Strategi pembelajaran membaca kitab kuning e ISSN : 2962-2271 Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Strategi Pembelajaran Membaca Kitab Kuning di Kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja Asep Rahmatullah Institut Agama Islam Darullughah WaddaAowah Asepofficial85@gmail. Nur Voni Aningdiya Kumara Universitas Nurul Huda OKU Timur anindiakumara@gmail. Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran membaca kitab kuning, untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam pembelajaran membaca kitab kuning dan mengetahui faktor pendukung dan Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penulis juga menyertakan beberapa lampiran yang terkait dengan penelitian ini. Proses pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho dengan guru memberi materi dengan membacakan kitab kuning dan santri memaknai kitab kuning, guru memaknai kitab kuning dengan bahasa Jawa dan Indonesia, membacakan makna dengan kitab kuning sendiri bertujuan agar santri dapat lebih memahami, santri menyodorkan kitab kuning dan membaca kitab kuning dihadapan guru. Madrasah Diniyah Wustho santri diwajibkan untuk menghafalkan nadzom nahwu dan tashrif. Pembelajaran kitab kuning dengan menggunakan strategi bandongan, sorogan, dan hafalan. Faktor pendukung dan penghambat dalam strategi pembelajaran membaca kitab kuning yaitu fasilitas memadai, santri bisa memaknai kitab kuning, santri sering terlambat, tidur saat pembelajaran Kata kunci: Strategi, pembelajaran. Membaca Kitab Kuning Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Asep R. Nur Voni Aningdiya Kumara Abstract Pesantren hut stands with 5 elements, namely kiyai, santri, dormitory, mosque, yellow book learning. The yellow book is often called a classic because the yellow book is printed mostly with yellow paper although now many yellow books are printed with white paper, yellow books are written in Arabic and there are no harokat or called deforested books, so the yellow book is difficult to read, and many of the students are difficult to read the yellow book. This study uses descriptive The learning process of reading the yellow book in the 3rd grade of Madrasah Diniyah Wustho with a strategy of bandongan, sorogan, and Supporting factors and obstacles in the strategy of learning to read the yellow book are adequate facilities, santri can interpret the yellow book, santri is often late, sleeping while learning takes place Keywords: Strategy. Reading the Yellow Book Pendahuluan Pondok pesantren sebagai lembaga tertua di Indonesia memang senantiasa melestarikan pesantren tradisional sebagai basis pembelajaran nilai-nilai edukasi berbasis pengajaran tradisional. Pelestarian akan sistem dan metodologi tradisional itulah yang lantas menjadikan pesantren semodel ini disebut sebagai pesantren tradisional. Pelestarian nilai-nilai tersebut dapat dengan mudah dilacak dalam kehidupan santri yang sehari-harinya hidup dalam kesederhanaan, belajar tanpa pamrih dan penuh tanggung jawab, serta terikat oleh rasa solidaritas yang tinggi (Geertz 1981 : . Banyak dari kalangan yang memaknai pesantren dengan bentuk fisik pesantren sendiri , berupa bangun Ae bangunan tradisional para santri yang sederhana dan juga kepatuhan mutlak para santri pada kiyainya atau disisi lain, tidak sedikit yang mengenal pesantren dari aspek lebih luas, yaitu peran besar dunia pesantren dalam sejarah penyebaran islam di Indonesia, begitu pula begitu besarnya sumbangsih pesantren dalam membentuk dan memelihara kehidupan sosial, politik, kultural dan agama, ( Herman 2013:. Pondok pesantren memiliki ciri khas yaitu pembelajaran tradisional dengan sistem pengajaran kitab klasik atau biasa disebut dengan kitab kuning, kitab kuning sendiri dimana kitab tersebut berwarna kuning dan tidak memiliki harokat sehingga santri Ae santri belajar yang namanya ilmu alat dan gramatika bahasa arab agar dapat membca dan memahami isi dari kitab kuning tersebut. kitab kuning sulit untuk dibaca, dan banyak dari kalangan santri susah untuk membaca kitab Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana proses pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja, bagaimana strategi yang digunakan dalam pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Strategi pembelajaran membaca kitab kuning e ISSN : 2962-2271 Pondok di Pesantren Nurul Huda Sukaraja, serta apa saja yang menjadi faktor penghambat dan pendukung dalam strategi pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja. Tujuan dari penelitian ini sendiri diantaranya, untuk mengetahui proses pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja, untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniah Wustho di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam strategi pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja. Kajian Teori Strategi pembelajaran Kata strategi berasal dari bahasa latin yaitu strategia yang berarti seni penggunaan rencana untuk mencapai tujuan, (Sri Anita 2. Pembelajaran merupakan suatu interaksi antara peserta didik dengan pengajar agar dapat terjadinya suatu proses porelehan ilmu dan pengetahuan. Pembelajaran menurut Gagne . yaitu seperangkat peristiwa Ae peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar yang bersifat internal. Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kemudian jika dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar, maka strategi dalam artian khusus bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan yang dilakukan guru-murid dalam suatu perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: . Strategi pembelajaran terdiri dari metode, teknik, dan prosedur yang akan menjamin bahwa peserta didik akan betul-betul mencapai tujuan pembelajaran. Kata metode dan teknik sering digunakan secara bergantian (Al Muchtar, dkk. 2007: 1. Untuk itu, strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuantujuan pembelajaran yang telah ditentukan agar diperoleh langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien (Gerlach dan Ely, 1971: . Metode Pembelajaran Kitab Kuning Metode Mempelajari Kitab Kuning Kitab kuning yang membedakan dari yang lainnya adalah metode mempelajarinya. Sudah dikenal bahwa ada dua metode yang berkembang di lingkungan pesantren untuk mempelajari kitab kuning metode Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Asep R. Nur Voni Aningdiya Kumara sorogan dan metode bandungan. Metode sorogan, santri membacakan kitab kuning di hadapan kiai-ulama yang langsung menyaksikan keabsahan bacaan santri, baik dalam konteks makna maupun bahasa . ahwu dan shar. Sorogan artinya belajar secara individu dimana seorang santri berhadapan dengan seorang guru, terjadi interaksi saling mengenal diantara keduanya. Sedangkan menurut Wahyu Utomo, metode sorogan merupakan sebuah sistem belajar dimana para santri maju satu persatu untuk membaca dan menguraikan isi kitab dihadapan seorang guru atau kiai. Dalam Pesantren, sistem sorogan terbukti sangat efektif sebagai taraf pertama bagi seorang murid yang bercita-cita menjadi seorang alim. Metode ini memungkinkan seorang guru mengawasi, menilai dan membimbing Bahasa Arab. Ciri utama penggunaan sistem individual ini adalah. lebih mengutamakan proses belajar daripada mengajar, . merumuskan tujuan yang jelas, . mengusahakan partisipasi aktif dari pihak murid, . menggunakan banyak feedback atau balikan dan evaluasi, . memberi kesempatan kepada murid untuk maju dengan kecepatan masing-masing. Kitab Kuning Kitab kuning adalah kitab yang ditulis dengan menggunakan bahasa Arab gundul atau tanpa harokat, yang dicetak dikertas berwarna kuning seringkali kitab kuning disusun tanpa dijilid menjadi lembar Ae lembaran yang terpisah, kitab kuning juga memuat matan dan syarah biasanya matan kitab terletak dipinggir dan syarah ( penjelasan mata. kitaab terletak ditenggah. Kitab kuning merupakan pembelajaran yang sangat penting dalam pesantren, karena pembelajaran kitab kuning termasuk salah satu elemen berdirinya pondok pesantren. Kitab kuning memiliki terdapat beberapa macam Ae macam, pengelompokan kitab kuning diklarifikasikan kedalam bidang ilmu Ae ilmu syariat dan non syariat, pengelompokan ilmu syariat diantaranya, kitab Ae kitab ilmu fiqih, ilmu tafsir, ilmu hadits, tasawuf, akhlak, tarikh, tauhid, sedangkan pengelompokan ilmu non syariat biasa dikenal dengan kitab Ae kitab nahwu, sharaf, sebagai ilmu alat untuk membaca kitab kuning gundul, ( Ali Akbar dan Ismail Hidayatullah 2018 : . Kitab kuning juga dikenal dengan istilah kitab klasik karena kebanyakan kitab Ae kitab yang dicetak diatas kertas kuning walaupun sekarang banyak yang dicetak diatas kertas putih, ( Mahfudh Sahal 1994:. Penggunaan kitab kuning menjadi ciri khas yang membedakan antara pendidikan ala pesantren dengan pendidikan islam non pesantren. Di Pesantren selain sebagai bahan ajar, kitab kuning menjadi standard kelayakan atau penilaian bagi seorang santri terhadap keilmuannya di bidang ilmu tertentu di Pesantren, (Dahlan 2018 : . Abdurrahman Wahid Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Strategi pembelajaran membaca kitab kuning e ISSN : 2962-2271 mengatakan dengan membaca kitab kuning umat islam dapat memperdalam ilmu agama islam, dapat menjawab persoalan Ae persoalan dizaman sekarang, dapat memberikan implikasi pada daya adaptalitas dan responsibilitas terhadap perkembangan zaman. Metode Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Alasan peneliti menggunakan deskriptif analis karena sebagai upaya memberikan penjelasan dan gambaran tentang strategi pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja, dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampel dalam penelitian ini menggunakan Proporsive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Perkembangan tertentu hal ini misalnya orang tersebut yang dianggap tahu tentang apa yang kita harapkan atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek atau situasi yang diteliti. Atau dengan kata lain pengambilan sampel diambil berdasarkan kebutuhan penelitian. Sampel dalam penelitian ini merupakan ustadz ustadzah dan santri kelas 3 madrasah diniyah wustho pondok pesantren Nurul Huda Sukaraja. Populasi dalam penelitian ini adalah semua asatidz dengan jumalah 20 ustadz dan samplenya 5 orang ustadz. Analisis data dengan reduksi, display dan Hasil dan Pembahasan Proses Pembelajaran Membaca Kitab Kuning Proses pembelajran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah dengan guru memberi materi dengan membacakan kitab kuning atau sering disebut dengan bandongan, santri menyodorkan kitab kuning dan membaca kitab kuning dihadapan guru sering disebut dengan sorogan, dan di Madrasah Diniyah Wustho santri diwajibkan untuk menghafalkan nadzom nahwu dan tashrif. Sebelum pembelajaran dimulai santri diwajibkan untuk lalaran dari nadzom nahwu dan tashrif. Di Pondok Pesantren Nurul Huda memaknai kitab kuning dengan dengan menulis pegon menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia, umumnya memaknai kitab kuning menggunakan bahasa Jawa, di Pondok Pesantren Nurul Huda menggunakan bahasa Indonesia karena santrei Pondok Pesantren Nurul Huda banyak tidak semua bersuku jawa yang mana tidak paham Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Asep R. Nur Voni Aningdiya Kumara dengan bahasa Jawa dengan memaknai kitab kuning dengan bahasa Indonesia santri akan lebih paham terhadap pelajaran. Seperti yang dikatakan oleh beliau kepala Madrasah Diniyah Wustho yaitu ust. Agus Muchtar dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 17 Maret 2022 di Kantor Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Nurul Huda : AuMadrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan non formal di Pondok Pesantren, yang mana Madrasah Diniyah sendiri memiliki tingkatan masingmasing yang diantaranya. Madrasah Diniyah Wustho. Ula dan Takhasus. Pembelajaran di Madrasah Diniyah dengan mengkaji kitab kuning dari fan ilmu naahwu, shorof, iAolal, akhlak, fikih, tarikh, hadis, dan kewanitaan. Kitab yang digunakan yaitu al-Imrithi, amtsilatu tashrifiyah, bulughul marom, taisyirul kholaq, yaqutunnafis, sumber rujukan kewanitaan,qowaidul iAolal, jawahirul kalamiyah Kemudian strategi yang digunakan dengan bandongan, sorogan, dan hafalan. Sebelum pembelajaran dimulai santri diwajibkan untuk lalaran dari nadzom nahwu dan tashrif. kemudian di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja memaknai kitab kuning dengan bahasa Jawa dan Indonesia. Dengan strategi-strategi itu pembelajaran kitab kuning berpotensi pada pembelajaran membaca kitab kuning supaya santri Madrasah Diniyah Wustho dapat membaca kitab kuning dan faham dengan baik dan benar serta dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi dilaksanakan satu tahun 4 kali dengan rincian ulangan mid semester I, ulangan semester I, ulangan mid semester II, ulangan semester II. Santri mengerjakan soal yang dibuat oleh masing Ae masing guru bidang studi serta ujian muhafadzoh . dan ujian qiroatul kutub . embaca kitab kunin. Ay. Dari penjelasan beliau bahwa kitab yang dikaji dalam proses pembelajaran membaca kitab kuning di Madrasah Diniyah dari berbagai macam ilmu diantaranya yaitu, ilmu naahwu, shorof, iAolal, akhlak, fikih, tarikh, hadis, dan Kemudian kitab yang digunakan yaitu al-Imrithi, amtsilatu tashrifiyah, kewanitaan,qowaidul iAolal, jawahirul kalamiyah. Pembelajaran membaca kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustho terdapat eavaluasi terhadap hasil belajar santri sebagai tolak ukur keberhasilan santri dalam melakukan pembelajaran membaca kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustho. Evaluasi diadakan 4 kali dalam setahun dengan rincian ulangan mid semester I, ulangan semester I, ulangan mid semester II, ulangan semester II. Santri mengerjakan soal yang dibuat oleh masing Ae masing guru bidang studi serta ujian muhafadzoh ( hafalan ) dan ujian qiroatul kutub . embaca kitab kunin. Penilaian dari hasil evaluasi ditulis dalam rapot seperti hasil penilaian semester di lembaga pendidikan formal. Evaluasi bertujuan sebagai tolak ukur keberhasilan santri dalam melakukan pembelajaran membaca kitab kuning. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Strategi pembelajaran membaca kitab kuning e ISSN : 2962-2271 Strategi Pembelajaran Membaca Kitab Kuning Dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti strategi pembelajaran membaca kitab kuning di Madrasah Diniyah Wustho Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja yaitu : Bandongan atau Wetonan Bandongan atau wetonan yaitu strategi pembelajaran yang dilakukan sebagai meyaluran ilmu dari guru kepada murid yang mana guru membacakan kitab kuning, menerjemahkan serta memberi penjelasan dan santri memaknai kitab kuningnya dan mencatat penjelasan dari guru, bandongan dilakukan sebagai menyaluran teori Ae teori tentang gramatika bahasa Arab supaya santri bisa berbicara bahasa Arab dan mengarang dengan menggunakan bahasa Arab yang baik dan benar serta teori tentang cara membaca kitab kuning dan ilmuilmu yang ada disetiap kitab kuning. Ketika guru membacakan kitab kuning, santri harus memaknai kitab kuningnya dan santri juga memperhatikan ketika guru memberi penjelasan dan juga praktik dari isi kitab kuning tersebut dan sering kali santri disuruh oleh guru untuk membaca kitab kuning yang telah dibacakan oleh guru dan yang telah dimaknani oleh santri. Seperti yang dikatakan oleh Intan Sari guru kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho. AuBandongan merupakan salah satu strategi pembelajaran membaca kitab kuning yang digunakan di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja dalam pembelajaran dan pengajaran kitab kuning, dimana seorang guru membacakan kitab sekaligus menjelaskan dan memberi praktik dan santri memaknai dengan memegang kitab yang sama dengan kitab yang dibaca oleh guru. Guru juga memberikan kesempatan kepada santri untuk bertanya terkait materi yang Ciri dari strategi ini kitab dibacakan oleh seorang guruAy. Sorogan Sorogan termasuk salah satu strategi pembelajaran membaca kitab kuning yang diterapkan di Pondok Pesantren, sorogan merupakan pembelajaran membaca kitab kuning dengan menyodorkan kitab kemudian membaca kitab kuning dihadapan guru. Sorogan sendiri praktek membaca kitab kuning, dan ada kalanya santri disuruh mengarang . dengan menggunakan bahasa Arab sesuai dengan ketentuan gramatika bahasa Arab. Sorogan dilakukan dengan guru menyemak santri membaca kitab kuning tanpa makna dan harokat serta guru memberi pertanyaan kalimat per kalimat tentang iAorob, kalimat, kedudukan kalimat . dan lain sebagainya, santri juga harus bisa memaparkan murod atau maksud penjelasan dari kitab kuning yang dibaca Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Asep R. Nur Voni Aningdiya Kumara oleh santri kemudian guru memberi pertanyaan dari murod yang telah dipaparkan oleh santri. Kitab yang digunakan ialah kitab safinatunnajah. Seperti yang dikatakan oleh beliau qoniatuzzahro guru sorogan kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho. AuSorogan merupakan sebuah metode yang digunakan dalam pembelajaran membaca kitab kuning yang bertujuan supaya santri bisa membaca kitab Yang mencakup dari ilmu nahwu, shorof, iAolal dan kitab yang dikaji. Kitab safinatunnajah yang menjadi kitab praktik dalam soroganAy. Dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti, dalam setiap kali sorogan penilaian berbentuk kartu satu lembar yang didalamnya memuat penilaian nahwu, shorof, murod, qiroatul kutub yang disusun dalam bentuk tabel, hal ini bertujuan untuk menegtahui perkembangan santri dalam membaca kitab kuning. Berikut ini tabel penilaian Tabel 1 Kartu Penilaian Sorogan Madrasah Diniyah Wustho Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja Nama : -----------kelas :------------------Nilai Kitab / Nahwu Shorof Muro Qiroatul Paraf Faslun Hafalan Hafalan menjadi salah satu strategi pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja, yang dimana santri dituntut untuk hafal nadzom nahwu serta hafal tasrif . Pondok Pesantren Nurul Huda tidak menuntut untuk menghafal kitab-kitab kuning tetapi menuntut untuk santri menghafal dari ilmu alat yaitu nahwu shorof. ss Adapun guru yang menyemak hafalan santri kelas 3 adalah guru nahwu di kelas 3 itu sendiri. Berikut ini wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan informan ustadazah Intan Sari salah satu guru Nahwu kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho beliau yang menyemak hafalan santri kelas 3 pada tanggal 18 Maret 2022 malam sabtu di asrama el Umami: AuHafalan termasuk salah satu strategi pembelajaran di Pondok Pesantren, ciri khas dari santri sendiri memiliki hafalan baik itu kitab ataupun al Ae QurAoan. Madrasah Diniyah Wustho mewajibkan santri untuk hafalan dari kitab ilmu alat yaitu Nahwu Shorof, santri kelas 3 wajib menghafalkan nadzom al-imrthi untuk nahwu, untuk shorof wajib menghafal amtsilatu tashrifiyah bab mazid. Hafalan dari ilmu alat bertujuan agar santri lebih paham dalam memahami materi Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Strategi pembelajaran membaca kitab kuning e ISSN : 2962-2271 ketentuan-ketentuan gramatika Arab dan cara membaca kitab kuning. Hafalan juga terdapat penilaian seperti di strategi sorogan, bertujuan agar terlihat sampai mana santri menghafal, karena banyak santri yang berbohong soal batas hafalannyaAy. Dari hasil wawancara diatas, santri kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho dituntun untuk menghafal nadzom al-Imrithi yang berjumlah 254 bait dan menghafal amtsilatu tashrifiyah bab mazid. Tujuan dari hafalan ilmu alat yaitu agar santri lebih memahami materi gramatika bahasa Arab guna untuk memudahkan berbicara dengan bahasa Arab yang baik dan benar, mengarang dengan bahasa Arab dan mempermudah dalam membaca kitab kuning seperti yang di jelaskan oleh salah satu guru nahwu kelas 3 yang menyemak hafalan santri kelas 3. Pelaksanaan hafalan ditentukan oleh guru nahwu dari masingmasing kelas. Sebelum pembelajaran dimulai santri diwajibkan untuk lalaran dari nadzom nahwu dan tashrif, supaya memudahkan santri dalam menghafal. Ujian atau ulangan yang dilaksankan 4 kali dalam setahun adalah sebagai evaluasi dari strategi hafalan. Hafalan santri juga terdapat penilaian seperti sorogan, santri memiliki kartu setoran hafalan yang didalamnya terdapat penilaian dari segi kelancaran, kejelasan, dan jumlah hafalan dari penilaian tersebut kualitas hafalan santri dapat diketahui. Berikut ini tabel kartu setoran hafalan santri kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho : Tabel 2 Kartu Setoran Hafalan Santri Madrasah Diniyah Wustho Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja Nama :---------------Kelas :------------------------No Hari / Jenis hafalan Nilai Jml. Hafalan Kelancaran Kejelasan Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Dalam strategi pembelajaran tentunya ada yang menjadi faktor pendukung dan penghambat, begitu pula di Madrasah Diniyah Wustho khususnya di kelas 3. Dari faktor pendukung lembaga pendidikan akan menjadi lebih maju dan berkembang, dan dari faktor penghambat lembaga pendidikan dapat mencari solusi agar lembaga pendidikan tersebut menjadi maju. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam strategi bandongan, sorogan dan hafalan di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho dapat disimpulkan bahwa dari faktor pendukung diantaranya, guru menguasai materi, fasilitas memadai, santri bisa memaknai kitab kuning, santri memiliki rasa ingin tahu dan bisa. Sedang kan dari faktor Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Asep R. Nur Voni Aningdiya Kumara penghambat diantaranya, santri sering terlambat, tidur saat pembelajaran berlangsung, sering tidak hadir ketika berlangsungnya pembelajaran, malas, susahnya santri dalam memahami pelajaran. Simpulan Proses pembelajaran membaca kitab kuning di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho dengan guru memberi materi dengan membacakan kitab kuning dengan bahasa Jawa atau Indonesia supaya santri dapat memahami karna tidak semua dari kalangan santri yang mengerti bahasa Jawa, metode ini disebut dengan bandongan, santri menyodorkan kitab kuning dan membaca kitab kuning dihadapan guru sering disebut dengan sorogan, dan di Madrasah Diniyah Wustho santri diwajibkan untuk menghafalkan nadzom nahwu dan tashrif, evaluasi Pembelajaran di Madarasah Diniyah Wustho dilaksanakan dengan ujian yang dilaksanakan 4 kali dalam satu tahun. Strategi yang digunakan yaitu bandongan, sorogan dan hafalan. Faktor pendukung dan penghambat dalam strategi bandongan, sorogan dan hafalan di kelas 3 Madrasah Diniyah Wustho dapat disimpulkan bahwa dari faktor pendukung diantaranya, guru menguasai materi, fasilitas memadai, santri bisa memaknai kitab kuning, santri memiliki rasa ingin tahu dan bisa. Sedang kan dari faktor penghambat diantaranya, santri sering terlambat, tidur saat pembelajaran berlangsung, sering tidak hadir ketika berlangsungnya pembelajaran, malas, susahnya santri dalam memahami pelajaran. Saran Lembaga madrasah dan terutama bagi guru yang mengelola secara langsung hendaknya mengikuti perkembangan metode-metode yang baru dan lebih kreatif mengembangkan strategi pembelajarannya, karena penguasaan terhadap metode pembelajaran merupakan bagian ketrampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru disamping ia harus menguasai pengetahuan dan ilmu yang akan diajarkan, serta menyiapkan fasilitas kitab kuning yang lebih banyak sebagai refrensi dalam pembelajaran. Kemudian dalam mengatasi faktor penghambat dalam santri yang nakal, malas sebaiknya tidak dengan hukuman tetapi dengan sebuah penghargaan untuk santri yang rajin agar santri lainnya cenderung untuk mengikuti. Kepada peserta didik, hendaknya dapat melibatkan diri secara total dalam pelaksanaan kegiatan madrasah dan pengamalan strategi pembelajaran membaca kitab kuning dengan memperhatikan setiap pelajaran tersebut serta dengan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaanya, misalnya dengan khusuk menghayati serta mau bertanya kepada guru apa maksud dan tujuan Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 01 Nomor 02 2022 Strategi pembelajaran membaca kitab kuning e ISSN : 2962-2271 pembelajaran yang diajarkan dan mengamalkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Referensi