Jurnal Indonesia Mengabdi Vol 7. No 1, 38-43. Juni 2025 https://journal. id/index. php/JIMi/ Edukasi Manajemen Keuangan Stunting di Desa Maubokul Keluarga Menghindari Lusianus Heronimus Sinyo Kelen1. Yuniarti Reny Renggo2 . Yuvensius Ramompas2. Firat Meiyasa3. Suryaningsi Ndahawali3. Jovan Imanuel Putra1. Andreas Kalukur Lili3. Meldi Nengi Rutung3 1 Prodi Manajemen. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Indonesia 2 Prodi Ekonomi Pembangunan. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Indonesia 3 Prodi Teknologi Hasil Perikanan. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Indonesia E-mail: 1 sinyokelen@unkriswina. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI://journal. id/index php/JIMi/ Abstrak Edukasi manajemen keuangan keluarga dilakukan di Desa Maubokul sebagai salah satu upaya untuk mengurangi tingginya stunting di desa Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu memberikan edukasi terkait manajemen keuangan keluarga kepada ibu rumah tangga untuk dapat mencegah terjadi stunting. Desa Maubokul dipilih sebagai lokasi pengabdian disebabkan desa tersebut merupakan desa dengan tingkat stunting yang tinggi. Metode pengabdian yang digunakan yaitu sosialisasi dan pendampingan kepada ibu rumah tangga. Metode ini digunakan dengan harapan terjadi perubahan perilaku masyarakat. Kegiatan pengabdian ini juga merupakan program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset dan Teknologi dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat tahun 2023. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terdapat perubahan perilaku masyarakat dalam hal pengelolaan keuangan keluarga yang lebih baik. Kata kunci: Literasi Keuangan. Manajemen Keuangan Keluarga. Stunting. How to cite (APA): Kelen. Renggo. Ramompas. Meiyasa. Ndahawali. Putra. Lili, . Rutung. Edukasi Manajemen Keuangan Keluarga untuk Menghindari Stunting di Desa Maubokul. Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 38-43. ISSN 2685-3035 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Abstract Family financial management education was conducted in Maubokul Village as an effort to reduce the high stunting rate in the village. The purpose of implementing community service is to provide education related to family financial management to homemakers, to prevent stunted growth. Maubokul Village was chosen as the location for community service because it has a high rate of stunted growth. The community service method used is socialization and mentoring for homemakers. This method is employed to promote a change in community behavior. This community service activity is also a program funded by the Ministry of Education. Culture. Research, and Technology through the Directorate General of Higher Education. Research, and Technology, with a community partnership empowerment scheme in The results of community service indicate a change in community behavior, specifically in terms of improved family financial management. Keywords: Family Financial Management. Financial Literacy, and Stunting. PENDAHULUAN Stunting merupakan permasalahan yang cukup menjadi perhatian besar bagi Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada tahun 2022 jumlah kejadian stunting di Provinsi NTT mencapai 35,3 Edukasi Manajemen Keuangan Keluarga A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 persen dan merupakan persentase tertinggi di Indonesia. Secara lebih spesifik, angka stunting di salah satu kabupaten di Provinsi NTT, yaitu Kabupaten Sumba Timur mencapai persentase sebesar 20,9 persen (Annur, 2. Kabupaten Sumba Timur sendiri memiliki luas sebesar 7. 000,5 km 2, dengan jumlah penduduk sebanyak 252. 704 jiwa. Secara administrasi, kabupaten ini memiliki 22 kecamatan, 16 kelurahan dan 140 desa (Badan Pusat Statistik, 2. Salah satu desa di Kabupaten Sumba Timur, yang memiliki kejadian stunting yang cukup tinggi yaitu Desa Maubokul, yang terletak di Kecamatan Pandawai. Kabupaten Sumba Timur. Permasalah stunting dapat dikaji dari berbagai sudut pandang, termasuk dalam pengelolaan atau manajemen keuangan keluarga. Jika dihubungkan dengan tingkat literasi keuangan, maka Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 51,95 persen (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya literasi keuangan masyarakat, yang dapat menyebabkan rendahnya pengetahuan dan kurangnya pemahaman masyarakat, sehingga salah satunya berdampang pada tingkat kesadaran tentang stunting dan bentuk pencegahannya (Ayu Rumini & Martadiani, 2020. Wuryanti et al. , 2. Dengan sejumlah permasalahan yang terjadi, maka penting bagi universitas untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk mengatasi dan meminimalisir stunting dari perspektif manajemen keuangan keluarga. Peran perempuan, terutama ibu rumah tangga dalam mengatur dan mengelola keuangan keluarga merupakan peran yang vital serta menjadi kunci dalam meraih kesuksesan keluarga (Yowi et al. , 2022. Renggo & Rewa, 2. Data dari Asosiasi Fintech Indonesia menunjukkan bahwa 85 persen belanja rumah tangga ditentukan oleh perempuan atau ibu rumah tangga. Kondisi ini menggambarkan bahwa pengelolaan keuangan keluarga yang dijalankan oleh ibu rumah tangga dapat mengambil peran untuk mengurangi dan meminimalisir kejadian stunting di Sumba Timur, terkhususnya Desa Maubokul. Kecamatan Pandawai melalui pengaturan terhadap belanja konsumsi/makanan yang memenuhi gizi Hal ini juga terdukung dari beberapa literatur sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan keluarga meminimalisir kejadian stunting (Ramompas et al. , 2024. Hamzah & Sofilda, 2025. Bhutta et al. , 2025. Medjo Obia et al. , 2. Berdasarkan permasalah stunting dan rendahnya literasi keuangan, maka tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan edukasi mengenai manajemen atau pengelolaan keuangan keluarga kepada masyarakat, terkhususnya ibu rumah tangga di Desa Maubokul. Kecamatan Pandawai. Kabupaten Sumba Timur. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang diterapkan yaitu sosialisasi dan pendampingan (Kelen et al. , 2022. Meiyasa et al. , 2. Dua metode ini dilaksanakan secara terpisah. Kegiatan pertama yang dilaksanakan yaitu sosialisasi. Pada bagian ini dilaksanakan edukasi kepada masyarakat berupa penyampaian materi oleh dosen, didampingi oleh mahasiswa. Setelah penyampaian materi melalui sosialisasi, mahasiswa membantu kegiatan pendampingan kepada masyarakat yang mendapatkan sosialisasi. Untuk lebih jelasnya, metode pengabdian kepada masyarakat dapat dilihat melalui gambar di bawah ini. Persiapan. Tim melakukan survei dan observasi sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Sosialisasi. Memberikan edukasi kepada masyarakat . hususnya ibu rumah tangg. terkait manajemen . Pendampingan. Kegiatan setelah sosialisasi dan bertujuan memastikan terjadinya perubahan Gambar 1. Bagan Metode Pengabdian Kepada Masyarakat Sosialisasi dilakukan selama dua jam dengan bentuk penyampaian materi beserta diskusi Judul materi yang disampaikan pada sosialisasi yaitu Edukasi dan Sosialisasi Keuangan Keluarga untuk Menghindari Stunting. Sosialisasi dilaksanakan pada 4 Oktober 2023 di Desa Maubokul. Setelah sosialisasi berakhir, peserta diberikan lembaran survei untuk menjamin dan Edukasi Manajemen Keuangan Keluarga A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 memastikan materi disampaikan dengan baik dan penyelenggarakan sosialisasi dilakukan secara tepat Setelah materi disampaikan mahasiswa melakukan pendampingan terhadap peserta untuk mendeteksi dan melihat perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan keuangan keluarganya. Pendampingan dilakukan dua minggu setelah dilakukan penyampaian materi dan dilakukan dengan berkunjung ke rumah masing-masing keluarga yang telah mengikuti sosialisasi sebelumnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan program yang didanai melalui Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset dan Teknologi dengan skema pemberdayaan Kemitraan Masyarakat pada tahun 2023. Selain terdapat edukasi terkait manajemen keuangan keluarga, masyarakat mendapatkan penerapan teknologi budidaya ikan dalam ember . Teknologi sederhana ini tentunya memberikan manfaat untuk memenuhi gizi dalam keluarga (Fadli & Meiyasa, 2023. Meiyasa et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi dan pendampingan masyarakat yang dijalankan merupakan rangkaian kegiatan yang didapatkan oleh Universitas Kristen Wira Wacana Sumba pada hibah kompetitif nasional pada program kemitraan masyarakat di tahun 2023 dengan judul Penerapan Teknologi Budikdamber (Budidaya ikan dalam embe. untuk pemenuhan gizi dalam mencegah stunting di Desa Maubokul Kabupaten Sumba Timur. Kerjasama dengan Pemerintah Desa Maubokul. Kecamatan Pandawai untuk menyelenggarakan kegiatan ini sudah diinisiasi sejak Maret 2023. Setelah dinyatakan lolos hibah kompetitif tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat melakukan persiapan berupa survei dan observasi selama Bulan Juli 2023. Sosialisasi Sosialisasi terbagi atas tiga bagian, bagian pertama dilakukan penyampaian materi oleh dosen yang memiliki kepakaran di bidang pengelolaan dan ekonomi rumah tangga. Penyampaian disampaikan selama 30 menit. Sedangkan bagian kedua, dilakukan diskusi interaktif selama 60 menit. Diskusi menggunakan bentukan Focus Group Discussion (FGD) dan peserta diminta untuk menjawab pertanyaan kemudian dikelompokkan dalam dan pemetaan berdasarkan jawaban dari para peserta. Bagian terakhir yaitu tanya jawab terhadap materi maupun diskusi. Jumlah peserta pada kegiatan yaitu sebanyak 26 orang. Kegiatan sosialisasi juga dibantu oleh mahasiswa untuk menyiapkan material dan bahan untuk diskusi dengan peserta sosialisasi. Berdasarkan hasil diskusi, terdapat 4 bagian penting, yaitu: . Pola konsumsi keluarga. Jawaban peserta sosialisasi umumnya mengeluarkan belanja setiap hari untuk keperluan konsumsi rumah tangga, seperti beras, lauk-pauk dan sayur-mayur. Adapun keperluan lain seperti keperluan anak sekolah, . Pentingnya mengatur keuangan keluarga. Seluruh peserta menjawab bahwa penting bagi ibu rumah tangga untuk mengatur keuangan keluarga. Pencatatan keuangan keluarga. Dominasi jawaban peserta adalah penting untuk melakukan pencatatan keuangan keluarga, namun banyak juga peserta belum melakukan pencatatan keuangan keluarganya. Membuat pos penganggaran keuangan keluarga. Peserta sosialisasi juga menjawab bahwa membuat pos penganggaran keuangan keluarga adalah hal yang penting, namun dominan peserta sosialisasi belum melakukan/membuat pos penganggaran keuangan keluarganya. Hasil diskusi dengan peserta sosialisasi tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Siregar . , dimana empat hal tersebut merupakan bagian terpenting dalam mengelola keuangan sebuah keluarga. Dengan manajemen keuangan yang baik, cerdas serta cermat, maka keluarga dapat lebih sejahtera dan dalam konteks ini dapat memenuhi gizi keluarga, sehingga dapat terbebas dari permasalahan stunting. Edukasi Manajemen Keuangan Keluarga A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Gambar 2. Penyampaian Materi dan Pemetaan Jawaban Pada Saat Diskusi di Desa Maubokul Survei terhadap pelaksanaan sosialisasi memuat tujuh indikator penilaian, terkait waktu pelaksanaan, kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pelayanan panitia pelaksana, ruangan kegiatan, serta narasumber. Hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Hasil Survei Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Penilaian Rata-rata Nilai* Kesesuaian waktu pelaksanaan sosialisasi. Judul kegiatan menjawab kebutuhan masyarakat. Pelayanan panitia pelaksanaan sosialisasi. Ruang kegiatan sudah memadai. Pelayanan terkait konsumsi. Narasumber baik dalam menjelaskan materi & menjawab pertanyaanpertanyaan. Kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat. *Catatan: Nilai tertinggi dari skala pengukuran adalah 5 dan nilai terendah adalah 1. Berdasarkan hasil survei terlihat bahwa peserta memiliki rata-rata penilaian yang baik terhadap kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan. Terlihat bahwa rata-rata nilai yang diberikan peserta sangat puas terhadap kesesuaian waktu, kegiatan yang menjawab permasalahan masyarakat, pelayanan yang diberikan oleh panitia dan penyampaian materi oleh narasumber. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Selain survei, terdapat beberapa kesan positif dan pesan dari masyarakat terkait kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilihat melalui pernyataan sebagai berikut: Ausebagai masyarakat sangat bersyukur kepada tim Unkriswina yang telah membimbing dan melatih kami tentang pencegahan stunting dan mengatur pengeluaran dalam rumah tangga, dan melatih kami untuk memelihara bibit ikan dalam ember dan tanam sayur, oleh karena itu doa kami sebagai masyarakat semoga Unkriswina tetap jaya untuk selamanya dan sebagai mitra desa kamiAy (LAA Ae Salah satu peserta sosialisas. Berdasarkan pernyataan di atas, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan memberikan manfaat dalam mengelola keuangan keluarga. Pandangan yang searah dengan pernyataan sebelumnya juga menunjukkan bahwa sosialisasi ini memberikan manfaat bagi ibu rumah tangga. Hasil ini sejalan dengan penelitian dari Medjo Obia et al. , . dan Bhutta et al. , . Sehingga pentingnya peran ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan dan terpenuhinya gizi dalam rumah tangga tersebut. Kemudian kondisi ini dapat mengurangi stunting. AuKami sangat senang dengan kegiatan ini, kami belajar untuk kelola uang dalam rumah tangga untuk ke depannyaAy (AUD Ae Salah satu peserta sosialisas. Edukasi Manajemen Keuangan Keluarga A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Setelah kegiatan sosialisasi yang memberikan pengetahuan serta praktik pengelolaan keuangan keluarga yang baik, kegiatan berlanjut dengan pendampingan kepada masyarakat. Tujuan pendampingan untuk memastikan dan memantau perkembangan praktik pengelolaan keuangan dilakukan oleh peserta . bu rumah tangg. Pendampingan Pendampingan masyarakat kembali dilakukan dua minggu setelah sosialisasi disampaikan. Hal ini bertujuan untuk melihat terjadinya perubahan perilaku masyarakat . bu rumah tangg. dalam mengatur dan mengelola keuangan keluarganya. Pendampingan dilakukan dengan kunjungan ke rumah masing-masing ibu rumah tangga pada tanggal 17 sampai dengan 18 Oktober 2023 oleh Gambar 3. Pendampingan Ibu Rumah Tangga Terkait Manajemen Keuangan Keluarga Tujuan dari pendampingan yaitu memastikan terdapat perubahan perilaku keuangan yang semakin baik (Siswanti, 2. Hasil pendampingan menemukan 65,38 persen peserta melakukan perubahan dalam praktik pengelolaan keluarga setelah sosialisasi, sedangkan 34,62 persen peserta masih dengan praktik lama dalam mengelola keuangan, seperti tidak mencatat keuangan keluarga dan membuat pos pengeluaran keuangan rumah tangga. Umumnya kendala yang dihadapi oleh ibu rumah tangga tersebut adalah belum terbiasa untuk menerapkan praktik baik pengelolaan keuangan. Mengubah pola kebiasaan dalam mengelola keuangan keluarga memang sulit, diperlukan komitmen yang tinggi bukan dari universitas saja, melainkan juga dari masyarakat. Setelah pola pengelolaan keuangan keluarga sudah teratur, diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang baik dalam mengeluarkan belanja konsumsi yang memenuhi gizi dalam rumah tangga tersebut, hal ini tentunya dapat menghindari kejadian stunting di Desa Maubokul. SIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu: sosialisasi memberikan dampak dan perubahan perilaku keuangan dari masyarakat, yang awalnya tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan, menjadi mulai untuk mencatatnya, yang awalnya tidak memisahkan keuangan usahanya dengan keuangan keluarga, menjadi memisahkan keuangan usaha dan keuangan keluarganya, serta ibu rumah tangga telah membuat pos keuangan, sehingga dapat dengan mudah mengatur keuangan keluarganya. Saran yang dapat diberikan yaitu, sosialisasi sebaiknya tidak hanya berfokus pada kelompok ibu rumah tangga. Namun juga dapat dilakukan kepada kelompok masyarakat lainnya, seperti kelompok anak usia sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Serta dapat juga dilakukan pada kelompok remaja dan pemuda di desa. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset dan Teknologi. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang telah mendanai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Maubokul. Kecamatan Pandawai. Kabupaten Sumba Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan pendanaan hibah, skema pemberdayaan kemitraan masyarakat pada tahun 2023. Edukasi Manajemen Keuangan Keluarga A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 DAFTAR PUSTAKA