Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 DESAIN APLIKASI DENTAL INFORMATION UNTUK PENYULUHAN MENGENAI KARIES GIGI DENTAL INFORMATION APP DESIGN FOR EDUCATION ABOUT DENTAL CARIES Rezky Aditya Gunawan1*. Megananda Hiranya Putri2. Siti Fatimah3. Nining Ningrum4 1,2,3,4 Prodi Terapi Gigi. Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung. Jawa Barat. Indonesia Email Koresponden: rezkyadityagunawan01@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Penyuluhan kesehatan gigi dapat dilakukan di klinik gigi setelah tindakan pemeriksaan yang disebut chair side talk (CST) dengan menggunakan media yang tersedia. Pada era modernisasi saat ini masih sedikit media aplikasi digital yang menyediakan beberapa gabungan platform informasi kesehatan gigi dalam satu aplikasi. Oleh karena itu, penting dilakukan perancangan sebuah aplikasi penyuluhan kesehatan gigi yang bernama dental information. Metode: Metode penelitian yang digunakan ialah metode prototype dengan melalui tiga tahapan yaitu mendengarkan kebutuhan pengguna, membangun dan memperbaiki aplikasi, serta penilaian aplikasi Hasil: Pada hasil penelitian didapatkan kebutuhan pengguna meliputi akses informasi yang mudah, cepat dan akurat, media informasi digital untuk proses penyuluhan yang lebih efisien, dan dua pengguna . perator dan klie. yang dapat mengoperasikan aplikasi, untuk rancangan sistem aplikasi terdiri dari diagram konteks, flowchart, dan tampilan antar muka disertai dengan penilaian kelayakan yang memperoleh 100% dari ahli IT, penilaian kesesuaian materi yang memperoleh hasil 86% dari ahli materi keduanya termasuk dalam kategori sangat layak, serta penilaian pengalaman pengguna yang memperoleh hasil 86,4% yang termasuk kategori sangat layak yang disertai saran revisi aplikasi dan pernyataan positif pengguna setelah menggunakan aplikasi. Kesimpulan: Rancangan aplikasi penyuluhan berupa dental information telah ditemukan dan dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media bantu untuk kegiatan chair side talk (CST). Kata kunci : Penyuluhan kesehatan gigi, aplikasi, prototype. ABSTRACT Background: Dental health education can be carried out in dental clinics after an examination called chair side talk (CST) using available media. There are still few digital application media that provide several combined dental health information platforms in one application. Therefore, it is important to design a dental health education application called dental information. Methods: The research method used is the prototype method which goes through three stages, namely listening to users needs, building and improving applications, and evaluating applications. Results: The results of the research conducted found user needs including easy, fast and accurate access to information, digital information media for a more efficient counseling process, and two users . perator and clien. who can operate the application, for application system design consisting of context diagrams, flowcharts and interface displays accompanied by a feasibility assessment which obtained 100% from IT experts, a material suitability assessment which obtained 86% results from material experts, both included in the very feasible category, as well as a user experience assessment which obtained a result of 86. 4% which is included in the very feasible category, accompanied by suggestions for application revisions and positive user statements after using the application. Conclusion: The design of a counseling application in the form of dental information has been found and declared very suitable for use as an auxiliary media for chair side talk (CST) activities. Keywords : Dental health education, application, prototype. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Hasil Riset Kesehatan Dasar mencatat proporsi permasalahan gigi dan mulut sebesar 57,6% sedangkan yang mendapat pelayanan oleh tenaga medis kesehatan gigi sebesar 10,2%. Di Indonesia, 29,8% kelompok umur 12 tahun menderita karies gigi (Riskesdas, 2. Rentang usia yang paling utama terpapar karies adalah 6-14 tahun dengan hasil indeks DMF-t sebesar 2,2. 1 Hal ini mungkin terjadi karena pengetahuan mengenai pentingnya merawat gigi sulung yang rusak masih kurang. Akibatnya banyak yang acuh terhadap kerusakan gigi tersebut dan tanggal Kesadaran menerapkan kebiasaan yang positif dalam menjaga kebersihan gigi serta mulut pada anak memunculkan kesadaran tersebut dibutuhkan pendidikan kesehatan yang meliputi adanya proses komunikasi, motivasi, dan instruksi serta peran orang tua yang mendukung . Terapis Gigi dan Mulut (TGM) yang sebelumnya disebut dengan perawat gigi berdasarkan KMK No. 378 tahun 2007 memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan promotif dan preventif terkait pelayanan kesehatan gigi . 3 Peraturan terkait Terapis Gigi dan Mulut diatur dalam Permenkes No. 20 Tahun 2016. Pada pasal 26 ayat 2 dijelaskan Terapis Gigi dan Mulut dalam menjalankan praktik keprofesiannya harus senantiasa meningkatkan mutu palayanan dengan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya (Permenkes RI. Berdasarkan data diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa seiring berkembangnya zaman di era Society 5. 0 sistem penyuluhan kesehatan gigi terutama dalam penanganan karies gigi di Indonesia perlu dilakukan inovasi teknologi informasi agar memudahkan Terapis Gigi dan Mulut dalam mencari serta menyampaikan informasi kepada klien. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan rancangan aplikasi information untuk penyuluhan mengenai karies Penyuluhan berasal dari kata suluh yang berarti obor atau media untuk menerangi keadaan yang gelap. Kata menerangi disini bermakna sebagai petunjuk bagi masyarakat dari tidak tahu menjadi mengerti . 5 Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan yaitu untuk mencapai tujuan hidup sehat dengan cara mempengaruhi perilaku masyarakat baik itu secara individu ataupun kelompok dengan menyampaikan pesan . 6 Menurut Notoatmodjo . dalam 7 media penyuluhan adalah sarana atau upaya untuk menyampaikan informasi kesehatan dan mempermudah penyampaian pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau Karies Gigi adalah penyakit kronis yang prosesnya berlangsung cukup lama, berupa hilangnya ion-ion mineral secara kronis dan terus-menerus dari permukaan email pada mahkota atau permukaan akar gigi yang disebabkan oleh bakteri dan produk-produk yang dihasilkannya. Kerusakan ini pada awalnya hanya terlihat secara mikroskopis, tetapi lama-kelamaan akan terlihat pada email berupa lesi bercak putih . hite spot lesio. atau melunaknya semen pada akar gigi. 8 Menurut Ramadhan . dalam9 terdapat beberapa cara untuk mencegah timbulnya karies gigi diantaranya adalah, menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluor, menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi secara baik dan benar, melakukan fissure sealant atau menutup celah gigi, dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat memperlambat terjadinya karies gigi seperti apel, ikan, dan teh. Pengertian aplikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti penerapan atau Pengertian aplikasi secara umum ialah alat yang bekerja secara khusus dan terpadu sesuai kemampuan yang diterapkan pada suatu perangkat komputer sehingga siap digunakan bagi user. 10 Aplikasi adalah perangkat lunak yang dibuat dengan bermacam komponen atribut di dalamnya, yang dapat mendukung pengguna untuk mengolah data agar menghasilkan input serta output . GlideApps merupakan platform situs web dalam membantu pembuatan aplikasi berdasarkan template yang dihasilkan dengan menggunakan google spreadsheet sebagai database yang pada dasarnya hanya Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 mengizinkan satu interaksi CRUD (Create. Read. Update. Delet. Komponen ini dapat diubah bentuk sesuai keperluan atau keinginan tanpa menggunakan sistem pengkodean. (Viola ela l. , 2. 12 GlideApps berfungsi untuk mempermudah dalam melakukan pembuatan dan pengembangan aplikasi yang dapat dioperasikan pada perangkat IOS dan android, sehingga pelaksanaan dapat lebih mudah dan tidak memerlukan waktu lama. Platform app builder berbasis no-code seperti Glideapps dapat dipakai pada mobile dan dekstop device sesuai kebutuhan pekerjaan. instrumen yang digunakan yaitu kuesioner ISO 9126 untuk mengukur kualitas perangkat lunak yang dibagi menjadi 3 terdiri dari 3 ahli IT, 3 ahli materi, serta 38 pengguna. Instrumen untuk ahli IT mencakup aspek functionality dan Instrumen untuk ahli materi mencakup aspek kelayakan isi dan kelayakan Instrumen mencakup aspek functionality, usability, dan Hasil analisis kuesinoer memiliki makna persentase sebagai berikut: Tabel 1. Makna Persentase Penilaian Persentase 85% - 100% 68% - 84% 52% - 67% 36% - 51% 20% - 35% Interpretasi Sangat layak Layak Cukup layak Tidak layak Sangat tidak layak METODE Rancangan digunakan yaitu prototype. Rancangan ini cocok bagi pengembang yang ingin mengembangkan sistem lebih menghemat keinginan kebutuhan antara pengguna dan Berikut tahapan-tahapan dari model prototype : HASIL Berdasarkan hasil diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) didapatkan beberapa permasalahan pengguna diantaranya yaitu pencarian materi untuk penyuluhan yang tidak mudah, penyampaian materi penyuluhan yang tidak efesien dikarenakan belum menggunakan media digital seperti rekam medis, dan kurangnya rekomendasi media terbaru untuk penyuluhan kesehatan gigi. Rancangan digambarkan melalui diagram konteks berikut : Gambar 1. Tahapan Metode Prototype Penelitian dilakukan di Klinik Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Bandung tepatnya di Jl. Prof. Eyckman No. Pasteur. Kec. Sukajadi. Kota Bandung. Jawa Barat Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai April 2024. Populasi dalam penelitian ini ialah mahasiswa Diploma Tiga tingkat 2 Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Bandung sebanyak 42 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ialah purposive sampling yaitu menentukan sampel dengan adanya pertimbangan tertentu 14. Besar sampel ditentukan menggunakan rumus Issac dan Michael, setelah penghitungan ditemukan hasil sampel sebanyak 38 orang. Pada penelitian ini. Gambar 2. Rancangan Sistem Aplikasi Dilengkapi dengan adanya flowchart untuk lebih menjelaskan langkah-langkah dalam penggunaan aplikasi. Berikut flowchart aplikasi dental information: https://drive. com/drive/folders/1V4sWi SHhU3fFgbhusGm73o1w5xqQp8S?usp=share_li Tampilan antar muka menunjukkan desain atau tampilan menu aplikasi . Berikut Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 tampilan antar muka pada aplikasi dental https://drive. com/drive/folders/1Crgjne Ux93ulG_H6kghqVQOB21_O2F9q?usp=shar e_link Tabel 2. Hasil Penilaian Kelayakan Aplikasi oleh Ahli IT Aspek Ahli IT 1 Functionality Suitability Severity Accuracy Understability Usability Learnability Operability Attractiveness Total Skor Maksimal Persentase Skor Penilaian Ahli IT Ahli IT 2 Ahli IT 3 Tabel 3. Hasil Penilaian Kesesuaian Materi oleh Ahli Materi Skor Penilaian Ahli Materi Ahli Materi 1 Ahli Materi 2 Ahli Materi 3 Aspek Kelayakan Isi Keakuratan dan kesesuaian materi Kelayakan Penyajian Keseluruhan Total Skor Maksimal Persentase Tabel 4. Hasil Penilaian Pengalaman Pengguna Skor Didapat Skor Maksimal Persentase Kategori Usability Aspek 87,6% Sangat Functionality Sangat Efficiency Sangat Layak Layak Layak Total Skor Maksimal Persentase 86,4% Kategori Sangat Layak PEMBAHASAN Aplikasi information dibuat dengan tujuan untuk lebih memudahkan pengguna atau operator dalam memberikan penyuluhan kepada klien ataupun mencari informasi kesehatan gigi khususnya mengenai karies gigi. Pembuatan aplikasi penyuluhan dental information memerlukan perancangan terlebih dahulu disertai poin-poin penting yang telah didapatkan pada analisis kebutuhan agar pembuatan sesuai dengan rancangan sehingga menghasilkan aplikasi yang baik. Rancangan sistem aplikasi didesain untuk dua pengguna yaitu operator dan klien yang dijelaskan melalui diagram konteks. Dilengkapi dengan adanya flowchart untuk lebih menjelaskan langkah-langkah dalam penggunaan aplikasi. flowchart atau sering disebut dengan diagram alir merupakan suatu jenis diagram yang merepresentasikan algoritma atau langkah-langkah instruksi yang berurutan dalam sistem. Seorang analis sistem menggunakan flowchart sebagai bukti dokumentasi untuk menjelaskan gambaran logis sebuah sistem yang akan dibangun kepada Aplikasi information didesain dengan tampilan android/ios yang dapat diakses melalui Pemakaian aplikasi penyuluan dental information telah memperoleh hasil penilaian kelayakan oleh ahli IT pada tabel 2 sebesar 100% dengan kategori sangat layak. Hal ini diraih karena aplikasi mampu memenuhi kebutuhan pengguna, kemudahan aplikasi untuk dioperasikan, tampilan materi yang sesuai dan menarik serta kenyamanan dan mengoperasikan aplikasi dengan memasukkan alamat email dan password rahasia. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian [NO_PRINTED_FORM] mengenai aplikasi rekam medis elektronik yang membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, efektif dan mempermudah pekerjaan serta mampu menyimpan data lebih banyak tanpa butuh ruangan yang luas. Tabel 3 menunjukkan kesesuaian materi pada perancangan aplikasi penyuluhan dental information yang memperoleh hasil 86% dengan kategori sangat layak. Materi yang diterapkan sesuai dengan teori yang sudah ada atau dipelajari oleh mahasiswa seperti definisi, faktor penyebab, pencegahan, dan perawatan karies gigi dengan media yang lebih baru dan lebih menarik sehingga membantu mahasiswa dalam melakukan penyuluhan di klinik, sama halnya dengan penelitian Jaya dan Kumalasari . pada aplikasi sehati dibuat sesuai dengan kebutuhan, memudahkan untuk dipakai serta penyajian materi yang mudah dipahami dan diingat. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Ketertarikan dan berbagai kemudahan yang terdapat pada aplikasi penyuluhan dental information yang dapat dirasakan pengguna, dapat dilihat dari penilaian pengalaman pengguna yang ada pada tabel 4 mencakup aspek usability memperoleh skor 87,6% dalam kategori sangat layak, selanjutnya indikator operability diperoleh sebesar 86% dalam kategori sangat layak dan indikator Efficiency diperoleh sebesar 86% dalam kategori sangat Serupa dengan hasil penilaian aplikasi rekam kontrol plak12 yang memiliki berbagai kemudahan dan penampilan menarik sehingga mendapat kategori sangat layak untuk Aplikasi information telah melalui berbagai tahapan dalam proses perancangannya yang selalu disertai dengan interaksi antara pengguna dengan peneliti, sehingga manfaat aplikasi dapat dirasakan pengguna dengan adanya kemudahan mencari informasi dan membantu proses penyuluhan kesehatan gigi khususnya mengenai karies gigi. dapat digunakan di Klinik Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung khususnya saat operator akan melakukan tindakan chair side talk (CST) kepada klien. DAFTAR PUSTAKA