy. The character shaping of Elementary School students through physical education can be doing with inclusive strategy. Keywords : strategy, character shaping, physical education. Elementary School students Pendahuluan Perkembangan zaman merupakan hal yang tidak terelakkan, manusia selalu dituntut untuk berubah menyesuaikan terhadap setiap perubahan yang terjadi. Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan pesat terjadi di segala bidang, termasuk bidang teknologi dan informasi yang menjadi pemicu dimulainya era revolusi industri 4. 1 Seiring dengan perkembangan zaman ditandai dengan meningkatnya kemajuan ilmu, pengetahuan, teknologi Akhmad Aji Pradana. APENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN METODE BERMAIN PERAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI KELAS IV MI THORIQOTUL FALAH TALANGKEMBAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018A. PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education, 1. , 1Ae17. PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 3 No 1 | Tahun 2021 dan sistem informasi yang menyeluruh di segala bidang, baik sosial, ekonomi, politik, seni, budaya, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Namun demikian, perkembangan tersebut tidak hanya menimbulkan dampak positif, tetapi juga menimbulkan dampak negatif. Dampak positif ditandai dengan semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak negatifnya yaitu terjadinya perubahan perilaku yang bertentangan dengan etika, norma, aturan, dan moral kehidupan yang ada pada masyarakat. 2 Dalam bidang pendidikan, pemanfaatan teknologi dalam sistem pembelajaran yang bersifat virtual ataupun e-learning dapat menimbulkan sikap yang masing-masing pengajar/guru/dosen. Disamping Seringnya pelajar/siswa/mahasiswa siswa/mahasiswa bukannya benar-benar memanfaatkan teknologi informasi dengan optimal, tetapi malah mengakses hal-hal yang tidak baik, seperti pornografi dan game online yang Berlatar belakang dari beberapa fenomena tersebut, tentu sudah semestinya kualitas pendidikan juga secara dinamis akan terus diperbaiki, dievaluasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan di zamannya. 4 Upaya pemerintah dalam menanggulangi efek negatif dari implementasi teknologi pada dunia pendidikan salah satunya adalah dengan dikembangkannya kurikulum 2013 yang sementara ini diterapkan di seluruh jenjang pendidikan formal. Kurikulum 2013 banyak menitik beratkan pada pembentukan karakter siswa yang di dalamnya banyak menekankan pada attitude . kemudian diiringi dengan skills . , kemudian semakin tinggi jenjang pendidikan hingga Perguruan Tinggi, maka knowledge . lebih dominan untuk diajarkan dari sikap dan keterampilan. Pembentukan kepribadian seseorang idealnya dilakukan sejak dini untuk membentuk karakter sesuai dengan yang diharapkan. Pembiasaan melakukan hal yang positif pada anak usia dini dapat membantu supaya anak menjadi insan yang sopan dan santun, baik dalam lingkungan Yohannes Marryono Jamun. ADampak Teknologi Terhadap PendidikanA. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 10. , 48Ae52. Marryono Jamun. Pinton Setya Mustafa. AKurikulum Pendidikan Jasmani. Olahraga. Dan Kesehatan Di Indonesia Abad 21A. Jurnal Pendidikan : Riset & Konseptual, 4. , 437Ae52 . Ermawan Susanto. APembelajaran Pendidikan Jasmani Berbasis Karakter Untuk Meningkatan Nilai-Nilai Afektif Di Sekolah DasarA. Jurnal Pendidikan Karakter, 3. , 288Ae301 . Rosita. Kemdikbud. PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 3 No 1 | Tahun 2021 . Holistik Gerakan PPK dilaksanakansecara holistik, dalam arti pengembangan fisik . lah rag. , intelektual . lah piki. , estetika . lah ras. , etika dan spiritual . lah hat. dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak, baik melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan. Terintegrasi Gerakan PPK sebagai poros pelaksanaan pendidikan nasional terutama pendidikan dasar dan menengah dikembangkan dan dilaksanakan dengan memadukan, menghubungkan, dan mengutuhkan berbagai elemen pendidikan, bukan merupakan program tempelan dan tambahan dalam proses pelaksanaan pendidikan. Partisipatif Gerakan PPK dilakukan dengan mengikutsertakan dan melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku kepentingan pendidikansebagai pelaksana Gerakan PPK. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan pihak-pihak lain yang terkait dapat menyepakati prioritas nilai-nilai utama karakter dan kekhasan sekolah yang diperjuangkan dalam Gerakan PPK, menyepakati bentuk dan strategi pelaksanaan Gerakan PPK, bahkan pembiayaan Gerakan PPK. Kearifan Lokal Gerakan PPK bertumpu dan responsif pada kearifan lokal nusantara yang demikian beragam dan majemuk agar kontekstual dan membumi. Gerakan PPK harus bisa mengembangkan dan memperkuat kearifan lokal nusantara agar dapat berkembang dan berdaulat sehingga dapat memberi indentitas dan jati diri peserta didik sebagai bangsa Indonesia. Kecakapan Abad XXI Gerakan PPK mengembangkan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk hidup pada abad XXI, antara lain kecakapan berpikir kritis . ritical thinkin. , berpikir kreatif . reative thinkin. , kecakapan berkomunikasi . ommunication skil. , termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja sama dalam pembelajaran . Adil dan Inklusif PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 3 No 1 | Tahun 2021 Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan, nondiskriminasi, non-sektarian, menghargai kebinekaan dan perbedaan . , dan menjunjung harkat dan martabat manusia. Selaras dengan Perkembangan Peserta Didik Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan selaras dengan perkembangan peserta didik baik perkembangan biologis, psikologis, maupun sosial, agar tingkat kecocokan dan keberterimaannya tinggi dan maksimal. Dalam hubungan ini kebutuhan-kebutuhan perkembangan peserta didik perlu memperoleh perhatian intensif. Terukur Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan berlandaskan prinsip keterukuran agar dapat dimati dan diketahui proses dan hasilnya secara objektif. Dalam hubungan ini komunitas sekolah mendeskripsikan nilai-nilai utama karakter yang menjadi prioritas pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan perilaku yang dapat diamati dan diukur secara objektif. mengembangkan program-program penguatan nilai-nilai karakter bangsa yang mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah. dan mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan. Seluruh prinsip di atas akan sangat bermakna apabila diimplementasikan dengan maksimal, tentu saja hal ini membutuhkan kerjasama dan koordinasi berbagai berbagai pihak secara konsisten dan berkelanjutan. Mata Pelajaran PJOK Sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter Upaya untuk mensukseskan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab kita Kemdikbud23 memaparkannya dalam prinsip utama dalam penyelenggaraan Gerakan PPK dilakukan dengan mengikutsertakan dan melibatkan publik seluas-luasnya sebagai pemangku kepentingan pendidikan. Pada tingkat satuan pendidikan, gerakan pembudayaan nilai-nilai afektif dilakukan terintegrasi dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pada setiap mata pelajaran, melalui pembiasaan pada kehidupan sehari-hari. 24 Dalam hal ini mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) juga mempunyai peranan yang sama pentingnya dengan mata Kemdikbud. Susanto. PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 3 No 1 | Tahun 2021 pelajaran yang lain dalam ruang lingkup internalisasi pendidikan berbasis karakter di dalamnya. Selama ini, masyarakat berasumsi bahwa mata pelajaran PJOK identik dengan pembelajaran berbasis keterampilan olahraga, padahal pembelajaran penjas yang sarat akan aspek psikomotor di dalam pembelajarannya bukan berarti melupakan aspek afektif untuk terus ditanamkan. Pelaksanaan pendidikan jasmani sering terjebak dengan tujuan akhir untuk kesehatan dan kebugaran jasmani peserta didik. Tetapi di sisi lain Pendidikan Jasmani merupakan salah satu media promosi gaya hidup aktif, penanaman nilai-nilai moral, etika, dan sikap sportif. 26 Endriani menambahkan bahwa Pendidikan jasmani sebagai alat untuk membantu siswa mengembangkan sosial emosional dan akhirnya dapat menumbuhkan karakter bermutu lainnya. Beberapa riset terkait juga membuktikan bahwa mata pelajaran PJOK merupakan salah satu media yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan berbasis karakter dengan sangat baik. Beberapa diantaranya seperti penelitian Widodo 28 yang menunjukkan bahwa model permainan tradisional pada mata pelajaran penjas dapat mengembangkan karakter siswa dan model yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan pembelajaran penjas. Penelitian Susanto 29 yang menghasilkan temuan bahwa desain model pembelajaran karakter yang dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran pendidikan jasmani di sekolah dapat diterapkan dalam bentuk modul pembelajaran penjas karakter dan dapat dilaksanakan dalam ujicoba skala luas di beberapa sekolah dasar. serta beberapa hasil riset lainnya yang perlu digali lebih dalam. Strategi Pembentukan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran PJOK Pendidikan karakter khususnya di Indonesia secara umum menggunakan dua strategi Yaitu strategi pengembangan karakter secara makro dan strategi pengembangan karakter secara mikro. Strategi Pengembangan Karakter secara Makro artinya keseluruhan konteks perencanan dan implementasi pengembangan nilai/karakter melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan nasional. Adapun strategi pengembangan karakter pada Merliza Mutia. Herita Warni, and Sarmidi Sarmidi. APeran Guru Pendidikan Jasmani Dalam Menanamkan Karakter Keapada Peserta Didik Di Sd Negeri Atu-Atu Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah LautA. Multilateral Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 18. , 120Ae25 Marryono Jamun. Yohannes. ADampak Teknologi Terhadap PendidikanA. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 10. , 48Ae52 Mustafa. Pinton Setya. AKurikulum Pendidikan Jasmani. Olahraga. Dan Kesehatan Di Indonesia Abad 21A. Jurnal Pendidikan : Riset & Konseptual, 4. , 437Ae52 Widodo. Puput, and Ria Lumintuarso. APengembangan Model Permainan Tradisional Untuk Membangun Karakter Pada Siswa SD Kelas AtasA. Jurnal Keolahragaan, 5. , 183