DEI VERBUM AuALKITAB BUKU YANG TERBUKAAy Simeon Bera Muda John Mansford Prior1 Abstract The Dogmatic Constitution Dei Verbum on Divine Revelation opens us towards GodAos self revelation in the whole universe in order that all be gathered in Christ into full communion with the Triune God. This official teaching sees revelation as a dialogue of love, and a response in faith which is personal, dynamic, historical and centred on Christ and the Spirit. With this broad understanding of revelation, the Dei Verbum Constitution goes on to open up ways of interpreting the Scriptures and understanding how the Scriptures have been read in history (Traditio. , thus opening up Bible study as the soul of theology, as well as the anima of prayer, liturgy and spirituality. The local Churches of Indonesia. Asia and the world, including the Society of the Divine Word (SVD), have responded to the invitation to participate in this divine dialogue of love by receiving GodAos Word graciously and proclaiming it faithfully in daily life. The essay ends by noting the contribution of the Pontifical Biblical Commission, the Catholic Biblical Federation. Lembaga Biblica Indonesia. St. PaulAos Biblical Centre Ledalero, and the Biblical Apostolate Diocesan Commissions of Nusa Tenggara Ecclesial Province in Indonesia which have facilitated Bible sharing in grassroots Kata-kata kunci: Wahyu. Alkitab, buku terbuka, animasi, mendengar, dialog, mewartakan, kepenuhan hidup, tradisi, penafsiran, doa, refleksi. Simeon Bera menyerahkan draft tulisannya kepada Dewan Penyunting sebelum berangkat untuk mulai tugas baru di Merauke. Papua. Dengan seizin penulis, editor Jurnal Ledalero melengkapi tulisannya. Alfons Betan turut menyumbang berbagai catatan berharga. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 Awal Kata Mengikuti kebiasaan pemberian nama dengan mengambil kata-kata awal dari dokumen bersangkutan, judul Konstitusi Dogmatik tentang Wahyu Ilahi diambil dari dua kata pertamanya: AuDEI VERBUM religiose audiens et fidenter proclamansAAy [AuSambil mendengarkan SABDA ALLAH dengan khidmat dan mewartakannya penuh kepercayaanAA. Di sini Konsili menegaskan dua pokok, yaitu mendengarkan Sabda Allah dengan AukhidmatAy . erjemahan Jan Riberu demikian juga Robert Hardawirjana dari kata AureligioseA. dan mewartakannya Aupenuh kepercayaanAy . tau dalam terjemahan Jan Riberu Audengan setiaA. dari kata fidenter . ides = Dengan mengutip Surat Pertama Rasul Yohanes dalam pendahuluannya. Konstitusi Dei Verbum menegaskan maksud dan tujuannya, yaitu menyajikan ajaran tentang wahyu ilahi dan bagaimana wahyu itu diteruskan: AuKami mewartakan kepadamu hidup kekal, yang ada pada Bapa dan telah nampak kepada kami: Yang kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami wartakan kepadamu, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami, dan persekutuan kita beserta Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus. Ay . Yoh 1:2-. Dei Verbum menafsir kembali ajaran Konsili Trento dan Konsili Vatikan I secara baru. Tutur Josef Ratzinger, metode Vatikan II ialah memperhatikan apa yang dihasilkan Trento dan Vatikan I, lantas: Auajaran lama ditafsir dengan cara kontemporer, dan dengan demikian ditafsir secara baru berkaitan dengan apa yang hakiki, juga terhadap keterbatasan serta kekurangannya. Ay Lanjutnya, ia setuju sepenuhnya dengan teolog Protestan kenamaan Karl Barth yang merumuskan metode Vatikan II sebagai. Aumaju dengan beranjak dari jejak-jejak konsili sebelumnya. Ay3Dengan demikian Konsili Vatikan II membuka babak baru, jalan AoaggiornamentoAo . bagi penghayatan Sabda Allah di kalangan Gereja Katolik. Konsili Membuka Diri pada Kitab yang Terbuka Selagi menjalani proses yang panjang, dapat dibayangkan bahwa para peserta Konsili membiarkan Alkitab tetap AuterbukaAy: seluruh teks Herbert Vorgrimler. AuConstitutio Dogmatica de Divina RevelationeAy, dalam Lexikon fyr Theologie und Kirche, (Freiburg: Herder, 1. , hlm. 504 Ae 582. Bdk. Dokumen Konsili Vatikan II terjemahan Jan Riberu, (Jakarta: Obor, 1. , hlm. 294, juga. Dokumen Konsili Vatikan II terjemahan Robert Hardawirjana (Jakarta: Obor, 1. , hlm. Ratzinger. Dogmatische Konstitution, hlm. 505, 521. Ratzinger juga membantu Yves Congar menyusun draft bab I Dekrit Ad Gentes Divinitus tentang Kegiatan Misi. Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. berlandaskan pada tidak kurang dari 83 kutipan langsung dari Kitab Suci. 4 Dengan demikian, judul dokumen ini, dan seluruh isinya, sungguh AoterbukaAo kepada Allah, kepada Sabda Allah, kepada umat Allah, kepada seluruh umat manusia, bahkan seluruh alam ciptaan sebagai yang membuka kemungkinan, dan merupakan kemungkinan yang terbuka, bagi karya penyelamatan Allah dalam arti penuh. Di dalam kalimat pertama yang menyebutkan isi dokumen ini, langsung disebut de divina revelatione. Kata AurelevasiAy . dimengerti sebagai Allah membuka diri-Nya . pokalypsis = revelatio. Aupenyingkapan selubungAy. 5 Seluruh dokumen ini menunjukkan bagaimana Allah membuka diri-Nya melalui Sabda-Nya dalam seluruh Alkitab yang berpuncak pada AuSabda menjadi daging dan diam di antara kita penuh rahmat dan kebenaranAy (Yohanes 1:14. DV . Dengan sikap terbuka, dokumen ini menyebut dan memaparkan wahyu itu mulai dari nomor pertama hingga dengan gaya inclusio . dalam nomor akhir (DV . Dengan demikian dokumen ini membuka diri terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan AopewahyuanAo diri Allah. Proses Penyusunan Konstitusi Membuka Diri Upaya merumuskan dokumen ini, sejak presentasi draft awalnya pada sesi konsili pertama, 14 November 1962, melewati proses yang panjang dengan pembahasan dan perdebatan sengit berulang kali hingga ditetapkan dan diumumkan pada sesi terakhir, tepatnya pada 18 November 1965. Pada tgl. 20 November 1962 rancangan awal De fontibus revelationis, yang dirumuskan oleh Panitia Persiapan sebelum konsili, ditolak oleh 62 persen peserta konsili. Walau sebetulnya dibutuhkan 66 persen dari suara peserta konsili untuk menerima atau menolak sebuah dokumen. Paus Yohanes XXi langsung menarik kembali rancangan itu dari aula konsili dan membentuk sebuah komisi persiapan baru yang melibatkan Sekretariat untuk Persatuan Umat Kristen di bawah Ketuanya. Kardinal Augustin Bea, seorang ahli Kitab Suci. Keputusan Yohanes XXi itu menggegerkan. inilah satu-satunya Rasul Paulus dikutip paling banyak . alau kita juga menghitung Surat kepada Umat Ibran. sekitar 32 kali. Kitab Taurat (Pentateuk. diwakili: tiga kutipan dari Kitab Kejadian dan dua dari Kitab Keluaran. Para nabi diwakili dengan dua kutipan dari Kitab Yesaya, masingmasing satu kali . Samuel. Kitab Yeremia dan Kitab Baruk. , juga dua kali Kitab Mazmur. Begitu juga Injil Yohanes dikutip sekitar 20 kali. Injil Matius dan Injil Lukas masing-masing empat kali dan Injil Markus satu kali. Kisah Rasul-Rasul dikutip tiga kali dan Surat Rasul Petrus lima kali. Surat 1Yohanes dan Surat Yudas masing-masing satu kali. Xavier Lyon Ae Dufour. Dictionary of Biblical Theology. London: Burns and Oates, 2004. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 intervensinya selama sesi konsili pertama. 6 Paus tahu bahwa draft awal itu ditolak karena pemahamannya tentang wahyu bersifat amat sempit dan intelektualistis. 7 Konsep ini memahami wahyu sebagai proposisiproposisi belaka sejalan dengan rumusan Konsili Trento dan Vatikan I. Komisi Persiapan Gabungan . ommissio mixt. yang baru itu mengganti paham abstrak itu dengan paham yang bersifat dialogal, personal dan Masukan dari Sekretariat untuk Persatuan Umat Kristen sangat memengaruhi proses penyusunan dokumen selanjutnya, dan Komisi Gabungan bekerja sama dengan pelbagai teolog kenamaan seperti Edward Schillebeeckx. Karl Rahner. Yves Congar dan teolog mudah. Joseph Ratzinger. 8 John Allen berpendapat bahwa. AuDei Verbum adalah dokumen Konsili Vatikan II yang di dalamnya pengaruh Ratzinger lebih terasa dari pada di dalam dokumen-dokumen lain. Ay9 Karim Schelkens menyebut intervensi Yohanes XXi sebagai Aua benchmark momentAy, suatu kejadian simbolik yang menandai perpisahan konsili dari pengaruh Kuria Vatikan, khususnya dari Kardinal Alfredo Ottaviani. Lih. Catholic Theology of Revelation on the Eve of Vatican II. Leiden: Brill, 2010, hlm. Atau dalam bahasa Rouquette. AuDengan pungutan suara ini pada 20 November 1962, era Kontra-Reformasi berakhir dan era baru, dengan dampak yang tak dapat diramalkan, dibuka untuk Kekristenan. Ay Dikutip oleh Congar. My Journal of the Council, 2012, hlm. Nicolaus King mengutip pendapat Ratzinger bahwa De fontibus revelationis tidak lebih dari. Aukanonisasi mazhab teologi RomaAy. Lih. Nicholaus King. AuJust One AbsoluteAy. The Tablet, 20 Oktober 2012, hlm. Intervensi Kardinal Josef Frings dalam debat di aula konsili . November 1. , yang disusun oleh pendamping ahlinya. Ratzinger, menilai bahwa schema ini. Aubersifat anti-modern, kaku dan memberi kesaksian pada Aosebuah teologi negasi dan laranganAo. Ay Lih. Ratzinger. Die erste Sitzungsperiode des Zweiten Vatikanischen Konzils: ein Ryckblick. Kyln: Bachem, 1963, hlm. Di kemudian hari Ratzinger merevisi pendapat ini dan agak menjauhi pandangan mayoritas peserta Konsili yang menolak De fontibus revelationis. Lih. Ratzinger. Milestones: Memoirs . San Francisco: Ignatius Press, 1998, hlm. Maka menurut John Allen. Ratzinger Ausudah meyakini pendapat yang amat dekat dengan posisi yang pernah ia lawan pada akhir Konsili Vatikan II. Ay Lih. Allen. Cardinal Ratzinger: The VaticanAos Enforcer of the Faith. New York & London: Continuum, 2000, hlm. Pada masa tuanya, ketika menjabat selaku Uskup Roma. Ratzinger menulis karya besarnya Yesus dari Nazaret sebagai Aupencarian pribadi akan wajah TuhanAy. Jilid I Dari Baptisan di Sungai Yordan hingga PenampakanNya. Jilid II Dari Masuk Kota Yerusalem hingga Kebangkitan-Nya. Jilid i Kisah-Kisah Masa Kanak-kanak Yesus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007, 2011, 2012. Kisah penyusunan Konstitusi Dogmatis Dei Verbum yang rumit lagi berkepanjangan, diuraikan paling lengkap dalam G. Alberigo dan J. Komonchak. History of Vatican II. Jilid II. Leuven: Peeters, 1997, hlm. 69-93, 233-266. Lih. juga agenda harian Yves Congar. My Journal of the Council. Collegeville: Liturgical Press, 2012, hlm. John Allen. Cardinal Ratzinger: The VaticanAos Enforcer of the Faith. New York & London: Continuum, 2000, hlm. Untuk uraian lebih lanjut seputar komentar Ratzinger tentang Dei Verbum, lih. Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. Wahyu Membuka Dialog Kasih antar Allah dan Manusia Dei Verbum tidak menguraikan pokok wahyu dengan pendekatan proposisional . ata, sabda, rumusan ima. melulu, juga tidak hanya dengan pendekatan AukejadianAy . ahu sebagai peristiwa histori. , tetapi menggabungkan kedua pola ini. Dei Verbum berbicara tentang Allah yang mewahyukan diri-Nya kepada manusia melalui apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan (DV 2, 4, 14, . Joseph Ratzinger menjelaskannya demikian: Au. ahyu ilahi berup. satu kesatuan utuh, dalam mana sabda dan peristiwa berupa satu kesatuan, sebuah dialog sejati yang menyentuh manusia dalam keseluruhannya, tidak hanya menantang akal tapi, sebagai dialog, menyapa manusia selaku rekan, malah untuk pertama kalinya menganugerahkan manusia kondrat yang sebenarnya. Ay10 Jadi, wahyu tidak menyampaikan kebenaran-kebenaran yang manusia tidak dapat temukan sendiri, melainkan berupa wahyu-diri Allah Tritunggal dalam Kristus yang mengundang umat manusia untuk masuk ke dalam dialog kasih, dan menanggapinya dalam iman yang membuahkan tekat dan komitmen pribadi. Panggilan kita selaku murid Kristus adalah untuk mengikuti Yesus, kini dan di sini. Artinya, kita mesti bergumul dengan Kitab Suci, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan belajar membaca Injil pada masa kini dan dalam tempat ini pula. Sangat boleh jadi, sesekali kita kaget lagi gelisah dengan prospek menukik ke dalam gelombang kuat-kuasa Yesus yang tak dapat diprediksi, apa lagi dikendalikan. Karl Rahner pernah terliliti kecemasan akan kebesaran dan keagungan wahyu Allah, lantas ia berdoa: AuTuhan. Engkau mesti menyesuaikan sabda-Mu dengan saya yang kecil ini agar Sabda-Mu, tanpa dimusnahkan, masuk ke dalam ruang ini yang sempit, satu-satunya ruang dalam mana saya bisa Kalau Engkau menawarkan sabda Auyang diperpendekAy dan yang tidak menyampaikan segala-segalanya sekaligus, tapi hanya menghembus sepotong kata sahaja yang dapat kutanggapi, baru sekali lagi dapat saya bernapas dengan lega. Ay11 Tandas Nicholas King. AuDan Allah memang sudah menyapa kita dengan kata Auyang diperpendekAy, yakni Yesus (DV . Ay Lanjut King. Ratzinger. AuDogmatic Constitution on Dei Verbum: Revelation. Origin and BackgroundAy in Herbert Vorgrimler . ) Commentary on the Documents of Vatican II, 5 Jilid. New York: Herder and Herder, 1967-1969. Jilid i, 155-198 hlm. , kutipan dari hlm. Rahner. AuGod of My Lord Jesus ChristAy, dikutip dalam Elizabeth A. Johnson. Quest for the Living God: Mapping Frontiers in the Theology of God. New York & London: Continuum, 2007, hlm. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 AuKadang kala mengikuti Yesus mengajak kita melepaskan keyakinankeyakinan yang kita pegang selama ini. Ay12 Atau dalam bahasa Komisi Kepausan untuk Kitab Suci: AuJalan yang digariskan Yesus tidak dipaparkan bagai norma-norma otoritatif yang dipaksakan dari luar. Yesus sendiri mengikuti jalan itu dan mengharapkan agar murid-murid-Nya mengikuti teladanNya. Apa lagi, relasi antara Yesus dengan para murid tidak terdiri dari kuliah-kuliah kering yang menjenuhkan. Ay13 Maka, kita tidak membaca Kitab Suci secara harafiahfundamentalistik, tapi hendak mendengarkan apa yang difirmankan Tuhan kepada kita sambil menanggapi pesan Injil itu dan berusaha menghayatinya dalam hidup sehari-hari. Karena itu, iman tidak boleh dipahami hanya sebagai penaklukan pada kebenaran yang diwahyukan, tetapi lebih, dan pada tempat pertama, sebagai tanggapan manusia terhadap undangan Allah yang membebaskan. Maka, dalam Dei Verbum, wahyu diberi ciri dasar universal, dialogal, personal dan eksperiensial. Wahyu Bersifat Universal Yesus, pewahyuan Allah yang paling sempurna (Yoh 14:9-. , berkarya bukan hanya untuk orang Yahudi saja, tetapi juga untuk bangsa lain (Mrk 5:1-20/Mat 8:28-34/Luk 8:26-39. Mrk 7:24-30/Mat 15:21-28. Mat 8:5-13/Luk 7:1-10/Yoh 4:46-53. Mat 17:11-19. Yoh 4:. , dan secara istimewa untuk mereka yang dianggap AoberdosaAo dan tersisihkan dari pergaulan umum seperti perempuan yang Auterkenal sebagai seorang berdosaAy (Luk 7:36-. dan pemungut cukai (Mat 9:9-13/Mrk 2:13-17/Luk 5:27-32. Luk 19:1-. Yesus yang bangkit mengutus para murid-Nya ke seluruh dunia (Mat 28:16-. , dan para rasul, yang sudah diilhami dan diteguhkan oleh Roh Kudus (Kis 2:. , mulai berani melampaui batas agama, suku, budaya Yahudi dan mewartakan Injil Ausampai ke ujung bumiAy (Kis 1:. Wahyu Bersifat Dialogal Dari pihak Allah, puncak dialog antar Allah dan manusia tercapai dalam diri Yesus yang menampakkan Allah yang tak kelihatan (DV 4, 7. Yoh 14:. , dan dari pihak kita, puncak dalam dialog Allah-manusia itu tercapai dalam tanggapan iman (DV . Dengan mewahyukan diri-Nya. Allah peka terhadap keterbatasan kita sebagai makhluk fana. Maka Dei Verbum menjelaskan bahwa wahyu, yaitu relasi kasih antara Allah dan Nicholas King. AuJust One AbsoluteAy. The Tablet, 20 Oktober 2012, hlm. Pontifical Biblical Commission. The Bible and Morality: Biblical Roots of Christian Conduct. Roma, 2008. No. Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. manusia dalam Kristus, tidak mesti kita takuti. Berikutnya. Dei Verbum merumuskan pola keterjalinan makna religius dan sifat kemanusiaan dalam Kitab Suci seturut pola inkarnasi: AuSebab sabda Allah, yang diungkapkan dengan bahasa manusia, telah menyerupai pembicaraan manusiawi, seperti dulu Sabda Bapa yang kekal, dengan mengenakan daging kelemahan manusiawi, telah menjadi serupa dengan manusia. Ay Pablo David mengatakan bahwa Aukalimat ini mengandung gagasan paling radikal tentang sabda Allah dalam bahasa manusiaAy,14 karena di sini inkarnasi menjadi dasar teologis yang kokoh bagi praktek para ekseget untuk memakai rupa-rupa ilmu dan metode penafsiran Karena itu, kita perlu menghargai AuA ungkapan oleh pengarang suci dalam keadaan tertentu, sesuai dengan situasi zamannya dan kebudayaannya, melalui jenis-jenis sastra yang ketika itu digunakan A perlu benar-benar diperhatikan baik cara-cara yang lazim dipakai oleh orang-orang pada zaman pengarang itu dalam merasa, berbicara atau bercerita, maupun juga cara-cara yang pada zaman itu biasanya dipakai dalam pergaulan antar manusia. Ay (DV . Wahyu Bersifat Personal Dei Verbum memaparkan wahyu dalam gagasan relasional dan personal dari pada hanya dalam bahasa konseptual saja. Dengan demikian Dei Verbum membuka jendela pada Allah dan pada manusia. Pribadi Allah yang tidak kelihatan menjadi nyata dalam diri Yesus. Putera-Nya, dan menyapa kita sebagai sahabat dalam kelimpahan kasihNya (DV . , supaya kita dapat ditarik ke dalam relasi mesra dengan Allah Tritunggal dan hidup dalam kasih-Nya (DV . Dalam cinta Allah yang tak terbatas itu. Allah mewahyukan diri karena inisiatif-Nya Dia mengambil inisiatif untuk menciptakan dunia dan segala isinya (Kej 1:1-2:. Audan Allah melihat bahwa semuanya itu baikAy (Kej 1:. Penjelmaan Sang Sabda (Yoh 1:. justru memperlihatkan inisiatif-Nya: AuKristus Yesus, walau dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusiaAy (Flp 2:6-. Secara khusus Ia menjadi satu dengan kaum miskin dan terlupakan (Mrk 6:3. Pablo David. AuFrom Dei Verbum to Verbum Domini: Issues on Exegesis and TheologyAy, dalam Revisiting Vatican II: 50 Years of Renewal. Bengaluru: International Conference, 31 January Ae 3 February 2013, hlm. Paus Benediktus XVI, memilih tema AuSabda Allah dalam hidup dan perutusan GerejaAy untuk Sinode para Uskup tahun 2008. Dua tahun kemudian, paus mengumumkan imbauan apostolik Verbum Domini sebagai hasilnya. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 Mat 13:55-56. Luk :1-7. 2:8-20. Wahyu Bersifat Eksperiensial Wahyu berupa perjumpaan yang hidup dan yang menghidupkan. Perjumpaan ini akan selalu melampaui batas-batas bahasa Kitab Suci dan ajaran Gereja. Wahyu sebagai pengalaman iman melampaui dan sekaligus menyatukan apa yang diwartakan dalam Kitab Suci dan diyakini umat sepanjang zaman (Tradis. AuTradisi suci dan Kitab Suci berhubungan erat sekali dan berpadu. Sebab keduanya mengalir dari sumber ilahi yang sama, dan dengan cara tertentu bergabung menjadi satu dan menjurus ke arah tujuan yang sama. Ay (DV . Perpaduan ini bersifat dinamis: Kitab Suci dan Tradisi menimbah dari sumber yang satu dan sama, yakni Allah yang Mahapengasih dan Penyayang. Kitab Suci merekam Sabda Allah yang hidup, sedangkan Tradisi adalah kenyataan dinamis dan hidup yang mengacu pada proses dalam mana iman Kristiani diteruskan dan pada pokok iman yang sama dalam Auliturgi Gereja, pemenungan teologis, pernyataan doktriner serta ilham harian kaum beriman. Ay15 Jadi, walau peran magisterium diuraikan dengan jelas. Dei Verbum juga mengakui peran serta seluruh umat beriman dalam proses mendengarkan Sabda Allah: AuDengan berpegang teguh pada sabda Allah, seluruh umat beriman bersatu dengan para gembala mereka dan tetap bertekun dalam ajaran para rasul dan persekutuan, dalam pemecahan roti dan doadoa . Kis 2:. Dengan demikian dalam mempertahankan, melaksanakan dan mengakui iman yang diturunkan itu timbullah kerukunan yang khas antara para uskup dan kaum beriman. Ay (DV Maka, distingsi kuno antara ecclesia docens dan eccelsia discens direlevitasikan, dan disediakan ruang terbuka untuk seluruh umat mengambil bagian dalam disernmen alkitabiah. Wahyu: Pemahaman Terbuka Jadi. Dei Verbum memahami wahyu ilahi secara sangat luas sebagai undangan kepada umat manusia untuk bersahabat dengan Allah, untuk mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri. Pendekatan ini dimungkinkan karena wahyu dipahami seturut pola inkarnatoris dan Richard R. Gaillardetz dan Catherine E. Clifford. Keys to the Council: Unlocking the Teaching of Vatican II. Collegeville. MN: Liturgical Press, 2012, hlm. Lih. Lieven Boeve. AuRevelation. Scripture and Tradition: Lessons from Vatican IIAos Constitution Dei Verbum for Contemporary TheologyAy. International Journal of Systematic Theology, 13/4 . , hlm. kutipan dari hlm. Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. pneumatologis: sebuah dwicakap berkelanjutan antara Allah dan umat manusia melalui Kristus dan Roh Kudus. 17 Tandas Katekismus Gereja Katolik: Tetapi iman Kristen bukanlah satu Auagama kitabAy. Agama Kristen adalah agama AuSabdaAy Allah. Aubukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidupAy. Kristus. Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus. Auuntuk mengerti maksud AlkitabAy (Luk 24:. , supaya ia tidak tinggal huruf mati. Ay . Menjadi jelas bahwa ciri dialogal, personal dan eksperiensial yang mewarnai relasi antara Allah dan umat manusia, sebagaimana digambarkan dalam Dei Verbum, selanjutnya mewarnai seluruh proses Konsili, dan merupakan model panutan bagi setiap relasi: relasi antar umat Katolik sendiri (Lumen gentiu. , relasi umat Katolik dengan umat dari Gereja-Gereja lain (Unitatis redintegrati. , dan relasinya dengan umat dari tradisi-tradisi iman lain (Nostra aetat. Dialog personal dan eksperiensial adalah jalan utama dalam segala relasi dan jejaring kita, sebagaimana Allah mewahyukan diri-Nya secara dialogal. Maka, dalam Dei Verbum kita menemukan pemahaman lama dan pemahaman baru, ada tafsiran kesinambungan dan ada tafisran babak baru, ada keserasian dan ketegangan, ada keaslian dan keasingan, dan semuanya tertenun dalam relasi dinamis-kreatif. Tafsiran Kitab Suci Terbuka Lebar-Lebar Setelah memaparkan pemahamannya tentang wahyu yang sangat luas. Dei Verbum membuka kemungkinan bahwa wahyu itu hendaknya diteruskan . ab II. No. , sejalan dengan menerima ilham ilahi Kitab Suci dan segala usaha penafsirannya . ab i. No. , lalu dalam bab IV dan bab V berbicara tentang arti Perjanjian Lama (No. dan Perjanjian Baru (No. bagi umat Kristiani, dan Katekismus Gereja Katolik . disi asli ke-1. Roma 1. menyimpulkan isi seluruh revelasi itu dengan menegaskan: AuAllah mewahyukan dan memberikan diri kepada manusia A yang Ia rencanakan sejak keabadian di dalam Kristus untuk semua manusia A secara penuh A ketika Ia mengutus Putra-Nya A dan Roh KudusAy . Artikel-artikel selanjutnya . mengacu pada DV No. 2, 3, 4 dan menegaskan bahwa wahyu sebagai inisiatif Allah sudah definitif dalam Yesus tetapi masih merupakan tugas umat kristen untuk mengerti seluruh artinya. Lih. James Corkery. AuDei Verbum: On the Face of God AuUnveliedAy, in Thinking Faith. http:// org/articles/20121017_1. Diakses 2 Februari 2013. Di bandingkan dengan Konsili Vatikan I. DV menekankan bahwa Allah sendiri adalah asal dan tujuan pewahyuan. Allah menyentuh kedalaman diri manusia dan datang kepada manusia melalui Kristus (Verbum par excellenc. dan memampukan manusia masuk ke dalam persekutuan Allah dalam Roh Kudus. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 berakhir dengan bagian Dei Verbum yang pengaruhnya paling terasa oleh umat beriman, yaitu Kitab Suci dalam Kehidupan Gereja (DV 2. , dengan mengundang magisterium, ekseget dan seluruh umat Allah untuk menerima santapan ini. Ternyata pandangan yang terbuka itu sungguh mengarah ke sebuah penerapan yang juga terbuka. Tiga pokok di atas, yaitu bahwa wahyu bersifat eksperiensial, pemahamannya terbuka, dan tafsiran Kitab Suci terbuka lebar-lebar, erat berkaitan dengan hidup manusia yang tidak terlepas dari perkembangan dunia dewasa ini. Karena itu, pembacaan dan penafsiran Kitab Suci, entah secara pribadi atau dalam kelompok, entah secara meditatif atau lewat pendalaman akademis, perlu memperhatikan, selain konteks penulisan teks-teks Kitab Suci sendiri dalam masa penulisannya, juga konteks manusia dewasa ini yang terus berubah dengan segala macam persoalan hidup yang dihadapinya. Dengan demikian, wahyu Tuhan, lewat Sabda-Nya, sungguh menyapa dan terasa aktual serta bisa memberi ilham dan daya dorong bagi segenap anggota jemaat untuk melanjutkan perutusan Yesus mewartakan kabar gembira, mewujudkan karya bersama demi kepentingan bersama. Kitab Suci Terbuka Lebar-Lebar Bab terakhir Dei Verbum . berbicara tentang Kitab Suci di dalam kehidupan Gereja dan menegaskan bahwa. AuBagi kaum beriman kristiani jalan menuju Kitab Suci harus terbuka lebar-lebarAy (DV . Dengan tujuh kali mengutip Kitab Suci, dokumen ini berakhir dengan menyebut bahwa Sabda Allah itu Autetap untuk selama-lamanyaAy. 20 Dan dengan semua pemahaman yang terbuka ini. Alkitab menjadi buku terbuka dalam semua aspeknya. Berbagai diskusi sehubungan dengan membuat AoanimasiAo Kitab Suci hendaknya sampai pada artinya paling asli dan paling penuh yaitu membawa Kitab Suci ke dalam anima, yaitu jiwa, setiap orang Kristen, ke dalam keluarga, kelompok umat beriman, ke dalam seluruh Gereja yang bersaksi di tengah masyarakat aneka ragam, bahkan ke dalam seluruh alam semesta: Aukarena sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalinA kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anakAy (Rm 8:22, . Berdirinya seksi, komisi, lembaga pada ragam tingkatan Gereja dari Kelompok Umat Basis. Paroki. Kevikepan. Keuskupan. Konferensi Waligereja, hingga tingkat global, jelas menandaskan bahwa selama setengah abad terakhir Dei Verbum, sebagai hasil Konsili Vatikan II, sudah Enam kutipan dari Perjanjian Lama. salah satunya membentuk inclusio dengan Perjanjian Baru yaitu. Yes 40:8 dan 1Ptr 1:23-25. Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. berdampak luas dalam upaya menuju Gereja yang hidup dalam Sabda, dan bahwa seluruh umat menjadi pewarta Sabda. Upaya ini dijuluki kerasulan atau AoanimasiAo Kitab Suci. 21 AoAnimasiAo atau kerasulan Kitab Suci itu hendaknya terbuka dalam seluruh kemungkinannya: . doa, liturgi, spiritualitas, . lectio divina serta metode-metode berbagi Firman yang lain, . katekese, keadilan, perdamaian serta keutuhan ciptaan serta seluruh karya pastoral, . gerakan oikumene yang tentu tidak hanya terbatas di kalangan orang-orang Kristen melainkan juga meluas ke syering antar-iman, malah seluruh AooikosAo: . , alam semesta. Demikian juga Katekismus Gereja Katolik merinci dan menjelaskan dengan mengutip Thomas Aquinas bahwa Kitab Suci adalah kesatuan rencana Allah yang hatinya adalah Yesus Kristus: seperti hati Yesus terbuka sejak Paska. Kitab Suci juga terbuka agar umat beriman Aumemahaminya, dapat mempertimbangkan dan membeda-bedakan, bagaimana nubuat-nubuat harus ditafsirkanAy. Komisi Kitab Suci Kepausan (PBC)Melanjutkan Wacana Terbuka Sejak tahun 1905 hingga 2008. Komisi Kitab Suci Kepausan (PBC) menerbitkan tidak kurang dari 36 dokumen. Bedanya, dokumendokumen awal, selama Roma masih sibuk mengutuk AumodernismeAy . , bersifat serba negatif. Setelah terbitnya surat edaran Divino Afflante Spiritu . tentang pemajuan kajian biblis oleh Pius XII, sifatnya menjadi lebih positif, dan sejak peristiwa Vatikan II haluannya berbalik sama sekali, mulai dengan De historica evangeliorum veritate (Historisitas Injil, 21 April, 1. Seusai konsili. PBC menerbitkan enam dokumen. tiganya paling penting dijelaskan di sini. Pertama. The Interpretation of the Bible in the Church . April 1. menelusuri 12 cara menafsir Kitab Suci dan menganjurkan semuanya dengan memperhatikan segala keunggulan dan keterbatasan masingmasingnya, kecuali cara fundamentalis-harafiah yang tidak disarankan. Para penafsir ahli menjalankan fungsi vital yaitu memberi sumbangan bagi penerusan otentik warta Kitab Suci itu, sambil bergandengan tangan dengan disiplin-disiplin teologi yang lain, baik teologi sistematis maupun teologi moral, dengan tujuan pastoral, yaitu menyajikan sabda Allah sebagai rezeki harian umat beriman. Cesare Bissoli, . Cura d. La Parola di Dio nella Vita e nella Missione nella Chiesa. Torino: Elledici, 2008, hlm. Katekismus Gereja Katolik, art. 112, mengutip Thomas Aquinas Expos in Ps. 21, 11. Lih. Mzm 22:14. Pontifical Biblical Commission. The Interpretation of the Bible in the Church. Bengaluru: NBCLC, 1993, hlm. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 Dokumen ini menandaskan bahwa, karena keselamatan Allah ditawarkan kepada semua orang, maka tugas penafsiran Kitab Suci perlu mencakupi dimensi universal, seluruh harapan dan kecemasan dunia masa kini. 24 Dalam wejangan pada acara penyerahan dokumen The Interpretation of the Bible in the Church kepadanya . April 1. Yohanes Paulus II menyebut bahwa dokumen ini memberi penekanan pada kenyataan bahwa Ausabda alkitabiah sedang bekerja dan berkata secara universal, dalam kurun waktu dan ruang kepada seluruh umat manusiaAy. Dokumen kedua yang memperdalam pesan Dei Verbum adalah The Jewish People and their Sacred Scriptures in the Christian Bible . Mei 2. Secara rinci, dokumen ini menafsir banyak sekali kutipan dari Kitab Suci yang menyangkut perjanjian antara Allah dengan Umat Ibrani/ Yahudi (No. , dan menjelaskan secara meyakinkan apa sebabnya umat kirstiani tidak boleh bersikap anti-semitik sebagaimana pernah mencemarkan relsi Kristen-Yahudi nyaris sepanjang sejarah (No. Dan dokumen ketiga dari Komisi Kitab Suci Kepausan yang patut dikenang adalah The Bible and Morality: Biblical Roots of Christian Conduct . Mei 2. Dokumen ini menolak penentuan etika dan moralitas alkitabiah dengan cara proof texting Ae mengambil ayat-ayat tertentu dari luar konteksnya seolah-seolah berupa rumus baku untuk tingkah laku kita masa kini. Dokumen ini menawarkan sejumlah tolok ukur untuk membaca ajaran moral dalam Kitab Suci. Disajikan dua kriteria mendasar . enyesuaikan diri dengan pandangan biblis tentang kodrat manusia, dan menyesuaikan diri dengan teladan Yesus. No. dan enam kriteria khusus . epapasan, kontras, kemajuan, dimensi persekutuan, finalitas, disernmen. No. Di atas segalanya diimbau supaya kita mengikuti Yesus dengan setia. Bahwa PBC diketuai oleh Kardinal Prefek Kongregasi Ajaran Iman memberi bobot tambahan dan otoritas pada hasil pergumulannya. Ingat, antara 1981 dan 2005, dokumen-dokumen PBC, yang disusun oleh para ekseget dan teolog biblis terkemuka, ditandatangani oleh Ketua PBC Joseph Ratzinger yang dipegang posisi itu tidak kurang dari dua puluh empat tahun. Ibid, hlm. Ibid. , hlm. Huruf miring dalam naskah asli. Enam dokumen PBC pasca Vatikan II adalah. Ratio periclitandae doctrinae ad academicos gradus candidatorum (Metode Menguji Calon Studen Kitab Suci, 1. De sacra Scriptura et christologia (Kitab Suci dan Kristologi, 1. Unity et diversity dans lAoyOglise (Persatuan dan Keragaman dalam Gereja, 1. LAointerprytation de la Bible dans lAoyOglise (Penafsiran Kitab Suci dalam Gereja. April 15, 1. Le peuple juif et ses Saintes yOcritures dans la Bible chrytienne, (Masyarakat Yahudi dan Kitab Suci Mereka dalam Kitab Suci Kristen, 24 Mei, 2. The Bible and Morality: Biblical Roots of Christian Conduct, 11 Mei Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. Catholic Biblical Federation (CBF) Sejak Konsili Vatikan II banyak jalan ditempuh agar pembacaan, pemenungan dan pengkajian sabda Allah menjadi AoanimaAo seluruh kehidupan dan perutusan Gereja. Pada bulan April 1966. Paulus VI mempercayai tugas melaksanakan anjuran-anjuran dalam Dei Verbum kepada Kardinal Augustin Bea. Presiden Sekretariat untuk Persatuan Umat Kristen. Pada tahun 1969 Kardinal Willebrands, pengganti Augustin Bea, mengadakan pertemuan dengan utusan dari 24 negara dan mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah lembaga internasional yang akan bekerja sama dengan Sekretariat untuk Persatuan Umat Kristen. tahun berikutnya sekretariat Federasi Kerasulan Kitab Suci Katolik (CBF) dibuka di Roma. Sejak itu, diselenggarakan musyawarah paripurna enam tahun sekali. Musyawarah pertama diselenggarakan di Wien. Austria, pada 1972. pesertanya menetapkan anggaran dasar CBF serta menggariskan tujuh tujuannya, yaitu . menyokong penerjemahan dan pengedaran Kitab Suci. mendukung produksi sarana mengajar Kitab Suci. mengutamakan tafsiran yang melibatkan sejarah sosial dan kultural dan penemuan ilmu pasti agar dunia baru diciptakan. mendukung kerja sama antar para penafsir, agen pastoral dan umat . mendukung pembacaan dan syering Kitab Suci dalam kelompok-kelompok kecil. memajukan dialog dalam Gereja tentang pelayanan Kitab Suci. memajukan dialog oikumenis antar Gereja. Musyawarah paripurna CBF kedua diselenggarakan di Malta pada 1978 dengan tema AuSpiritualitas BiblisAy. yang ketiga di Bengaluru. India, pada 1984 dengan tema AuUmat Allah yang ProfetisAy. yang keempat di Bogaty. Kolumbia, pada tahun 1990 dengan tema AuKitab Suci dalam Evangelisasi BaruAy. yang kelima di Hongkong pada 1996 dengan tema AuSabda Allah Sumber KehidupanAy. yang keenam di Beriut. Lebanon, pada 2002 dengan tema AuSabda Allah: Berkat bagi Segala BangsaAy. dan yang ketujuh di Dar es Salaam. Tanzania, pada 2008 dengan tema AuSabda Allah: Sumber Rekonsiliasi. Keadilan dan PerdamaianAy. Sejak musyawarah kelima di Hongkong pada tahun 1996, direktor Pusat Pelayanan Kitab Suci. Ledalero, mengambil bagian aktif di dalamnya. Dan hal-hal yang berlaku umum di seluruh dunia, dialami juga di dalam lingkungan Gereja Katolik Indonesia, termasuk kawasan Indonesia Timur. Lembaga Biblica Indonesia (LBI) & Regio Nusa Tenggara Lembaga Biblica Indonesia didirikan pada tahun 1970an sebagai salah satu kerasulan Ordo OFM di Jakarta oleh dosen Kitab Suci Martin Nota: sejak 1988 dokumen-dokumen PBC tidak lagi terbit dalam bahasa Latin. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 Harun. Gagasannya untuk mengadakan Hari Minggu Kitab Suci pada setiap minggu pertama dalam bulan September diterima oleh KWI. Hubungan antara LBI dan KWI berjalin semakin akrab hingga LBI diterima sebagai salah satu lembaga KWI. Di Regio Nusa Tenggara (NusR. , di kemudian hari bersama Keuskupan Dili & Bacau, jaringan Komisi-Komisi Kerasulan Kitab Suci (KKS) se-keuskupan27 mulai menyelenggarakan bukan hanya Hari Minggu Kitab Suci melainkan Bulan Kitab Suci selama bulan September. praktek ini meluas hingga diterima juga oleh KWI/LBI. Setiap tahun LBI menyediakan bahan untuk empat kali pertemuan syering dalam kelompok, akan tetapi Regio NusRa sejak tahun 1980an hingga sekarang, menentukan tema dan menyiapkan bahannya sendiri dengan tema aktual, pada tahun-tahun awal berlandasan salah satu 28 Tahun 1980an hingga awal 1990an dosen Kitab Suci Andreas Leba Atawolo pr . menyiapkan bahannya bersama tim Regio, selama 1990an hingga pertengahan 2000an Guido Tisera mengambil peran itu, dan pada tahun-tahun terakhir ini Uskup Silvester San. Melihat upaya ini selama 25 tahun, timbul sebuah pertanyaan: Apakah AoanimasiAo Kitab Suci hingga kini merupakan usaha AoterbukaAo karena kita membuka Kitab Suci dan membuka hidup kita? Kalau Kitab Suci sudah masuk ke dalam jiwa . yang terbuka maka serentak dengan itu kita bisa mewartakan Kitab Suci secara AoterbukaAo dengan mengikuti kebiasaan liturgi kita dan semua kesempatan yang tetap terbuka untuk semua saja. Komisi-Komisi KKS se Regio Nusa Tenggara, dalam kerja sama dengan para dosen Kitab Suci di STFK Ledalero dan UnKris Arta Komisi-Komisi KKS Keuskupan se NusRa dibentuk pada akhir dasawarsa 1970an, misalnya untuk Keuskupan Agung Ende pada 1978. Sekedar contoh: tema Regio NusRa untuk tahun 1989 adalah AuKepemimpinan SuportifAy (Kitab Keluara. selanjutnya tahun 1990 AuBersabdalah Ya Tuhan. Abdimu Mendengarkan (Kitab Samue. 1994 AuEvangelisasi Baru dalam KeluargaAy (Kitab Ru. 1995 AuBerjuang Bersama Allah menuju KemerdekaanAy (Kitab Keluara. 1996 AuBerjuang Bersama Allah Menuju Kemerdekaan Menurut Injil LukasAy. 1997 AuKasih yang MembebaskanAy (Kitab Hose. 1998 AuArus Balik: Menuju Masyarakat AllahAy (Kitab Yunu. 1999 AuJalan Menuju Pembaruan dan RekonsiliasiAy (Kitab Yehezkie. 2000 AuYubileum: Tahun Pembebasan dan Tahun Rahmat TuhanAy (Kitab Ulangan. Keluaran. Imamat. Injil Luka. AuKonflik dan RekonsiliasiAy (Kitab Yesay. 2003 AuMenuju Ketahanan Umat BasisAy (Injil Yohane. 2009 AuYakub: Pergumulannya dengan Allah dan Manusia (Kitab Kejadia. 2010 AuMemperkenalkan Kitab Suci kepada Anak-Anak sejak Usia DiniAy (Kitab Ulangan, 2 Timoteus. Efesus. Injil Marku. 2011 AuMendengarkan Tuhan BerceritaAy (Injil Lukas. Injil Mateu. 2012 AuMenyaksikan Mukjizat TuhanAy (Injil Mateus. Markus. Lukas. Yohane. Pertemuan-pertemuan awal Regio NusRa menghasilkan brosur tercetak, misalnya pertemuan di Ritapiret, 21-25 April 1992 . ) dan di Ruteng, 24-30 April 1995, bersama Keuskupan Dili . Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. Wacana Kupang, tiga kali menyelenggarakan kursus lima pekan oikumenis pendalaman Alkitab untuk para pastor, pendeta dan katekis. Untuk Keuskupan Larantuka. Ende dan Ruteng dan Klassis GMIT di Seminari Ledalero. Nita. Flores . , untuk Keuskupan Atambua dan Kupang dan Sinode GMIT di Camplong. Timor . , dan untuk Keuskupan Weetebua dan GKS di Kartiku Loku. Sumba . Ketika kursus ketiga diselenggarakan di Sumba, para dosen Seminari Ledalero sudah membentuk sebuah Pusat Pelayanan Kitab Suci. Pusat Pelayanan Kitab Suci St. Paulus Ledalero (PPKS) Pada bulan Mei 1994 Provinsi SVD Ende mendirikan Pusat Pelayanan Kitab Suci St. Paulus (PPKS) Ledalero untuk membantu Gereja lokal mengumatkan Kitab Suci. PPKS tidak hanya sendiri menyediakan buku Kitab Suci untuk umat, ia juga menyiapkan materi sendiri, antara lain penanggalan akitabiah dengan bacaan-bacaan Kitab Suci sepanjang tahun liturgi, buku pemandu seperti Membangun Masyarakat Baru: Pengantar Kitab Suci Perjanjian Baru oleh Juan Mateos, dan kursus lanjutan Kitab Suci yang berilham pada tulisan Carlos Mesters O. Carm, di bawah judul Membangun Masyarakat Allah . isunting oleh Guido Tisera dan John Prio. Judul terakhir ini berupa hasil kerja sama antara PPKS dan Komisi KKS Keuskupan Agung Ende, karena sejak awal PPKKS menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan-Keuskupan se Nusa Tenggara. Beberapa kali diadakan kursus Kitab Suci Regio NusRa. Anggota PPKKS terdiri dari para dosen Kitab Suci dan sama saudara SVD yang pernah mengikuti Kursus Dei Verbum di Pusat Ad Gentes. Nemi. Italia. PPKS juga membina hubungan dengan Lembaga Biblica Indonesia (LBI) di Jakarta dan dengan jaringan internasional. Catholic Biblical Federation (CBF). Guido Tisera . diangkat sebagai direktornya perdana, dan kemudian ia juga diangkat sebagai koordinator Kerasulan Kitab Suci sezona SVD Asia-Pasifik (KKSASPAC - 1997-2. dan sekretaris LBI . Hanya sesudah diangkat sebagai koordinator KKS di pusat SVD di Roma . harus ia lepaskan tugas-tugas pengabdiannya di Seminari Ledalero. LBI Jakarta dan zona SVD Asia-Pasifik. 30 Sejak 2004 PPKS dipimpin oleh Simeon Bera Muda. Doa. Liturgi. Spiritualitas Pada dasarnya semua lembaga di atas Ae PBC. CBF. LBI. PPKS, juga Tentang peran Guido Tisera dalam pengembangan KKS, lih. AuPada Masa ItuA Prof. Dr. Guido tisera. SVD Dosen Kitab Suci STFK Ledalero 1983-2. Ay. Jurnal Ledalero 11/1 . , hlm. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 Seksi KKS Paroki dan Komisi KKS Keuskupan, didirikan dengan tujuan yang sama: untuk mendamping umat agar sangat teratur membaca, memahami dan menghayati Sabda Tuhan. Doa dan Syering Kitab Suci Salah satu brosur paling pertama yang pernah diterbitkan Pusat Pastoral Keuskupan Agung Ende adalah Doa dan Kitab Suci dalam Keluarga, karya Andreas Leba Atawolo pr . 31 Brosur kecil dengan 40 halaman itu sangat praktis, baik untuk doa yang terilham Kitab Suci, pun untuk mendoakan Kitab Suci dalam keluarga atau dalam kelompok kecil lain. Kalau kita yakin bahwa berdoa berarti membuka diri di hadapan Allah, dan qui bene cantat bis orat32 (Aubarangsiapa bernyanyi dengan baik berdoa dua kaliAy, bnd. Ef 5:19. Kol 3:. , dan setiap membaca Kitab Suci Tuhan berbicara dengan kita, maka dengan menggunakan setiap kesempatan doa. Kitab Suci hendaknya sering dibaca, direnungkan dan disyeringkan, misalnya menurut petunjuk penanggalan liturgi. Banyak brosur petunjuk sudah diterbitkan untuk melancarkan proses doa dan syering seperti ini. Dengan membaca Kitab Suci, entah secara pribadi sejak halaman pertama Alkitab hingga halaman akhir, entah secara bersama menurut petunjuk penanggalan liturgi, entah secara lebih teratur dalam lectio divina, meditasi, atau ketika menyiapkan katekse umat atau katekse sekolah, renungan atau khotbah, kursus atau lokakarya: AuKita membaca Kitab Suci, tetapi kita juga membaca hidup kita dalam terang Kitab Suci. Dalam arti tertentu kita terus-menerus menulis AuKitab Suci kitaAy. Kitab Suci kehidupan kita. Kitab Suci kehidupan adalah hidup kita sendiri, di mana kita berusaha untuk mempraktikkannya dan menyatakan Sabda Allah. Dari kehidupanlah. Allah berbicara. Ay. Dapat dirasakan bahwa gema undangan Konsili Vatikan II dalam Dokumen Dei Verbum mendapat ruang yang cukup di dalam kehidupan Gereja kita yang semakin terbuka. Syering dalam Kelompok LBI pernah menawarkan sejumlah metode kajian sederhana dalam Bahan pembinaan para pemimpin umat paling pertama yang diterbitkan oleh Pusat Pastoral Keuskupan Agung Ende di bidang kerasulan Kitab Suci berjudul Kitab Suci . 0, oleh Lukas Leo pr dan John Prio. Dari komentar Agustinus dari Hippo atas Mzm 75:2 (Vulcate Mzm 74:. : Qui enim cantat laudem, non solum laudat, sed etiam hilariter laudat (AuBarangsiapa mengangkat lagu pujian, tidak hanya memuji, tapi memuji dengan gembira A. Guido Tisera . Dialog Profetis: Cerita. Image dan Wawasan Biblis. Roma: Generalato SVD, 2007, hlm. Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. Kitab Suci dan Kelompok: Beberapa metode untuk mendalami Kitab Suci bersama (Jakarta, 1. Mungkin saja metode yang paling umum di Indonesia adalah metode AuTiga LangkahAy yang, antara lain, diuraikan dalam Kursus Dasar Kitab Suci yang disunting oleh Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Agung Ende. 34 Metode Tujuh Langkah dari Lembaga Lumko. Afrika Selatan, diterbitkan oleh Sekretariat Pastoral Keuskupan Larantuka dan sudah meluas jauh . Carlos Mesters, seorang yang sangat giat AomengumatkanAo Sabda Allah dan animasi Kitab Suci, menyebut bahwa Kitab Suci sebagai dokumen perjanjian Allah dan manusia dapat disamakan dengan sebuah gunung yang tinggi sehingga seluruh usaha hendaknya dilakukan untuk naik menuju Allah. 35 Hal ini tidak hanya berupa suatu usaha lahiriah melainkan sekaligus usaha batiniah: AuSpiritualitas Alkitabiah A berarti spiritualitas kontemplatif Maka orang menggunakan model aksi Ae refleksi Ae aksi Ae refleksi yang terus menerus dan berkesinambungan agar dua dimensi kehidupan ini selalu saling memengaruhi, dihayati dan diwujudkanAy. Liturgi Semua umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Minggu mendengarkan sebagian besar dari Kitab Suci sesuai petunjuk liturgi mingguan: Tahun A (Injil Mateu. Tahun B (Injil Markus dan Yohane. dan Tahun C (Injil Luka. malah ada petunjuk untuk setiap hari biasa (Tahun I dan II). Seleksi bacaan sepanjang tahun A. B dan C pada Hari Minggu jauh lebih luas dan lengkap dari pada masa pra-Konsili. Namun karena tidak seluruh Kitab Suci dibacakan dalam kesempatan liturgi resmi, maka bagian-bagian lain hendaknya diusahakan untuk menjadi bagian AoanimasiAo Kitab Suci juga. Sebagai misal, ada umat yang menerima ayat Kitab Suci setiap pagi lewat ponsel cerdasnya, orang lain berbagi hasil pemenungannya lewat facebook. Boleh kita simpulkan: AuMemang sejak Konsili Vatikan II, peran pembaca dan konteksnya dalam membaca Alkitab sudah banyak dipraktekkan. Umat Katolik di seantero dunia Ae dalam berbagai ragam golongan sosial, tingkat pendidikan, lingkungan budaya dan wilayah bahasa, telah membiasakan diri untuk Disunting oleh Andreas Leba Atawolo. Paul Sabon Nama & John Mansford Prior. Edisi ke2. Seri Pastoralia. Ende: Penerbit Nusa Indah, 1996. Carlos Mesters. La Biblia el Libro de la Alianza. Santafe de Bogota: San Pablo, 1995, hlm. Guido Tisera. Spiritualitas Alkitabiah. Malang: Dioma, 2004, hlm. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 membaca, mendoakan dan menyeringkan AlkitabAy. Refleksi Pribadi berlandaskan Bacaan Liturgis AuAlkitab Buku TerbukaAy dapat dianjurkan sebagai jalan AuanimasiAy Kitab Suci. Tahapan-tahapannya menggunakan rumusan doa resmi dan doa spontan sesuai isi Kitab Suci yang dipakai pada kesempatan Lagu-lagu juga bisa disesuaikan. Membaca bacaan Hari Minggu (Perjanjian Lama. Mazmur/Kidung, surat apostolik. Inji. lima langkah berikut bisa ditempuh: . Apa yang Allah katakan dalam bacaan pertama? . Apa yang ditanggapi dalam Mazmur/Kidung? . Bacaan I (PL) dan Mazmur/Kidung digenapi dalam Injil. Bagaimana Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dihidupi umat perdana . acaan II)? . Bagaimana saya . menyantap dan hidup dari Sabda? Bila ketiga bacaan diambil dari Perjanjian Baru, maka tetap dipakai lima langkah: . Mazmur/Kidung sebagai latar belakang Perjanjian Lama. Perjanjian Lama ini digenapi dalam Injil. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dihidupi umat perdana dalam bacaan I. Perjanjian Lama dan Perjanjian baru dihidupi umat perdana dalam bacaan II. Bagaimana saya . menyantap dan hidup dari Sabda? Penutup Dengan menukik ke dalam relasi mesra dengan Allah dan sesama manusia, dan Aumelalui pembacaan dan studi Kitab Suci Ausabda Allah berjalan terus dan dimuliakanAy . Tes 3:. , dan perbendaharaan wahyu yang dipercayakan kepada Gereja semakin memenuhi hati orangorang. Seperti hidup Gereja berkembang karena umat sering dan dengan rajin menghadiri misteri Ekaristi, begitu pula boleh diharapkan dorongan baru dalam hidup rohani karena sabda Allah yang Autinggal selama-lamanyaAy (Yes 40:8. 1 Ptr 1:23-. semakin dihormati. Ay (DV . Dengan membaca Kitab Suci dalam sikap terbuka, harapan Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Dogmatik Dei Verbum terus menapaki Aujalan yang terbukaAy menuju Allah. Alfa dan Omega. Awal dan Akhir, keterbukaan yang sempurna dan abadi. Daftar Rujukan Dokumen John Mansford Prior. Menjebol Jeruji Prasangka: Membaca Alkitab Dengan Jiwa. Maumere: Ledalero, 2010, hm. Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. Dei Verbum. Teks bahasa Latin dalam Herbert Vorgrimler. AuConstitutio Dogmatica de Divina RevelationeAy. Lexikon fyr Theologie und Kirche. Freiburg: Herder, 1967, hlm. 504 Ae 582. juga http://w. va/archive/hist_councils/ii_vatican_council/. AuKonstitusi Dogmatis Dei VerbumAy, dalam Dokumen Konsili Vatikan II. Robert Hardawirjana. Jakarta: Obor: 1993, hlm. 317 Ae 337. terj Jan Riberu. Jakarta: Obor, 1989, hlm. 294 Ae 309. Benediktus XVI. Verbum Domini. Imbauan apostolik pasca sinode para uskup bertema AuSabda Allah dalam Kehidupan dan Perutusan GerejaAy. Roma, 2010. Episcopal Commission for the Biblical Apostolate. GodAos Word: Living Hope and Lasting Peace. Manila: Ecba, 2005. Katekismus Gereja Katolik, . disi ke-1 (Roma 1. Herman Embuir. Ende: Arnoldus, 1995. disi asli ke-2. Roma 1. Pius XII. Divino Afflante Spiritu. Surat edaran untuk memajukan kajian Roma, 1942. Pontifical Biblical Commission. The Interpretation of the Bible in the Church, . erjemahan bhs. Inggris oleh NBCLC. Bengaluru. Indi. Pontifical Biblical Commission. The Jewish People and their Sacred Scriptures in the Christian Bible. Roma, 2001. http://w. roman_curia/congregations/cfaith/pcb_documents/rc_con_cfaith_ doc_20020212_popolo-ebraico_en. Pontifical Biblical Commission. The Bible and Morality: Biblical Roots of Christian Conduct. Roma, 2008. http://w. roman_curia/congregations/cfaith/pcb_documents/rc_con_cfaith_ doc_20080511_bibbia-e-morale_en. Buku. Majalah dan Situs Maya Alberigo. dan J. Komonchak. History of Vatican II. Jilid II. Leuven: Peeters, 1997. Bissoli. Cesare. La Parola di Dio nella Vita e nella Missione nella Chiesa. Torino: Elledici, 2008. Boeve. Lieven. AuRevelation. Scripture and Tradition: Lessons from Vatican IIAos Constitution Dei Verbum for Contemporary TheologyAy. International Journal of Systematic Theology, 13/4 . , 416-433. Buzzetti Carlo. Dei Verbum. Testo e Commento. Roma: Libreria Ataneo Salesiano, 2004. Congar. Yves. My Journal of the Council. Collegeville: Liturgical Press. Corkery. James. AuDei Verbum: On the Face of God AuUnveliedAy, in Thinking Faith. http://w. org/articles/20121017_1. JURNAL LEDALERO. Vol. No. Desember 2013 Diakses 2 Februari 2013. David. Pablo. AuFrom Dei Verbum to Verbum Domini: Issues on Exegesis and TheologyAy, dalam Revisiting Vatican II: 50 Years of Renewal. Bengaluru: International Conference, 31 January Ae 3 February Gaillardetz. Richard R. dan Catherine E. Clifford. Keys to the Council: Unlocking the Teaching of Vatican II. Collegeville. MN: Liturgical Press, 2012. King. Nicholas. AuJust One AbsoluteAy. The Tablet, 20 Oktober 2012. LBI. Kitab Suci dan Kelompok: Beberapa metode untuk mendalami Kitab Suci. Jakarta: LBI, 1976. Leba Atawolo. Andreas. Doa dan Kitab Suci dalam Keluarga. Ende: Pusat Pastoral Keuskupan Agung Ende, 1989. Leba Atawolo. Andreas. Paul Sabon Nama & John Mansford Prior . Kursus Dasar Kitab Suci. Seri Pastoralia. Ende: Penerbit Nusa Indah, 1996. Lyon Ae Dufour. Xavier. Dictionary of Biblical Theology (London: Burns and Oates, 2004. Lumko Pastoral Institut. Metode Tujuh Langkah. Larantuka: Sekretariat Pastoral Keuskupan, 1988. Prior. John Mansford. AuPeranan Kitab Suci dalam Gereja Nusa Tenggara dari Zaman para Misionaris Perintis sampai Masa Konsolidasi PastoralAy, dalam Hendrik Djawa. Marcel Beding & John Dami Mukese . Dalam Terang Pelayanan Sabda. Ende: Provinsi SVD Ende, 1990, hlm. Prior. John Mansford. Menjebol Jeruji Prasangka: Membaca Alkitab dengan Jiwa. Maumere: Ledalero, 2010. Prior. John Mansford. AuPada Masa ItuA Prof. Dr. Guido Tisera. SVD . Dosen Kitab Suci STFK Ledalero 1983-2004Ay. Jurnal Ledalero 11/1 . , hlm. Rahner. Karl. AuGod of My Lord Jesus ChristAy, dalam Elizabeth A. Johnson. Quest for the Living God: Mapping Frontiers in the Theology of God. New York & London: Continuum, 2007. Ratzinger. Joseph. Die erste Sitzungsperiode des Zweiten Vatikanischen Konzils: ein Ryckblick. Kyln: Bachem, 1963. Ratzinger. Joseph. AuDogmatic Constitution on Divine Revelation: Origin and BackgroundAy in Herbert Veorgrimler . ) Commentary on the Documents of Vatican II, 5 Jilid. New York: Herder and Herder. Jilid i, hlm. Ratzinger. Joseph. Milestones: Memoirs . San Francisco: Ignatius Press, 1998. Dei Verbum AuAlkitab Buku yang Terbuka (Simon Bera Mud. Ratzinger. Joseph. Yesus dari Nazaret. Jilid I Dari Baptisan di Sungai Yordan hingga Penampakan-Yesus. Jilid II Dari Masuk Kota Yerusalem hingga Kebangkitan-Yesus. Jilid i Kisah-Kisah Masa Kanak-kanak-Yesus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007, 2011, 2012. Sekretariat Pastoral Keuskupan Larantuka. Latihan Metode Tujuh Langkah. Larantuka, 1988. Schelkens. Karim. Catholic Theology of Revelation on the Eve of Vatican II: A Redaction History of the Schema AuDe Fontibus RevelationisAy . Leiden: Brill, 2010. Tisera. Guido. Spiritualitas Alkitabiah. Malang: Dioma, 2004. Tisera. Guido . Dialog Profetis: Cerita. Image dan Wawasan Biblis. Roma: Generalato SVD Roma, 2007. Bhs Indonesia SVD Ende. Tisera. Guido & John Prior . Membangun Masyarakat Allah. Kursus Lanjutan Kitab Suci. Seri Pastoralia. Ende: Penerbit Nusa Indah. Zevini Giorgio. Bibbia AuLettera dAoAmoreAy. Torino: Elledici, 2006.