Jurnal DEDIKASI id/dedikasi PENGARUH PENERAPAN PENILAIAN DIRI (SELF ASSESSMENT) DALAM MEMBENTUK KEBIASAAN BERPIKIR PRODUKTIF (HABITAoS OF MIND) SISWA Ratih Permana Sari 1. Sri Setiawaty 2 Program Studi Pendidikan Kimia. Fakultas KIP. Universitas Samudra. Langsa Jl. Meurandeh Kec. Langsa Lama. Langsa, email: ratihps@unsam. Program Studi Pendidikan Kimia. Fakultas KIP. Universitas Malikussaleh Jl. Cot Teungku Nie Reuluet Aceh Utara, email: srisetiawaty. unimal@gmail. Abstract: Balancing the mental and individual skills of individuals to learn about everything they want or need to do with their lives is one thing that matters for the real purpose of education. One effort that can be done is to train and develop students' productive thinking habits through an application of formative assessment that can monitor the development of students. This study aims to determine the effect of the application of self-assessment in the form of productive thinking habits of students applied to the subject matter of the colloidal system. The research method using quasi experiment with "Nonequivalent Control Group Pretest-posttest Design" design involves 2 classes that come from class XI IPA 6 as experimental class and XI IPA 11 as control class. The data used is descriptive quantitative. The results showed that the application of self-assessment on classroom and laboratory learning for the experimental and control class has shown a good percentage achievement in each indicator habits of mind trained although some indicators need to be improved. For each indicator of productive thinking habits . elf regulation, critical thinking and creative thinkin. the experimental and control classes experienced better improvement after the application of self-assessment. The result of correlation between self-assessment toward productive thinking habits for experiment class and control class shows that there is significant relation indicated by rhitung> r table that is 0,362> 0,301. Keywords : Self-Assessment. Habits of Mind. Colloidal System Abstrak: Menyeimbangkan kemampuan mental dan keterampilan individu untuk belajar mengenai segala hal yang mereka inginkan atau mereka butuhkan yang berkaitan dengan hidupnya merupakan satu hal yang penting bagi tujuan pendidikan yang sebenarnya. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melatihkan dan mengembangkan kebiasaan berpikir produktif siswa melalui sebuah penerapan asesmen formatif yang dapat memonitor perkembangkan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan penilaiandiri dalam membentuk kebiasaan berpikir produktifsiswa yang diaplikasikan pada materi pokok sistem koloid. Metode penelitian menggunakan eksperimen kuasi dengan desain AuNon-equivalent Control Group Pretest-posttest DesignAy melibatkan 2 kelas yang berasal dari kelas XI IPA 6 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 11 sebagai kelas kontrol. Data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian diri pada pembelajaran kelas maupun laboratorium untuk kelas eksperimen dan kontrol sudah menunjukkan capaian presentase yang baik pada masing-masing indikator kebiasaan berpikir produktif yang dilatihkan meskipun ada beberapa indikator perlu ditingkatkan. Untuk masing-masing indikator kebiasaan berpikir produktif . egulasi diri, berpikir kritis dan berpikir kreati. kelas eksperimen maupun kontrol mengalami peningkatan lebih baik setelah penerapan penilaian diri. Hasil korelasi antara penilaian diri terhadap indikator kebiasaan berpikir produktif untuk kelas ekperimen dan kelas kontrol sama-sama menunjukkan terdapat hubungan signifikan ditandai dengan rhitung> r tabel yaitu 0,362 > 0,301. Kata kunci : Penilaian Diri. Kebiasaan Berpikir Produktif. Sistem Koloid Tujuan yang paling penting dari pendidikan mengenai segala hal yang mereka inginkan atau sebenarnya adalah mengembangkan kebiasaan mereka butuhkan untuk memahami segala sesuatu mental yang memungkinkan individu untuk belajar yang berkaitan dengan hidupnya. Setiap individu Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi dalam hidupnya akan berhadapan dengan berbagai masalah, baik masalah akademik maupun pribadi. Pertanyaannya adalah, melalui apa kebiasaan Kadang-kadang masalah itu sederhana dan mudah berfikir produktifini dilatihkan dan dikembangkan? diatasi, akan tetapi sering juga masalah tersebut Penilaian diri merupakan bagian dari asesmen sulit diatasi. formatif yang diinterpretasikan sebagai semua Dalam situasi ketika seorang individu tidak kegiatan yang berkaitan dengan aktifitas yang dilakukan guru dan siswa yang dapat menyediakan informasi yang mana informasi ini dapat mengatasinya, dalam arti tidak hanya mengetahui bentuk permasalahan memperbaiki dan memodifikasi aktifitas belajar tetapi juga mengetahui bagaimana harus bertindak dan berpikir dalam mengajar (Black dan William, 1. Fakta di lapangan di berbagai jenjang Kemampuan berperilaku cerdas tersebut disebut pendidikan masih terbatas guru yang melakukan sebagai berpikir produktif (Costa dan Kallic k, asesmen formatif yang terjadi dalam proses belajar, yang sering dilakukan adalah menilai hasil belajar Kemampuan . enilaian Setelah produktifseorang individu dapat digali, dilatih, dikembangkan dan dibentuk menjadi lebih baik. memberikan tes pada siswa. Hasil belajar siswa Penelitian Cheung dan Hew . menunjukkan yang diperoleh melalui tes seringkali tidak indikator Aumenyadari pemikirannya sendiriAy dan ditindaklanjuti guru dengan menganalisis hasil Aubersifat terbukaAy dalam Kebiasaan berfikir belajar siswa untuk mengetahui indikator apa yang produktifbisa digali melalui partisipasi mahasiswa belum dicapai siswa, siswa mana saja yang pada pembelajaran melalui internet dibandingkan mendapat nilai kurang, apa penyebabnya dan indikator lainnya. Carter, et al. , . dalam bagaimana menanggulanginya. bukunya berjudul Keys to Effective Learning Developing Penerapan penilaian diri tidak lepas dari Powerfull proses pembelajaran, oleh karena itu diperlukan strategi untuk menggali, mengembangkan dan membentuk kebiasaan berfikir produktifseseorang. implementasi penilaian diri diterapkan pada materi Mencermati indikator-indikator yang telah pokok sistem koloid. Pokok bahasan sistem koloid dikembangkan oleh Marzano . , dirasakan diambil karena melihat beberapa aspek. Pertama, perlu untuk melatihkan indikator-indikator tersebut pembelajaran ini terdiri dari pembelajaran kelas kepada siswa dalam upaya membentuk perilaku dan laboratorium yang berpotensi untuk penerapan bertindak cerdas agar mereka sukses dalam penilaian diri yang bervariasi. Kedua. Secara akademik, pekerjaan dan hubungan sosial sebagai tradisional dalam pembelajaran koloid metode Pada Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi yang digunakan hanya sebatas menulis dan KAJIAN PUSTAKA berbicara atau paling tinggi mendemontrasinya, hal Penilaian diri merupakan bagian dari asesmen tersebut sesuai hasil penelitian (Susanti, 2. formatif yang diinterpretasikan sebagai semua Padahal terdapat tugas-tugas yang dapat diterapkan kegiatan yang berkaitan dengan aktifitas yang penilaian diri, terutama dalam kegiatan praktikum dilakukan guru dan siswa yang dapat menyediakan . inerja praktikum, presentasi kelompok dan informasi yang mana informasi ini dapat membuat laporan praktikum atau jurnal praktiku. yang umumnya masih diberlakukan sebagai tugas memperbaiki dan memodifikasi aktifitas belajar sumatif sehingga kurang memberi kesempatan mengajar (Black dan William, 1. kepada siswa untuk memperbaiki kinerjanya. Kebiasaan berfikir produktif dikembangkan Ketiga, karena ini merupakan materi terakhir siswa oleh Marzano . dalam dimensi pembelajaran tentu sudah dilatih pada saat melakukan praktikum yang meliputi: sikap dan persepsi terhadap belajar dalam hal ini kerja ilmiah . bservasi, klasifikasi, . imensi mengintegrasikan pengetahuan . imensi kedu. , percobaan, menerapkan konsep dan yang lainny. , memperluas dan menghaluskan pengetahuan namun sejauh mana pembekalan pembelajaran . imensi ketig. , menggunakan pengetahuan tersebut dapat membentuk Kebiasaan berfikir produktifsiswa belumlah diketahui. Keempat, manfaatkan kebiasaan berfikir produktif. Dimensi konsep materi ini sering dianggap mata pelajaran pertama dan kelima menjadi faktor penting yang yang sulit, tidak menarik dan berkaitan dengan harus dipertimbangkan dalam proses belajar, hafalan (Luh, 2. Menurut penelitian yang karena kedua dimensi tersebut menjadi penentu dilakukan Luh . konsep koloid termasuk keberhasilan dari dimensi-dimensi yang lainnya. dalam materi kimia yang siswanya masih sulit Oleh karena itu pembekalan kebiasaan berfikir untuk memahami karena sifatnya mikroskopis produktifmenjadi hal yang menjadi penekanan untuk dikaji pada penelitian ini. menyelesaikan permasalahan penilaian diri pada penelitian ini berupaya menghilangkan atau setidaknya mengurangi kesan siswa terhadap konsep koloid seperti yang disebutkan di atas. imensi METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Langsa pada kelas XI semester genap tahun ajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan enam kali pertemuan dari awal materi sampai materi selesai, pertemuan terdiri dari satu kali untuk pembiasaan Berdasarkan paparan di atas, maka peneliti perlu melihat pengaruh penerapan penilaian diri yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Penerapan dan lima kali untuk proses pembelajaran. Pemilihan subjek penelitian ini dilaksanakan di satu kelas siswa kelas XI yaitu XI IPA 6 dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dari 12 Purposive Sampling merupakan teknik Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi pengambilan sampel atas pertimbangan tertentu pada jawaban yang sesuai . a atau tida. atau (Sugiyono, 2. Pertimbangan dalam hal ini berupa check list. Tabel berisi 15 pertanyaan yaitu pihak sekolah yang menentukan kelas untuk berkaitan dengan indikator kebiasaan berfikir dimungkinkannya peneliti untuk memilih sampel secara acak. pertanyaan ini merupakan jabaran dari indikator Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pre-experimental design. Penelitian pre-eksperimen. Pertanyaan- kebiasaan berfikir produktif. Data hasil penelusuran kebiasaan berfikir mengetahuihubungan diberikannya perlakukan rubrikkebiasaan berfikir produktifdari Marzano dan sampel dipilih secara random. Sedangkan . Rubrikmenetapkan nilai tertinggi empat rancangan penelitian yang digunakan dalam dan terendah satu. Pengolahan dan analisis data penelitian ini adalah the one-group pre test-post kebiasaan berfikir produktifdilakukan dengan test design, yaitu penelitian yang diberikan untuk satu kelompok dengan memberikan pretest produktifawal dan akhir. Untuk mengetahui maupun posttest sebelum dan sesudah diberi digunakan rumus N-Gain (Meltzer, 2. sebagai Pada penelitian ini instrumen pertama yang Rekapitulasi data normalitas, homogenitas digunakan adalah Rubrik penelusuran kebiasaan dan uji beda rerata dapat dilihat pada Lampiran 15. berfikir produktifdiadopsi dan dikembangkan dari N-Gain = [ Marzano . dan Sriyati . Rubrik ini Keterangan: = HoM awal = HoM akhir NMAX = HoM ideal terdiri dari beberapa pertanyaan yang tediri dari tiga kategori regulasi diri, berfikir kreatif dan berfikir kritis. Pernyataan kebiasaan berfikir menggunakan interval tertinggi . menuju terendah . Lembar rubrik diisi oleh seluruh siswa yang terlibat dalam penelitian. Pengisiaan rubrik dilakukan dengan cara memberikan tanda silang pada kolom interval untuk mendeskripsikan pembentukan kebiasaan berfikir produktifsiswa sebelum dan setelah proses pembelajaran. Instrumen observasi presentasi kelompok yang berupa tabel Data untuk menghitung korelasi diperoleh masing-masing komponen asesmen formatif yang diperoleh dari angket siswa dan skor N-Gain kemampuan kebiasaan berfikir produktif. Rumus korelasi Pearson/Kendal dan Spearman pada program SPSS 17 for windows digunakan untuk menganalisis data korelasi tersebut dengan mencocokkan hasil pada kategori korelasi menurut Sugiyono . dapat dilihat pada Tabel 1. sebagai berikut. yang diisi dengan cara memberi tandan centang (O. Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi masing kelas, maka diperoleh N-Gain kebiasaan Tabel 1. Kriteria koefisien Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00-0,199 Sangat Rendah 0,20-0,399 Rendah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-1,00 Sangat Kuat berfikir produktif siswa kelas kontrol sebesar 0,34 yang termasuk ke dalam kategori sedang dan NGain kelas eksperimen sebesar 0,47 yang termasuk ke dalam kategori sedang. Setiap indikator kebiasaan berfikir produktif . egulasi diri, berfikir kritis dan berfikir kreati. penerapan asesmen formatif. Capaian N-gain pada Sedangkan untuk derajat signifikansi dua kelas eksperimen tertinggi terdapat pada kategori variable dapat dianalisis dengan ketentuan sebagai regulasi diri . , selanjutnya diikuti dengan berfikir kritis . dan berfikir kreatif . Jika signifikansi >0,05, maka hubungan kedua variabel signifikan. Sedangkan pada kelas kontrol capaian N-gain tertinggi terdapat pada kategori regulasi diri . Jika signifikansi <0,05, maka hubungan kedua variabel tidak signifikan. selanjutnya diikuti dengan berfikir kritis . dan berfikir kreatif . Uji regresi digunakan untuk menganalisis Berdasarkan hasil uji hipotesis bahwa berapa besar pengaruh penerapan asesmen formatif penelusuran kebiasaan berfikir produktif siswa pada taraf signifikansi 0,05 diperoleh thitung sebesar mengamati nilai output SPPS versi 17 pada 3,890dan p . -taile. = 0,000. Oleh karena p < Standardized Coefficients untuk menganalisi besar 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak, atau N- kontribusi masing-masing dari data penelitian. Gainrubrik awal dan akhir penelusuran kebiasaan untuk melihat berfikir produktif siswa tidak sama. Penerapan determinasi (R. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kebiasaan bahan dalam bentuk media power point Berpikir Produktif Siswa N-Gain Bentuk penerapan penilaian diri yang diberikan kepada siswa yaitu penyiapan bahan siswa diperoleh dari gain presentasi dalam bentuk media power point. Siswa diberikan waktu minimal seminggu sebelum dinormalisasi (N-Gai. dengan cara mengurangi skor rubrik akhir dengan skor tes awal, kemudian mengkonsultasikan bahan presentasi yang akan dibagi skor maksimal ideal dan dikurangi skor tes ditampilkan nanti. Berdasarkan pada analisis data pada masingVolume 1. No. Juli 2017 Hasil analisis terhadap persiapan bahan Jurnal DEDIKASI id/dedikasi presentasi menunjukan bahwa pada kekurangan Hasil analisis data menunjukkan capaian pada tugas ini terjadi pada penjelasan definisi . %) dan contoh-contoh submateri koloid yang telah ditentukan . %). Untuk bagian komponen persentasi kelompok tergolong baik sekali dengan dari kelengkapan penyajian seperti tujuan sudah rata-rata 90% pada semua indikator kebiasaan menunjukkan sesuai dengan submateri yang telah berfikir produktif. Melalui tugas presentasi ditentukan yaitu sebanyak 90%, pembahasan kelompok yang diterapkan setiap kelompok siswa submateri sebanyak 85%, pada penulisan daftar berupaya menampilkan bahan presentasi dengan pustaka masing-masing kelompok sudah mampu menulis tata cara penulisan seperti yang telah Untuk kelas eksperimen capaian disepakati dengan persentase sebanyak 90% dan presentase yang masih perlu ditingkatkan adalah indikator cara penyajian presentasi power point masing-masing kelompok telah mampu mengurutkan penyajian yang termasuk kategori berfikir kreatif berdasarkan yang telah disepakati yaitu sebanyak pembuatan media power point yang penuh ide Meskipun tidak ada kelompok dari kelas . %) dan berbeda dari yang umum . %). Untuk sampel yang sempurna, namun tulisan bahan kelas kontrol capaian presentase yang masih perlu presentasi dalam bentuk power point sudah menarik, mengerti dan mudah dibaca dengan bahasa presentasi yang termasuk kategori persentase sebanyak 80%. regulasi diri untuk sistematik . %), cara penyajian presentasi power point yang termasuk Asesmen kategori berfikir kreatif untuk sistematik . %), pembuatan media power point yang penuh ide Pada tahap presentasi kelompok, setiap . %) dan berbeda dari yang umum . %). kelompok menyampaikan bahan presentasi sesuai materi masing-masing yang telah ditetapkan. Kegiatan memberi kesempatan dalam melakukan penilaian diri sendiri pada kelompok yang tampil dan Semua kelompok siswa wajib mengetahui indikatorAe indikator yang menjadi indikator penilaian dalam lembar observasi presentasi dengan tujuan agar siswa secara berkelompok dapat berlatih dan Terdapat kecenderungan penyajian bahan presentasi ini semakin baik pada kelompok yang maju belakangan, mereka belajar dari kelompok kelompok-kelompok berikutnya lebih baik dalam semua kategori kebiasaan berfikir produktif yang terdapat pada lembar observasi presentasi. Adapun kemampuan berpikir produktif siswa pada saat penyampaian presentasi seperti di bawah ini: mengembangkan indikator kebiasaan berfikir produktifsecara fokus terhadap semua materi yang telah disampaikan melalui kegiatan presentasi. Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi Pengaruh Penerapan Penilaian DiriDalam Membentuk Kebiasaan Berfikir Produktif Persentase (%) (KBP) Efektifikasi penerapan asesmen formatif terhadap kebiasaan berfikir produktif salah satunya diridalam membentuk kebiasaan berfikir produktif Untuk mengetahui besarnya konstribusi penilaian diri terhadap kebiasaan berfikir produktif dilakukan uji korelasi dengan mengkorelasikan Indikator KBP angket siswa dengan nilai KBP akhir. Hasil uji Gambar 1. KBP yang dikembangkan pada kelompok kelas sampel dan capaian presentasenya korelasi penilaian diri terhadap KBP untuk kelas Persentase (%) sampel tercantum pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Korelasi asesmen formatif terhadap KBP untuk kelas sampel i Kelompok Gambar 2. Profil capaian kinerja kelompok pada asesmen formatif berupa presentasi Berdasarkan grafik di atas, profil capaian tiap kelompok pada kelompok eksperimen untuk kegiatan presentasi kelompok menunjukkan bahwa pada awal penampilan . elompok I dan II) capaian indikator kebiasaan berfikir produktif adalah sebesar 96% dan 86%. Untuk kelompok I memperoleh nilai yang paling tinggi dikarenakan Variabel r table 0,362** 0,301 Keterangan KBPPenilaian Signifikan Tabel 2. menunjukkan bahwa r hitung untuk kelas eksperimen yang signifikan pada KBPPenilaian diri karena r hitung Ou r table dengan harga r hitungnya sebesar 0,362 keduanya memiliki harga r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,301. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara KBP dengan penilaian diri. anggota kelompok ini berusaha maksimal dalam menampilkan presentasi yang terbaik. Kelompokkelompok yang tampil berikutnya memperoleh Pengaruh penilaian diri terhadap masing- capaian kinerja yang meningkat kecuali kelompok masing KBP terakhir dikarenakan submateri yang diberikan Untuk Mendeskripsikan besarnya pengaruh menurut anggota kelompoknya agak susah untuk komponen penilaian diri terhadap masing-masing Namun capaian kinerja masing-masing kategori KBP . egulasi diri, berfikir kritis dan kelompok i. IV dan V menunjukkan nilai yang berfikir kreati. maka dilakukan uji regresi. Untuk bagus yaitu berturut 88%, 94% dan 91%. melihat efektifitas pengaruh penilaian diri terhadap Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi kategori KBP tercantum pada Tabel 3. Hasil analisis penerapan penilaian diri Tabel 3. Pengaruh Komponen Penilaian diri berdasarkan signifikansi a= 0,05 terhadap Kategori KBP Penilaian diri sendiri . KBP Persentase Pengaruh penyiapan bahan presentasi dimana kelas penulisan materi sistem koloid, namun terdapat kekurangan pada penjelasan Regulasi Diri 0,413 32,6% Berfikir Kritis Berfikir Kreatif 0,136 0,058 16,9% 8,9% submateri koloid yang telah ditentukan . %) contoh-contoh . %). Tabel 3. menunjukkan bahwa terdapat Hasil korelasi antara asesmen formatif pengaruh yang signifikan antara penilaian diri terhadap indikator kebiasaan berfikir dengan semua indikator kemampuan berpikir produktif ditandai dengan nilai probabilitas diatas menunjukkan terdapat hubungan yang 0,05. pembentukan kategori regulasi diri, berfikir signifikan antara KBP dengan penilaian krtitis dan berfikir kreatif. diri ditandai dengan nilai r hitung 0,. Ou r tabel . KESIMPULAN DAN SARAN Penerapan penilaian diri berpengaruh Kesimpulan paling besar terhadap kategori regulasi Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan produktif setelah penerapan asesmen formatif yang berupa umpan balik, penilaian diri sendiri dan diri yaitu 32,6%. Disusul kemudian kategori berfikir kritissebesar 16,9% dan 8,9%. Saran penilaian teman sebaya. Secara khusus dapat DAFTAR PUSTAKA