WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026, pp. 12Ae23 pAaISSN: 1410Aa9344. eAaISSN: 2549Aa5631 DOI: https://doi. org/10. 23917/warta. Implementation of Competency Selection Exams for pK on Computer-Assisted Tests at Universitas Sebelas Maret Winarno1,* . Bambang Harjito2 . Muhtar3 . Galih Akbar Moerbayaksa3 . Anas Faishal Falih3 1 Informatika. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Indonesia 2 Pendidikan Akuntansi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Indonesia 3 Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Indonesia Email: win@staff. Abstract Article Info Received: 12/03/2025 Revised: 05/08/2025 Accepted: 27/12/2025 Published: 18/03/2026 Keywords: CASN Examination. CAT. Customer Satisfaction. Government Employees Copyrights A Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionAaNonCommercial 4. International License (CC BYAaNC All writings published in this journal are personal views of the author and do not represent the views of this journal and the authorAos af iliated institutions. Customer satisfaction is crucial in a service, especially in the competency selection process based on the Computer Assisted Test (CAT). This selection process is integral to creating a professional and highAaquality state Background of the problem: Nevertheless, the extensive deployment of CAT in the public sector recruitment domain has frequently occurred without the concomitant execution of methodical assessments of participant satisfaction, especially in relation to service quality, system dependability, and uniformity among the various organizing entities. Objectives: This study aims to evaluate the satisfaction of exam participants and related agencies regarding the implementation of CATAabased selection at UNS. Methods: The evaluation used a questionnaire consisting of 19 closed and one open question. The questionnaire was distributed to respondents, namely exam participants and the Regional Civil Service Agency, with a total of 920 respondents. The questionnaire contained key determining factors such as system quality, information, and service. Results: The best agency based on this questionnaire was the service for the Pati Regency Government with a score of 3. 73, and the lowest was the Karanganyar Regency Government with a score of 3. The customer satisfaction measurement results generally gave a score of 3. Conclusion: The implementation of this activity was carried out very well. This is evident from the questionnaire responses, which received excellent ratings and . Recommendations or followAaup: It is recommended that forthcoming implementations of CAT enhance the standardization of services, prepare for technical assistance, and conduct ongoing assessments of participant satisfaction to ensure a more uniform and participantAafocused examination process. Penyelenggaraan Ujian Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Berbasis Computer Assisted Test di Universitas Sebelas Maret Abstrak Kata Kunci: Ujian CASN. CAT. Kepuasan Pelanggan. Pegawai Pemerintah Kepuasan pelanggan merupakan hal yang sanget penting dalam sebuah layanan apalagi dalam proses seleksi kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Proses seleksi ini merupakan bagian penting dalam menciptakan birokrasi negara yang profesional dan berkualitas tinggi: Latar belakang permasalahan: Namun, implementasi CAT secara besarAabesaran dalam rekrutmen sektor publik belum selalu disertai dengan evaluasi sistematis terhadap kepuasan peserta, terutama terkait kualitas layanan, keandalan sistem, dan konsistensi antar lembaga penyelenggara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kepuasan peserta ujian dan instansi terkait terhadap pelaksanaan seleksi berbasis CAT di UNS. Metode: Evaluasi digunakan kuesioner dalam 19 pertanyaan tertutup dengan skala likert 1Aa4. Kuesioner yang sudah dibagikan kepada responden yaitu peserta ujian dan Badan Kepegawaian Daerah dengan jumlah responden sebanyak 920 responden, dengan isi kuesioner berupa faktor penentu utama seperti kualitas sistem, informasi, dan layanan yang dibagikan secara random. Hasil: Instansi terbaik hasil kuesioner ini adalah layanan untuk Pemerintah Kabupaten Pati dengan skor 3,73 dan terendah adalah Pemerintah Kabupaten Karanganyar yaitu 3,38. Hasil pengukuran kepuasan pelanggan secara umum memberikan nilai 3,54 dan . Kesimpulan: Hasil akhir dari pengukuran memberikan arti bahwa layanan ini mendapatkan kinerja yang sangat baik . Rekomendasi atau tindak lanjut: Saran implementasi mendatang dari CAT meningkatkan standarisasi layanan, mempersiapkan bantuan teknis, dan melakukan penilaian berkelanjutan terhadap kepuasan peserta untuk memastikan proses ujian yang lebih seragam dan berorientasi pada peserta. PENDAHULUAN Birokrasi adalah suatu sistem organisasi pemerintahan yang mempunyai tugasAatugas yang sangat kompleks, yang tentunya memerlukan pengendalian yang baik terhadap jalannya administrasi pemerintahan (Rus iana dan Supriatna, 2. Salah satu langkah penting dalam menciptakan birokrasi negara yang profesional dan berkualitas tinggi adalah penerimaan pegawai pemerintah. Pegawai pemerintah merupakan unsur penting karena bertanggung jawab atas integritas dan keadilan, serta kebijakan pembangunan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, proses seleksi harus dilakukan dengan cermat, adil, dan transparan untuk memastikan bahwa yang terpilih adalah orang yang berkualitas dan berintegritas tinggi (Pujihartini, 2. Dalam upaya ini, penggunaan ujian yang dibantu komputer atau lebih dikenal dengan Computer Assisted Test (CAT) telah menjadi solusi yang semakin CAT merupakan metode seleksi berbantuan komputer yang dirancang untuk mencapai standar minimal kompetensi dasar yang digunakan dalam seleksi CPNS. Tujuannya untuk menjaring ASN yang profesional dan memiliki nilaiAanilai inti serta etos kerja dalam melaksanakan pekerjaan pelayanan publik, pemerintahan, dan pembangunan (Menpanrb, 2. Universitas Sebelas Maret (UNS) merupakan salah satu universitas di Kota Surakarta yang ditunjuk sebagai titik lokasi (Tilo. ujian CAT 2023. Penyelenggaraan ujian CAT dilaksanakan di UNS pada tahun 2023 merupakan penyelenggaraan CAT yang ke 4 kali sejak tahun 2019. Pada tahun 2023 Tilok di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ada 4 Tilok dimana UNS merupakan Tilok dengan jumlah komputer dan peserta terbanyak. Jumlah kabupaten yang terlibat dalam seleksi kompetensi ini adalah 10 lembaga Badan Kepegawaian Daerah yang meliputi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Kepuasan pengguna merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan berbagai acara dan sistem. Sejumlah penelitian telah menekankan pentingnya kepuasan pengguna dalam mengevaluasi efektivitas sistem informasi (Kalankesh et al. , 2. Selain itu faktor penentu utama yang mempengaruhi kepuasan pengguna antara lain kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan (Cham et al. , 2016. Kim et al. , 2. Kepuasan pengguna sangat penting karena hal ini memiliki dampak individu dan dampak organisasi, yang selanjutnya memiliki pengaruh signi ikansinya dalam menilai keberhasilan program kegiatan maupun keberjalanan sistem (Astuti dan Abdillah, 2017. Hermawan, 2. Kepuasan pelanggan adalah faktor penting dalam kesuksesan dan sustainability bisnis. Diakui secara luas bahwa kepuasan pelanggan terkait erat dengan loyalitas. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kualitas layanan merupakan penentu utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan, yang kemudian hal ini berdampak pada loyalitas pelanggan (Dehghanpouri et al. , 2. Selain itu, penelitian lain telah menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan memiliki efek positif pada kinerja bisnis, sehingga hal tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan (Zakaria et al. , 2. Korelasi antara praktik bisnis dan kepuasan pelanggan telah banyak diteliti, dan menunjukkan hubungan yang signi ikan antara keduanya(Turco et al. , 2. Selain itu, penerapan strategi manajemen hubungan pelanggan WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 13 telah terbukti dapat meningkatkan kepuasan pelanggan di berbagai industri, terutama dalam memprioritaskan kebutuhan dan preferensi pelanggan (Nazir et al. , 2. Kepuasan pelanggan tidak hanya memainkan peran penting dalam kinerja bisnis tetapi juga bertindak sebagai pembeda utama dalam pasar yang kompetitif, yang membentuk strategi bisnis secara keseluruhan (Vijay Arun dan Chandrasekaran, 2. Pada hakikatnya kepuasan konsumen adalah suatu keadaan dimana kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen terpenuhi melalui jasa atau produk yang dikonsumsi (Nasution, 2. Dalam kegiatan seleksi kompetensi ini ada dua pihak yang dianggap sebagai konsumen yaitu peserta ujian dan 10 Badan Kepegawaian Daerah. Dalam artikel ini akan dibahas lebih detail mengenai pelaksanaan kegiatan seleksi kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan bagaimana kepuasan pengguna dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dari pemaparan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepuasan peserta ujian dan instansi terkait terhadap pelaksanaan seleksi berbasis CAT di UNS, serta mengidenti ikasi faktorAafaktor yang berkontribusi terhadap kepuasan tersebut. METODE Dalam pelaksanaan pengabdian ini memiliki alur seperti Gambar 1. Tahapan dimulai dari koordinasi antara BKD dengan Tim UNS. Tahapan kedua adalah persiapan infrastruktur baik untuk kelengkapan administrasi, tenda, komputer, kelistrikan dan jaringan. Setelah persiapan selesai, dilanjutkan dengan geladi bersih. Dalam geladi bersih ini bertujuan untuk mensimulasikan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pembukaan sampai pelaksanaan Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan yang melibatkan panitia harian. Setelah pelaksanaan selesai, panitia harian melakukan penyebaran kuesioner kepada panitia harian dari BKD dan peserta kemudian diinput kedalam sebuah sistem di UNS dengan alamat https://plotting. Dari sistem tersebut dapat dilihat statistik berdasarkan kriteria layanan maupun per instansi. Pembuatan sistem ini dilakukan karena: peningkatan e isiensi: sistem otomasi dapat merampingkan proses birokrasi dengan mengurangi intervensi manual dan menghilangkan tugasAatugas yang berulang. Khususnya, adopsi metodologi praktis yang meluas telah secara signi ikan meningkatkan e isiensi pengembangan perangkat lunak. Peningkatan transparansi: sistem otomatis dapat berkontribusi pada transparansi yang lebih besar dalam proses birokrasi. akuntabilitas birokrasi memiliki hubungan positif dengan kualitas layanan publik, yang menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan. Manajemen data yang lebih baik: otomatisasi memungkinkan proses pengumpulan, penyimpanan, dan pengambilan data yang lebih baik. Adopsi alat digital di lembagalembaga publik dapat memfasilitasi penanganan data dalam jumlah besar secara efektif, yang mengarah pada pengambilan keputusan dan akuntabilitas yang lebih baik. Pengurangan kesalahan: dengan mengurangi keterlibatan manusia dalam tugasAatugas administratif, otomatisasi secara signi ikan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan. Integrasi teknologi dalam standar kualitas dapat meningkatkan akurasi proses dan mengurangi kesalahan. Penghematan biaya: sistem otomasi dapat menghasilkan penghematan biaya yang besar dengan meminimalkan kebutuhan tenaga kerja dan meningkatkan alokasi sumber daya. Penerapan sistem otomasi dalam perdagangan telah menunjukkan penurunan ine isiensi, yang prinsipAaprinsipnya juga dapat diterapkan pada organisasi birokrasi pemerintah. Penyampaian layanan yang lebih baik: dengan mengotomatisasi prosedur birokrasi, organisasi dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan lebih e isien kepada masyarakat. Teknik pelibatan yang lebih baik juga dapat meningkatkan komunikasi dalam sistem birokrasi, yang mengarah pada pemberian layanan yang lebih baik. Fasilitasi kepatuhan: Sistem otomatis dapat membantu organisasi memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan dan standar dengan menerapkan pemeriksaan dan keseimbangan bawaan. Integrasi ini dapat meningkatkan e isiensi transaksi dan kepatuhan terhadap struktur tata Kelola. Pemantauan dan pelaporan realtime: otomasi memungkinkan pelacakan proses dan metrik kinerja secara realtime, yang sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas dan membuat penyesuaian yang diperlukan. Inisiatif otomatisasi yang berhasil biasanya mencakup mekanisme untuk memantau dan memberikan umpan balik (Chen dan Lee, 2022. De Aquino et al. , 2021. Fagarasan et al. , 2023. Giachetti et al. , 2024. Judijanto et , 2024. Masroor et al. , 2023. Ren dan Barrett, 2023. Zhou, 2. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 14 Gambar 1. Metodologi Pelaksanaan Adapun kuesioner dibagikan kepada peserta ujian dan panitia BKD sebanyak 20 lembar per hari yang dibagi menjadi dua waktu yaitu sesi pagi dan siang. Distribusi kuesioner dalam rentang waktu 46 hari sehingga didapatkan data responden sebanyak 920 data. Kuesioner didistribusikan kepada peserta dengan menugaskan satu orang di setiap akhir sesi ujian. Responden yang diambil menggunakan teknik random. Kuesioner terdiri dari 19 pertanyaan dengan dengan butir jawaban berupa skala likert 1 sampai 4. Jawaban 1 merepresentasikan tidak memuaskan, 2 merepresentasikan kurang puas, 3 merepresentasikan puas dan 4 merepresentasikan sangat puas. Pengukuran dalam bentuk kuesioner dikarenakan bentuk ini secara umum lebih efektif dan e isien dibandingkan model wawancara atau observasi di lapangan, lebih mudah melakukan pengumpulan data dan analisis, lebih leksibel, terstandar dan obyektif (Andersen dan Vissing, 2022. Arts et al. , 2022. Dawoud et al. , 2024. Kuliga et , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi pengabdian ini diselenggarakan di Gedung Auditorium G. Haryo Mataram. Universitas Sebelas Maret dengan alamat Jl. Ir Sutami 36a Jebres Surakarta 57126. Peta lokasi pengabdian seperti pada Gambar Pengelolaan pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa pihak yaitu tenaga kependidikan, dosen dan Gambar 2. Peta Lokasi Auditorium GPH Haryo Mataram Lokasi gedung tepat berada di belakang Gedung rektorat UNS. Gedung ini dilengkapi dengan area parkir yang luas, halaman untuk registrasi, ruang tunggu untuk menerima penjelasan dan ruang ujian dengan kapasitas 400 Adapun pelaksanaan CAT di UNS dimulai 12 November sampai 28 Desember 2023. Kegiatan selanjutnya adalah persiapan. Dalam masa persiapan ini dilakukan koordinasi antara pihak UNS dan pihak BKD. Persiapan yang pertama adalah memastikan tanggal sesuai edaran yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Daerah dan menyusun tanggalAatanggal penting yaitu tanggal penandatanganan Memorandum of Agreement, tanggal upacara pembukaan dan tanggal pelaksanaan per kabupaten. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 15 Persiapan selanjutnya adalah memastikan semua infrastruktur sudah terpasang. Infratruktur yang perlu dipersiapkan adalah instalasi listrik dan baterai UPS. Instalasi jaringan Local Area Network (LAN), instalasi meja kursi dan computer dalam ruang ujian dan yang terakhir adalah instalasi tempat duduk peserta dan panitia. Dalam kegiatan ini digunakan LAN dikarenakan jaringan ini memiliki kecepatan tinggi, latensi rendah, kontrol keamanan terjamin, kemudahan pengelolaan dan pemeliharaan, dan dukungan aplikasi realtime yang lebih baik(Indriyanta et al. , 2023. Kadek dan Wardana, 2023. Prasetyo et al. , 2023. Rachmadi et al. , 2022. Sembiring, 2. Selain itu persiapan lainnya adalah persiapan pelaksanaan pembukaan ujian. Dalam hal ini dimulai dari persiapan petugas, memastikan pejabat yang hadir dan memastikan semua hal untuk perlengkapan pembukaan ujian sudah siap Persiapan selanjutnya adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan bekerja di hari H. Persiapan dimulai dari penyampaian aturanaturan penyelenggaraan, rundown acara harian, sosialisasi aplikasi plotting dan pembagian tanggal penugasan SDM. Hasil instalasi komputer, listrik dan LAN dapat dilihat seperti Gambar 3. Peserta ujian CAT yang dilaksanakan di UNS totalnya dengan rincian seperti Tabel 1. Tabel 1. Rekapitulasi Peserta Ujian CAT Tilok UNS Tahun 2023 Nama Kabupaten Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Pemerintah Kabupaten Rembang Pemerintah Kabupaten Blora Pemerintah Kabupaten Kudus Pemerintah Kabupaten Semarang Pemerintah Kabupaten Karanganyar Pemerintah Kabupaten Pati Pemerintah Kabupaten Grobogan Pemerintah Kota Surakarta Pemerintah Kabupaten Klaten Total Peserta Jumlah . Gambar 3. Persiapan Ruang Ujian CAT di Auditorium Kegiatan selanjutnya adalah geladi bersih. Kegiatan ini bertujuan latihan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya manusia, berkontribusi pada pengurangan risiko kesalahan operasional, mengoptimalkan proses kerja, dan meningkatkan proses kerja sehingga terjadi e isiensi(Darmiani et al. , 2024. Dwi Lestari et al. , 2024. Fadhillah et al. , 2024. Rahmawati et al. , 2024. Sukendro, 2. Geladi bersih ini dilakukan dengan sebelumnya dilakukan geladi kotor. MasingAamasing kabupaten/kota dapat memiliki konsep urutan yang berbeda, oleh karena itu pada geladi bersih ini diharapkan setiap kabupaten kota sudah memiliki gambaran bagaimana pelaksanaan seleksi kompetensi pada hari H. Peserta geladi bersih antara lain Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan hari pertama dilakukan mulai pukul 10. 00 WIB. Hal ini dilakukan karena pada hari pertama diawali terlebih dahulu dengan upacara pembukaan CAT di pagi hari. Pada pelaksanaan ujian seleksi kompetensi ini dibuka oleh Drs. Haryomo Dwi Putranto. Hum sebagai Plt. Kepala Badan Kegawaian Daerah. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 16 Gambar 2. Foto Pembukaan CAT Tahun 2023 Jadwal pelaksanaan CAT disusun dengan urutan yang sudah disepakati pada saat koordinasi. Adapun urutan jadwal mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Rembang. Pemerintah Kabupaten Blora. Pemerintah Kabupaten Kudus. Pemerintah Kabupaten Semarang. Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Pemerintah Kabupaten Pati. Pemerintah Kabupaten Grobogan. Pemerintah Kota Surakarta, dan terakhir Pemerintah Kabupaten Klaten. Pelaksanaan ujian mengikuti alur seperti Gambar 3. Gambar 3. Alur Peserta Mengikuti Ujian Peserta masuk melalui pintu masuk yang sudah ditentukan, kemudian menitipkan tas. Tahap selanjutnya melakukan registrasi PIN, peserta mendapatkan PIN kemudian pengecekan metal dari peserta. Setelah lolos dari metal detector peserta masuk ke ruang steril. Peserta diberikan pengarahan di ruangan ini. Setelah waktu ujian tiba, peserta diminta masuk ke ruang ujian. Setelah ujian selesai peserta diberikan kuesioner dengan jumlah pertanyaan 19 butir. Hasil dari survey kuesioner yang sudah disebarkan dapat dilihat seperti Tabel 2. Tabel 2. Rekapitulasi Kepuasan Pelanggan CAT 2023 Pertanyaan i VII Kebersihan Toilet Kebersihan tempat sholat/mushola Kebersihan tempat 3,09 3,27 3,29 3,27 3,42 3,52 3,24 3,24 3,38 3,48 3,46 3,52 3,48 3,58 3,58 3,93 3,78 3,36 3,32 3,31 3,45 3,65 3,24 3,46 3,52 3,58 3,71 3,44 WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 17 Pertanyaan i VII Kebersihan ruang tunggu peserta Kebersihan ruang Kebersihan tempat Kondisi tempat ujian Penataan tempat Penataan komputer Penataan metal Penataan meja pin Penataan meja Penataan tempat penitipan tas Penataan tempat ruang tunggu peserta Penataan LCD monitor live score Keramahan dan kesopanan pelayanan Cepat tanggap dan tindak lanjut terhadap kendala Ruang kesehatan Pelayanan tenaga Rerata Skor 3,33 3,52 3,55 3,56 3,55 3,58 3,76 3,78 3,46 3,49 3,47 3,62 3,24 3,43 3,49 3,58 3,78 3,38 3,29 3,59 3,58 3,44 3,55 3,64 3,68 3,71 3,52 3,44 3,36 3,36 3,57 3,63 3,65 3,28 3,36 3,65 3,39 3,52 3,56 3,64 3,56 3,63 3,71 3,86 3,44 3,34 3,47 3,43 3,65 3,68 3,44 3,44 3,57 3,58 3,55 3,64 3,64 3,61 3,59 3,56 3,71 3,52 3,44 3,47 3,52 3,54 3,56 3,64 3,62 3,78 3,46 3,52 3,32 3,52 3,58 3,52 3,65 3,64 3,38 3,46 3,58 3,36 3,57 3,55 3,64 3,64 3,56 3,44 3,49 3,36 3,52 3,24 3,58 3,52 3,56 3,66 3,78 3,38 3,61 3,65 3,52 3,58 3,64 3,68 3,68 3,86 3,52 3,62 3,59 3,71 3,56 3,64 3,72 3,71 3,52 3,56 3,43 3,55 3,35 3,46 3,52 3,62 3,56 3,44 3,36 3,34 3,43 3,42 3,87 3,28 3,34 3,46 3,56 3,62 3,49 3,46 3,39 3,49 3,59 3,38 3,54 3,55 3,62 3,65 3,73 3,48 Keterangan I : Provinsi Jawa Tengah II : Kota Surakarta i : Kabupaten Rembang IV : Kabupaten Karanganyar V : Kabupaten Kudus VI : Kabupaten Blora VII : Kabupaten Klaten Vi : Kabupaten Grobogan IX : Kabupaten Pati X : Kabupaten Semarang Hasil Tabel 2 dapat disimpulkan bawah layanan yang kepuasan layanan masyarakat tertinggi pada penyelenggaraan CAT Pemerintah Kabupaten Pati yaitu 3,73, sedangkan layanan yang paling rendah diselenggarakan pada waktu penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yaitu 3,38. Agar analisis lebih mudah Tabel 2 disajikan seperti visualisasi di Gambar 4. Analisis berbasis kota dapat dilihat untuk penyelenggaraan Provinsi Jawa Tengah ratarata skor 3,39. Skor tertinggi di kategori penataan komputer . dan skor terendah di kategori ruang kesehatan . Untuk Kota Surakarta ratarata skor 3,49. Penilaian tertinggi di kategori keramahan dan kesopanan pelayanan . dan terendah di ruang kesehatan . Kabupaten Rembang dengan ratarata skor 3,59. Skor tertinggi di kategori keramahan dan kesopanan pelayanan . dan skor terendah di kondisi tempat ujian . Untuk Kabupaten Karanganyar ratarata skor 3,38. Skor tertinggi di kategori ruang Kesehatan . dan skor terendah di penataan meja presensi . Kabupaten Kudus ratarata skor 3,54. Skor tertinggi di kategori Ruang kesehatan . dan terendah di penataan meja presensi . Untuk Kabupaten Blora ratarata skor 3,55. Skor tertinggi di kategori ruang kesehatan . dan terendah di penataan meja presensi . Untuk Kabupaten Klaten ratarata skor 3,62. Skor tertinggi di kategori ruang kesehatan . dan terendah di penataan meja presensi . Untuk Kabupaten Grobogan ratarata skor 3,65. Skor tertinggi di kategori ruang kesehatan . dan terendah di kebersihan ruang WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 18 tunggu peserta . Kabupaten Pati ratarata skor 3,73. Skor tertinggi di kategori ruang kesehatan . dan terendah di kondisi tempat ujian . Untuk yang terakhir yaitu Kabupaten Semarang ratarata skor 3,48. Skor tertinggi di kategori ruang kesehatan . dan terendah di penataan meja presensi . Analisis dari sisi kategori dengan penilaian tertinggi yaitu pada ruang Kesehatan yang mendapat skor sempurna 4,00 di enam kabupaten/kota yaitu Kudus. Blora. Klaten. Grobogan. Pati, dan Semarang. Sedangkan hasil analisis kategori paling rendah penataan meja presensi di Kabupaten Karanganyar memiliki skor terendah . , menunjukkan perlu adanya perbaikan dalam pengelolaan meja presensi di daerah tersebut. Hal ini disebabkan karena fasilitas kesehatan yang diberikan sudah sangat lengkap dan informatif, terutama ketersediaan mobil ambulan yang terlihat di depan sehingga memberikan rasa aman kepada para peserta. Terkait penataan meja presensi pada sesi Kabupaten Karanganyar yang memiliki skor terendah hal ini diakibatkan karena pihak BKD Kabupaten Karanganyar belum mengkomunikasikan kebutuhan secara menyeluruh, tidak seperti kabupaten lain yang sudah mensimulasikan pelaksanaan ketika geladi bersih. Gambar 4. Gra ik Kepuasan Pelanggan per Instansi Jika dilihat berdasarkan jenis layanannya maka dapat didapatkan data seperti Tabel 3. Tabel 3. Kepuasan Pelanggan Pelaksanaan CAT 2023 Berdasarkan Jenis Layanan Layanan Kebersihan toilet Kebersihan tempat sholat/mushola Kebersihan tempat wudhu Kebersihan ruang tunggu peserta Kebersihan ruang ujian Kebersihan tempat parkir Kondisi tempat ujian Penataan tempat parkir Penataan komputer Penataan metal detector Penataan meja pin barcode Penataan meja presensi Penataan tempat penitipan tas Penataan tempat ruang tunggu peserta Penataan LCD monitor live score Keramahan dan kesopanan pelayanan Cepat tanggap dan tindak lanjut terhadap Ruang kesehatan Pelayanan tenaga medis Rerata Skor Indeks Kepuasan 3,4312 3,432 3,4872 3,5792 3,5088 3,5608 3,488 3,5736 3,5344 3,5496 3,5176 3,508 3,5296 3,5216 3,612 3,6376 3,4696 3,4432 3,9216 3,5424 Menurut temuan Tabel 3 yang diperoleh dari survei kepuasan pelanggan CAT 2023, layanan yang mencapai WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 19 tingkat kepuasan tertinggi adalah layanan tenaga medis, yang menerima skor mengesankan 3. Hasil ini menunjukkan bahwa responden menyatakan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap ketersediaan dan kualitas layanan kesehatan yang diberikan. Selain itu, atribut keramahan dan kesopanan yang ditunjukkan oleh personel layanan mengumpulkan skor 3. 6376, menandakan pengakuan peserta atas profesionalisme yang ditunjukkan oleh para petugas. Pemasangan LCD untuk monitor skor langsung juga menerima skor sangat baik yaitu 3. menunjukkan bahwa penyebaran informasi hasil ujian dilakukan dengan baik dan mudah diakses oleh para peserta. Sebaliknya, ada dimensi tertentu yang memerlukan pengawasan tambahan untuk meningkatkan kepuasan Sanitasi toilet muncul sebagai layanan dengan evaluasi yang paling tidak menguntungkan yaitu sebesar 4312, digantikan oleh kebersihan area doa/mushola, yang mendapat skor 3. Peringkat suboptimal ini menggarisbawahi keharusan untuk tindakan korektif yang bertujuan mempertahankan kebersihan dalam domain Selain itu, fasilitas kesehatan mencapai skor 3. 4432, menandakan perlunya peningkatan kualitas fasilitas kesehatan untuk memenuhi harapan peserta. Rendahnya kepuasan terhadap sanitasi toilet ini disebabkan karena sesi cleanAaup dilakukan setiap pagi dan siang, sementara peserta yang masuk cukup banyak sehingga sebagai solusi perlu disiapkan personal yang standby di toilet. Secara keseluruhan, ratarata skor kepuasan pelanggan yang tercatat selama pelaksanaan CAT 2023 adalah 54, menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masuk dalam kategori sangat baik. Untuk meningkatkan kualitas layanan di iterasi mendatang, disarankan agar penekanan perbaikan berorientasi pada standar kebersihan fasilitas umum dan ruang kesehatan. Selain itu, pelestarian dan peningkatan kualitas layanan yang telah mengumpulkan apresiasi yang signi ikan, seperti profesionalisme tenaga medis dan keramahan petugas, sangat penting dalam memfasilitasi pengalaman yang optimal bagi peserta. Evaluasi sistematis dari semua dimensi layanan juga direkomendasikan untuk memastikan bahwa kualitas tetap konsisten dan selaras dengan harapan peserta. Gambar 5. Gra ik Kepuasan Per Layanan Sesuai dengan KemenpanRB . dapat disajikan pengukuran indeks kepuasan seperti Tabel 4. Dalam Tabel 4 dapat dilihat bahwa ada 5 mutu layanan yaitu tidak baik, kurang baik, baik dan sangat baik. Tabel 4. Aturan Pengukuran Indeks Kepuasan Interval Konversi Mutu Pelayanan Kinerja 1,00 Ae 2,59 2,60 Ae 3,60 3,60 Ae 3,53 3,53 Ae 4,00 25,00 Ae 64,99 65,00 Aa 76,60 76,61 Ae 88,30 88,31 Ae 100,00 Tidak Baik Kurang Baik Baik Sangat Baik Sesuai dengan Tabel 5 di atas, hasil indeks kepuasan Tabel 4 dapat diperoleh indeks kepuasan rerata 3,54, hal ini kepuasan berada di rentang 3. 53Aa4. Posisi ini berarti bahwa konversi nilai diantara 88. 31Aa100, dengan mutu layanan A dan kinerja sangat baik. Hasil ini dapat diperoleh kinerja sangat baik karena adanya persiapan yang matang, digunakan strategi geladi bersih dan ujicoba simulasi pelaksanaan dan dilakukan evaluasi pengukuran agar dapat diperbaiki untuk pelaksanaan di masa yang akan datang. Untuk mendapatkan data dengan cepat digunakan aplikasi berbasis cloud sebagai alat untuk monitoring. WARTA LPM. Vol. No. Maret 2026 | 20 SIMPULAN Dari pemaparan analisis pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan pelaksanaan CAT Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja tahun 2023 pada titik lokasi Universitas Sebelas Maret diselenggarakan dengan rerata kepuasan pengguna sebesar 3,5424 yang dapat diartikan bahwa mutu layanan bernilai A dan berkinerja sangat baik. Berdasarkan hasil pembahasan di atas untuk layanan dengan respon terbaik adalah layanan medis dan layanan terendah yaitu kebersihan sanitasi toilet. Untuk instansi dengan respon kepuasan pelanggan terdapat pada pelaksanaan di Kabupaten Pati dan terendah pada pelaksanaan Kabupaten Karanganyar. Untuk selanjutnya hasil ini dapat digunakan sebagai baseline peningkatan layanan penyelenggaraan CAT di UNS pada tahun selanjutnya. Saran untuk perbaikan untuk kegiatan selanjutnya adalah dengan menempatkan petugas kebersihan untuk standby di lokasi toilet. PERSANTUNAN Penelitian ini berhasil dilaksanakan atas dukungan dari Universitas Sebelas Maret terutama UPT. Teknologi Informasi dan Komunikasi UNS. Direktorat Kerjasama dan Internasionalisasi dan Direktorat Keuangan UNS. KONTRIBUSI PENULIS Pelaksanaan kegiatan: W. BH. GA. AM. Penyusunan artikel: W. BH. Analisis dampak layanan: W. GA. AF. Penyajian hasil layanan: AF. Revisi artikel: W. Dan kontribusi lainnya. Con lict of Interest Penulis menyatakan tidak ada kon lik kepentingan dalam publikasi artikel ini. REFERENSI