ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Desember, 2025, pp. 191Oe203 E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423. DOI:10. ye Video Storytelling as an Effective Strategy for College Brand Awareness Video Storytelling sebagai Strategi Efektif Brand Awareness Perguruan Tinggi Rilla Gantino1 . Desy Apriani2 . Fanani Islamia Ningrum3* Kamal Arif Al-Farouqi5 . Rifqi Fahrudin4 , . Bintang Nanda Henry6 1 Faculty of Economics and Business. Esa Unggul University. Indonesia 2,3,6 Faculty of Science and Technology. University of Raharja. Indonesia 4 Faculty of Information Technology. Catur Insan Cendekia University. Indonesia 5 Eduaward Incorporation. United Kingdom1 rilla. gantino@esaunggul. id, 2 desy@raharja. info, 3 fanani@raharja. 4 rifqi. fahrudin@cic. id, 5 al. farouqi@eduvard. com, 6 bintang. nandana@raharja. *Corresponding Author Article Info ABSTRACT Article history: The increasing level of competition among higher education institutions demands the adoption of more creative marketing strategies that are relevant to the needs of prospective students, particularly in the digital era dominated by visual content consumption. This study aims to design an effective storytelling-based video content creation strategy model to enhance university brand awareness. The research employs a descriptive qualitative method with a case study approach at University of Raharja. Data were collected through in-depth interviews with the marketing team, as well as an analysis of previously published video content to serve as evaluation material and to strengthen the findings. The results of the strategic design indicate that an effective approach is built upon three main pillars a deep understanding of prospective student personalities, the development of narrative storylines that reflect the institutionAos identity and unique values, and the consistent distribution of content across various digital platforms. The storytelling approach focuses on crafting narratives that showcase authentic student and alumni experiences, inspirational stories from lecturers, and the universityAos contributions to society through research and community service activities. Such narrative-driven content has proven to be more capable of creating emotional engagement compared to promotional content that is purely informative and formal. The comprehensive implementation of this strategy is expected to increase top-of-mind awareness and strengthen prospective studentsAo preferences toward the institution. This study provides practical contributions for higher education institutions in developing more effective digital communication strategies that are aligned with the needs of modern, digitally oriented Penyerahan Juli 18, 2025 Revisi September 16, 2025 Diterima Desember 9, 2025 Diterbitkan Desember 17, 2025 Keywords: Storytelling Brand Awareness Higher Education Content Creation Engagement Kata Kunci: Bercerita Brand Awareness Pendidikan Tinggi Pembuatan Konten Keterlibatan This is an open access article under the CC BY 4. 0 license. ABSTRAK Peningkatan daya saing antar perguruan tinggi menuntut adanya strategi pemasaran yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan calon mahasiswa, terutama pada era digital yang didominasi oleh konsumsi konten visual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model strategi video content creation berbasis storytelling yang efektif dalam meningkatkan Journal homepage: https://adi-journal. org/index. php/abdi ye E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 brand awareness perguruan tinggi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada Universitas Raharja. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tim marketing serta analisis terhadap konten video yang telah dipublikasikan sebagai bahan evaluasi dan penguatan temuan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa strategi yang efektif bertumpu pada tiga pilar utama yaitu pemahaman mendalam mengenai personal calon mahasiswa, penyusunan alur cerita yang menggambarkan identitas dan nilai unik perguruan tinggi, serta distribusi konten secara konsisten pada berbagai platform digital. Pendekatan storytelling difokuskan pada pengembangan narasi yang menampilkan pengalaman autentik mahasiswa dan alumni, kisah inspiratif para dosen, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat melalui kegiatan penelitian dan pengabdian. Penggunaan narasi semacam ini terbukti lebih mampu menciptakan kedekatan emosional dibandingkan konten promosi yang bersifat informatif dan formal. Implementasi strategi secara menyeluruh diharapkan dapat meningkatkan top of mind awareness serta memperkuat preferensi calon mahasiswa terhadap institusi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan strategi komunikasi digital yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan audiens generasi modern. This is an open access article under the CC BY 4. 0 license. DOI: https://doi. org/10. 34306/abdi. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah CC-BY license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. APenulis memegang semua hak cipta PENDAHULUAN Sektor pendidikan tinggi di Indonesia berada dalam lingkungan persaingan yang semakin ketat seiring bertambahnya jumlah institusi baru dan meningkatnya intensitas promosi antar perguruan tinggi. Dalam era digital yang serba cepat, proses pengambilan keputusan calon mahasiswa sangat dipengaruhi oleh ketersediaan informasi yang mudah diakses, relevan, menarik secara visual, serta mampu membangkitkan respons Dalam konteks ini, brand awareness menjadi salah satu indikator paling penting dalam menentukan seberapa kuat sebuah perguruan tinggi mampu hadir dalam benak audiens, baik dari sisi visibilitas, citra, maupun reputasi akademik . Tanpa brand awareness yang kuat, perguruan tinggi akan mengalami kesulitan dalam bersaing, meskipun memiliki kualitas akademik yang memadai. Penguatan kesadaran merek institusi pendidikan juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualita. , yang menekankan pentingnya akses informasi, transparansi, dan kualitas komunikasi pendidikan untuk menjangkau masyarakat secara luas. Dalam praktik pemasaran digital, konten video telah menjadi format yang paling dominan dan efektif untuk menarik perhatian audiens, khususnya generasi muda yang memiliki preferensi tinggi terhadap konten visual yang singkat, dinamis, dan mudah dikonsumsi. Berbagai studi menunjukkan bahwa video memiliki tingkat retensi informasi, keterlibatan audiens, serta potensi penyebaran yang lebih tinggi dibandingkan teks atau gambar statis . Melalui video, institusi pendidikan dapat menyampaikan pesan secara lebih hidup, personal, dan mudah diingat. Di sisi lain, storytelling berperan sebagai pendekatan komunikasi yang mampu menyederhanakan pesan kompleks menjadi narasi yang relevan dan bermuatan emosional . Kombinasi antara video dan storytelling berpotensi menjadi strategi yang efektif dalam membangun citra perguruan tinggi serta meningkatkan kesadaran merek secara berkelanjutan, sekaligus mendukung SDGs 9 (Industri. Inovasi, dan Infrastruktu. melalui pemanfaatan inovasi digital dalam sistem komunikasi pendidikan. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa brand awareness banyak perguruan tinggi di Indonesia masih tergolong rendah akibat strategi promosi yang belum mampu menarik perhatian calon mahasiswa secara optimal . Materi promosi yang digunakan umumnya masih berfokus pada penyampaian informasi faktual seperti akreditasi, program studi, fasilitas, dan pencapaian institusi . Meskipun informasi tersebut penting, penyajiannya yang terlalu formal, deskriptif, dan minim unsur emosional membuat pesan menjadi kurang menarik dan mudah dilupakan. Konten video yang dihasilkan pun cenderung bersifat dokumentatif atau laporan kegiatan tanpa memberikan pengalaman naratif yang bermakna bagi audiens . Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya pemanfaatan media digital sebagai instrumen komunikasi strategis yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, sebagaimana ditekankan dalam SDGs 4 (Pendidikan Berkualita. dan SDGs 10 (Penurunan Ketimpanga. yang menyoroti pentingnya akses komunikasi pendidikan yang setara dan efektif. ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Desember, 2025, pp. 191Ae203 ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. ye Kondisi tersebut semakin problematis ketika dikaitkan dengan karakteristik generasi Z sebagai target utama perguruan tinggi. Generasi ini cenderung menyukai konten yang menyajikan cerita, pengalaman nyata, tantangan, dan perjalanan personal yang dapat mereka bayangkan terjadi pada diri mereka sendiri . Mereka ingin memahami bagaimana kehidupan kampus dapat membentuk identitas, perkembangan diri, dan masa depan karier mereka. Ketika perguruan tinggi gagal menghadirkan narasi yang relatable dan bermakna, hubungan emosional tidak terbentuk dan pesan promosi tidak bertahan lama dalam ingatan audiens . Selain itu, banyak institusi belum memiliki strategi video content creation yang terstruktur dan berbasis storytelling, sehingga konten yang dihasilkan tidak konsisten dan tidak mampu membangun citra merek jangka panjang . , . Padahal, komunikasi pendidikan yang efektif merupakan elemen penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan sesuai dengan kerangka SDGs. Permasalahan tersebut diperparah oleh belum adanya model atau pedoman komprehensif yang dapat digunakan perguruan tinggi dalam merancang strategi video berbasis storytelling secara sistematis . Proses perencanaan, produksi, hingga distribusi konten sering kali dilakukan tanpa standar yang jelas, sehingga efektivitasnya sulit diukur dan kurang optimal . Oleh karena itu, pengembangan strategi video berbasis storytelling menjadi sangat penting untuk menjawab kebutuhan pasar digital, memperkuat diferensiasi institusi, serta meningkatkan brand awareness perguruan tinggi di Indonesia . , . Strategi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pemasaran, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi institusi pendidikan dalam mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualita. melalui penyediaan informasi pendidikan yang menarik, inklusif, dan Dengan demikian, pendekatan ini diharapkan mampu membangun hubungan emosional yang kuat dengan calon mahasiswa, meningkatkan retensi pesan, serta memperkuat posisi perguruan tinggi dalam ekosistem pendidikan tinggi yang semakin kompetitif . PENELITIAN TERDAHULU Bagian ini membahas penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik video storytelling, strategi konten digital, dan brand awareness dalam konteks pemasaran dan pendidikan tinggi. Tinjauan terhadap studi sebelumnya dilakukan untuk mengidentifikasi perkembangan konsep, pendekatan metodologis, serta temuan-temuan utama yang berkaitan dengan efektivitas storytelling dan konten video dalam membangun keterlibatan audiens dan kesadaran merek. Selain itu, kajian ini juga berfungsi untuk memetakan posisi penelitian yang dilakukan, sekaligus menegaskan kontribusi dan pembeda penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian terdahulu yang telah ada. Storytelling dalam Strategi Konten Storytelling merupakan pendekatan komunikasi yang memanfaatkan alur cerita sebagai sarana utama untuk menyampaikan pesan secara lebih menarik, emosional dan mudah diingat oleh audiens . Melalui penyusunan narasi yang runtut dan bermakna, storytelling terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan audiens karena mampu menghadirkan pengalaman yang relevan, kontekstual, serta memicu resonansi emosional yang lebih mendalam. Dalam konteks pemasaran digital, pendekatan storytelling tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga berperan strategis dalam membangun identitas merek serta menanamkan nilai-nilai yang dekat dan mudah dipahami oleh audiens sasaran . Berbagai studi juga menunjukkan bahwa konten yang disusun dengan struktur cerita memiliki tingkat retensi pesan yang lebih tinggi dibandingkan dengan konten yang bersifat informatif dan deskriptif semata. Hal ini disebabkan oleh kemampuan narasi dalam mengaitkan informasi dengan pengalaman, emosi, serta konteks kehidupan audiens, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih berkesan dan bertahan lebih lama dalam ingatan . Selain itu, storytelling membantu organisasi membedakan diri dari kompetitor melalui penyampaian narasi autentik yang menonjolkan keunikan, karakter, dan nilai khas institusi, sehingga mampu memperkuat posisi merek dalam benak audiens secara berkelanjutan. Video Content Creation Video telah berkembang menjadi salah satu format konten digital yang paling dominan dan efektif dalam menarik perhatian audiens di berbagai platform media sosial . Efektivitas video sebagai media komunikasi digital tidak terlepas dari kemampuannya dalam menyajikan pesan secara komprehensif melalui penggabungan elemen visual bergerak, audio, teks, serta ekspresi emosional yang saling melengkapi. Integrasi berbagai unsur tersebut memungkinkan pesan disampaikan dengan cara yang lebih hidup, kontekstual, dan mudah dipahami, sehingga video memiliki keunggulan dalam membentuk persepsi, memperkuat pemahaman, ye E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 serta meningkatkan ketertarikan audiens terhadap konten yang ditampilkan . Dengan karakteristik tersebut, video tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai media yang mampu membangun pengalaman komunikasi yang lebih mendalam. Berbagai penelitian mutakhir menunjukkan bahwa video dengan durasi pendek memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan engagement, terutama pada platform media sosial yang berorientasi pada konsumsi konten cepat dan visual, seperti TikTok. Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Format video pendek dinilai lebih sesuai dengan pola perilaku audiens digital yang cenderung memiliki rentang perhatian singkat serta preferensi terhadap konten yang ringkas namun tetap menarik. Video berdurasi singkat juga lebih berpotensi untuk ditonton hingga selesai, dibagikan ulang, serta memicu interaksi berupa komentar dan respons emosional dari audiens. Kondisi ini menjadikan video pendek sebagai salah satu instrumen strategis dalam upaya meningkatkan visibilitas dan jangkauan pesan di media sosial. Lebih lanjut, keberhasilan video sebagai konten digital tidak hanya ditentukan oleh kualitas visual atau durasi penyajiannya, melainkan juga oleh keseluruhan proses video content creation yang dirancang secara terstruktur dan strategis. Proses tersebut mencakup perencanaan konsep dan alur cerita yang jelas, pengelolaan produksi visual yang selaras dengan tujuan komunikasi, serta penerapan strategi distribusi konten yang mempertimbangkan karakteristik platform dan waktu unggah yang tepat. Perencanaan dan pengelolaan yang sistematis memungkinkan pesan yang disampaikan melalui video tidak hanya menjangkau audiens yang relevan, tetapi juga tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung pencapaian tujuan komunikasi dan pemasaran digital secara optimal. Storytelling Dalam video marketing integrasi storytelling ke dalam konten video mampu memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif . menekankan bahwa storytelling visual meningkatkan kejelasan pesan dan memperkuat emotional bonding antara brand dengan audiens. Dalam video marketing, elemen seperti karakter, konflik, serta resolusi menjadi kunci untuk membangun narasi yang menarik . Selain itu, alur cerita yang tersusun dengan baik dapat membantu audiens memahami pesan secara lebih mendalam dan berkesan, sehingga informasi yang disampaikan tidak mudah dilupakan. Dalam konteks pendidikan tinggi, storytelling dapat digunakan untuk menampilkan perjalanan mahasiswa, keunggulan program studi, suasana kampus, dan pencapaian institusi . Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai media komunikasi yang mampu menyampaikan nilai, budaya, dan identitas perguruan tinggi secara lebih autentik. Hal ini memungkinkan calon mahasiswa merasakan atmosfer kampus secara emosional sebelum memutuskan pilihan . Dengan demikian, penerapan storytelling dalam video pemasaran perguruan tinggi berpotensi meningkatkan daya tarik, kepercayaan, serta keterlibatan calon mahasiswa terhadap institusi. Brand Awareness Perguruan Tinggi Brand Awareness merupakan tingkat sejauh mana target audiens mampu mengenali, mengingat, dan mengasosiasikan suatu brand dalam benak mereka . Dalam konteks pendidikan tinggi, brand awareness memegang peranan strategis dalam proses pengambilan keputusan, karena calon mahasiswa cenderung memilih perguruan tinggi yang telah dikenal, memiliki citra positif, serta reputasi yang dianggap kredibel. Tingkat pengenalan dan ingatan terhadap brand perguruan tinggi tersebut akan memengaruhi persepsi awal audiens terhadap kualitas akademik, lingkungan kampus, serta prospek masa depan yang ditawarkan oleh institusi Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu membangun identitas dan citra institusi yang kuat, konsisten, dan mudah dikenali melalui strategi komunikasi digital yang terencana dan berkelanjutan agar mampu bersaing dalam pasar pendidikan yang semakin kompetitif . Pemanfaatan media sosial dan video marketing menjadi kanal utama dalam upaya tersebut karena mampu menjangkau audiens yang luas, relevan, dan didominasi oleh generasi digital, sekaligus memungkinkan penyampaian pesan secara visual, emosional, dan interaktif. Melalui pendekatan ini, perguruan tinggi dapat memperkuat posisi mereknya dalam benak calon mahasiswa serta meningkatkan peluang untuk menjadi pilihan utama dalam proses seleksi pendidikan tinggi. Hubungan Storytelling Video dengan Peningkatan Brand Awareness Video berbasis storytelling memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan brand awareness karena kemampuannya menghadirkan pesan yang tidak hanya informatif, tetapi juga berkesan secara emosional. Narasi yang disusun dalam bentuk cerita memungkinkan audiens memahami pesan secara lebih menADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Desember, 2025, pp. 191Ae203 ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. ye dalam dan personal, sehingga konten menjadi lebih mudah diingat dibandingkan penyampaian informasi yang bersifat faktual semata. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa video yang mengandung elemen cerita memiliki peluang yang lebih besar untuk diingat, dibagikan kembali, serta berkontribusi dalam membentuk persepsi positif terhadap suatu brand . Melalui pengalaman menonton yang bersifat naratif, audiens tidak hanya menerima pesan, tetapi juga membangun keterikatan emosional yang memperkuat proses pengenalan dan ingatan terhadap brand. Dalam konteks perguruan tinggi, penerapan storytelling pada konten video menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan nilai, budaya, dan kualitas akademik kampus secara lebih humanis dan mudah dipahami. Cerita yang menampilkan pengalaman mahasiswa, peran dosen, serta dinamika kehidupan kampus mampu meningkatkan kesadaran sekaligus ketertarikan calon mahasiswa terhadap institusi pendidikan . Konsistensi dalam penyajian narasi, kreativitas dalam pengemasan konten, serta relevansi pesan dengan kebutuhan audiens menjadikan video sebagai media strategis dalam membangun citra institusi. Dengan demikian, video storytelling yang dirancang secara berkelanjutan dapat memperkuat posisi brand perguruan tinggi dalam benak audiens dan mendukung terbentuknya top of mind awareness secara jangka panjang. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif, yang dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena strategi video storytelling dan pengaruhnya terhadap peningkatan brand awareness pada perguruan tinggi . Pendekatan ini tidak hanya memungkinkan peneliti menggali data secara komprehensif, tetapi juga memberikan ruang untuk memahami konteks, pengalaman, serta persepsi subjek penelitian secara lebih natural. Penelitian dilaksanakan di Universitas Raharja, sebuah perguruan tinggi yang aktif menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi, promosi institusional, dan pembangunan citra digital . Objek penelitian melibatkan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Raharja dari berbagai program studi yang dipilih secara purposive karena mereka merupakan audiens utama konten video kampus, sehingga dapat memberikan insight yang relevan mengenai efektivitas storytelling dalam mempengaruhi persepsi dan kesadaran merek perguruan tinggi. Gambar 1. Visualisasi konten media sosial Universitas Raharja Sumber: Instragram Universitas Raharja Link: https://w. com/universitasraharja/ Pada Gambar 1 brand awareness dipahami sebagai tingkat kesadaran, pengenalan, dan ingatan audiens terhadap identitas perguruan tinggi yang dibentuk melalui konten video berbasis storytelling. Pengukuran brand awareness dilakukan secara kualitatif dengan mengacu pada indikator digital engagement, yang meliputi jumlah penayangan . , tingkat interaksi berupa likes, komentar, dan share, serta persepsi audiens terhadap ye E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 citra perguruan tinggi yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Indikator-indikator tersebut digunakan untuk menilai sejauh mana konten video mampu menciptakan top of mind awareness dan meningkatkan ketertarikan audiens terhadap perguruan tinggi. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui tiga metode utama . Wawancara mendalam secara semi-terstruktur digunakan untuk menggali pemahaman informan mengenai strategi konten video yang telah dijalankan, termasuk persepsi terhadap kualitas storytelling, daya tarik pesan, serta tantangan dalam meningkatkan brand awareness . Selain itu, analisis konten dilakukan terhadap video yang dipublikasikan di Instagram dan TikTok selama 12 bulan terakhir dengan mengamati pola narasi, gaya visual, teknik storytelling, pemilihan karakter, alur cerita, serta performa konten berdasarkan metrik engagement dan relevansinya dengan preferensi audiens muda . Observasi partisipatif pasif juga diterapkan untuk memantau interaksi audiens di media sosial, termasuk respons di kolom komentar, kecenderungan engagement, serta sentimen yang muncul secara spontan tanpa intervensi peneliti . Data yang terkumpul dari ketiga teknik tersebut dianalisis menggunakan model analisis kualitatif yang menguraikan tahapan analisis data secara sistematis dan A Tahap pertama adalah reduksi data, yaitu proses mengorganisasi, memilih, dan menyederhanakan data mentah yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan analisis konten sehingga hanya informasi yang relevan dengan tujuan penelitian yang dipertahankan. A Tahap kedua adalah penyajian data . ata displa. , di mana data yang telah direduksi disusun secara terstruktur dalam bentuk narasi deskriptif, matriks tematik, dan pola kategorisasi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan antar temuan. A Tahap ketiga adalah penarikan dan verifikasi kesimpulan, yaitu proses merumuskan interpretasi dan makna dari data yang telah dianalisis serta melakukan verifikasi untuk memastikan keakuratan temuan. Pada tahap ini, peneliti melakukan interpretasi mendalam terhadap pola temuan, memeriksa konsistensi data, serta menghubungkan hasil analisis dengan teori storytelling, strategi konten, dan brand awareness. Validitas temuan juga diperkuat melalui teknik verifikasi seperti pembandingan antar data, cross-check antar kategori, dan refleksi ulang terhadap proses analisis. Gambar 2. Kerangka konseptual strategi video storytelling Gambar 2 menjelaskan bahwa kerangka konseptual strategi video storytelling berperan sebagai fondasi utama dalam membangun komunikasi pemasaran perguruan tinggi di era digital . Strategi ini menekankan penggunaan karakter autentik seperti mahasiswa, alumni, dan dosen sebagai tokoh utama cerita, yang dipadukan dengan alur narasi yang kuat serta nilai dan identitas institusi . Penyajian visual yang emosional dan narasi personal memungkinkan pesan perguruan tinggi disampaikan secara lebih humanis, sehingga tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga persuasif dan mudah diingat oleh audiens, khususnya calon mahasiswa . Selanjutnya, strategi video storytelling tersebut mendorong terbentuknya engagement audiens ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Desember, 2025, pp. 191Ae203 ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. ye digital sebagai variabel mediasi. Engagement ini tercermin melalui meningkatnya perhatian . , keterikatan emosional, serta interaksi audiens dalam bentuk likes, komentar, dan share . Selain itu, keterbagian konten . menjadi indikator penting bahwa pesan yang disampaikan mampu memicu resonansi emosional dan relevan dengan kebutuhan audiens. Engagement berfungsi sebagai jembatan emosional yang menghubungkan konten storytelling dengan dampak komunikasi yang lebih luas dan berkelanjutan . Pada tahap akhir, engagement audiens digital berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan brand awareness perguruan tinggi yang tercermin melalui meningkatnya top of mind awareness, kemampuan audiens mengingat kembali merek perguruan tinggi . rand recal. , terbentuknya persepsi citra institusi yang positif, serta meningkatnya preferensi calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi . Dengan demikian, kerangka konseptual ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi video storytelling tidak hanya ditentukan oleh kualitas konten, tetapi juga oleh kemampuannya dalam membangun keterikatan emosional dan interaksi audiens secara konsisten, sehingga berdampak pada penguatan citra dan daya saing perguruan tinggi di era digital. Perancangan Model Strategi Storytelling Tabel 1. Strategi Produksi Konten Video storytellingPerguruan Tinggi Fase Strategi Elemen kunci story- Langkah Strategis . Ta. Tipe Konten Video Pra-Produksi The Protagonist 1. Identifikasi Nilai dan Konten Vlog Harian (Foundatio. (Karakte. Identitas brand Perguruan Mahasiswa. Day in Tinggi Ae menemukan nilai The Life Dosen inti, keunggulan, dan citra Produksi (Ex- The Conflict (Tan- 2. Perencanaan Visual dan Dokumenter Mini, tanga. and The Gaya Penyajian Ae memilih Riset. Kisah KegaTransformation (Pe- tone visual, gaya sinematik, galan dan Kebangkitan Startup Alumni serta elemen grafis Produksi Konten Berbasis Narasi Emosional Ae merekam adegan yang menunjukkan konflik, perjalanan, hingga perubahan PascaThe Moral (Pesa. Distribusi Strategis di Konten ViProduksi Media Sosial Ae penyesuaian ral/Shareable Tik(Distribution format konten, waktu ung- Tok/Reels. Video and Metric. gah, hashtag, dan platform Testimonial Singkat Tabel 1 menggambarkan video yang mengadopsi pendekatan storytelling memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan brand awareness karena kemampuannya menyampaikan pesan secara lebih mendalam dan berkesan . Penyajian informasi dalam bentuk cerita memungkinkan audiens memproses pesan tidak hanya secara kognitif, tetapi juga secara emosional, sehingga konten menjadi lebih mudah diingat. Narasi yang terstruktur dengan baik membantu audiens memahami pesan secara utuh dan menciptakan pengalaman menonton yang lebih personal dibandingkan dengan konten promosi yang bersifat informatif semata. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa video yang mengandung elemen cerita memiliki peluang yang lebih besar untuk diingat, dibagikan kembali, serta berpengaruh dalam membentuk persepsi positif terhadap suatu brand . Keterlibatan emosional yang tercipta melalui alur cerita mendorong audiens untuk berinteraksi dengan konten, baik melalui tindakan berbagi maupun memberikan respons, sehingga memperluas jangkauan pesan secara organik . Proses ini memperkuat pengenalan brand dan membantu membangun asosiasi yang positif dalam benak audiens secara berkelanjutan. Dalam konteks perguruan tinggi, penerapan storytelling dalam video menjadi pendekatan yang efektif untuk menyampaikan nilai, budaya, dan kualitas akademik institusi secara lebih humanis . Cerita yang menampilkan pengalaman mahasiswa, kontribusi dosen, serta dinamika kehidupan kampus mampu meningkatkan kesadaran dan ketertarikan calon mahasiswa terhadap perguruan tinggi . Konsistensi penyajian narasi, ye E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 kreativitas dalam pengemasan konten, serta relevansi pesan dengan kebutuhan audiens menjadikan video sebagai media strategis dalam membangun citra institusi dan memperkuat posisi brand dalam benak audiens. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian hasil dan pembahasan ini menyajikan temuan utama penelitian yang diperoleh melalui proses wawancara mendalam, analisis konten video, serta observasi terhadap aktivitas media sosial perguruan tinggi yang menjadi objek studi. Hasil penelitian diuraikan secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi eksisting strategi konten video, kebutuhan audiens, serta pola keterlibatan yang terbentuk melalui penggunaan pendekatan storytelling. Selanjutnya, pembahasan dilakukan dengan mengaitkan temuan empiris tersebut dengan kerangka teori dan penelitian terdahulu guna menjelaskan bagaimana strategi video berbasis storytelling berkontribusi dalam meningkatkan brand awareness perguruan tinggi. Penyajian hasil dan pembahasan disusun secara sistematis agar mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai efektivitas pendekatan yang diterapkan serta implikasinya bagi pengembangan strategi komunikasi pemasaran digital di lingkungan pendidikan tinggi. Analisis Kebutuhan dan Konten Eksisting Hasil wawancara menunjukkan bahwa Universitas Raharja mengalami kesulitan dalam bersaing karena konten video yang dihasilkan masih dianggap terlalu formal, lebih banyak menonjolkan aspek infrastruktur, serta minim menghadirkan sentuhan personal yang dapat membangun kedekatan emosional dengan audiens. Metrik performa konten juga menunjukkan bahwa video yang menceritakan kisah sukses alumni memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi dibandingkan dengan konten promosi fasilitas kampus. Kondisi ini mengindikasikan bahwa audiens cenderung lebih tertarik pada konten yang bersifat naratif dan relevan dengan pengalaman nyata. Oleh karena itu, temuan tersebut semakin menguatkan urgensi penerapan storytelling sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan efektivitas komunikasi dan daya saing perguruan tinggi. Gambar 3. Wawancara Mahasiswa Berdasarkan Gambar 3 hasil reduksi data dari wawancara, observasi, serta dokumentasi mengenai proses pembuatan video di Universitas Raharja, ditemukan bahwa sebagian besar konten video perguruan tinggi masih bersifat informatif dan cenderung menggunakan pendekatan promosi langsung . ard sellin. , sehingga kurang mampu menarik perhatian audiens muda. Unsur storytelling seperti konflik, karakter, nilai emosional, serta pengalaman autentik belum diterapkan secara terstruktur dalam proses produksi konten. Selain itu, perguruan tinggi memerlukan model strategi pembuatan video yang lebih menonjolkan narasi pengalaADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Desember, 2025, pp. 191Ae203 ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. ye man mahasiswa, alumni, dan aktivitas kampus untuk membangun kedekatan emosional dengan audiens. Hasil reduksi data juga memperlihatkan bahwa calon mahasiswa lebih menyukai konten yang relevan, inspiratif, dan menampilkan cerita nyata tentang kehidupan kampus, bukan sekadar informasi mengenai fasilitas. Pada tahap penyajian data, tampak beberapa pola temuan yang signifikan. Pola storytelling yang efektif meliputi penggunaan karakter utama . ahasiswa atau alumn. sebagai pembawa cerita, pengembangan alur yang menggambarkan perjalanan, tantangan, dan pencapaian, serta penyampaian pesan yang mengarah pada nilai-nilai inti perguruan tinggi seperti kualitas akademik, lingkungan suportif, dan peluang karier . Pola kebutuhan konten menunjukkan bahwa video harus ringan, emosional, mudah dibagikan, memiliki durasi 1Ae3 menit, serta menampilkan visual yang natural agar audiens merasa dekat. Selain itu, strategi publikasi yang optimal ditunjukkan melalui penggunaan platform Instagram Reels dan TikTok, dengan waktu unggah terbaik pada sore hingga malam hari, serta penguatan interaksi melalui call to action seperti ajakan bertanya, komentar, atau pembuatan video berseri. Pada tahap penarikan dan verifikasi kesimpulan, setelah melakukan verifikasi silang dengan informan serta literatur pendukung, diperoleh pemahaman bahwa storytelling merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan brand awareness perguruan tinggi karena mampu menyampaikan pesan secara emosional dan Video dengan narasi personal, seperti perjalanan mahasiswa, pengalaman inspiratif, atau kisah perubahan, terbukti mampu meningkatkan perhatian dan keterlibatan audiens dibandingkan video promosi Dengan demikian, perguruan tinggi membutuhkan model strategi yang terstruktur mulai dari perencanaan cerita, pengembangan karakter, pemilihan gaya visual, metode produksi, hingga strategi penyebaran. Model strategi ini diharapkan mampu menghasilkan konten video yang konsisten, relevan dengan target audiens, serta memiliki dampak emosional yang kuat dalam memperkuat citra kampus. Secara keseluruhan, strategi ini menunjukkan bahwa keberhasilan video storytelling tidak hanya ditentukan oleh proses produksi semata, tetapi oleh kesinambungan antara perencanaan cerita, eksekusi visual yang emosional, dan distribusi konten yang konsisten serta terukur. Pendekatan ini memungkinkan perguruan tinggi membangun citra yang lebih humanis, relevan dan mudah diingat oleh calon mahasiswa. Pilar-Pilar Storytelling Konten Video Pilar-pilar storytelling dalam konten video dirancang untuk membangun narasi yang kuat, autentik, dan selaras dengan identitas Universitas Raharja. Pilar pertama adalah Narasi Success Story (Pillar Alumn. yang menempatkan alumni sebagai tokoh utama dalam perjalanan sukses mereka. Cerita yang diangkat tidak hanya menonjolkan keberhasilan akhir, tetapi juga proses yang mereka lalui, termasuk tantangan, titik balik, dan bagaimana pengalaman belajar di Universitas Raharja berperan dalam membentuk pencapaian mereka. Pilar kedua adalah Narasi Impact dan Innovation (Pillar Akademi. yang berfokus pada transformasi hasil riset atau proyek akademik menjadi kisah yang inspiratif dan mudah dipahami . Pendekatan ini mengubah narasi akademik yang kaku menjadi cerita tentang solusi nyata yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa terhadap permasalahan masyarakat, seperti inovasi teknologi yang membantu desa terpencil atau metode pembelajaran baru yang membawa dampak luas. Pilar ketiga adalah Narasi Community dan Culture (Pillar Mahasisw. yang menampilkan kehidupan kampus dari sisi yang lebih humanis, hangat, dan dekat dengan keseharian. Konten dalam pilar ini menonjolkan budaya suportif antar anggota civitas akademika, kegiatan mahasiswa yang unik dan kreatif, serta suasana Aubehind-the-scenesAy kampus yang memperlihatkan keotentikan pengalaman berkuliah di Universitas Raharja . Ketiga pilar ini saling melengkapi dalam membentuk cerita yang menyentuh, relevan, dan mampu meningkatkan kedekatan emosional audiens dengan brand perguruan tinggi. Pembahasan Storytelling sebagai Jembatan Emosional Penerapan storytelling berfungsi sebagai jembatan emosional yang mengubah persepsi calon mahasiswa dari perguruan tinggi sebagai AygedungAy menjadi perguruan tinggi sebagai Aykomunitas yang membentuk masa depanAy. Dengan menyajikan story arc yang lengkap . arakter yang dihadapi tantangan dan berhasi. , konten video tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan. Peningkatan brand awareness akan terjadi melalui peningkatan Shareability . onten yang menyentuh hati cenderung dibagika. dan Recall . erita lebih mudah diingat daripada fakt. Keseluruhan proses penelitian ini menghasilkan perancangan model strategi video content creation berbasis storytelling sebagai output akhir. Model ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi perguruan tinggi, khususnya Universitas Raharja, dalam mengembangkan strategi konten video yang lebih terstruktur, kreatif, relevan, dan mampu meningkatkan brand awareness secara signifikan. Model strategi ini juga diharapkan E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 ye memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur mengenai storytelling di era digital, khususnya pada ranah komunikasi pemasaran perguruan tinggi. MANAJERIAL IMPLIKASI Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen perguruan tinggi perlu menggeser strategi komunikasi pemasaran dari pendekatan yang bersifat informatif dan institusional menuju pendekatan yang lebih naratif dan emosional. Video storytelling perlu diposisikan sebagai bagian strategis dari komunikasi pemasaran digital, bukan sekadar pelengkap promosi. Melalui pengemasan cerita yang menampilkan pengalaman autentik mahasiswa, alumni, dan dosen, perguruan tinggi dapat menyampaikan nilai, identitas, dan keunggulan institusi secara lebih humanis. Pendekatan ini memungkinkan pesan kampus lebih mudah diingat dan membangun keterikatan emosional yang berkelanjutan dengan calon mahasiswa. Implikasi manajerial berikutnya berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dan kapabilitas tim pemasaran digital. Perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan kompetensi tim dalam merancang narasi, memproduksi konten video, serta memahami karakteristik dan algoritma platform media sosial seperti Instagram Reels dan TikTok. Keterlibatan mahasiswa dan alumni sebagai sumber cerita juga menjadi strategi penting untuk meningkatkan kredibilitas dan relevansi konten. Partisipasi ini tidak hanya memperkaya sudut pandang narasi, tetapi juga memperkuat citra perguruan tinggi sebagai komunitas yang inklusif dan dinamis. Selain itu, manajemen perguruan tinggi perlu mengadopsi pengambilan keputusan berbasis data dalam mengelola strategi video storytelling. Evaluasi kinerja konten melalui indikator digital engagement seperti jumlah penayangan, interaksi, dan tingkat berbagi harus dimanfaatkan sebagai dasar penyempurnaan strategi secara berkelanjutan. Dengan perencanaan yang sistematis, eksekusi yang konsisten, serta evaluasi yang terukur, video storytelling dapat dikembangkan sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat brand awareness dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi di era digital. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi video content creation berbasis storytelling merupakan pendekatan yang efektif dan relevan dalam meningkatkan brand awareness perguruan tinggi di era digital. Transformasi strategi promosi dari pendekatan deskriptif-institusional menuju pendekatan naratif-emosional terbukti mampu menjawab kebutuhan generasi digital yang lebih menyukai konten visual singkat, autentik, dan bermuatan emosional. Melalui storytelling, perguruan tinggi dapat menyampaikan nilai, identitas, serta keunggulan institusi secara lebih humanis, persuasif dan mudah diingat dibandingkan konten promosi konvensional yang bersifat informatif semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas strategi video storytelling bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu success story alumni, narasi dampak dan inovasi akademik, serta komunitas dan budaya mahasiswa. Ketiga pilar ini membentuk kerangka naratif yang saling melengkapi dalam membangun citra perguruan tinggi melalui cerita perjalanan, tantangan, dan pencapaian yang autentik. Integrasi elemen karakter, konflik, dan resolusi dalam alur cerita, didukung oleh penyajian visual yang emosional serta distribusi konten yang konsisten di platform digital seperti Instagram Reels dan TikTok, mampu meningkatkan keterlibatan audiens dan memperkuat top of mind awareness calon mahasiswa. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan video storytelling tidak hanya ditentukan oleh kualitas produksi konten, tetapi juga oleh kesinambungan antara perencanaan narasi, eksekusi visual, dan evaluasi berbasis engagement. Model strategi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi perguruan tinggi, khususnya Universitas Raharja, dalam merancang konten video yang lebih terstruktur, relevan, dan berorientasi pada hubungan emosional dengan audiens. Ke depan, penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan model ini dengan pendekatan kuantitatif atau pengukuran empiris yang lebih mendalam guna memperkuat kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan strategi komunikasi digital perguruan DEKLARASI Tentang Penulis Rilla Gantino (RG) https://orcid. org/0000-0002-3626-6033 ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Desember, 2025, pp. 191Ae203 ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Desy Apriani (DA) https://orcid. org/0000-0001-6967-0369 Fanani Islamia Ningrum (FI) Rifqi Fahrudin (RF) ye https://orcid. org/0009-0000-2592-2907 https://orcid. org/0009-0007-4074-3545 Kamal Arif Al-Farouqi (KA) Bintang Nanda Henry (BN) Kontribusi Penulis Konseptualisasi: RF. Metodologi: KA. Perangkat Lunak: DA. Validasi: FI dan DA. Analisis Formal: BN dan KA. Investigasi: RF. Sumber daya: RG. Kurasi Data: FI. Penulisan Draf Awal: BN dan DA. Peninjauan dan Penyuntingan Tulisan: FI dan RG. Visualisasi: KA. Semua penulis. RG. DA. FI. RF. KA dan BN telah membaca dan menyetujui naskah yang telah diterbitkan. Kontribusi Penulis Seluruh data yang digunakan dan disajikan dalam penelitian ini dapat diperoleh melalui permohonan langsung kepada penulis yang bersangkutan. Pendanaan Penelitian ini dilaksanakan tanpa memperoleh dukungan pendanaan, baik untuk kegiatan pengabdian, proses penulisan naskah, maupun biaya penerbitan artikel. Deklarasi Konflik Kepentingan Para penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan, baik yang bersifat finansial maupun hubungan personal, yang berpotensi memengaruhi proses penelitian atau hasil yang dilaporkan dalam artikel DAFTAR PUSTAKA