648 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer https://ojs. stmik-banjarbaru. id/index. php/progresif/index Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat - Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 Model sistem Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi Dengan Metode Certainty Factor DOI: http://dx. org/10. 35889/progresif. Creative Commons License 4. 0 (CC BY Ae NC) Exalthya Sera1*. Fadilah2. Bahar3 Teknik Informatika. STMIK Banjarbaru. Banjarbaru. Indonesia *e-mail Corresponding Author: exalthya1993@gmail. Abstract Limited access to veterinary health services, farmersAo lack of knowledge, and the high cost and time required for consultations are major obstacles in handling cattle diseases, especially in remote areas. These issues often lead to delays in diagnosis and treatment, resulting in significant economic losses. This study proposes the development of a computer-based expert system using the Certainty Factor method as a solution to assist farmers in independently diagnosing cattle diseases. The system is equipped with its main feature, a diagnosis process, as well as a chat feature for direct consultation with veterinarians as a novelty element. Testing was conducted on 19 test data by comparing the systemAos diagnostic results with those of experts, showing a match rate of 84. 21% and 15. 79% mismatch due to symptom similarities and differences in severity interpretation. The results demonstrate that the system has fairly good accuracy and is suitable for use as an early diagnostic tool, which is expected to accelerate disease handling and reduce farmersAo economic losses. Keywords: Expert System. Certainty Factor. Cattle Disease Diagnosis. Veterinary Consultation Chat. Abstrak Keterbatasan akses layanan kesehatan hewan, minimnya pengetahuan peternak, serta biaya dan waktu yang tinggi untuk konsultasi menjadi hambatan dalam penanganan penyakit sapi, khususnya di daerah terpencil. Permasalahan ini kerap mengakibatkan keterlambatan diagnosis dan penanganan, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem pakar berbasis komputer menggunakan metode Certainty Factor sebagai solusi untuk membantu peternak mendiagnosis penyakit sapi secara mandiri. Sistem ini dilengkapi dengan fitur utamanya proses diagnosis, serta fitur chat untuk konsultasi langsung dengan dokter hewan sebagai unsur kebaruan. Pengujian dilakukan pada 19 data uji dengan membandingkan hasil diagnosis sistem dan pakar, menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 84,21% dan 15,79% tidak sesuai akibat kemiripan gejala serta perbedaan interpretasi tingkat keparahan. Hasil ini membuktikan bahwa sistem memiliki akurasi yang cukup baik dan layak digunakan sebagai alat bantu diagnosis awal, yang diharapkan dapat mempercepat penanganan penyakit dan mengurangi kerugian ekonomi peternak. Kata kunci: Sistem Pakar. Certainty Factor. Diagnosis Penyakit Sapi. Chat Konsultasi Dokter Hewan. Pendahuluan Perkembangan teknologi yang pesat telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk sektor peternakan . Salah satu hewan ternak yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat adalah sapi. Selain sebagai sumber konsumsi, sapi juga memberikan kontribusi ekonomi melalui hasil seperti susu, daging, semen beku, kotoran, hingga tenaga kerja . - . Oleh karena itu, menjaga kesehatan sapi menjadi prioritas bagi para peternak guna menjamin produktivitas dan keberlanjutan usaha ternak. Penelitian mengenai diagnosa penyakit pada sapi menjadi penting untuk memastikan deteksi Model system Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi a. Exalthya Sera Progresif e-ISSN: 2685-0877 dini dan penanganan yang tepat agar tidak terjadi kerugian besar akibat keterlambatan penanganan penyakit . - . Di wilayah Hulu Sungai Selatan. Kalimantan Selatan, mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Namun, akses terhadap layanan kesehatan hewan masih terbatas, dengan jarak tempuh ke Puskeswan sekitar 1,5Ae2 jam. Selain itu, keterbatasan tenaga medis, biaya yang tinggi, dan rendahnya pemahaman peternak terhadap gejala penyakit menyebabkan keterlambatan diagnosa. Permasalahan ini berdampak serius, terutama saat terjadi wabah seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyebabkan kerugian besar, mulai dari penurunan produksi susu hingga kematian hewan. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi yang dapat diukur dan diakses langsung oleh peternak untuk membantu diagnosa penyakit sapi secara cepat dan akurat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan adalah pengembangan sistem pakar diagnosa penyakit sapi berbasis komputer. Sistem pakar adalah teknologi kecerdasan buatan yang meniru cara berpikir seorang ahli dalam memecahkan masalah . - . Dalam penelitian ini, sistem akan menggunakan metode Certainty Factor (CF), yaitu metode yang mampu menghitung tingkat keyakinan terhadap suatu diagnosa berdasarkan gejala yang dimasukkan pengguna . - . Dengan demikian, sistem dapat menyajikan hasil diagnosa dalam bentuk persentase kepastian serta memberikan informasi penanganan awal terhadap penyakit yang teridentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar yang mampu membantu peternak dalam mendiagnosa penyakit sapi secara mandiri dan efisien, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses medis. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis yang membantu peternak mengenali penyakit lebih dini, mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan langsung di Puskeswan, serta mempercepat penanganan awal yang tepat. Secara umum, manfaat dari penelitian ini adalah meningkatkan efektivitas pengelolaan kesehatan ternak, menekan kerugian ekonomi akibat keterlambatan diagnosa, serta mendukung pemanfaatan teknologi dalam sektor peternakan di daerah terpencil. Tinjauan Pustaka Penelitian oleh Putri Eka Wardani et al. mengembangkan sistem pakar untuk mendiagnosa lima penyakit sapi, seperti Anthrax dan PMK, menggunakan metode Bayes. Sistem ini berfungsi sebagai alternatif diagnosa bagi peternak dan menyediakan informasi terkait gejala dan penyakit. Siska Puspitarani et al. menggunakan pendekatan Forward Chaining untuk mendiagnosa penyakit sapi dan hasil pengujiannya menunjukkan kemampuan system pakar dalam memberikan diagnosa yang serupa dengan Rizqi Sukma Kharisma dan Rizqi Muhammad Hakim mengusulkan sistem pakar berbasis web menggunakan metode Certainty Factor untuk membantu diagnosa cepat dan akurat berdasarkan gejala, dengan akurasi 80% . Putri Ramadani dkk menggunakan sistem pakar berbasis metode backward chaining yang dapat membantu peternak dalam mendeteksi penyakit sapi. kendala yang dihadapi seperti keterbatasan peternak lansia dalam menggunakan perangkat digital dan akses internet yang terbatas . Prayogo et el. juga mengembangkan sistem pakar berbasis metode CF untuk mendiagnosa 19 jenis penyakit sapi berdasarkan gejala, dengan akurasi mencapai 92,11% dan error 7,89% . Pengembangan sistem pakar untuk diagnosis penyakit sapi telah menggunakan berbagai metode seperti Bayes. Forward Chaining. Backward Chaining. Certainty Factor, dan Case Based Reasoning (CBR), masing-masing dengan keunggulan dan tingkat akurasi yang Namun, sebagian besar penelitian fokus pada proses diagnosis otomatis berbasis data gejala tanpa menyediakan mekanisme komunikasi langsung antara peternak dan pakar. Pada penelitian ini, pengembangan sistem pakar berbasis Certainty Factor tidak hanya memfasilitasi diagnosis penyakit sapi secara cepat dan akurat, tetapi juga dilengkapi dengan fitur chat interaktif yang memungkinkan peternak melakukan konsultasi langsung dengan dokter Fitur ini dapat mengatasi keterbatasan sistem sebelumnya, terutama dalam memberikan klarifikasi hasil diagnosis, diskusi penanganan lebih lanjut, serta membantu peternak yang kurang familiar dengan teknologi untuk mendapatkan pendampingan secara real Model system Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi a. Exalthya Sera e-ISSN: 2685-0877 Metodologi 1 Desain Struktur Aplikasi Sistem Pakar . Desain Struktur Aplikasi pada Sisi User Admin Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Sapi Dengan Metode Certainty Factor Masuk Beranda Master Chat Diagnosis Laporan Gejala Gejala Penyakit Penyakit Relasi Diagnosis Keluar Gambar 1. Desain Struktur Aplikasi pada Sisi Admin Sistem Pada Gambar 1, admin masuk ke aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Sapi Dengan Metode Certainty Factor, kemudian akan tampil menu masuk. Setelah itu jika berhasil masuk akan menampilkan halaman master, chat, diagnosis, laporan, dan keluar. Pada master terdapat sub menu seperti gejala, penyakit, dan relasi. Pada laporan terdapat sub menu seperti gejala, penyakit, dan diagnosis. Desain Struktur Aplikasi pada Sisi User Peternak Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Sapi Dengan Beranda Metode Certainty Factor Beranda List Hama dan Penyakit Diagnosis Tanya Jawab Kontak Gambar 2. Desain Struktur Aplikasi pada Sisi User (Peterna. Pada Gambar 2, pengguna dimulai dari masuk ke aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi Dengan Metode Certainty Factor, kemudian akan tampil menu beranda, dan terdapat menu lain seperti tentang, diagnosis, tanya jawab, dan kontak. 2 Metode Certainty Factor (CF) Berikut adalah sample proses perhitungan gejala-gejala yang diinput dengan proses perhitungan metode certainty factor. Diketahui peternak memiliki sapi dengan gejala yang terlihat sebagai berikut: Tabel 1. Sample Gejala Kode Gejala Gejala GJL-021 Hewan ternak merasa sakit jika kelenjar air susu diraba GJL-034 Terdapat lesi berupa vesikel/lepuh atau erosi pada daerah mulut, lidah, gusi langit langit an selaput lender GJL-035 Luka pada kuku dan kukunya lepas GJL-031 Air Liur Menggantung dan berbusa di lantai kandang Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 648-661 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Dari gejala gejala yang terlihat maka terdapatlah dua kemungkinan penyakit yang di alami sapi peternak yaitu penyakit peradangan kelenjar air susu pada hewan . dan juga penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan nilai cf, mb dan md yang sudah ditentukan dari pakar Tabel 2. Proses Gejala Kode Gejala GJL-021 GJL-034 GJL-035 GJL-031 Gejala Penyakit Hewan ternak merasa sakit jika kelenjar air susu diraba Terdapat lesi berupa vesikel/lepuh atau erosi pada daerah mulut, lidah, gusi langit langit an selaput lender Luka pada kuku dan kukunya Air Liur Menggantung dan berbusa di lantai kandang Peradangan kelenjar air susu pada hewan . Penyakit mulut dan kuku (PMK) Penyakit mulut dan kuku (PMK) Penyakit mulut dan kuku (PMK) Setelah diketahui jenis penyakit yang terdeteksi dan juga nilai mb, md dan nilai cf dari penyakit yang terdeteksi, langkah selanjutnya yaitu melakukan proses perhitungan dengan metode certainty factor dengan menggunakan rumus: CF[H,E] = MB[H,E]-MD[H,E] Pada penyakit mastitis hanya terdeteksi 1 gejala saja, jika data yang diketahui hanya 1 hipotesa mempunyai 1 evidance atau 1 mb atau 1 md saja maka hasilnya sebagai berikut: Gejala Sapi merasa sakit jika kelenjar susu di raba (GJL-. MB Lama = 0. MB Baru = 0. MB Sementara = MB Lama (MB Baru x . - MB Lam. ) MB Sementara = 0. ,1 x . MB Sementara = 0. MD Lama = 0. MD Baru = 0,1 MD Sementara = MD Lama (MD Baru x . - MD Lam. ) MD Sementara = 0. ,1 x . MD Sementara = 0. CF = MB Sementara - MD Sementara CF = 0. 172 - 0. CF = 0. luka pada kuku dan kukunya lepas (GJL-. , sapi merasa sakit jika kelenjar susu di raba (GJL-. Terdapat Lesi berupa vesikel/lepuh atau erosi pada daerah mulut, lidah, dan gusi (GJL-. MB Lama = 0. MB Baru = 0. MB Sementara = MB Lama (MB Baru x . - MB Lam. ) MB Sementara = 0. ,3 x . MB Sementara = 0. MD Lama = 0. MD Baru = 0,3 MD Sementara = MD Lama (MD Baru x . - MD Lam. ) MD Sementara = 0. ,3 x . MD Sementara = 0. CF = MB Sementara - MD Sementara CF = 0. 867 - 0. CF = 0. Model system Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi a. Exalthya Sera e-ISSN: 2685-0877 Kesimpulan hasil analisa gejala. Nilai Kemungkinan 50. 4%, didiagnosa penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) 3 Variabel-variabel dan Role Base Sistem Pakar Tabel 3. Variabel dan Nilai MB. MD Certainty Factor Penyakit Gejala / Variabel Deman Nafsu makan Hidung Septichaemia Epizooticae (Penyakit Ngoro. Ngorok mengalami kondisi yang lemah sesak pada Demam kejang-kejang Gelisah Kesulitan bernafas Antraks (Radang Diare Limp. Kotoran bercampur Air kencing bewarna Terjadinya penundaan plasenta Pernafasan cepat Radang Uterus Terjadinya Brucellosis (Penyakit Keluro. pada persendian atau testes . Susu yang di produksi berkurang Keguguran Diare Diare berdarah Paratuberkulosis (Gangguan usus Susu yang di produksi berkurang Kondisi Batuk Tuber Culosis Kesulitan bernafas (T. Hidung Bartuk parah Sesak Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 648-661 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Botulismus Peradangan kelenjar air susu pada hewan (Mastiti. Terlihat pembesaran . eberapa kalilebih besar dari ukuran kelenjar bias. Kondisi menjadi lemah Pergerakan hewan tidak stabil Kelumpuhan Lemah Nafsu tidak terkoordinasi, tersandung dan gemetar saat Terjadinya pada kelenjar susu Hewan tenak merasa sakit jika kelenjar air susu Air sus encer di sertai nanas Tetanus Leptospirosis BEF (Bovine Ephemeral Fever Kekakuan otot Gelisah Terjadinya kekejangan yang berlebihan bila ada sedikit rangsangan dari luar . uara, sentuhan. Cahaya. Kejang-kejang Pergerakan kaki tidak stabil Demam Tremor Nafsu makan Keguguran Air kencing sapi berwarna merah Susu yang Demam Peningkatan frekuensi hingga sapi mengalami sesak pernafasan . Model system Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi a. Exalthya Sera e-ISSN: 2685-0877 Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nafsu Makan Kepincangan Kekakuan otot Kelumpuhan Ambruk Adanya leleran yang keluar dari hidng dan mata . Air liur keluar sangat . Demam Terdapat lesi berupa vesikel/lepuh atau erosi pada daerah mulut,lidah,gusi Kelenjar, terlihat jelas Kepincangan Ludah yang menjadi pajang seperti Susu yang Pembengkakan pada pergelangan Certainty factor mengoptimalkan proses diagnosa berdasarkan tingkat keyakinan (MB) dan ketidakyakinan (MD) terhadap suatu penyakit. Berikut adalah ilustrasi flowchart sistem pakar berbasis role-based certainty factor: Peternak: Memasukkan gejala yang dialami ternaknya. Sistem Pakar: Mengakses data MB (Measure of Belie. dan MD (Measure of Disbelie. dari basis pengetahuan. Admin/Dokter Hewan: Bertugas mengatur dan memvalidasi nilai MB dan MD. Perhitungan CF: Sistem menghitung CF (Certainty Facto. dengan rumus CF = MB - MD. Keputusan: CF dibandingkan untuk menentukan kemungkinan penyakit. Hasil: Diagnosa dan saran penanganan ditampilkan kepada peternak. 4 Sampel Data Uji Berikut sample data uji yang digunakan dalam proses pengujian sistem pakar. Data uji diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan dokter hewan, yang mencakup daftar gejala yang dialami oleh sapi beserta diagnosis penyakit menurut pakar. Setiap baris pada tabel merepresentasikan satu kasus uji, yang memuat gejala yang terdeteksi, serta jenis penyakit yang ditetapkan oleh pakar sebagai acuan kebenaran . round trut. Data ini digunakan untuk mengukur tingkat akurasi sistem dalam memberikan diagnosis, dengan cara membandingkan hasil diagnosis sistem terhadap hasil diagnosis pakar. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 648-661 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Tabel 4. Sample Data Uji Gejala Nafsu Makan Menurun, pembengkakan pada kelenjar susu dan Radang uterus Adanya leleran yang keluar dari hidung dan mata (Lakrimas. Air Liur berlebihan . Demam dan Kepincangan Nafsu Makan Menurun dan Pernapasan cepat Batuk. Demam. Mengalami kekurusan/penurunan berat badan. Nafsu Makan Menurun dan pergerakan tidak stabil Adanya leleran yang keluar dari hidung dan mata (Lakrimas. Mengalami kondisi lemah/lemas/sapi lebih sering berbaring, pembengkakan kelenjar getah bening pada beberapa bagian . ada, leher, dan alat kelami. dan Terjadinya pembengkakan pada persendian atau testes . Demam. Mengalami kondisi lemah/lemas/sapi lebih sering berbaring. Nafsu Makan Menurun. Ngorok dan Pernapasan cepat Air kencing sapi berwarna merah. Demam. Keguguran dan Nafsu Makan Menurun Mengalami kondisi lemah/lemas/sapi lebih sering berbaring, peningkatan frekuensi hingga sapi mengalami sesak pada pernafasan . dan Terdapat Lesi berupa vesikel/lepuh atau erosi pada daerah mulut, lidah, dan gusi Adanya leleran yang keluar dari hidung dan mata (Lakrimas. Air Liur Menggantung dan berbusa di lantai kandang dan Kotoran bercampur darah Adanya leleran yang keluar dari hidung dan mata (Lakrimas. Demam dan Mengalami kekurusan/penurunan berat badan Hasil Pakar Peradangan kelenjar air susu pada hewan (Mastiti. BEF (Bovine Ephermal Feve. Septichaemia Epizooticae . enyakit ngoro. TuberCulosos (TBC) BEF (Bovine Ephermal Feve. Septichaemia Epizooticae . enyakit ngoro. Leptospirosis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) BEF (Bovine Ephermal Feve. BEF (Bovine Ephermal Feve. Diare berdarah. Nafsu Makan Menurun dan Tidak terkoodinasi/sering tersandung/gemetar saat berjalan/tidak stabil Ambruk. Demam dan Gelisah sapi merasa sakit jika kelenjar susu di raba. Terjadinya kekejangan yang berlebihan bila ada sedikit rangsangan dari luar dan Terjadinya pembengkakan pada persendian atau testes . Air Liur berlebihan . Muntah dan Nafsu Makan Menurun pergerakan sapi tidak stabil, sapi merasa sakit jika kelenjar susu di raba dan susu yang di produksi berkurang Botulismus Batuk Parah. Muntah dan Pernapasan cepat TuberCulosos (TBC) Muntah. Ngorok dan sapi merasa sakit jika kelenjar susu di raba Paratuberkolosis Kotoran bercampur darah, luka pada kuku dan kukunya lepas dan Terlihat pembesaran Kelenjar Limfe . ebih besar dari ukuran bias. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Paratuberkolosis Antaraks (Radang Limp. Peradangan kelenjar air susu pada hewan (Mastiti. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Model system Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi a. Exalthya Sera e-ISSN: 2685-0877 Hasil dan Pembahasan 1 Antarmuka Pengguna . Antarmuka Data Gejala Gambar 4. Tampilan Halaman Data Gejala Antarmuka Data Gejala dirancang untuk memungkinkan admin atau pakar . okter hewa. memasukkan dan mengelola informasi gejala penyakit sapi yang digunakan dalam proses perhitungan Certainty Factor (CF). Antarmuka ini memudahkan proses Pengelolaan basis gejala oleh admin/pakar. Pembaruan dan validasi nilai MB/MD berdasarkan evaluasi . Antarmuka Data Penyakit Gambar 5. Tampilan Halaman Data Penyakit Antarmuka Data Penyakit digunakan oleh admin atau pakar . okter hewa. untuk memasukkan dan mengelola data penyakit yang terdapat dalam sistem pakar. Form ini memuat informasi penting yang menjadi acuan dalam proses diagnosis dan pemberian solusi terhadap penyakit sapi. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 648-661 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Antarmuka Diagnosis Gambar 6. Tampilan Halaman Diagnosis Antarmuka Diagnosis merupakan fitur utama dari sistem pakar yang dirancang untuk membantu peternak dalam mengidentifikasi penyakit sapi secara cepat, akurat, dan interaktif. Antarmuka ini berfungsi sebagai jembatan antara input gejala yang dialami sapi dan hasil diagnosis berdasarkan basis pengetahuan yang telah ditentukan oleh pakar. Antarmuka Chat / Tanya Jawab Antarmuka chat dirancang untuk memfasilitasi komunikasi langsung antara peternak dan dokter hewan / admin secara real time. Pada halaman ini, peternak dapat mengetikkan pertanyaan terkait kesehatan sapi, gejala yang diamati, atau tindak lanjut dari hasil diagnosis Dokter hewan dapat memberikan penjelasan, rekomendasi perawatan, atau instruksi pemeriksaan tambahan melalui chat yang sama. Gambar 7. Tampilan Halaman Antarmuka Chat Model system Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi a. Exalthya Sera e-ISSN: 2685-0877 2 Pengujian system Berikut hasil pengujian sistem pakar dengan membandingkan diagnosis penyakit sapi menurut pakar dengan hasil diagnosis yang diberikan oleh sistem. Data yang digunakan meliputi gejala-gejala yang terdeteksi pada sapi, diagnosis penyakit dari pakar sebagai acuan kebenaran . round trut. , dan diagnosis yang dihasilkan oleh sistem pakar. Perbandingan ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi dan reliabilitas sistem dalam meniru proses pengambilan keputusan seorang pakar. Apabila hasil diagnosis sistem sesuai dengan diagnosis pakar, maka kasus tersebut dikategorikan sebagai AusesuaiAy, sedangkan jika berbeda maka dikategorikan sebagai Autidak sesuaiAy. Tabel 5. Pengujian Sistem Gejala Hasil Pakar (Dokter Hewa. Nafsu Makan Menurun, pembengkakan pada kelenjar susu dan Radang uterus Peradangan kelenjar air susu pada hewan (Mastiti. Adanya leleran yang keluar dari hidung dan mata (Lakrimas. Air Liur berlebihan . Demam dan Kepincangan BEF (Bovine Ephermal Feve. Nafsu Makan Menurun dan Pernapasan Septichaemia Epizooticae . enyakit Batuk. Demam. Mengalami kekurusan/penurunan berat badan. Nafsu Makan Menurun dan pergerakan tidak stabil Adanya leleran yang keluar dari hidung dan mata (Lakrimas. Mengalami kondisi lemah/lemas/sapi lebih sering berbaring, pembengkakan kelenjar getah bening pada beberapa bagian . ada, leher, dan alat kelami. dan Terjadinya pembengkakan pada persendian atau testes . Demam. Mengalami kondisi lemah/lemas/sapi lebih sering berbaring. Nafsu Makan Menurun. Ngorok dan Pernapasan cepat Air kencing sapi berwarna merah. Demam. Keguguran dan Nafsu Makan Menurun Mengalami kondisi lemah/lemas/sapi lebih sering berbaring, peningkatan frekuensi hingga sapi mengalami sesak pada pernafasan . dan Terdapat Lesi berupa vesikel/lepuh atau erosi pada daerah mulut, lidah, dan gusi Adanya leleran yang keluar dari hidung dan mata (Lakrimas. Air Liur Menggantung dan berbusa di lantai kandang dan Kotoran bercampur darah TuberCulosos (TBC) Hasil dari Aplikasi Sistem Pakar Peradangan kelenjar air susu pada hewan (Mastiti. BEF (Bovine Ephermal Feve. Septichaemia Epizooticae . enyakit TuberCulosos (TBC) Kategori Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai BEF (Bovine Ephermal Feve. BEF (Bovine Ephermal Feve. Sesuai Septichaemia Epizooticae . enyakit Septichaemia Epizooticae . enyakit Sesuai Leptospirosis Leptospirosis Sesuai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Sesuai BEF (Bovine Ephermal Feve. BEF (Bovine Ephermal Feve. Sesuai Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 648-661 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Gejala Adanya leleran yang keluar dari hidung dan mata (Lakrimas. Demam dan Mengalami kekurusan/penurunan berat Diare berdarah. Nafsu Makan Menurun dan Tidak terkoodinasi/sering tersandung/gemetar saat berjalan/tidak Hasil Pakar (Dokter Hewa. Hasil dari Aplikasi Sistem Pakar Kategori BEF (Bovine Ephermal Feve. BEF (Bovine Ephermal Feve. Sesuai Paratuberkolosis Botulismus Tidak Sesuai Ambruk. Demam dan Gelisah Antaraks (Radang Limp. BEF (Bovine Ephermal Feve. Tidak Sesuai sapi merasa sakit jika kelenjar susu di raba. Terjadinya kekejangan yang berlebihan bila ada sedikit rangsangan dari luar dan Terjadinya pembengkakan pada persendian atau testes . Peradangan kelenjar air susu pada hewan (Mastiti. Peradangan kelenjar air susu pada hewan (Mastiti. Sesuai Air Liur berlebihan . Muntah dan Nafsu Makan Menurun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pergerakan sapi tidak stabil, sapi merasa sakit jika kelenjar susu di raba dan susu yang di produksi berkurang Batuk Parah. Muntah dan Pernapasan Muntah. Ngorok dan sapi merasa sakit jika kelenjar susu di raba Kotoran bercampur darah, luka pada kuku dan kukunya lepas dan Terlihat pembesaran Kelenjar Limfe . ebih besar dari ukuran bias. BEF (Bovine Ephermal Feve. Tidak Sesuai Botulismus Botulismus Sesuai TuberCulosos (TBC) TuberCulosos (TBC) Sesuai Paratuberkolosis Paratuberkolosis Sesuai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Sesuai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Berdasarkan hasil perbandingan antara pakar dengan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Sapi Dengan Metode Certainty Factor di dapat hasil dari 19 data pengujian sistem pakar terdapat 3 data dengan kategori AuTidak SesuaiAy dan 16 data dengan kategori AuSesuaiAy atau sama dengan pakar sehingga di dapat persentase dengan hitungan: Dari rumus di atas maka didapatkanlah hasil persentase dari pakar sebesar 84,21% dari data yang sesuai dengan pengujian. 3 Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap 19 data uji, diperoleh bahwa sebanyak 16 data . ,21%) menunjukkan hasil diagnosis sistem pakar yang sesuai dengan diagnosis pakar, sedangkan 3 data . ,79%) masuk dalam kategori tidak sesuai. Ketidaksesuaian ini umumnya disebabkan oleh kemiripan gejala antar penyakit, sehingga sistem memberikan diagnosis pada penyakit dengan tingkat keyakinan yang lebih tinggi, meskipun pakar menentukan penyakit lain. Faktor lain yang mempengaruhi adalah perbedaan interpretasi terhadap tingkat keparahan atau kombinasi gejala tertentu antara sistem dan pakar. Meskipun demikian, tingkat kesesuaian yang tinggi menunjukkan bahwa sistem pakar yang dibangun memiliki kemampuan yang cukup baik dalam meniru proses pengambilan keputusan pakar dan dapat diandalkan sebagai alat bantu diagnosis awal bagi peternak. Model system Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi a. Exalthya Sera e-ISSN: 2685-0877 Jika dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya terkait sistem pakar menggunakan metode Certainty Factor menunjukkan bahwa hasilnya saling mendukung dengan tingkat akurasi yang baik. Misalnya, . mencatat akurasi sebesar 100%, dan . dengan akurasi 93,55%. Hal ini menunjukkan bahwa metode Certainty Factor layak digunakan untuk system pakar. Simpulan Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem pakar berbasis metode Certainty Factor untuk membantu peternak dalam mendiagnosis penyakit sapi secara mandiri. Sistem dilengkapi dengan antarmuka yang memudahkan input data gejala, data penyakit, proses diagnosis, serta fitur chat untuk konsultasi langsung dengan dokter hewan. Berdasarkan pengujian terhadap 19 data uji, sistem mencapai tingkat kesesuaian diagnosis sebesar 84,21% dengan hasil diagnosis pakar, sementara 15,79% data menunjukkan perbedaan hasil akibat kemiripan gejala dan perbedaan interpretasi tingkat keparahan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi yang cukup baik dan layak digunakan sebagai alat bantu diagnosis awal, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan hewan. Dengan adanya sistem ini, penanganan penyakit sapi dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efisien, sehingga dapat mengurangi kerugian ekonomi bagi peternak. Daftar Referensi . Maulida. Muryani, and N. Faristiana. AuDampak Perkembangan Teknologi Pertanian Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Kabupaten Madiun,Ay Student Scientific Creativity Journal, vol. 1, no. 4, pp. 349Ae365. Jun. 2023, doi: 10. 55606/sscjamik. Tatipikalawan. Sangadji, and P. Ririmasse. AuPotensi Sosial Ekonomi Dan Peran Peternakan Sapi Tradisonal Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Di Kabupaten Buru Provinsi Maluku,Ay Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak Dan Tanaman, vol. 10, no. 1, pp. 29Ae 37. Apr. 2022, doi: 10. 30598/ajitt. Widiarta. Qamara, and H. Mayulu. AuStudi Sosial Ekonomi Pengelolaan Limbah Ternak Sapi sebagai Energi Terbarukan dan Pupuk Organik dalam Kerangka Circular Economy,Ay e-journals2. id, vol. 27, no. 2, pp. Apr. 2025, doi: 30872/jfor. Mustofa. Kasih, and I. Farida. AuPenerapan Metode Certainty Factor dan Fuzzy Logic Mendiagnosis Penyakit Parasit Hewan Ternak,Ay id,vol. 4, no. 1, pp. Jan. 2025, doi: 10. 29407/ywmcby92. Mahbub. Mulyani, and T. Ramadhan. AuOptimisasi Model Convolutional Neural Network Untuk Klasifikasi Penyakit Lumpy Skin Pada Sapi,Ay Mahbub | JEIS: Jurnal Elektro Dan Informatika Swadharma, vol. 5, no. 2, pp. Jul. 2025, doi: 56486/jeis. Sastypratiwi and R. Nyoto. AuAnalisis data artikel sistem pakar menggunakan metode systematic review,Ay Jurnal Edukasi Dan Penelitian Informatika (JEPIN), vol. 6, no. 2, p. Aug. 2020, doi: 10. 26418/jp. Bangun. Erwansyah, and E. Elfritiani. AuSistem pakar mendiagnosa penyakit mastitis menggunakan metode certainty factor,Ay Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD), vol. 1, no. 2, p. Mar. 2022, doi: 10. 53513/jursi. Sukiakhy. Zulfan, and O. Aulia. AuPenerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Mental Pada Anak Berbasis Web,Ay Cyberspace Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, vol. 6, no. 2, p. Oct. 2022, doi: 22373/cj. Wahyuni and P. Hasugian. AuSistem pakar mendiagnosa penyakit ayam kampung menggunakan metode certainty factor,Ay Jurnal Sains Dan Teknologi, vol. 3, no. 2, pp. 60Ae 65. Jan. 2022, doi: 10. 55338/saintek. Putri. Siregar. Perwitasari, and S. Mayasari. AuSistem Pakar Diagnostik Penyakit Pohon Aren dengan Pendekatan Certainty Factor,Ay Jurnal Minfo Polgan, vol. 2, pp. 1789Ae1799. Nov. 2024, doi: 10. 33395/jmp. Carascaya and F. Bisilisin. AuSistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Rumput Laut Dengan Metode Certainty Factor,Ay JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatik. , vol. 4, pp. 7075Ae7082. May 2025, doi: 10. 36040/jati. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 648-661 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Wardani. Siagian, and M. Ihsan. AuSistem pakar untuk diagnosa penyakit sapi menggunakan metode Bayes,Ay Building of Informatics Technology and Science (BITS), vol. 4, no. 2, pp. 413Ae421. Sep. 2022, doi: 10. 47065/bits. Puspitarani. Andini. Masitoh. Pranatawijaya, and R. Priskila. AuImplementasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Sapi Berbasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining,Ay Jurnal Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, vol. 12, no. Aug. 2024, doi: 10. 23960/jitet. Kharisma and R. Hakim. AuSistem pakar diagnosa penyakit sapi menggunakan metode certainty factor berbasis web,Ay e-Jurnal JUSITI (Jurnal Sistem Informasi Dan Teknologi Informas. , vol. 11, no. 01, pp. 36Ae46. Apr. 2022, doi: 10. 36774/jusiti. Ramadani. Sirait. Cahyani, and B. Ghazali. AuPenyuluhan Sistem Pakar untuk Mendeteksi Penyakit pada Sapi Menggunakan Metode Backward Chaining,Ay Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ika Bina, vol. 2, no. 1, pp. Jul. Prayogo. Srirahayu, & I. Oktaviani. AuSistem Pakar Dengan Metode Forward Chaining Dalam Menentukan Penyakit Pada Sapi Berbasis WebAy. Jutisi: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi, vol. 13, no. 2, pp. 1196-1205, 2024. Rohman, & F. Sulianta. AuSistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit pada Ayam Petelur Menggunakan Metode Certainty FactorAy. Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer, vol. 2, pp. 789-799, 2023. Sari and A. Purnomo. AuSistem pakar diagnosa infeksi virus pada kucing menggunakan metode certainty factor,Ay Informatics and Artificial Intelligence Journal, vol. 1, no. 2, pp. 49-58, 2024. Model system Pakar Pendiagnosis Penyakit Pada Sapi a. Exalthya Sera