ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI CITA BUNDA SCHOOL DAN PG-TK KURNIA DJAJA ALAM KOTA BATAM Sukma Sahreni1. Nopri Esmiralda2. Tasya Rizkia Putri3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sukmasahreni@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, nopriesmiralda@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, tasyarzp@gmail. ABSTRACT Background: Nutritional status is the state of the body that results from food or is a measure of success in fulfilling a diet. Children with acute malnutrition, experience protein deficiency which will have an impact on the weakness of small muscles so that it will be difficult to grow and Developmental stages in children can be used as a means to detect or predict early developmental problems according to their age. The purpose of this study is to determine the relationship between nutritional status and the development of pre-school children at Cita Bunda School and PG-TK Kurnia Djaja Alam Batam City in 2023. Methods: This research design is an analytical research with a cross-sectional approach conducted at Cita Bunda School and PG-TK Kurnia Djaja Alam in November 2023. The sampling technique is total sampling with a total sample of 50 children. Data analysis used univariate analysis and biariat analysis with chi-square test. Results: The results of Chi-Square analysis for the relationship of nutritional status with the development of pre-school children obtained p = 0. < 0. which means HCe rejected and HCA accepted. Conclusion: Based on the results of this study, it was found that there is a relationship between nutritional status and the development of pre-school children at Cita Bunda School and PG-TK Kurnia Djaja Alam Batam City. Keywords: Nutritional Status. Child Development ABSTRAK Latar Belakang: Status gizi adalah keadaan tubuh yang dihasilkan dari makanan atau merupakan ukuran keberhasilan dalam memenuhi diet. Anak dengan kekurangan gizi akut, mengalami kekurangan protein yang akan berdampak pada lemahnya otot-otot kecil sehingga akan kesulitan dalam tumbuh kembangnya. Tahapan perkembangan pada anak dapat digunakan sebagai sarana untuk mendeteksi atau memprediksi secara dini gangguan masalah perkembangan sesuai Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam Kota Batam Tahun Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam pada November 2023. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 anak. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis biariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis Chi-Square untuk hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah diperoleh p = 0,001 . <0,. yang artinya HCe ditolak dan HCA diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam Kota Batam. Kata kunci: Status Gizi. Perkembangan Anak Universitas Batam Batam Batam Page 44 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 PENDAHULUAN Usia anak prasekolah adalah anak usia tiga sampai enam tahun dan merupakan masa keemasan untuk menentukan tumbuh kembang anak yang meliputi kemampuan bahasa, kognitif, fisik, emosional dan sosial. Hal terpenting saat ini dalam usia tersebut adalah memenuhi kebutuhan makanan sehingga dapat mencukupi status gizi yang baik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyimpulkan bahwa status gizi merupakan kondisi nutrisi atau kecukupan zat gizi dalam tubuh seseorang. Status gizi adalah keadaan tubuh yang dihasilkan dari makanan atau merupakan ukuran keberhasilan dalam memenuhi diet. Status gizi dibagi menjadi empat kategori yaitu gizi buruk untuk severe PCM (Protein Calori and Malnutritio. , gizi kurang . nder weigh. yang mencakup mild dan moderate PCM, gizi baik . ell nourishe. dan gizi lebih . ver weigh. termasuk kegemukan dan obesitas. Pengukuran status gizi dapat dihitung dengan berbagai metode, salah satunya dengan Z Score dan ambang status gizi sebagai acuan penilaian. Metode ini adalah langkah mudah yang dapat dilakukan karena menggunakan alat yang sudah tersedia (Rusilanti, 2. Penilaian WHO (World Health Organizatio. menyatakan anak usia di bawah lima tahun secara global mengalami kekurangan gizi akut sebanyak 5,6% atau 37,5 juta anak pada tahun 2021. Satu tahun setelahnya, pada 2022 prevalensi anak dengan kekurangan gizi akut sebanyak 37,0 juta anak. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia oleh Kemenkes RI pada tahun 2022 menghitung prevalensi balita kekurangan gizi akut sebanyak 7,7% dan jumlah ini meningkat dari tahun 2021 sebanyak 7,1%. Pada Provinsi Kepulauan Riau, anak dengan kekurangan gizi akut memiliki presentase sebanyak 7,7% pada tahun 2021 dan 8,4% pada tahun 2022 (Kemenkes RI, 2. Status gizi yang buruk akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia pra Anak dengan cakupan gizi yang baik akan mengalami tumbuh kembang sesuai yang Universitas Batam Batam Batam meliputi otot kecil dan besar, kemampuan komunikasi dengan koordinasi mata dan Mariani. Sisfiani dan Franly . menyebutkan bahwa penilaian ganguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia prasekolah yang dapat dipantau adalah penilaian motorik halus, motorik kasar, personal sosial dan bahasa. Beberapa anak usia prasekolah cenderung memiliki nafsu makan rendah dan hanya memakan jenis makanan yang disukainya, seperti ada anak-anak yang tidak menyukai sayuran dan ikan. Sedangkan pada usia prasekolah, anak-anak cenderung aktif dalam bergerak dan mengeksplorasi lingkungan Faktor mengakibatkan status gizi kurus yaitu rendahnya ekonomi keluarga atau kurangnya pengetahuan dan perhatian orang tua akan pentingnya gizi bagi anak (Sahreni, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Nuraeni Azizah Amalia pada tahun 2020 dengan judul Hubungan Status Gizi Perkembangan Anak Usia Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Batua Raya diperoleh anak perkembangan sesuai lebih tinggi pada status gizi baik . %) dibandingkan status gizi kurang . ,6%) analisis hubungan antara dua variabel didapatkan nilai P = 0. Secara statistik terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan perkembangan anak usia prasekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara status gizi terhadap perkembangan anak usia pra sekolah di wilayah Puskesmas Batua Raya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri Alifatul Afifah pada tahun 2018 dengan judul Hubungan Pola Makan dan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia Prasekolah Di Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan pola makan anak yang tergolong kurang pada energi, karbohidrat, protein dan lemak masing-masing 7%, 22. 4%, 14. 5%, dan 21. Status gizi anak berdasarkan BB/TB yang tergolong kategori kurus adalah 26. Page 45 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Perkembangan anak kategori kurang pada aspek kognitif sebanyak 21. 1%, aspek personal sosial 80. 3%, aspek motorik halus 7% dan aspek motorik kasar sebanyak Hasil uji statistik analisis bivariat masing-masing subvariabel pola makan . nergi, kabohidrat, protein, lema. dan status gizi dengan masing-masing 4 aspek perkembangan anak . ognitif, motorik halus, bahasa dan motorik kasa. menunjukkan pvalue < 0. Pada uji statistik antara masingmasing subvariabel pola makan dan status gizi dengan perkembangan personal-sosial anak masing-masing p-value > 0. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara pola makan . nergi, karbohidrat, protein, lema. dan status gizi dengan 4 aspek perkembangan anak usia prasekolah yaitu aspek kognitif, motorik halus, bahasa dan motorik kasar, namun tidak terdapat hubungan signifikan pada aspek personal-sosial. Tahapan tumbuh kembang anak dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi atau memprediksi masalah perkembangan dini berdasarkan usianya. Pada perkembangan anak tentu tidak dapat maksimal jika asupan gizi yang diberikan tidak Anak dengan kekurangan gizi akut berdampak pada lemahnya otot- otot kecil sehingga akan kesulitan dalam tumbuh Kekurangan protein dapat muncul secara berbeda pada bayi dan anakanak. Hubungan antara status gizi seorang anak seringkali erat kaitannya dengan Sebagai contoh, satu penelitian menemukan bahwa kekurangan protein dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan kegagalan organ hingga menimbulkan penyakit seperti marasmus, kwashiorkor dan penyakit akibat kekurangan protein lainnya. Survey pendahuluan yang dilakukan penulis pada Cita Bunda School Batam terhadap pengajar menunjukkan bahwa terdapat dugaan keterkaitan antara status gizi terhadap perkembangan motorik halus. Universitas Batam Batam Batam motorik kasar, personal sosial dan bahasa pada anak pra sekolah yang berjumlah 21 anak. Anak-anak Cita Bunda School yang digunakan sebagai subjek penelitian ini sangat rentan akan faktor risiko tersebut karena memiliki berbagai kategori status gizi dengan perkembangan yang berbeda- beda. Begitu pula dengan observasi yang peneliti lakukan di PG-TK Kurnia Djaja Alam melalui screening BB/TB pada sebagian anak bahwa diantaranya memiliki status gizi baik sehingga kemampuan motorik sesuai di usianya. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti berencana untuk melakukan penelitian dengan menganalisis hubungan status gizi dengan perkembangan pada anak usia pra sekolah di Cita Bunda School dan PG- TK Kurnia Djaja Alam METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan Rancangan penelitian yang cross-sectional. Data menggunkan data sekunder berupa kuisioner pra skrining perkembangan (KPSP). Populasi penelitian ini adalah murid-murid Cita Bunda School berjumlah 24 anak dan PG-TK Kurnia Djaya Alam Kota Batam yang berjumlah 48 anak dan dilakukan pada November 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Samplimg. Analisis menggunakan uji Chi-Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Berdasarkan Status Gizi Anak Pra Sekolah Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Status Gizi Anak Pra Sekolah Frekuensi Persentase Status Gizi . (%) Gizi Normal Gizi Bermasalah Total Tabel 1 diatas menunjukan responden dengan kategori gizi normal didapatkan sebanyak 43 . %) responden dan responden Page 46 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 dengan kategori gizi bermasalah didapatkan sebanyakk 7. %) responden. Dalam penelitian ini didapatkan hasil dari responden dengan kategori gizi normal sebanyak 43 . %) responden, hasil ini didapatkan dengan mengukur Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) responden melalui timbangan dan stature meter yang hasilnya akan dihitung menggunakan rumus Z Score, dimana di dalam rumus ini BB anak dihitung berdasarkan indeks TB, dikurang median baku rujukan, dibagi simpangan baku rujukan yang disesuaikan dengan standar antropometri penilaian status gizi anak oleh Permenkes RI No. 2 Tahun 2020. Responden dalam penelitian ini memiliki status gizi normal dengan nilaiambang batas -2 SD sd 1 SD. Anak dengan gizi normal memiliki TB dan BB yang seimbang. Anak yang mendapatkan asupan gizi selama masa prenatal hingga masa pertumbuhannya dapat menjadi faktor terwujudnya status gizi normal pada anak. Selain itu, faktor eksternal yang meliputi keluarga . emiskinan, pendidikan, kebiasaan makan orang tua serta pola hidup bersih dan seha. , lingkungan . udaya, sumber daya lingkungan, pelayanan kesehatan, sanitasi, dl. dan pemerintah . ebijakan pemerintah, kesehatan, pangan, ekonomi dan politi. dapat menjadi penyebab tidak perkembangan gizi (Phillip Baker et. Untuk kategori gizi bermasalah sebanyak 7 . %) responden, hasil ini didapatkan dari perhitungan Z Score yang memiliki nilai ambang batas < -2 SD dan atau > 1 SD. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor internal yang meliputi asupan gizi yang diberikan orangtua mempengaruhi status gizi seorang anak bermasalah, seperti adanya penyakit infeksi yang sering kali menjadi penyebab malnutrisi di negara berkembang. Selain itu pola asuh makan pada anak yang diberikan orang tua sangat perlu diperhatikan dalam gizi Praktik pemberian makan terhadap anak terdiri dari Universitas Batam Batam Batam pemberian makanan yang sesuai umur anak, kepekaan ibu mengetahui waktu makan, upaya menciptakan situasi makan yang baik, hangat dan nyaman. Tingkat ekonomi juga merupakan salah satu faktor terjadinya status gizi anak yang bermasalah. Keluarga yang hidup dalam kemiskinan atau berpendapatan rendah Rendahnya daya beli pangan menyebabkan tidak tersedianya pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga, sehingga dapat berujung pada gizi buruk. Sebaliknya masalah makan berlebihan dapat terjadi pada keluarga mampu secara ekonomi apabila tidak dimbangi dengan pengetahuan gizi yang baik (Myrnawati dan Anita, 2. Status gizi anak masih merupakan hal yang perlu diperhatikan hingga saat ini. Meningkatnya angka kekurangan gizi akut pada balita di tahun 2022 yaitu 7,7% dari tahun 2021 yang berjumlah 7,1%, khususnya pada provinsi Kepulauan Riau anak dengan kekurangan gizi akut memiliki presentase sebanyak 7,7% pada tahun 2021 dan 8,4% pada tahun 2022 dapat menjadi masalah kesehatan bagi kelanjutan tumbuh kembang generasi di Indonesia (Survei Status Gizi Indonesia. Kemenkes RI Tahun 2020. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Perkembangan Anak Pra Sekolah Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Perkembangan Anak Pra Sekolah Frekuensi Persentase Perkembangan . (%) Sesuai Penyimpangan Total Tabel 2 diatas menunjukan bahwa didapatkan responden dengan kategori perkembangan sesuai sebanyak 43 . %) responden, didapatkan hasil kategori ini peneliti menggunakan Z score yang didapat oleh setiap responden melalui lembar Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang memiliki total jawaban benar sebanyak Page 47 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Responden . %) dan responden dengan jumlah jawaban benar sebanyak O 8 pertanyaan. Didalam penelitian ini lebih banyak responden dengan kategori perkembangan sesuai sebanyak 43 . %) responden, dimana hasil daripenilaian KPSP memiliki total jawaban benar sebanyak 9-10 pertanyaan. Anak dengan perkembangan sesuai memiliki jawaban yang responsif selama melakukan pengisian kuesioner. Anak kooperatif pada instruksi yang diberikan peneliti seperti mencoret kertas, menggambar, mengancing pakaian, menggunakan kaos kaki dan pertanyaan atau instruksi lainnya yang dapat menilai perkembangan motorik, bahasa serta personal-sosial anak. Sesuainya perkembangan pada anak dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang akan berinteraksi dengan lingkungan untuk membentuk bagaimana individu tumbuh dan Selain itu faktor lingkungan dan psikososial juga mampu mempengaruhi baik buruknya perkembangan seorang anak. Lingkungan ini meliputi kondisi keselamatan, kondisi cuaca, kondisi geografis, higienitas atau kebersihan lingkungan, serta kondisi rumah termasuk ventilasi, penerangan dan kepadatan penduduk. Stimulasi, motivasi dalam mempelajari sesuatu, hingga pola asuh dan kasih sayang orang tua yang baik sangat berperan penting dalam perkembangan anak usia pra sekolah (Darmawan A, 2. Untuk menyimpang didapatkan sebanyak 7 . %) responden yang memiliki jumlah jawaban benar sebanyak O 8 pertanyaan. Anak dengan karakteristik yang berbeda-beda, terdapat anak yang mampu menjawab dan memperhatikan perkembangan penyimpangan sebanyak 7 pertanyaan dari peneliti serta ada pula anak yang kesulitan mengerti pada pertanyaan atau instruksi yang diberikan oleh peneliti. Terdapat beberapa pertanyaan mudah dapat dijawab namun anak dengan perkembangan pengisian KPSP. Faktor bawaan, lingkungan fisik dan sosial seperti yang telah disebutkan di atas dapat mempengaruhi perkembangan anak. Sementara itu, kondisi buruk juga disebabkan oleh faktor cuaca, kebersihan atau lingkungan yang kurang baik, kondisi perumahan yang tidak mendukung hidup sehat, serta kondisi geografis yang sulit, misalnya karena berada di daerah terpencil, jauh dari informasi dan sulit Anak yang diberi rangsangan atau sering diberi rangsangan seperti permainan edukatif baik yang dapat menstimulasi motorik, kognitif hingga personal-sosial oleh orangtua, sekolah dan lingkungan akan lebih cepat mempelajari sesuatu karena ia akan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan anak yang tidak banyak diberi rangsangan. Motivasi yang diciptakan pada usia muda juga akan memberikan hasil yang berbedabeda pada anak dalam menguasai sesuatu. Pola asuh yang diberikan orang tua dapat bersifat permisif atau serba boleh, mendominasi melakukan apa pun, atau otoriter yang merupakan kombinasi keduanya, semuanya akan memberikan dampak yang berbeda-beda pada anak. (Yanti E dan Fridalni N, 2. Analisis Bivariat Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah Di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam Kota Batam Tahun 2023 Tabel 3. Hubungan status gizi dengan perkembangan anak prasekolah Status Gizi Universitas Batam Batam Batam Perkembangan Anak Pra Sekolah Sesuai Penyimpangan Total P-Value Page 48 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Baik Buruk Total Didapatkan hasil dari penelitian ini, perkembangan sesuai sebanyak 40 responden, dikarenakan rata-rata responden merupakan anak yang dapat menjawab dan mengikuti instruksi oleh peneliti melalui lembar KPSP adalah anak dengan BB dan 68 TB yang seimbang melalui perhitungan Z Score dengan nilai ambang batas -2 SD sd 1 SD. Hasil uji Chi-square bermakna antara status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah. Dari hasil uji Chi Square didapatkan p value = 0,001 . < 0,. , sehingga H0 ditolak dan Ha Anak dengan kategori gizi normal dan perkembangan menyimpang merupakan anak dengan asupan gizi yang cukup diberikan oleh orang tua selama masa prenatal hingga masa pra sekolah namun anak tidak mendapatkan lingkungan fisik dan sosial yang cukup selama proses tumbuh kembang. Stimulasi, motivasi anak dalam belajar hingga pola asuh dan kasih sayang orang tua erat kaitannya dengan proses hingga hasil perkembangan anak yang Untuk kategori gizi bermasalah dan perkembangan sesuai didapatkan responden dari penelitian ini mendapat asupan nutrisi yang kurang atau lebih dan stimulasi perkembangan seperti komunikasi ibu dan anak, pola asuh serta permainan edukasi oleh orang tua yang baik. Orang tua cenderung memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi sesuatu merupakan salah satu cara memotivasi mereka untuk belajar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nuraeni Azizah Amalia . Dari total 196 responden didapatkan hasil adanya hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah dengan nilai p value = 0,000. Universitas Batam Batam Batam 0,001 Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi, dimana zat gizi sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta pengatur proses tubuh (Auliya et , 2. Indeks BB/PB atau BB/TB menggambarkan apakah berat badan anak sesuai dengan perkembangan panjang/tinggi badan anak. Indeks ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi anak-anak yang kekurangan gizi, anak-anak dengan gizi buruk dan anakanak yang berisiko mengalami kelebihan berat Malnutrisi seringkali disebabkan oleh penyakit dan kekurangan gizi yang terjadi baru-baru ini . atau terjadi dalam jangka waktu yang lama . (Permenkes RI No. 2 Tahun 2. Perkembangan merupakan suatu pola pergerakan atau perubahan yang dimulai secara dinamis pada saat pembuahan dan berlanjut sepanjang umur manusia. Untuk mengorganisasikan materi dan memudahkan pemahaman, kita sering menggambarkan perkembangan secara bertahap (Santrock. Perkembangan anak terdiri dari perkembangan motorik kasar dan motorik perkembangan personal sosial yang akan melibatkan koordinasi otototot kecil dan besar. Anak dengan kekurangan gizi akut berdampak pada lemahnya otot-otot kecil sehingga akan kesulitan dalam tumbuh Kekurangan protein dapat muncul secara berbeda pada bayi dan anakanak. Tahapan tumbuh kembang anak dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi atau memprediksi masalah perkembangan dini berdasarkan usianya. Pada perkembangan anak tentu tidak dapat maksimal jika asupan gizi yang diberikan tidak sesuai (Rusilanti, 2. Page 49 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 KESIMPULAN Berdasarkan dilakukan terhadap 50 responden di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam temuan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan anak usia pra sekolah di kedua sekolah tersebut, dengan nilai signifikansi statistik (P) sebesar 0,001 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan . Hal ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap status gizi anak pra sekolah dalam mendukung pendidikan di Kota Batam. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi dan acuan selanjutnya untuk peneliti yang tertarik melakukan penelitian lebih dalam tentang hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah. SARAN Diharapkan memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang tua khususnya yang memiliki anak dengan usia pra sekolah mengenai hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah sehingga masyarakat mengenal pentingnya mencukupi status gizi dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anak terhadap perkembangan anak melalui stimulasi tumbuh kembang yang sesuai. UCAPAN TERIMA KASIH