Vol 1 No. 4 Oktober 2024 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 11 - 16 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/c9ss3e82 PELATIHAN DAN SOSIALISASI UJI SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI BISNIS DIGITAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KOMPETENSI DI UNAS Muhaemin a. Mohamad Firdaus b*. Imam Himawan c a Teknik Informatika / Software Engineering, muhaemin98 @gmail. Universitas Siber Asia. Jakarta b Teknik dan Informatika/ Teknik Industri, mfirdausmumu@gmail. Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta c Teknik dan Informatika / Teknik Informatika, imamhimawann@gmail. Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta Korespondensi ABSTRACT This community service activity aims to enhance the competencies of students and lecturers at Universitas Nasional (UNAS) in the field of digital business through training and socialization of the competency certification scheme. Digital business competency certification has become essential in the digital era, where these skills are needed to improve the quality of human resources and the competitiveness of The methods used in this activity include training, competency test simulations, and the socialization of the benefits of certification in the job market. Evaluation results show that this activity successfully increased participants' understanding of the certification process and their readiness to undertake the competency tests. It is hoped that, through this activity. UNAS graduates will gain superior competencies in the digital business field. Keywords: competency certification, digital business, competency improvement. UNAS. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen di Universitas Nasional (UNAS) dalam bidang bisnis digital melalui pelatihan dan sosialisasi uji skema sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi bisnis digital menjadi kebutuhan penting di era digital, di mana keterampilan ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pelatihan, simulasi uji kompetensi, dan sosialisasi manfaat sertifikasi dalam dunia kerja. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap proses sertifikasi dan kesiapan mereka dalam mengikuti uji Diharapkan, melalui kegiatan ini, lulusan UNAS mampu memiliki kompetensi unggul di bidang bisnis digital. Kata kunci: sertifikasi kompetensi, bisnis digital, peningkatan kompetensi. UNAS. PENDAHULUAN Transformasi digital telah mengubah lanskap industri dan dunia kerja secara signifikan. Dalam era yang penuh dengan perkembangan teknologi, keterampilan digital menjadi salah satu kompetensi esensial yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja. Kompetensi dalam bidang bisnis digital memungkinkan individu untuk memahami dan mengelola berbagai platform digital serta memanfaatkan teknologi secara efektif dalam mendukung kegiatan bisnis. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai, sertifikasi kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi langkah penting dalam memastikan mutu dan standar profesional. Sertifikasi kompetensi di Indonesia telah diatur melalui berbagai peraturan pemerintah yang bertujuan untuk membangun kualitas tenaga kerja yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Salah satu landasan hukum yang mendasari sistem sertifikasi kompetensi adalah Undang-Undang Nomor 13 Received Agustus 25, 2024. Revised September 1, 2024. Accepted Oktober 20, 2024. Published Oktober 31, 2024 Muhaemin dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 11 Ae 16 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang ini menekankan pentingnya pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi tenaga kerja agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi memperkuat peran BNSP dalam mengembangkan skema sertifikasi dan mengawasi pelaksanaannya secara nasional. Selain peraturan tersebut, terdapat pula Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yang menetapkan kualifikasi keterampilan kerja di Indonesia untuk menjamin kompetensi lulusan sesuai dengan standar nasional. KKNI menjadi pedoman dalam penyusunan skema sertifikasi yang sesuai dengan tingkat kualifikasi tenaga kerja, termasuk dalam bidang bisnis digital. Dengan adanya regulasi-regulasi tersebut. BNSP memiliki dasar kuat untuk menyusun standar sertifikasi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja modern. Kegiatan pelatihan dan sosialisasi uji skema sertifikasi kompetensi ini di Universitas Nasional (UNAS) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa serta dosen dalam bidang bisnis Melalui program ini, diharapkan para peserta mampu memahami proses sertifikasi, meningkatkan kompetensinya, dan siap menghadapi uji kompetensi sesuai dengan standar BNSP. TINJAUAN PUSTAKA Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan merupakan landasan hukum utama yang mengatur tenaga kerja di Indonesia. , termasuk aspek pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan Pasal 11 UU No. 13 Tahun 2003 menggarisbawahi pentingnya pengembangan keterampilan tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan. Dalam konteks sertifikasi, undang-undang ini menekankan bahwa tenaga kerja perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga dapat bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin dinamis. Selain itu. Pasal 18 menyatakan bahwa perusahaan harus menyediakan pelatihan bagi pekerja agar mereka dapat meningkatkan keterampilan dan Hal ini relevan dengan upaya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam menyediakan skema sertifikasi yang diakui untuk memastikan bahwa tenaga kerja memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standar profesional yang dibutuhkan industri. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 . KKNI berfungsi sebagai acuan nasional untuk mengklasifikasikan capaian pembelajaran, kualifikasi keterampilan, dan kompetensi tenaga kerja di Indonesia pada berbagai tingkat. KKNI terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi yang mencakup pendidikan formal dan non-formal serta pelatihan kerja. KKNI tidak hanya penting bagi lembaga pendidikan dan pelatihan dalam merancang program pembelajaran, tetapi juga untuk BNSP dalam menyusun skema sertifikasi yang relevan dengan tingkat keterampilan tertentu. Dengan adanya KKNI. BNSP dapat mengarahkan skema sertifikasi pada tingkatan yang sesuai, misalnya untuk bidang bisnis digital, sesuai dengan jenjang kualifikasi yang diatur dalam KKNI. Skema Baru Sertifikasi Kompetensi Seiring perkembangan industri dan teknologi. BNSP terus memperbarui dan menyusun skema sertifikasi kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Skema baru ini bertujuan untuk mengakomodasi bidang kompetensi yang berkembang pesat, termasuk dalam ranah digital dan bisnis Skema baru disusun berdasarkan kebutuhan industri dan hasil analisis tren kompetensi masa depan. Dalam skema baru sertifikasi kompetensi di bidang bisnis digital, misalnya, kompetensi meliputi kemampuan dalam pemasaran digital, analitik data, manajemen platform digital, dan keterampilan teknis lain yang relevan dengan ekosistem digital saat ini. Proses penyusunan skema baru ini juga mempertimbangkan masukan dari sektor industri, akademisi, dan pengguna sertifikasi sehingga standar kompetensi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar. METODOLOGI PENELITIAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa pelatihan dan sosialisasi skema sertifikasi baru teknis BNSP dimana kegiatan ini berkolaborasi dengan Universitas Nasional Jakarta dimana pelaksanaan kegiatan di pusatkan di kota Jakarta pada 5 Oktober Tahun 2024 dengan sasaran kegiatan adalah Dosen dan Mahasiswa dan umum untuk pengenalan skema kompetensi baru dari LSP Informatika. Pembahasan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi beberapa tahapan sebagai berikut :. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2024, pp. 11 - 16 Muhaemin dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 11 Ae 16 Koordinasi Tim Penyusunan Materi Pelaksanaan Evaluasi Gambar. Metodologi Pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Nasional di kota Jakarta, dengan dukungan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Informatika Jakarta yang memiliki lisensi resmi dari BNSP. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kelompok peserta, mulai dari dosen, mahasiswa, alumni perguruan tinggi, hingga masyarakat umum. Pelatihan dan sosialisasi dalam program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kompetensi profesional yang dilisensikan oleh lembaga resmi dan juga penginformasian adanya skema baru yang akan dikembangkan oleh LSP Informatika. Kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Kompetensi Baru Kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini dilaksanakan Di kampus UNAS Pekanbaru seperti terlihat pada gambar 2, dimana kegiatan diawali dengan perkenalan apa skema baru BNSP di LSP Informatika kemudian dilanjutkan dengan detail skemanya. Tahapan Pelatihan dan Sosialisasi Kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: Persiapan Materi dan Sumber Daya Pelatihan: Tim pelaksana menyusun materi pelatihan berdasarkan kebutuhan kompetensi bisnis digital, yang meliputi pengelolaan platform digital, pemasaran digital, manajemen data, serta keterampilan analitik yang relevan. Materi dikembangkan berdasarkan standar kompetensi yang diatur oleh BNSP dan LSP. Pelaksanaan Pelatihan: Pelatihan dilaksanakan secara interaktif dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta alumni UNAS dan masyarakat umum. Peserta diperkenalkan pada dasar-dasar bisnis digital, teknik pemasaran digital, dan simulasi platform digital. Sesi pelatihan dirancang agar peserta dapat langsung mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, termasuk simulasi uji kompetensi yang mengikuti format sertifikasi BNSP. Simulasi Uji Kompetensi: Pada tahap ini, peserta berpartisipasi dalam simulasi uji kompetensi yang dirancang menyerupai proses sertifikasi sebenarnya. Simulasi ini melibatkan penilaian praktik serta sesi tanya jawab mengenai konsep-konsep penting dalam bisnis digital. Hasil dari simulasi ini membantu peserta memahami alur sertifikasi dan kesiapan mereka dalam menghadapi ujian Sosialisasi Manfaat Sertifikasi Kompetensi: Tim pelaksana juga mengadakan sesi sosialisasi mengenai manfaat sertifikasi bagi pengembangan karier di dunia kerja. Sesi ini memberikan wawasan kepada peserta tentang pentingnya memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional dan internasional, serta peluang yang dapat mereka capai dengan sertifikasi tersebut. Pelatihan Dan Sosialisasi Uji Skema Sertifikasi Kompetensi Bisnis Digital Sebagai Sarana Peningkatan Kompetensi Di UNAS (Muhaemi. Muhaemin dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 11 Ae 16 Gambar. Sosialisasi Skema Baru BNSP Sedangkan didalam Gambar 3 dan Gambar 4 terlihat uji coba kompetensi dengan sasaran individu yang berbeda antara mahasiswa dan umum. Gambar. Trial Skema Baru dan sertifikasi kepada mahasiswa Kemudian dilihat beberapa acuan seperti berapa lama seorang mahasiswa itu dapat mengerjakan soal kompetensi yang diberikan dibandingan dengan orang umum. Kemudian diberikan beberapa masukan kepada LSP bagaimana proses pengembangan selanjutnya untuk memperbaiki skema yang sudah ada Semua fasilitas dan interaksi yang ada didalam pengabdian ini menggunakan website yang dimiliki oleh LSP informatika, hal ini juga penting agar dapat membuat para peserta harus bisa menggunakan aplikasi webserver yang ada dengan baik. Untuk mahasiswa memang sertifikasi ini seharusnya sangat dibutuhkan mengingat kualitas pendidikan indonesia pada kurikulum merdeka ini harus dinaikkan dengan banyaknya sertifikasi sebagai syarat siap kerja untuk sumber daya manusia yang baru . , begitu pula dengan para pengajarnya. Dengan pengembangan yang selalu dibuat oleh LSP Informatika yang berkelanjutan dalam setiap aktivitasnya diharapkan dapat juga dibangun website yang sudah terkoneksi dengan artificial intelligent sebagai upaya untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2024, pp. 11 - 16 Muhaemin dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 1 No. 11 Ae 16 Gambar. Trial Skema Baru dan sertifikasi kepada umum KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kegiatan pelatihan dan sosialisasi uji skema sertifikasi kompetensi bisnis digital di Universitas Nasional (UNAS) telah berhasil meningkatkan pemahaman dan kesiapan peserta dalam menghadapi proses skema sertifikasi kompetensi baru yang sesuai dengan standar BNSP. Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa sertifikasi kompetensi, khususnya di bidang bisnis digital, menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa dan tenaga pengajar dalam menghadapi tuntutan industri digital saat ini. Kegiatan ini membantu peserta memahami prosedur sertifikasi, meningkatkan keterampilan mereka, dan memperkuat kesiapan menghadapi persaingan di dunia kerja. Dengan adanya sertifikasi, diharapkan lulusan UNAS memiliki daya saing lebih tinggi di pasar tenaga kerja yang terus berkembang. Saran Untuk mengoptimalkan manfaat dari pelatihan dan sertifikasi kompetensi, disarankan agar kegiatan ini dapat diadakan secara berkala dan diperluas cakupannya ke lebih banyak program studi yang relevan dengan bidang digital. Selain itu. UNAS dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan industri untuk memastikan materi pelatihan selalu terkini dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Dukungan dari pihak universitas dalam bentuk pengadaan fasilitas dan sumber daya bagi peserta uji sertifikasi juga penting untuk meningkatkan hasil pelatihan. Terakhir, partisipasi aktif mahasiswa dan dosen dalam program sertifikasi perlu terus ditingkatkan, sehingga kompetensi di bidang bisnis digital dapat merata dan berdampak positif bagi lulusan UNAS di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA