Determinan kualitas laba Tamara Cheryll Tampubolon Corresponding author: tamaracheryl22@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia Sintje Rondonuwu Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords earnings quality earnings growth company size company life cycle JEL Classification G32 G34 Received 30 July 2024 Revised 7 August 2024 Accepted 8 August 2024 Published 8 August 2024 ABSTRACT The company's ability to survive in the pandemic era is an important consideration for investors when making an This ability can be assessed based on the profit quality signal provided by the company. Earnings quality can be influenced by various factors, including profit growth, company size, and company life cycle. This research is aimed for looking at the influence of profit growth, company size, and company life cycle on profit quality. The objects studied in this research are IDX 30 or the 30 most fundamental companies on the Indonesian Stock Exchange. This type of research is quantitative research with a total sample of 13 It is concluded that earnings growth has a significant negative influence on earnings quality, while company size has no influence on earnings quality, and the company life cycle has a significant negative influence on earnings quality. A2024 Tamara Cheryll Tampubolon. Sintje Rondonuwu This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Pandemi COVID-19 yang menyerang masyarakat pada akhir tahun 2019 menyebabkan berbagai gejolak pada sektor perekonomian di Indonesia. Pada kondisi tersebut, perusahaan dituntut untuk adaptif dengan segala perubahan untuk menjaga kepercayaan para investor dan pemangku kepentingan lainnya. Ilmu akuntansi berperan penting dalam penyediaan informasi keuangan yang membantu perusahaan dalam mempertahankan keberlanjutan bisnisnya. Berbagai kasus rekayasa laba sering dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan untuk menyiasati kinerja Perusahaan seringkali melakukan hal ini untuk menghindari kemungkinan konsekuensi dari interpretasi berbagai Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Oleh sebab itu, meningkatkan kualitas laba merupakan solusi untuk menghindari adanya manipulasi laba pada laporan Kualitas laba dapat menunjukkan bahwa informasi keuangan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan dapat digunakan investor untuk menilai perusahaan dengan kondisi yang sebenarnya bukan hasil rekayasa (Hasna & Aris, 2. Perusahaan dengan kualitas laba yang lebih tinggi diharapkan memiliki rasio harga terhadap laba yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang memiliki kualitas laba yang lebih rendah (Subramanyam, 2. Informasi laba yang disajikan oleh manajer mempengaruhi cara pandang para pengguna laporan keuangan, karena perusahaan yang memiliki laba berkualitas mempunyai kinerja yang baik. (AlVionita & Asyik, 2. Tinjauan Teori sinyal Akuntansi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari suatu sistem guna menghasilkan informasi terkait kejadian ekonomi. Informasi tersebut bisa dipergunakan sebagai dasar pertimbangan keputusan (Maryam 2. Perusahaan menganalisa dan mencatat kejadian ekonomi sesuai kegiatan usahanya guna menghasilkan laporan keuangan yang berfungsi sebagai sinyal kepada pemangku Teori sinyal menekankan pada pentingnya dampak informasi dari perusahaan terhadap keputusan investor sebagai pihak eksternal (Ross, 1. Investor selalu membutuhan informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu untuk menganalisis dalam mengambil keputusan (Zulaecha & Mulvitasari, 2. Hal ini mengimplikasikan bahwa sinyal yang diberikan perusahaan kepada pihak eksternal merupakan hal penting dalam rangka pegambilan keputusan investasi. Secara garis besar, teori ini dapat dijelaskan sebagai indikasi yang dilakukan oleh perusahaan kepada pihak luar. Sinyal tersebut dapat berbentuk secara langsung yaitu dengan manajer membagikan data berbentuk laporan keuangan (Prakoso & Wahyudi, 2. Perkembangan laba yang baik mampu mengisyaratkan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik dalam mengelola keuangan dan dapat meningkatkan nilai perusahaan (Jie & Pradana, 2. Laba merupakan informasi penting yang terkandung dalam laporan keuangan karena merepresentasikan kinerja keuangan perusahaan dan sebagai indikator dalam pencapaian tujuan operasional perusahaan (Lestari, 2. Terdapat banyak faktor-faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas laba di antaranya pertumbuhan laba, ukuran perusahaan, dan likuiditas. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Pengembangan hipotesis - Pertumbuhan laba dan kualitas laba. Pertumbuhan laba merupakan suatu kenaikan laba bersih yang dihasilkan perusahaan dalam satu tahun sehingga dapat menggambarkan hasil kinerja keuangan perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki (Audrey, 2. Hal ini juga akan mengakibatkan investor mengharapkan pengembalian dana . yang telah diinvestasikan ke dalam perusahaan berupa laba (Syairozi et al. Bukti empiris dari Nurochmah . mengindikasikan bahwa pertumbuhan laba yang tinggi cenderung diiringi oleh penurunan kualitas laba. H1: pertumbuhan laba signifikan terhadap kualitas laba Metode Ukuran perusahaan dan kualitas laba. Ukuran perusahaan dapat didefinisikan sebagai upaya penilaian besar atau kecilnya sebuah perusahaan dan memiliki hubungan dengan risiko investasi yang akan dilakukan oleh para investor (Setiowati et , 2. Perusahaan dengan total aset yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan itu lebih stabil dan mampu menghasilkan laba yang lebih besar daripada perusahaan dengan total aset yang lebih rendah atau kecil. Ukuran perusahaan menunjukkan kestabilan dan kemampuan perusahaan untuk melakukan aktivitas ekonominya (Ariska et , 2. Bukti dari Desyana et al. menunjukkan bahwa ukuran perusahaan positif dan signifikan terhadap kualitas Akan tetapi. Septiana dan Desta . juga menemukan bahwa ukuran perusahaan tidak signifikan terhadap kualitas H2: ukuran perusahaan signifikan terhadap kualitas laba Siklus hidup dan kualitas laba. Siklus hidup suatu perusahaan mengacu pada fakta bahwa suatu perusahaan memiliki siklus hidup yang sama dengan manusia dan organisme lain (Jumintang et al. , 2. Siklus hidup perusahaan mulai dari tahap awal yaitu tahap pengenalan, pertumbuhan, matang, dan Setiap tahapan yang dilewati perusahaan tersebut memiliki jangka waktu yang berbeda-beda pada setiap perusahaan (Lestari et al. , 2. Temuan dari Susanto dan Daito . menunjukkan bahwa perusahaan yang semakin matang cenderung memiliki kualitas laba yang baik. H3: siklus perusahaan signifikan terhadap kualitas laba Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar dalam IDX 30 di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2020-2023. Analisis data dalam penelitian ini meliputi regresi linear berganda, analisis deskriptif. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. dan uji asumsi klasik. Persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini disajikan berikut. Y = 1. X1 2. X2 3. X3 A Variabel dependen adalah kualitas laba (Y) sedangkan variabel independen terdiri atas pertumbuhan laba (X. , ukuran perusahaan (X. , dan siklus hidup (X. Pengukuran masing-masing variabel diuraikan berikut. - Kualitas laba: arus kas operasi/laba bersih. - Pertumbuhan laba: . aba bersiht - laba bersiht-. /laba bersiht-1 - Ukuran perusahaan: logaritma natural dari total aset - Siklus hidup: laba ditahan/total ekuitas Hasil dan Hasil Tabel 1 menyajikan hasil analisis statistik deskriptif dari setiap variabel penelititan. Variabel independen yang akan diukur dengan analisis statistik deskriptif adalah pertumbuhan laba, ukuran perusahaan, dan siklus hidup sedangkan variabel dependen adalah kualitas laba. Tabel 1. Statistik deskriptif Pertumbuhan laba Mean Median Standard deviation Minimum Maximum Ukuran perusahaan Siklus hidup Tabel 2 menunjukkan hasil uji normalitas dari residual error data. Hasil analisis dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji Kolmogorov-Smirnov, dan uji Anderson-Darling menunjukkan bahwa nilai statistik memiliki signifikansi diatas 5%. Hasil-hasil tersebut mengindikasikan bahwa residual error data berdistribusi Tabel 2. Uji normalitas Shapiro-Wilk Kolmogorov-Smirnov Anderson-Darling Statistic Sig. Variance Inflation Factor (VIF) dan toleransi adalah dua ukuran umum yang digunakan dalam penelitian ini. Secara umum, variabel independen diasumsikan memiliki gejala multikolinearitas jika nilai toleransi kurang dari 0,1 . tau nilai VIF lebih besar dari . Tabel 3 menunjukkan bahwa seluruh variabel independen masih memiliki Kualitas lab Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. nilai toleransi dan VIF yang normal sehingga tidak mengalami gejala multikolinearitas. Tabel 3. Uji multikolinearitas VIF Pertumbuhan Laba Ukuran_Perusahaan Siklus_Hidup Tolerance Tabel 4 menyajikan hasil uji heteroskedastisitas dari data Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat masalah heteroskedastisitas jika menggunakan uji Breusch-Pagan. Akan tetapi, kedua uji lainnya yaitu Goldfeld-Quandt dan HarrisonMcCabe menunjukkan bahwa nilai chi square adalah tidak signifikan pada tingkat 5%. Hasil kedua uji tersebut mengindikasikan bahwa varians dari data penelitian tidak mengalami heteroskedastisitas. Tabel 4. Uji heteroskedastisitas Breusch-Pagan Goldfeld-Quandt Harrison-McCabe Statistic Sig. Uji autokorelasi merupakan analisis statistik yang dilakukan untuk mengetahui adakah korelasi variabel yang ada di dalam model prediksi dengan perubahan waktu. Adanya autokorelasi pada residual . dalam model regresi diidentifikasi melalui uji Durbin-Watson (DW). Tabel 5 menunjukkan bahwa nilai DW memiliki nilai signifikansi diatas 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak mengalami gejala autokorelasi. Tabel 5. Uji autokorelasi Autocorrelation DW Statistic Sig. Tabel 6 menyajikan hasil uji regresi berganda dimana uji F menunjukkan bahwa persamaan dari penelitian ini adalah layak. Nilai korelasi (R) menunjukkan bahwa hubungan variabel dependen dengan variabel-variabel independen bersifat moderat. Nilai R2 mengindikasikan bahwa model variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen sebesar 0. 425 atau 5% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lainnya. Berdasarkan hasil uji parsial . , penelitian ini menemukan bahwa hanya variabel ukuran perusahaan yang memiliki nilai signifikansi diatas Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Tabel 6. Uji regresi linear berganda Predictor Estimate Konstan Pertumbuhan_laba Ukuran_perusahaan Siklus_hidup F-test . at 1%) Adj. 0/0339 Pembahasan - Pertumbuhan laba dan kualitas laba. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari pertumbuhan laba terhadap kualitas laba yang konsisten dengan Nurochmah . sehingga H1 diterima. Koefisien negatif mengindikasikan bahwa jika pertumbuhan laba meningkat maka kualitas laba perusahaan akan mengalami penurunan. Hal ini dapat terjadi jika diasumsikan bahwa rata-rata pertumbuhan laba cenderung kecil dan terkadang mengalami kemunduran. Guna menghindari kerugian maka perusahaan cenderung melakukan berbagai upaya agar menghasilkan laba walaupun informasi dari kualitas laba masih kurang optimal. - Ukuran perusahaan dan kualitas laba. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba pada tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan temuan ini maka H2 ditolak dan diasumsikan bahwa ukuran Perusahaan bukan merupakan penentu kualitas Hasil ini konsisten dengan temuan dari Septiana dan Desta . - Siklus hidup dan kualitas laba. Hasil analisis menunjukkan bahwa siklus laba adalah signifikan terhadap kualitas laba. Koefisien negatif mengimplikasikan bahwa perusahaan yang semakin matang cenderung memiliki kualitas laba yang kurang optimal. Pada temuan tersebut. H3 dapat diterima sehingga siklus hidup merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas laba. Hasil dari penelitian ini konsisten dengan Susanto dan Daito . Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan, kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut. Pertumbuhan laba memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan yang terdaftar sebagai IDX 30 periode 2020-2023. Ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Daftar terhadap kualitas laba pada perusahaan yang terdaftar sebagai IDX 30 periode 2020-2023. Siklus hidup memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba kualitas laba pada perusahaan yang terdaftar sebagai IDX 30 periode 2020-2023. Al-Vionita. , & Asyik. Pengaruh Struktur Modal. Investment Opportunity Set (IOS), dan Pertumbuhan Laba terhadap Kualitas Laba. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 9. , 118. http://jurnalmahasiswa. id/index. php/jira/article/vie w/2775 Ariska. Fahru. , & Kusuma. Leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas dan pengaruhnya terhadap tax avoidance pada Perusahaan Sektor Pertambangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2019 Authors. Jurnal Revenue, 1. , 133142. https://doi. org/10. 46306/rev. Audrey. Pengaruh return on asset (ROA), return on equity (ROE), ukuran perusahaan dan leverage terhadap pertumbuhan laba (Studi empiris pada Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2. Global Accounting: Jurnal Akuntansi, 2. , https://jurnal. id/index. php/ga/article/view/1936 Desyana. Gowira. , & Jennifer. Pengaruh leverage, ukuran perusahaan, pertumbuhan laba, dan profitabilitas terhadap kualitas laba: studi pada Perusahaan Basic Materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 5. , https://doi. org/10. 24036/jea. Hasna. , & Aris. Pengaruh asimetri informasi, book tax diferences, investment opportunity set dan struktur modal terhadap kualitas laba. Eqien-Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 10. , https://stiemuttaqien. id/ojs/index. php/OJS/article/view/5 Jie. , & Pradana. Pengaruh debt to asset ratio, return on asset, total asset turnover dan current ratio terhadap pertumbuhan laba perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi terdaftar di BEI periode 2016-2019. Jurnal Bina Akuntansi, 8. , 34-50. https://doi. org/10. 52859/jba. Jumintang. Amani. Fauzan. , & Mulyantini. Review kebijakan dividen pada siklus hidup perusahaan. Jurnal Akuntasi Keuangan, 1. , https://doi. org/10. 54259/akua. Lestari. Pengaruh profitabilitas, pertumbuhan laba. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. leverage dan likuiditas terhadap kualitas laba dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderating. Universitas Negeri Semarang. http://lib. id/40708/1/7211416154. Lestari. Suranta. Midiastuty. , & Fachruzzaman. Pengaruh siklus hidup perusahaan terhadap penghindaran pajak dengan manajemen laba sebagai variabel intervening. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Manajemen, 1. , 169-180. https://doi. org/10. 35912/jakman. Maryam. Pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, perilaku belajar, terhadap tingkat pemahaman akuntansi (Studi kasus pada Mahasiswa Akuntansi STIE Sutaatmadja Suban. Prisma (Platform Riset Mahasiswa Akuntans. , 1. , https://ojs. id/index. php/prisma/article/view/427 Nurochmah. Pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan, likuiditas, pertumbuhan laba dan profitabilitas terhadap kualitas laba (Pada Sektor Aneka Industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2. Prosiding. https://doi. org/10. 32528/psneb. Prakoso. , & Wahyudi. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan (Studi perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun periode 2017-2. Jurnal Ilmiah Komputer Akuntansi, 15. , 284-285. https://doi. org/10. 51903/kompak. Ross. The determination of financial structure: The incentive-signalling approach. The Bell Journal of Economics, 8. , 23Ae40. https://doi. org/10. 2307/3003485 Septiana. , & Desta. Pengaruh leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Bina Bangsa Ekonomika, 14. , https://doi. org/10. 46306/jbbe. Setiowati. Salsabila. , & Eprianto. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Leverage dan Profitabilitas terhadap Manajemen Laba. Jurnal Economina, 2. , 2137-2146. https://doi. org/10. 55681/economina. Subramanyam. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat. Susanto. , & Daito. The effect of company's life cycle, and related party transactions on profits quality and their impact on firm value. Journal of Universal Studies, 3. , 1573-1581. https://doi. org/10. 59188/eduvest. Syairozi. Aziz. , & Taufiqqurrachman. Pengaruh likuditas, solvabilitas dan profitabilitas terhadap pertumbuhan Jurnal AKTUAL, Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. https://doi. org/10. 47232/aktual. Zulaecha. , & Mulvitasari. Pengaruh likuiditas, leverage, dan sales growth terhadap financial distress. Jurnal Manajemen Bisnis, 8. , http://dx. org/10. 31000/jmb.