JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 E-ISSN 2715-842X PEMANFAATAN SLAG BAJA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON BERBASIS ECO-LIVING Andry Wisnu Prabowo1. Demmy Adhi Mulya Darma2 Politeknik Astra. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia Universitas Selamat Sri. Kendal. Jawa Tengah. Indonesia wisnu@polytechnic. id1, utunsolution@gmail. Abstrak Pemanfaatan slag baja sebagai pengganti agregat kasar pada beton merupakan salah satu pendekatan konstruksi berkelanjutan yang sejalan dengan konsep ecoliving dan ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan slag baja lokal sebagai pengganti 100% agregat kasar alami pada beton mutu rencana 25 MPa (K-. melalui pengujian sifat fisik agregat dan kinerja mekanik beton. Parameter yang diuji meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan air, keausan Los Angeles, bentuk agregat, nilai slump beton segar, serta kuat tekan beton pada umur 7 dan 28 hari. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan American Society for Testing and Materials (ASTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan agregat slag baja memiliki workability yang baik dengan nilai slump 8Ae10 cm, namun kuat tekan maksimum pada umur 28 hari hanya mencapai 5,2 MPa atau belum memenuhi 85% mutu rencana. Meskipun demikian, pemanfaatan slag baja berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 40Ae60% melalui pengurangan penggunaan agregat alam dan pemanfaatan limbah industri. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada evaluasi komprehensif slag baja lokal Indonesia sebagai agregat kasar beton berbasis eco-living, dengan integrasi pengujian sifat fisik agregat, kinerja beton, dan aspek keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci: Slag baja, beton, agregat kasar, eco-living. SDG. Abstract The utilization of steel slag as a substitute for coarse aggregate in concrete represents a sustainable construction approach aligned with the concepts of ecoliving and the circular economy. This study evaluates the feasibility of locally sourced steel slag as a 100% replacement for natural coarse aggregate in concrete with a target compressive strength of 25 MPa (K-. Laboratory tests were conducted in accordance with SNI and ASTM standards to assess aggregate physical properties and concrete performance, including gradation, specific gravity, water absorption. Los Angeles abrasion, aggregate shape, slump, and compressive strength at 7 and 28 days. The results show that concrete incorporating steel slag exhibits good workability, with slump values of 8Ae10 cm. however, the maximum compressive strength at 28 days reached only 5. 2 MPa, which does not meet 85% of the designed strength. Despite this limitation, the use of steel slag has the potential to reduce carbon emissions by approximately 40Ae60% by minimizing natural aggregate extraction and utilizing industrial waste. This study contributes a comprehensive evaluation of Indonesian local steel slag as a coarse aggregate for eco-livingAebased concrete, integrating technical performance and environmental sustainability aspects. Keywords: Steel slag, concrete, coarse aggregate, eco-living. SDGs. menimbulkan kerusakan lingkungan, degradasi lahan, serta peningkatan emisi karbon. Menurut data Pusat Penelitian dan Pengembangan Konstruksi Nasional . , pemanfaatan limbah slag baja dapat menekan biaya produksi hingga 15% serta mengurangi emisi karbon karena tidak memerlukan proses penambangan Pemanfaatan slag baja sebagai agregat kasar beton merupakan salah satu strategi penerapan eco-living, pembangunan yang menekankan efisiensi sumber daya, pemanfaatan limbah, dan pengurangan dampak lingkungan. Dalam konteks konstruksi berkelanjutan, konsep ecoliving diwujudkan melalui penggunaan material PENDAHULUAN Kebutuhan baja nasional Indonesia yang terus meningkat hingga mencapai sekitar 14 juta ton per tahun berdampak langsung pada bertambahnya jumlah limbah industri berupa terak baja . teel sla. Selama ini, slag baja umumnya hanya dimanfaatkan sebagai material urugan dengan nilai tambah yang rendah, tanpa pengolahan lebih lanjut. Padahal, secara fisik slag baja memiliki karakteristik yang mendekati agregat kasar alami, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan beton. Di sisi lain, eksploitasi agregat alam untuk kebutuhan konstruksi beton secara masif berpotensi JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 alternatif rendah emisi yang mendukung ekonomi sirkular. Dengan memanfaatkan slag baja, kebutuhan terhadap agregat alam dapat dikurangi sekaligus menekan timbunan limbah industri, sehingga berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengendalian pencemaran lingkungan. Secara material, slag baja merupakan hasil samping proses pembuatan baja yang terbentuk ketika unsur pengotor seperti oksida logam dan senyawa lain dipisahkan dari baja cair. Material ini umumnya mengandung silika, alumina, kalsium oksida, dan magnesium oksida, serta memiliki bentuk kasar tidak beraturan menyerupai batu pecah. Proses pendinginan cepat menggunakan air menyebabkan slag baja pecah menjadi fragmen yang kemudian diolah Sementara itu, beton sebagai material konstruksi utama tersusun atas campuran semen, air, serta agregat halus dan kasar yang diolah menjadi satu kesatuan homogen. Oleh karena itu, pemanfaatan slag baja sebagai bahan alternatif agregat kasar berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mendukung keberlanjutan Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan slag baja sebagai pengganti agregat kasar dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap karakteristik beton. Menyatakan bahwa slag baja memiliki stabilitas volume dan sifat mekanik yang baik sehingga layak digunakan sebagai agregat . menemukan adanya hubungan antara variasi persentase slag baja dan umur beton terhadap perubahan kuat tekan. Temuan tersebut diperkuat oleh . yang melaporkan bahwa slag baja memiliki berat jenis lebih tinggi dibandingkan agregat konvensional, sehingga memengaruhi densitas beton. Selain itu, . menunjukkan bahwa penggunaan slag baja dapat meningkatkan kepadatan campuran beton yang pada kondisi tertentu berkontribusi terhadap performa mekanis beton. Dari sisi komposisi material beton berpengaruh E-ISSN 2715-842X langsung terhadap nilai embodied carbon yang Meskipun demikian, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada penggunaan slag baja sebagai pengganti parsial agregat kasar atau belum mengkaji secara terintegrasi hubungan antara sifat fisik agregat, kinerja beton, dan kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon dalam kerangka konsep eco-living. Oleh karena itu, terdapat research gap berupa keterbatasan kajian mengenai pemanfaatan slag baja lokal Indonesia sebagai pengganti penuh . %) agregat kasar pada beton. Berdasarkan celah penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kinerja slag baja sebagai pengganti 100% agregat kasar dalam beton melalui pengujian sifat fisik agregat dan kuat tekan beton, serta mengkaji implikasinya terhadap keberlanjutan lingkungan. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada: . penggunaan slag baja sebagai pengganti penuh agregat kasar. parameter uji meliputi sifat fisik agregat dan kuat tekan beton. umur beton yang dianalisis adalah 7 dan 28 hari. Data primer diperoleh melalui pengujian laboratorium di Politeknik Astra. Cikarang Selatan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari studi literatur, penelitian terdahulu, serta dokumentasi survei lapangan di industri baja PT BPS . Menyajikan review komprehensif tentang pemanfaatan steel slag sebagai agregat dalam beton, mencakup aspek mekanik, durabilitas, dan tantangan praktis substitusi agregat alam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa slag dapat digunakan dengan baik pada rentang substitusi tertentu, namun pengaruhnya pada workability dan stabilitas volume perlu dikontrol melalui desain campuran yang tepat. Studi terbaru menunjukkan bahwa substitusi parsial agregat dengan steel slag dapat memperbaiki kekuatan tekan dan lentur beton. Pada beton bertulang, substitusi sekitar 30Ae45% meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur dibanding kontrol, meskipun workability Hal ini sejalan dengan karakteristik JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 agregat slag yang lebih berat dan lebih kasar dibanding agregat alami . Penelitian . penggunaan slag sebagai fine aggregate tidak hanya memengaruhi kuat tekan tetapi juga memengaruhi kekuatan lentur dan shear serta durabilitas beton, terutama di lingkungan agresif seperti paparan asam. Komposisi kimia slag, termasuk kontribusi silika dan besi oksida, berperan dalam meningkatkan zona transisi antar fase (ITZ), yang berdampak positif pada sifat mekanik makro beton. Artikel eksploratif pada tahun 2025 menunjukkan bahwa beton dengan penggantian slag sebagai agregat kasar penuh dapat menghasilkan bentuk pori yang berbeda dan meningkatkan interlock antara matriks semen dan agregat, yang berpotensi memperbaiki keterikatan matriks-agregat serta kinerja mekanik keseluruhan . Penelitian numerik dan eksperimental terbaru . melaporkan bahwa beton dengan agregat slag dapat menunjukkan karakteristik perilaku seismik yang lebih baik pada kolom beton bertulang pada kadar substitusi optimal . Ae 40%), termasuk peningkatan kapasitas disipasi energi dan deformasi lentur. Hal ini menguatkan relevansi slag dalam aplikasi struktural yang memerlukan performa dinamis. Selain beton struktural, studi review lain pada . mencakup aplikasi slag dalam campuran aspal dan campuran beton berpori dengan pertimbangan kinerja fungsional dan dampak Meskipun fokusnya bukan pada beton struktural, literatur semacam ini penting untuk menggambarkan tren pemanfaatan slag dalam infrastruktur secara luas. E-ISSN 2715-842X Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini dikelompokkan sebagai berikut: - Variabel bebas: Penggantian agregat kasar alami dengan slag baja sebesar - Variabel terikat: Sifat fisik agregat . erat jenis, penyerapan, abrasi, bentuk agrega. dan kuat tekan beton. - Variabel tetap: Faktor air semen (FAS) 0,575, jenis semen, metode pencampuran, dan metode perawatan . Spesifikasi Benda Uji Benda uji beton berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jumlah benda uji sebanyak tiga sampel untuk pengujian kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari. Prosedur Penelitian Pengujian sifat fisik agregat kasar slag baja meliputi analisis saringan (ASTM C. , berat jenis dan penyerapan (SNI 1. , keausan Los Angeles (SNI 2. , kadar air (SNI 1. , dan analisis bentuk agregat. Perancangan campuran beton dilakukan berdasarkan SNI 7656 dengan mutu rencana 25 MPa. Selanjutnya dilakukan pengujian slump beton segar dan pengujian kuat tekan beton menggunakan Universal Testing Machine sesuai ASTM C39. HASIL DAN PEMBAHASAN SDGAos dan Emisi Karbon Pemanfaatan limbah industri slag baja sebagai pengganti agregat kasar dalam beton secara langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya SDG 9 (Industri. Inovasi, dan Infrastruktu. dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawa. Pada SDG 9, penggunaan slag baja mendorong inovasi material konstruksi berbasis limbah industri yang berpotensi meningkatkan efisiensi sumber daya dan Sementara itu, pada SDG 12, pemanfaatan slag baja berkontribusi terhadap pengurangan timbunan limbah industri serta menekan eksploitasi sumber daya alam berupa agregat kasar. Dari sisi emisi karbon, produksi beton konvensional di Indonesia menggunakan METODE Lokasi dan Material Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Astra. Cikarang Selatan. Jawa Barat. Material slag baja diperoleh dari industri baja PT BPS. Kabupaten Serang. Banten. Material lain yang digunakan meliputi semen Portland tipe I, pasir alam sebagai agregat halus, dan air bersih sesuai persyaratan SNI. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 agregat kasar alami sekitar 40Ae50% dari total berat beton per meter kubik. Menurut Slamet Widodo . , proses ekstraksi, pengolahan, dan transportasi agregat alam menghasilkan emisi karbon sekitar 0. 005Ae0. 02 ton COCC per ton Sebaliknya, slag baja sebagai limbah industri memiliki jejak karbon yang lebih rendah, yaitu sekitar 0. 003Ae0. 008 ton COCC per ton, karena tidak memerlukan proses penambangan bahan baru. Berdasarkan penggantian agregat kasar alami dengan slag baja berpotensi menurunkan emisi karbon Minimum: 005 Ae 0. 003 x 100% = 40% E-ISSN 2715-842X Maksimum: 02 Ae 0. 008 x 100% = 60% Dengan demikian, penggunaan slag baja sebagai pengganti agregat kasar dapat menurunkan emisi karbon sekitar 40Ae60%, tergantung pada skenario produksi dan sumber Jika diterapkan secara luas dalam proyek konstruksi, potensi penurunan emisi ini pembangunan rendah karbon di sektor Hasil Pengujian Agregat Kasar . Pengujian Saringan Agregat Kasar : Pengujian saringan agregat kasar diperoleh hasil yang dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil Pengujian Saringan Agregat Kasar Diameter Saringan . Berat Saringan . Berat Saringan Tertahan . Berat Tertahan . Oc Berat Tertahan Tertahan (%) 76,200 410,000 410,000 0,000 0,000 0,000 50,800 440,000 440,000 0,000 0,000 0,000 100,000 38,100 510,000 822,400 312,400 312,400 1,253 98,747 25,400 490,000 2,829,800 2,339,800 2,652,200 10,635 89,365 19,05 600,000 8,013,600 7,413,600 10,065,800 40,361 59,639 9,530 560,000 9,115,300 8,555,300 18,621,100 74,666 25,334 4,75 400,000 2,757,500 2,357,500 20,978,600 84,119 15,881 PAN 300,000 4,260,600 3,960,600 24,939,200 100,000 0,000 Total Oc = 24,939,200 Gambar 1 Grafik Saringan Agregat Kasar Persentase Lolos (%) JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 Gambar 1 merupakan data perolehan presentase lolos yang ditransmisikan melalui grafik hasil analisis saringan. Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Berat Jenis Agregat Kasar : Pengujian berat jenis dan penyerapan agregat dilakukan menggunakan 1,000 g material slag maka diperoleh data hasil pengujian seperti pada Tabel 2. Perhitungan bobot isi agregat padat dan lepas mencakup penentuan berat benda uji, berat isi kering, berat isi jenuh (SSD), dan kadar rongga udara didapatkan hasil dari perhitungan berikut. Berat Benda Uji Lepas / Tusuk / Ketuk Ie W3 = W2 -W1 Berat Isi Kering Agregat 1,079 g Berat Agregat dalam Air (B) Berat Agregat Kering Oven (C) 1,077. Berat Jenis Bulk (OV) Absorption/Penyerapan X = . = 3,03 A-B 1079-724 Apparent Specific Gravity = = 3,05 C-B 1077,4-724 1079-1077,4 1077,4 A-C Absorption = x100% = x100% = 0. Bulk Specific Gravity (SSD) = Agregat Kasar Ketuk Berat wadah . 2,596. 2,596,5 2,596. Berat wadah Benda uji . 5,341. 5,736. 5,609. Berat benda uji . 2,744. 3,139. 3,013. Berat isi agregat . Berat isi jenuh . Kadar rongga udara (%) Steel-slag Pemeriksaan Tabel 3 Hasil Pemeriksaan Pengujian Bobot Isi Agregat Tusuk ) y 100% Tabel 4 Hasil Pengujian Kadar Air Agregat Kasar . Bobot Isi Agregat Padat dan Lepas : pengujian berat jenis dan penyerapan agregat kasar yang telah dilakukan menggunakan material slag sebanyak kapasitas wadah yang digunakan maka diperoleh data seperti pada Tabel 3. Lepas yaAycerat isi kerinyci Di mana = Berat benda uji = Berat wadah benda uji = Berat wadah = 2034,72 = Lepas/tusuk/ketuk . Pengujian Kadar Air Agregat Kasar : dari pengujian kadar air agregat kasar yang telah dilakukan menggunakan 500 g persampel material slag maka diperoleh data hasil pemeriksaan kadar air sebesar 0. = 3,03 A-B 1079-724 Pemeriksaan ycEyceycuycycerycaycyycaycu yaAycerat jenis Pengujian berat jenis dan penyerapan agregat kasar diperoleh dari perhitungan berikut. Bulk Specific Gravity = . Kadar Rongga Udara Berat Agregat Jenuh Kering Permukaan (A) Berat Jenis JPK/SSD Berat Isi Jenuh (SSD) Hasil Berat Jenis APP Tabel 2 Hasil Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Kasar Pemeriksaan E-ISSN 2715-842X i Berat cawan . Berat cawan b enda uji . Berat benda uji . W3=W2W1 Berat cawan benda uji kering oven . Berat benda uji kering oven . Kadar air (%) ((W3W. / W. x100 Kadar air ratarata (%) JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 Berikut merupakan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan 3 sampel slag dengan perbedaan kadar air seperti yang terlihat pada Tabel 4. Pengujian Keausan Isi Agregat dengan Mesin Los Angeles : pengujian keausan agregat menggunakan 5,000 gram slag dan 12 bola baja E-ISSN 2715-842X ona A) menghasilkan berat akhir 3,190 gram setelah proses abrasi, pencucian, dan pengeringan, dengan tingkat keausan sebesar Berikut merupakan tabel hasil pengujian keausan isi agregat kasar menggunakan 12 bola baja. Tabel 5 Hasil Pengujian Keausan Isi Agregat dengan Mesin Los Angeles Ukuran Saringan Berat Agregat Lolos Tertahan 1 AAy 1Ay 1,250 A25 1Ay AAy 1,250 A25 AAy AAy 1,250A10 2,500A10 AAy IuAy 1,250A10 2,500A10 IuAy AAy 2,500A10 AAy No. 2,500A10 2,500A10 No. No. 2,500A10 Total 5,000A10 5,000A10 5,000A10 5,000A10 Jumlah Bola Baja Berat Bola . 5,000A25 4,584A25 3,330A20 2,500A15 Berdasarkan tabel 5, maka didapatkan perhitungan sebagai berikut. Keausan = A-B x 100% = 5,000 Ae 3,190 x 100% 5,000 = 36,2% Pengujian Analisis Bentuk Agregat Kasar : berdasarkan hasil pengujian analisis bentuk agregat kasar menggunakan 60 sampel material slag, diperoleh klasifikasi agregat dengan 93% berbentuk baik, 7% pipih, dan 0% panjang. Data rinci setiap sampel dapat dilihat pada gambar 2 hasil analisis bentuk agregat kasar. Hasil Pengujian Beton Penelitian ini melakukan pengujian terhadap tiga sampel beton dengan slag baja sebagai pengganti penuh agregat kasar untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kuat tekan Seluruh pengujian dilakukan sesuai standar SNI dengan mutu beton rencana 25 MPa (K-. dan slump yang ditargetkan sebesar 120 mm. Hasil Mix Design dan Workability : perhitungan mix design dilakukan berdasarkan nilai Faktor Air Semen (FAS) 0. menggunakan semen tipe I, pasir alam sebagai agregat halus, dan slag baja sebagai agregat Komposisi per1 mA beton terdiri dari 52 kg semen, 205 liter air, 1,317. 35 kg agregat kasar . lag baj. , dan 619. 93 kg agregat halus . asir ala. Nilai slump dari ketiga sampel berkisar antara 8 - 10 cm, menunjukkan tingkat kelecakan . yang baik dan sesuai dengan rancangan campuran beton segar. Hal ini membuktikan bahwa slag baja dapat Gambar 2 Diagram batang analisis bentuk agregat JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 berfungsi baik dari sisi kelecakan meskipun memiliki berat jenis tinggi dan tekstur permukaan kasar. Hasil Uji Kuat Tekan Sampel 1 . mur 7 har. pada gambar 3 menunjukkan kuat tekan maksimum sebesar 4,3 MPa. E-ISSN 2715-842X yang melaporkan bahwa slag baja memiliki densitas lebih tinggi akibat kandungan oksida Gambar 6 Grafik Sampel 3 Hari Ke-28 Pengujian Los Angeles menghasilkan nilai keausan sebesar 36,2%, yang menunjukkan bahwa slag baja memiliki ketahanan aus yang cukup baik untuk aplikasi Selain itu, hasil analisis bentuk agregat menunjukkan bahwa 93% butiran slag berbentuk baik, sehingga secara geometris mendukung pembentukan rangka agregat beton yang stabil. Kadar air agregat yang sangat rendah . ,002%) juga menunjukkan bahwa slag baja memiliki daya serap air yang kecil. Gambar 3 Grafik Hasil Pengujian Sampel 1 Sampel 2 . mur 7 har. pada gambar 4 menghasilkan kuat tekan yang sama, yaitu 4,3 MPa, dengan karakteristik workability serupa. Hubungan Sifat Agregat dan Kuat Tekan Gambar 4 Grafik Hasil Pengujian Sampel 2 Beton Hasil pengujian beton menunjukkan bahwa penggunaan slag baja sebagai pengganti penuh agregat kasar menghasilkan beton dengan workability yang baik, ditunjukkan oleh nilai slump sebesar 8Ae10 cm, sesuai dengan target Hal ini mengindikasikan bahwa kelecakan yang memadai, meskipun berat jenis agregat relatif tinggi. Namun, hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa beton dengan agregat slag baja menghasilkan kuat tekan maksimum sebesar 5,2 MPa pada umur 28 hari, yang masih jauh di bawah mutu rencana 25 MPa. Meskipun terjadi peningkatan kuat tekan seiring bertambahnya umur beton, nilai yang dihasilkan belum memenuhi kriteria beton struktural. Rendahnya kuat tekan ini dapat dikaitkan dengan sifat fisik slag baja yang memiliki permukaan relatif padat dan daya serap air rendah, sehingga ikatan mekanis antara pasta Sampel 3 pada gambar 5 dan gambar 6 . mur 28 har. menunjukkan peningkatan kuat tekan hingga 5,2 MPa, namun masih jauh dari target 25 MPa . %) mutu beton K-. Gambar 5 Grafik Sampel 3 Hari ke-7 Karakteristik Fisik Agregat Slag Baja Hasil pengujian saringan menunjukkan bahwa slag baja memiliki distribusi gradasi yang masih berada dalam rentang agregat kasar, meskipun didominasi oleh fraksi berukuran menengah hingga besar. Nilai berat jenis slag baja yang diperoleh sebesar 3,03Ae3,05, lebih tinggi dibandingkan agregat kasar alami pada Hal ini sejalan dengan penelitian . JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 semen dan agregat kurang optimal. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya zona transisi antar muka . nterfacial transition zone/ITZ) yang Temuan ini sejalan dengan . yang menyatakan bahwa slag baja memerlukan perlakuan awal atau modifikasi desain campuran untuk meningkatkan daya lekat dengan pasta semen. Beberapa penelitian terdahulu melaporkan bahwa peningkatan kuat tekan beton berbasis slag baja dapat dicapai melalui penggantian parsial agregat, penggunaan bahan tambah . , atau perlakuan permukaan slag seperti pencucian dan pelapukan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menguatkan temuan sebelumnya bahwa penggunaan slag baja sebagai pengganti penuh agregat kasar tanpa optimasi lanjutan cenderung menghasilkan kuat tekan yang rendah. E-ISSN 2715-842X optimal, diperlukan penelitian lanjutan dalam penyempurnaan proses pengolahan terak baja dan optimasi desain campuran beton. Secara keseluruhan, terak baja memiliki potensi besar sebagai material alternatif ramah lingkungan dalam konstruksi berkelanjutan, meskipun masih membutuhkan pengembangan agar dapat diterapkan secara luas. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang pelaksanaan penelitian ini. Terima kasih disampaikan kepada Tim Jurnal Teknik Sipil dan Aplikasi (TeklA) yang telah meluangkan waktu untuk membuat template ini, sehingga proses penyusunan artikel dapat berjalan dengan baik dan sistematis. Penulis juga berterima kasih kepada laboratorium teknik sipil yang telah menyediakan fasilitas pengujian, serta semua rekan yang turut membantu dalam pengumpulan data dan Dukungan dan kontribusi berbagai pihak sangat berarti dalam penyelesaian penelitian serta penulisan artikel ini. Implikasi Hasil Penelitian Berdasarkan pembahasan, slag baja memiliki karakteristik fisik yang baik dan unggul dari sisi keberlanjutan lingkungan, namun kinerjanya sebagai pengganti penuh agregat kasar pada beton struktural masih terbatas. Dengan demikian, penggunaan slag baja lebih direkomendasikan untuk beton non-struktural, perkerasan jalan, atau aplikasi lain yang tidak mensyaratkan kuat tekan tinggi, kecuali dilakukan optimasi lanjutan pada desain campuran dan perlakuan material. DAFTAR PUSTAKA