Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume. Nomor. 3 Agustus 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 251-263 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Available online at: https://journal. id/index. php/jepi Analisis Struktur Kinerja dan Kluster Unggulan di Kota Malang Dwi Arief Rahman1*. Muhammad Yasin2 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Indonesia Email: dwiarief1st@gmail. com 1, yasin@untag-sby. Alamat: Jl. Semolowaru No. Menur Pumpungan. Kec. Sukolilo. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia Korespondensi penulis: dwiarief1st@gmail. Abstract. This research aims to identify leading sectors through the Location Quoetient (LQ) approach and Shift Share analysis. The LQ approach is used to determine the base sector based on structural advantages, while shift share measures the competitive advantage of the economic sector at the local level compared to the provincial The data used is the GRDP of Malang City and East Java Province for 2020-2022 at constant prices. The results of the analysis show that of the 17 sectors analyzed, only two sectors meet the criteria as leading sectors, namely the financial and insurance services sector and the education services sector. These two sectors not only have LQ values >1, but also show DK values >0, signaling superiority in economic structure and growth. This finding emphasizes the importance of strengthening the strategic services sector as a driver of sustainable economic development in Malang City. Keywords: Leading sector. Location Quoetient (LQ). Malang City. Shift Share analysis Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor sektor unggulan melalui pendekatan Location Quoetient (LQ) dan analisis Shift Share. Pendekatan LQ digunakan untuk menentukan sektor basis berdasarkan keunggulan struktural, sementara shift share mengukur keunggulan kompetitif sektor sektor ekonomi di tingkat lokal dibandingkan dengan tingkat provinsi data yang digunakan merupakan PDRB Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur tahun 2020 Ae 2022 atas dasar harga konstan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 17 sektor yang dianalisis, hanya dua sektor yang memenuhi kriteria sebagai sektor unggulan, yaitu sektor jasa keuangan dan asuransi serta sektor jasa pendidikan. Kedua sektor ini tidak hanya memiliki nilai LQ >1, tetapi juga menunjukkan nilai DK >0, menandakan keunggulan dalam struktur dan pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mempertegas pentingnya penguatan sektor jasa strategis sebagai pendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kota Malang. Kata kunci: Sektor unggulan. Location Quoetient (LQ). Kota Malang. Analisis Shift Share. LATAR BELAKANG Pembangunan ekonomi daerah menjadi perhatian utama dalam strategi pembangunan nasional karena daerah memiliki potensi sumber daya yang beragam dan unik. Setiap wilayah termasuk Kota Malang, memiliki struktur ekonomi yang berbeda-beda yang mencerminkan kemampuan dan keunggulan lokal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan (Ranatarisza, 2. Oleh karena itu, identifikasi sektor-sektor unggulan atau sektor basis merupakan langkah penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang berbasis potensi daerah. Kota malang merupakan salah satu kota besar di provinsi jawa timur yang memiliki peran beasr dalam pengembangan ekonomi regional terletak dibagian selatan provinsi. Kota Malang dikenal sebagai pusat pendidikan, periwisata, dan perdagangan (Aji Santoso, 2. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah serta meningkatnya aktivitas ekonomi Kota Malang menunjukkan dinamika pembangunan yang menarik untuk Received: April 19, 2025. Revised: Mei 17, 2025. Accepted: Juni 27, 2025. Online Available: Juni 28,2025 Analisis Struktur Kinerja dan Kluster Unggulan di Kota Malang Dalam konteks ini memahami struktur ekonomi Kota Malang dan mengidentifikasi sektor unggulan menjadi penting sebagai dasar bagi perumusan strategi pembangunan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan. Permasalahan yang sering muncul dalam pembangunan daerah adalah kurangnya pengoptimalan pemetaan sektor-sektor unggulan berdasarkan data dan analisis kuantitatif yang memadai (Rukmana et al. , 2. Pemerintah daerah sering kali merancang program pembangunan tanpa dasar empiris yang kuat sehingga kebijakan yang diambil menjadi kurang tepat sasaran. Untuk itu, diperlukan suatu pendekatan analitis yang dapat memberikan gambaran objektif tentang kondisi ekonomi daerah, terutama mengenai sektor-sektor mana yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif (Deffrinica & Tjondro Sugianto, 2. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam ekonomi daerah adalah metode Location Quotient (LQ). LQ digunakan untuk mengidentifikasi sektor basis sdalam suatu wilayah dengan cara membandingkan proporsi kontribusi sektor tertentu terhadap total PDRB di daerah dengan proposi kontribusi sektor yang sama di wilayah induk (Sianturi et al. , 2. Jika nilai LQ suatu sektor lebih besar dari satu (LQ > . , maka sektor tersebut dikategorikan sebagai sektor basis yang memiliki keunggulan relatif dan berpotenasi untuk diekspor ke luar wilayah (Jumiyanti, 2. Sektor basis inilah yang menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah karena menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dibanding sektor non sektor. Namun pendekatan LQ memiliki keterbatasan karena hanya melihat keunggulan relatif suatu sektor tanpa mempertimbangkan dinamika pertumbuhan. Untuk melangkapi analisis tersebut digunakan analisis shift-share, metoe ini dapat mengidentifikasi komponen pertumbuhan sektor ekonomi daerah berdasarkan tiga aspek, . pertumbuhan nasional . pertumbuhan sektoral . keunggulan kompetitif dareah. Komponen terakhir sangat penting karena menunjukkan apakah suatu sektor tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dibanding sektor yang sama di tingkat nasional atau provinsi (Riko Setya Wijaya & Cholid Fadil, 2. Kombinasi antara pendekatan LQ dan shift-share menjadi alat yang sangat bermanfaat dalam menyusun strategi pembangunan berbasis potensi daerah. LQ memberikan informasi mengenai sektor basis yang menjadi keunggulan lokal sedangkan Shift-Share menunjukkan kinerja sektor tersebut dalam konteks pertumbuhan ekonomi secara relatif. Dengan menggunakan kedua pendekatan ini secara bersamaan dapat dilakukan identifikasi sektor-sektor yang tidak hanya unggul secara struktural, tetapi juga memiliki pertumbuhan yang kompetitif. Sektorsektor semacam ini dapat dijadikan prioritas dalam pembangunan karena diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja secara berkelanjutan (Nur et , 2. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 251-263 Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektorsektor basis di Kota Malang menggunakan analisis Location Quotient (LQ), dan mengevaluasi kinerja sektor-sektor ekonomi tersebut melalui pendekatan Shift-Share Analysis. KAJIAN TEORITIS Pembangunan ekonomi daerah Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam mengelola sumberdaya ekonomi secara efisien dan berkelanjutan salah satu pendekaatan utama dalam pembangunan daerah adalah pendekatan berbasis potensi lokal, dimana keunggulan komperatif dan kompetitif menjadidasar untuk merancang strategi pembangunan (Elita Bharanti et al. , 2. Menurut (Dawkins, 2. , pembangunan ekonomi bersifat kumulatif dan kasual, dimana wilayah yang telah maju cenderung tumbuh lebih cepat dibandingkan wilayah yang tertingal. (Retno Febriyastuti Widyawati, 2. menambahkan bahwa pembangunan ekonomi melalui efek pengganda dari sektor sekor unggulan yang mampu menciptakan backward dan forward linkage. Artinya, penguatan sektor sektor kunci dalam ekonomi lokal dapat mendorong pertumbuhan sektor lain melalui keterikatan ekonomi antar sektor. Location Quotient (LQ) Location Quotient (LQ) adalah metode analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat spesialisasi suatu sektor ekonomi di wilayah tertentu terhadap wilayah yang lebih besar, seperti provinsi atau nasional (JUNAEDI DWI MULYANTO & LUCKY RACHMAWATI. Rumus umum LQ adalah : yaycE = . cEyaycIyaA ycyceycoycycuyc ycn yccycn yccycayceycycaEa/ycEyaycIyaA ycycuycycayco yccycn yccycayceycycaE. cEyaycIyaA ycyceycoycycuyc ycn yccycn ycycnycoycaycycaEa ycnycuyccycyco/ycEyaycIyaA ycycuycycayco yccycn ycycnycoycaycycaEa ycnycuyccycyc. Interpretasi nilai LQ adalah sebagai berikut: LQ > 1: Sektor tersebut adalah sektor basis yang memiliki keunggulan relatif. LQ = 1: Sektor tersebut memiliki kontribusi yang sama besar dengan wilayah referensi. LQ < 1: Sektor tersebut bukan sektor basis dan tidak memiliki keunggulan relatif. Analisis shift sahre Analisis Shift Share adalah alat analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi membandingkannya terhadap wilayah referensi. Analisis ini membagi perubahan kinerja Analisis Struktur Kinerja dan Kluster Unggulan di Kota Malang sektor menjadi tiga komponen utama, pertumbuhan nasional (PN), pertumbuhan proporsional (PP), dan keunggulan kompetitif daerah (Wahed et al. , 2. Komponen-komponen tersebut dijelaskan sebagai berikut: Pertumbuhan Nasional (PN): bagian dari pertumbuhan sektor yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan Proporsional (PP): bagian pertumbuhan yang disebabkan oleh kinerja sektoral pada tingkat nasional. Efek Kompetitif (DK): bagian pertumbuhan yang mencerminkan keunggulan atau kelemahan kompetitif sektor di tingkat daerah dibandingkan dengan wilayah referensi. Jika nilai DK > 0, maka sektor tersebut memiliki keunggulan kompetitif di daerah sebaliknya, jika DK < 0, maka sektor tersebut kurang kompetitif dibandingkan wilayah referensi. Sektor basis dan sektor unggulan Sektor basis adalah sektor ekonomi yang memproduksi barang atau jasa untuk diekspor keluar daerah sehingga menghasilkan pemasukan dari luar wilayah dan menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi (Jaya, 2. Identifikasi sektor basis penting karena sektor ini berpotensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, dan meningkatkan pendapatan daerah. Namun, tidak semua sektor basis mengalami pertumbuhan yang Oleh mempertimbangkan dua dimensi utama, keunggulan struktural . dan keunggulan kinerja . ertumbuhan kompetiti. Sektor unggulan adalah sektor yang tidak hanya memiliki nilai LQ > 1 tetapi juga menunjukkan nilai DK > 0 dalam analisis Shift-Share (Karolina Sianturi & Annisa Harahap, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis struktur perekonomian dan mengidentifikasi sektor unggulan di Kota Malang. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2010 menurut lapangan usaha, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur selama periode tahun 2020Ae2024. Analisis dilakukan dengan dua metode utama, yaitu Location Quotient (LQ) untuk mengidentifikasi sektor basis serta Shift Share Analysis untuk mengukur kinerja pertumbuhan sektor berdasarkan komponen pertumbuhan nasional, pertumbuhan sektoral, dan keunggulan kompetitif daerah. Hasil dari kedua analisis tersebut kemudian dibandingkan untuk menentukan sektor-sektor yang tidak hanya unggul secara struktural, tetapi juga kompetitif dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 251-263 HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum dilakukan perhitungan nilai Location Quotient (LQ) dan analisis Shift-Share, diperlukan data utama berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan, baik untuk Kota Malang sebagai wilayah kajian maupun Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah pembanding. Data PDRB ini mencakup 17 kategori lapangan usaha menurut klasifikasi standar BPS. Tahun yang dijadikan periode analisis adalah 2020, 2021, dan 2022, agar dapat mengamati perubahan struktur dan dinamika pertumbuhan ekonomi selama tiga tahun terakhir. Perbandingan nilai sektoral antara Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur akan menjadi dasar untuk menghitung kontribusi relatif (LQ) serta kinerja pertumbuhan sektoral (Shift-Shar. Berikut disajikan data PDRB Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur atas dasar harga konstan tahun 2010 selama periode 2020Ae2022, yang menjadi landasan utama dalam perhitungan indikator analitis pada penelitian ini. Tabel 1: Produk Domestik Regional Bruto Kota Malang Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupia. , 2020Ae2022. Kategori Lapangan Usaha Pertanian. Kehutanan, dan 116,82 118,58 119,73 Perikanan Pertambangan dan Penggalian 32,64 31,79 32,70 Indutri pengolahan 952,14 316,68 Pengadaan Listrik dan Gas 19,97 20,73 22,24 Pengadaan air, pengelolaan 113,16 117,23 118,04 sampah limbah dan daur ulang Konstruksi 856,17 929,45 411,43 Perdagangan eceran dan besar, 218,98 469,20 586,19 reparasi mobil dan sepeda Transportasi dan Pergudangan 211,84 308,91 526,83 Penyediaan 212,93 254,42 518,18 makan minum Informasi dan Komunikasi 2944,81 101,94 238,91 Jasa keuangan dan Asuransi 352,48 358,46 394,52 Real estate 815,54 835,87 861,91 Jasa Perusahaan 403,89 411,46 428,42 M,N Administrasi pemerintah, 683,63 677,98 681,81 Pertahanan dan Jaminan social Jasa Pendidikan 268,99 281,84 301,68 Jasa Kesehatan dan Kegiatan 593,12 679,90 706,82 Jasa Lainnya 357,37 395,24 582,02 R,S,T,U 154,53 309,70 119,82 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumber: (PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MALANG LAPANGAN USAHA 2020Ae2024, 2. Analisis Struktur Kinerja dan Kluster Unggulan di Kota Malang Tabel 2: Tabel Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Jawa Timur Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha . iliar rupia. , 2020Ae2022. Kategori Lapangan Usaha Pertanian. Kehutanan, dan 631,24 556,77 747,56 Perikanan Pertambangan dan 897,97 270,04 865,20 Penggalian Indutri pengolahan 376,56 889,13 394,03 Pengadaan Listrik dan Gas 451,89 711,10 065,01 Pengadaan air, pengelolaan 666,53 761,00 800,78 sampah limbah dan daur Konstruksi 652,44 417,90 216,24 Perdagangan eceran dan 656,36 154,69 626,69 besar, reparasi mobil dan sepeda motor Transportasi dan 466,26 556,66 240,33 Pergudangan Penyediaan akmodasi dan 548,62 108,36 152,21 makan minum Informasi dan Komunikasi 612,55 956,93 126,09 Jasa keuangan dan Asuransi 449,26 116,04 096,15 Real estate 565,69 241,30 618,65 Jasa Perusahaan 180,02 466,40 112,65 M,N Administrasi pemerintah, 848,51 948,54 038,58 Pertahanan dan Jaminan social wajib Jasa Pendidikan 760,00 185,09 578,62 Jasa Kesehatan dan Kegiatan 239,46 847,31 143,41 Jasa Lainnya 389,19 567,09 250,11 R,S,T,U 392,55 754,09 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumber: (PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROVINSI JAWA TIMUR LAPANGAN USAHA 2020Ae 2024, 2. Hasil perhitungan LQ setiap sektor ekonomi di Kota Malang selama kurun waktu 3 tahun . menggunakan program Microsoft Office Excel adalah sebagai berikut. Tabel 3: Hasil Perhitungan LQ Sektor Perekonomian Kota Malang Tahun 2020-2022 Sektor Ekonomi Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengelolaan Air. Limbah, dan Daur Ulang Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran Transportasi dan Pergudangan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi LQ 2020 LQ 2021 LQ 2022 Rata-Rata LQ Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 251-263 Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estat Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan, dan Sosial Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya Berdasarkan tabel hasil perhitungan LQ diperoleh interpretasi data dari masing-masing sektor ekonomi adalah sebagai berikut: Sektor Pertanian. Kehutanan, dan merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai lebih dari 1 yaitu sebesar 0,02. Sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 0,01. Sektor industri pengolahan merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 0,75. Sektor pengadaan listrik dan gas merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 0,14. Sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang merupakan sektor basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai lebih dari 1 yaitu sebesar 2,08. Sektor konstruksi merupakan sektor basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai lebih dari 1 yaitu sebesar 1,43. Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor merupakan sektor basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai lebih dari 1 yaitu sebesar 1,65. Sektor transportasi dan pergudangan merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai lebih dari 1 yaitu sebesar 0,90. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 0,83. Sektor informasi dan komunikasi merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 0,86. Analisis Struktur Kinerja dan Kluster Unggulan di Kota Malang Sektor jasa keuangan dan asuransi merupakan sektor basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 1,05. Sektor real estate merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai lebih dari 1 yaitu sebesar 0,86. Sektor jasa perusahaan merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 0,94 Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib merupakan sektor non basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 0,61. Sektor jasa pendidikan merupakan sektor basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 2,93. Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial merupakan sektor basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 4,35. Sektor jasa lainnya merupakan sektor basis karena hasil perhitungan LQ dalam periode tiga tahun menunjukkan nilai kurang dari 1 yaitu sebesar 2,05. Dari tabel 3, periode 2020 Ae 2022 terdapat tujuh sektor yang tergolong sebagai sektor basis di Kota Malang karena memiliki nilai rata-rata LQ di atas satu selama periode analisis. Sektor-sektor tersebut adalah: Pengelolaan Air. Limbah, dan Daur Ulang . Konstruksi. Perdagangan Besar dan Eceran. Jasa Keuangan dan Asuransi. Jasa Pendidikan. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, serta Jasa Lainnya. Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial tercatat sebagai sektor dengan nilai LQ tertinggi, yang menunjukkan bahwa Kota Malang memiliki spesialisasi ekonomi yang sangat kuat dalam sektor pelayanan sosial dan kesehatan. Demikian pula, sektor jasa pendidikan yang konsisten memiliki nilai LQ tinggi mencerminkan posisi Kota Malang sebagai pusat pendidikan regional di Jawa Timur. Sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor konstruksi juga tercatat sebagai sektor basis, yang mengindikasikan peran penting keduanya dalam mendukung aktivitas ekonomi perkotaan, mobilitas masyarakat, serta dinamika investasi di Kota Malang. Sementara itu, sektor pengelolaan air, limbah, dan daur ulang sebagai sektor basis mencerminkan adanya sistem infrastruktur dan pelayanan publik yang relatif maju dibandingkan wilayah sekitarnya. Sebaliknya, sebagian besar sektor lainnya menunjukkan nilai LQ di bawah satu, yang berarti kontribusinya terhadap PDRB Kota Malang lebih rendah dibandingkan kontribusinya di tingkat Provinsi Jawa Timur. Di antaranya adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan transportasi dan pergudangan, akomodasi dan makan minum, serta informasi dan komunikasi. Nilai LQ yang rendah pada Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 251-263 sektor primer seperti pertanian dan pertambangan mempertegas karakteristik Kota Malang sebagai wilayah perkotaan dengan orientasi ekonomi tersier dan kuarter, bukan agraris maupun Tabel 4: Hasil Perhitungan Shift Share Sektor Perekonomian di Kota Malang Tahun 2020 2022 Lapangan Usaha (Sektor Ekonom. Pertanian. Kehutanan. Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Pengelolaan Air. Limbah, dan Daur Ulang Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran Transportasi dan Pergudangan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estat M,N. Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial R,S,T,U. Jasa Lainnya Ae1. Ae386. Ae0. Ae4. iTotal. Ae61. Ae103. Ae9. Ae6. Ae49. Ae21. Dari tabel 4 hasil perhitungan shift share, diketahui bahwa beberapasektor menunjukkan nilai DK positif, yang mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki keunggulan kompetitif di Kota Malang. Sektor dengan DK tertinggi adalah Jasa Keuangan dan Asuransi (DK = 142,88 miliar rupia. , yang mencerminkan pertumbuhan sektor ini di atas rata-rata provinsi. Selanjutnya, sektor Perdagangan Besar dan Eceran (DK = Ae103,. meskipun memiliki DK negatif, tetap mencatat iTotal tertinggi sebesar 2. 371,21 miliar, yang berasal dari pengaruh kuat pertumbuhan nasional dan proporsional sektoral. Sektor lain dengan nilai DK positif yang signifikan antara lain: Transportasi dan Pergudangan (DK = 42,49 milia. Akomodasi dan Makan Minum (DK = 24,38 milia. Informasi dan Komunikasi (DK = 34,36 milia. Jasa Pendidikan (DK = 83,73 milia. Jasa Perusahaan (DK = 12,63 Sektor-sektor tersebut menunjukkan kinerja relatif lebih baik dibandingkan di tingkat provinsi, menandakan bahwa Kota Malang memiliki daya saing sektoral dalam bidang jasa, khususnya sektor berbasis pelayanan dan komunikasi. Namun demikian, tidak semua sektor basis . erdasarkan LQ) memiliki nilai DK positif. Sebagai contoh, sektor Konstruksi yang memiliki LQ > 1 justru menunjukkan nilai DK negatif (Ae61,23 miliar rupia. , mengindikasikan Analisis Struktur Kinerja dan Kluster Unggulan di Kota Malang bahwa meskipun secara struktural penting, sektor ini tumbuh lebih lambat dibandingkan ratarata di tingkat provinsi. Hal serupa juga terlihat pada sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (DK = Ae49,. serta Pengelolaan Air. Limbah, dan Daur Ulang (DK = Ae4,. Tetapi tidak semua sektor LQ >1 memiliki DK positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak semua sektor basis merupakan sektor unggulan secara menyeluruh, karena aspek keunggulan struktural (LQ) belum tentu diikuti oleh keunggulan kinerja (DK). Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kombinatif untuk mengidentifikasi sektor unggulan secara komprehensif. Dalam konteks ini, sektor yang memenuhi dua kriteria utama LQ > 1 dan DK > 0 dapat dianggap sebagai sektor unggulan, yakni sektor yang tidak hanya dominan dalam struktur ekonomi daerah, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan yang kompetitif. Untuk menentukan sektor unggulan berdasarkan dua alat analisis, yaitu LQ dan Shift Share, dapat dilakukan dengan menggabungkan hasil dari kedua analisis tersebut. Nilai koefisien dari masing-masing komponen perlu diselaraskan dengan memberikan tanda positif ( ) atau negatif (-). Jika hasil kombinasi menunjukkan keduanya bernilai positif ( ), maka sektor tersebut dapat dikategorikan sebagai sektor unggulan di Kota Malang. Hasil analisis dapat dilihat dari tabel 5. Tabel 5. Hasil Analisis LQ dan Shift Share Sektor Perekonomian di Kota Malang Tahun SEKTOR Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Sektor Pertambangan dan Penggalian Sektor Industri Pengolahan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas Sektor Pengelolaan Air. Limbah, dan Daur Ulang Sektor Konstruksi Sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Sektor Transportasi dan Pergudangan Sektor Akomodasi dan Makan Minum Sektor Informasi dan Komunikasi Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi Sektor Real Estat Sektor Jasa Perusahaan Sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib Sektor Jasa Pendidikan Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Sektor Jasa Lainnya M,N R,S,T,U KETERANGAN Ae SHIFT SHARE (DK) Ae Ae Ae Ae Ae Ae Non Unggulan Non Unggulan Ae Ae Ae Ae Ae Ae Ae Ae Non Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Ae Ae Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Non Unggulan Berdasarkan hasil tabel 5, ditemukan dua sektor yang dapat dikategorikan sebagai sektor unggulan di Kota Malang. Kedua sektor tersebut adalah sektor jasa keuangan dan asuransi serta sektor jasa pendidikan memiliki keunggulan struktural, ditunjukkan oleh nilai Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 251-263 LQ yang melebihi angka satu serta menunjukkan pertumbuhan yang kompetitif dengan nilai Differential Shift (DK) yang positif. Artinya, kedua sektor ini tidak hanya memiliki peran penting dalam struktur ekonomi daerah, tetapi juga mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibanding sektor serupa di tingkat Provinsi Jawa Timur. Sektor jasa keuangan dan asuransi menunjukkan posisi yang kuat dalam struktur ekonomi lokal dengan nilai rata-rata LQ sebesar 1,05. Lebih dari itu, sektor ini juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kompetitif dengan nilai DK mencapai 142,88 miliar Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang profesional dan terpercaya, seiring dengan dinamika ekonomi kota yang terus Kota Malang yang dikenal sebagai pusat aktivitas komersial dan pendidikan memiliki populasi aktif secara ekonomi, yang mendorong pertumbuhan berbagai institusi keuangan, baik bank, koperasi, fintech, maupun perusahaan asuransi. Sementara itu, sektor jasa pendidikan merupakan sektor yang paling mencolok dalam struktur ekonomi Kota Malang. Dengan rata-rata LQ sebesar 2,93, sektor ini jelas memiliki keunggulan komparatif yang sangat tinggi. Tidak hanya unggul secara struktural, sektor ini juga tumbuh secara kompetitif dengan nilai DK mencapai 83,73 miliar rupiah. Kondisi ini sangat sesuai dengan identitas Kota Malang sebagai kota pendidikan, yang menjadi tujuan ribuan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah setiap tahunnya. Keberadaan berbagai perguruan tinggi ternama telah menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat dan mampu menggerakkan sektorsektor pendukung seperti perumahan, konsumsi, transportasi, dan teknologi. Kedua sektor ini mencerminkan wajah khas Kota Malang sebagai kota jasa, khususnya jasa yang berbasis pada kebutuhan masyarakat urban dan berpendidikan. Keduanya tidak hanya berperan sebagai penyumbang utama PDRB tetapi juga memiliki efek pengganda yang tinggi terhadap sektor-sektor lainnya. Oleh karena itu, sektor keuangan dan pendidikan sangat layak untuk dijadikan prioritas dalam perumusan strategi pembangunan ekonomi ke depan. Penguatan terhadap sektor unggulan ini dapat dilakukan melalui penyediaan infrastruktur yang memadai, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan kebijakan yang mendorong inovasi dan investasi. Jika dikelola dengan tepat, sektor-sektor ini tidak hanya akan mempertahankan kinerja ekonominya, tetapi juga mendorong pertumbuhan Kota Malang menuju pusat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah selatan Jawa Timur. Analisis Struktur Kinerja dan Kluster Unggulan di Kota Malang KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 sektor ekonomi yang dianalisis di Kota Malang selama periode 2020Ae2022, hanya dua sektor yang memenuhi kriteria sebagai sektor unggulan, yaitu jasa keuangan dan asuransi serta jasa pendidikan. Kedua sektor ini tidak hanya memiliki keunggulan struktural (LQ > . , tetapi juga menunjukkan pertumbuhan kompetitif (DK > . Sektor jasa keuangan tumbuh signifikan seiring meningkatnya kebutuhan layanan finansial, sementara sektor jasa pendidikan memperkuat identitas Kota Malang sebagai pusat pendidikan regional. Temuan ini menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi Kota Malang sebaiknya difokuskan pada sektor jasa unggulan, yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. DAFTAR REFERENSI Badan Pusat Statistik. Produk Domestik Regional Bruto Kota Malang menurut lapangan usaha 2020Ae2024. Badan Pusat Statistik. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Jawa Timur menurut lapangan usaha 2020Ae2024. Bharanti. Syauta. , & Numberi. Klasifikasi dan potensi pengembangan ekonomi sektoral di Kabupaten Mamberamo Raya. Dawkins. Regional development theory: Conceptual foundations, classic works, and recent developments. Journal of Planning Literature, 18. , 131Ae171. https://doi. org/10. 1177/0885412203254706 Deffrinica. , & Sugianto. July . Regional economic development planning strategies in poverty. https://doi. org/10. 4108/eai. 25-11-2021. Jaya. Analisis sektor-sektor basis dan non-basis perekonomian wilayah Kabupaten Banggai tahun 2014Ae2018. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesi. , 8. , 481. https://doi. org/10. 29210/020221568 Jumiyanti. Analisis Location Quotient dalam penentuan sektor basis dan nonbasis di Kabupaten Gorontalo. Mulyanto. , & Rachmawati. Analisis sektor potensial dan perubahan struktur ekonomi Provinsi Jawa Timur. Nur. Hasang. , & Katman. Analisis penentuan sektor unggulan perekonomian daerah Kabupaten Pinrang: Pendekatan LQ dan Shift Share. Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo, 9. Ranatarisza. Improving regional economy through tourism industry optimization (The case study of Malang Raya. Indonesi. International Journal of Social and Local Economic Governance (IJLEG), 1. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NOMOR. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 251-263 Rukmana. Aviasti. , & Amaranti. Determining the regional potential sector using the Analytical Hierarchy Process (AHP). IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 830. , 042015. https://doi. org/10. 1088/1757899X/830/4/042015 Santoso. Economic structure analysis, leading sectors and regional development in Malang year 2008Ae2012. Sianturi. Hutagalung. , & Balai Penertiban Perdagangan Medan. Analisis pengaruh sektor perdagangan terhadap PDRB Sumatera Utara dengan menggunakan metode Location Quotient. Sianturi. , & Harahap. Analisis sektor ekonomi unggulan di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE), 5. Wahed. Aris. Perdana. Sishidiyati. , & Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur. Analisis Shift Share bagi penguatan daya saing daerah kabupaten/kota di Jawa Timur. http://jurnal. id/index. php/jrei/ Widyawati. Analisis keterkaitan sektor pertanian dan pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia (Analisis input-outpu. Wijaya. , & Fadil. April . Analysis of regional economic growth potential Shift Share Trenggalek District. https://doi. org/10. 11594/nstp.