Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Terakreditasi No: 79/E/KPT/2023 (Sinta . http://w. stt-tawangmangu. id/e-journal/index. php/fidei Vol. 8 No. 2 (Des. hlm: 494-510 Diterbitkan Oleh: Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu e-ISSN: 2621-8135 p-ISSN: 2621-8151 DOI: https://doi. org/ 10. 34081/fidei. Dari Mandat ke Realitas: Analisis Naratif-Teologis Kesinambungan Amanat Agung Matius dalam Pneumatologi Misi di Kisah Para Rasul. Stefani,. * Kalis Stevanus. Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu. Indonesia *) Email: kalisstevanus91@gmail. Diterima:15September 2025 Direvisi: 26 September 2025 Disetujui: 06 Oktober 2025 Abstract This study aims to demonstrate the theological unity between the evangelistic mission referred to as the Great Commission in Matthew 28:18Ae20 and the practice of evangelism in the book of Acts as an integral part of the realization of God's mission of salvation. The Great Commission is not a human initiative, but a divine command originating from the authority of Christ and carried out under the guidance of the Holy Spirit. The methods used are narrative-theological and literature study. The results of the study are to show the integral continuity of the narrative of Matthew 28:18Ae20 serves as the theological foundation of the church's mission, while the Acts of the Apostles shows the concrete realization of the mandate in evangelistic actions. Thus, the two texts demonstrate the unity of the narrative of Matthew and the Acts of the Apostles so that the church today has a complete theological basis in carrying out its mission and the Holy Spirit as its main agent or as a link between the Christological proclamation (Matthe. and the ecclesiological realization (Acts of the Apostle. which confirms the mission as an integral part of the work of the Trinity. Keywords: Acts of the Apostles. Matthew 28. Mission. Preaching the Gospel. Salvation History. The Great Commission. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kesatuan teologis antara misi penginjilan yang disebut Amanat Agung dalam Matius 28:18Ae20 dan praktik penginjilan dalam kitab Kisah Para Rasul sebagai bagian integral dari realisasi misi keselamatan Allah. Amanat Agung bukanlah inisiatif manusia, melainkan perintah CopyrightA2025. Stefani. Kalis Stevanus. Lisensi karya ini di bawah: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. | 494 Dari Mandat ke Realitas, . (Stefani. Kalis S. Yuniant. ilahiA(Petrus yang bersumber dari otoritas Kristus dan dilaksanakan di bawah tuntunan Roh Kudus. Metode ( Santy Sahartia. digunakan adalah naratif-teologis dan studi kepustakaan. Hasil penelitian adalah menunjukkan kesinambungan integral narasi Matius 28:18Ae 20 berfungsi sebagai landasan teologis misi gereja, sedangkan Kisah Para Rasul memperlihatkan realisasi konkret mandat tersebut dalam tindakan penginjilan. Dengan demikian, kedua teks tersebut memperlihatkan kesatuan narasi Matius dan Kisah Para Rasul agar gereja masa kini memiliki dasar teologis yang utuh dalam melaksanakan misi dan Roh Kudus sebagai agen utamanya atau sebagai penghubung antara proklamasi Kristologis (Matiu. dan realisasi ekklesiologis (Kisah Para Rasu. yang menegaskan misi sebagai bagian integral dari karya Trinitas. Kata-Kata Kunci: Amanat Agung. Kisah Para Rasul. Matius 28. Misi. Pemberitaan Injil. Sejarah Keselamatan. Pendahuluan Rencana keselamatan Allah bagi manusia merupakan suatu inisiatif ilahi yang bertujuan untuk memulihkan hubungan yang rusak antara Allah dengan manusia akibat kejatuhan Adam dan Hawa (Kej. Keberdosaan manusia merupakan kondisi universal akibat kejatuhan pertama, di mana semua orang kehilangan kemuliaan Allah (Rm. Dosa tidak hanya dipahami sebagai pelanggaran moral, tetapi juga sebagai keterasingan dari Allah yang mengakibatkan kematian rohani. Dalam keadaan berdosa, manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. 1 Manusia membutuhkan penebusan, di mana manusia yang tadinya terikat oleh dosa, butuh pembebasan dari belenggu dosa. Penebusan dapat terjadi di dalam rencana keselamatan yang dikerjakan oleh Allah Doktrin keselamatan . menekankan bahwa keselamatan adalah karya Allah sepenuhnya dari awal hingga akhir, bukan hasil usaha manusia, dan pelaksanaannya terpusat pada peran Yesus Kristus sebagai Juru selamat (Ef. Karena itu, keselamatan adalah karya Allah semata yang terealisasi melalui anugerah dalam Kristus melalui kasih dan pengorbanan-Nya di kayu salib, yang mana hanya dapat diterima oleh iman, bukan melalui perbuatan manusia. Dalam perspektif ini, keselamatan bukan sekadar pembenahan perilaku manusia, melainkan karya Allah yang radikal untuk memulihkan relasi yang telah rusak akibat dosa. Jelas bahwa penyelamatan manusia merupakan rencana Allah sendiri Kalis Stevanus. Jalan Masuk Kerajaan Surga (Yogyakarta: Andi Offset, 2. , 56. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No2. Des. dan berpusat pada iman kepada-Nya melalui Yesus Kristus saja. 2 Yesus adalah pusat iman yang menyelamatkan. Dengan kata lain, karya Yesus Kristus di kayu salib adalah landasan teologis bagi kegiatan pemberitaan Injil ke seluruh dunia. Soteriologi Kristen juga menegaskan bahwa keselamatan hanya mungkin karena inisiatif Allah yang penuh kasih. Melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, manusia yang berdosa memeroleh pengampunan, pembenaran, dan hidup baru. Rasul Paulus menegaskan bahwa Auupah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus. Tuhan kitaAy (Rm. Artinya, keselamatan dari keberdosaan manusia adalah anugerah Allah yang tidak dapat dicapai melalui usaha manusia sendiri, melainkan semata-mata hanya oleh kasih karunia-Nya. 4 Rencana keselamatan Allah juga bersifat menyeluruh tidak terbatas pada aspek rohani saja, tetapi juga mencakup pemulihan manusia dalam holistik. Sejarah Alkitab menyajikan keselamatan sebagai narasi besar yang mencakup penciptaan, kejatuhan, penebusan, dan ciptaan baru, di mana umat manusia tidak hanya AudiselamatkanAy tetapi juga dipulihkan ke panggilan asal mereka sebagai gambar Allah. Keselamatan yang bersifat universal menuntut keterlibatan umat Allah dalam menghadirkan kabar baik itu kepada dunia, sebagaimana ditekankan dalam Amanat Agung dalam Injil Matius 28:18-20. 6 Amanat Agung bukanlah tugas opsional, melainkan kelanjutan logis dari karya rencana penyelamatan Allah yang menghendaki semua orang diselamatkan. Amanat Agung merupakan panggilan misioner sebagai jalan pemulihan relasi antara manusia dengan Allah melalui Kristus. 7 Lebih dari itu, memahami fakta sejarah keselamatan yang telah dirancang sedemikian rupa oleh Allah menuntut adanya peran umat percaya masa kini untuk Yonatan Alex Arifianto and Kalis Stevanus. AuKepastian Keselamatan Dalam Kisah Para Rasul 4:12 Sebagai Pendorong Pekabaran Injil,Ay Magnum Opus: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen 3, no. : 1, https://doi. org/10. 52220/magnum. Kalis Stevanus. AuKarya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan Di Dunia Non-Kristen,Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 3, no. Juni 2. : 1Ae19, doi:10. 34081/fidei. Kalis Stevanus. AuLihatlah Sang Juruselamat Dunia,Ay Yogyakarta: Diandra Kreatif, 2018, 47, https://scholar. com/scholar?cluster=13814740938057802146&hl=en&oi=scholarr. Kalis Stevanus. AuMengimplementasikan Pelayanan Yesus Dalam Konteks Misi Masa Kini Menurut Injil Sinoptik,Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. Desember 2. : 284Ae98, doi:10. 34081/fidei. Kalis Stevanus. Benarkah Injil Untuk Semua Orang (Yogyakarta: Diandra Kreatif, 2. Yonatan Alex Arifianto. Reni Triposa, dan Paulus Karaeng Lembongan. AuStudi Alkitab Tentang Misi Dan Pemuridan Dalam Amanat Agung Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini,Ay Diegesis : Jurnal Teologi 5, no. Agustus 2. : 25Ae42, doi:10. 46933/DGS. Dari Mandat ke Realitas, . (Stefani. Kalis S. A(Petrus berita Yuniant. keselamatan itu. Gereja merupakan satu-satunya agen misi ( untuk Santy melaksanakan Sahartia. Allah tugas misioner tersebut. Mandat misioner ini tidak dapat digantikan dengan kegiatan sosial. Paradigma misi gereja modern harus tetap mengacu pada mandat Amanat Agung, yakni misi penyelamatan bagi seluruh umat 8 Dengan demikian, gereja atau umat percaya tidak boleh menghindar dari tanggung jawab mengemban misi Allah ini sampai kedatangan Yesus ke dua kali. Amanat Agung dalam Matius 28:19Ae20 menekankan perintah Yesus kepada murid-murid-Nya untuk pergi, menjadikan semua bangsa murid, membaptis, dan mengajar mereka untuk menaati segala sesuatu yang telah diperintahkan-Nya. Kitab Kisah Para Rasul berfungsi sebagai narasi teologis-historis yang mendemonstrasikan implementasi langsung dari mandat tersebut. Dari Pentakosta di Yerusalem (Kis. hingga perjalanan misi Paulus ke Roma (Kis. , kita melihat bagaimana gereja mula-mula melaksanakan perintah Yesus untuk memperluas pewartaan Injil lintas batas etnis, geografis, dan budaya. Dengan demikian. Kisah Para Rasul bukan hanya sebuah catatan sejarah, melainkan bukti penggenapan janji Yesus bahwa kuasa Roh Kudus akan menyertai murid-murid dalam mengemban misi global sampai ke ujung bumi (Kis. Lebih jauh, struktur naratif Kisah Para Rasul memperlihatkan pola ekspansi misi penyelamatan Allah yang konsisten dengan lingkup universal Amanat Agung. Injil diberitakan pertama-tama di Yerusalem . usat Yahud. , kemudian ke Yudea dan Samaria . ilayah campura. , hingga mencapai dunia non-Yahudi (Roma sebagai simbol pusat kekaisara. Perjalanan geografis ini paralel dengan dimensi Ausemua bangsaAy dalam Matius 28:19, menunjukkan bahwa mandat pewartaan Injil melampaui tembok-tembok pemisah baik etnis, budaya, bahasa, maupun bangsa. Kegiatan pewartaan Injil sampai kepada bangsa-bangsa di luar Yahudi merupakan karya nyata Roh Kudus yang memperlengkapi gereja-Nya. Berdasarkan uraikan di atas, pertanyaan yang penulis angkat di sini adalah AuBagaimana Injil Matius 28:18Ae20 dan Kisah Para Rasul memerlihatkan kesatuan dalam rencana misi keselamatan Allah?Ay Artikel ini bertujuan menganalisis Kalis Stevanus. AuRekonstruksi Paradigma Dan Implementasi Misi Gereja Masa Kini Di Indonesia,Ay Jurnal Efata: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 7, no. 2 (June 2. : 2, https://doi. org/10. 47543/efata. Kalis Stevanus. AuMenelusuri Karakter Historis-Teologis Aliran Pentakostal Mengenai Pneumatologi Dalam Kitab Kisah Para Rasul,Ay Jurnal Amanat Agung 18, no. : 1Ae24, http://178. 104/index. php/JAA/article/view/518. Kalis Stevanus. AuKarya Roh Kudus yang Karismatis dalam Kisah Para Rasul,Ay Shift Key: Jurnal Teologi Pelayanan . 109Ae20, http://jurnal. id/index. php/shiftkey/article/view/196. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No2. Des. kesatuan teologis antara Amanat Agung (Matius 28:18-. dan praktik misi di Kisah Para Rasul sebagai narasi tunggal dalam sejarah keselamatan. Seringkali dibahas secara terpisah, kesinambungan antara mandat dan eksekusi misi ini belum dieksplorasi secara mendalam sebagai satu alur naratif yang digerakkan oleh Roh Kudus. Beberapa kajian atau penelitian mutakhir umumnya menyoroti Amanat Agung dalam Injil Matius sebagai mandat misi gereja, dan atau menekankan dinamika perkembangan gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul secara terpisah. Seperti penekanan akan pentingnya pemuridan sebagai inti dari Amanat Agung yang diteliti Hasibuan. 11 Artikel lain, ditulis Arifianto. Triposa dan Lembongan, menyoroti implikasi teologis dan praktis dari Amanat Agung. 12 Meskipun banyak penelitian telah mengkaji Amanat Agung, sedikit yang secara spesifik menganalisis bagaimana narasi Lukas dalam Kisah Para Rasul secara sengaja disusun sebagai jawaban dan perluasan teologis dari mandat tersebut. Artikel ini mengisi kekosongan itu dengan mengemukakan bagaimana narasi Lukas dalam Kisah Para Rasul berfungsi sebagai pemenuhan sekaligus elaborasi teologis dari mandat misi dalam Injil Matius? Dengan demikian, inilah urgensi penelitian ini adalah memperlihatkan kesatuan narasi Matius dan Kisah Para Rasul agar gereja masa kini memiliki dasar teologis yang utuh dalam melaksanakan misi. Kebaruan yang ditawarkan di sini adalah integrasi narasi Matius dengan Kisah Para Rasul sebagai satu kesatuan teologi misi. Meskipun hubungan Matius 28 dan Kisah Para Rasul diakui, belum ada penelitian yang mengemukakan kesinambungan naratif-teologis yang esensial dari Matius dan Kisah Para Rasul. Metode Penelitian Untuk menjawab tujuan penulisan di artikel ini, penulis memilih menggunakan metode kualitatif dengan kajian kepustakaan. Penulis melakukan pencarian sumber-sumber literatur terkait landasan teologis sejarah keselamatan, misi Allah, amanat agung dan kegiatan penginjilan dalam kitab Kisah Para Rasul. Selanjutnya penulis melakukan kajian naratif teks Alkitab Matius 28:18-20 dan Serepina Hasibuan. AuPemuridan Sebagai Implementasi Amanat Agung Yesus Kristus,Ay Bonafide: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (December 2. : 156Ae75, https://doi. org/10. 46558/bonafide. Arifianto. Triposa, dan Lembongan. AuStudi Alkitab Tentang Misi Dan Pemuridan Dalam Amanat Agung Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Kristen Masa Kini. Ay Diegesis : Jurnal Teologi 5, 2 (August 2. : 25Ae42. https://doi. org/10. 46933/DGS. Dari Mandat ke Realitas, . (Stefani. Kalis S. A(Petrus Yuniant. di kitab Kisah Para Rasul. 13 Langkah pertama adalah melakukan ( Santyterhadap Sahartia. Matius 28:18-20 untuk mengidentifikasi elemen-elemen teologis kunci: otoritas Kristus, mandat universal, formula trinitarian, dan janji Langkah kedua adalah menganalisis struktur naratif Kisah Para Rasul, dengan fokus pada bagaimana elemen-elemen dari Amanat Agung tersebut muncul kembali dan dikembangkan dalam episode-episode kunci (Pentakosta, misi Filipus, pertobatan Korneliu. Analisis ini akan secara khusus memerhatikan peran Roh Kudus sebagai agen yang menghubungkan otoritas Kristus dengan tindakan para Terakhir, penelitian ini akan mensintesis temuan dari kedua teks untuk menunjukkan kesinambungan dan progresi teologis dari mandat misi tersebut dalam kerangka sejarah keselamatan. Hasil dan Pembahasan Sejarah Keselamatan Sejarah keselamatan adalah narasi ilahi yang menyingkap karya Allah yang berkelanjutan dari penciptaan hingga penggenapan eskatologis yang menggambarkan tindakan Allah sejak penciptaan hingga penggenapan karya penebusan-Nya, yang bertujuan memulihkan relasi manusia dengan-Nya. Narasi Alkitab menekankan bahwa Allah secara aktif memulai karya keselamatan melalui panggilan, janji, dan serangkaian karya penebusan, bukan berdasarkan inisiatif Wayne Grudem menekankan bahwa keselamatan adalah inisiatif Allah sepenuhnya, dari janji awal di Kejadian hingga penyelamatan final dalam Kristus, menegaskan bahwa manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Keselamatan mutlak inisiatif Allah sendiri berdasarkan kasih-Nya yang besar terhadap umat manusia. Sebagaimana Paulus menyatakan di dalam salah satu suratnya kepada jemaat di Roma khususnya di dalam pasal 5 bahwa keselamatan terjadi karena didasari oleh kasih Allah semata. Kasih Allahlah yang menjadi penggerak misi pewartaan Injil. Anugrah Saro Iman Zendrato. Yusuf Tandi, and Milla Widyawati Kusuma Wardhani. AuStudi Hermeneutika Dalam Analisis Teks Dan Konteks:,Ay Servire: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 2 (October 2. : 57Ae73, https://doi. org/10. 46362/servire. Wayne A. Grudem. Systematic Theology: An Introduction To Biblical Doctrine (Leicester. England : Grand Rapids. Mich: Inter-Varsity Press . Zondervan Pub. House, 1. Budi Kartika dan Kalis Stevanus. AuMenggagas Kasih Allah Sebagai Dasar Penginjilan Gereja Masa Kini Menurut Roma 5: 8-11,Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 6, no. : 130Ae48, https://w. stt-tawangmangu. id/e-journal/index. php/fidei/article/view/393. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No2. Des. Nubuat mengenai kelahiran Kristus, yang menegaskan bahwa keselamatan adalah inisiatif ilahi yang terpenuhi dalam waktu yang telah ditentukan. Nubuat Yesaya. AuSesungguhnya, seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita. lambang pemerintahan ada di atas bahunyaAy (Yes. menunjukkan bahwa Allah telah merancang penebusan manusia melalui kehadiran Kristus di dunia. Peristiwa kelahiran Yesus dalam Matius 1:18-25 dan Lukas 2:120 memperlihatkan realisasi nubuat ini dalam sejarah konkret, menandai dimulainya tindakan keselamatan Allah secara historis, dengan misi menyelamatkan umat manusia dari dosa dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Sejarah keselamatan mencapai puncaknya dalam penyaliban Kristus, yang merupakan klimaks dari rencana ilahi untuk menebus manusia. Injil Matius menekankan bahwa penderitaan dan kematian Kristus bukanlah kebetulan sejarah, melainkan penggenapan nubuatan para nabi (Mzm. Yes. , sehingga AuIa dihitung bersama orang-orang berdosaAy (Yes. Pernyataan ini menunjukkan kepada kita bahwa kehadiran Yesus menjadi Juru selamat itu telah dinubuatkan. Nubuatan tentang kelahiran Yesus dicatat di Alkitab. Dengan kata lain. Alkitab dapat disebut sebagai kisah historis sejarah keselamatan. Melalui peristiwa penebusan Kristus di kayu salib, hubungan manusia yang telah rusak dan menjadi asing dari Allah akibat dosa dipulihkan kembali. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa karya penebusan Kristus sebagai dasar teologis untuk memberitakan Injil ke seluruh bangsa sebagaimana dicatat di Matius 28:18Ae 20 dan Kisah Para Rasul 1:8 di mana keduanya menunjukkan kesinambungan sejarah keselamatan dari nubuat hingga penggenapan eskatologis. Amanat Agung Dalam perspektif soteriologis, seluruh narasi Alkitab, dari janji kepada Abraham, pembebasan Israel, pelayanan dan nubuat para nabi, sampai kepada kelahiran dan pelayanan Yesus, hingga pengutusan murid, menggambarkan pola kontinuitas misi Allah . issio De. , di mana Amanat Agung menjadi manifestasi konkret dari rencana keselamatan universal dari Allah. 16 Misi mewartakan Injil tidak berhenti hanya dilakukan oleh para rasul seperti yang diceritakan Lukas di Kisah Para Rasul, melainkan tetap menjadi perintah yang relevan hingga sekarang Kalis Stevanus. Panggilan Teragung: Pedoman Dan Metoda Praktis Untuk Memberitakan Kabar Baik Sampai Ke Ujung Bumi (Yogyakarta: Andi Offset, 2. , 79. Dari Mandat ke Realitas, . (Stefani. Kalis S. A(Petrus AmanatYuniant. Agung merupakan kelanjutan logis dari sejarah keselamatan, yang ( pengutusan Santy Sahartia. murid dalam Matius 28:18Ae20 adalah implementasi konkret dari rencana keselamatan Allah. Schnabel menambahkan bahwa misi para rasul dalam Kisah Para Rasul merupakan ekspresi historis dari mandat ini, dijalankan oleh kuasa Roh Kudus sebagai kesinambungan karya Kristus. 17 Misi Allah inilah yang membawa manusia ke dalam persekutuan dengan-Nya melalui iman dan ketaatan, sebagaimana dinyatakan dalam Matius 28:18Ae20. Haans dan Deak menyatakan bahwa gereja dengan segala denominasinya harus menggerakkan warganya untuk menuntaskan Amanat Agung ini. Matius 28:18-20 David J. Bosch dalam karya monumentalnya Transforming Mission menyatakan bahwa Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 bukanlah instruksi tambahan, melainkan ekspresi pusat dari misi Allah yang didelegasikan kepada gereja-Nya. Bosch menekankan bahwa misi-Nya harus dipahami dalam konteks teologi salib dan kebangkitan Kristus. 19 Christopher J. Wright dalam The Mission of God juga menyatakan argumennya bahwa seluruh narasi Alkitab, dari Kejadian sampai Wahyu, menunjukkan pola misi Allah . issio De. sebagai benang merah penyatu seluruh Kitab Suci. 20 Amanat Agung adalah lanjutan dari panggilan Allah kepada Israel yang mana puncaknya dalam pengutusan Kristus dan gereja ke seluruh bangsa. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa Injil bersifat universal, menjadi satu-satunya sarana realisasi rencana keselamatan Allah. Amanat Agung dipandang sebagai perintah yang mutlak dan urgen yang membentuk identitas gereja. Dengan kata lain, sejak semula Allah berkehendak untuk memberkati bangsa-bangsa dan menebus ciptaan melalui pemberitaan Amanat Agung. Matius 28:18-20 menyajikan pernyataan eksplisit dari Yesus tentang mandat misi universal dan janji penyertaan ilahi. Mandat misi universal dipahami melalui Eckhard J. Schnabel. Early Christian Mission. 1: Jesus And The Twelve (Downers Grove. Ill: InterVarsity Press, 2. , 697-703. Albert Haans dan Victor Deak. AuPeran Gereja Dalam Menggerakkan Jemaat Menuntaskan Penyelenggaraan Amanat Agung Tuhan Yesus,Ay Journal of Industrial Engineering & Management Research 3, no. : 140Ae56, https://w. org/index. php/jiemar/article/view/332. David Jacobus Bosch. Transforming Mission: Paradigm Shifts In Theology Of Mission. Twentieth Anniversary Ed. American Society Of Missiology Series, no. 16 (Maryknoll. Y: Orbis Books, 2. , 340-341. Christopher J. Wright. The Mission Of God: Unlocking The BibleAos Grand Narrative (Downers Grove. Ill: IVP Academic, 2. , 532-534. Kalis Stevanus. Benarkah Injil Untuk Semua Orang, 59. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No2. Des. perintah ini yang menyatakan bahwa Aumenjadikan semua bangsaAy . , yang mana pola kepenulisan Injil Matius yang mengaitkan awal mula tentang silsilah Yesus yang merupakan keturunan Abraham dan juga Daud (Mat. , ditemukan adanya relasi Yesus dengan umat pilihan dan rencana Allah bagi segala bangsa. Dengan demikian, terlihat jelas kesinambungan antara janji kepada Abraham (Aumelalui engkau segala bangsa akan diberkatiA. dan penggenapannya dalam Kristus, serta diperluas melalui Amanat Agung. Perikop mengenai Amanat Agung ini muncul setelah peristiwa kebangkitan Yesus, yang menandakan bahwa misi ini tidak terlepas dari kuasa kebangkitan dan otoritas penuh oleh Kristus Yesus atas surga dan bumi (Mat. Bahkan rasul Paulus juga menegaskan bahwa tanpa kebangkitan, pemberitaan Injil menjadi siasia dan iman orang percaya tidak memiliki dasar . Kor. Dengan demikian, peristiwa kebangkitan Yesus bukan sekadar peristiwa historis saja, melainkan realitas eskatologis yang meneguhkan otoritas Kristus untuk mengutus muridmurid-Nya untuk memberitakan Injil. Ayat 18,AuYesus mendekati mereka dan berkata: AuKepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Ay Ada sebuah inisiatif dari Yesus untuk mendekati dan memberikan pernyataan berupa kalimat perintah yang penting. Hal ini menandakan adanya otoritas dan pendekatan pribadi dari Yesus sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan frasa AuKepada-Ku telah diberikanAy menunjukkan bahwa Yesus telah menerima kuasa Ilahi atau pemberian resmi dari Allah Bapa yang mana telah diterima-Nya secara penuh sebagai Mesias yang bangkit dan menang atas maut. Penegasan lain yakni Ausegala kuasa di sorga dan di bumiAy yang mendeklarasikan kedaulatan Yesus Deklarasi yang terang-terangan ini hendak dimaksudkan untuk menunjukkan tentang kekuasaan Yesus atas alam semesta termasuk di surga. Itu sebabnya Stevanus menegasi pernyataan Yesus ini sudah cukup membuktikan keilahian-Nya. 23 Craig L. Blomberg mengatakan bahwasannya otoritas ucapan Yesus pada frasa AuKepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumiAy ini diperoleh-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Wright. Christian Origins And The Question Of God. Vol. 3: The Resurrection Of The Son Of God. Nachdr. (Minneapolis: Fortress Press, 2. , 711. Kalis Stevanus. AuBukti Keilahian Yesus Menurut Injil,Ay Jurnal Teruna Bhakti 2, no. : 82Ae96, http://stakterunabhakti. id/e-journal/index. php/teruna/article/view/49. Craig L. Blomberg. Matthew. The New American Commentary, v. 22 (Nashville. Tenn: Broadman Press, 1. , 431-432. Dari Mandat ke Realitas, . (Stefani. Kalis S. A(Petrus DenganYuniant. demikian, kalimat pembuka Amanat Agung bukan sekadar kalimat ( Santy Sahartia. dilontarkan Yesus untuk pergi, melainkan sebuah kalimat pembuka yang lahir dari otoritas ilahi yang bersumber dari kemenangan kebangkitan-Nya. Dengan kata lain, kebangkitan Yesus merupakan dasar teologis bagi Amanat Agung. Ayat 19,AuKarena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,Ay Kata AuPergilahAy bentuknya adalah partisip aorist pasif semestinya diterjemahkan secara gramatikal. Ausetelah kamu pergiAy. Perintah utama dalam ayat ini. Aujadikanlah semua bangsa murid-KuAy, dalam bahasa Yunani matheteusate yakni Aujadikan muridAy. Artinya bukan sekadar membuat orang percaya atau mengaku secara lisan, tetapi menjadi murid yaitu orang yang mengikuti dan hidup dalam ajaran Yesus. Juga bukan hanya orang Yahudi, tetapi semua suku, budaya, bangsa, dan kelompok etnis, yang mana perintah ini bersifat global dan lintas Kemudian frasa Aubaptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh KudusAy, yang merupakan suatu tanda masuk ke dalam identitas baru sebagai pengikut Yesus, yakni adanya relasi dengan Allah Tritunggal. Ayat 20,Audan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan Dan ketahuilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir Ay Tidak berhenti pada kalimat perintah pergi dan menjadikan semua bangsa murid. Amanat Agung dilengkapi dengan sebuah kalimat perintah yang mana hal ini merujuk pada proses pembentukan karakter dan ketaatan sebagai murid Yesus. Frasa Auajarlah mereka melakukan segala sesuatuAy yang menekankan ketaatan aktif yang menuruti semua perkataan atau pengajaran Yesus. Kata Yunani untuk AuketahuilahAy . bersifat menekankan dengan kuat seperti berkata: AuPerhatikan baik-baik!Ay janji pribadi Yesus yang akan menyertai dan menemani semua murid sepanjang masa. Kuasa Yesus menjadi alasan dasar utama mengapa murid-murid harus pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia. Realisasi Mandat Universal AuSegala BangsaAy Kisah Para Rasul menyajikan realisasi mandat universal yang disampaikan dalam Injil Matius 28:18-20. Setelah Yesus bangkit dan akan naik ke surga. Yesus meramu perintah Amanat Agung dalam bahasa Ausaksi-KuAy dalam Kisah Para Rasul 1:8. AuTetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No2. Des. kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Ay Tidak hanya itu, daerah-daerah dan sampai ke ujung bumi yang tercatat menggenapi Ausemua bangsa murid-KuAy (Mat. Kisah Para Rasul merupakan kelanjutan dari Amanat Agung dalam Matius 28:18-20 yakni tindakan para murid setelah kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, misi penyelamatan dikerjakan dengan tanda-tanda ajaib. Petrus beserta murid yang lain membuktikan kekuatan perintah Amanat Agung dan dibuktikan terutama dalam seringnya penggunaan nama Yesus dalam penyembuhan orang sakit (Kis 3:6-. , bahwa iman di dalam Yesus yang telah membuat orang lumpuh dapat berjalan. Apabila ditelisik lebih jauh, nama Yesus tidak hanya membawa kesembuhan fisik tetapi membawa pemulihan yang lebih komprehensif dari sekedar pemulihan fisik yaitu setiap dosa diampuni melalui nama Yesus (Kis. 2:38. Oleh sebab itu, barang siapa yang berseru kepada Yesus akan diselamatkan. Berdasarkan fakta inilah para rasul dengan berani menjadi alat dalam pemberitaan Injil dalam tuntunan Roh Kudus. Subjek pertumbuhan gereja bukanlah para rasul, melainkan Tuhan sendiri. Namun hal ini tidak berarti para rasul pasif dalam kegiatan pewartaan Injil. Para rasul aktif melakukan mandat Amanat Agung Kristus dengan tuntunan Roh Kudus. Ditegaskan kembali oleh Randy Rouw bahwa kegiatan misi penginjilan tidak mungkin dipisahkan dari karya Roh Kudus. Tampak sekali karya Roh Kudus dalam kegiatan penginjilan melalui para rasul yang disertai tanda-tanda ajaib. 26 F. Braselman menegaskan. AuOf course, all element are, in a measure, common to these reports of the one final command. and it is interesting to note how, in The Acts, all are emphatically combined. Ay27 Itu sebabnya. Kisah Para Rasul menjadi kitab yang mana menceritakan penggenapan Amanat Agung yakni langkah bagi para murid terlebih dahulu menunaikannya setelah diperlengkapi dengan Roh Kudus, sehingga dengan kuasa Ilahi itu mereka menjadi para saksi Kristus, dan Tuhan mengimplementasikan pekerjaan itu dengan kuasa Roh Kudus-Nya. Jadi. Roh yang memampukan kegiatan pewartaan Injil dan pertumbuhan gereja. Kalis Stevanus et al. AuA Critical Study Of Pentecostal Understanding Of The Baptism Of The Holy Spirit In Acts,Ay HTS : Theological Studies 79, no. : 8115, https://doi. org/10. 4102/hts. Randy Frank Rouw. AuTugas Roh Kudus Dalam Misi Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul,Ay Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (Jire. 1, no. : 99Ae109, https://ojsjireh. org/index. php/jireh/article/view/7. Charles R. Erdman. An Exposition: The Acts (Philadelphia: The Westminster Press, 1. Dari Mandat ke Realitas, . (Stefani. Kalis S. A(Petrus Yuniant. Pemberitaan Injil yang bersifat inklusif ini dinyatakan dalam kuasa ( Santy Roh Sahartia. Kudus yang diberitakan oleh rasul Petrus. Pengajaran Injil tentang Yesus yang telah mati, bangkit, dan naik ke surga (Kis. , dilengkapi pula dengan penegasan dan perwujudan adanya kuasa ilahi yakni dari Roh Kudus. Turunnya Roh Kudus (Kis. pada hari itu bukan sekadar pengalaman spiritual, melainkan titik awal yang menandai lahirnya komunitas gereja yang diutus untuk menyaksikan Kristus. Melalui khotbah Petrus yang disertai kuasa Roh. Injil diberitakan lintas bahasa dan budaya, sehingga tiga ribu orang menerima keselamatan pada hari yang sama. Peristiwa Pentakosta ini menunjukkan bahwa Amanat Agung (Mat. 28:19Ae . mulai diwujudnyatakan dalam sejarah, dengan gereja sebagai instrumen Allah untuk menghadirkan Injil bagi segala bangsa. 28 Penyebaran Injil tidak berhenti di Yerusalem, justru peristiwa Pentakosta ini menjadi tonggak awal pemberitaan Injil di sepanjang Kisah Para Rasul yang kemudian menampilkan berbagai peristiwa yang memperlihatkan bagaimana Roh Kudus menginisiasi dan memimpin pekerjaan penginjilan tersebut. Dua di antaranya adalah kisah sida-sida Etiopia (Kis. 8:26Ae. dan Kornelius (Kis. , yang menegaskan bahwa Amanat Agung tidak berhenti pada bangsa Yahudi, melainkan terus bergerak melampaui batas etnis, budaya, dan wilayah. Filipus dan Sida-sida Etiopia (Kis. 8:26-. Kisah Filipus dan sida-sida Etiopia dalam Kisah Para Rasul 8:26-40 merupakan narasi penting dalam pembuktian adanya inisiasi Roh Kudus dalam pemberitaan Injil. Malaikat Tuhan mengarahkan Filipus untuk pergi ke jalan yang sunyi menuju Gaza (Kis. , dan Roh Kudus menuntun dia mendekati kereta sida-sida dari Etiopia. Sida-sida Etiopia adalah pejabat tinggi yang mengelola perbendaharaan Ratu Etiopia (Kendak. Ia datang ke Yerusalem untuk beribadah dan sedang membaca kitab Yesaya (Yes. , tetapi ia tidak memahami bacaannya. Filipus menghampiri sida-sida tersebut dan memberitakan Injil tentang Yesus Kristus sebagai penggenapan nubuat Hamba Tuhan yang menderita, yang mana segera setelahnya sida-sida tersebut meresponi penjelasan Filipus. Ia segera percaya dan meminta untuk dibaptis (Kis. 8:36-. Perjumpaan ini menunjukkan John R. Stott. The Spirit. The Church And The World: The Message Of Acts (Downers Grove: InterVarsity Pr, 1. , 62. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No2. Des. bahwa pemberitaan Injil selalu digerakkan oleh pimpinan-Nya, bukan sekadar perencanaan manusiawi. Kesiap-sediaan Filipus dalam merespons pimpinan Roh Kudus menjadi kunci dari peristiwa ini. Tanpa mengetahui secara penuh alasan pengutusannya. Filipus taat untuk mendekati kereta yang ditumpangi sida-sida Etiopia. Cakupan pemberitaan Injil mencapai luar konteks Yahudi yang mana sida-sida Etiopia sendiri merupakan figur simbolis dari bangsa-bangsa lain yang haus akan kebenaran, tetapi masih terbatas dalam pemahaman mereka. Kerinduannya untuk memahami Kitab Suci menjadi titik temu dengan pemberitaan Injil oleh Filipus. Tidak hanya itu, narasi ini juga menunjukkan mandat Amanat Agung dikerjakan secara utuh: pewartaan Injil sebagai wujud Aomenjadikan semua bangsa muridAo dengan pengajaran tentang makna Kitab Suci yang dibaca (Kis. , juga memediasi proses pengakuan iman melalui baptisan (Kis. 8:36-. Petrus dan Kornelius. Sang Perwira Romawi (Kis. Mungkin Kornelius bukanlah orang non-Yahudi pertama yang bertobat, tetapi ia adalah orang non-Yahudi pertama yang pertobatannya dicatat. Dalam kisah ini, legitimasi Kekristenan non-Yahudi secara resmi diterima ke dalam gereja, di saat seorang rasul, di bawah bimbingan Roh Kudus, berkhotbah untuk Kornelius yang seorang perwira Romawi. Kisah ini menjadi contoh fakta pertobatan dan kebenaran mengenai pekerjaan Roh Kudus dalam mempertobatkan seseorang menjadi seorang percaya Kristus. Ini menjadi salah satu titik balik dari sejarah kekristenan ketika gereja sedang dipersiapkan untuk kesaksiannya di seluruh dunia. Yang mana pada mulanya hanya orang Yahudi saja menerima Injil, kemudian orang Samaria juga, tetapi kini seorang wakil non-Yahudi dituntun untuk menerima Kristus dan dipenuhi dengan Roh-Nya, sehingga peristiwa ini dikenal sebagai AuPentakosta RomawiAy. Kornelius, seorang perwira Romawi yang disebut saleh, bukan hanya dirinya sendiri namun juga seisi rumahnya takut akan Allah, ia suka memberi sedekah kepada umat Yahudi dan selalu berdoa kepada Allah (Kis. 10:1-. Ketika seorang malaikat menampakkan diri kepada Kornelius, malaikat itu tidak langsung memberitakan jalan keselamatan padanya, melainkan memerintahkan Kornelius untuk memanggil Petrus sebagai utusan Allah. Dalam bagian ini mengingatkan Eckhard J. Schnabel. Early Christian Mission. 1: Jesus And the Twelve (Downers Grove. Ill: InterVarsity Press, 2. , 726. Erdman. An Exposition: The Acts, 84. Dari Mandat ke Realitas, . (Stefani. Kalis S. Yuniant. padaA(Petrus penting bahwa pesan Amanat Agung, yang menjadi dasar ( Santy Sahartia. harus diberitakan oleh manusia kepada sesamanya. Melalui kisah Kornelius ini menerangkan bahwa orang-orang saleh seperti Kornelius pun membutuhkan Injil. Akan tetapi Allah tidak saja menyiapkan Kornelius sebagai penerima Injil, namun si pemberitanya juga. Petrus yang diberi penglihatan oleh Tuhan mengenai hal haram dan tidak tahir, yang mengajarkan Petrus bahwa apa yang selama ini menjadi larangan keras bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang non Yahudi ataupun masuk ke rumah mereka, tetapi Allah mengubahkan pandangan Petrus mengenai hal itu (Kis. 10:28-. Narasi ini merupakan titik balik penting dalam sejarah misi gereja mulamula, yang mana Injil tidak lagi dipahami sebagai kabar keselamatan yang eksklusif bagi orang Yahudi, melainkan inklusif bagi semua bangsa. Sebagaimana yang dimandatkan dalam Matius 28:18 untuk Aomenjadikan semua bangsa muridAo, juga Kisah Para Rasul 1:8 yang bergerak ke Aoujung bumiAo. Pemenuhan misi universal ini menjadikan kesatuan antara kedua teks Injil Matius dan Kisah Para Rasul. Narasi ini juga menegaskan bahwa integrasi bangsa-bangsa non-Yahudi ke dalam umat Allah bukanlah hasil inisiatif manusia, tetapi karya Roh Kudus yang mengarahkan Petrus untuk melampaui batas-batas etnis dan religius yang menyatakan kebenaran bahwa bagi Tuhan, semua umat manusia menjadi obyek kasih Allah yang harus dijangkau melalui penginjilan. Menurut Trisna, kisah Petrus yang menerima orang non-Yahudi menunjukkan sikap yang harus diteladani gereja agar tidak melakukan tindakan marjinalisasi terhadap kelompok manusia. 31 Selain itu, hal ini dapat menjadi dorongan semangat bagi gereja masa kini untuk tetap aktif melakukan pelayanan penginjilan lintas budaya. Berangkat dari hasil temuan narasi teks Matius 28:18-20 dan kitab Kisah Para Rasul, dapat disintesiskan sebagai berikut: Pertama: bahwa integrasi Matius 28:18-20 dan kitab Kisah Para Rasul terdapat dalam frame sejarah keselamatan. Bagi Matius kebangkitan Tuhan Yesus sebagai pijakan mandat Amanat Agung, dan bagi Lukas di dalam Kisah Para Rasul, pribadi Allah Trinitas yang ke-3, yaitu Roh Kudus sebagai instrumen utama dalam pengejawantahan misi. Kedua: bahwa kegiatan misi bukanlah program sampingan dari gereja melainkan justru sebagai jati diri gereja. Dengan kata lain, gereja ada untuk Robert Paul Trisna. AuKaum Marginal Dalam Injil Lukas Dan Kisah Para Rasul,Ay Pneumata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. : 25Ae35, http://sttbi. id/journal/index. php/pneumata/article/view/125. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No2. Des. melaksanakan misi Allah. Panggilan bermisi sebagai bagian integral dari eksistensi Ketiga: bahwa sejarah keselamatan yang digagas oleh Allah itu sifatnya berkesinambungan . dan koheren . Jadi, sangat jelas bahwa integratif atau kesatuan Injil Matius dan Kisah Para Rasul menyatakan bahwa kegiatan misi merupakan kontinuitas dari karya Allah sendiri di mana gereja-Nya sebagai agen utamanya untuk mewartakan Injil yaitu kabar keselamatan sampai ke seluruh dunia dan kepada segala bangsa. Oleh sebab itu, disimpulkan bahwa narasi Injil Matius dan Kisah Para Rasul sifatnya terpadu bukan dua narasi yang terpisah, sebaliknya satu kesatuan integral yang mengungkapkan maksud penyelamatan Allah. Simpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesatuan teologis antara Amanat Agung Matius dan misi dalam Kisah Para Rasul tidak hanya bersifat implementatif, tetapi juga naratif dan pneumatologis. Bukti utama terletak pada peran sentral Roh Kudus yang berfungsi sebagai agen ilahi yang mentransmisikan otoritas Kristus (Mat. kepada gereja (Kis. , serta merealisasikan mandat universal Aosegala bangsaAo melalui progresi misi yang terstruktur. Dengan demikian. Kisah Para Rasul harus dibaca sebagai kelanjutan organik yang menafsirkan dan memperluas Amanat Agung. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa setiap teologi misi yang alkitabiah harus secara integral menghubungkan Kristologi . andat dari Kristu. dengan Pneumatologi . emberdayaan oleh Ro. Inilah dasar teologi bermisi yang berlaku sepanjang abad. Daftar Pustaka