MALLOMO: Journal of Community Service https://jurnal. id/mallomo/index Vol. 5 No. 2 Juni 2025 nomor 556-562 e-ISSN 2774-7220 . Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Wanita Nelayan Melalui Pengolahan Produk Ikan Ambu (Istiophoriformes S. dan Edukasi Konsep Frugal Living Financial di Desa Bonde. Kecamatan Pamboang Sri Utami Permata1. Nurul Listiawati2. Magfirah3. Masitah4. Muh. Azham Ilham 5. Asrirawan 6 1 Manajemen. Universitas Sulawesi Barat Email: sriutamipermata@unsulbar. 2 Akuntansi. Universitas Sulawesi Barat 3 Manajemen . Universitas Sulawesi Barat 4 Agribisnis. Universitas Sembilanbelas November Kolaka 5 Ilmu Hukum. Universitas Muslim Indonesia 6 Statistika. Universitas Sulawesi Barat Artikel info Abstract. Desa Bonde, located in Pamboang District with an area of 3. 47 kmA, is a coastal village with abundant marine resources, particularly the Ambu fish (Istiophoriformes s. This fish is endemic to Pamboang waters, known for its high protein and nutritional value, yet it remains underutilized by the local The main issues faced by the community are the lack of knowledge and skills in processing fishery products, especially Ambu fish, as well as limited awareness and understanding of prudent financial management. The Community Partnership Stimulus Program (PKMS) offers solutions through Training on processing Ambu fish into economically valuable products such as fish-based empekempek and nuggets, and Education and training on the concept of Frugal Living Financial for better financial management. The program is carried out in three main stages: preparation, product processing training, and financial management The expected outcomes of this program include publication in a nationally accredited Sinta journal, coverage in electronic mass media, and a documentary video of the This program aims to enhance the community's skills and understanding, as well as promote economic independence based on local potentialtik Abstrak: Desa Bonde, yang terletak di Kecamatan Pamboang dengan luas wilayah 3,47 kmA, merupakan salah satu desa pesisir yang memiliki potensi sumber daya laut melimpah, terutama ikan Ambu (Istiophoriformes s. Ikan ini merupakan endemik khas perairan Pamboang dengan kandungan protein dan nilai gizi tinggi, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan 557 | MALLOMO: Journal of Community Service masyarakat dalam mengolah hasil perikanan, khususnya ikan Ambu, serta kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak. Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini menawarkan solusi melalui Pelatihan pengolahan produk ikan Ambu menjadi olahan makanan bernilai ekonomis seperti empek-empek dan nugget ikan, serta Edukasi dan pelatihan konsep Frugal Living Financial untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelatihan pengolahan produk, dan edukasi pengelolaan Target luaran dari program ini adalah publikasi di Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi Sinta, publikasi di media massa elektronik, dan video dokumentasi kegiatan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Keywords: Bonde Village. Ambu Fish. Product Processing. Frugal Living Financial. Economic Empowerment. Coresponden author: Email: x@gmail. artikel dengan akses terbuka di bawah lisensi CC BY -4. PENDAHULUAN Desa Bonde, salah satu dari delapan desa di Kecamatan Pamboang dengan luas wilayah 3,47 kmA, terletak di daerah pesisir yang kaya akan sumber daya laut. Desa ini memiliki potensi alam yang melimpah, terutama di sektor perikanan. Salah satu potensi unggulan Desa Bonde adalah Ikan Ambu (Istiophoriformes s. , yang merupakan ikan endemik khas perairan Pamboang. Ikan ini memiliki kandungan protein dan nilai gizi yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi komoditas bernilai Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat, khususnya kelompok wanita nelayan. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan, terutama Ikan Ambu, menjadi hambatan utama dalam meningkatkan nilai tambah produk tersebut. Selain itu, kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak juga menjadi tantangan dalam mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan. Desa Bonde memiliki letak geografis yang strategis, yaitu di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut. Kondisi ini memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal akses terhadap sumber daya laut. Namun, meskipun memiliki potensi yang besar, masyarakat Desa Bonde masih menghadapi berbagai kendala dalam memanfaatkan sumber daya tersebut secara optimal. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan, khususnya Ikan Ambu, menjadi produk olahan yang bernilai Padahal, jika diolah dengan baik. Ikan Ambu dapat dijadikan berbagai produk olahan seperti empek-empek, nugget, atau kerupuk ikan, yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. 558 | MALLOMO: Journal of Community Service Selain itu, masyarakat Desa Bonde juga menghadapi permasalahan dalam hal pengelolaan Banyak keluarga nelayan yang kesulitan mengatur pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, sehingga seringkali mengalami kesulitan keuangan. Kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu faktor penyebabnya. Hal ini diperparah oleh kurangnya akses terhadap pelatihan dan pendampingan yang memadai, yang sebenarnya dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Permasalahan pertama yang dihadapi oleh masyarakat Desa Bonde adalah minimnya keterampilan dalam mengolah Ikan Ambu menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis, seperti empek-empek dan nugget ikan. Padahal, produk olahan tersebut memiliki potensi pasar yang cukup besar, baik di tingkat lokal maupun regional. Permasalahan kedua adalah kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang baik, sehingga banyak masyarakat yang kesulitan dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran rumah tangga maupun usaha kecil mereka. Hal ini diperparah oleh kurangnya akses terhadap pelatihan dan pendampingan yang memadai, yang sebenarnya dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan intervensi melalui program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini dirancang untuk memberikan pelatihan pengolahan Ikan Ambu menjadi produk bernilai ekonomis serta edukasi tentang konsep Frugal Living Financial sebagai strategi pengelolaan keuangan yang bijak. Konsep Frugal Living Financial dipilih karena telah terbukti efektif dalam membantu masyarakat pedesaan mengelola keuangan secara lebih baik, terutama dalam konteks usaha mikro dan kecil. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Desa Bonde, khususnya kelompok wanita nelayan, dapat memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mencapai kemandirian ekonomi (Suryanto et al. , 2. Metode Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini dirancang dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kelompok wanita nelayan di Desa Bonde. Kecamatan Pamboang. Metode penelitian yang digunakan mencakup beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Berikut adalah penjelasan detail mengenai metode yang diterapkan: Tahap Persiapan Sebelum kegiatan utama dimulai, tim PKMS melakukan survei pendahuluan untuk memahami kondisi dan kebutuhan mitra, khususnya terkait pengolahan ikan Ambu dan pengelolaan keuangan. Survei ini melibatkan observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat setempat. Setelah itu, tim mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa Bonde dan kelompok wanita nelayan untuk membahas rencana kegiatan, termasuk penentuan peserta, lokasi, dan waktu pelaksanaan. Tim juga menyiapkan materi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra, seperti teknik pengolahan ikan Ambu dan konsep Frugal Living Financial. Tahap Pelaksanaan Kegiatan utama program ini terdiri dari dua bagian: pelatihan pengolahan ikan Ambu dan edukasi pengelolaan keuangan. 559 | MALLOMO: Journal of Community Service Pelatihan Pengolahan Ikan Ambu ini dilakukan secara tatap muka dengan metode demonstrasi dan praktik langsung. Tim PKMS mengajarkan cara mengolah ikan Ambu menjadi produk bernilai ekonomis, seperti bakso ikan dan empek-empek. Peserta juga diajarkan teknik pengemasan dan branding produk untuk meningkatkan daya saing di pasar. Selama pelatihan, tim memberikan pendampingan intensif kepada peserta untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Edukasi Frugal Living Financial Pada sesi ini, tim memberikan materi tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak. Materi mencakup cara menabung, mengurangi pengeluaran tidak perlu, dan merencanakan keuangan jangka panjang. Selain penyampaian materi, tim juga mengadakan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memastikan peserta memahami konsep yang Tahap Evaluasi Setelah kegiatan pelatihan selesai, tim melakukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program. Evaluasi dilakukan melalui tiga metode: Observasi. Tim mengamati partisipasi dan antusiasme peserta selama pelatihan. Kuesioner. Peserta diminta mengisi kuesioner untuk menilai tingkat pemahaman dan kepuasan mereka terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Diskusi Kelompok. Tim mengadakan diskusi dengan peserta untuk mendapatkan umpan balik dan masukan guna perbaikan program di masa mendatang. Analisis Data Data yang diperoleh dari observasi, kuesioner, dan diskusi dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana program berhasil meningkatkan keterampilan dan pemahaman peserta. Hasil analisis juga digunakan untuk merumuskan rekomendasi bagi kegiatan Pelaporan dan Publikasi Laporan Kegiatan. Tim menyusun laporan akhir yang mencakup seluruh tahapan kegiatan, hasil yang dicapai, dan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Publikasi Ilmiah. Hasil kegiatan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terakreditasi Sinta 5 untuk menyebarluaskan temuan dan dampak program. Hasil Dan Pembahasan Hasil Pelatihan Pengolahan Ikan Ambu Pelatihan pengolahan ikan Ambu berhasil meningkatkan keterampilan kelompok wanita nelayan dalam memproduksi berbagai olahan makanan bernilai ekonomis, seperti bakso ikan dan empek-empek. Peserta diajarkan teknik pengolahan yang tepat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan produk. Hasilnya, produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas dan siap dipasarkan. Selain itu, tim PKMS juga membantu peserta dalam melakukan branding produk dengan nama "Bambu" untuk bakso ikan dan "Tanura" untuk empek-empek ikan. Branding ini tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga membantu membangun identitas produk yang khas di pasar. 560 | MALLOMO: Journal of Community Service Gambar 1: Pelatihan Pengolahan Ikan Ambu Hasil Edukasi Frugal Living Financial Edukasi tentang konsep Frugal Living Financial berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak. Peserta diajarkan cara menabung, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, dan merencanakan keuangan jangka panjang. Setelah mengikuti pelatihan, banyak peserta yang mulai menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mereka mulai mencatat pengeluaran harian, mengalokasikan sebagian pendapatan untuk tabungan, dan merencanakan penggunaan dana untuk kebutuhan mendesak atau investasi kecil. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang positif. Gambar 2: Edukasi Frugal Living Financial Dampak Program Program ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi kelompok wanita nelayan di Desa Bonde. Produk olahan ikan Ambu, seperti bakso dan empek-empek, telah menjadi sumber pendapatan tambahan bagi peserta. Dengan adanya branding dan pengemasan yang menarik, produk-produk ini memiliki daya saing yang lebih baik di pasar lokal. Selain itu, pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak membantu peserta mengelola usaha dengan lebih efektif. Mereka menjadi lebih disiplin dalam mengatur keuangan usaha dan rumah tangga, sehingga dapat menghindari hutang yang tidak perlu dan memastikan keberlanjutan usaha. 561 | MALLOMO: Journal of Community Service Secara keseluruhan, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam mengolah ikan Ambu, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan manajemen keuangan yang penting untuk mengembangkan usaha. Dampak ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bonde dan menjadi model bagi daerah lain yang memiliki potensi serupa. Gambar 3: Bersama kelompok wanita nelayan dan Produk Simpulan Dan Saran Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini telah berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat Desa Bonde dalam mengolah Ikan Ambu menjadi produk bernilai ekonomis serta mengelola keuangan dengan lebih baik. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di daerah lain dengan potensi serupa. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah perlunya pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan pasar untuk produk olahan Ikan Ambu agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Daftar Rujukan Adiwibowo. , & Soetarto. Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Pengembangan Usaha Berbasis Sumber Daya Lokal. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6. , 123-135. Azwar. Strategi Pengelolaan Keuangan bagi Masyarakat Pedesaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 12. , 89-97. Budianto. , & Sari. Peningkatan Nilai Tambah Produk Perikanan melalui Pengolahan Modern. Jurnal Ilmu Kelautan, 15. , 123-130. Hasanah. , & Fitriani. Pemberdayaan Perempuan Nelayan melalui Pelatihan Kewirausahaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 10. , 45-52. Kurniawan. Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Pelatihan Kewirausahaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 10. , 45-52. Nurhayati. Frugal Living Financial: Strategi Pengelolaan Keuangan bagi Masyarakat Pedesaan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 12. , 89-97. Pratiwi. Tantangan Pengelolaan Keuangan pada Usaha Mikro dan Kecil di Pedesaan. Jurnal 562 | MALLOMO: Journal of Community Service Manajemen Keuangan, 8. , 67-75. Rahman. Potensi dan Tantangan Pengembangan Komoditas Perikanan di Wilayah Pesisir. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 14. , 34-41. Sari. Efektivitas Pelatihan Frugal Living Financial dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian, 9. , 112-120. Suryanto. , & Wijaya. Kajian Potensi Ikan Endemik sebagai Komoditas Unggulan di Wilayah Pesisir. Jurnal Sumber Daya Akuatik, 5. , 78-85. Widodo. Pengelolaan Keuangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Pesisir. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 13. , 56-63. UNDP. Sustainable Development Goals (SDG. : Transforming Our World. United Nations Development Programme.