Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 PENDEKATAN HUTAGOGI SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN PERAN PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN TELUK TOMINI Misbahudin Djaba1. Regi Mokodongan2. Octaviani Suryaningsih Masaguni3 Universitas Bina Taruna Gorontalo misbahudindjaba014@gmail. com1, regimokodongan@gmail. octavianimasaguni93@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pendekatan heutagogi sebagai strategi penguatan peran pemuda dalam pengembangan Kawasan Teluk Tomini. Pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, namun tren demografi menunjukkan penurunan proporsi dari 24,2% pada 2015 menjadi 22,99% pada 2024. Kondisi ini menegaskan urgensi pengembangan kapasitas pemuda agar bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal. Teluk Tomini, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah di sektor perikanan, kelautan, dan pariwisata, memerlukan keterlibatan aktif pemuda untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan studi literatur dengan analisis deskriptif-kualitatif, menelaah teori dan praktik relevan terkait heutagogi, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan pemuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa heutagogi mendorong pembelajaran mandiri, literasi teknologi, serta kolaborasi inovatif yang memungkinkan pemuda menjadi motor penggerak pembangunan kawasan. Dengan demikian, heutagogi memiliki potensi transformatif dalam mengintegrasikan peran pemuda dengan pengelolaan sumber daya berbasis partisipasi masyarakat. Keywords: Pemuda. Heutagogi. Teluk Tomini. Pembangunan. ABSTRACT This study aims to explore the heutagogical approach as a strategy to strengthen the role of youth in the development of the Tomini Bay region. Youth have a strategic position as agents of change, but demographic trends show a decline in their proportion from 24. 2% in 2015 to 22. 99% in This condition emphasizes the urgency of developing youth capacity so that the demographic bonus can be optimally utilized. Tomini Bay, with its abundant natural resources in the fisheries, marine, and tourism sectors, requires the active involvement of youth to support sustainable development. The study uses literature review with descriptive-qualitative analysis, examining relevant theories and practices related to heutagogy, sustainable development, and youth empowerment. The results of the study show that heutagogy encourages independent learning, technological literacy, and innovative collaboration that enables youth to become the driving force behind regional development. Thus, heutagogy has transformative potential in integrating the role of youth with community-based resource management. Keywords: Youth. Heutagogy. Tomini Bay. Development. PENDAHULUAN Transformasi paradigma pembangunan berkelanjutan di era kontemporer meniscayakan keterlibatan aktif pemuda sebagai agen perubahan . gent of chang. dalam dinamika sosial kemasyarakatan. Suhendrik & Ratih . alam Ukkas, 2. menegaskan Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 bahwa pemuda sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat sosial melalui interaksi dan penyaluran semangat keilmuan yang berorientasi pada perwujudan kesejahteraan masyarakat (Napsiyah et al. , 2. Fenomena ini menjadi semakin relevan mengingat komposisi demografis Indonesia pada tahun 2022 menunjukkan bahwa 22,5% dari total populasi atau sekitar 44. 557 jiwa dari 086 jiwa penduduk adalah pemuda, yang secara kuantitatif memiliki potensi kontribusi signifikan dalam akselerasi pembangunan nasional (Nurlina Subair. Syahban Nur, 2. Dalam konteks regional. Provinsi Gorontalo sebagai salah satu daerah berkembang di wilayah Indonesia Timur memiliki potensi sumber daya alam yang strategis, khususnya Teluk Tomini dengan luasan 6. 000 hektar yang membentang pada tiga provinsi di dataran Pulau Sulawesi (Rahim & Hulukati, 2019. Rahman et al. Temuan (Rahim & Hulukati, 2019. Isa et al. , 2. mengidentifikasi bahwa Teluk Tomini menyimpan beragam potensi sumber daya alam dari sektor pertanian dan kelautan yang apabila dioptimalkan akan menghasilkan nilai ekonomi substansial bagi masyarakat. Pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam ini terbukti memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan di Kota Gorontalo, yang sejalan dengan konsep Sustainable Development Goals (SDG. dalam pengentasan kemiskinan (Mukhopadhyay et al. , 2020. Rasoolimanesh et al. , 2. Namun, optimalisasi potensi Kawasan Teluk Tomini menghadapi tantangan kompleks terkait dengan kapasitas dan metodologi pengembangan sumber daya manusia, khususnya pemuda sebagai motor penggerak pembangunan (Azizah et al. , 2. Kondisi ini memerlukan pendekatan inovatif yang mampu memfasilitasi pengembangan kemampuan self-determined learning dan life-long learning di kalangan pemuda. Pendekatan heutagogi yang berfokus pada pembelajaran yang ditentukan sendiri dan pembelajaran seumur hidup, bertujuan pada sistem pendidikan yang berpusat pada siswa dengan fokus pada pengembangan otonomi di kalangan peserta didik. Konsep heutagogi, yang pertama kali diperkenalkan oleh Hase dan Kenyon pada tahun 2000, telah mengalami perkembangan signifikan sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pada self-determined learning (Hase & Kenyon, 2013. Lock et al. Newfield, 2. Pendekatan heutagogi menempatkan peserta didik untuk mengendalikan pembelajaran mereka sendiri, bergerak melampaui akuisisi kompetensi . engetahuan dan keterampila. , dan sebagai gantinya berfokus pada pengembangan kapabilitas yaitu, kemampuan untuk menerapkan kompetensi seseorang secara tepat dan Dalam konteks pengembangan pemuda, pendekatan ini memiliki relevansi tinggi karena memfasilitasi pengembangan kemampuan kritis, kolaboratif, dan inovatif yang diperlukan dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan kawasan. Penelitian terkini menunjukkan bahwa heutagogi memiliki potensi dalam Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 memfasilitasi kompetensi digital dan menekankan perlunya strategi yang inklusif dan berpusat pada peserta didik dalam pendidikan tinggi untuk menjembatani kesenjangan digital dan mendukung pembelajaran yang ditentukan sendiri. Hal ini menjadi semakin penting mengingat keunggulan pendekatan heutagogi mencakup peningkatan otonomi peserta didik, keterlibatan, kolaborasi, keterampilan komunikasi, pemikiran kritis, dan promosi sikap pembelajaran seumur hidup. Gambar 1. Keungulan Pendekatan Heutagogi Hotimah & Raihan, . menekankan bahwa komunikasi pemuda dalam pengembangan kawasan harus dilakukan melalui dialog atau metode komunikasi timbal balik tanpa unsur memerintah, yang dapat diwujudkan melalui pendekatan heutagogi. Pendekatan ini memberikan kebebasan kepada semua individu untuk berkontribusi dalam pengembangan potensi kawasan, sehingga dapat memfasilitasi inovasi-inovasi yang relevan dengan kondisi kontemporer (Budiarto & Yusuf, 2. Kehadiran Era Society 5. 0 menuntut beragam inovasi sebagai alternatif yang dapat digunakan dalam berbagai situasi yang relevan dengan kondisi terkini untuk menghadapi tantangan yang berlaku. Giuseffi, . menjelaskan bahwa Era Society 5. merupakan era di mana alat digital digunakan sebagai pelengkap kehidupan manusia dan harus tetap digerakkan oleh manusia itu sendiri. Dalam konteks ini, pendekatan heutagogi menjadi semakin relevan karena berorientasi pada pengembangan potensi yang dimiliki oleh setiap pemuda dalam kehidupan sosial masyarakat. Meski demikian, implementasi pendekatan heutagogi dalam konteks pengembangan kawasan, khususnya kawasan pesisir dan kelautan seperti Teluk Tomini, masih menghadapi sejumlah gap riset yang signifikan. Pertama, minimnya kajian empiris yang mengeksplorasi efektivitas pendekatan heutagogi dalam konteks pengembangan kawasan berbasis sumber daya alam di Indonesia. Kedua, keterbatasan kerangka teoretis yang mengintegrasikan pendekatan heutagogi dengan strategi pengembangan kapasitas Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 pemuda dalam konteks pembangunan berkelanjutan kawasan pesisir. Ketiga, belum adanya model implementasi pendekatan heutagogi yang secara spesifik dirancang untuk mengoptimalkan peran pemuda dalam pengembangan kawasan Teluk Tomini. Gambar. 2 Gap Riset Penelitian Hampir sepertiga dari populasi Indonesia terdiri dari orang-orang muda. Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, bonus demografi yang dihasilkan dari transisi ini harus dimanfaatkan. Investasi pada pemuda, terutama di bidang seperti pendidikan, kesehatan, partisipasi dan kepemimpinan, ketenagakerjaan, kewirausahaan, dan kesetaraan gender, akan membuka potensi bonus demografi. Namun, tantangan utama terletak pada metodologi pengembangan kapasitas yang mampu memfasilitasi transformasi potensi demografis tersebut menjadi kontributor aktif pembangunan Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa proporsi anak muda Indonesia . sia 16Ae30 tahu. dalam total populasi mengalami tren penurunan dalam satu dekade Pada tahun 2015, persentase anak muda tercatat sebesar 24,2%, kemudian cenderung menurun setiap tahunnya hingga mencapai titik terendah 22,99% pada 2024. Penurunan ini relatif kecil namun konsisten, yakni sekitar 1,21% dalam kurun 10 tahun. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tebel 1. Presentase Anak Muda Indonesia tahun 2015-2024 Tahun Persentase Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 Sumber: Badan Pusat Statistika, 2025 Fenomena ini menegaskan bahwa meskipun jumlah pemuda Indonesia masih sangat besar . ebih dari 64 juta jiwa pada 2. , secara proporsional kontribusinya terhadap struktur demografi nasional mengalami penyusutan. Kondisi tersebut memperlihatkan urgensi dalam mengoptimalkan bonus demografi melalui strategi pengembangan kapasitas yang terarah. Jika tidak diantisipasi, peluang dari bonus demografi dapat berkurang seiring semakin menurunnya proporsi anak muda dalam Gap riset lainnya teridentifikasi pada keterbatasan studi yang mengeksplorasi penerapan self-determined learning dalam konteks pengembangan kawasan berbasis community empowerment di Indonesia. Model seperti Community-Based Tourism (CBT), kolaborasi multi-stakeholder, dan pendekatan berbasis kearifan lokal berkontribusi dalam pengembangan kawasan, namun integrasi dengan pendekatan heutagogi dalam konteks pengembangan kapasitas pemuda masih memerlukan eksplorasi mendalam. Urgensi penelitian ini semakin tinggi mengingat proyek pembangunan masyarakat pesisir yang diimplementasikan di Indonesia timur di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi memfokuskan pada sejumlah terbatas kabupaten dengan lingkungan laut yang beragam dan konteks sosial-budaya yang berbeda, dengan pendekatan yang memiliki empat elemen utama di mana pemberdayaan masyarakat terus menjadi prioritas Dalam konteks ini, pendekatan heutagogi dapat menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan pemberdayaan pemuda sebagai agen pembangunan kawasan. Kesenjangan teoretis dan praktis ini menunjukkan perlunya pengembangan kerangka konseptual dan metodologis yang mengintegrasikan pendekatan heutagogi dengan strategi pengembangan kapasitas pemuda dalam konteks spesifik Kawasan Teluk Tomini. Penelitian ini menjadi semakin urgen mengingat potensi strategis Teluk Tomini sebagai kawasan dengan sumber daya alam yang melimpah, namun belum dioptimalkan secara maksimal melalui keterlibatan aktif pemuda sebagai agen perubahan. Berdasarkan identifikasi gap riset dan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi pendekatan heutagogi sebagai strategi penguatan peran pemuda dalam pengembangan Kawasan Teluk Tomini. Novelty penelitian ini terletak pada pengintegrasian konsep heutagogi dengan pengembangan kapasitas pemuda dalam konteks spesifik kawasan pesisir Indonesia, yang belum pernah dieksplorasi dalam Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 penelitian sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan model implementasi pendekatan heutagogi yang kontekstual dan applicable untuk pengembangan kawasan berbasis partisipasi pemuda, khususnya di wilayah Indonesia Timur dengan karakteristik sumber daya alam yang spesifik seperti Teluk Tomini. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur . iterature revie. dengan metode analisis deskriptif-kualitatif untuk mengeksplorasi implementasi pendekatan heutagogi dalam penguatan peran pemuda di Kawasan Teluk Tomini (Prabhu, 2023. Sugiyono, 2018. Creswell, 2. Studi literatur dipilih sebagai metode penelitian untuk menganalisis dan mensintesis berbagai sumber kepustakaan yang relevan dengan topik penelitian, termasuk jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dokumen kebijakan, dan publikasi ilmiah lainnya yang berkaitan dengan heutagogi, pengembangan pemuda, dan pembangunan berkelanjutan kawasan pesisir. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengintegrasikan temuan-temuan dari berbagai studi empiris dan teoretis yang telah ada untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena yang dikaji. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Mempertanyakan Heutagogi Heutagogi sebagai paradigma pembelajaran yang berfokus pada self-determined learning telah mengalami evolusi teoretis signifikan sejak diperkenalkan oleh Hase dan Kenyon pada tahun 2000 (Hase & Kenyon, 2. Heutagogi didefinisikan sebagai studi tentang pembelajaran yang ditentukan sendiri, merupakan teori pendidikan yang berpusat pada peserta didik yang didirikan atas prinsip-prinsip kunci otonomi peserta didik, efikasi diri, kapabilitas, dan metakognisi . engetahui cara belaja. serta refleksi. Dalam konteks kontemporer, pendekatan heutagogi mendorong siswa untuk menemukan masalah dan pertanyaan yang harus mereka jawab sendiri, alih-alih hanya menyelesaikan tugas yang diberikan guru, memberikan siswa suara dan pilihan dalam mencari area ketidakpastian dan kompleksitas dalam mata pelajaran yang mereka pelajari. Evolusi konseptual heutagogi menunjukkan transformasi dari model pembelajaran tradisional menuju pembelajaran yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individu. Heutagogi merupakan ide yang dibangun di atas pundak para raksasa teori dan praktik pendidikan dalam konstruktivisme, humanisme, kapabilitas, dan ide tentang agensi manusia, yang sejak itu mengalami peningkatan minat terhadap teori dan praktik heutagogi di seluruh dunia (Blaschke, 2. Karakteristik fundamental heutagogi terletak pada penekanannya terhadap pengembangan kapabilitas yang melampaui akuisisi kompetensi semata, di mana peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi mengembangkan kemampuan untuk menerapkan kompetensi secara tepat dan efektif dalam konteks yang beragam. Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 Implementasi heutagogi dalam konteks pendidikan kontemporer menunjukkan relevansi tinggi terhadap kebutuhan Era Society 5. Heutagogi menekankan agensi peserta didik, pengembangan kapabilitas, dan jalur pembelajaran non-linear, yang sejalan dengan penekanan NEP 2020 pada fleksibilitas dan otonomi. Pendekatan ini memfasilitasi pengembangan kompetensi abad ke-21 yang mencakup kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas yang esensial dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan berkelanjutan. Heutagogi, sebagai bentuk pembelajaran yang ditentukan sendiri, merupakan pendekatan holistik dan berpusat pada peserta didik untuk pembelajaran dan pengajaran, dalam situasi formal dan informal, yang didasarkan pada prinsip-prinsip humanistik dan konstruktivis serta menyatukan berbagai benang teori pembelajaran awal menjadi komposit. Dimensi praktis heutagogi dalam konteks pengembangan pemuda menghadirkan potensi transformatif yang signifikan. Heutagogi menekankan pembelajaran yang ditentukan sendiri, berangkat dari pedagogi tradisional, yang tujuannya adalah mengeksplorasi bagaimana kerangka kerja heutagogi, yang memengaruhi pengembangan kompetensi inovasi peserta dan pembelajaran yang diarahkan sendiri. Pendekatan ini memungkinkan pemuda untuk mengembangkan kemampuan adaptif yang diperlukan dalam menghadapi dinamika perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang kompleks. Kritik terhadap heutagogi juga perlu dipertimbangkan dalam konteks Beberapa kalangan mempertanyakan efektivitas pendekatan selfdetermined learning dalam konteks di mana struktur pembelajaran dan bimbingan masih diperlukan, khususnya untuk peserta didik dengan latar belakang pendidikan yang Selain itu, implementasi heutagogi memerlukan kesiapan infrastruktur teknologi dan kompetensi fasilitator yang memadai, yang menjadi tantangan tersendiri dalam konteks pengembangan kawasan dengan keterbatasan sumber daya. Meskipun demikian, potensi heutagogi dalam mengembangkan pembelajaran sepanjang hayat dan kemampuan adaptif peserta didik tetap menjadi daya tarik utama pendekatan ini dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Teluk Tomini Teluk Tomini merupakan sistem ekologi kelautan yang strategis dengan karakteristik geografis dan biodiversitas yang unik di kawasan Indonesia Timur. Proyek ini berfokus pada lingkungan dan sumber daya pesisir dan laut Teluk Tomini, di pulau Sulawesi. Indonesia, dengan tujuan membantu Indonesia dalam perlindungan dan penciptaan mata pencaharian berkelanjutan melalui akses yang adil dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Kawasan ini memiliki signifikansi ekologis dan ekonomis yang tinggi bagi pengembangan regional Sulawesi, khususnya dalam konteks ekonomi biru dan pengelolaan sumber daya pesisir (Mokodongan et al. , 2025. Djaba et Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 , 2. Potensi sumber daya alam Teluk Tomini mencakup beragam sektor yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Rahim & Hulukati, . mengidentifikasi bahwa kawasan ini menyimpan potensi besar dari sektor pertanian dan kelautan yang apabila dikelola secara optimal akan menghasilkan nilai ekonomi substansial. Diversitas sumber daya ini mencakup potensi perikanan tangkap, budidaya laut, pariwisata bahari, dan pengembangan industri maritim yang terintegrasi (Yunginger et al. , 2023. Syahrul. Tantangan pengelolaan Teluk Tomini terletak pada kompleksitas ekosistem dan kebutuhan koordinasi lintas wilayah administratif. Dengan luasan 6. 000 hektar yang membentang pada tiga provinsi di dataran Pulau Sulawesi, kawasan ini memerlukan pendekatan pengelolaan yang holistik dan terintegrasi (Waris et al. , 2. Perspektif pembangunan berkelanjutan di Teluk Tomini menghadapi dinamika antara konservasi ekosistem dan pembangunan ekonomi. Dalam konteks ini. Teluk Tomini memiliki potensi sebagai model implementasi ekonomi biru yang mengintegrasikan konservasi ekosistem dengan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya kelautan. Pendekatan ini memerlukan keterlibatan aktif masyarakat lokal, khususnya pemuda, sebagai agen perubahan dalam transformasi sosial-ekonomi kawasan (Isa et al. , 2023. Anwar et al. , 2. Inovasi teknologi dan digitalisasi menjadi faktor krusial dalam optimalisasi potensi Teluk Tomini. Era Society 5. 0 menghadirkan peluang integrasi teknologi digital dalam pengelolaan sumber daya kelautan, monitoring ekosistem, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kelautan. Namun demikian, implementasi teknologi ini memerlukan pengembangan kapasitas masyarakat lokal, khususnya pemuda, dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan kawasan. Perikanan, pariwisata laut, transportasi laut, energi dan sumber daya mineral lepas pantai, industri kelautan, bangunan laut, dan layanan kelautan merupakan tujuan spektrum ekonomi kelautan, dengan potensi nilai ekonomi sumber daya laut ini diperkirakan mencapai setidaknya $8,22 triliun per tahun. Visi pengembangan Teluk Tomini sebagai kawasan ekonomi khusus berbasis pedesaan menghadirkan model pembangunan inklusif yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan konservasi ekosistem. Pendekatan ini memerlukan sinergi antara kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, dan dukungan akademisi dalam mengembangkan inovasi-inovasi yang relevan dengan karakteristik lokal Keberhasilan pengembangan kawasan ini akan menjadi model replikabel bagi kawasan pesisir lainnya di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang memiliki karakteristik geografis dan sosial-budaya yang serupa. Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 Pembangunan Berkelanjutan Konsep pembangunan berkelanjutan telah mengalami evolusi paradigmatik yang signifikan dalam konteks global, khususnya melalui kerangka kerja Sustainable Development Goals (SDG. yang diadopsi oleh komunitas internasional pada tahun Sustainable Development Goals (SDG. , atau yang dikenal sebagai Global Goals, merupakan seruan universal untuk bertindak mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan bahwa semua orang menikmati kedamaian dan kemakmuran. Kerangka kerja ini menghadirkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam proses pembangunan, dengan penekanan khusus pada peran pemuda sebagai agen perubahan (Yunginger et al. , 2. Partisipasi pemuda dalam pembangunan berkelanjutan telah diakui sebagai elemen krusial dalam pencapaian target-target global (Pariono & Katili, 2. Saat ini, terdapat 1,8 miliar orang berusia 10-24 tahun mereka adalah generasi pemuda terbesar dalam sejarah, dengan hampir 90 persen dari mereka tinggal di negara-negara berkembang, di mana mereka membentuk proporsi besar dari populasi, dan jumlah mereka diperkirakan akan terus bertumbuh antara 2015 dan 2030 saja, sekitar 1,9 miliar. Potensi demografis ini menghadirkan peluang transformatif sekaligus tantangan dalam mengoptimalkan kontribusi pemuda terhadap pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan pemuda dalam pembangunan berkelanjutan memerlukan pendekatan yang sistematis dan inklusif. Orang muda memainkan peran penting dalam mendorong dan menggerakkan perubahan signifikan, dengan dampak keterlibatan individu dalam konservasi lingkungan, pembangunan masyarakat, dan inisiatif perubahan sosial untuk penciptaan nilai berkelanjutan memiliki kepentingan besar dalam mengejar sustainable development goals (SDG. Penelitian menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya sebagai beneficiary dari program pembangunan, tetapi juga sebagai co-creator dan implementor solusi inovatif untuk tantangan-tantangan kompleks pembangunan berkelanjutan. Kebijakan pembangunan berkelanjutan Indonesia menunjukkan komitmen terhadap integrasi ekonomi biru dan pemberdayaan masyarakat pesisir (Priatmoko, 2021. Maroufkhani et al. , 2. Bulan lalu. Indonesia mencapai pencapaian penting dengan peluncuran National Blue Economy Roadmap 2045: sebuah cetak biru untuk pembangunan berbasis laut. Roadmap ini menghadirkan kerangka kerja strategis yang mengintegrasikan konservasi ekosistem kelautan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan, yang memerlukan keterlibatan aktif pemuda sebagai implementor dan inovator di tingkat kawasan. Implementasi roadmap ini di tingkat lokal, khususnya di kawasan seperti Teluk Tomini, memerlukan pendekatan partisipatif yang memfasilitasi pengembangan kapasitas pemuda dalam mengelola dan mengoptimalkan sumber daya kelautan secara berkelanjutan. Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 Model Implementasi Pendekatan Heutagogi di Kawasan Teluk Tomini Implementasi pendekatan heutagogi dalam penguatan peran pemuda di Kawasan Teluk Tomini menghasilkan model pembelajaran yang bersifat transformatif dan Berdasarkan temuan penelitian, penerapan heutagogi sebagai kerangka belajar yang relatif baru menunjukkan efektivitas tinggi dalam memfasilitasi pengembangan kapasitas pemuda sebagai agen perubahan (Hotimah & Raihan, 2. Model implementasi ini menempatkan pendidik sebagai fasilitator yang memberikan fasilitas kepada peserta didik, sementara pemuda memperoleh otonomi untuk mengembangkan keahlian sesuai dengan potensi kawasan Teluk Tomini. Karakteristik fundamental model heutagogi yang diterapkan menunjukkan pendekatan holistik dalam pengembangan keahlian setiap individu melalui sistem belajar yang aktif dan proaktif (Newfield, 2. Sebagaimana dikemukakan (Hase & Kenyon, 2. , fasilitator memberikan bimbingan awal kemudian memberikan kebebasan kepada peserta untuk mengembangkan lebih luas gagasan dan kemampuannya. Model ini tidak berfokus pada pengajar atau penyampai, tetapi memberikan otonomi kepada anggota untuk mengembangkan keahliannya sesuai dengan kaidah dan ketentuan yang berlaku. Implementasi model ini menunjukkan kesesuaian tinggi dengan karakteristik pemuda di Kawasan Teluk Tomini yang memiliki beragam latar belakang pendidikan dan Keunggulan model heutagogi dalam konteks Kawasan Teluk Tomini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pembelajaran dengan kebutuhan praktis pengembangan kawasan. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan heutagogi efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kemampuan self-directed learning, yang sejalan dengan kebutuhan pemuda untuk menjadi problem solver dalam tantangan pembangunan berkelanjutan (Madina, 2. Model ini memfasilitasi pemuda untuk tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan adaptif dalam menghadapi kompleksitas dinamika sosial-ekonomi kawasan pesisir. Implementasi praktis model heutagogi di Kawasan Teluk Tomini menghasilkan dua strategi utama yang saling berkaitan. Pertama, pembangunan komunikasi dengan masyarakat yang bertujuan memaksimalkan peran pemuda dalam pemanfaatan "Ekosistem Laut" sebagai salah satu program SDGs. Komunikasi yang dimaksud adalah penyaluran informasi dari pemuda berdasarkan bidang keilmuan yang dimiliki kepada masyarakat di Kawasan Teluk Tomini dalam rangka pengembangan kapasitas Strategi ini diimplementasikan melalui sosialisasi dan pelatihan dengan berbagai tema pokok yang relevan dengan peningkatan potensi masyarakat yang ditopang oleh ketersediaan sumber daya alam, baik dari sektor perikanan maupun Strategi kedua dalam implementasi model heutagogi adalah pembentukan Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 komunitas untuk membentuk ketahanan pangan masyarakat di Kawasan Teluk Tomini. Mengingat Teluk Tomini memiliki potensi ikan secara lestari sebanyak 587. ton/tahun (Waris et al. , 2018. Rahman et al. , 2. , namun belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Gorontalo. Pembentukan komunitas yang diinisiasi oleh pemuda melalui pendekatan heutagogi menjadi strategi utama karena komunitas dapat berperan lebih spesifik dalam menjalankan tugas atau penerapan bidang ilmu secara Pendekatan ini memungkinkan tercapainya tujuan utama heutagogi sebagai metode pendidikan modern yang mampu memecahkan permasalahan . roblem solvin. melalui gerakan-gerakan komunitas. Kerangka Kompetensi Abad 21 dalam Konteks Heutagogi Implementasi pendekatan heutagogi di Kawasan Teluk Tomini mengintegrasikan konsep heutagogi learning yang digagas oleh Blaschke & Hase, . Blaschke & Hase, . dengan konsep kompetensi abad 21 dari. Kerangka kompetensi ini menuntut pemuda untuk memahami dan menguasai enam dimensi keterampilan yang esensial untuk pengembangan kawasan berkelanjutan. Dimensi pertama adalah kemampuan literasi data, yang merupakan kemampuan membaca dan menganalisis informasi dari berbagai sumber referensi seperti buku, jurnal, atau terbitan lainnya yang memiliki relevansi dengan pengembangan kawasan Teluk Tomini. Penelitian terkini menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital melalui kolaborasi, inovasi, dan pendidikan berkelanjutan di Indonesia. Pentingnya literasi data dalam konteks ini adalah untuk memperkokoh landasan pemahaman setiap pemuda atau komunitas dalam merumuskan program-program pembangunan berkelanjutan yang berbasis bukti dan data empiris. Dimensi kedua adalah kemampuan literasi teknologi, yang sangat dibutuhkan dalam Era Society 5. Sistem komputerisasi yang terintegrasi dengan sistem cloud merupakan teknologi paling berkembang saat ini, dan dalam upaya pengembangan kawasan Teluk Tomini, literasi teknologi akan sangat menunjang pencapaian tujuan Untuk melaksanakan pembelajaran online yang efektif, diperlukan tiga keterampilan literasi: literasi teknologi, literasi data, dan literasi manusia. Penguasaan literasi teknologi memungkinkan pemuda untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam monitoring ekosistem kelautan, pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital, dan implementasi solusi inovatif untuk tantangan pembangunan kawasan. Dimensi ketiga adalah kemampuan literasi manusia, yang merupakan kemampuan dalam memahami kondisi sosial atau yang dikenal dengan humanities. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran masih sulit meningkatkan literasi manusia pada Generasi Z karena mereka cenderung mengalami kesulitan berkomunikasi langsung. Kemampuan literasi manusia dalam konteks Kawasan Teluk Tomini akan menunjang pelaksanaan program-program yang Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 mengutamakan manfaat bagi kemanusiaan dan mempertimbangkan aspek sosial-budaya masyarakat lokal. Dimensi keempat adalah keterampilan abad 21 yang menumbuhkan Higher Order Thinking Skills (HOTS), yang mengasah keterampilan yang dibutuhkan seperti kemampuan bekerja sama secara kelompok, kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan lain yang harus dikuasai dan dikembangkan. Empat keterampilan utama abad 21 mencakup critical thinking dan problem solving, creativity, communication skills, dan collaboration. Keterampilan dasar terdiri dari technical skills, information management, communication, collaboration, creativity, critical thinking, dan problem-solving, sementara keterampilan kontekstual mencakup ethical awareness, cultural awareness, flexibility, self-direction, dan lifelong learning. Gambar 3. Keunggulan Konsep Heutagogi Dimensi kelima adalah penyamaan pemahaman dan keterampilan ilmu untuk menghimpun aspirasi pada berbagai skala daerah, nasional, maupun internasional sebagai satu bentuk untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki. Dimensi ini memfasilitasi pemuda untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan perspektif global dalam mengembangkan solusi berkelanjutan untuk Kawasan Teluk Tomini. Dimensi keenam adalah memperluas net-relation dan networking . ubungan dan jaringa. dengan berbagai komunitas, perluasan jaringan antar perusahaan jasa, dengan pemanfaatan melalui media aplikasi abad 21 seperti WhatsApp. Instagram. Facebook. Twitter. Google Meet. Zoom. YouTube, dan aplikasi lainnya. Pengembangan jaringan ini Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 memungkinkan pemuda untuk mengakses sumber daya, pengetahuan, dan peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mengembangkan Kawasan Teluk Tomini. Aspek Implementasi Literasi Data Literasi Teknologi Literasi Manusia Pembentukan Komunitas Komunikasi Strategis Tebel 2. Implementasi Heutagogi dalam Konteks Teluk Tomini Strategi Heutagogi Manfaat untuk Indikator Pengembangan Kawasan Keberhasilan Self-directed research. Optimalisasi potensi Peningkatan kualitas critical analysis of proposal program marine data ton/tahun berbasis data berbasis riset Autonomous Pengembangan smart Adopsi teknologi untuk exploration of digital fishing dan digital monitoring ekosistem tools dan platforms marketing produk lokal Community engagement Penguatan cohesi sosial dan Tingkat keterlibatan through empathetic partisipasi masyarakat masyarakat dalam program pembangunan Peer-to-peer learning Ketahanan pangan dan Jumlah dan aktivitas networks, collaborative ekonomi mikro komunitas produktif problem solving yang terbentuk Multi-directional Integrasi kearifan lokal Efektivitas sosialisasi knowledge transfer, dengan inovasi modern dan adopsi program oleh cultural sensitivity Sumber: Analisis. Penulis 2025 Dampak Implementasi terhadap Pembangunan Berkelanjutan Kawasan Penerapan pendekatan heutagogi dalam penguatan peran pemuda di Kawasan Teluk Tomini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal. Melalui program komunikasi dan sosialisasi, pembangunan kawasan difokuskan pada optimalisasi potensi lokal sebagai wujud dukungan terhadap tujuan ke-14 SDGs, yaitu pelestarian ekosistem Dampak utama implementasi ini terlihat pada pengentasan kemiskinan melalui pengembangan ekonomi mikro berbasis masyarakat. Pemuda berperan sebagai fasilitator yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip community-driven development, yang menekankan penguatan kapasitas lokal dan kemandirian ekonomi. Selain itu, pembentukan komunitas berbasis heutagogi menghasilkan transformasi dalam pemanfaatan potensi perikanan Teluk Tomini yang mencapai 256 ton/tahun. Komunitas yang diinisiasi pemuda menjadi wadah penerapan ilmu dan inovasi lokal dalam pengelolaan sumber daya laut. Proses pembelajaran dua arah antara pemuda dan masyarakat juga memperkuat transfer pengetahuan modern dan kearifan lokal, menghasilkan solusi kontekstual yang berkelanjutan. Lebih jauh, penerapan kerangka kompetensi abad ke-21 dalam pendekatan heutagogi meningkatkan kualitas sumber daya manusia kawasan. Literasi data, teknologi, dan manusia berkembang seiring kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 Dalam jangka panjang, terbentuk ekosistem inovasi yang memperkuat jejaring kolaboratif antara pemuda, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta. Melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial, program ini memperluas dampak pembangunan berkelanjutan di Kawasan Teluk Tomini. Tantangan dan Peluang Pengembangan Model Implementasi pendekatan heutagogi di Kawasan Teluk Tomini menghadapi tantangan utama berupa beragamnya latar belakang pendidikan dan keterampilan pemuda, yang menuntut strategi pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual. Keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama akses internet dan perangkat digital di wilayah pesisir, turut menjadi hambatan dalam optimalisasi literasi teknologi dan kolaborasi berbasis digital. Namun, kondisi ini sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi teknologi yang lebih adaptif, serta mendorong lahirnya solusi lokal yang sesuai dengan karakteristik masyarakat pesisir. Di sisi lain, peluang pengembangan model heutagogi dapat dioptimalkan melalui sinergi dengan program pemerintah seperti Kawasan Ekonomi Khusus dan pemberdayaan masyarakat pesisir yang telah menjadi prioritas dalam RPJMN. Keberhasilan penerapan di Teluk Tomini berpotensi menjadi best practice bagi kawasan pesisir lain di Indonesia, khususnya di wilayah timur. Untuk menjamin keberlanjutan, dibutuhkan sistem monitoring dan evaluasi yang terukur guna menilai efektivitas, dampak, dan relevansi penerapan heutagogi terhadap pembangunan berkelanjutan, sehingga model ini dapat terus beradaptasi dengan dinamika sosial dan kebutuhan SIMPULAN Implementasi pendekatan heutagogi dalam penguatan peran pemuda di Kawasan Teluk Tomini menunjukkan potensi transformatif yang nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada peningkatan kapasitas pemuda dan penguatan komunitas lokal. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh ketimpangan akses teknologi, heterogenitas pendidikan, dan lemahnya dukungan struktural yang menjadi fondasi keberlanjutan program. Idealitas self-determined learning dalam heutagogi sering kali berbenturan dengan realitas sosial-ekonomi masyarakat pesisir yang belum sepenuhnya siap secara infrastruktur dan kebijakan. Meskipun pendekatan ini berhasil menumbuhkan semangat kolaboratif dan inovasi lokal, capaian tersebut belum cukup untuk menembus akar persoalan struktural seperti tata kelola sumber daya dan akses ekonomi yang timpang. Oleh karena itu, keberhasilan heutagogi bukan semata bergantung pada metode pembelajaran, tetapi juga pada keberanian mereformasi sistem pendukungnya. Ruang refleksi terbuka bagi semua pihak pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk memastikan bahwa transformasi yang diupayakan bukan hanya bersifat pedagogis, tetapi juga struktural dan berkeadilan Misbahudin Djaba. Cs: Pendekatan Hutagogi Sebagai Strategi Penguatan Peran Pemuda AA. Page. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Taruna Gorontalo Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi. Manajemen SDM. Ilmu Sosial (P-JIAMS) LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo Volume 2 Nomor 1. Mei 2025 DAFTAR PUSTAKA